Star : The First Meeting Part 1/3

0
ff nc exo
Tittle: [1nd Star] The First Meeting| Ranting: PG-18| Lenght : Chapter 1 | Genre: Yadong, Romance, Comedy (Littel) |
Main Cast :
Oh Sehun : 28 Old (Member EXO)
Cha Eunsoo : 25 Old (OC/you)
Other Cast:
Kim Jongin a.k.a Kim Kai (Member EXO)
Choi Siwon (Member SUJU)
Cho Kyuhyun (Member SUJU)
Shin Jimin (Member AOA)
Mina (Member AOA)
Dasom (Member Sistar)
Jungkok (Member BTS)
Byun Baekhyun (Member EXO)
Note: Ini projek ff hari jadi FNC 2 tahun. Ff ini murni dari pikiran aku saat pertama kali baca tema yang pertama dan aku harap kalian meninggalkan jejak sebagai mana mestinya. Terima kasih ^^ .
**********************************************
“Kau tidak menemukannya?.” Tanya pria dengan kulit eksotisnya.
Pria itu menghembuskan nafasnya kasar
“Aku bisa membantumu.” Ucapnya lagi dan pria yang berada di depannya menatap pria itu dalam.
“Kau tidak berbohongkan?.” Tanya pria dengan kulit yang sangat berbeda dari pria yang di depannya.
“Yak! Kim Jongin kau tidak membohongikukan?.” Tanyanya lagi dan pria yang di panggil Jongin itu tersenyum manis lalu mengangguk.
“Aku tau maksudmu, lalu apa imbalannya?.” Tanya pria yang memiliki dagu yang sempurna, pria yang bernama Jongin tersenyum menang lalu ia memajukan tubuhnya.
“Bisakan aku tidur dengan Mina.” Permintaan Jongin membuat rahang pria yang bernama Sehun menjadi keras lalu ia menatap Jongin tajam.
“Oho! Hey Oh Sehun ayolah bukankah kau sudah bosan dengan Mina.” Ucapan Jongin memang benar jika pria yang bernama Oh Sehun itu sudah bosan dengan Mina teman seranjangnya.
“Baiklah kau ambil saja dia.” Ucapan Sehun membuat Jongin tersenyum aneh, lalu Jongin bangkit dari duduknya.
“Baiklah aku pergi dulu, aku akan mencarinya dengan senang hati.” Ucapnya dengan mengedipkan mata kanannya dan sukses membuat Sehun jijik melihatnya sedangkan Jongin ia tertawa melihat ekspresi yang Sehun berikan.
“Aku harus menemukannya, harus.” Ucap Sehun dengan menghembuskan nafasnya ia teringat kata-kata Tn. Choi saat rapat,
Flashback
“Kau harus cepat menemukannya.” Kata Tn. Choi, sedangkan Sehun ia terdiam sejenak.
“Baik Tn. Choi saya akan bekerja keras.” Ucap Sehun lalu membungkuk hormat.
“Jika kau tidak menemukannya, aku selaku infestor bisa menarik semua investasi yang telah aku berikan.” Ucapnya lagi lalu ia pergi dari hadapan Sehun.
Sedangkan Sehun ia mengusap wajahnya kasar
“Apa yang harus aku lakukan?.” Tanyanya pada dirinya sendiri.
FlashBack end
Sehun bangkit dari duduknya lalu ia meninggalkan ruang kerjanya saat ia keluar ia di hadang oleh seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan berkulit putih susu sepertinya.
“Sehun-ah.” Panggilnya manja sedangkan Sehun ia memutar matanya jengah.
“Wae?.” Jawabnya ketus dan wanita itu mengkrucutkan bibirnya.
“Kau tidak rindu padaku?.” Tanyanya lagi dengan manja tak lupa ia menghimpit lengan Sehun dan sukses membuat pasang mata melihat kearah mereka.
“Nunna.” Panggil Sehun yang tidak tahan dengan seniornya Dasom, sedangakn wanita itu melepas himpitannya lalu ia berjalan normal di samping Sehun.
Tidak ada yang bicara mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing membuat Dasom sedikit jengkel karena Sehun terlalu kaku lalu semirk terlihat di wajah Dasom ia berhenti berjalan.
“Oh Sehun.” Panggil Dasom dengan setengah hati Sehun membalikkan tubuhnya dan menatap Dasom malas,
“Wae?.” Tanya Sehun malas dengan terpaksa Sehun mendekati Dasom, senyum Dasom semakin mengembang.
“Kenapa?.” Tanya Sehun pas berhadapan langsung dengan Dasom,
Wanita itu menarik dasi yang Sehun kenakan lalu ia sedikit berjinjit dan menempelkan bibirnya ke bibir Sehun, sedangkan Sehun ia cukup kaget akan kelakuan Dasom yang sangat berlebih. Sehun diam saat bibir Dasom mulai melumat bibir bawah Sehun dan ia semakin menarik tubuh Sehun untuk mendekatinya tidak ada balasan dari Sehun membuat Dasom sedikit kesal lalu ia mengigit bibir Sehun dan sukses membuat Sehun marah dan mendorong tubuh Dasom.
Rahang Sehun mengeras
“Apa yang kau lakukan huh!.” Bentak Sehun, sedangkan wanita itu terdiam dengan wajah tidak bersalah.
Sehun menghembuskan nafasnya kasar
“Aku tidak ada waktu untuk bermain-main.” Ucapnya lalu pergi sedangkan Dasom ia tidak percaya apa yang telah Sehun lakukan
“Awas saja kau Oh Sehun.” Ucapnya kesal lalu mengepalkan kedua tangannya marah, matanya terus menatap punggung Sehun yang semakin menjauh dengan tajam.
@JejuIland
Sehun dengan rasa kesalnya ia harus melakukan pemotretan di pulau Jeju, jika bukan karena jadwal yang di haruskan ia tidak akan melakukan pekerjaan ini ia lebih baik mencari tokoh wanita yang akan berperan dalam film perdananya.
Wajah yang tirus, dagu yang lancip, bibir yang kecil, tubuh yang tinggi, kulit yang putih, sempurna itulah gambaran dari seorang yang bernama Oh Sehun,
“Yak bagus, bisa lebih mesra lagi.” Perintah sang fotographer dengan terus memotret Sehun dengan Dasom, wanita itu semakin menempel pada tubuh Sehun sedangkan pria itu mencoba profesional dengan pekerjaannya.
“Yak sempurna.” Seru sang fotographer bangga.
Sedangkan di tempat lain terlihat seorang gadis sedang mengamati berlangsungnya pemotretan, kedua ujung bibirnya membuat lengkungan yang memperlihatkan kedua lesung pipinya manis itulah pikiran semua orang saat melihat wanita itu.
Sehun semakin jengkel akan kelakuan Dasom yang menurutnya tidaklah manis sama sekali, ia malas menatap Dasom ia lebih suka menatap tempat di sekitar pemotretan. Senyum Sehun mengembang saat melihat seorang wanita yang tak jauh dari tempat yang ia injak.
“Ok selesai.” Seru fotographer membuat Sehun menjauhi Dasom dan melangkah menuju wanita yang sedang tersenyum sambil menunduk.
Sehun berjalan mendekati sang wanita
“Hai.” Sapa sehun manis gadis itu yang awalnya menunduk ia mengangkat kepalanya dan mata mereka bertemu. Mereka terdiam menikmati tatapan mata satu sama lain,
“Eunsoo-ah!.” Teriak sebuah suara dan sukses membuat Sehun dan gadis yang bernama Eunsoo menoleh ke sumber suara, Sehun dan gadis itu memperhatikan langkah seorang pemuda yang mengenakan seragam sekolah menengah atas yang berlari mendekat.
“Nunna, imo mencarimu.” Ucapnya setengah-setengah karena nafasnya yang tidak setabil.
Gadis yang bernama Eunsoo menatap Sehun lalu tersenyum
“Aku pergi dulu.” Pamitnya tersenyum manis lalu menjauh dari hadapan Sehun berbeda dengan anak sekolah yang memanggilnya, ia terlihat menyelidik Sehun lalu ia menggelengkan kepalanya.
“Tidak tidak tidak mungkin tidak.” Gumam laki-laki kecil itu sambil menggelengkan kepalanya, Eunsoo yang mendengar gumaman anak itu mengerutkan keningnya.
“Kau tidak gilakan?.” Tanya Eunsoo memicingkan matanya dan itu sukses membuat pria manis yang bernama Jungkok membelalakan matanya.
“Nuna!.” Rengek Jungkok dan Eunsoo tertawa melihat rengekkan adik sepupunya.
“Siapa gadis itu, cantik sekali.” Gumam Sehun yang terus memperhatikan Eunsoo dan Jungkok dari mereka bertemu, senyum Sehun terlihat di kedua sudut bibirnya.
“Mangsa baru.” Gumamnya dan dapat di dengar oleh Dasom yang baru saja lewat dari belakang Sehun.
Wanita itu mengepalkan tanganya
“Awas saja kau Oh Sehun.” Ancamnya pada punggung Sehun yang membelakanginya.
Pemotretan telah usai semua kru dan model melakukan makan siang bersama, mereka memilih sebuah lestoran yang tidak jauh dari tempat pemotretan. Semua kru dan model saling bercengkrama berbeda dengan pria yang duduk di dekat jendela kaca, tatapan pria itu tidak akan pernah lepas dari pemandangan di luar yang sangat bagus yah mata pria itu menangkap sosok wanita yang tidak jauh dari pandangannya Cha Eunsoo. Wanita itu dengan lihai menata semua bunga yang baru saja ia siapkan lalu ia menjualnya tak lupa senyum manis terlihat di kedua ujung bibirnya.
Sehun bangkit dari duduknya
“Aku ingin mencari udara segar.” Pamitnya lalu keluar dari lestoran itu.
Dasom yang melihat Sehun keluar semakin mengepalkan kedua tangannya saat mata Dasom menangkap sosok wanita yang tadi pagi Sehun temui.
Sehun berjalan dengan senyum yang masih mengembang ia berjalan dengan gayanya, kedua tangannya ia sembunyikan di balik saku celananya dan ia berjalan dengan santai. Sesampainya di sebuah toko bunga Sehun tersenyum melihat sosok cantik nan anggun di balik toko bunga itu.
“Cantik.” Gumam Sehun pelan dan tak sengaja di dengar oleh seorang pemuda yang baru saja akan masuk ke toko bunga, mata pemuda itu mengikuti arah pandangan Sehun.
Prmuda itu mendekati Sehun
“Apa yang kau lakukan disini eoh?.” Tanya si pemuda dengan ketusnya Sehun menoleh lalu tersenyum.
Pemuda itu berdecak lalu mengacungkan jarinya ke arah kaca besar
“Lalu kenapa kau memandangi Nunnaku seperti itu.” Ucapnya membuat Sehun berhenti tersenyum lalu ia kembali tersenyum hangat.
“Dia cantik.” Ucapnya membuat pemuda yang bernama Jungkok membelalakan matanya lalu Jungkok mendekati Sehun,
“Jangan macam-macam dengan Nunnaku.” Ancamnya membuat Sehun terkekeh pelan dan itu sukses membuat Jungkok jengkel lalu ia menaikkan dagunya kearah Sehun setelah itu ia masuk ke toko bunga.
“Menarik.” Gumam Sehun lalu masuk ke toko bunga dengan santainya,
“Selamat datang tuan.” Salam Eunsoo membungkuk memberi hormat, saat tubuh Eunsoo kembali tegak tatapan mereka kembali bertemu.
Eunsoo mendekati Sehun lalu tersenyum
“Ada yang bisa saya bantu?.” Tanya Eunsoo sopan, Sehun tersenyum hangat.
“Bisa kau pilihkan bunga untukku.” Perintah Sehun kepada Eunsoo, gadis itu sedikit berfikir.
“Untuk pacar anda tuan, jika benar bisa tolong berikan diskripsi seperti apa pacar tuan.” Pinta Eunsoo dan Sehun sedikit berfikit.
“mmm ia cantik, ia manis, ia baik dan aku rasa ia sexy.” Ucapan Sehun yang terakhir membuat Eunsoo tersenyum kecu.
“Baik tunggulah sebentar tuan.” Pinta Eunsoo lagi lalu masuk kedalam sedangkan Sehun ia tengah melihat-lihat toko bunga yang begitu banyak sekali aneka bunga yang tidak tau namanya.
Mata Sehun menangkap sebuah bunga aahh tidak bukan bunga melainkan sebuah tangkai tidak ada daun maupun bunga ia memegang ranting itu dan mengerutkan dahinya
“Itu sudah mati.” Ucap Eunsoo dengan membawa seikat bunga mawar yang beraneka warna. Lalu Eunsoo menyerahkan bunga itu dan tersenyum.” 50 Won tuan.” Katanya dengan segera Sehun merogoh saku celananya dan memberikan sejumlah uang kepada Eunsoo.(Ga tau harga bunga disana berapa :”v)
Sehun tersenyum
“Ini untukmu, dan sebagai balasannya mau kah kau ikut denganku malam ini.” Ucap Sehun menyerahkan bunga yang Sehun berikan, Eunsoo terlihat heran akan kelakuan pria yang bahkan baru bertemu dan sayangnya lagi ia tidak tau namanya.
Eunsoo tewrkekeh
“Kau mengajakku berkencan bahkan aku tidak tau namamu.”  Kekehan Eunsoo membuat Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sehun mengulurkan tangannya
“Aku Oh Sehun.” Ucapnya lalu Sehun teringat sesuatu hey bukankah ia artis yang paling terkenal di seluruh Korea Selatan dan hey kenapa gadis manis ini tidak tau.
“Kau kau Oh Sehun.” Ucap sebuah suara dengan terbata-bata dan pandangan Sehun beserta Eunsoo menatap Jungkok yang tengah mengacungkan jari kanannya sedangkan tangan kirinya ia sedang memegang sebuah tabloid anak remaja khusus pria.
Jungkok mendekati mereka Sehun
“Waaahhh kau benar-benar Oh Sehun, waaah kau tampan sekali.” Ucap Jungkok kepada Sehun dan tubuh Jungkok melingkari Sehun yang sedang berdiri.
“Kau tau aku fanboymu hyung.” Ucapnya dengan senyum yang bahagia lalu Sehun ingat dengan kejadian tadi saat mereka bertemu di depan toko bunga.
“Lalu kenapa tadi kau tidak mengenaliku?.” Tanya Sehun kepada Jungkok dan pemuda itu tersenyum malu.
“Aku kira kau bukan Sehun yang asli.” Terangnya tersenyum malu.
Mata Jungkok melihat sebuah bunga di tangan Sehun lalu ia menatap Sehun
“Hyung apa kau akan berkencan dengan Dasom nunna?.” Tanya Jungkok dan Sehun tersenyum,
“Tidak, aku malah ingin mengajak Nunnamu berkencan.” Terang Sehun dan Jungkok menepuk kedua tangannya gembira.
“Terima saja Nunna bukankah kau tidak pernah berkencan.” Ucapan Jungkok membuat Eunsoo memukul lengan Jungkok dan pemuda itu mendengus.
“Hyung kau tenang saja Nunnaku pasti akan datang.” Kata Jungkok mengedipkan sebelah matanya kearah Sehun dan setilah itu mengambil bunga yang Sehun pegang,
Eunsoo membungkuk
“Maafkan adikku.” Ucapnya membungkuk lagi dan Sehun tersenyum.
“Baiklah aku akan menunggumu di pesta Show Idol, kau tau tempatnyakan?.” Tanya Sehun dan Eunsoo mengangguk mengerti.
“Baiklah aku pergi dulu.” Pamitnya lalu pergi dari hadapan Eunsoo, gadis itu tersenyum lalu ia memegang dadanya.
“Aku kenapa?.” Tanya Eunsoo lirih, lalu ia tersenyum.
“Nunna cepat.” Perintah Jungkok kepada Eunsoo dan gadis itu mendengus saat mereka sudah berada di depan gedung Show Idol.
“Sudah lama aku tidak kemari.” Ucap Eunsoo dan Jungkok hanya menatap Eunsoo merasa sedih.
“Nunna benar-benar tidak mau berdiri di dunia akting lagi?.” Pertanyaan Jungkok membuat Eunsoo menggeleng pelan.
“Ayo  masuk.” Ajak Eunsoo dan mereka berjalan bersama, saat mereka masuk ke gedung mewah tersebut pasang mata menatap Eunsoo dan Jungkok sesekali terdengar bisikan. Saat itu juga sebuah tatapan tajam mengarah ke arah Eunsoo lalu ia tersenyum saat ia akan menghampiri Eunsoo ternyata sudah di dahului oleh Jongin alias Kai.
“Eunsoo-ah.” Panggil Kai dan saat itu juga Eunsoo tersenyum lalu memeluk Kai dan di balas oleh Kai.
“Sudah lama kita tidak bertemu.” Ucap Kai semakin menggeratkan pelukannya dan saat itu juga Sehun melihat pemandangan itu dan dengan segera ia menghampiri Eunsoo dan Jungkok.
“Ekhm.” Dekheman Sehun membuat Eunsoo dan Kai melepas pelukannya.
“Kau sudah datang.” Ucap Sehun berbasa-basi dan itu sukses membuat Kai memicingkan matanya.
“Kalian saling kenal?.” Tanya kai dan Sehun mengangguk mantap, lalu ia menatap Jungkok.
“Kau Jungkok?.” Tanya Kai dan Jungkok mengangguk,
Kai memeluk Jungkok erat
“Hyaaa Kau sudah besar.” Jungkok bingung lalu menatap Eunsoo heran, sedangkan Eunsoo ia tersenyum berbeda dengan Sehun ia bertanya-tanya ‘siapa sebenarnya gadis ini?’.
Diam tidak ada yang bersuara dari mereka berempat, dan dekheman Jungkok terdengar
“Kai hyung aku ingin berkeliling.” Kata Jungkok dan itu membuat Kai mengerti akhirnya Kai mengajak Jungkok untuk berkeliling gedung itu.
“Kau mengenal Kai?.” Tanya Sehun dan Eunsoo mengangguk sebagai jawabannya,
“Dari kapan?.” Tanya Sehun lagi lalu Eunsoo memandang Sehun menyelidik.
“Kau bukan reporterkan?.” Eunsoo balik bertanya.
Sehun tekekeh
“Aku seorang atris, model sekaligus sutradara, ekhm kau tidak mengenalkau?.” Tanya Sehun menggoda dan Eunsoo menggeleng Sehun tidak percaya tapi akhirnya ia memutuskan untuk percaya -_-.
Sehun mengulurkan tangannya
“Mau berdansa denganku.” Ajaknya lalu dengan senang hati Eunsoo meraih tangan Sehun,
Alunan musik terdengar seirama dengan gerak tubuh Eunsoo dan Sehun, lembut dan menyentuh hati siapapun pasti akan merasa mereka pasangan yang paling romatis tapi berbeda dengan seorang wanita yang tak jauh dari pandangan mereka ya Dasom wanita itu mengepalkan tangannya lalu ia pergi entah kemana..
Sedangkan Kai dan Jungkok tersenyum melihat Eunsoo dan Sehun berdansa bersama. Kedua tangan Sehun di melingkar di pinggang Eunsoo sedangkan tangan Eunsoo menyentuh dada bidang milik Sehun, semua mata tertuju padanya. Mereka saling bertatapan satu sama lain tersenyum satu sama lain, perlahan wajah Sehun mendekat kewajah Eunsoo. Wanita itu sadar apa maksud Sehun ia menelan salivanya saat bibir mungil Sehun menempel di bibirnya tidak ada pergerakan sama sekali hanya ciuman manis yang di berikan Sehun olehnya.
Sehun melepas tautan mereka
“Apa kau kecewa?.” Tannya Sehun kepada Eunsoo, wanita itu berdecak lalu menggeleng pelan.
“Kau milikku.” Ucap Sehun mantap lalu ia menempelkan bibirnya pada bibir Eunsoo tidak sepeti saat pertama mereka berciuman, Sehun mulai melumat bibir atas dan bawah Eunsoo bergantian sedangkan Eunsoo ia hanya diam tak berniat untuk membalasnya sedangkan semua tatapan mata melihat kelakuan Sehun beserta Eunsoo di tengah-tengah pesta.
“Cinta pada pandangan pertama aku rasa aku mulai mengerti maksud dari perkataan itu, karena aku sendiri sedang merasakannya.” Kata Sehun di dalam hati.
Tautan mereka terlepas dan mereka melempar senyum mimi Eunsoo seperti terbakar, panas itulah kata yang pas untuk Eunsoo. Masih pada posisi yang sama Sehun dengan wajah sedikit kecewa harus meninggalkan Eunsoo sendiri pasalnya Cho Kyuhyun pemilik CK intertaiment datang dan ini waktu yang pas untuk mempromosikan filmnya.
“Aku ada urusan, aku tinggal sebentar aku pergi dulu.” Pamit Sehun lalu ia pergi dan Eunsoo tersenyum melihat punggung Sehun yang semakin menjauh.
“Kau bahagia?.” Tanya Dasom pada Eunsoo, tubuh Eunsoo gemetar karena sosok wanita yang berumur 30 tahun itu.
“Ah, aku lupa kau Cha Eunsoo artis remaja yang terkenal dan boom kau terkena scandal dengan Byun Baekhyun.” Ucap Dasom tersenyum licik sedangkan Eunsoo ia tengah mengepalkan tangannya gemetar ia takut akan sosok Dasom,
“A… aku bahkan tidak melakukan sesuatu yang buruk, kau… kau yang melakukannya bu… bukan aku.” jelas Eunsoo gemetar tentu ia sangat takut dengan Dasom, wanita itu sangat licik di balik wajahnya yang cantik terdapat sosok iblis yang sangat mengerikan.
Dasom mendekati Eunsoo lalu seorang pelayan berhenti dan Dasom mengambil minuman anggur lalu byuuuurrr. Minuman itu tumpah di kepala Eunsoo, sekarang Eunsoo ingin menangis ia sangat ingin menangis dan menenggelamkan dirinya dibumi ini dia sangat malu.
Tapi sebuah jaket mendarat di tubuh mungil Eunsoo, gadis itu menoleh dan ia menundukkan kembali kepalanya.
“Kau keterlaluan.” Ucap pria itu lalu pergi membawa Eunsoo jauh-jauh dari wanita yang bernama Dasom.
“Aggghhh sial.” Umpat Dasom kesal saat mereka pergi dari hadapannya dan keluar dari pesta yang sedang berlangsung.
“Aku rasa aku tau siapa yang tepat.” Gumam Kai tersenyum manis.
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: