Temporary Marriage Part 1

0
temporary marriage
Temporary marriage part 1
Author             :  @LucyUcy_
Tittle                :  Temporary Marriage 1
Category         : NC-21, marriage life
Cast                 :  Cho kyuhyun – seo eungi
NOTE   :  sebelumnya aku mau ucapin terimakasih untuk admin handa yang mau post ff aku,
ini ff pertamaku, aku membawakan cerita yang sangat mainstream konfliknya juga gak terlalu berat karena saya juga baru belajar membuat ff,  di bagian NC aku bingung bgt gimana cara nyusunnya secara saya wanita muda yang belum menikah, jadi gak tau giamana caranya haha jadi maaf kalo feelnya kurang dapet, mohon di maklumi jika ceritanya kurang bagus karena sekali lagi  saya masih belajar, walau ini cerita yang sangat mainstream tapi mohon kritic dan saran yang membangun J

Awas Typo betebaran !
PLAKKK
Sebuah tamparan mendarat ke pipi seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap berkulit putih pucat, yang sudah tidak diragukan lagi ketampanannya, tak berkurang sedikitpun walau ada sebuah tanda merah membentuk sebuah telapak tangan yang lumayan besar menghiasi pipi sebelah kanannya
Pria itu hanya  terdiam menerima tamparan yang cukup membuat pipinya panas dan perih, ia tahu hal ini pasti akan terjadi, beruntung hanya sebuah tamparan  mengingat kesalahannya yang begitu fatal,
Di sebelahnya, Gadis berusia dua puluhanan berambut panjang sebahu berwarana cokelat gelap, berparas cantik, bermata indah, bulu mata yang lentik alami tanpa olesan mascara , hidung mancung, bibir ranum berwarana  pink kareana sapuan lips gloss tipis  dan berperawakan tak terlalu tinggi, jika tak memakai high hels maka tingginya hanya setinggi pundak pria di sebelahnya,
Gadis itu  meringis melihat adegan itu, ia menatap iba pada pria di sebelahnya yang masih tertunduk diam penuh penyesalan, ia bisa melihat pipi pria itu yang begitu merah bercapkan lima jari tangan, kemudian gadis itu ikut menunduk tatkala mata tajam pria paruh baya yang menapar pria sebelahnya tadi melihat kearahnya penuh amarah, ia kembali meringis tapi kali ini untuk dirinya sendiri ia takut jika tamparan akan mendarat juga di pipi lembutnya.
“ sebenarnya apa yang kalian pikirkan hingga hal ini sampai terjadi, hah!! “
Tn. Cho tae joon sangat murka, ia tak bisa lagi menahan amarahnya terhadap putra semata wayangnya itu yang sanagt sulit sekali di aturnya, ia masih bisa  mentolerir jika anaknya ini masih belum mau untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis ayahnya yang terbilang sangat sukses, tak dipungkiri jika Tn. Cho tae joon sanagt mengharapkan itu, tentu saja ia sanagat membutuhkan penerus, tapi ia bisa apa jika yang di harapkan bahkan tak tertarik sama sekali malah memilih luntang- lantung tak jelas di usianya yang sudah dua puluh enam tahun , meghambur-hamburkkan uang yang tak sedikit jumlahnya untuk bersenag-senang denagn teman-teman gengnya , membuat onar disana sini, tapi jika sampai melakukan hal seperti ini, sungguh Tn. Cho tae joon  tak bisa terima, ia merasa tak pernah mengajari putranya untu menjadi bajingan yang merusak anak gadis orang
“ jesunghamnida “ lirih pria itu penuh penyesalan
“ maaf mu tidak di butuhkan disini, kau harus bertanggung jawab atas gadis yang sudah ku hamili ini ! “ geram Tn. Cho tae joon melirik tajam pada gadis di hadapannya yang masih menunduk
Gadis itu mengangguk-angguk pelan menyetujui ucapan Tn. Cho tae joon,
“ untuk kau nona! Mengapa kau bisa sebodoh itu menyerahkan mahkota mu untuk pria pengangguran seperti dia! “
gadis itu  mendesis pelan,
aku akan menolaknya jika saat itu aku sedang waras!
“ ahboji, aku mau bertanggung jawab, tapi aku tak mau menikhainya, aku tak menyukainya, aku juga belum ibgin berumah tangga, ahboji “ ujar pria itu pelan
Gadis itu reflek menoleh kearah pria itu dengan tatapan tajam, enak sekali pria itu bicara, tanggung jawab macam apa jika tidak dengan cara menikahinya
“ yah aku tahu, kau pasti tidak menyukainya karena kalian memang tak saling mengenal, tapi bisa-bisanya menghasilkan janin! “
Gadis dan pria itu terdiam, itu memang benar semua yang dikatakan pria paruh baya itu  memang benar,
“baiklah kalian tak perlu menikah , jujur saja aku juga tak mau punya menantu dari seorang yang tak jelas seperti gadis ini, mau tidur dengan pria yang bahkan tak dikenalnya, sama saja dengan seorang pelacur ! kau tinggal sebutkan berapa jumlah yang kau mau kemudian pergi dari hadapan kami ! “
Hati gadis itu sakit mendengar ucapan tajam Tn. Cho tae joon, ia memang melakukan kesalahan tapi ia juga tak terima jika harus disebut sebagai seorang pelacur, apalagi Tn. Cho tae joon seolah menganggapnya wanita mata duitan yang semuanya akan beres hanya dengan sejumlah uang,  matanya memerah menahan amarah dan air mata, kedua telapak tanganya terkepal erat, tanpa takut ia menatap tajam pria baruh baya yang ada diihadapannya itu yang juga sedang menatap tajam kearahnya
“ jika aku pelacur maka putramu disebut apa! Tidur dengan gadis yang tak dikenal, kemudian tak mau bertanggung jawab, kurasa putra mu lebih hina dari pada aku ! lagi pila ini bukan masalah uang Tn. Tapi tanggung jawab yang seharusnya putra anda lakukan “
Tn. Cho tae joon geram tangannya terangkat hendak menampar gadis itu, tapi tak jadi karena putranya membuka suara
“ bukankah aku sudah bilang jika aku akana bertanggung jawab !”
“ bertanggung jawab macam apa yang kau maksud jika tidak ingin menikahiku, apa kau akan menawarkan sejumlah uang juga seperti apa yang ayahmu lakukan tadi !”
“ ah.. bukankah keluargamu orang terpandang ? bagaiaman jika kau  membeberkan  kehamilanku pada media “ sambung gadis itu disertai senyum meremehkkan
Tn. Cho tae joon dan pria itu serempak membelotot, mereka tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika samapai hal itu benar-benar gadis itu lakukan, harga diri bahkan nama baiknya pasti akan tercemar sebagai orang yang terhormat
“ kau – berani sekali mengancamku! “ geram Tn. Cho tae joon
Seoalah menantang gadis itu menengakan kepalanya sambil mentap tajam kearah Tn. Cho tae joon, gadi itu seolah tak takut, padahal dalam dirinya ia sedang merasa ketakutan yang luar biasa tangannya saja bergetar dalam kepalannya
“  baiklah kalian akan menikah “
Pria itu mendongak menatap ayahnya,  menatap penuh harap ,ia tak terima jika sampai menikahi gadis yang tak di sukai bahkan tak dikenalnya, bukankah ia sudah bilang jika ia belum ingin berumah tangga?
Tapi yang ditatap seoalh tak perduli, harga dirinyalah yang sedang jadi taruhan, ia merasa takut atas ancaman gadis bau kencur dihadapannya itu, biar bagaimanapun media adalah sesuatu  yang bisa merusak reputasinya hanya dalam hitungan menit saja jika berita itu benar-benar beredar luas di masyarakat, ia tidak mau citranya hancur, nama baik yang selama ini di jaganya tercoreng, selama ini ia selalu menjaga citra baik keluarga, bahkan ia selalu menutupi keburukan kyuhyun dari berita apapun
“   setelah menikah kau tinggal disini, kau akan dirawat denagn baik disini “
Gadis itu tersenyum puas, ia tak mengir jika akan semudah ini mengancam orang kaya,
“   tapi itu hanya samapi kau melahirkan, setelahnya kalian bisa bercerai dan kau pergi dari rumah ini, jika kau menolak dan melakukan hal-hal yang membuatku marah, maka kau akan dalam masalah! Kau tahukan kekuatan orang kaya sepertiku! “ ujar Tn. Cho tae joon dengan senyum remeh seperti yang gadis itu lakukan
Seketika senyuman gadis itu sirna, matanya kembali menatap tajam pada pria paru baya yang seakan tak memiliki hati itu, ia berfikir keras, ia ingin menolak itu tapi ia tidak mau jika samapai nanti ia hamil tanpa suami, apa kata orang nanti ia juga tak mau jika nanti anaknya tak memiliki ayah, jadi bahan gunjingan banyak orang, ia tak mau samapai itu  meninpa anaknya nanti
Dengan berat hati gadi itu  mengangguk, memangnya dia bisa apa jika yang dihadapinya adalah orang kaya raya yang bisa  melakukan apa saja pada orang kecil sepertinya, ia menarik nafasnya dan kemudian dihembuskannya dengan perlahan,
“  baiklah, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali” ujar gadis itu
Senyumanpun merekah di kedua sudut bibir tn. Cho tae joon tapi tidak dengan putranya sungguh ia tak ingin menikahi gadis itu walau hanya samapai gadis itu melahirkan saja,
“ tapi dengan syarat ananku nanti dapat pengakuan dari ayahnya, dan aku tidak mau jika anakku di ambil paksa, aku akan membawanya bersamaku saat aku memang harus pergi nanti “
“  aku tidak perduli, bawalah anakmu, dan jangan pernah tunjukan kehadapan kami  “ ujar Tn. Cho tae joon dengan santai
Gadis itu mengepalkan tangannya kuat-kuat, baiklah itu sudah jadi keputusannya yang penting anaknya nanti punya seoarng ayah yang akan mengakuinya dengan bukti tertulis tentunya , terlepas ia akan bertemu dengan ayahnya atau tidak, ia juga tak mengharapkan anaknya nanti masuk dalam daftar keluarga ini, gadis itu hanya butuh pengakuan atas anaknya, walau sejujurnya bayi yang dikandungnya adalah hal yang sangat tak di harapkan olehnya terlebih oleh pria yang masih terdiam menatap tajam kearahnya itu, tapi apa lah daya, batin seorang ibu yang mulai tertanam dihatinyalah yang tak ingin membiarkan anaknya tak bahagia kelak,
“  baiklah, untuk mencegah kalian mengingkari janji, aku akan membuat surat perjajian”
“  lakukan sesukamu “ ujar Tn. Cho taejoon dan kemudian berlalu meninggalkan gadis itu dan putranya di ruang tamu besar kediaman Tn. Cho tae joon dan keluarganya
Gadis dan pria itu saling menatap tajam satu sama lain, berdiri di tengah ruang tamu dengan tegak dengan tangan yang kompak terkepal rapat,  seolah sedang adu pelotot tak ada dari mereka yang berkedip sedikitpun tatapannya penuh dengan kemarahan dan emosi yang tertahan
Ya mereka telah melakukan kesalahan hingga membuahkan hasil yang tak dinginkan, mereka tak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya, tapi bagaimana hal itu sampai terjadi hingga membuat nya sampai hamil
Flashback on
“  ish dosen sialan jika kau tak mau membimbing skripsiku seharusnya bilang saja ! kau tak perlu bertidak senaknya padaku ! brengsek! “ ujar eungi sambil menunjuk gelas minuman miliknya yang tergeletak  di meja sebuah bar yang  yang cukup terkenal, paradise club,  ia duduk di meja bartender berjejeran denagn orang-orang yang mungkin sedang menghilangkan stress atau penat sepertinya
Sedari tadi bibir ranumnya mengupat, ia meracau tak jelas, jelas terlihat kalau saat ini gadis itu mabuk berat, badannya sempoyongan kekiri dan kekanan, mulutnnya tak berhenti berkomat-kamit sambil sesekali meminum minuman beralkoholnya,
Ketika ia akan kembali menggak kembali minumannya seoarng pria datang dengan tampilan tak kalah mabuknya dari gadis itu,
Gadis itu  menoleh, ia mengerenyit pandangannya mengabur, pria disampingnya yang sedang ia pandangi berwajah lima, lebih tepatnya pandangannya yang sudah tak jelas lah yang membuat wajah pria itu memiliki lima bayangan, ia menggeleng untuk membuat pandangannya agak jelas, setelah pandangannya sudah sedikit normal, ia mendesis kesal
“  tsk, Dosen brengsek untuk apa  kau datang kesini ! “
Pria itu menoleh kearah gadis itu walau sedikit tak yakin jika gadis disebelahya berbicara denagnnya, pasalnya dalam ingatnya ia tak pernah mengenal gadis itu sama sekali bahkan jika tak salah ingat ini adalah kali pertama ia melihat gadis itu
Ia mengerenyit bingung sambil memerhatikan wajah gadis disebahnya, siapa tahu ia memang mengenalnya tapi ia lupa mengingat berpuluh-puluh wanita yang mengelilinginya
“  kau mengenalku nona “ ujar pria tersebut dengan setengah kesadarannya
“  cih, sekarang kau pura-pura bodoh ,hah! Yak~ park jung so-ssi, kenapa kau selau menolak judul yang ku ajukan padamu !  seharusnya jika kau tak suka denagnku bilang saja, aku bisa mencari pembimbing lain, masih banyak dosen yang lebih kompeten dibanding dirimu, ish brengsek kau! Kenapa kau tidak mati saja !“ racau eungi dan tak sungkan menunjuk-nujuk wajah pria di hadapannya denagn kurang ajarnya
Sementara pria tadi malah semakin tak mengerti, ia tak tahu apa yang sedang di ocehi wainta itu karena kesadarannya pun sudah sangat menipis, tapi ia yakin pasti ia hanya menjadi korban salah sasaran saja, yang sangat tak bruntung karena tanpa salah dan dosa ia dapat semburan gratis dari wanita yang sudah pasti sedang frustasi itu, jika tak salah dengar gadis itu menyebut-nyebut nya dosen brengsek, ya mungkin ia memang sedang frustasi karena dosennya,
Pria itu tak perduli, ia kembali  menyecap minumannya lagi dan mengabaikan racauan gadis itu
“ yak! Brengsek kenapa kau  mengabaiakanku terus, aku tahu kau dosen ku tapi kau juga seharusnya mengahargai akau sebagai mahasiswi yang sedang membutuhkan bimbinganmu,” racaunya lagi
melihat tak ada respon dari pria yang dianggap dosennya itu, gadis itu semakin kesal, “ YAKKKK” ia mearik tangan pria itu denagn kasar
mau tak mau pria itu menoleh juga, ia merasa terganggu
“ WAE!!!!!!!!!!” bentaknya kesal
Melihat itu eungi melepas pegangannya pada lengan pria tersebut, setelah diteriaki ia sedikit sadar jika pria tersebut bukan dosennya,nyalinya menciut, tapi karena sedang mabuk berat ia tak perduli itu, ia malah melengos dan memfokuskan dirnya lagi pada minuman yang sempat ia abaikan tadi seolah tak terjadi apa-apa, walau sebenarnya ia sanagta takut sekarang
“ brengsek” tedengar umpatan pria itu
Dan tak berapa lama
PLUK, kepala pria itu jatuh di pundak gadis disebelahnya,
Gadis itu sedikit terkejut karena gerakan tiba-tiba itu membuatnya terjingkut kesal, denag tanpa belas kasih ia meletakan kepala pria itu di meja  denagn kasar
“ aww” ringis pria itu
Ia mentap tajam kearah wanita yang sedang menatapnya tanpa dosa itu
“ aku tak bisa disentuh dengan sembarang orang “
Ia pun kembali menuangkan minuman kegelas berukuran kecil itu dengan santainya dan menyecapinya denagn perlahan .
Karena pengaruh alcohol pria itu tak memperdulikan ucapan gadis itu, ia  menarik tangan wanita itu yang sedang menyecapi minumannya denagn kasar hingga gadis itu berdiri terhuyung di sampingnya, ia memeluk gadis itu dengan erat disandarkan kepalanya pada pundak wanita itu, dan tak berapa lama kesadarannnya sudah benar-benar menghilang, ia tertidur atau mungkin pingsan di pundak gadis itu
Gadis itu terkejut, ia menyadari jika pria itu sudah tak sadarkan diri, ia berusaha melepaskan pelukannya tapi tak bisa, pelukannya begitu erat hingga ia sedikit sesak napas
“ brengsek ! kau berat lepaskan aku, aku sesak napas!”
Tapi pria itu tak mersepon walau begitu dekapannya masih sanagt begitu erat
Gadis itu berdecak kesal dan pasrah saja,
….
Pakaian berserakan di lantai sebuah kamar yang lumayan besar, sepatu wanita tergletak terpisah dari pasangannya yang satu berada di bawah kolong meja, dan satunya lagi di atas sofa berukuran sedang,
Sementara Diranjang king size berspraykan warna putih, terdapat seorang pria dan wanita yang sedang bergumal dengan intimnya, suara desahan kenikmatan bersaut-sautan menggema di dalam kamar hotel ini, si pria terus menciumi bibir si wanita dengan penuh gairah, dan si wanitapun membalas pagutan penuh hasrat itu, kemudian siwanita melenguh mana kala tangan si pria menangkup satu payudaranya dan di pijat-pijat dengan gerakan pelan sesekali jarinya dimainkan pada punting si wanita yang sudah sangat memerah dan mengeras mengingat sudah berkali-kali si pria mengulum atau menggigit punting itu
“ eghhh “
Si pria menggerakan tubuhnya maju mundur dengan gerakan cepat hingga menimbulkan sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa pada gadis itu, wanita itu begitu terbuai dengan perlakuan yang si pria itu lakukan  ia juga ikut menggerakan pinggulnya berlawanan entah bagaimana ia bisa melakukan hal ia hanya mengikuti instingnya saja, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya
“ nona, kau sangat nikmat “ ujar si pria, sambil pinggulnya masih ia gerakan dengan tempo teratur, setelah itu ia kembali mencium bibir wanita itu, ia sangat menyukai rasa dari bibir wanita yang sedang ada dalam kungkungannya itu, rasanya begitu manis hingga sudah tak terhitung berapa kali ia melumat bibir manis itu, hingga bibir itu memerah dan sedikit membengkak , ia memasukan lidahnya di mulut sang wanita tanpa menunggu lama si wanita juga ikut membalasnya memasukan lidahnya dan terjadilah perang lidah di dalam mulut mereka
Semakin lama gerakan sipria semakin kuat hingga membuat vagina wanita itu bekedut kencang , menandakan ia akan orgasme untuk kedua kalinya, si pria menyadari jika si wanita sudah tak tahan lagi ia kembali menyetakan miliknya kedalam dinding rahim wanita itu agar mereka bisa megeluarkan bersama-sama, karane sebentar lagi ia juga akan orgasme, tak berapa lama terdengar terikan mereka bersama
“ ahhh”
….
Langit sudah cerah matahari sudah menunjukan eksistesinya di langit biru diatas sana,
sepasang wanita dan pria denagn keadaan tubuh polos tanpa busana masih asyik menyelami dunia mimpi, bergelung dalam selimut tebal yang hangat, lebih hangat karena saat ini mereka tidur denagn posisi berpelukan satu sama lain, seoalah tak ingin terpisahkan
Sang pria menggeliat dalam tidurnya karena ia terganggu dengan cahya yang menembus masuk melalu kaca besar kamar itu hingga menyialukannya, ia merasa ada yang aneh, ia merasa guling dalam pelukannya berbeda dari gulin-guling biasanya, sangat lembut, hangat, dan berambut, tunggu dulu, sejak kapan bantal guling memiliki rambut,  ia meng grayangi ‘kepala gulingnya’ , seolah menyadari sesuatu ia membuka matanya denagn cepat, kemudian matanya melotot, melebar, menajam, menukik bijimatanya seolah akan keluar menyadari yang dalam pelukannya bukanlah gulling berambut seperti yang ia kira tadi, melainkan tubuh seorang gadis yang wajahnya tepat dihadapnnya sedang tepejam rapat masih berada dalam alam bawah sadarnya ,
Dan dalam kesadarannya yang belum terkumpul penuh ia sedikit mengrayangi bahu wanita itu dan seketika ia menyadari jika gadis itu saat ini tidak berbusana dengan reflek ia melepaskan pelukannya itu denagn kasar, dan melihat tubuhnya sendiri di balik selimut yang ternyata sama tak bebrbusananya juga seperti gadis itu, ia tak bodoh untuk bertanya-tanya pada dirinya apa yang sebenarnya terjadi, ia tahu apa yang pasti sudah ia lakukan denagn keadan tubuh polos tanpa busana seperti ini , kemudian ia mengingat kejadian semalam pergumalannya antara dia dan gadis di sampingnya itu, walau mabuk sesungguhnya ia masih sangat sadar apa ia lakukan semalam ia ingat semuanya, mengingat bagaimana ia menembus selaput darah wanita itu, iya, pria itu ingat betul jika ia telah meniduri wanita yang masih perawan, ia sedikit merasa bersalah ia yang mengambil kesempatan semalam karena si wanita itu sangat mabuk, sejujurnya ia bisa saja menahan diri seperti pada gadis-gadis lainnya, tapi entah kenapa melihat wajah gadis itu ia menjadi goyah keinginan untuk meniduri gadis itu sanagt besar, libidonya tiba-tiba meningkat drastis,  walau julukannya adalah ‘pria malam’ yang selalu bertengger manis di club-club malam tapi jujur saja ini baru kali pertam ia lakakan, rasanya sangat luar biasa dan sekarang ia benar-benar terkejut….sangat
“ eungggg” lenguhan khas seorang bangun dari tidurnya terdengar
Kyuhyun pun dengan reflek menoleh kerah gadis itu,
Gadis itu mengerjap , mengumpulkan kesadarannya, merasa di pandangi seseorang dari sampingnya, gadis itu menoleh dan
“Aaaaaaaaaaaaa “
….
Mereka berdua duduk denagn canggung di sofa kamar denagn jarak yang agak jauh, lengkap denagn pakaian yang beberapa menit lalu masih berserakan dilantai
“ siapa kau? Apa yang sudah kita lakukan  ? “  ucap waniat itu dengan tatapan nanar memandang kosong kearah ranjang yang menjadi saksi pergumalannya semalam
Pria itu menoleh menatap gadis itu dari samping
“ kau sudah cukup dewasa untuk tahu apa yang kita lakukan “ ujarnya datar
Eugi menoleh dengan wajah kesal, mentap tajam manic mata pria itu, yang saat ini sedang menatapnya datar ,ia tak suka mendengar kata-kata pria itu apa lagi dengan nada bicara yang terdengar menjengkelkan
“ cih, bicaramu “ desisinya menatap tajam mata pria itu
“ lalu bagaimana ini, bagaimana jika aku hamil ! kau haru bertanggung jawab brengsek !”
“ itu tak akan terjadi, bukankah ini hanya sekali “
“ enak sekali kau bicara!, bagaimana jika aku benar-benar hamil “  lalu gadis itu terdiam pkkirannya menerawang, ia sangat takut jika hal yang tak diinginkan samapai terjadi, matanya berkaca-kaca ia ingin sekali menangis, tapi menangis di depan orang bukanlah gayannya ia ingin terlihat mnenjadi gadis kuat di mata semua orang
Pria itu juga terdiam, ia juga takut jika samapi gadi disebelahnya itu benar-benar akan hamil, ia belum siap jika harus menikah apa lagi denagn wanita yang tak disukainya, ini kali pertama ia melakukan hal itu, masa iya, ia harus bertanggung jawab
“ jika sampai itu terjadi, maka gugurkan saja, kenapa kau haru pusing “
Gadi itu menggeram ditatapnya tajam pria disebelahnya itu tanpa aba-aba ia melemparkan bantal kewajah pria disebelahnya bertubi-tubi tanpa  henti, ia menyerang pria itu atas kelancangan bicaranya, ia memukul seluruh bagian tubuh pria itu denagn kekuatan penuh hingga membuat tangan, wajah , hinggaleher pria itu memerahakibat serangan yang bertubi-tubi,
Ia tak bisa menghindar dari pukulan tanpa henti itu, ia juga tak  mungkin melawan wanita
“ yak! Sakit “ triak pria itu dalam pukulan gadis itu yang masih terus menyerangnya dengan pukulan bantal yang mendarat ketubuhnya bekali-kali
“ rasakan! Rasakan! “ ujarnya masih terus memukuli pria itu denagn bantalan sofa
….
“ jadi nama pria brengsek itu cho kyuhyun “ ujar gadis itu yang saat ini sedang berada di halte bus, setelah serangannya tadi akhirnya ia meminta kartu nama pria itu karane tak punya kartu nama maka KTP pria itu lah yang sedang ada di tangan gadis itu. ia berjaga-jaga jika hal yang sangat tak diinginkan terjadi, kemungkinan besar pria itu kabur mengingat sikapnya yang seenaknya tadi  ,
Di tempat lain lebih tepatnya di dalam mobil ferarri hitam seorang memelah jalanan seoul dengan kecepatan di atas rata-rata, ia menatap tajam pada jalanan sambhil menerawang kejadian beberapa jam lalu ketika ia mendapat serangan dari seorang gadis yang telah ia tiduri
“ Sialan !”  ujarnya kesal sambil memukul setirnya
.
.
.
@Two mounts  leter
“ eungi-ya wajah mu pucat sekali “ ujar seorang gadis pada eungi yang saat ini sedang merebahkan kepalanya di meja kantin kampus “ kau juga terlihat lesu, ada apa?” sambung gadis itu lagi
“ aku juga tak tahu, sudah seminggu aku selalu muntah-muntah di pagi hari, tadi aku tidak sempat sarapan, aku benar-benar lemas sekarang “ ujar eungi masih denagn posisi merebahkan kepalanya di meja
Minchan – nama gadis itu – mengerenyit bingung
“ kau seperti orang hamil saja, sering muntah dan tak napsu makan “
Mendengar ucapan sahabatnya reflek eungi mengangkat kepalanya ia seolah menyadari sesuatu, dimulai dari kejadian dua bulan lalu saat ia bangun dari tidurnya dan menemukan dirinya  bersama seorang pria yang tak dikenal, kemdian muntah-muntah setiap hari ditambah napsu makannya bertamabah, mood yang naik turun, dan kadang-kadang juga mual mencium parfum orang-orang disekitarnya, dan kemudian ia ingat jika sudah dua bulan ini juga tamu bulanannya tak datang sebelumnya ia tak berfikiran kearah itu, ia berfiikir bahwa itu hanya masuk angin biasa, ia tak pernah memeriksakan dirinya karena setelahnya ia merasa baik-baik saja,
Eungi tertegun, apakah benar dirinya hamil, kemudian dengan tergesa-gesa eungi mengambil dompetnya dan mencari-cari KTP dari pria yang memang seharusnya bertanggung jawab jika benar dirinya hamil,
Ia menemukan ktp itu di selipan dopetnya bersama dengan satu atm miliknya,
Ia menatap tajam KTP itu, tidak, lebih tepatnya foto yang ada di KTP itu,
Kemudian tanpa pamit pada temannya ia langsung melesat pergi dengan setengah berlari , dan itu membuat temannya tambah kebingungan, minchan menatap bahu eungi yang sudah lumayan jauh dari pandangannya ia kebingungan atas sikap sahabatbya itu
“ kenapa dia ” gumamnya
….
“  selamat nona anda hamil, usia kandungannya menginjak  6 minggu “
Ujar seorang dokter wanita berusia 30tahunan, dengan senyum ramah
Eungi langsung melesat kerumah sakit tadi saat mulai mencurigai sesuatu di fikirannya tadi , ia ingin membuktikan jika ia hamil atau tidak, sesunggunya ia benar-benar tak mengharapkan jika ia sampai hamil, dalam perjalannan kerumah sakitpun ia selalu berdoa agar ia tak hamil tapi apalah daya , ia tak berkuasa untuk  menentukan ini, tuhan berkehendak lain
Ia terdiam, sungguh eungi bingung apa yang harus ia lakukan denagn keadaannya yang seperti ini, apa ia harus menemui cho kyuhyun seorang yang memang seharusnyaia temui jika sampai hal ini terjadi,
“ nona  “ panggil sang dokter karena sedari tadi eungi tak kunjung merespom ucapannya
Eungi terdiam ia mendongak menatap dokter yang saat ini menatapnya dengan heran,
biasanya saat menghadapi pasien yang dinyatakan hamil maka orang itu pasti akan sangat gembira terlihat dari senyumannya yang mengembang, tapi gadis didepannya malah seperti tidak suka atas berita kehamilannya itu, dan itu membuatnya sedikit bingung
Tentu saja mereka pasti akan sangat gembira karena memang hamil dalam keadaan yang semestinya, tapi eungi lain, Ia hamil dalam keadaan yang tak semestinya, apa kau paham ?
“ ya ,terimaksaih dokter, kalau begitu aku permisi “ ujarnya dengan lesu
Sang dokter hanya mengangguk pelan, eungi sedikit membungkuk sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan dokter itu
..
Eungi berjalan pelan menyusuri trotoar yang banyak berjejer toko-toko, atau café-café kecil, ia sangat bingung harus kemana ia, pulang atau menemui cho kyuhyun itu, ia tak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui keadaanya ini, sungguh ia tak ingin bertemu denngan pria itu lagi, apa mungkin ia biarkan saja, tidak usah memberi tahu pria itu, ia yakin sekali jika cho kyuhyun itu juga tidak akan mau bertanggung jawab atas semua ini,
Tapi kemudian ia menggeleng, tidak, ia tak bisa membiarkan orang itu berkeliaran bebas, ia juga tak mungkin membiarkan anak dalam kandungannya nantinya tak memiliki ayah, dan ia juga tak mau sampai jadi bahan gunjingam orang karena hamil tanpa suami, atau bagiamana jika ia mengguggurkannya saja seperti saran kyuhyun waktu itu , ia menggeleng lagi sambil memeluk perutnya sendri dengan erat ,tidak, itu tidak benar, jika ia sampai memngugurkan darah dagingnya sendiri maka ia sudah tak pantas disebut sebagai manusia , jujur saja walau tak dinginkan tapi nyatanya eungi malah menyayangi bayi yang ada diprutnya itu, ia merasakan rasa bahagia di tengah kebingunannya
Tanpa disadari kakinya melangkah menuju komplek perumahan di daerah cheongdamdong,
Ia melihat alamat yang ada di KTP itu dicocokan dengan nomor rumah yang saat ini ia pandangi, eungi terkejut, mulutnya menganga klebar, ia sungguh tak menyangkka jika pria yang menghamilinya adalah orang yang kaya raya, terbukti dengan rumahnya yang di tutup rapat dengan pagar besi tinggi besar, gerbangnya saja sangat besar apalagi didalamnya pikir eungi, ia ingin memencet bel rumah itu tapi entah kenapa ia mengurungkan itu, ia kembali berfikir, orang kaya seperti mereka akankah bisa menerimanya dengan suka rela, bisa-bisa ia malah akan jadi korban penyiksaan seperti di drama-drama yang sering ia tonton, eungi bergidik ngeri, diturunkan tangannya yang sedari tadi menggantung di udara hendak memencet bel
Sudah lah ia tak igin berurusan dengan orang kaya, biarlah ini semua ia yang menanggungnya, toh ini juga kesalahannya, daripada terjadi hal yang tak diinginkan seperti dipaksa menggugurkan kandungan misalnya, bukankah biasanya orang kaya memang suka bertindak seenaknya saja tanpa memikirkajn orang kecil sepertinya, eungi menyerah ia memutuskan untuk pergi saja dan menanggung semuanya sendiri, membesarkan anak seorang diri terdengar keren pikir eungi, ia pun berbalik hendak  melangkah pergi tapi sebuah mobil ferari hitam mengkilap berhenti didepannya, dan keluar lah seorang dari kursi kemudi mobil itu
Eungi terkejut karena yang baru saja keluar dari mobil super keren itu adalah orang sedari tadi berseliweran dalam pikirannya yang membuat otaknya sekarang menjadi kusut
“ kau –” kyuhyun pun tak kalah terkejutnya karena mendapati wanita yang tak bisa ia lupakan dalam pikirannya, tentu saja bukan karena tertarik atau semacamnya hanya saja ia selalu merasa bersalah , gadis itu sekarang berdiri tepat di hadapannya di depan pintu gerbang rumahnya, tapi kenapa ?
“ iya ini aku “ dengan berani eungi menatap manic mata kyuhyun, sejujurnya saat ini ia sangat merasa dirinya terlalu kecil jika harus berdampingan dengan pria sekaya dihadapannya ini, eungi hanya seorang mahasisiwa yang sedang menyusun skripsinya, dan bekerja paruh waktu di sebuah café di daerah myongdong dengan gajih yang tak seberapa, bermimpi menjalin kasih dengan pria kaya saja tidak, tapi apa ini, sekarang ini bahkan ia sedang mengandung anak dari orang kaya raya, eungi kembali bimbang baru beberapa menit yang lalu ia memutuskan untuk menanggung semuanya, tapi melihat pria dihadapannya jusrtu ia ingin sekali meminta pertanggung jawaban, bukankah memang sudah seharusnya begitu?
Eungi kembali membuat keputusan, orangnya saja sudah ada di hadapannya, lalu mau tunggu apa lagi, eungi tak mau menanggung semuanya sendirian biar baggaimana pun orang ini lah yang memnuat semaunya terjadi, bukankah sudah sepatutnya ia bertanggung jawab
“ kyuhyun-ssi, aku tahu ini tak akan kau harapkan, begitupun dengan aku “
Kyuhyun menegang, Seolah tahu apa yang akan eungi ucpakan, matanya menatap eungi meneliti kalau-kalau eungi sedang berbohong padanya
“ aku hamil “
Flashback end
Eungi terdiam diapatrmen sederhananya, ia memikirkan lagi keputusannya, apakah itu sudah benar, akan seperti apa nasipnya nanti jika tiba waktunya bayinya lahir, akan seperti apa kehidupannya kelak, eungi sangat merasa kesal pada ayah kyuhyun yang sangat tak memiliki hati ia masih terima jika memang harus menikah sampai ia melahirkan saja asalkan anaknya dapat pengakuan, tapi apa ini? Mengapa pernikahannya harus dirahasiakan itu sama saja eungi seperti hamil tanpa suami karena tak ada yang tahu mengenai statusnya, tak ada yang berubah dengan statusnya, ia  membaringkan tubuhnya disofa kecil miliknya, eungi menarik nafas dan di hembuskannya secara perlahan, sudahlah toh keputusan sudah di buat, surat perjanjian yang ia buat sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak, tanggal pernikahannya pun sudah ditetapkan yang jatuh pada hari minggu, yang berarti dua hari lagi,
Drett drettt drettt
Ponsel eungi bergetar tanda ada panggilan masuk, eungi melihat nama sang pemanggil sebum akhirnya ia mengangkat telpon tersebut
“ ada apa minchan-ah “
“ ( kau benar akan menikah lusa! ) “
Eungi mengangguk tak semangat, sebelumnya ia sudah member tahu minchan mengenai pernikahannya melalu pesan singkat pada minchan, sahabatnya
“ kemari lah, akan kuceritakan semuanya “
Eungi memang selalu terbuka pada saghabat dekatnya itu, apapun yang terjadi pada kehidupan eungi pasti minchan-lah orang pertama yang akan tahu, karena memang hanya dialah satu satunya sahabat yang eungi percaya, kedua orang tuanya sudah tak ada lagi, mereka kecelakaan mobil 3 tahun lalu, ia hidup sendiri di kota ini, saudaranya ada di busan semua, jadilah minchan satu-satunya tempat eungi berbagi keluh dan kesa, bruntungnya minchan adalah sahabat yang sangat baik, mau mendegar semua keluh kesahnya, memberikan saran semampunya, meminjamkan uang jika eungi sedang tak memiliki uang .
….
“ jadi sekarang kau benar-benar sedang hamil “ ujar minchan tak percaya
Eungi mengagguk pelan “ dan pernikahanmu, dilakukan secara rahasia “
Eungi kembali mengangguk
Minchan menganga tak percaya, ia tahu betul jika eungi tak mungkin berbuat hal seperti itu, bahkan dengan kekasihnya saja eungi tak mau bermesraan yang terlalu berlebihan, eungi selalu menjunjung tinggi kehormatannya sebagai wanita
“ tapi bagaimana bisa– “
“ kau ingat saat Ri ta mentraktir  kita di club dua bulan lalu ? kau bilang saat itu aku tiba tiba menghilang “
Minchan mengagguk  “ kau tahukan saat itu aku sedang kesal pada dosen pembimbingku, saat kau ke toilet seorang datang duduk di sebelahku, aku ingat saat itu aku memaki-makinya karena kupikir dia dosenku, dia kesal padaku tapi kemudian pria itu memelukku, setelah itu aku lupa apa yang terjadi hingga akku berakhir di sebuah kamar hotel dengan pria itu, aku tak menolak, aku juga tidak tahu kenapa mungkin karena saat itu aku benar-benar hilang akal, aku tahu itu salah tapi tubuhku menerima perlakuannya, ini juga salahku aku tak berusaha menolak pria itu aku justru menikmatinya, aku benar-benar bodoh kan ? “ ujar eungi, wajahnya sendu, andai saja saat itu ia mmenolak kyuhyun, pasti semua ini tak akan terjadi, sungguh ia tak sepenuhnya menyalahkan kyuhyun, karena ia sadar jika saat itu pun ia merespon kyuhyun dengan baik
“ Eungi-ya “ ujar minchan sembari memluk sahabtnya seolah ingin memberikan kekuatan pada eungi setelah apa yang baru saja ia dengar tadi,minchan tidak menyangka jika sahabtnya akan mengalami hal seperti ini
“ pernikahanku akan di rahasiakan, itu sama saja aku hamil tanpa suami bukan? Karena tak aka nada yang tahu siapa suamiku” ujar eungi dalam pelukan minchan wajahya masih sanagt mendung, mengingat nasipnya yang sungguh malang
“ tidak, jika ada yang bertanya dimana suamimu kau bilang saja dia sedang bekerja diluar negeri, kau tenang saja, aku akan membantumu nanti,  kau harus kuat eungi-ya, sesakit apapun nanti, kau harus bertahan demi bayimu, ne “
Eungi tersenyum, ia mengangguk dengan senyum yang mengembang
“ gomawo chinggu-ya “ ujar eungi dan kembali mereka berpelukan dengan erat jika ditambah dua orang lagi maka sudah cocok jika disebut teletubis
“ lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini “ ujar minchan setelah melepas pelukannya tadi
“ aku hanya akan mengemas baju-bajuku saja, kaja bantu aku “
Mereka pun masuk kedalam kamar eungi, mengemas baju eungi untuk di bawanya kerumah kyuhyun nanti ,
.
.
.
Di sebuah tempat karaoke terlihat tiga pemuda tampan tengah asyik bernyayi dengan asalnnya suaranya benar-benar tak enak untuk di nikmati, berjoget kesana kemari, salah satu dari mereka juga bahkan sampai loncat-loncat di atas sofa, sementara salah seorang pria lagi malah terlihat murung, ia tak memperdulikan teman-temannya yang sudah gila-gilaan,
“ kyu, kenpa tak bernyanyi dengan kami “ ujar salah seorang yang tadi berjoget sampai melompat-lpompat di sofa  itu, ia ikut mendudukan diri disamping pria itu yang ternyata adalah kyuhyun
“  aku sedang malas, kalian saja “
“   menikah tak seburuk itu kyu, pernikahanmu juga kan dirahasiakan, tak akan merubah apapun kau akan tetap menjadi lajang diluaran rumah , lagi pula hanya sampai gadis itu melahirkan kan, itu berarti hanya sampai beberapabulan saja, kemudian kau bisa bebas lagi “ ujar hyuk jae –nama pria itu– santai
“ enak sekali mulutmu berbicara! Sudahlah kau tak kan mengerti perasaanku “ ujarnya sambil meletakan kasargelas yang sedari tadi ia genggam di tas meja, sontak itu membuat kedua temannya yang masih asyik bernyayi menoleh kearah kyuhyun yang sudah menghilang di  balik pintu
“ kenapa dia “
Eunhyuk mengedikan bahunya “ tadi aku hanya bilang padanya untuk bersantai saja dengan pernikahannya, toh itu juga hanya sampai gadis itu melahirkan , Setelahnya gadis itu akan pergi bersama anaknya, dan semua selesai, apa yang di pusingkan “
“ dasar bodoh “ donghae memukul kepala donghae dengan tanpa belas kasih
Hyuk jae meringis “ ish sakit, kenapa kau memukul ku hyung! “
“ kau in bodoh atau apa, bukannya menenangkan hatinya malah berbicara sembarangan seperti itu, biar bagaimanapun kyuhyun akan menjadi seorang ayah ia juga pasti akan memikirkan nasip anaknya, dia  tak mungkin setega itu pada darah dagingnya sendiri, bodoh “
“ ish! mana aku tahu soal itu “
.
.
.
@two days letter
Seperti perjanjian yang telah mereka sepakati Setelah resmi menjadi suami istri , eungi akan tinggal di rumah keluarga cho,
Eungi dan yuhyun memasuki rumah besar kleuarga cho, ia masih mengenakan gaun pengantin yang tak terlalu rumit, dan menenteng koper berukuran sedang berisi baju-baju, begitupun dengan kyuhyun yang masih mengenakan tuxedo warna putih senanda dengan gaun milik eungi, melihat eungi kesusahan membawa koper kyuhyun seolah tak perduli dan malah berjalan lebih cepat menuju pintu utama rumah besar itu, sementara eungi yang melihat itu hanya berdecak pelan,
pernikahan baru saja berlangsung beberapa jam yang lalu dengan sederhana dan juga rahasia hanya di hadiri oleh keluarga inti kyuhyun, kempat teman kyuhyun dan satu teman eungi yaitu minchan, disana tidak ada keluarga eungi satupun, ia sengaja tak member tahu keluarganya ia tak ingin nanti nenek dan keluarganya khawatir, eungi takut jika nant penyakit jantung neneknya kambuh , biarlah toh pernikahan ini hanya sampai kurang-lebih tujuh bulan saja, mengingat kandungannya yang sudah menginjak minggu ke enam, dan setelah itu semuanya selesai, untuk rencana setelah tujuh bulan berlalu dan si jabang bayi sudah lahir di dunia fana ini, eungi belum mikirnya, biarkan mengalir seperti air, ia yakin tuhan pasti akan menunjukan yang terbaik untuknya dan anaknya nanti
….
“ kamarmu disana, disebelah kamar nenek “ ujar kyuhyun datar sambil setelah eungi masuk dengan bersusah paya menyeret koper yang lumayan berat, sembari menunjuk pintu kamar yang terlihihat dari ruang tamu ini
Eungi mengerenyit bingung, bukankah seharusnya mereka tidur satu kamar walau pernikahan ini hanya sementara, setidaknya itu yang ia ketahui dari dunia perfanfictionan
Kyuhyun menyadari ekspresi bingung eungi, ia menyunggingkan smirk andalannya
“ kau tidak berfikir kita akan tidur dalam satu kamar kan “ ujar kyuhyun sinis
“ anni ! “ elaknya
Dan ia pergi begitu saja dari hadapn kyuhyun menuju kamar yang ditunjuk kyuhyun tadi, tapi kemudian ia bingung disini ada dua pintu, yang mana kamarnya? Kyuhyun bilang tadi kamarnya bersebelahan dengan neneknya, berarti salah satu dari pintu ini adalah kamar nenek kyuhyun, ia tak mau samapai salah masuk kamar, bisa-bisa baru beberapa jam dirumah ini, ia sudah tak bernyawa mengingat keluarga in sangat tak menyukainya , eungi bergidik ngeri, benar ia tak boleh sampai salah masuk, bodohnya tadi ia tak bertnya disebelahmana kamarnya, ia malah sok-sokan tak perduli tadi,
Eungi masih berdiri ditengah-tengah kedua pintu tersebut, kemudian ia melihat ada pot bunga kecil di dekat meja di depannya, eungi menghampiri meja itu, di ambilnya pot bunga kecil itu ada beberapa tangakai bunga indah di pot itu
“ kanan, kiri,kanan,kiri,kanan,kiri,kanan kiri… kiri–  “ eungi menghitung tangakai bunga itu untuk memilih pintu kamar mana yang harus ia masuki kiri atau kanan, dan ternyata jatuh pada pintu kiri, sebnarnya eungi inging menghitungnya dengan cara melepasa kelopak bunga tapi ia sadar disini adalah kandang singa, ia tak mau diterkam hanya karena merontokan kelopak bunga ini saja
Dengan mantap eungi berbalik dan melangkah menuju pintu disebelah kiri, meurut perhitungannya ini adalah kamarnya , dan eungi berharap semoga perhitungannya benar
Cekrekkk
Eungi masuk dengan pelan, takut-takut jika ternyata ia salah, tapi sepertinya tidak karena di kamar ini tak ada orang, mungkin ini memang kamar miliknya piker eungi, setelah yakin jika ini kamarnya eungi membaringkan tubuhnya dikasur empuk itu, sangat terasa nyaman berbeda sekali dengan ranjang yang ada dikamar apartemen kecilnya itu,
eungi meraba-raba ranjangnya yang empuk itu tapi tiba-tiba gerakannya berhennti tatkala indra pendengarannya mendengar suara pintu terbuka, eungi reflek duduk dan melihat kearah pintu dengan wa-was, ia akut jika ternyata ia memang salah kamar
benar  saja, sepertinya ia memang salah kamar karena seorang wanita tua berdiri di depan pintu dengan tatapan mematikan, wajah eungi memucat ia bingung harus bicara apa,
“ apa yang kau lakukan di kamarku ! “
Eungi mendunduk dan dengan cepat berdiri dari duduknya sambil menyeret koper yang ia letakan dismping ranjang tadi dengan terburu-buru dan menghampiri nenek yang masih berdiri di depan pintu dengan marah
“ maafkan kau nenek, aku pikir ini kamarku “ ujar eungi takut-takut dengan kepala meunduk
“ kamarmu disebelah ! keluar dari kamar ku segera ! “
Eungi mentap heran suaminya itu, kenapa kyuhyun bilang kamarnya memangnya ia tak satu kamar dengan kyyuhyun, seolah tahu arti dari tatapan eungi kyuhyun kembali berbicara
Sesampainya di kamar eungi menarik nafas panjang dan di hebuskannya pelan, eungi bernafas lega karena tadi hanya di marahi saja tak seperti apa yang ada didalam bayangannya, ia piker ia akan di telan hidup-hidup tadi
Tapi kemudian ia mendesah pelan, ia membaringkan tubunya pada ranjang yang tak kalah empuk dari ranjang kamar nenek tadi, menlihat nenek tadi ia menjadi ingat pada neneknya dibusan, ia merasa bersalah karena menyembunyikan keadaannya ini
“ nenek, maafkan aku “ gumam eungi
Dan tak berapa lama eungi terlelap dengan masih menggunakan gaun pengantin sederhananya itu
.
.
.
Eungi menggeliat dari tidurnya, ia tidur nyenyak semalam mungkin karena kelelahan atau mungkin karena ranjangnya yang kelewat epuk dan nyaman untuk ditiduri, eungi melihat jam dinakas samping tempat tidur menunjukan pukul 6, masih terlalu pagi untuk ke kampus
Eungi bangun dari rannjangnya, Ia merasa keberatan dengan pakaian yang ia kenakan, dilihat tubuhnya yang masih melekat gaun pernikahan, ia ingat semalam ia langsung tidur tanpa mandi terlebih dahulu,
“ ish! Gaun ini merepotkan sekali “ umpatnya sambil menyeret ekor gaunnya yang tak terlalu panjang tapi sukses membuat eungi kerepotan, ia pergi menuju kamar  mandi
Setelah selesai mandi, eungi denagn pakaian kaos putih oblong dan celana selutut dengan rambut di gulung tinggi keatas berjalan menuju dapur sudah menjadi kebiasaanya setelah bangun tidur maka ia akan langsung kedapur untuk membuat sesuatu untuk memuaskan perutnya sendiri, di dapur ia melihat dua orang ajhumma sedang memasak, yang satu sedang mmengaduk aduk masakannya di wajan dan yang satunya lagi sibuk memotong sayuran
“ ahjumma kalian masak apa? “ Tanya eungi penasaran karena dicium dari baunya sanagt menggugah selera
“ oh, nona, kenapa anda berada disini “Tanya ajumma yang sedang memotong sayuran tadi
“  memangnya kenapa, aku tidak boleh berada didapur ya “
Ajumma tadi menggeleng cepat, ajhumma itu takut jika samapai majikan barunya salah paham atas maksud ucapannya tadi
“ jesunghamnida, bukan begitu maksudku nona, hnya saja tidakkah sebaiknya anda menunggu samapai masakannya matang saja nona “
Mendengar ucpan ahjumma itu membuat eungi sedikit canggung
“ ahjumma kau jangan sungkan padaku, jangan bersikap seperti aku ini purti raja, jangan meminta maaf seperti itu aku agak risih mendengarnya , dan juga panggil aku eungi saja tidak perlu memanggilku nona, itu sedikit menggelikan terdengar di telingaku “
Han ajhumma tersenyum, ia sempat melihat perdebatan antara eungi dan Tn.cho tae joon beberapa hari lalu, eungi terlihat sangat berani waktu itu melawan Tn.cho tae jonn , tapi ternyata eungi adalah gadis yang baik terbukti dengan sikapnya sekarang
“ Ne, baiklah nona “
“ eyy.. kenapa masih memanggil ku nona “ eungi pura-pura berwajah masam tapi kemudian ia tersenyum dan itu memuat bib han ikut tersenyum
“ oh ya, aku harus memanggil ajhuma apa”
“ aku bibi han, dan yang sedang memasak itu bibi jung, jika nona membutuhkan sesuatu, nona bisa panggil kami “
Eungi mengangguk paham, kemudian ia teringat sesuatu
“ oh ya bi akau ingin masak juga “
………
Semua kelauarga besar cho berkumpul di meja makan, Tn. Cho tae joon duduk paling depan, kursi utama, disebalahnya ada istrinya yang masih terlihat muda di usia lima puluhan bernama Kim Min hye, disebelahnya lagi ada nenek, dan di kursi sebrang ada kyuhyun dan tak terkecuali eungi ia duduk di sebelah kyuhyun, saat makan mereka semua diam tidak ada yang berbicara satupun, eungi juga ikut terdiam,  mungkin ini kebiasan orang kaya yang tak boleh bicra saat makan pikr eungi
Tapi dugaanya salah karena tiba-tiba nenek memanggil bibi han
“ ada apa nyonya besar “ ujar han ajhumma dengan penuh hormat
“ tumben sekali kau menuat yangnyeom tongdak senak ini, besok kau harus membuat yang senak ini lagi, mengerti “
Bibihan agak bingung harus menjawab apa
“ kenapa? “ Tanya nenek heran
“ itu nyonya besar, emm.. yang membuat yangnyeom tongdak itu, nona eungi “
Seketika membuat semua pasang mata menatap eungi dan itu membuat eungi tersenyum kikuk
“ benarkah ?” Tanya nenek pada eungi
“ ne “ ujar eungi pelan sambil mengangguk
“ ahh, kau  pintar memasak juga “ ujarnya datar
Eungi bingung dengan ucapan nenek, yang terkesan memuji tapi dengan nada datar.
merasa di pandangi dari samping eungi menoleh kearah kyuhyun yang ternya benar ia sedang dipandangi,  “ wae “ ujar eungi tanpa suara
dan tak ada jawaban dari kyuhyun ia malah kemali focus pada makananya
eungi berdecak pelan sambil kembail menyantap makanannya juga yang masih tersisa
ada apa dengan orang-orang dirumah ini hanya dengan sedkit memasak masakn mudah saja semuanya menatap eungi begitu, bagaimana jika eungi mengerahkan seluruh kemapuan memasaknya, apa mereka akan melemparkan bola mtanya pada eungi
.
.
.
Sudah sekitar seminggu eungi berada dirumah mewah ini , Dirumah sebesar ini membuat eungi merasa bosan karena biasanya kalau di rumahnya sendiri pasti ada saja yang harus ia kerjakan, seperti menyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju dan masih banyak lagi kegiatan bersih-membersihkan rumah, tapi disini ia mau menyapu, lantainya sudah mengkilap, mau mencuci piring , tak ada piring kontor, mencuci baju, baju siapa yang mau ia cuci bajunya saja masih bersih semua,
jadi beginilah sekarang eungi tidur begguling kesana-kemari untuk menghilangkan kebosanan di ranjangnya sambil menunggu waktunya kekampus karena ada keperluan sedikit dengan dosen pembimbingnya mengenai skripsi eungi yang sebentar lagi selesai pada pukul 10 dan sekarang masih pukul 7.30, itu berarti masih 2 jam 30menit lagi
Eungi menghembuskan nafas pelan
“hufttttt, bosan sekali disini “
Kemudian eungi turun dari ranjangnya, akhirnya ia memilih berkeliling rumah saja dari pada di kamar malah semakin merasa bosan,
Diruang TV, eungi melihhat kyuhyun sedang bersantai sambil menonton TV, kakinya ditopangkan ke kaki sebelahnya, badanya setengah tertidur dan di sandarkan pada sofa,
Eunghi menghampiri kyuhyun dan ikut duduk disampingnya, kyuhyun menoleh saat eungi duduk disampingnya, tapi kemudian ia focus lagi dengan TVnya yang sedang menayangkan pertandingan tinju, ia seolah tak perduli bahkan memang tak menganggap eungi itu ada .
Eungi ikut menonton pertandingan itu untuk sekian menit, tapi kemudian ia merasa bosan karena harus melihat adu tinju-tinjuan saja, ia juga merasa ngeri melihat salah satu petinju itu yang wajahnya sudah bengkak-beengak, diam tanpa kata, mereka berdua saling diam kyuhyun focus dengan tontonannya, sementara eungi mulai merem melek ngeri melihat pertandingan tinju itu,
“ kyuhyun-ssi kau ini benar-benar pengangguran ya? “ Tanya eungi memecah kebisuan diaatara mereka, eungi ingat waktu itu ayah kyuhyun menyebut-nyebut kyuhyun pengangguran, eungi bertanya sebagai wujud penasarannya
Kyuhyun menoleh, menghadap eungi yang sedang melihat kearahnya juga, kyuhyun menaikan satu alisnya, tanda ia bingung kenapa eungi tiba-tiba bertanya seperti itu
“ iya, memang kenapa? Kau ingin minta di ceraikan sekarang juga karena tahu aku pengangguran “
Eungi mencebikan bibirnya
“  kau pengangguran atau bekerjapun itu tidak  berpengaruh, kita juga sudah pasti akan bercerai nantinya, sensitive sekali sih, aku kan hanya bertanya ! “
Kyuhyun tidak perduli dengan ocehan eungi dan kembali focus pada tontonannya tadi,
Eungi yeng melihat tingkah kyuhyun membuatnya agak kesal, eungi melakukan gerakan seolah ingin memukul kyuhyun, dan kemudian pergi dari ruang tamu bukankah tadi tujuannya ingin berkeliling rumah jadi ia memutuskan untuk pergi taman belakang,
Baru sampai dipintu belakang eungi bisa melihat ada nenek yang sepertinya sedang menanam sesuatu, oh jadi di rumah ini ada kebun kecilnya juga, eungi sangat suka berkebun dirumah neneknya juga ia sering berkebun, dengan langkah gebira eungi menghampiri nenek
“ nenek, kau sedang menanam apa? “ Tanya eungi tiba-tiba
Dan membuat nenen terlonjak kaget
“ yak! Kau mengagetkan ku, kau ini sedang mencoba membuat aku jantungan ya! “
Tampang Eungi memelas, ia tak bermaksud seperti itu tadi, tapi entah kenapa apapun yang eungi lakukan pasti di tanggapi negative, tadi kyuhyun sekarang nenek,
bersabar sajalah eungi, bukankah kau sudah tahu akan seperti ini, ujar eungi dalam hati .
“ maaf aku tak bermaksud seperti itu, nenek “  eungi menunduk sedih
Semantara nenek yang melihat itu terlihat itu berdehem pelan, wajahnya masih datar tapi ada ekspresi tidak enak disana
“ sudahlah, mau apa kau disini “
Mendengar itu eungi mengangkat kepalanya dan mentap nenek,
“ aku melihat  disini ada kebun kecil ini, dan ada nenek juga jadi aku kesini, aku sangat suka berkebun nek, di busan aku sering berkebun dengan nenek ku, aku sudah pernah menanam berbagai jenis tanaman “ ujar eungi panjang lebar dengan senyum yang mengembang, jika sudah membicarakan tentang berkebun dengan neneknya maka eungi akan tersenyum dengan gembiranya
Mendengar eungi berbicara begitu bersemangat tentang kebun membuat nenek sedikit senang pasalnya bertambah  satu oarng yang menyukai tanaman juga di rumah ini karena dirumah ini hanya dirinya yang suka berkebun sesekali ibu kyuhyun juga berkebun tapi bukankah rasanya akan menyenangkan jika berkiebun dengan orang yang memang suka melakukannya, tapi karena ingin menjaga image ia bersikap seolah tidak perduli saja
“ Benarkah? ” Tanya nenek tanpa sadar bertanya dengan penuh semangat juga tapi seolah sadar atas kesemangatannya, ia berdehem pelan dan  kembali bersikap seolah tak perduli
Eungi mengagguk dengan masih menyunggingkan senyumannya,
“ iya, aku bisa buktikan dengan menebak bibit itu “ tunjuk eungi pada wadah berisi bibit tanaman dan mengambilnya, tapi kemudian ia terkejut karena eungi yakin jika ini adalah bibit tanaman …….
“ nenek sedang menanam bibit tanaman katuk ? apa ini ditanam untuk ku, nek “ Tanya eungi dengasn ekspresi bingung bercampur senang, semua orang tahu daun atuk sangat bagus untuk orang hamil
Nenek  tgerlihat salah tingkah dan mengambil bibit itu dari tangan eungi dengan kasar
“ siapa yang bilang aku menanam ini untukmu, ini untuk diriku sendiri ! “
“ memangnya nenek sedang hamil, ya” goda eungi ia senamg sekali melihat nenek bersikap salah tingkah seperti itu
“ memangnya orang hamil saja yang boleh mengkonsumsi ini ! “
“ eyy. Nenek blang saja itu memang untuku “ goda eungi lagi
Tapi kemudian nenek melepar bibit tanaman itu ke bawah dengan kasar dan menatap eungi dengan tajam, dan itu membuat eungi kaget dan merasa takut.
“ sudah kubilang tidak! Lagi pula kau berani sekali berbicara seperti itu kepadaku! Memangnya siapa kau “
Eungi terjingkut kaget, kepalanya tertunduk, ia merasa bersalah karena telah lancang berani menggoda nenek, ia merasa jika nenek ini bisa untuk diajak bicara tapi ternyata tidak seharusnya eungi sadar jika dirumah ini tak ada satupun yang menginginkannya keberadaannya
“ maafkan aku nenek, aku tak akan mengulanginya lagi “ eungi menunduk berkali-kali
Melihat bibit yang bertaburan di tanah tak beraturan eungi memungutinya di masukan lagi pada wadah bibit itu,
nenek melihat itu, ekspresi menunjukan rasa bersalah karena sudah membentak cucu menantunya, hanya saja ia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya, sebenranya dalam lubuk hati  paling dalam nenek senang sekali karena eungi sedang mengandung cicit nya, anak dari kyuhyun, karena dilihat dari sifatnya kyuhyun orang yang akan melajang sampai usia 40 tahunan, ia juga sebenarnya menyukai eungi terlebih mengetahui kalau mereka sama-sama suka berkebun dan juga eungi pandai memasak, tapi kembali lagi pada gengsinya yang sanagt tinggi nenek memilih ikut-ikutan membenci eungi seperti anak dan cucunya
“ sudahlah, biarkan disitu saja, biar bibi yang memungutinya, aku juga sudah malas berkebun ! ” ujar nenek dan kemudian pergi meninggalkan eungi sendiri di taman belakang yang masih memunguti bibit tanaman katuknya
Setelah nenek pergi eungi baru berani mengangkat kepalanya sambil masih mengambil beberapa bibit lagi di tanah
“ bilang saja jika katuk ini nantinya untuk ku, gengsi sekali, orang-orang dirumah ini benar-benar aneh “ gumam eungi
“ tapi nenek, sepertinya tak membenciku kan? “ sambungnya sambil tersenyum
Setelah selesai memunguti bibitnya eungi memutuskan untuk menanan bibit itu, sepertinya nenek belum menanam bibitnya karena lubang tanah yang sengaja dibuat masih terbuka,
Dengan telaten eungi memasuk bibit itu kelubang yang sudah di siapkan setelah itu ditutup lagi dengan tanah yang berada di samping lubang, begitu seterusnya
Sementara di jendela tertutup gorden dekat pintu, seorang dengan psisi sedikit menungging sedang mengintip kegiatan eungi dengan wajah khawatir
“ heiss, kenapa anak itu malah menanamnya, bagaimana nanti jika ia kelelahan “ ujar seorang tadi yang ternyata adalah nenek
“ bibi han kemarilah ! “ teriak nenek sambil matanya terus melihat kegiatan eungi menanam tanamannya yang belum sepat ia tanam tadi
Bibi han berlari-lari kecil mengahampiri nenek yang sedang sembunyi di balik gorden jendela sambil matanya focus menatap ke arah kebun, bibi han tak tahu apa yang sedang nenek perhatikan kenapa harus bersembunyi seperti itu
“ iya , nyonya besar “
“ suruh dia berhenti menanam, dia kan sedang hamil bagaimana nanti  kalau kelelahan, cepat suruh dia masuk dan beristirahat “ ujar nenek tanpa memandang bibi han, matanya terus focus pada eungi yang masih menanam
Bibi han ikut melongok ke jendela dan ternyata disana ada eungi yang sedang berkebun, jadi ternyata nyonya besar  sedang mengkhawatirkan cucu menatunya yang sedang hamil, berfikir seperti itu membuat bibi han tersenyum samar, tak mau berlam-lama ia pun setengah berlari menghampiri eungi
“ nona eungi, sudah jangan menanam lagi”
Eungi menoleh ke sumber suara, ia pun berdiri menghadap bibi han
“ memangnya kenapa bi, aku suka berkebun “
“ iya tapi, nyonya besar melarangnya, nyonya besar mengkwatirkanmu ia takut kau kelelahan “ ujar bibi han sambil tersennyum
eungi mengerenyit bingung dengan ucapan bibi han
“ benarkah? Memangnya nenek tahu aku sedang menanam ini, buaknkah tadi nenek meninggalkan ku sebelum aku menanam “ Tanya eungi sambil menujukan bibit yang ada di wadah itu
Bibi han tersenyum, ia tahu jika nyonya besar sebenarnya menyukai eungi hnya saja ia tak mau terlihat perduli maknya ia menyuruhhnya untuk melarang eungi melakukan pekerjaan yang melelahkan seperti menanam dan malah memilih bersembunyi di balik jendela
“ tentu saja “ ujar bibi han “ sedari tadi nyonya besar memerhatikanmu di balik jendela itu “ bibi han berbisik sambil mtanya melirik kearah jendela tempat nenek sembunyi
Eungi menoleh kearah jendela, dan ia bisa melihat gotden yang bergerak-gerak, berarti benar apa kata bibi han jika nenek sedari tadi memperhatikannya, eungi tersenyum, bukankah dugaannya benar jika nenek sepertinya tak terlalu membencinya, terbukti dengan bibit daun katuk ini walau tak mau  mengakui katuk ini untuknya tapi ia tahu ini memang untuknya memangnya siapa lagi yang sedang hamil dirumah ini selain dirinya, dan sekarang nenek yang bersembunyi di balik gorden jendela hanya untuk memperhatikannya
“ sebenranya nyonya besar menyukaimu hanya saja ia terlalu gengsi mengungkapkannya, jadi kau jangan terlalu bersedih di rumah ini, ya  “
Eungi mengangguk semangat sambil tersenyum
“ gomawo “
“ kajja kita masuk ”
Eungi meletakan bibit itu di tanah kemudian masuk kedalam rumah seperti kata nenek yang disampaikan oleh bibihan tadi, sepanjang perjalanan masuk rumah eungi tersenyum-senyum sendiri, ia sanagt senag mengetahui ternyata nenek menyukainya hanya saja dengan penyamapian yang tidak tepat, sekarang ini ia jadi sanngat merindukan neneknya sediri, neneknya itu sanagat cerewet tapi juga sangat menyayanginya, tidak beda jauh dengan nenek kyuhyun, meski terlihat sanagt dingin dan tak perduli padanya tapi toh buktinya nenek perhatian padanya juga
.
.
.
“eungi-ya pasti kau sangat senang ya tinggal dirumah mewah itu “ ujar minchan yang sedari saat ini eungi dan minchan berada di sebuah taman dekat dengan apartemen kecil milik eungi
“ kenpa kau berpikirann seperti itu “ Tanya eungi heran
“ kau terlihat sangat senang, dari tadi juga kau tersenyum-senyum terus “
“ benarkah “ ujar eungi sembari masih tersenyum manis “ sebenarnya kau sedang senang ternyata nenek kyuhyun tak membenci ku seperti anak, cucu, dan menantunya, tentu saja akusangat senag sekali – …………. “
Eungi menceritakan semua tentang nenek kyuhyun yang walau bersikap tak perduli dan seolah membenci eungi tapi ternyata perhatian padanya, bercerita tenang kyuhyun juga bahawa kyuhyun adalah pengangguran, kerjaanya hanya dirumah bersantai-santai dan berhura –hura saja
“  wah unik- unik sekali ya , tingkah orang kaya “
Eungi mengangguk mengiyakan, sambil mulutnya mengunyah makanan
“ lalu bagaimana dengan ibu mertuamu, apa ia sudah menunjukan taringnya padamu “
Eungi  menggeleng, “ tidak aku belum terlalu banyak berinteraksi dengannya, bertemunya saja hanya pada saat sarapan bersama, kau tahu rumah itu luar biasa besar maka tak heran kalau nantinya aku jarang bertemu dengan orang-oramng dirumah itu kecuali para pembatu  “
Minchan hanya mengagguk-aggukan kepala saja tanda ia mengerti
Mereka diam sjenak, menikmati makan siangnya, tapi kemudian minchan kembali membuka suara nya
“ lalu, apa kau masih akan bekerja di FF café ? , kau kan sekarang sudah jadi orang kaya tak perlu memikirkan biaya hidup untuk sementara, lagi pula kau sedang hamil kan? ”
“ lalu tunggakan kuliahku siapa yang akan membayar, tidak ada perjanjian yang menyebutkan mereka akan menanggung biaya kuliahku, aku butuh bekerja untuk menunjang hidupku dan anakku nanti, lagi pula aku bosan dirumah terus “
“ bagaiman jika mereka melarang, biar bagaimanapun kaukan sudah jadi bagian kelurga juga “
“ tidak akan ada yang melarang, perduli padaku saja tidak, mereka itu seperti menganggap aku tidak ada “
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: