[Oneshoot/NC21/KyuDae] All Of Me

0
Tittle : All Of Me
Cast : Cho Kyuhyun, Hwang Daehee
Category : oneshot, NC21, Romance
Author : Newonji95
**anyeonggg~~
Saya pertama kali bikin ff NC dan langsung kejang-kejang #ngambilNapas# ahahaha.. bermodalkan ff nc yang saya baca dan adegan2 ciuman dari drama, saya nekat buat ff ini #lapKeringat. Maaf nggak sesuai selera, kepanjangan juga mungkin, kurang romantic. Daaaaan, saya jujur sekali kalau judulnya mungkin nggak nyambung sama alur ceritanyaaa, tapi silakan di baca dan di komen readers..

Happy Read chingudeul**
**
Siapa tak mengenal Hwang Daehee? Gadis itu cantik dan manis, memiliki hidung mancung dan mata yang jernih. Bibirnya tipis selalu tampak menggiurkan bagi pria manapun yang memandanginya. Dia tidak tinggi, hingga membuatnya tampak kecil dan bisa direngkuh siapa saja. Daehee memiliki kulit putih pucat, rambutnya lebih panjang sebahu selalu di kucir kuda hingga menampakkan leher jenjangnya.
Daehee adalah yeoja berwajah polos. Sangat polos sampai-sampai banyak orang tak tau apa yang ada didalam otak yeoja berumur 23 tahun itu. Meskipun selalu berpenampilan kasual tak menunjukkan gelagat layaknya seorang gadis dewasa. Daehee menyimpan rahasia kecil yang tak begitu diketahui orang banyak, hanya seseorang yang tau diantara banyaknya orang yang mengenalnya. Cho Kyuhyun!
Kyuhyun adalah sahabat baik Daehee. Sejak orang tua yeoja itu meninggal 10 tahun lalu, Kyuhyun selalu bersama dengan Daehee. Mereka terlihat tak begitu akur dalam keseharian karena sering bertengkar untuk hal kecil, tapi jika melihat kebersamaan mereka yang lebih dari 10 tahun, siapapun akan percaya jika mereka saling mengenal diri masing-masing dengan sangat baik.
Sepulang kantor Kyuhyun singgah ke flat Daehee yang berada di sebelah flatnya. Kyuhyun adalah seorang CEO Cho Corp, perusahaan milik keluarganya, tapi dengan harta sebanyak yang dia miliki, Kyuhyun tak pernah berniat tinggal di apertemen mewah. Dia tinggal berseblahan dengan Daehee, dan selalu membeli flat atau tempat tinggal apapun yang berdekatan dengan tempat tinggal Daehee.
Namja itu sudah sering keluar masuk flat Daehee sehingga mengetuk pintu sudah bukan hal yang perlu baginya.
“paboya~ eodi??” teriak Kyuhyun dari pintu flatnya.
“sayang??” panggil Kyuhyun lagi. Sayang adalah cara Kyuhyun memperlakukan Daehee secara istimewa. Tapi dengan panggilan itupun Tak ada balasan dar daehee.
Namja itu membuka sepatunya dan memakai sandal rumah sambil berjalan masuk memeriksa ruangan pertama flat, hingga ke dapur. Dia menemukan Daehee tertidur didepan TV, dibawah rak TV ada DVD player yang terbuka, film yang di tonton Daehee sudah habis tapi Daehee bahkan sudah tertidur sebelum film yang ditontonya habis. Kebiasaannya.
Kyuhyun duduk disebelah Daehee yang tidur di atas karpet berbulu dan kepalanya bertumpu pada sofa. Pakaian Daehee sangat minim. Dia memakai hotpants yang sangat minim hingga mengekspos paha putihnya dan baju kemeja panjang transparan yang menampakkan bra hitam tipis di balik baju yang dia kenakan.
Kyuhyun menarik nafas gusar. Meskipun sering sekali melihat Daehee seperti itu, bahkan lebih parah dari penampilan saat ini, Kyuhyun tak pernah sukses melewatinya dengan tenang. Tubuhnya memanas dan matanya selalu jelih menatap setiap inti tubuh sahabatnya itu.
“sayang??” bisik Kyuhyun di telinga Daehee. Yeoja itu tak bergeming.
Perlahan tangan Kyuhyun menyentuh lutut Daehee, meremasnya pelan sambil perlahan bergerak ke atas. Di paha Daehee, Kyuhyun membelainya dan meremasnya dengan nafas memburu. Tangannya terus naik ke atas, dan tiba di selangkangan gadis itu. Dia mengusap pelan selangkahan Daehee, dan pelan-pelan bergeser untuk merapat pada gadis itu. Bahkan sekarang tubuhnya menempel hingga dia bisa merasakan payudara Daehee menempel padanya.
“Kyuhh~” lenguh Daehee panjang bercampur desahan.
“yahh shyangh?” Kyuhyun membalas, tetapi tangannya sibuk menekan-nekan sambil mengusap lembut area sensitiv Daehee dari luar celananya.
“apahh…susahnya kauh, mhelepasnyah hh?” mata Daehee yang tampak polos beradu dengan mata tajam milik Kyuhyun. Kyuhyun menunjukan senyum seduktifnya.
Perlahan namja itu mendekatkan bibirnya pada bibir Daehee, belum ingin melahap bibir tipis nan wangi itu, Kyuhyun membuang nafas berat sampai Daehee merasa nafas Kyuhyun mampu menembus setiap inci kulit wajahnya. Tangan Kyuhyun beralih kebelakang tubuh yeoja yang sudah sadar sepenuhnya, Kyuhyun menarik tubuh Daehee dalam satu sentakkan hingga kini mereka duduk berhadapan lebih tepatnya, Kyuhyun memangku Daehee.
“apa yang kau tonton barusan, sayang?” Tanya Kyuhyun, dia berbicara sambil bibirnya betah bergerak diatas bibir Daehee.
Daehee kesal, seharusnya Kyuhyun langsung saja melahap bibirnya. Untuk apa dia bertanya lagi jika Kyuhyun tau setiap kaset film di rak koleksi Daehee adalah kaset-kaset darinya? Yang isinya mempertontonkan adegan vulgar dari yang standdar sampai yang erotis.
“berhenti main-main denganku, paboya!”
Daehee tak tahan jika bibirnya hanya dibiarkan menganggur oleh Kyuhyun, hingga gadis itu mulai menyambar bibir Kyuhyun penuh nafsu. Sejak Kyuhyun mulai meremas paha dan selangkangannya, tubuhnya menegang hebat, ingin segera disentuh namja itu tak hanya sekedar meremas area sensitifnya dari luar atau apapun itu. Dia ingin Kyuhyun memasukinya, jauh sangat dalam hingga dia bisa mengerang, merancau, mendesah seksi sekencang mungkin.
Bibirnya beradu dengan bibir tebal Kyuhyun yang seksi, dia menghisap kuat bibir atas Kyuhyun dan namja itu menghisap bibir bawahnya penuh gairah. Suara kecapan memenuhi ruangan, lalu Daehee duluan mengajak perang lidah. Dia berusaha mengaitkan benda licin itu dengan milik Kyuhyun, tangannya meremas sisi-sisi rambut Kyuhyun, menarik kepala namja itu agar menciuminya lebih dalam.
Bibir Kyuhyun menjilat dagunya, membuat Daehee kegelian dan menjenjangkan lehernya. Terus, bibir dan lidah Kyuhyun menjejaki leher putih gadis itu, menghisapnya setiap inci hingga Daehee terus merancau hebat. Tangan Kyuhyun menarik meremas bokong Daehee, menempelkan bagian sensitive mereka diselangkangan untuk bergesekan. Sesuatu milik Kyuhyun mengeras dibawah sana, sedangkan milik Daehee sudah basah sejak tadi.
Tangan Daehee masih dalam posisi memeluk kepala Kyuhyun agar dapat menghisap setiap inti tubuhnya dengan kuat, tapi sejak tadi bibir Kyuhyun hanya bergerak di sekitaran leher tanpa turun ke bawah. Daehee kesal dia menarik kepala Kyuhyun menjauh, kedua tangannya menggenggam rahang tegas Kyuhyun, membuat namja itu menatapnya.
“kau terlalu banyak bercanda” kesal Daehee. Kyuhyun tersenyum seduktif, “ahh, lalu mau muhh? Hm?” Tanya Kyuhyun sambil mendesah karena tangannya meremas-remas bokong Daehee sambil menggesek-gesekkan area sensitif mereka yang makin mengeras.
Daehee tak menjawab, dia memegang rahang Kyuhyun dan langsung melahap bibir tebal namja itu lagi. Dia menggigit bibir bawah Kyuhyun, lalu menghisap bibir atasnya, menyesapnya seakan mencari rasa lain dari bibir yang selalu menyapu habis tubuhnya itu. Daehee melahap, meraup, seakan bisa menelan bibir Kyuhyun utuh-utuh. Lidahnya masuk ke dalam mulut sahabatnya itu, berkelana mencari sesuatu disana hingga menautkan lidah keduanya, bertukar saliva, dan kembali menghisap bibir satu sama lain. Tangan Kyuhyun mengelus-elus kasar paha mulus Daehee, lalu kembali menarik bokong yeoja itu untuk bergesekan dengan juniornya.
“hhh, mmhh”
Daehee mengangkat tubuhnya, berlutut, membuat tubuhnya jauh lebih tinggi dari Kyuhyun. Mereka masih berciuman panas dan Daehee membuka 3 kancing teratas kemejanya, tangan Kyuhyun bahkan belum menyentuh gundukan padat milik Daehee, tangan Kyuhyun kembali sibuk meremas selangkangan Daehee dari balik celana mini Daehee.
“ahh Kyuhh, ahh”
Setelah 3 kancing bajunya terlepas, Daehee melepas ciuman mereka. Gadis itu menempelkan dadanya di wajah Kyuhyun, memintanya meraup dua gundukan padat nan kenyal miliknya.
Kyuhyun dengan senang hati menghisap bagian atas payudara Daehee yang tak tertutupi bra, menjilati dan menusuk-nusuk dengan lidah belahan dada Daehee. Kembali dia menciumi bra tipis yang menutupi payudara Daehee, mencari puting yeoja itu dan menggigitnya pelan dan tergesa oleh nafsu yang memuncak.
“ahh,, Kyuhh ahh”
Tangan Kyuhyun mencari pengait bra milik Daehee, dan melepas pengait itu hingga kini meninggalkan payudara Daehee yang sintal menggantung seksi didepannya.
Kyuhyun melumatnya tanpa ampun, Daehee juga semakin menekan dadanya di wajah Kyuhyun, meminta namja itu untuk ‘menghabisinya’ bila perlu. Daehee terlalu panas mungkin, dia bersemangat menekan payudaranya di wajah Kyuhyun malah membuat mereka jatuh dan Daehee menindih namja itu. Wajah Kyuhyun tenggelam diantara payudara Daehee yang menggantung.
“paboya, pakaianmu masih lengkap” Daehee baru menyadari Kyuhyun masih berpakaian rapi dan gadis itu bahkan sudah menanggalkan bra dan kemejanya. Daehee yang menindih Kyuhyun kini duduk diatas junior Kyuhyun yang terasa keras dan padat dibalik celana dalam dan celana kantor namja itu. Daehee tersenyum dalam hati, dia merasa senang karena Kyuhyun sudah sangat mengeras. Daehee memposisikan vagina yang masih bersembunyi di balik celanya tepat diatas junior Kyuhyun, sehingga jika saja mereka tak mengenakan celana tentunya junior Kyuhyun sudah menembus milik Daehee sangat dalam. Daehee menggerak-gerakan miliknya diatas Kyuhyun, dia melipat tangan dibawah gundukan payudaranya sambil memasang ekspresi kesal namun tak dapat menyembunyikan wajah terangsangnya.
Kyuhyun bisa gila!
Yeoja diatasnya ini mengumpan kesabarannya. Kyuhyun ingin sekali membalikan posisi, menjatuhkan Daehee lalu membuang semua pakaian mereka berdua dan menusuk masuk milik Daehee sambil tangannya meremas payudara Daehee, mengisapnya, melumat hingga gadis itu merancau tak jelas.
Tapi Kyuhyun setengah mati menahan keinginannya itu, dia sering melakukannya dan kali ini dia ingin melihat gaya apa yang Daehee tunjukan padanya diatas sana.
Daehee pura-pura bergerak pelan seakan memperbaiki posisi duduknya, namun itu malah membuat Kyuhyun semakin menggila. Juniornya menegang sempurna, rasanya sudah berdiri tegak dan bisa saja merobek underwearnya begitu saja. Benda di atasnya ini, vagina milik Daehee bahkan sudah tertusuk-tusuk mengingankan benda padat dan panjang itu untuk memasukinya. Bersarang didalamnya.
“kyuhhh, ahh kauuhh” rancauan Daehee menggila akibat perbuatannya sendiri.
Daehee meremas payudaranya sendiri dengan tangan kanannya, tangan kirinya bergerak seksi di perutnya, pelan-pelan turun kebawah dan memasuki celananya sendiri. Daehee melakukannya dengan gaya yang sangat seksi dan Kyuhyun melihatnya seduktif. Kyuhyun merasa jemari Daehee bahkan menyubit-nyubit juniornya yang menegang dari dalam hotpantsnya sendiri.
“kauhh, terlalu banyak bermainh, sayangh” Kyuhyun ingin membanting tubuh Daehee ke karpet, tapi pertahanan Daehee diatas juniornya lebih kuat.
Daehee tersenyum seksi, tangannya menekan bagian atas junior Kyuhyun yang tidak ia duduki, lalu bergerak ke atas membuka kancing kemeja Kyuhyun. Kyuhyun membiarkannya, baru 3 kancing kemejanya terbuka, tangan Kyuhyun meraih payudara Daehee yang menggantung tepat diatasnya. Kyuhyun meremas kuat, “ahh ahh Kyuuhh ahh” membuat gerakan Daehee terhenti. Tak ingin terlalu lama, Daehee merobek kemeja Kyuhyun dan langsung jatuh ke atas dada Kyuhyun. Sementara tangan kanan Kyuhyun memasuki celana Daehee, tangan kiri Kyuhyun meremas payudara Daehee, yeoja itu menghisap kulit dada Kyuhyun, sesekali menggigit puting kecil milik Kyuhyun, menjilatnya. jilatanyya turun ke perut kyuhyun, terus menghisapnya.
Kyuhyun memasukan jari tengahnya ke liang Daehee, membuat gadis itu mendesah keras “ahhh ahhh”.
Kyuhyun mengocok cepat liang Daehee, lalu menambahkan jarinya dan menambahkan kecepatan kocokannya. Kyuhyun kurang puas, apalagi Daehee belum juga orgasme. Memang sulit membuat yeoja kecil ini puas. Mereka sudah sangat sering melakukannya. Kyuhyun membalikan keadaan, dia menindih Daehee, melepas celana yeoja kecilnya dan langsung memasukan juniornya ke dalam liang Daehee. Sementara juniornya berusaha masuk liang Daehee, Kyuhyun kembali menghisap sesekali menggigit gundukan kenyal yeoaja itu penuh gairah.
Beberapa detik berlalu dan kedua orang itu sudah saling menggesekkan benda sensitive mereka masing-masing. Mereka menggerakkan dengan tempo lambat, perlahan mulai cepat namun teratur.
“ohh, terushh terushh” desah Daehee.
“ahhh sayanghh, kauh seksihh”
“Kyuuhh, payudara kirihh ku Kyuuhh.. jangannh hanyahh hh kan..han Kyuhh” protes Daehee disela-sela genjotan Kyuhyun dan permainan lidah Kyuhyun pada payudaranya.
Kyuhyun menurut. Dia memelintir, meremas, menggigit benda kenyal itu sambil merancau bersama Daehee.
5 menit kemudian Daehee mendesah panjang, “aahhhh” yeoja itu orgasme, begitu juga Kyuhyun. Dia jatuh diatas payudara Daehee dan kembali menelungkupkan wajahnya disana.
Mereka berdua kelelahan, akhirnya tertidur sampai pagi tanpa melepas kontak mereka. Tanpa merubah posisi. Kyuhyun sesekali menghisap puting Daehee mirip bayi menyusu. Namun bagi Daehee rasanya geli dan menyenangkan.
**
Daehee bangun duluan. Pelan-pelan dia menarik tubuhnya keluar dari junior Kyuhyun. Yeoja itu memutuskan untuk mandi duluan karena sudah hampir jam kantor. Kyuhyun masih tertidur pulas di karpet tanpa sehelai benangpun, tanpa selimut pula. Daehee tak ingin membangunkan namja itu, dia hafal betul jika Kyuhyun bangun dipagi hari dan melihat atau mendengar Daehee mandi, dia akan menyuruh Daehee memandikannya dan Daehee hafal sekali mereka akan mandi sangat lama sebab Kyuhyun akan kembali menjejejalinya.
Setelah mandi dan bersiap, Daehee menyiapkan beberapa potong roti dan kopi. Dapur berada di dekat ruang tengah yang mereka pakai untuk ‘beradu’ tadi malam, sehingga Daehee kini sedang menikmati makanannya sambil menatap seksi namja yang masih tertidur pulas itu.
Tubuh Kyuhyun sangat seksi. Daehee sadari itu. Wajah namja itu… tampan! Sangat tampan hingga mampu membuat banyak yeoja jatuh hati padanya. Termasuk dirinya sendiri, sejak lama sekali Daehee mencintai Kyuhyun, bahkan sebelum mereka tidur bersama sebagai seorang namja dan yeoja, tapi Daehee tak pernah tau isi hati Kyuhyun. Kyuhyun mengatakan cinta pada dirinya, juga pada yeoja yang lain. Makanya, Daehee membentengi perasaannya dengan tetap dingin pada semua pengakuan cinta sahabatnya.
Daehee tidak jarang menemukan Kyuhyun bercumbu dengan yeoja lain, dan yeoja itu selalu mengatakan pada Kyuhyun bahwa dia juga tidur dengan namja lain.padahal tidak! Daehee bersumpah dia hanya tidur dan ‘bermain’ dengan Kyuhyun. Meskipun banyak orang tau bahwa, Daehee bahkan tidak pernah tidur dengan siapapun karena melihat kepolosan dan sifat cuek yang tersirat dari wajah yeoja cantik itu.
Semakin dilihat Kyuhyun semakin seksi. Apalagi kini tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya, dan wajah tidurnya yang polos itu. Ingin sekali dia menggigit junior namja itu hingga namja itu bangundari lelapnya.
Masih sedang memandangi Kyuhyun, tiba-tiba namja itu tersadar. Dia mengerjap beberapa kali dan meraba sekelilingnya.
“Daehee-ya, sayang” panggilnya setengah sadar.
“bangunlah bodoh, kau akan terlambat hari ini” ujar Daehee dari tempat dia duduk.
Kyuhyun bangun dan duduk di karpet, memandangi Daehee yangsudah siap rapih dengan pakaian kantornya.
“harusnya kau bangunkan aku”
“mwo? Bangun sendiri! Kau pikir berapa usiamu sampai aku harus membangunkanmu” decak Daehee.
Kyuhyun baru sadar jika dia tak mengenakan apa-apa, tubuhnya polos, naked. Dia meraih bantal sofa dan menutupi bagian selangkangannya.
“kau mau menutupinya?” Daehee agak lucu.
“kau memperkosaku tadi malam?” tuduh Kyuhyun. Daehee melempar sebuah apel didekatnya kea rah Kyuhyun tepat mengenai kepala namja itu.
“kau yang memperkosaku, bodoh!”
“aigo, kau melihatku sejak tadi tanpa pakaian seperti ini??” Kyuhyun memicingkan matanya menatap Daehee.
Gadis itu mengulum tawa “menyenangkan melihatmu naked. Hei, kau tidak takut terlambat Tuan Cho?”
“aku tidak akan di pecat walaupun aku terlambat 10 kali”
“baiklah bos besar, kembali ke flatmu” usir Daehee.
“aniya, aku akan mandi dan bersiap disini”
“arasseo, lakukan sesukamu. Jangan lupa, kunci pintunya” Daehee berniat akan pergi ke kantor. Ketika melewati Kyuhyun, namja itu kembali menarik lengannya hingga Daehee jatuh ke pangkuan Kyuhyun.
“yak! Aku akan ke kantor!” Daehee memukul dada Kyuhyun tapi namja itu malah memegang kedua tangan Daehee dan membuat yeoja itu membelakanginya. Daehee pasrah, jujur dia selalu suka dengan apa yang di lakukan Kyuhyun padanya.
Kyuhyun memeluk Daehee dari belakang sambil menciumi leher gadis itu brutal, tangan namja itu membuka beberapa kancing teratas kemeja Daehee, yeoja itu tak protes dia membiarkan Kyuhyun melakukan apapun padanya.
Kyuhyun meremas dada sebelah kiri Daehee dari luar, desahan-desahan halus kembali keluar dari bibir Daehee. Sedangkan Kyuhyun mengeluarkan payudara kanan Daehee dari dalam bra yang yeoja itu kenakan, dia menghisapnya kuat puting merah muda Daehee.
Hisapan kuat Kyuhyun menghasilkan suaara-suara seksi dari bibir Daehee, Kyuhyun menjilat, dan melumat habis benda kenyal itu. Juniornya kembali menegang, namun dia hanya bisa menusuk-nusuk bokong Daehee dari belakang tanpa bisa memasuki yeoja itu lagi. Bisa-bisa Daehee mengamuk karena permainannya membuat yeoja itu terlambat ke kantor.
Kyuhyun menghisap terus dada Daehee sampai gadis itu mengentikannya.
“aku akan ke kantor dan kau membuatku basah lagi” Daehee berujar sambil mengatur nafasnya dan memakai kembali branya yang terlepas sebelah, merapikan kemejanya. Kyuhyun tampak kecewa, tapi mendengar Daehee mengatakan kalau dia basah, namja itu tersenyum sumringah.
“aku bisa membersihkannya sayang” kontan Kyuhyun mendorong Daehee hingga tertidur, menyibak rok yeoja itu, menurunkan celana dalam tipis Daehee dan memandangi vagina Daehee yang selalu terlihat menggiurkan baginya. Benar, Daehee basah.
Kyuhyun cepat-cepat menghisap vagina Daehee dengan kuat, membuat gadis itu mendesah kegelian , “ahh hentikhaan Kyuhh”
Setelah dirasanya lendir disekitar vagina Daehee tak ada lagi Kyuhyun menghentikan kegiatannya.
“jhikahh akuhh di pecathh….” Daehee kembali mengatur nafasnya yang bercampur dengan desahan nikmat.
“jadilah istriku, sayang” ptong Kyuhyun cepat.
“aku pergi” Daehee merapikan pakaiannya sambil berjalan keluar dari flatnya meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun yang ditinggal termenung. Sekali lagi dia hanya bisa memandnagi punggung Daehee yang menjauh.
Kapan? Kapan aku bisa menahannya pergi? Kapan dia menganggapku laki-laki serius? Kapan kau percaya aku, Daehee-ya??
**
Istirahat makan siang di kantor Daehee membuat yeoja itu bisa bertemu dengan teman-temannya yang berada di departemen lain. Yeoja itu memang tidak sekantor dengan Kyuhyun, dia memutuskan untuk mencari kerja jauh dari pengelihatan Kyuhyun. Ketika berbeda kantor saja Daehee masih bisa melihat Kyuhyun mengencani pegawainya, bagaimana jika jika sekantor? Daehee bisa mati berdiri jika harus menyaksikannya untuk banyak waktu. Gadis itu bersumpah dia tidak ingin.
“dia berkencan dengan CEO, aku berani bersumpah aku melihat mereka keluar dari lift malam kemarin. Baju Ha Myung sudah terbuka bagian atasnya, dan roknya tidak rapih. CEO juga sama parahnya, ” Jikyung berkata dengan raut wajah ngeri.
“haish, biarkan saja yeoja itu bereksperimen dengan kakek-kakek. Mungkin dengan namja yang setahun dua tahun lebih tua tidak begitu memuaskan dia” balas A Young.
“ya ya ya, kalian bicara seenaknya saja” protes Donghae, “disini ada aku namja yang tidak suka bergosip, dan seorang yeoja imut nan polos yang belum mengerti apa-apa” lanjut Donghae lagi sambil menunjuk Daehee.
Daehee tertawa terbahak-bahak sambil mengangguk, “hati-hati membicarakan masalah orang dewasa dengan kami” sambung Daehee, dia dan Donghae langsung berhigh-five ria.
“haish, polos kepalamu! Kita sama-sama sudah lebih dari 20 tahun, hal seperti itu menjadi pembicaraan biasa” kata Lisa.
Donghae dan Daehee kompak menjulingkan mata, mereka memang tidak begitu menyukai membicarakan hal-hal seperti itu sebagai konsumsi umum. Biarlah pribadi masing-masing yang membicarakan dan mengetahui sejauh mana pembicaraan orang dewasa itu menarik diikuti.
Disudut meja yang mereka tempati, ada seorang namja manis yang selalu merespon tiap pembicaraan teman-teman kantornya dengan tersenyum. Lee Hyukjae. Hyukjae adalah namja yang manis dan tampan, dia memang bukan namja pendiam tapi dia suka mendengarkan cerita orang. Untuk mereka semua, Hyukjae adalah orang yang dewasa, sehingga tidak sedikit orang yang mempercayakan rahasia pribadi mereka dikethui namja itu. Apalagi Hyukjae tak pernah membeberkan rahasia siapapun. Namun selalu ada pandnagan berbeda bagi seseorang untuk orang lain yang dianggapnya menarik. Yah! Hyukjae diam-diam begitu menyukai Daehee. Tingkah Daehee yang selalu menyenangkan dan menganggap santai sesuatu, justru membuat Hyukjae tertarik.
Yeoja itu bahkan selalu menertawakannya jika dia berkata dengan nada yang serius sekalipun, “ku rasa aku menyukaimu”. Lebih baik berhenti mengatakan itu didepan Daehee atau yeoja itu tidak akan berhenti menertawakanmu. Gadis itu cuek, dan selalu berteman baik dengan siapa saja.
“lihatlah sampai istri CEO mengamuk di kantor, aku tidak akan mengajak kalian melihatnya” ujar Jikyung setengah kesal. Ruang kerja Jikyung yang dekat dengan ruangan CEO membuat Jikyung bisa mengakses berita-berita heboh yang di alami kantor seperti kesepakatan baru, kontrak-kontrak kantor mereka, atau apapun termasuk dengan perselingkuhan CEO dan sekretarisnya yang cantik.
“yak, berhenti bekerja disini dan jadi ratu gossip saja di TV” ujar Daehee di jawab dengan anggukan mantap teman-temannya.
“aigo, kalian benar-benar” Jikyung mendengus pasrah. Kadang berita perselingkuhan memang tidak menarik diikuti oleh mereka-mereka yang menjadi pegawai dengan umur dibawah rata-rata pegawai lainnya.
Tiba-tiba ponsel Jikyung berdering dan yeoja itu langsung berdecak sebal melihat nama orang yang menelponnyya.
“waeyo??” sambar Jikyung langsung. Yeoja itu terdiam beberapa saat mendengar suara pembicara diseberang, beberapa kali yeoja itu menyahut dengan nada jutek lalu dia selesai menelpon.
“nugu?” A Young penasaran.
“tentu saja pacar tercintaku, dia mengatakan bahwa dia akan ke kantor kita” sahut Jikyung.
“tsk! Kau dan Siwon tidak ada manis-manisnya ya? Tapi untuk apa dia kemari?” kini Lisa berkomentar.
“urusan dengan kontrak pekerjaan mungkin, aku malas mengetahui persoalannya”
“kalian bukan terlihat bukan sebagai pasangan, hanya seperti teman jalan, sekedar status mungkin” celetuk Daehee.
“tau apa kau anak kecil tentang status dan pasangan?? Carilah namja untuk kau kencani,” sungut Jikyung.
Daehee mengerucutkan bibirnya, merasa jenuh dnegan suruhan teman-temannya itu. Menyuruhnya mencari pacar. Astaga! Dia akan mencarinya, yah, akan mencarinya saat dia benar-benar terlepas dari jeratan Cho Kyuhyun sahabatnya yang amat dicintainya.
Waktu istirahat berakhir beberapa menit lagi. Daehee dan teman-temannya memilih kembali ke ruangan masing-masing sebelum jam istirahat selesai. Saat mereka melewati lobi utama untuk sampai ke ruangan masing-masing, pandangan mereka tertuju pada beberapa pria bersetelan rapi yang baru saja di sambut oleh sang meneger kantor mereka dengan beberapa staf dibawahnya, termasuk yeoja yang baru saja mereka gosipkan dengan CEO.
Pria-pria yang baru mereka lihat itu cukup menarik perhatian banyak pegawai, dikarenakan penampilan mereka dan wajah mereka yang rupawan. Yang berjalan berdampingan dengan meneger adalah Cho Kyuhyun, CEO muda Cho Corp yang datang untuk menandatangani proyek baru antara kedua perusahaan.
Daehee yang melihat Kyuhyun muncul di kantornya terpaku, apalagi saat mata namja itu bertemu dengannya, dia berusaha menyadarkan keterpanaannya melihat Kyuhyun ada di kantornya lalu dengan cepat membuang muka dan bersembunyi di balik bahu Hyukjae yang berada didepannya. Untungnya Daehee punya ukuran tubuh yang kecil, berdiri di belakang Hyukjae saja sudah seaka menenggelamkan yeoja itu.
“aigo, aigo, jadi ini dia CEO Cho Corp yang tampan? Pantas saja banyak gadis menyukainya, jika wajah serupawan itu aku juga tidak menolak di ajak kencan” celetuk Lisa mengomentari.
A Young menoyor kepala temannya itu, “sadarlah, kau itu tidak mungkin dilirik CEO. Kau kan tidak se-seksi Ha Myung. Hahahah”
“lagi-lagi kalian membicarakan Ha Myung sementara tadi bersi keras menentangku bercerita tentang dia” decak Jikyung sebal.
Daehee tak menimpali, dia masih gugup sebab dari cela-cela bahu Hyukjae, dia menangkap Kyuhyun masih memperhatikannya. Bahkan sekarang Kyuhyun berhenti berjalan, membuat beberapa orang yang sedang berjalan bersamanya ikut berhenti.
Kyuhyun sendirian menghampiri barisan Daehee dan teman-temannya yang belum beranjak, dia langsung berhadapan dengan Hyukjae lalu tanpa di sadari Hyukjae yang sedang kebingungan karena CEO muda itu muncul tepat dihadapannya, Kyuhyun telah menarik lengan Daehee yang berada di belakang namja itu untuk keluar dari persembunyiannya.
“jika kau melihatku, setidaknya sapa lah aku, nona Hwang” kata Kyuhyun.
Daehee menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memandangi Kyuhyun takut-takut sambil menyengir lebar.
“anyeong, sajangnim!” sapa Daehee terpaksa.
“sajangnim? Apa aku sajangnim mu?” Kyuhyun mengernyit.
Kyuhyun mati kau! Jangan menyapaku jika kita sedang bekerja, bodoh! Batin Daehee histeris.
“a-aniya” kembali Daehee menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mirip bocah 10 tahun yang salah tingkah.
“lalu??” desak Kyuhyun lagi.
Harus aku sapa bagaimana??
“anyeong, Kyuhyun-ssi” Daehee meralat sapaannya barusan.
“Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun tampak lucu dengan sapaan itu, pikirannya melayang pada kehidupan mereka biasanya. Yeoja ini bahkan lebih banyak memanggil namanya sambil merancau tak jelas, bagaimana bisa menyapanya dengan sajangnim? Kyuhyun-ssi?
“kita tak sejauh itu, sayang~” Kyuhyun mengusap kepala Daehee lambut penuh kasih sayang. Sebelum akhirnya dia pergi, Kyuhyun membungkuk sedikit untuk mensejajarkan tubuh mereka sebab Daehee yang lebih pendek darinya, “aku akan makan malam di tempatmu, sayang”
Kyuhyun meninggalkan Daehee yang membatu ditempat. Wajah Daehee menegang, berbanding terbalik dengan mereka yang berada disekitar yeoja itu. Yang mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan panggilan ‘sayang’. Mereka menatap Daehee tak percaya, kaget bercampur penasaran.
Hwang Daehee, kau akan disamakan dengan Ha Myung oleh teman-temanmu saat ini!! Habislah kau!
Sepeninggal Kyuhyun, Jikyung dan yang teman-temannya yang lain tidak jadi kembali ke ruangan kerja mereka. Mereka menarik Daehee ke taman kantor yang berada di halaman kantor. Jikyung, A Young, Lisa, Donghae dan Hyukjae mengerumuni Daehee yang sengaja mereka suruh duduk di bangku dan mereka semua berdiri memandnaginya dengan sorot mata ingin tau.
“kau berkencan dengan Cho Kyuhyun??” Lisa menganga.
“CEO dari Cho Corp?” Jikyung tak kalah kaget.
“ba-bagaimana bisa?” A Young ikut bersuara.
“kau bertemu dengannya? Kapan? Kami saja belum pernah bertemu dia” tambah Donghae.
Hyukjae hanya memandangi Daehee dengan pandangan yang berbeda. Seakan menyimpan luka dan kekecewaan yang sangat besar. Jika saja bisa, Hyukjae tak ingin mendengar apapun tentang hubungan mereka namun jujur dia butuh penjelasan.
“dengar teman-teman, aku bisa menjelaskan semuanya” Daehee berusaha menenangkan rasa penasran teman-temannya yang membludak.
“kami sedang menunggunya dari tadi, Daehee-ah”
Daehee menarik nafas berat. Harus bagaimana mengatakannya? Dia tidak berkencan dnegan Kyuhyun, tapi Kyuhyun menyapanya seolah-olah dia adalah kekasihnya. Jika dia mengatakan mereka bukan sepasang kekasih, maka apa bedanya dia dengan Ha Myung?
“kami bersahabat sejak kecil” ujar Daehee pada awalnya, teman-temannya mengernyit, namun tak bersuara karena menunggu penjelasan Daehee selanjutnya.
“kami bersahabat sangat baik, dan baru-baru ini… kami memang memutuskan untuk berkencan” demi Tuhan, Daehee tidak sanggup mengatakan hal ini, tapi sepertinya dia perlu mengatakannya.
Respon teman-temannya masih sama, belum berubah. Masih penasaran.
“tapi ku rasa dia akan memutuskanku sebentar lagi. Aku sadar dia seorang CEO dan aku hanyalah pegawai kantoran biasa. Meskipun kami adalah sahabat yang akhirnya berkencan, tapi aku tau Kyuhyun menginginkan seseorang yang lebih dariku. Aku tak lebih dari seorang sahabatnya yang mendapat status kekasihnya. Suatu hari nanti, aku tetaplah seorang sahabat yang akan bahagia melihat dia bersama yeoja lain. Orang yang pantas untuknya” tanpa sadar Daehee malah menceritakan apa yang dia rasakan. Tidak! Bukan tentang status Kekasih yang barusan saja di karangnya, tetapi tentang seseorang yang lebih pantas bersamanya kelak, dan orang itu bukan dia.
Daehee terisak. Dia begitu tersiksa jika membayangkan hubungannya dengan Kyuhyun dan terus takut membayangkan masa depannya bersama namja itu.
Yeoja itu menengadahkan kepalanya saat Jikyung mulai menepuk bahunya, matanya menyalurkan semacam pengertian antar teman baik.
“tenanglah Daehee-ah, kita tidak dapat meramal masa depan. Hanya berharap bahwa kita bisa bersama dia dimasa depan” ujar A Young.
“jika bukan dia, mungkin ada yang berharap kau bersamanya di masa depan. Kau hanya perlu menemukannya, atau hanya sekedar menyadari kehadirannya” Hyukjae memandangi miris gadis yang tengah terisak itu. Rasanya dia ingin sekali membawa Daehee dalam pelukannya, mengusap kepalanya sayang dan menciumi bibir mungil yeoja kecil ini berharap dia bisa melihat ketulusan yang selama ini dia bangun hanya untuk yeoja ini.
**
“syekia!! bisa kau berhenti mempermainkanku seperti tadi?” hardik Daehee begitu masuk ke dalam flat Kyuhyun. Sama seperti Kyuhyun, mengetuk pintu flat Kyuhyun bukan keharusan lagi baginya. Bahkan masuk ke kamar mandi yang sedang di pakai namja itupun merupakan hal biasa bagi mereka masing-masing.
Kyuhyun yang sedang memotong beberapa bahan makanan didapurnya, memandangi yeoja kecil itu dengan tenang.
“aku memang suka menyapamu dengan sayang, bukan?” sahut Kyuhyun.
Daehee mengerang frustasi, “aku bukan kekasihmu, Kyuhyun-ah!”
Kyuhyun berhenti dari aktifitasnya. Dia memandangi Daehee yang berdiri tak begitu jauh darinya. Matanya mengadu, seolah ingin yeoja kecil itu tak menangis saat ini. Namun rasanya, Daehee akan menangis sebentar lagi. Kyuhyun hafal betul yeoja itu, sangat hafal sampai dia tau kapan gadis itu menangis.
Kyuhyun berlari cepat menghampiri Daehee, dia langsung menubrukkan tubuhnya untuk membawa yeoja kecil itu masuk dalam pelukannya.
Daehee menangis. Entah apa yang dia rasakan tapi dia menangis, bagi Kyuhyun itu menyakitkan. Seakan melihat sesuatu yang amat berharga dalam hidupnya, retak perlahan. Kyuhyun memeluk Daehee erat, tak ingin yeoja itu retak lebih parah lagi.
“mianhae, jeongmal” Kyuhyun mengusap kepala Dahee. Daehee menangis seperti seorang bocah kehilangan barang berharganya.
“aku—tak ingin di—permainkan, Kyuhyun-ah”
“paboya~ aku tak pernah mempermainkanmu, sayang” ujar Kyuhyun tulus. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Daehee hingga dapat merasakan setiap tubuh Daehee yang menempel padanya.
“apa kau—mencintaiku?” pelukan Daehee mengendur. Perasaannya kalut, ini pertama kalinya dia menanyakan perasaan Kyuhyun ketika namja itu bahkan sudah bosan mengatakan isi hatinya.
Kyuhyun mengeratkan pelukannya, menarik bokong yeoja itu untuk semakin menempel padanya, “demi Tuhan aku mencintaimu Hwang Daehee! Aku sudah memberikan apa yang aku punya untukmu, lalu kenapa kau tak pernah menyadari itu? “
Daehee memejamkan matanya, airmatanya masih mengalir. Mendengar ucapan Kyuhyun membuatnya lega, sejak lama dia hanya diam dan memberikan apapun yang Kyuhyun inginkan darinya. Termasuk segala sesuatu dari dirinya, berharap dapat membuat Kyuhyun bahagia meskipun tak mencintainya. Lalu jika Kyuhyun ternyata mencintainya juga, apa lagi yang bisa membuatnya lebih bahagia dari ini?
“aku—hanya terlalu menyukaimu” Daehee mengusap punggung Kyuhyun. Dari punggungnya, tangan Daehee menjalar naik ke leher namja itu, mengusap penuh gairah dan menyusuri rambut cokelat Kyuhyun bergairah. Daehee sengaja melenguh panjang “uhhhh”
Tangan yeoja itu turun dari rambut Kyuhyun, dan meraba tiap inci tubuh Kyuhyun dari leher hingga permukaan dadanya yang masih terbungkus baju. Teruss—Daehee tak hanya ingin meraba, mengusap, mengelus semua tubuh Kyuhyun. Namja itu memejamkan matanya, nafasnya menderu merasakan sentuhan Daehee yang bergairah, Kyuhyun mendorong Daehee ke tembok lalu mengunci yeoja itu yeoja itu disana. Masih memeluk yeoja kecil itu, Kyuhyun terus menaikan bokong Daehee semakin keatas, mensejajarkan juniornya yang menegang di balik celana dengan selangkangan Daehee. Nafas mereka menderu, saling melingkari tubuh masing-masing.
Daehee belum menghentikan aktifitasnya, tangannya bergerak seduktif terus kebawah perut Kyuhyun. Merasa junior Kyuhyun menempel dengan permukaan vagina dibalik roknya, Daehee memaksa jari-jarinya untuk memisahkannya, jari-jarinya tidak meremas benda yang sudah menegang itu, Daehee hanya menggosok-gosok tangannya disana.
Kyuhyun menahan bokong Daehee dnegan tangan kirinya, tangan kanannya bergerak ke belakang punggung Daehee, mengusapnya juga sama bergairahnya. Bibir Kyuhyun menyentuh permukaan leher Daehee, menyesapnya pelan disana, menjilati hanya satu titik tanpa berpindah.
Tangannya memasuki baju Daehee dari area punggungnya, melepas pengait bra Daehee dan membiarkan benda itu jatuh kelantai. Dia tak langsung meremas payudara yeoja yang amat dia cintai itu, dia menempelkan dadanya pada payudara Daehee dan mendesakknya sampai payudara Daehee yang sintal dan kenyal itu meliuk-liuk, putingnya membuat geli Kyuhyun.
“shiall! Khau pandhai merangsangh sayanghh” Kyuhyun berbicara dengan bibir yang berada di area leher Daehee.
“khenapah—hanyah menhempel?? Remashh dia, Kyuhh” kata Daehee bercampur desahan.
“kauhh, seksihh”
Kyuhyun dan Daehee memutuskan untuk menghentikan acara ‘rangsan-merangsang’ masing-masing. Mereka menahan setengah mati hasrat berciuman panas, hasrat saling melucuti, saling menyentuh beberapa saat.
Kyuhyun menarik Daehee masuk ke kamarnya. Mengunci dirinya dan yeoja kesayangannya didalam.
Kyuhyun berbaring di ranjang sambil memandangi pintu kamar mandi. Didalam sana ada Daehee, pikiran namja itu membayangkan akan seperti apa Daehee saat keluar kamar mandi, Kyuhyun bisa saja tidak membiarkan Daehee bernafas dan langsung menerkamnya.
Kyuhyun telah melepas pakaian bagian atasnya, bagian bawahnya hanya menyisakan sepotong kain alias underwearnya yang ketat, semakin ketat lagi dengan sesuatu yang besar menyembul dari sana minta di bebaskan.
Daehee keluar kamar mandi. Kyuhyun bisa gila melihat yeojanya. Nafasnya kembali tersengal, nafsunya membuncah seketika tapi dia masih mau menahannya.
Daehee menutup pintu kamar mandi, lalu memandangi Kyuhyun seduktif. Dia meliuk-liuk di pintu kamar mandi dengan ‘kostum’ barunya. Sebenarnya itu adalah ‘kostum’ pesanan Kyuhyun. Dia meminta seseorang untuk mencarikannya pakaian dalam wanita yang sangat seksi, dan dia malah diberikan sepasang pakaian dalam kekurangan bahan yang malah harganya lebih mahal.
Bagian atasnya. Bra dan underwear yang berwarna merah maroon itu tampak begitu seksi di tubuh Daehee. Branya hanya berupa kain kecil dengan tali transparan yang hanya menutupi puting susunya, payudaranya seakan-akan ingin tumpah keluar dari bra kurag ajar itu. Daehee meremas payudaranya sendiri, lalu kedua tangannya sama-sama turun kebawah, seakan ingin menunjukan pada Kyuhyun tentang underwearnya yang tak kalah fantastic dari bra-nya. Benda yang dia kenakan untuk menutupi miliknya itu benar-benar tidak menutupi dengan benar, hanya ada kain depan seperti bentuk segitiga kecil menutupi sedikit permukaan vaginanya. Saat Daehee berbalik kebelakang,bokong putihnya terekspos tanpa penahan.
“Kyuhhh,” panggil Daehee seduktif.
Yeah! Kyuhyun akan gila. Benar-benar gila melihat gadisnya begitu seksi, mengumpan libidonya naik.
Kyuhyun turun dari tempat tidur, berjalan cepat dan langsung mengurung Daehee di pintu kamar mandi. Merasa kurang nyaman, mereka bergeser ke tembok.
Kyuhyun langsung merauh bibir Daehee. Menghisap bibirnya tanpa ampun, mereka melakukannya terburu-buru, penuh nafsu, penuh gairah tak tertahan.
“hhh hhh hhh hhh”
Desahan terus keluar meski bibir mereka sibuk melumat satu sama lain. Kyuhyun meremas payudara Daehee sambil terus bermain lidah. Bibirnya turun menghisap leher Daehee yang jenjang sesekali menggigit, menjilatinya tanpa ampun.
“ahh, ouch, ahh ouuhhh”
Turun lagi, Kyuhyun mengecup payudara yeojanya, sebelum akhirnya dia meremas lagi sambil mengisapnya bergantian. Tangannya Daehee turun ke bawah, memasuki underwear Kyuhyun yang sesak dan mengeluarkan junior Kyuhyun dari sana. Daehee meremasnya kuat, membuat Kyuhyun berhenti dari aktifitasnya dan mendesah hebat.
“sayanghh, terushh… kuathh sayanghh”
Maka semakin kuatlah remasan Daehee pada junior Kyuhyun. Daehee menunduk, berlutut didepan Kyuhyun sambil menghisap junior yang besar itu. Daehee menggigitnya beberapa kali, membuat Kyuhyun menggeliat nikmat. Cukup lama Daehee menghisap junior besar Kyuhyun, dia kembali berdiri dan meremas-remas benda itu. Dengan genggamannya, dipegangnya junior Kyuhyun, dan ditariknya untuk menempel pada permukaan vaginanya di luar underwear yang dia kenakan.
Sekali lagi Daehee menggesekkan junior Kyuhyun dipermukaan miliknya, sedangkan Kyuhyun kembali meremas sambil melumat bibir kekasihnya. Lumatan itu rasanya kurang, Daehee melepas tangannya dari junior Kyuhyun dan mengalungkan tangannya di leher kekasihnya. Dia menarik Kyuhyun untuk semakin dalam menciumnya, dibawah sana, Kyuhyun tak lagi menarik turun underwear yang dikenakan Daehee, dia hanya menggeser sedikit kain kecil itu dan memasukan miliknya ke dalam liang Daehee. Kyuhyun terus menusuk masuk juniornya, hingga juniornya tertancap sempurna.
Kyuhyun berciuman panas sambil menggesek-naik turun miliknya didalam liang Daehee.
“akuuhh, sukahh inihh” bisik Kyuhyun ditelinga Daehee. Dia meremas kuat payudara Daehee lagi.
“ituhh milikh muhh, Kyuhh” balas Daehee.
“ouhhh auchh ahhh ohhh”
“akuhh keluarrh sayanghh”
Seakan mendapat ledakan, sperma menyembur kedalam liang Daehee. Yeoja itu juga orgasnme, membuat dia lemas. Kyuhyun menggendong kekasihnya dan menghempaskan tubuh kecil Daehee keatas ranjang. Siap menerkam untuk kali kedua.
Belum mau memasukannya kembali ke liang Daehee, Kyuhyun menciumi permukaan perut Daehee membuat gadis itu berteriak kegelian. Tangan Kyuhyun masuk kedalam liang Daehee, menusuk-nusuk, mengocoknya hingga tangannya dipenuhi lendir. Kyuhyun turun ke bawah Daehee, membuka kaki Daehee lebar-lebar untuk melihat tempat kediaman favorit juniornya.
Nafas berat Kyuhyun menyapu permukaan vagina Daehee, lalu dia menjilatinya pelan. Dari atas, hingga ke lubangnya. Menghisap kuat daerah klitorisnya, dan memainkannya hingga Daehee menggeliat kegelian. Lidah Kyuhyun menusuk-nusuk lubang vagina Daehee, sesekali kembali dia hisap, membuat mulutnya dipenuhi cairan. Tak sungkan kyuhyun menelannya. Kyuhyun beranjak naik keatas, wajahnya berhadapan dengan wajah Daehee, namun kanannya tertinggal dibawah. Kyuhyun menciumi wajah Daehee tanpa ampun, sedangkan tangan kanannya berusaha meremas nikmat vagina Daehee. Gadis itu kembali merancau tak jelas.
Kyuhyun memasuki gadis itu sekali lagi dengan juniornya. Kali ini genjotannya lebih cepat dari tadi, dan lebih lama. Akhirnya mereka berdua mencapai orgasme kedua. Kyuhyun kelelahan, begitu pula dengan Daehee.
Namja itu tidur di sebelah Daehee, membiarkan Daehee menggunakan lengan kirinya sebagai bantal. Kyuhyun sengaja membiarkan kaki kanannya, melewati selangkangan Daehee, hingga pahanya bersentuhan langsung dengan vagina Daehee. Sedangkan paha Daehee juga melewati selangkahan Kyuhyun, membuat juniornya menyentuh paha gadis itu. Masih mengeras.
Daehee sengaja bergerak agar bisa merasakan junior Kyuhyun di pahanya.
Mereka bertatapan sambil bernafas lelah.
“kauu, seksi sekali” ungkap Kyuhyun.
“dimana pakaian dalam bodoh yang kau beli itu? Ku rasa sudah tak menempel padaku”
“terlepas, robek, entahlah kemana. Tapi aku lebih suka melihatmu begini,”
Kyuhyun tersenyum memandangi yeojanya tulus, tangannya mengusap pelan keringat dipelipis Daehee. Tangannya lembut menyusuri wajah Daehee, turun ke leher jenjang gadis itu, terus kebawah. Tangannya lembut menyusuri payudara Daehee, membuat gadis itu memejamkan matanya merasakan tiap sentuhan Kyuhyun ini. Jari-jari kyuhyun naik perlahan keatas gundukan itu, berhenti di puting merah mudanya, mengusapnya lembut beberapa kali. Lalu setelah itu, jari-jarinya focus bermain di payudara sintal Daehee, berputar-putar di gundukan itu, membuat Daehee tertawa kegelian.
“hentikan, Kyu”
“waeyo? Kau tidak suka?” goda Kyuhyun.
“geli, dan aku tidak mau terus tertawa kegelian”
“hahahaha, lalu? Haruskan aku ciumi saja?”
“hentikan!”
“aigo, kau semakin manis. Aku benar-benar harus menikahimu segera”
“yak!!”
“waeyo? Kau tidak mau? aku ingin punya bayi”
Kyuhyun merengek, malah membuat Daehee tertawa kencang, “bayi kepalamu! Lalu bayi kita akan melihatmu meremasku setiap hari?”
Kyuhyun tertawa, “kita bisa melakukannya di kamar mandi sayang, didapur, ruang tengah, ruang tamu, dimana tidak ada bayi kita”
“aigo~ otak namja ini mesum”
“jika kau tidak se-seksi ini, aku tidak akan mesum, sayang?” Kyuhyun meramas pelan payudara Daehee, yeoja itu memejamkan matanya menikmati sensasi gairah Kyuhyun saat meremasnya.
“ouch, “
Kyuhyun melepaskan tangannya, membelai wajah cantik Daehee penuh cinta.
“aku ingin meminta sesuatu darimu”
“mwo??”
“bisakah…. Ini” Kyuhyun kembali menyentuh bagian kesukaannya dari tubuh Daehee, “ku pakai untuk bersandar untuk tidur setiap malam”
Daehee tertawa kencang, “kau gila?! Aku tidak mau melakukannya setiap hari, bodoh”
“baiklah, baiklah”
Kyuhyun mensejajarkan wajahnya dengan dada Daehee, dia menenggelamkan wajahnya di belahan dada yeoja itu dan memilih untuk terlelap disana.
“lalu ijinkan aku memerlukan cintamu untuk tetap hidup, sayang”
**
Eotte?? Ceritanya gaje kah? Kurang hot? Alurnya cepat? Udah bisa di tebak.. hahaha..
Makasih udah di baca. Love you all
#gubrak!!

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: