Triangel Part 1

0
triangel kyuhyun ff nc
Title : Triangle [1st – Mistake]
Author : Zaziepiet
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Hyobin
Other Cast
Genre : Romance, sad, married life, NC 21, chapter
NO PLAGIAT PLEASE!!
By : ZaZiepiet
♥♥♥
Bagiku mencintai atau dicintai adalah kedua pilihan yang akan sangat sulit untuk ku ambil. Di satu sisi aku ingin di cintai, namun kenyataan yang kuhadapi sekarang. Aku ditakdirkan untuk menjadi yang mencintai.

Dia Cho Kyuhyun, seniorku di tempat magang. Dan aku jatuh cinta padanya. Untuk pertama kali saat aku menatap matanya, aku begitu terkejut saat degupan jantungku lebih mendominasi diriku, begitu dahsyat hingga aku menyimpulkan bahwa hari itu aku telah jatuh cinta, lagi.
Kisah perjalanan cintaku bukan tidak berarti, namun apa yang kualami benar-benar kucoba untuk kuhapus, namun untuk saat ini. Haruskah terulang lagi? Kisah cintaku yang menyakitkan lagi? Karena sesungguhnya apa yang aku cintai sekarang tidaklah pantas untuk kucintai.
Kenapa?
Karena Cho Kyuhyun telah memiliki kekasih. Bukankah itu berita yang dapat mengguncangkan hatiku yang tengah mabuk kasmaran, dan memang itulah kenyataannya. Dan kenyataan menyakitkan, kekasihnya adalah kakak seniorku sendiri di Kyunghee University. Sungguh memalukan, bagaimana hatiku bisa jatuh cinta pada orang yang telah memiliki kekasih? Begitu lancang.
Namun kenyataannya, meskipun aku begitu lancang dengan jatuh cinta padanya, akan tetapi apa yang dilakukan Cho Kyuhyun padaku benar-benar diluar dugaan. Dia seolah merespon dan mengatakan bahwa dirinya juga mencintaiku. Tuhan, apa yang sebenarnya yang ada di pikirannya. Haruskah kau mengujiku dengan cinta yang aneh ini?
“Hyo-ah, aku mengantuk.” Suara Kyuhyun menginstrupsikan diriku yang tengah sibuk membereskan kekacauan komputer di Hand and Gretel, Caffe milik Kim Jongwoon atau yang lebih dikenal Yesung, salah satu teman Kyuhyun.
“Kenapa kau tidak tidur saja, oppa. Aku masih menyelesaikan tugasku,” aku berkata selembut mungkin. Tentu saja karena aku mencintainya. Kurasakan kepalanya menggeleng di bahuku, ya, dia sangat suka tidur di bahuku dan aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Aku menyukainya, saat dia dengan nafas halusnya yang tertidur pulas menyapu lembut bahuku, begitu hangat dan sangat menyamankan.
“Ayo kita pulang, harusnya sekarang kau sudah pulang. Jam kerja kita sudah habis dari tiga puluh menit yang lalu.” Erangnya dengan manja. Lihatkan, dia seolah menganggap aku lah kekasihnya, dan membuat hatiku melompat-lompat jauh keatas langit. “Tapi pekerjaanku belum selesai, Yesung oppa akan memarahiku jika ini tidak cepat diselesaikan.” Aku memberitahunya.
“Haish! Si kepala besar itu!” rutuknya, membuatku tertawa, “Aku akan bicara padanya nanti, sekarang ayo kita pulang.” Dia berdiri dan menarik tanganku untuk ikut berdiri, “Ganti bajumu, aku tunggu di mobil.” Perintahnya bagiku seperti komando yang harus dipatuhi, dengan bergegas aku berjalan keruang ganti dan mulai mengganti pakaianku.
Saat aku membuka pintu mobil aku mendapati Kyuhyun tengah sibuk dengan Handphone yang tengah menempel di telinganya.
“Tentu saja, bagaimana jika minggu ini kita jalan-jalan? Haish! Kau seolah begitu sibuk dengan kegiatanmu tanpa memperdulikan aku. Ya.. tidak aku tidak marah sayang…” dia menoleh dan menatapku sekilas. Ia sedang menelpon Jung Jihyun, kekasihnya. Ada rasa sakit yang menjalar di hatiku saat menyaksikan orang yang ku cintai bermesraan dengan gadis lain, dan kenyataaan menyakitkan mereka adalah pasangan kekasih yang sesungguhnya. Bukankah hidupku begitu miris?
“Aku akan menelponmu nanti, ya tentu saja aku akan menjemputmu, berdandanlah yang cantik. Iya sayang.. aku juga mencintaimu.” Dia menutup telfonnya dan menatap padaku, untuk sesaat dia hanya menatap dalam diam, “Sudah siap?” dia bertanya dan aku hanya mengangguk.
Dalam perjalanan kami hanya diam tanpa kata-kata, aku sibuk dengan pikiranku yang berkecambuk. Apa arti diriku baginya? Apakah hanya sebatas teman kerta? Atau dia menganggap aku sebagai sosok adik kecil baginya? Namun  aku lebih suka memilih opsi kedua. Kemungkinan ia memang hanya menganggap diriku adalah gadis kecil yang pantas dijadikan sosok adik perempuan, yang kutahu dia adalah anak pertama dan hanya memiliki adik laki-laki.
Kami sampai di depan apartemenku, dan aku terdiam saat dia menghentikan mobilnya. Untuk kesekian kalinya dia selalu mengantarku pulang. Bukankah dalam sudut mata manapun dia seolah memperlakukan aku sebagai kekasihnya?
Tapi tidak. Jung Jihyun lah kekasihnya.
“Bolehkah aku menginap?” tanyanya tiba-tiba.
“A-apa?” sahutku menatapnya shock. Apa? Apa dia bilang? Menginap? Di apartemenku? Apa dia sudah mulai gila?
“Hyo-ah, kau tau kan aku selalu kesepian. Biarkan aku menginap eoh? Aku tidak akan macam-macam. Hanya biarkan aku tidur ditempatmu agar aku bisa melihatmu.” Dadaku berdegup mendengar kalimat manisnya. Tuhan…
“Ta-tapi, oppa apa kau sadar jika kau menginap maka kita hanya akan berdua dalam apartemen?” aku bertanya ragu. Aku mencintainya, tapi…
“Ayolah… aku tidak akan macam-macam, hanya biarkan aku tidur. Apa kau tega membiarkan aku yang mengantuk ini menyetir pulang. Hyobin-ah, ya? ya?”
“Oppa…” aku ragu.
“Sudahlah, kajja.” Dia melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil. Membukakan pintu untukku dan menarikku keluar. Pikiranku berkecambuk. Haruskah aku membiarkannya? Apa yang akan terjadi pada kami nanti jika berdua dengannya? Aku takut. Namun hati kecilku bersorak,
Biarkan dia menginap, hanya semalam. Bukankah menyenangkan hanya berdua dengannya?
Hanya semalam kan? Tidak akan terjadi apa-apa. Ya, aku berusaha agar tidak terjadi sesuatu yang tidak terduga.
***
Kami berdua duduk menatap layar televisi yang menyala tanpa salah satu membuka suara, ini sudah enam puluh menit Kyuhyun berada dalam apartemenku dan tidak ada hal-hal aneh yang terjadi pada kami. Suara gemuruh pelan-pelan mulai terdengar dari luar, dan aku menyadari bahwa di luar tengah turun hujan yang sangat lebat.
“Apa kau lapar?” Kyuhyun menoleh padaku, dan bertanya. Aku menggeleng.
“Apa oppa lapar?” tanyaku balik, ia dengan senyumannya mengangguk.
“Sangat! Ayo masakkan aku sesuatu.”
“Ya! oppa, kau tamu tapi tetap saja memperlakukan aku seenaknya.” Dengusku “Ini apartemenku.” Candaku. Tubuhnya mendekat padaku dan meraih dengan cepat kedua pipiku, mencubitnya dengan keras.
“Ayolah…” dia tertawa di atas rasa sakitku saat tangannya mencubiti pipiku dengan bringas.
“Ya! oppa appaso!” jeritku menggeliat kekanan dan kekiri mencoba melepas cubitannya. Dan akhirnya dia dngan tertawa melepas tangannya. Dan kemudian benar-benar membuatku merona, jemarinya mengusap pipiku lembut.
“Aku begitu suka dengan pipimu!” tawanya.
Dengan gagap aku berdiri “Akan ku masakkan sesuatu.” Dan aku langsung menuju dapur.
Nasi goreng kimchi adalah makanan yang aku masak untuk Kyuhyun, dengan lahap dan tanpa komentar apapun dia memakannya hingga habis. Astaga, sadarkah dia bahwa wajahnya hampir saja menyerupai seekor babi? Aku tertawa sendiri menatapnya dengan lucu.
“Wae?” dia sadar aku tertawa. Aku menggeleng “Aniyo,”
“Ahhhh… kenyang sekali…” desahnya saat satu piring penuh nasi goreng habis masuk kedalam perutnya. “Masakanmu benar-benar perlu di acungi jempol!” pujinya membuatku tersipu. Bukankah kami bagaikan pasangan suami isteri?
Jam menunjukkan pukul 10 malam saat aku mulai merasakan kantuk, dengan Kyuhyun yang masih aktif dengan teleponnya. Ya, tentu saja jika bukan telfon dari kekasihnya. Rasa kantukku seakan benar-benar menyerang kepalaku hingga pusing. Aku bangkit dan tanpa pamit pergi menuju kamar tanpa memperdulikan Kyuhyun.
Hal yang kusukai selain cokelat adalah tidur dengan begitu nyenyak, hingga rasanya benar-benar nikmat. Menutup mataku dengan pelan dan memeluk boneka pororo aku mulai jatuh dalam alam bawah sadarku.
Aku merasakan sesuatu yang hangat menyapu wajahku, seperti udara tetapi hangat. Sesaat aku merasa nyaman hingga sesuatu mengejutkanku, ada benda aneh yang menempel pada bibirku, sesuatu yang lunak. Dan aku reflek membuka mataku dan apa yang kulihat begitu mengejutkan.
Cho Kyuhyun berada di atas tubuhku, dengan bibirnya yang mencium bibirku.
Mata kami bertemu, dan aku dapat merasakan nafas Kyuhyun menghembus wajahku secara pelan dan membuai. Hingga Kyuhyun mulai menggerakkan bibirnya di atas bibirku, membuatku tersentak dan reflek langsung mendorongnya dengan keras, dan aku segera bangkit dari posisi tidurku.
“Oppa apa yang kau lakukan?” tanyaku takut. Perasaan terancam langsung menyerbu diriku. Tuhan… Kyuhyun baru saja mencium bibirku. Ciuman pertamaku.
“Hyo-ah…” panggilnya lembut, dengan suara berat. Apa yang terjadi? Kenapa dengan Kyuhyun?
Kyuhyun mendekat dan menarikku dalam pelukannya. Mengusap usap rambutku dan menyeruakkan kepalanya di cerukkan leherku. Tubuhku kaku, kenapa? Apa?
“Hyobin-ah…” bisiknya lembut dan aku merasakan bibirnya mengecup leherku. Dan seketika bagaikan kupu-kupu berterbangan dalam perutku. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan matanya menatapku. Kemuadian aku sadar mata Kyuhyun menggelap.
“O-oppa?” gagapku. Aku tidak bisa bergerak. Otakku seakan kosong mendadak. Apa yang harus aku lakukan?
Dengan cepat Kyuhyun menyambar bibirku dan melumatnya dengan cepat. Aku tersentak saat lidah basahnya menjilat bibirku dan menusuk, menyuruhku untuk membuka mulut. Aku kaku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan… apa yang harus kulakukan?
Ini dosa.
Aku menutup mataku saat air mataku mengalir perlahan.
“Akh…” pekikku saat Kyuhyun menggigit bibirku. Aku tidak sempat mengelak saat lidahnya menerobos masuk kedalam mulutku. Perasaan apa ini? Kenapa aku sama sekali tidak merasa jijik? Benda lunak itu mengeksplor apa yang ada dalam mulutku. Tangan kanan Kyuhyun meremas rambutku pelan, menekanku agar dapat menciumku lebih dalam.
Nafasku seolah hilang saat Kyuhyun menyudahi aksi ciumannya. Nafasnya memburu begitu juga dengan diriku. Dan aku menyadari bahwa aku telah duduk di atas pangkuannya.
“Oppa wae─”
“Aku menginginkanmu,” bisiknya. Tangannya merangkul pinggulku, memaksaku agar tetap berada di pangkuannya.
“A-andwae! Oppa, ini salah.” Elakku mencoba melepaskan diri. Namun tenagaku tidaklah sekuat Kyuhyun.
“Hyobin-ah, aku menginginkanmu. Kumohon…” pintanya menatap mataku dalam. Aku membeku, tatapan itu benar-benar membuatku kaku. “Percaya padaku, eoh?” ucapnya lembut.
Dengan segala pikiran yang berkecambuk dalam diriku. Rasa takut namun ingin menjadi satu. Bagaimana jika setelah ini Kyuhyun meninggalkanku? Namun bukankah ini kesempatan menunjukkan bagaimana besar rasa cintaku padanya?
Apa yang harus aku lakukan?
***
Aku tidak tahu lagi apa yang ada dalam pikiranku. Yang bisa kulakukan sekarang hanya mendesah, dan menjerit atas apa yang Kyuhyun lakukan padaku. Entah sejak kapan baju tidur yang kupakai telah lenyap dan meninggalkan tubuhku yang polos di bawah kungkungan tubuh Kyuhyun yang sama denganku, polos tanpa kain apapun.
“HHh…oppah..hh” desisku lirih saat Kyuhyun dengan berani menjilat bawah tubuhku. Geli dan bagaikan kupu-kupu berterbangan dalam perutku. Tanganku mencengkram seprei di kanan kiri tubuhku, dan menggigit bibirku agar meredam suaraku.
“Ahhhh!” jeritku saat sesuatu menerobos dalam vaginaku. Jari tengah Kyuhyun. Perih, namun begitu aneh saat jari itu bergerak, dan aku mulai menikmati. Tubuh Kyuhyun naik keatas tubuhku lagi dengan jemarinya yang semakin bergerak liar.
“Ahhh…ahn… oppahh” desahku tak terkendali, kakiku bergerak gelisah saat sesuatu meledak dalam diriku. “Ahhhhh…”
Apa itu tadi? Kenapa sangat nikmat?
Tubuhku melemas, begitu lelah dan mengantuk. Dengan sayu kutatap wajah Kyuhyun.
“Kau basah.” Bisiknya serak, “Dan begitu siap,”
“AAKKH!” pekikku keras saat sesuatu menerobos dengan keras. Panas, perih menyatu. Jemariku mencengkram pundak Kyuhyun. Nafasku tersenggal, aku tidak pernah merasakan sakit seperti ini. Dan aku tahu apa yang baru saja terjadi. Kyuhyun telah merobek keperawananku.
“Sakitt…” bisikku tersenggal. Air mata turun dengan deras dari pipiku.
“Hanya sebentar,” ucap Kyuhyun lembut, mengusap air mataku. Aku mengangguk dengan  masih menyimpan rasa sakit.
Beberapa menit dia hanya diam dengan penisnya yang menancap dalam diriku. Menunggu diriku siap untuk menerimanya, dan akhirnya aku merasakan itu. Sesuatu berkedut dalam penyatuan tubuh kami. Dan Kyuhyun menghentak kedalam diriku.
“Ahnn…” desahku diantara rasa sakit yang mulai memudar.
Dan Kyuhyun mulai bergerak.
Tanganku dengan gemetar melingkar dengan erat di lehernya, aku bisa merasakannya. Desakan dari miliknya yang begitu besar dalam liang sempitku. Sesak, dan… nikmat.
“Eungh… oppa…” rintihku saat Kyuhyun memelankan gerakannya. Dan hanya menusuk nusuk, membuatku hampir kehilangan kesadaran. Tentu saja. Aku telah gila karena dirinya yang menguasaiku.
Geraman Kyuhyun menjadi bukti bahwa bukan hanya aku yang benar-benar terlena. Kyuhyun mengerahkan lagi tenanganya dan bergerak dengan sangat liar. Dilepaskannya tanganku dari lehernya, dan membuka pahaku agar semakin lebar. Aku terdiam pasrah, tubuhku begitu lelah.
“Ahk.. ahh…”  desahku saat sesuatu mendesak diriku. Mendaki dan mendaki. Menyerbuku bagaikan gerombolan kupu-kupu.
“Oppa! Ahhh…” erangku saat rasa itu semakin dekat.
Kyuhyun menggenggam tanganku di kedua sisi kepalaku, meremasnya kemudian menunduk. Menyambar bibirku dan menerobos mulutku.
“Lepaskan,” bisiknya serak melepas tautan bibir kami. Terus dihujamnya diriku dengan tanpa lelah.
“AAHH!!” teriakku akhirnya saat sesuatu itu meledak dalam diriku. Rasanya seolah tubuhku begitu kebas. Lelah dan begitu tak bertenaga.
“Giliranku,” bisik Kyuhyun lagi di telingaku. Lidahnya menjilat dan mengulum cupingku, membuatku menggeliat. Dan Kyuhyun mulai bergerak lagi.
Menembus kedalam diriku yang terdalam. Aku memekik, mendesah, merintih saat dengan tak terkendali Kyuhyun menghentak-hentak tubuhku hingga aku merasa tubuhku akan segera hancur.
Semakin gila dan tak kenal ampun. Kyuhyun menghujamku dengan penisnya, nafasnya menggeram seperti seekor singa. Nafasnya berhembus kasar di atas tubuhku. Pandangannya sama sekali tak lepas dari mataku. Berkabut penuh dengan nafsu.
“Oppa…ahh.. jebal…” lirihku, lelah dengan desahanku yang terus keluar.
“Ah..ku… leh..lah..” rintihku, “Ahhk…ahh”
Dengan geraman, Kyuhyun menghentak kencang. “Ahhkkkk!”
“AARGGHHH!!” pekikan Kyuhyun mengakhiri seluruh hujamannya. Aku mendesah dan menghembuskan nafas kencang saat sesuatu yang hangat basah mengalir dalam tubuhku. Aku mengernyit saat rasanya begitu geli. Inikah rasanya saat sperma mengalir masuk dalam dirimu?
Aku tersentak.
Sperma?
Tuhan…
Tidak!
Mataku seketika memanas. Mencoba melepas tubuh Kyuhyun dari atasku dengan sisa tenaga yang kumiliki.
“Apa yang baru saja kau lakukan padaku, oppa?” lirihku, tentu saja dengan suara serak.
Kyuhyun mendongak. Menatapku lama. Dan kemudian tanpa berkata beranjak dari atasku dan melepas penyatuhan tubuh kami. “Kita melakukannya,” gumamnya.
“Kita bercinta.”
Isak tangisku terdengar saat kesadaran menyentakku. Aku dan Kyuhyun telah berbuat dosa. Dengan menutup wajahku aku menangis, membalikkan tubuhku dan menggelung diriku dalam tangisan.
Dosa…
Tuhan aku berbuat dosa.
Kami berzinah…
Eomma..
Appa…
Eunhyuk oppa…
Aku kotor, aku bukan lagi gadis kecil keluarga Lee yang kalian banggakan. Kenapa aku melakukan hal ini?
Dan… Kyuhyun telah membuangnya di dalam. Spermanya.
Apa yang akan terjadi padaku selanjutnya, Tuhan?
Aku tidak peduli lagi apakah Kyuhyun pergi atau masih tetap berada di sampingku. Yang kutahu, aku hanya menangis dan akhirnya terlelap saat tangisan membuatku semakin lelah.
To Be Continue♥

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: