Regret (Epilogue)

0
Title: Regret (Epilogue)
Author: kyubumgirl
Cast: Cho Kyuhyun, Kim Rae Ah, Jung Yonghwa, Wu Yifan, Kim Junsu.
Category: NC-21. Romance, Chapter.
Pas 20 halaman!! Haha chapter terpanjang yang pernah aku cipatain. Wkw
Siap-siap bosen aja ya. kalo gak mau bosen bacanya sambil nyemil atau dengerin lagu-lagunya Kyuhyun, CNBLUE juga. Haha
Maaf lama ngeluarin epilognya. Ini lagi kena penyakit males. Oke deh selamat membaca ya gengs!

_o0o_
Terang bulan yang menerobos masuk ke dalam sebuah kamar seakan meningkatkan gairah yang bergejolak di antara sepasang suami istri yang tengah bercumbu mesra. Keduanya saling menyentuh, mengecup, menjalarkan gelenyar-gelenyar gairah yang selalu menjadi candu jika malam tiba. Tidak hanya malam, keduanya akan sama-sama bergairah jika berdekatan seolah mereka tidak pernah merasakan bosan untuk saling menyentuh.
Kyuhyun menelusuri tubuh Rae Ah dengan gerakan menggoda, menimbulkan rasa geli. Rae Ah mengeliat pelan dengan suara desahan yang tertahan oleh ciuman Kyuhyun terasa semakin menuntut. Kyuhyun menciumnya seperti tidak ada akan ada lagi hari esok. Begitu panas dan basah.
Tubuh Rae Ah semakin menggeliat kala tangan Kyuhyun sampai pada pusat tubuhnya. Kyuhyun memutar jarinya di area pusat tubuh Rae Ah kemudian menekan klitoris dengan gerakan pelan lebih lebih menekannya sehingga Rae Ah melepas ciuman secara sepihak. Kenikmatan yang Kyuhyun berikan tidak pernah membosankan. Rae Ah selalu mneginginkannya lagi dan lagi.
Tatapan keduanya bersirobok. Kyuhyun tersenyum lembut lalu mengecup kening Rae Ah bersamaan dengan jarinya mulai mengoyak pusat tubuh sang istri. Rae Ah memejamkan matanya, meresapi kasih sayang sekaligus kenikmatan yang Kyuhyun berikan. Bibirnya tak berhenti mengeluarkan suara-suara desahan yang membuat Kyuhyun semakin mempercepat gerakan jarinya di dalam pusat tubuh Rae Ah.
Lenguhan panjang Rae Ah menandakan bahwa perempuan itu telah mencapai klimaks. Kyuhyun tersenyum senang lalu mengeluarkan jarinya. Selalu bahagia saat ia mendengar sang istri melenguh nikmat di bawah kuasa tubuhnya.
Kyuhyun kembali menciumi wajah Rae Ah. Rae Ah memejamkan matanya, menikmati kelembutan perlakuan Kyuhyun saat bercinta. Ketika Kyuhyun menyapa bibirnya yang sudah memerah dan bengkak, saat itulah ia mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya. Kyuhyun menyatukan pusat tubuh mereka dan mulai bergerak pelan. Keduanya saling mengerang tertahan dalam ciuman penuh gairah.
Rae Ah melingkarkan tangannya pada punggung Kyuhyun. Pergerakan Kyuhyun semakin cepat dan panas. “Hubby,” gerakan Kyuhyun semakin cepat setelah mendengar lenguhan Rae Ah. Rae Ah mengikuti ritme gerakan yang telah Kyuhyun ciptakan sehingga Kyuhyun juga mendapat nikmat yang tak terbantahkan.
Tangan Kyuhyun yang sejak tadi berada di atas payudara Rae Ah menguatkan remasan. Rae Ah merasakan nikmat yang bertubi-tubi pada tubuhnya. Gerakan Kyuhyun semakin cepat dan cepat sampai keduanya mencapai klimaks bersamaan. Kyuhyun menusuk dalam mengalirkan sperma ke dalam rahim Rae Ah, berharap percintaan kali ini menghasilkan seorang anak.
Kyuhyun menggulinngkan tubuhnya ke samping seraya menarik selimut yang sudah tidak berbentuk kemudian menutupi tubuh keduanya. Rae Ah beringsut memeluk dan meletakkan kepalanya di atas dada bidang sang suami –hal yang wajib dilakukan setelah percintaan mereka selesai. Napas keduanya masih terlihat memburu.
“Terima kasih, sayang. Kau memuaskan seperti biasanya,” Rae Ah memukul pelan dada Kyuhyun. Wajahnya merona kemerahan. Kyuhyun terkikik, mencium puncak kepala Rae Ah seraya mengeratkan rengkuhannya. Suasana intim seperti ini selalu mampu membuat keduanya kembali jatuh cinta seperti pertama kali, begitu hangat dan penuh gairah.
_o0o_
Rae Ah teringat kejadian beberapa jam lalu ketika ia mengunjungi Kyuhyun di kantornya. Sebelum masuk ke dalam ruang kerja Kyuhyun, ia sempat mendengar seorang pegawai mengatakan bahwa Kyuhyun akan pergi ke New York dalam waktu dekat. “Aku dengar kau akan ke New York dalam waktu dekat. Kenapa aku tidak tahu?”
Kyuhyun menghentikan gerakannya mengelus rambut Rae Ah. Sedikit menunduk untuk menatap mata sang istri yang tengah menatapnya. Laki-laki itu tersenyum lembut lalu berkata, “kau sudah tahu? Padahal aku ingin memberimu kejutan,” jawab Kyuhyun tenang. Dari cara Kyuhyun mengatakannya Rae Ah tahu tidak ada yang disembunyikan.
“Kejutan?”
Kyuhyun mengangguk, “tadinya aku ingin memberi kejutan dengan mengajakmu berlibur di sana sekaligus meresmikan cabang GR Company. Berhubung kau sudah tahu, ya sudah. Bagaimana? Ikut ya?”
GR Company, sebuah perusahaan produsen games  yang berhasil Kyuhyun bangun sejak tiga tahun lalu dengan bantuan dari Rae Ah dan Kris serta Yonghwa. Setelah dua tahun menjalani berbagai terapi untuk mengembalikan fungsi kakinya, Kyuhyun benar-benar sembuh total. Meski kadang ada rasa sakit tapi itu bukan masalah sama sekali.
Kyuhyun mengutarakan gagasan untuk mendirikan sebuah perusahaan games pada Rae Ah dan berakhir pada Kris dan Yonghwa yang mengucurkan dana untuk pembangunan perusahaan tersebut. Meskipun pengusaha sekelas Kris dan Yonghwa turun tangan dalam pembangunan tersebut, tetap tidak memudahkan langkah Kyuhyun dalam persaingan ketat antar pengusaha.
Beruntung Kyuhyun adalah orang yang genius dan memiliki tekad kuat sehingga pada tahun kedua perusahaan itu berdiri, banyak investor yang mempercayai perusahaannya. Pada tahun kedua itu pula Kyuhyun menikahi Rae Ah segera setelah proyek besar yang ditanganinya selesai. Sesuai janji, Kyuhyun menikahi Rae Ah di Jerman.
New York. Mendengar nama kota itu membuat hati Rae Ah berdesir. Di kota itu tinggal seorang laki-laki yang lima tahun lalu hadir ke dalam hidupnya secara tiba-tiba dan menghancurkan Kyuhyun, laki-laki yang kini mulai ia rindukan. Kim junsu, seorang laki-laki yang mengaku sebagai kakaknya selain Kibum.
“Junsu tinggal di sana, kan?” Kyuhyun tertegun mendengar Rae Ah menanyakan tempat tinggal Junsu. Hatinya menghangat melihat mata Rae Ah memancarkan kerinduan saat menyebut nama Junsu. Kyuhyun yakin, waktu untuk Rae Ah menerima Junsu sebagai kakak laki-lakinya telah tiba. Ia tidak mengerti kenapa Rae Ah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mulai merasakan ikatan dengan Junsu dan menerima laki-laki itu.
“Ya, Junsu hyung tinggal di sana. Mau mengunjunginya?”
“Tidak, hubby. Aku malu bertemu dengannya. Aku–”
“Kenapa malu? Aku yakin dia akan sangat senang jika kau mengunjunginya,”
Rae Ah menunduk, memainkan jarinya di atas dada Kyuhyun yang tidak tertutup selimut. Benarkah Junsu akan senang? Rae Ah sebenarnya sangat ingin menemui Junsu tapi entah kenapa egonya selalu mengalahkan rasa ingin bertemu itu.
“Sudah lima tahun berlalu, hubby. Junsu tidak pernah menemuiku sekalipun. Dia pasti tidak menginginkanku lagi,”
“Siapa bilang? Junsu hyung masih sangat menginginkanmu. Tenang saja, kita akan mengunjunginya,”
“Aku takut, hubby,” Kyuhyun mendesah pasrah. Susah sekali meyakinkan Rae Ah tentang Junsu.
“Terserah saja. Kita akhiri pembicaraan ini dan tidur,”
Kyuhyun mengeratkan rengkuhannya. Sedikit banyaknya laki-laki itu merasa kecewa karena Rae Ah belum juga mau bertemu Junsu. Padahal waktu lima tahun sudah berlalu. Ia merasa gagal sebagai seorang suami untuk membuat istrinya menerima kehadiran orang lain, tidak mengira bahwa ucapan Kibum tentang Rae Ah yang sulit menerima kehadiran orang asing akan berlangsung selama ini. Menerima Kyuhyun saja bisa, kenapa menerima Junsu sangat sulit dilakukan oleh Rae Ah?
Rae Ah mendongak, menatap mata Kyuhyun yang terpejam. Rae Ah tahu Kyuhyun hanya sedang mencoba untuk tidur. Ia menarik napas dalam-dalam lalu berucap, “setelah urusan bisnismu selesai, temani aku untuk menemui Junsu ya?” seperti mantra sakti, kalimat itu langsung membuat Kyuhyun membuka mata dan seulas senyum indah terbit di wajah tampan laki-laki itu.
“Dengan senang hati,” jawab Kyuhyun dengan senyuman yang melebar. Dipeluknya erat-erat tubuh Rae Ah. Dalam hati terus mengucap syukur karena pada akhirnya sang istri mau membuka hati untuk satu-satunya keluarga yang dimiliki.
_o0o_
Yonghwa memperhatikan jalan setapak yang terbentang di hadapannya di sebuah desa. Sejak kemarin sore ia berada di desa ini. Yonghwa merasa penat dengan aktifitas kantor yang semakin hari semakin padat. Maka dari itu ia memutuskan mencari sebuah desa untuk menyegarkan otaknya dan berakhirlah ia di tempat ini. Keadaan alam yang masih sangat hijau dan sepi, sangat jauh dengan hiruk-pikuk kota.
Kedua matanya kemudian menangkap sosok seorang gadis cantik mengenakan pakaian sederhana berjalan pelan ke arahnya. Wajah cantik itu dihiasi seulas senyum yang amat sangat menawan. Sejenak Yonghwa terpaku, dadanya berdebar, terpesona akan keindahan itu namun kemudian sebuah suara menyadarkannya. Suara yang terdengar sangat merdu.
“Selamat pagi, Tuan. Saya diminta ibu –ah maksud saya pemilik penginapan ini untuk mengajak anda ke rumah kami,” Yonghwa tertegun melihat wajah gadis itu dari dekat. Wajahnya benar-benar cantik dan suaranya terdengar seperti suara seorang dewi, sangat lembut.
Tunggu. Yonghwa menatap gadis itu lekat-lekat, memastikan bahwa ia tidak salah. Ia merasa familiar dengan wajah gadis ini tapi di mana ia pernah melihat? Gadis ini mirip dengan seseorang. Siapa?
“Tuan?” suara gadis itu kembali membawa Yonghwa ke alam nyata.
“Y-ya?”
Gadis itu tersenyum, kembali membuat jantung Yonghwa berdebar. Seketika itu pula Yonghwa sadar bahwa senyum itu memang mirip seseorang. Pantas ia merasa familiar karena senyum itu sama dengan senyum milik Kyuhyun.
“Apakah anda bersedia memenuhi undangan pemilik rumah ini untuk sarapan bersama?”
“Baiklah, saya bersedia. Ngomong-ngomong, nama saya Yonghwa. Jung Yonghwa,” Yonghwa mengulurkan tangan dan gadis itu menyambutnya. Mereka berjabatan dan Yonghwa merasa senang setelah gadis itu memperkenalkan diri. Pelariannya ke desa terpencil ini menghasilkan penemuan hebat untuk sahabatnya.
“Cho Hyunmi,”
_o0o_
“Sayang, kau baik-baik saja?” rasa khawatir terdengar begitu mendominasi dari suara Kyuhyun. Bagaimana tidak?  Pagi ini, ketika bangun ia mendapati sang istri tengah muntah-muntah di dalam kamar mandi dengan wajah pucat. Ketika selesaipun wajahnya masih terlihat sangat pucat dan tubuhnya lemas. Saat ini Rae Ah tengah berbaring di atas tempat tidur dan Kyuhyun duduk di sampingnya, menggenggam erat tangan sang istri seraya mengusap lembut area kepala untuk memberikan rasa nyaman. Rae Ah tersenyum lemah.
“Aku baik-baik saja. Hanya saja perutku seperti ingin mengeluarkan sesuatu tapi tidak ada yang keluar,”
“Itu artinya kau tidak baik-baik saja,” sergah Kyuhyun seraya memainkan jarinya di atas layar sentuh ponsel yang baru saja ia ambil dari atas nakas.
“Dokter Hwang, datang ke rumahku sekarang juga! Istriku sakit,” ucap Kyuhyun segera setelah panggilannya dijawab. Laki-laki itu bahkan tidak memberi kesempatan pada Dokter Hwang untuk berbicara. Melihat hal itu Rae Ah hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Lagipula Kyuhyun mungkin benar, ia sedang sakit.
Sejak semalam ia memang merasakan ada keanehan pada tubuhnya namun tidak ia pedulikan.
“Sabar ya, Dokter Hwang akan kemari. Ada yang sakit?” kelembutan dalam setiap perhatian Kyuhyun membuat Rae Ah benar-benar menyerahkan seluruh hidupnya pada sang suami. Di masa lalu mungkin Kyuhyun memang berprilaku buruk –terutama pada Kibum tetapi yang Rae Ah yakini bahwa mereka kini hidup untuk masa depan dan bukan untuk masa lalu. Rae Ah tidak ingin mengorbankan masa depannya hanya untuk masa lalu.
“Tidak ada. Aku mungkin hanya kelelahan saja. Tenanglah,”
“Ini pertama kalinya kau seperti ini,” Rae Ah terkekeh melihat Kyuhyun seperti ini.
“Tenanglah! Sebaiknya bukakan pintu itu, Dokter Hwang sudah datang.”
_o0o_
“Selamat, Tuan Cho. Istri anda sedang hamil dan usianya tiga minggu. Saya sarankan untuk pergi ke dokter kandungan agar ditangani dengan tepat,” ucapan selamat dari sang dokter sangat memengaruhi hormon kebahagiaan dalam tubuh pasangan suami istri itu.
Kyuhyun menatap Rae Ah sekilas dengan binar di matanya lalu kemudian beralih pada Dokter Hwang. “Terima kasih,”
_o0o_
Kyuhyun dan Rae Ah saat ini sedang berbaring bersama di atas tempat tidur dengan tangan Kyuhyun tidak berhenti mengelus perut sang istri. Mereka saling bertatapan dengan tatapan memuja. Ini –perasaan ini begitu luar biasa. Setelah bertahun-tahun menunggu, malaikat kecil yang sangat mereka impikan kini sedang tumbuh di dalam rahim sang istri.
Sepeningalan Dokter Hwang, Kyuhyun tidak henti-hentinya menciumi seluruh wajah dan perut Rae Ah sebagai ungkapan rasa syukur. Hari ini Kyuhyun memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. Ia ingin bersama Rae Ah dan calon bayi –yang baru mereka ketahui itu seharian penuh. Kyuhyun tidak ingin melewatkan momen bahagia ini.
“Dia akan menjadi cantik sepertimu jika perempuan dan tampan sepertiku jika laki-laki,” ucap Kyuhyun penuh rasa bangga. Rae Ah tersenyum menanggapi ucapan Kyuhyun. Tangannya menelusuri lekukan wajah Kyuhyun, membayangkan ia akan melihat seorang malaikat kecil mewarisi wajah dengan lekukan sempurna seperti ini.
Kyuhyun memejamkan mata, menikmati sentuhan sang istri di wajahnya. Laki-laki itu membayangkan sebuah tangan kecil milik malaikat mereka menyentuh wajahnya seperti ini. Kyuhyun berdesir, perasaan hangat menjalari seluruh aliran darah hingga bersarang di hatinya. Kehadiran calon malaikat kecil memberikan rasa haru yang begitu hebat pada pasangan suami istri ini.
Dengan gerakan hati-hati Kyuhyun meraih pinggang Rae Ah, membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat dan erat. “Aku bahagia sekali. Terima kasih,” gumam Kyuhyun. Entah sadar atau tidak, Kyuhyun menitikkan air mata.
“Ini anugerah. Aku akan menjadi seorang ibu –Ya Tuhan, aku juga bahagia sekali, Kyuhyun. Aku bahagia,” air matapun tak bisa terelakkan lagi. Rae Ah menangis haru dalam pelukan Kyuhyun. Tubuh gadis itu bergetar hebat saking bahagianya sedangkan Kyuhyun menangis dalam diam. Kyuhyun terus mengecup kepala Rae Ah.
“Ah, aku harus meminta Kris mewakiliku dalam peresmian cabang di Amerika. Sebentar,” ujar Kyuhyun setelah tangis haru itu mereda. Laki-laki itu mengambil ponsel yang ia simpan di atas nakas tanpa melepas tangan yang lain –masih memeluk Rae Ah.
Rae Ah tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun seperti ini. Suaminya itu bahkan menelepon Kris dengan ia masih berada dalam pelukannya.
“Kris, wakili aku untuk meresmikan cabang perusahaan di Amerika lusa. Aku tidak bisa pergi,” Rae Ah memperhatikan Kyuhyun yang berdecak sebal. Mungkin di seberang sana Kris memarahi Kyuhyun.
“Aku tahu aku mengganggu bulan madu keduamu dan aku juga sadar kalau kau adalah atasanku –dalam artian investor di perusahaan tapi keadaannya sangat genting. Aku tidak bisa meninggalkan Rae Ah… Tidak, dia tidak sakit. Istriku– sedang hamil,” sebuah kecupan mendarat di atas bibir Rae Ah setelah Kyuhyun mengucapakan kaliamat paling terakhir itu. Wajahnya merona.
“Ya, lakukan dengan benar agar kau bisa segera kembali dan menyapa calon keponakanmu,” setelah itu Kyuhyun memutus panggilan dan kembali meletakkan ponselnya di tempat semula.
“Kau memiliki Kris dan Yonghwa yang selalu bersedia melakukan apapun untukmu. Aku bersyukur akan hal itu tapi aku pastikan aku akan selalu menjadi orang pertama yang memasang badan untukmu,” ucapan Kyuhyun lagi-lagi membuat wajah Rae Ah merona. Hatinya menghangat. Siapapun di luar sana yang bersedia menjaganya, yang diinginkan seorang istri tetaplah perlindungan dari suaminya.
“Ya, aku tahu kau akan melakukannya. Aku mencintaimu,”
“Aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini,”
Kalimat cinta yang tidak pernah lupa untuk mereka ucapkan dalam setiap obrolan seolah menjadi sihir untuk mempererat rumah tangga yang telah mereka jalani. Hal itu bukan berarti mereka tidak pernah bertengkar. Tentu saja mereka pernah bertengkar meskipun pertengkaran kecil dan kata cinta selalu menjadi perantara untuk membuat mereka tidak pernah bertengkar hebat. Pertengkaran menjadi bumbu dalam biduk rumah tangga yang mereka jalani atas dasar cinta itu.
“Kris sedang berbulan madu di mana?”
“Venice. Dia marah karena aku mengganggu kesenangannya tapi setelah mendengar kabar kehamilanmu suaranya berubah ceria,” Kyuhyun terkekeh mengingat kembali perubahan suara Kris yang begitu cepat.
“Jadi dia bersedia menjadi wakilmu?”
“Ya, tentu saja. Sudah kubilang dia selalu siaga untukmu,” Rae Ah tersenyum simpul.
“Dia sahabat yang baik. Aku salah karena berpikiran tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini padahal aku masih memiliki Kris, Yonghwa, dan melebihi itu semua, aku memiliki seorang Cho Kyuhyun. Dan aku masih memiliki –Junsu,” ada kesedihan dalam ekspresi Rae Ah setelah mengucapkan kalimat terakhir tadi. Kyuhyun dapat melihatnya.
Kyuhyun kembali menarik Rae Ah ke dalam pelukannya, mengusap lembut istrinya itu seolah mengatakan bahwa semua baik-baik saja, akan baik-baik saja. Laki-laki itu kemudian mengatakan hal yang membuat Rae Ah merasa kesedihannya sedikit berkurang. Kesedihan yang selama bertahun-tahun ini ia rasakan.
“Kemarin sebenarnya Junsu hyung mengabariku kalau dia akan berkunjung. Mungkin saat ini dia sudah menginjakan kakinya di Korea Selatan,”
“Benarkah?!”
Kyuhyun tersenyum melihat antusias yang tercipta di wajah Rae Ah. Kyuhyun jadi merasa yakin Kim Rae Ah memang sudah menerima kenyataan bahwa Junsu adalah kakaknya selain Kibum. Hanya saja selama ini istrinya itu menutupi karena pembawaannya yang sulit menerima kehadiran orang asing, apalagi tiba-tiba orang itu mengaku sebagai salah satu keluarganya.
“Senang?”
“Ya. Temani aku ketika bertemu dengannya nanti, ya? Aku sudah berlaku kurang ajar dengan tidak mengakuinya selama ini, hubby. Aku malu,”
“Tentu saja,”
_o0o_
Hari ketiga Yonghwa berada di desa terencil yang memiliki keindahan alami yang mampu membuat Yonghwa penat dalam benak seorang Jung Yonghwa berkurang. Terutama dengan kehadiran seorang gadis bernama Cho Hyunmi. Selama dua hari ini ia dekat dengan Hyunmi. Mengobrol, berjalan di area perkebunan, bahkan tidak jarang mereka membantu kedua rang tua Hyunmi bekerja di kebun dan penginapan. Hanya dua hari dan sudah cukup membuat Yonghwa akrab dengan Hyunmi.
“Nanti malam aku kembali ke Seoul. Aku akan merindukan tempat ini dan juga–” Yonghwa mendongak, mengalihkan tatapannya dari menunduk ke arah padi di bawah kakinya menjadi ke arah Hyunmi di samping kirinya. Pandangan mereka bertemu dan cukup lama.
“Merindukanmu,”
Hyunmi merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Wajahnya memanas dan ia yakin bahwa wajah itu sudah berwarna merah sekarang. Siapa yang tidak tersipu saat laki-laki tampan dan sejauh ini –selama dua hari mengenalnya berkelakuan baik mengatakan akan merindukanmu saat akan pergi?
Hyunmi tidak sanggup jika harus terus bertatapan dengan Yonghwa seperti itu. Gadis itu menunduk untuk menghindari tatapan teduh milik Yonghwa. Yonghwa tersenyum simpul lalu memanggil nama gadis itu dengan nada tertahan, membuat Hyunmi enggan, mengangkat kembali wajahnya agar dapat melihat Yonghwa.
“Kau dan keluargamu, apakah tidak merindukan Kyuhyun?” pertannyaan Yonghwa itu sontak membuat Hyunmi mengerutkan keningnya dalam-dalam.
“Aku sahabat Rae Ah,” ucap Yonghwa lagi seolah mengerti kebingungan yang ada di kepala Hyunmi.
Mendengar Yonghwa mengaku sebagai sahabat Rae Ah membuat Hyunmi menitikkan air mata. Jika Yonghwa adalah sahabat Rae Ah, tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki di sampingnya ini juga bersahabat dengan Kyuhyun –kakaknya kan?
Ingin sekali Hyunmi berteriak pada Yonghwa bahwa pertanyaan yang baru saja dilontarkannya itu adalah sebuah pertanyaan bodoh yang tidak pantas untuk ditanyakan. Tidak rindu? Tentu saja Hyunmi dan orang tuanya sangat merindukan Kyuhyun.
Pergi diam-diam tanpa memberitahu Kyuhyun setelah perusahaan bangkrut dan hanya melihat Kyuhyun dari berita di televisi beberapa tahun belakangan karena kesuksesan kakaknya itu dalam membangun sebuah perusahaan menyembunyikan penyesalan tersendiri bagi mereka.
“Aku –kami semua merindukannya,”
“Lalu kenapa selama ini kalian tidak pernah menemuinya? Aku yakin kalian mendapat informasi tentang Kyuhyun setiap hari dari televisi. Dia sudah menjadi pengusaha muda yang sukses,”
“Ayah terlalu malu untuk menampakkan wajah di hadapan Kyuhyun karena telah gagal menjadi seorang panutan dalam keluarga. Biarkan kami sekeluarga yang tahu alasannya,” Yonghwa tersenyum seraya mengangguk seakan memahami apa yang dimaksudkan oleh Hyunmi.
“Mau ikut ke Seoul bersamaku? Aku rasa Kyuhyun akan senang melihatmu,” tawaran yang terdengar sangat menggiurkan. Hyunmi harus menerima ajakan Yonghwa ini. Setidaknya ia memiliki alasan lain untuk menemui Kyuhyun. Selama ini Hyunmi pernah beberapa kali mencoba untuk menemui Kyuhyun namun kedua orang tuanya melarang. Hyunmi dapat memaklumi alasan tersebut meskipun terkadang ia juga merasa kesal atas larangan itu.
“Memangnya tidak akan merepotkan?” Yonghwa terkekeh pelan seraya mengacak pelan rambut Hyunmi. Laki-laki itu tidak sadar jika perbuatan sederhana itu membuat Hyunmi kembali bersusah payah menormalkan detak jantungnya.
“Kau hanya akan duduk di sebelahku selama perjalanan, tentu saja tidak merepotkan. Sebaiknya sekarang kau bersiap, nanti malam jam tujuh aku akan menjemputmu,” Hyunmi mengangguk, “terima kasih,”
Melihat senyum indah terukir di wajah cantik Hyunmi dan mata yang memancarkan sinar kebahagiaan membuat Yonghwa merasa bahagia. Dua hari ini ia tidak berhenti memikirkan Hyunmi. Sekarang ia yakin bahwa ia jatuh cinta pada Hyunmi. Mungkin, jatuh cinta pada pandangan pertama? Satu yang pasti, saat ini Yonghwa sangat ingin menjadi orang yang dapat menciptakan kebahagiaan untuk hidup Hyunmi.
_o0o_
Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Kris mendesah berat ketika memperhatikan sang istri yang tengah membereskan pakain mereka ke dalam sebuah koper. Ia merasa bersalah karena harus memotong jatah bulan madu kedua mereka. Namun Kris juga tidak bisa mengabaikan permintaan Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun terpaksa melakukan itu untuk melindungi Rae Ah yang baru saja dinyatakan hamil. Perasaan senang atas berita kehamilan Rae Ah dan perasaan bersalah atas terpotongnya waktu bulan madu kedua bersama sang istri menjadi satu. Kris bingung namun semua sudah terjadi. Besok pagi mereka akan terbang ke New York.
“Maafkan aku, Bi. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini,” ucapnya penuh rasa bersalah. Bianca menunda kegiatannya lalu menghampiri Kris yang duduk di atas ranjang.
“Tidak apa-apa, Kris. Aku mengerti. Kyuhyun sedang bahagia atas kehamilan Rae Ah dan sangat mengkhawatirkannya. Kita pernah berada di posisi mereka,” Kris tersenyum lega mendengar pegertian Bianca. Laki-laki itu meraih tangan Bianca lalu mencium punggungnya untuk menyampaikan rasa terima kasih atas pegertian yang telah sang istri berikan.
Kris dan Bianca menikah empat tahun lalu dan sudah dikaruniai satu orang putra yang mewarisi wajah tampan sang ayah. Jackson Wu lahir satu tahun setelah pernikahan mereka. Tuhan rupanya mempercayai pasangan itu untuk menjaga anugerahnya lebih cepat.
“Kita bisa sekalian mengunjungi ayah dan ibuku di California atau melanjutkan bulan madu di Vancouver,”
“Kau benar, dan aku ingin menikmati malam terakhir di Venice ini dengan bercinta,” tanpa memberi kesempatan pada Bianca untuk melakukan protes, Kris sudah membungkan bibir mungil milik sang istri itu. Mencium dengan perasaan menggebu, menyalurkan cinta yang tidak kalah menggebu hingga hasrat dalam diri mereka terpuaskan.
_o0o_
Pukul sebelas malam ketika Kyuhyun mendengar bel rumahnya berbunyi. Perlahan ia melepas tangannya dari bawah tubuh Rae Ah agar perempuan itu tidak bangun.  Segera Kyuhyun turun ke lantai bawah untuk melihat tamu yang datang. Senyumnya melebar ketika melihat seorang laki-laki yang merupakan kakak iparnya tengah menaruh tas ransel di atas meja di ruang tengah.
“Hyung,” sapa Kyuhyun. Junsu berbalik dan membalas senyuman Kyuhyun yang berdiri tidak jauh darinya –di depan tangga.
“Rae Ah?” Kyuhyun mencebikkan bibirnya mendengar kata pertama yang dikeluarkan Junsu.
“Ada aku di hadapanmu dan yang pertama kali kau tanyakan adalah Rae Ah. Tsk! Kau pasti sangat merindukannya,”
“Sudah lima tahun,” jawab Junsu seraya tersenyum. Kyuhyun ikut tersenyum dan menunjuk ke atas, tempat di mana kamarnya berada.
“Istriku sedang tidur. Aku tidak bisa membangunkannya karena dia harus banyak beristirahat mulai sekarang,” Junsu dapat melihat ada sinar kebahagiaan di wajah Kyuhyun.
“Wajahmu berseri. Apa ada yang aku lewatkan?” Junsu menypitkan matanya. Ada yang dilewatkan? Memang selama ini Junsu selalu menanyakan informasi tentang Rae Ah pada Kyuhyun. Setelah kecelakaan yang menimpa Kyuhyun dan Rae Ah lima tahun lalu, Junsu memutuskan untuk kembali ke Amerika karena tidak sanggup jika harus berada di Korea sedangkan Rae Ah tidak menerima dirinya sebagai saudara.
Waktu itu Junsu berdamai dengan Kyuhyun dan meminta agar Kyuhyun melaporkan segala hal yang berkaitan dengan Rae Ah tanpa sepengetahuan gadis itu. Tentu saja Kyuhyun menyetujuinya dengan senang hati.
“Dia sedang mengandung calon malaikatku,”
“Malaikat kami,” sebuah suara yang menginterupsi membuat Kyuhyun dan Junsu mengalihkan pandangan mereka ke arah tangga. Di sana berdiri seorang perempuan mengenakan pakaian tidurnya. Junsu terpaku di tempat sedangkan Kyuhyun tersenyum simpul lalu menghampiri Rae Ah kemudian membimbingnya menuruni tangga.
“Kenapa bangun?”
“Aku tdak menemukanmu di tempat tidur,” Kyuhyun terkekeh mendengar jawaban Rae Ah lalu mengusap puncak kepala sang istri.
Kim Junsu masih terpaku di tempat ketika Rae Ah dan Kyuhyun sudah berada tidak jauh dari hadapannya. Kedua matanya tak pernah lepas dari sosok seorang perempuan yang selama lima tahun ini membuatnya merasakan betapa merindu sangat menyiksa.
“Selamat datang di rumah kami,” Junsu mengerjap terkejut mendengar suara lembut itu mengucapkan selamat datang. Rae Ah dengan gugup melangkah agar dapat berdiri lebih dekat dengan Junsu setelah mendapat dorongan dari Kyuhyun.
“Junsu oppa,” panggilan itu tidak serta merta membuat Junsu kembali ke alam sadaranya. Laki-laki itu justru semakin tenggelam dalam pikirannya yang menganggap bahwa ia sedang bermimpi. Laki-laki itu baru sadar ketika Rae Ah melingkarkan tangan di pinggangnya.
Sudah lama sekali Junsu ingin melakukan ini, memeluk Kim Rae Ah. Junsu membalas pelukan Rae Ah dengan lebih erat. Ia merasa bahagia mendapat perlakuan seperti ini. Sebelumnya ia berpikir akan mendapat penolakkan lagi namun yang terjadi malah gadis itu mnyembutnya, bahkan dengan sebuah pelukan.
“Maaf,” ujar Rae Ah setelah cukup lama bertahan dalam keheningan. Junsu melepas pelukannya, menatap Rae Ah dengan intens.
“Meminta maaf untuk apa?”
“Untuk menolakmu ,”
“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku senang disambut seperti ini olehmu,”
Kakak-beradik beda ibu saling tersenyum lalu kembali berpelukan. Diam-diam Kyuhyun tersenyum lega melihat Rae Ah sudah mau menerima Junsu. Selama ini Kyuhyun tkut jika Rae Ah akan membenci Junsu untuk waktu yang lebih lama. Semoga setelah ini kebahagiaan selalu menghampiri keluarga keecilnya.
_o0o_
Pagi ini kediaman Kyuhyun dan Rae Ah terlihat lebih bersinar dari biasanya –yang sudah bersinar semenjak kehadiran Junsu semalam. Rae Ah dengan semangat memasak saraan untuk Kyuhyun dan Junsu ditemani Junsu yanng duduk dengan patuh atas perintah Rae Ah di meja makan, memperhatikan gerak-gerik sang adik.
“Aku penasaran dengan masakanmu. Kyuhyun selalu mengatakan padaku bahwa tidak ada masakan yang enak kecuali Kim Rae Ah yang memasaknya,” ucap Junsu. Rae Ah tersenyum seraya menyimpan sup di atas meja. Semalam Junsu berverita banyak tentang Kyuhyun yang selalu berhubungan untuk bertukar informasi jadi ia tidak heran lagi ketika Junsu bercerita tentang dirinya.
“Kyuhyun terlalu mencintaiku, jadi ia mengatakan seperti itu. Tapi masakanku memang tidak ada duanya,” Junsu tertawa pelan mendengar kepercayaan diri Rae Ah.
“Hari ini aku akan mengunjungi Kibum,”
“Aku ikut! Sudah lama aku tidak mengunjunginya,” tidak ada lagi kesakitan dari nada bicara Rae Ah ketika membicarakan Kibum. Sudah lama sekali dan gadis itu sudah berhasil menerima kematian Kibum dengan lapang dada. Meski begitu, tentu saja rasa rindu selalu terselip dalam setiap hela napasnya.
Begitu pula dengan Junsu, ia sudah bisa melepas Kibum tanpa mendendam pada siapapun. Ia berterima kasih pada Kibum, berkat adiknya itu ia bisa mengenal tiga sosok laki-laki ang sangat menyayangi Rae Ah, memberinya pelajaran tentang arti tulus mencinta.
“Kau tidak akan ikut ke mana-mana, istriku tercinta. Aku tidak akan mengizinkan,” alunan suara Kyuhyun menginterupsi  binar di wajah Rae Ah. Gadis itu cemberut dan mendelik ke arah Kyuhyun yang baru duduk di kursinya.
“Ingat, kau tidak sendiri lagi. Ada calon anak kita dalam perutmu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian,” lanjut Kyuhyun dengan lembut. Mendengar seperti itu Rae Ah mengurungkan niatnya untuk membantah. Dalam hati membenarkan ucapan Kyuhyun. saat ini sudah ada janin yang tumbuh dalam perutnya jadi ia tidak bisa bergerak tanpa mempertimbangkan keselamatan sang janin.
“Kyuhyun benar. Kita bisa menjenguk Kibum jika waktunya sudah tiba,” tambah Junsu. Rae Ah mengangguk pasrah.
Rae Ah mengambilkan makanan untuk Kyuhyun lalu untuk dirinya sendiri. Junsu tersenyum melihat kehidupan rumah tangga sang adik yang terlihat damai. Dalam hati ia sangat bersyukur karena Rae Ah dipertemukan dengan laki-laki yang mencintainya dengan sepenuh hati.
Kegiatan sarapan mereka terganggu oleh suara bel. Hari ini Sabtu dan biasanya asisten rumah tangga di rumah Kyuhyun akan datang lebih siang dari biasanya. Rae Ah beranjak dari kursinya, bermaksud akan membuka pintu namun ditahan oleh Kyuhyun.
“Biar aku saja,” tanpa menunggu apapun lagi Kyuhyun beranjak menuju pintu utama. Rae Ah dan Junsu melanjutkan kegiatan sarapan mereka.
_o0o_
Tubuh Kyuhyun membeku di tempatnya. Setelah membuka pintu, ia dikejutkan oleh tamu yang membunyikan bel rumahnya. Di hadapannya berdiri Yonghwa dengan seorang perempuan yang mampu membuat air matanya menetes hanya dalam sekali kedipan mata.
Kyuhyun langsung memeluk tubuh mungil di samping Yonghwa itu. kerinduannya selama lima tahun ini ia tumpahkan dalam pelukan hangat nan erat itu. perempuan itu membalas pelukan Kyuhyun dengan tak kalah erat. Tubuh kekar dalam pelukannya ini sangat dirindukan. Yonghwa yang mengerti akan kondisi ini lalu menyingkir, berjalan menuju dapur yang juga merupakan ruang makan. Ia tahu kalau Rae Ah dan Kyuhyun selalu sarapan bersama. Rae Ah dan Kyuhyun menyepakati sebuah aturan yang mengharuskan mereka sarapan bersama sesibuk apapun Kyuhyun di kantor.
“Kemana saja, Hyunmi? Aku merindukanmu,” ujar Kyuhyun dalam isaknya dengan tangan yang masih merengkuh erat tubuh sang adik. Selama ini Kyuhyun mecari keberadaan keluarganya namun tidak berhasil menemukan jejak mereka sedikitpun. Sekarang Hyunmi datang sendiri ke rumahnya bersama Yonghwa.
“Ceritanya sangat panjang. Akan kuceritakan nanti saja. Aku juga merindukanmu,”
Kyuhyun dan Hyunmi berpelukan cukup lama. Tidak menyadari bahwa Rae Ah, Junsu dan Yonghwa menyaksikan pertemuan mereka dengan haru. Rae Ah bahkan sudah meneteskan air matanya. Ia juga merindukan Hyunmi. Dulu, ketika menjadi istri ‘pajangan’ Kyuhyun, Hyunmi selalu bersikap baik padanya, memperlakukan Rae Ah layaknya istri dari Cho Kyuhyun dan juga seperti seorang teman.
Rae Ah tidak bisa lagi menahan rasa rindunya terhadap Hyunmi yang selama lima tahun ini dirinya dan Kyuhyun cari. Perempuan itu mendekati Kyuhyun dan Hyunmi yang masih berpelukan lalu memanggil Hyunmi. Hyunmi yang merasa familiar dengan suara itu akhirnya melepas pelukan Kyuhyun.
“Kakak ipar,”
“Hyunmi, kemana saja kau? Kami semua merindukanmu,” Hyunmi dan Rae Ah saling berpelukan dengan isak tangis mewarnai suasana penuh haru itu. Kyuhyun tersenyum, ikut memeluk kedua perempuan yang sangat disayanginya.
Di sisi lain, Yonghwa dan Junsu yang memperhatikan adegan mengharukan itu tersenyum tulus. Tuhan telah menyiapkan yang terbaik untuk Kyuhyun dan keluarganya. Junsu menatap Yonghwa dengan mata menyipit seperti sedang memncurigai sesuatu.
“Wae?” tanya Yonghwa begitu sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Junsu.
“Selama lima tahun ini Kyuhyun dan Rae Ah selalu mencari keluarganya tapi tidak pernah menemukan jejak meeka sedikitpun. Pagi ini kau malah membawa Hyunmi ke rumah ini. Bagaimana kau bertemu dengan perempuan itu?”
Yonghwa tersenyum miring mendengar pertanyaan itu. Hal itu juga yang ia tanyakan pada diri sendiri selama beberapa hari ini dan ia hanya menemukan satu jawaban. “Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja. Mungkin jodoh,”
_o0o_
Kata orang, Tuhan selalu menyiapkan yang terbaik untuk umatnya dan Tuhan tahu pasti apa yang umatnya butuhkan.
Kyuhyun mematikan lampu kamarnya kemudian beralih memeluk Rae Ah yang berbaring di sampingnya. Sehaian tadi pasangan suami istri ini menghadiri pesta yang diadakan Kris dan Bianca untuk merayakan ulang tahun putra kesayangan mereka, Jackson Wu. Kris dan Bianca mengucapkan hal konyol yang langsung ditentang oleh Kyuhyun dan Rae Ah.
Kris dan Bianca berencana menjodohkan Jackson dengan anak Kyuhyun jika yang lahir adalah perempuan. Kyuhyun dan Rae Ah ingin menjadi orang tua yang egaliter bagi anak-anaknya. Segala kehidupan anak-anak mereka kelak, baik itu untuk urusan karir, Kyuhyun tidak ingin ikut campur. Biarkan anak-anaknya memutuskan pilihannya dengan bertanggung jawab terhadap pilihan itu. Apalagi urusan jodoh, Kyuhyun tidak berpikiran sama sekali untuk menjodohkan anaknya.
“Aku ingin anak laki-laki yang lahir pertama agar bisa melindungi adiknya seperti kau melindungi Hyunmi dan Kibum melindungiku,” Kyuhyun tersenyum mendengar harapan Rae Ah.
“Laki-laki ataupun perempuan akan melindungi adiknya. Satu hal yang pasti, aku akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak,” balas Kyuhyun seraya mencium puncak kepala Rae Ah. Rae Ah tersenyum tulus. Bersyukur karena memiliki suami seperti Kyuhyun yang mencintainya dengan sepenuh hati.
“Ngomong-ngomong, aku melihat Yonghwa dan Hyunmi selalu berdekatan di pesta tadi. Aku rasa mereka memiliki hubungan lebih dari pertemanan,”
“Bagus kalau kenyataannya seperti itu. Aku merestui mereka,”
Kyuhyun sudah mengenal Yonghwa lama dan ia tentu saja tahu baik serta buruknya Yonghwa. Menurut Kyuhyun, Yonghwa adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan penyayang. Untuk itulah ia akan dengan mudah memberika restu jika Hyunmi memang meiliki hubungan dengan Yonghwa.
“Aku juga merestui mereka. Yonghwa dan Hyunmi terlihat serasi,” balas Rae Ah antusias.
“Tidak ada yang lebih serasi dari kita berdua, sayang. Aku mencintaimu,” wajah Rae Ah merona kemerahan mendengar ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya kepada wajah Rae Ah lalu mencium lembut bibir yang selalu membuatnya kecanduan itu. Mereka berciuman cukup lama dan intens, menyalurkan kasih sayang di dalamnya.
“Aku juga mencintaimu,” balas Rae Ah dengan napasnya yang masih terengah akibat ciuman yang cukup lama. Kyuhyun kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Rae Ah. Dalam hati keduanya bersyukur karena Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kehidupan mereka dan orang-orang di sekitar mereka.
Tidak ada cinta dan pengorbanan yang sia-sia. Penyesalan tidak akan berguna jika hanya dirasakan dan dendam akan menjadi bencana jika ditanam. Tidak ada penyesalan yang datang di awal.
THE END
Ending yang gaje kan? Haha yang penting tamat. Maaf mengecewakan. Terima kasih buat kalian yang udah mengikuti FF ini dengan setia, yang selalu memberi semangat di tiap komennya.
Btw aku mau curhat dikit soal penyelesaian chapter ini. Jadi sebenernya kemaren-kemaren aku udah dapet 12 halaman, tapi karena tanggal 20 kemaren N.Flying debut, jadi aku terbawa suasana haru (?). Kerjaanku kemaren cuman jadi stalker mereka. Tau N.Flying? Gak tau? Stalkerin gih! Haha dijamin mereka gak ngecewain kok. Eeaa
Terus aku juga ada tugas yang cukup menguras otak. Jadi baru bisa namatin ini deh. Maaf ya. sekali lagi maaf dan terima kasih.
As always, thanks for coming!

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: