Present Part 1

0
present ff nc kyuhyun eunhyuk
“ PRESENT ”
(Part 1)
Author :  Kyuna Angel
Title      : Present
Category  :  NC21,
Yadong, Romance (Sad-Familly)
Chapter
Cast :
Kang Hyena
Cho Kyuhyun
Lee Hyuk Jae
Other Cast :
Kang Hye Jin
Lee Sungmin
Lee Ji Ra
Suho (exo)
Ost.Story :
Loving You song by Super Junior KRY (ost.utama)
One Person song by Davhici ( Sad situation) “Lee Sungmin and Kang Hye Jin”
Really song by Song Joong Ki ( Sad situation “Kang Hyena, Cho Kyuhyun and Lee Hyuk Jae”
All For You song by Seo In Guk ft.Eunji A-pink “Kang Hyena and Cho Kyuhyun”
Love Light song by CN.Blue “Suho and Lee Ji Ra”
Seven Years Love song by Cho Kyuhyun “Kyuhyun Situation”
SKY song by Super Junior KRY (Happy Situation )“all cast”
Our Love song by Seo In Guk ft.Eunji A-pink ( Sad Situation ) “all cast”

==========– PRESENT –==========
Hei, aku author baru di sini, ngebawain Fanfiction yadong yang “Sangat Vulgar” not sensor sebagai perkenalan awal *oupsss J dan pastinya dengan cast utama Cho Kyuhyun dengan pairing yang selalu aku pasangkan semenjak aku kenal Kyuhyun yaitu Kang Hyena. Kang Hyena, satu nama yang pasaran tapi sabaikan saja, sebab saya suka dengan nama itu J
Semoga kalian dapat mengikuti dan merasakan setiap adegan dalam storynya, yah. jangan sungkan untuk memberikan kritikan yang lebih karena itu yang saya harapkan. Jangan menangis jika tulisannya banyak terdapat Typo atau ketidak jelasan yang kentara karena ff ini adalah sarangnya Typo, sebab saya adalah author yang suka sekali menebar typo itu, hahaa 😀 dan satu lagi, play ostracklist-nya yah! Biar lebih mendalami adegannya.
Ok… dari pada saia banyak ngoceh, yah… langsung ke story aja!
Hope enjoying with my story, Guys! Happy Reading ^_^
Perubahan akan terjadi, dan itu adalah keyakinanku. Dalam kisah ini, akan datang yang namanya kebahagian, meskipun sakit, hal ini tak dapat dipungkiri. Aku mencintainya dan ia mencintaiku. Tapi akankah kisah ini mendapatkan Ketulusan ?
=Kang Hyena=
==========– PRESENT –==========
Kring… Kring… Kring—bunyi alarm, yang berasal dari sebuah kamar sangat nyaring dan memekakan telinga penghuninya yang masih berbalut selimut tebal di atas pembaringan empuknya. Beberapa detik kemudian, sosok itu menggeliat keras dan menyibakan selimut dengan kasar.
“Aaahh, malam begitu cepat sekali berlalu, kedua mataku masih ingin mengatup rapat,“ gerutunya.
Gadis itu menonaktifkan alarm berbentuk kepala Panda yang ada di atas meja nakas lalu meletakkannya kembali. Ia terlihat tersenyum, saat kedua mata menatap layar android samsung note di tangan, ada dua pesan masuk dari dua orang yang berbeda untuknya dan itu terjadi setiap pagi.
“Kalian selalu mengirimkan kata-kata ini setiap pagi, apa tidak bosan?” ocehnya seorang diri pada benda mati yang dikenal dengan ponsel tersebut. Kemudian bergegas bangun dari tempat tidur big sizenya, berjalan santai ke arah kamar mandi, karena tepat pukul sembilan pagi hari ini, ia harus sudah berada di kantornya, Redaksi Bella Donna.
***
Redaksi Bella Donna
Citty Hall Area
08.15 am
“Hyena!”
Gadis yang pagi ini menggunakan terusan panjang, bermotif kotak-kotak dengan corak warna biru dan cokelat itu berbalik ke arah suara yang memanggilnya, ia tersenyum setelah tau siapa di sana.
“Dasimu berantakan!”
Dengan sigap, Hyena memperbaiki dasi orang yang memanggilnya tadi, dan orang itu hanya tersenyum menerima perlakuan gadis cantik dengan blazer putih yang menutupi pundaknya dari balutan terusan panjang. Sementara orang yang berdiri di depannya memperhatikan setiap gerakan tangan pada dasinya.
“Kau cantik pagi ini,” ucapnya, menciptakan senyum gusi menghiasi kedua sudut bibirnya.
“Kau selalu tak bisa melipat dasi ini dengan rapi, tapi kenapa kau selalu bisa mengirimkan sms untukku setiap pagi dengan susunan kata-kata yang tak pernah berubah dengannya, kalian selalu sama!” oceh Hyena tanpa menyadari jika orang yang berdiri di depannya menatap intens setiap gerak-geriknya.
“Selesai! Ck, seorang direktur seharusnya bisa tampil rapi setiap hari, Lee Hyuk Jae!” tambah Hyena, masih menyibukan kedua telapak tangannya merapikan kerah kemeja putih orang yang bernama Lee Hyuk Jae itu.
“Kau memang pantas menjadi editor di kantor ini!” Hyena menatap Hyuk Jae dengan mimik yang tertulis pertanyaan di setiap garis wajahnya. “Kau mampu mengeditku dengan sempurna, Hyena.”
Seketika Hyena tertawa dengan keras, ia memukul dada Hyuk Jae, “Hahahaha, kau baru menyadari kemampuanku?” jawab gadis itu dengan kerlingan mata menggodanya.
“Dan aku berharap dalam mitting nanti, kita akan mendapatkan project itu, Hyena.”
“Pasti! Karena kita adalah yang TERHEBAT!”
“TERBAIK!”
“dan LUAR BIASA!”
Hyena dan Hyuk Jae seketika berbalik di saat mendengar jawaban yang sudah menjadi SEMBOYAN dalam hubungan Persahabatan mereka.
“Cho Kyuhyun!” pekik Hyena.
“Kapan kau kembali?” tanya orang yang merupakan direktur di kantor Redaksi Bella Donna ini sambil memeluk satu orang yang dipanggil Cho Kyuhyun itu.
“Terlalu, kalian selalu melupakanku dalam membaca semboyan kita,” jawab Cho Kyuhyun kesal dengan gaya yang dibuat-buat, membuat gelak tawa hadir di antara mereka bertiga.
Oke! Mereka adalah tiga orang sahabat yang—TERHEBAT, TERBAIK, dan LUAR BIASA. Kang Hyena, Cho Kyuhyun dan Lee Hyuk Jae.
Kang Hyena adalah editor muda dan cantik, Cho Kyuhyun adalah seorang penulis terkenal sementara Lee Hyuk Jae adalah Presiden Direktur di kantor Redaksi Penerbit Bella Donna—FANTASTIC.
Ketiganya sudah bersahabat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dan persahabatan mereka selalu berjalan mulus dan mampu bertahan hingga saat ini, benar-bernar WOW. Tak pernah ada pertikaian yang mampu memecahkan hubungan mereka.
Ketigaya juga selalu terlihat kompak dan bekerja keras, demi tujuan yang sama. Memiliki hobi yang sama dan selera makan yang sama pula cukup memperlihatkan bahwa persahabatan mereka adalah sebuah gambaran KEBAHAGIAAN yang membuat iri semua mata.
==========– PRESENT –=========
Coffee Toffee Cafe
21.15 pm
Gelak tawa dan keceriaan memenuhi ruangan Coffee Toffee Cafe malam ini. Bagaimana tidak, ada tiga sosok sekawan yang duduk di salah satu meja terlihat sangat ceria.
“Kita memang tak tertandingi, bukankah begitu?” ucap salah satu dari mereka bertiga, dia adalah Lee Hyuk Jae tersenyum lepas memamerkan deretan gusinya. Sementara dua orang di dekatnya hanya tersenyum memandang sahabat sekaligus boss mereka di kantor.
“Sebelum kau meminum minumanku, selesaikan dulu tertawamu, Hyuk Jae’ah!” ucap salah satu dari mereka lagi sembari merebut gelas coffee yang ada di tangan Hyuk Jae lalu menyeruputnya ringan. Dia Cho Kyuhyun pria tampan, tinggi dan tak terlalu banyak bicara. Mungkin, itu adalah salah satu sifat seorang penulis.
“Besok aku akan bertemu dengan penulis muda itu, katanya penulis ini masih kuliah dan menduduki semester 5 di Kyunghee University. Aku sangat penasaran dengan sosoknya. Artikel tulisan yang ia kirim sangat luar biasa dan aku suka itu. Banyak kemisteriusan dalam alur cerita yang ia buat.”
Dan dia Kang Hyena, satu-satunya wanita dalam persahabatan ini. Ia seorang editor ternama di Korea Selatan, banyak naskah-naskah drama dan film yang sudah ia garap dan sukses menjadi tontonan ber-Rating tinggi setelah ditayangkan di stasiun televisi.
“Aku ikut denganmu. Aku ingin bertanya-tanya langsung padanya sebelum ia resmi kita terima menjadi penulis tetap di kantor,” jawab Kyuhyun dengan ketukan jari telunjuknya di atas paha. Ini kebiasaan unik Kyuhyun.
“Ok baiklah, ada baiknya jika seorang penulis yang menilai langsung objek kita,” sergah Hyena dengan seruputan ringannya pada gelas yang berisi cappucino hangat minuman favoritnya di cafe ini.
“Hyuk Jae, bagaimana kabar Lee Sungmin, adikmu?”
Hyuk Jae hanya tersenyum mendengar pertanyaan Hyena, “Ia masih di Jepang, ada kerjaan memotret salah satu model ternama di sana,” Hyena mengangguk, menikmati cariran capucinno yang mengalir membasahi tenggorokannya.
“Kau dan Sungmin berbeda, kau memiliki jiwa pemimpin dan adikmu seorang photograper.” tambah Kyuhyun dan Hyuk Jae hanya bisa tersenyum.
“Setiap orang tak selalu sama,” jawabnya, kemudian mereka tersenyum bersama.
“Walaupun berbeda, ia masih berada di bawahmu. Sungmin merupakan photograper terbaik Bella Donna!” tegas sekali kalimat yang dikeluarkan Hyena, membuat Kyuhyun mengangguk setuju.
“BINGGO! Hyuk Jae menambahi, yang kini diiringi dengan petikan jarinya.
Ya, Sungmin adalah adik satu-satunya Hyuk Jae. Sungmin seorang photograper yang juga bekerja di Bella Donna. Bella Donna merupakan kantor penerbit novel dan juga majalah remaja yang sudah terkenal di seluruh dunia.
“Besok kita akan mulai bekerja keras kembali, Fighting!”
Suara Hyena keras, ia berdiri mengangkat gelas di atas kepalanya diikuti oleh kedua pria tampan di dekatnya.
“Itu harus!” timpal Hyuk Jae dan Kyuhyun menyambut acungan gelas Hyena dengan gelas mereka masing-masing.
“Inilah hidupku dan mereka adalah nafasku, tanpa mereka aku bukan siapa-siapa!” Hyuk Jae berucap dalam hatinya, dengan tatapan mata yang berterimakasih ke arah dua sahabatnya.
“Aku takkan meninggalkan mereka, sebab ini jalanku dan dia adalah PENERANG ku!” kini suara hati Kyuhyun berucap, sembari menatap kedua sahabatnya dengan perasaan yang menggebu.
“Selamanya kita akan seperti ini!” teriak Hyena lantang disetujui oleh Kyuhyun dan Hyuk Jae yang memeluk Hyena lalu ditutup dengan tawa hangat dari ketiganya.
==========– PRESENT –==========
Asakusa Kannon Temple
Japan
10.35 am
Jepang, saat ini sedang memasuki musim dingin, namun tak sedikitpun menyusutkan niat seorang gadis yang tiada bosan-bosannya mengikuti setiap kegiatan pria yang sudah ia sukai selama hampir tiga tahun ini. Ia bernama Kang Hye Jin, seorang mahasiswi di salah satu universitas besar di Korea Selatan yaitu Kyunghee University. Sudah tiga hari ia berada di Jepang, dan itu hanya untuk mengikuti pria yang ia sukai.
“Aaarrgghh, aku berharap ia tak menyadari keberadaanku yang mengikutinya. Ck, sampai kapan aku harus menunggunya seperti ini. Hei, apa kau tak merasa kedinginan dan membeku di saat musim dingin seperti ini masih saja memotret. DASAR!”
Kang Hye Jin menggerutu dengan kedua tatapan mata yang lekat pada satu objek, yaitu seorang pria yang sedang sibuk membidik model menggunakan kameranya.
“Aku tidak salah memiliki perasaan ini padamu, kau luar biasa dan itu membuatku menambah cinta ini untukmu.”
Gadis itu mengusap dadanya pelan, ada debaran yang biasa ia rasa di debaran cinta untuk pria yang besok sudah kembali ke Korea Selatan tampat tinggalnya, dan kembali bekerja di sana. Setelah hampir satu jam Hye Jin berdiri di balik sebuah bangunan yang penuh dengan ukiran naga dan dewa-dewa semacamnya. Yah, saat ini Hye Jin sedang berada di salah satu kuil di Jepang. Tempat ibadahnya masyarakat Jepang yang beragama Budha. Menurut salah satu Biksu di situ ada satu Kuil yang berada di tengah tempat itu, dan apabila kita berdoa dan meminta sesuatu maka akan tercapai, dan itu membuat Hye Jin tergerak.
Hye Jin melangkah sembari sesekali mengarahkan kamera palaroidnya ke objek yang menurut penglihatannya bagus untuk diabadikan. Hye Jin melangkah menuju Kuil yang di katakan Biksu itu.
“Aku memiliki permintaan yang tulus dan semoga Budha mengabulkan permintaan ku,” ucap Hye Jin dalam hatinya.
Ia mulai melipat kedua tangan di depan Kuil yang kecil dan terdapat dua patung yang bergandengan tangan di dalamnya. Ini bukan kuil, lebih tepatnya disebut miniatur mini yang menyerupai Kuil. Hye Jin memejamkan kedua matanya dan mulai menggumamkan doa.
“Perasaan ini tulus untuknya, dan debaran ini akan berhenti tanpanya. Aku ingin ia merasakan semua yang terjadi padaku, aku mau ia menggenggam hatiku sama seperti ia menggenggam erat kameranya, dan aku mau ia membawaku ke dalam jalan pribadinya. Lee Sungmin, Aku Mencintaimu!”
Sebutir kristal bening jatuh dari kedua ujung mata sipit Hye Jin. Debaran itu kembali terasa, namun kali ini berbeda, ia merasakan debaran itu menohok hatinya kuat hampir memberhentikan proses bekerjanya paru-paru yang mendasari kehidupan nafasnya berhembus—Sakit!
Hye Jin membuka mata, mengusap sisa air yang keluar dari kelopaknya. Kemudian menyalakan lilin yang ada di dekat kedua patung dalam kuil itu.
“Kau memang hebat Kang Hye Jin, sejak kapan kau mengikutiku?”
Lilin yang Hye Jin pegang bergerak, tangan gadis itu gemetar ketika telinganya mendengar suara yang menegurnya itu.
“Apa kau tak memiliki pekerjaan lain selain menguntitku?”
“SUNGMIN…”
Pekik gadis itu, ia sudah berbalik menatap pria yang sibuk memperhatikan hasil jepretan di kamera kesayangannya tanpa mau membalas tatapan Hye Jin padanya.
“Dari mana kau tau aku berada di Jepang? Aaaaa…. aku lupa, kau kan psikopat yang selalu menguntitku.”
Hye Jin merasakan ucapan itu menghantam ulu hatinya, sesak dan perih. Namun ia tak berniat untuk pergi dan menangis meninggalkan Sungmin yang sudah memberikannya tatapan tajam.
“Apa kau tak merasa lelah? Aaah… tidak, lebih tepatnya merasa malu untuk selalu berada di dekatku, haaah?”
“Sungmin, aku tidak….” suara Hye Jin tedengar gemetar, ia meremas lilin di tangannya.
“Tidak apa, hah? Tidak menjadi penguntitku?” Suara Sungmin kini meninggi dan itu membuat Hye Jin sedikit memundurkan langkahnya yang tanpa sengaja menubruk pagar pembatas kuil itu.
“Aaaa!” pekik Hye Jin, menyentuh pinggangnya yang sedikit terasa sakit.
“Kau dengar baik-baik Kang Hye Jin! Aku sudah muak dengan semua tingkah lakumu yang selalu mengikutiku, selalu mencari tau tentang kehidupanku. Siapa kau sebenarnya? Kau bahkan tak pantas berada di dekatku. Jangan pernah bermimpi tuk menjadi yang lebih untukku. Kau hanya seorang yang aku kenal, yang berada satu ruangan denganku di kampus dan satu orang yang aku kenal duduk di belakangku, satu orang yang aku tahu selalu memandang punggungku dengan khayalan tinggi menjadi seorang gadis yang istimewa dalam hidupku, this is Impossibl, Kang Hye Jin’ssi!”
Perkataan Sungmin berakhir diiringi tetesan yang menyakitkan dari kedua mata Hye Jin. Untuk yang kesekian lama ia selalu menerima cacian dan makian Sungmin atas penolakannya, namun kali ini ucapan Sungmin mampu merobek segala pertahanan kekebalannya selama ini.
Terlalu sakit deretan kata itu sehingga membuat Hye Jin meremas pinggangnya. Gadis itu menangis tertahan memandang punggung Sungmin yang sudah meninggalkannya tanpa ada rasa iba sedikitpun. Jepang adalah negara yang menjadi saksi keganasan seorang Lee Sungmin terhadap Kang Hye Jin.
“Aku mencintaimu, tapi apakah cinta ini begitu membuatmu tidak nyaman, Lee Sungmin?” gadis itu tersedu di tengah tangisnya. “Maafkan aku!”
==========– PRESENT –==========
Kyunghee University
Korea
09.15 pm
“Kau yakin ingin bertemu dengannya di sini? Kenapa tak membuat pertemuan di luar saja, restoran misalnya.”
Suara menggelegar Kyuhyun memenuhi koridoor satu area di kampus itu.
“Hei Cho Kyuhyun, kampus adalah tempat yang pas. Dia seorang mahasiswa, jadi jika mengadakan pertemuan di luar itu akan banyak memakan waktunya. Kau kan tau ia mahasiswa, kasian jika harus bertemu di luar,” jawab gadis yang masih lekat dengan kacamata hitam menutupi kedua mata kecilnya.
“Oke baiklah! Tapi apakah kau tidak bisa melepas kacamatamu itu, kita menjadi sorotan semua mata di sini!”
“Bukan Kang Hyena namanya jika tak menarik semua perhatian orang,” jawab gadis itu sekenanya, membuat Kyuhyun menahan tawa dengan sedikit kekesalan di hati. Ia memukul kepala Hyena pelan.
“Apa yang kau lakukan? Kau berani memukul kepalaku, Cho Kyuhyun’ssi?”
“Yaa, why not?”
Kyuhyun dibuat kesal oleh Hyena dan Kyuhyun berniat memukul kembali kepala gadis itu, namun Hyena sudah lebih dulu berjalan menghampiri sosok pria muda dan tampan di hadapan mereka.
“Kau… Kim Joon Myeon?”
“Iya benar, tapi panggil aku Suho saja!” jawab sosok itu dan menyambut salaman Hyena padanya, keduanya tersenyum. “Aahh, ini…”
“Cho Kyuhyun penulis terkenal di Bella Donna,” ucap Kyuhyun cepat, mendahului ucapan Hyena yang hendak menyebut namanya, dan Suho menyambut salaman Kyuhyun.
“Suho! Aku tau kau tuan, Cho Kyuhyun,” ujar Suho ramah. “Emm, kita sebaiknya bicara di kantin kampus saja, bagaimana?” tambahnya.
“Tak ada salahnya, kebetulan aku lapar tak sempat sarapan tadi,” jawab Kyuhyun yang tersenyum kecut dan hal itu membuat Hyena menyikunya.
“Aaaa… bagus kalau begitu,” ucap Suho ramah lagi dan membawa Hyena dan Kyuhyun berjalan menuju kantin.
“Sudah berapa lama kau suka menulis?” tanya Hyena ketika mereka kini sudah duduk di Kantin.
“Eeemm… menulis sejak kelas satu SMA, tapi yang serius membuatnya sebagai novel baru dua tahun belakangan ini.”
“Ooh, aku suka dengan tulisanmu. Tajam namun memiliki makna yang lembut di dalamnya. Banyak misteri yang keluar di setiap baris penulisan dialognya.”
“Seperti membaca cerita horor kalau begitu?” ucap Suho sembari menyeruput juss alpukatnya.
“Tidak begitu. Heeemm… penilaianku, tulisanmu cukup menjual karena isi storynya membuat para pembaca penasaran dan ingin kembali dan terus membaca setiap karyamu dan mencari tau apa yang akan terjadi pada pemain dalam cerita yang kau tulis.”
“Penilaian seorang editor sepertimu tak mungkin tukku menyangkalnya, terimakasih atas kritikannya.”
“Oooww… itu bukan kritikan. Itu pujian yang kutekankan padamu!” jawab Hyena dengan todongan telunjuknya pada Suho yang hanya tertawa mendengarnya.
“Segera berikan judul pada tulisanmu Suho’ssi, agar kami segera dapat mengerjakannya.” Kyuhyun menginterupsi pembicaraan antara Hyena dan Suho dengan tatapan yang sedikit eemm… gimana yah?
“Maksudnya?”
“Yaa… selamat bergabung di Bella Donna Suho’ssi. Kami menyetujui tulisanmu tuk diterbitkan bulan ini, dan bersiaplah tuk menjadi penulis yang terkenal!” jawab Hyena atas ketidak pengertian Suho akan ucapan Kyuhyun padanya.
“Dan kau masih di bawah bimbinganku!” ucap Kyuhyun lagi, Suho tak bisa berucap ia hanya berdiri dan menatap Hyena dan Kyuhyun bergantian.
“Terimakasih atas kepercayaan kalian!” Suho tersenyum dengan buncahan kebahagiaan yang luar biasa bergemuruh di hatinya.
“Besok kami tunggu di Bella Donna pukul  sembilan pagi, oke. Jangan terlambat!”
“Pasti!” jawab Suho tegas.
==========– PRESENT –==========
Bandara Incheon
Seoul
10.00 pm
Seorang pria telah berjalan santai dengan menyeret koper hitam di tangan kirinya. Kedua matanya tertutup kacamata cokelat membuat sisi tirus wajahnya semakin terlihat. Setelan celana jeans putih ketat dan t-shirt putih senada dengan celananya, serta jaket casual hitam menutupi tubuhnya sangat tampan. Sesekali pria itu melirik arloji putih sebelah kanan tangannya dan menatap ke sekeliling.
“Oooo… Hyung!”
Lambainya ketika melihat satu orang pria yang tak kalah tampan sedang menunggunya berdiri. Setelan hitam yang pria itu pakai menggambarkan bahwa pria itu adalah seorang pemimpin.
‘Sungmin’ah…” balas pria itu pada sungmin yang tidak lain adalah adiknya. Ia Lee Hyuk Jae.
“Sudah lama menunggu?”
“Heemm tidak juga, aku baru saja sampai,” jawab  Hyuk Jae sembari merangkul adik nya.
“Kau sendirian Hyung, Hyena dan Kyuhyun tak ikut?”
“Tidak, mereka ada pertemuan dengan penulis baru.”
“Oohh… baiklah kalau begitu. Ayoo kita pulang sudah lama aku tidak makan masakan mu, Hyung.”
Hyuk Jae hanya tertawa mendengar perkataan adiknya, “Baiklah, kita berdua akan pergi ke supermarket membeli sayuran dan bahan-bahan tuk membuat masakan kesukaan mu.”
“Aku sudah lapar.”
“Eemmm… ayoo! Kau tau, Hyung menggunakan mobilmu ke sini karena Hyung tau kau pasti merindukan mobil sport putihmu itu, hahaa…”
“Hyunggggggggggggg…” teriak sungmin dan Hyuk Jae hanya bisa berlari sekuat yang ia bisa karena satu detik kemudian Sungmin sudah mengejarnya dengan sekuat tenaga. Namun Hyuk Jae tak melanjutkan larinya dan..
Bruggg! Tabrakan antara Hyuk Jae dan Sungmin tak terelakan.
‘Hyaaaa… hyung! Aku mendapatkanmu, siapa yang menyuruhmu menggunakan mobilku, eoohh ?”
“Kang Hye Jin? Hye Jin’ah!”
Sungmin semakin bingung akan teriakan Hyuk Jae dan ia mengikuti arah tatapan kakaknya. Benar, tatapan matanya membelalak ketika melihat sosok gadis yang ia kenal.
“Hye Jin’ah!” teriak Hyuk Jae dan ia pun berlari menghampiri pemilik nama yang di panggilnya itu.
“Hyung!”
“Hye Jin’ah….”
Gadis yang dipanggilnya menoleh dan seketika ia menundukan tubuhnya tanda menghormati sosok Hyuk Jae.
“Oppa..”
“Hemmm… apa yang kau lakukan di sini, mau kemana atau baru datang dari?” cecar Hyuk Jae dengan tiga pertanyaan.
“Eoohh… eemm… Jepang, oppa… heee..” jawab Hye Jin pelan sembari menggosok tengkuknya.
“Hyung kenapa kesini?” bentak Sungmin dengan pukulan pelan di punggung kakaknya, namun Hyuk Jae masih tak menghiraukan teriakan adiknya. Ia masih fokus pada Hye Jin yang mulai terlihat berbeda.
“Sungmin’ah…” ucap Hye Jin kini hampir tak terdengar.
“Eeoohh, kau kenal Sungmin?”
“Kau lagi. Hyaaa… kau itu sebenarnya manusia atau hantu?” Sungmin bertanya keras sembari memperbaiki kacamatanya dan melemparkan pandangan ke sekitar.
“Aahh iya oppa. Dia teman satu ruangan di kampus,” jawab Hye Jin dan Hyuk Jae hanya manggut-manggut mengerti. “Eemm kalau begitu aku duluan oppa, taxiku sudah datang.” Tambah Hye Jin sopan dan menundukan kepala tanda berpamitan.
“Kenapa kau tidak sama-sama dengan kami saja, kita searah juga, kan?’ tawar Hyuk Jae.
“Hyungggggg!” tiba-tiba sosok yang sibuk dan sok acuh di belakang Hyuk Jae berteriak.
“Hyaaaaa! Kau itu kenapa suka sekali berteriak, eoohh?” bentak Hyuk Jae pada adiknya dan Sungmin hanya bisa diam dan kesal atas teriakan Hyuk Jae padanya.
“Aaahh… tidak usah oppa. Aku tidak mau merepotkan kalian.”
“Tidak apa-apa, jangan dengarkan teriakan Sungmin. Ia memang orangnya seperti itu.”
“Tidak usah oppa. Aku tidak langsung pulang ke rumah, masih ada urusan yang aku kerjakan di butik.” jawab Hye Jin ramah dan itu cukup membuat Hyuk Jae menyerah akan niatnya mengajak Hye Jin pulang bersama mereka.
“Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan.”
“Nee,  oppaa. Aku pergi dulu,” Hye Jin pun masuk ke dalam taxi dan Hyuk Jae melambaikan tangannya sampai taxi yang ditumpangi Hye Jin tak terlihat lagi.
“Ada hubungan apa kau dengannya, Hyung? Sebaik itu kau dengannya?” tanya Sungmin yang kini sudah membuka kacamatanya. Hyuk Jae tak menjawab pertanyaan Sungmin, ia berjalan meninggalkan Sungmin menuju ke arah mobil mereka.
“Hyung… kenapa kau tidak menjawabku dari tadi, eoohh?” Sungmin berteriak dan masuk ke dalam mobil.
“Kau yang menyetir!” Hyuk Jae melempar kunci mobil pada adiknya.
“Hiiisssttt!”
Sungmin benar-benar dibuat kesal oleh Hyuk Jae. Terbukti dengan injakan gas di kakinya. Ia menjalankan mobil tanpa memperhatikan amper yang sudah menunjuk ke angka 500/km perjam! Woow!
“Hye Jin itu adik dari Kang Hyena.”
“Whatttt?”
Sungmin tiba-tiba menginjak rem mendadak yang menciptakan suara decitan nyaring yang tercipta karena gesekan ban mobil dan aspal.
“Kau bilang apa tadi, Hyung ?”
“Hye Jin itu adik dari Kang Hyena. Ah.. leherku. Yak! Kau kenapa menginjak rem mendadak seperti itu?” Hyuk Jae memegang leher belakangnya. Bagaimana tidak? Sungmin seperti mematahkan lehernya dengan injakan rem mendadak seperti tadi.
“Ini tidak mungkin.”
“Kenapa? Hyaaa… kau tau, kau hampir membunuh kakakmu satu-satunya yang tampan ini, aaahh leherku!”
“Ini Tidak mungkin….” gumam Sungmin pelan.
==========– PRESENT –==========
Satu minggu sudah berlalu dan perubahan terjadi pada diri Lee Sungmin. Saat ini ia duduk termenung di taman belakang kampusnya memainkan kameranya dan sesekali ia memotret objek yang membuat tanganya bergerak tuk mengambil foto.
Sesekali ia melihat ke sekitar mencari sosok yang biasa hadir dan selalu berada di sekitarnya, menguntitnya dengan bermacam-macam cara aneh tuk sekedar dapat bertatapan dengannya.
“Apakah gadis itu sakit? Gila! Sudah satu minggu ia tak masuk kuliah…ckckckcck!” oceh Sungmin di tengah aksinya menjelajahi semua sudut taman belakang kampus itu dan matanya berhenti di salah satu atap di sudut ruangan yang ada di sebelah kanannya Itu adalah tempat di mana pertama kali ia berbicara pada psikopat yang menguntitnya itu.
Flashback…
“Permisi… kau yang bernama Lee Sungmin kan?” tanya seorang gadis ragu-ragu dengan tatapan takutnya menatap kedua manik mata tajam Sungmin.
“Aku Kang Hye Jin, aku Menyukaimu!” ucapnya ragu-ragu namun terdengar tegas.
“Dari awal ospek waktu itu, aku sudah memperhatikanmu, aku suka caramu memotret, aku suka caramu berjalan, aku suka saat kau bertanya pada dosen saat pelajaran berlangsung, dan aku suka memandangi punggumu. Aku suka semua yang ada padamu Lee Sungmin’ssi!”ucap gadis itu lagi kini dengan tundukan kepala di akhir ucapannya.
“Caahh… kau bicara apa? Kau menyukaiku ? Apa kau gila, eohh?”
“Emmm… aku gila setiap kali aku ingat tentangmu.”
Kini Hye Jin berani menyentuh tangan Sungmin, menariknya dan menggenggam tangan itu erat.
“Aku selalu bermimpi akan hal ini, berdekatan denganmu bahkan memegang tanganmu seperti ini.”
“Ok! Aku tau hal itu normal terjadi, tapi yang harus kau tau aku tidak memiliki waktu tuk mengurus hal yang seperti ini dan juga dirimu. Lepaskan tanganku karena masih banyak hal yang harus ku kerjakan jauh lebih penting dari dirimu!” ucap Sungmin yang lebih terkesan dengan bentakan, ia menghempaskan tangan Hye Jin kasar dan sedikit membuat gadis itu tertarik ke depan.
“Satu hal yang kuminta darimu, INI ADALAH PERTAMA DAN TERAKHIR AKU MELIHATMU. JANGAN PERNAH MUNCUL ATAUPUN MENYAPAKU APALAGI BERBICARA, KARENA AKU TIDAK SUKA DENGAN ORANG SEPERTI MU!”
Hye Jin hanya menyungging manis ketika ucapan itu terdengar menggema di kedua telinganya, ia terus menatap punggung yang berjalan meninggalkannya.
“Ucapanmu itu adalah undangan untukku agar aku terus berada di dekatmu, Lee Sungmin.”
Sungmin terkesiap lalu menggelengkan kepalanya beberapa kali saat ingatan itu seenaknya datang, bermain dalam pikirannya. Sungmin berdecak tiga kali dan tak lupa menggidikan bahunya.
“Kau memang gila, Kang Hye Jin!” gumam Sungmin pelan kemudian ia berdiri dan berjalan meninggalkan taman menuju mobil sport putihnya lalu melirik arloji di tangannya.
“Show Time!” ucap Sungmin pelan kemudian menghidupkan mobil dan dengan cepat meninggalkan halaman belakang kampus tersebut.
==========– PRESENT –==========
Redaksi Bella Donna
Citty Hall Area
19.10 pm
Suasana depan kantor redaksi terbesar ini sudah ramai oleh halayak. Wartawan di mana-mana, dan juga para tamu-tamu penting yang mulai satu – persatu memasuki pintu utama perusahaan ini. Kamera wartawan dengan cepat menyorot dan memotret seorang pria ketika sosok itu keluar dari mobil Sport putihnya.
Pria yang memakai celana Jeans biru ketat, kemeja putih menutupi tubuh tegapnya dan tak lupa jas putih yang membalut kemejanya sangat ketat dan memperlihatkan ramping pinggangnya. Sepatu boots hitam, serta kacamata hitam yang tak pernah ketinggalan ia gunakan. Lee Sungmin berhasil menarik perhatian wartawan malam ini.
Ia berjalan santai masuk ke dalam perusahaan kakaknya itu dan memperhatikan sekeliling tuk mencari orang-orang yang dikenalnya.
“Hyung…”
Lambainya kearah Hyuk Jae yang berdiri di antara dua pria tampan, Cho Kyuhyun dan Suho.
“Hei… lama tak melihatmu.”
Sambut Kyuhyun padanya, dan Sungmin menyambut itu dengan rangkulan hangat di pundak Kyuhyun.
“Oohh ya kenalkan, ini penulis baru kita, Kim Joon Myeon!” ucap Hyuk Jae pada Sungmin yang langsung mengulurkan tangannya pada pria yang dimaksud.
“Sungmin, Lee Sungmin… aku adik dari direktur jelek kalian ini!”
“aAhh ne. Kim Joon Myeon namun biasa dipanggil suho!” sambut Suho ramah dengan tawa kecil setelah mendengar perkataan Sungmin barusan.
“Sepertinya ada yang kurang, mana nona tercantik kita?”
“Aku di sini, Lee Sungmin.”
Sungmin berbalik setelah mendengar jawaban dari suara yang ia kenal dan sudah lama tak bertemu juga, namun senyum kerinduaan di bibirnya berubah ketika mendapati sosok lain yang berjalan di sebelah pemilik suara itu.
“Hei, apa kabarmu, eoohh?” tanya Hyena pemilik suara itu dan langsung memeluk tubuh Sungmin yang masih terdiam. “Selamat atas kerja kerasmu dan berhasil membawa model cantik itu bergabung bersama perusahan kita. Wuaah, malam ini benar-benar aku ingin berteriak dan mengatakan bahwa kita adalah sekelompok orang yang LUAR BIASA. Selamat tuk kau Suho, atas peluncuran novel pertamamu malam ini.”
Hyena benar-benar sudah diselimuti hawa kebahagiaan, banyak kesuksesan yang akan diperlihatkan malam ini.
“Kang Hye Jin, kau?”
“Eoohh… kau kenal adikku?’ tanya Hyena pada Sungmin yang berjalan menghampiri Hye Jin yang berdiri mematung menatap Sungmin semakin dekat dengannya.
“Kenapa kau tak pernah mengatakan jika kau adalah adik dari Hyena?” ucap Sungmin pelan namun terdengar bahwa pertanyaannya itu diiringi dengan kemarahan.
“Sudah waktunya, ayo siapkan diri kalian!”
Teriakan Hyuk Jae itu sedikit membuat Hye Jin merasa aman karena ia akan lepas sementara dari kemarahan Sungmin yang hampir menelannya hidup-hidup. Gadis itu terlihat mengusap dadanya pertanda kelegaan mengalir di dadanya.
Acara peluncuran novel dan kerjasama dengan model barupun selesai. Senyum kebahagiaan tak ada lepas-lepasnya dari kedua sudut bibir Kang Hyena dan hal itu membuat sosok Kyuhyun selalu memperhatikanya, pria itu mendekap dadanya pelan.
“Kebahagiaanku muncul ketika melihatmu tersenyum seperti itu, Hyena’ah. Tetaplah seperti ini!”
Kyuhyun bergumam pelan hanya ungtuk dirinya yang tak ingin sekalipun memindahkan tatapannya dari sosok Hyena. Berbeda dengan Sungmin yang sudah membawa Hye Jin keluar dari ruangan tersebut, membawa gadis itu ke dalam mobilnya yang ada di parkiran.
“Hyaaa, Sungmin’ssi! Kau mau membawaku kemana, eoohh?”
“Jangan banyak bicara! Aku perlu kejelasan atas hal ini, kau sudah membohongiku selama tiga tahun!” Sungmin menatap Hye Jin nanar, kedua matanya memerah dan rahangnya mengeras.
“Apa maksudmu?”
“Hyaaa… kenapa kau tak pernah mengatakan jika kau adik dari Hyena, eoohh?”
Hye Jin hanya terdiam, ia hanya bisa menundukan kepalanya kali ini, kedua kaki gadis itu gemetar.
“Kenapa kau diam, eohh? Kau memang gadis bodoh, Hye Jin! Bodoh!”
Gigi Sungmin menggertak di akhir kata BODOH. Ia masih mencengkram tangan Hye Jin kuat, membuat pergeangan tangan Hye Jin sedikit membiru.
“Yahh… aku memang bodoh! Aku bodoh karena aku sudah jatuh cinta padamu selama ini, aku…” ucapan Hye Jin terhenti.
“Dan kenapa kau tak pernah mengatakan yang sebenarnya, eoohh?” kini Sungmin membentak gadis itu keras, amarah pria itu memuncak.
“Lalu kenapa kau tak pernah mengatakan jika kau menyukai eonni?”
Sungmin sekak, ia spontan terdiam dengan nafas yang bergemuruh. Pria itu tak mampu berteriak lagi, ia hanya bisa melempar tatapannya ke luar jendela mobilnya.
“Aku tau kau menyukai Hyena eonnie dan itu benar-benar membuatku sakit. Namun aku tak ingin menyerah tuk mendapatkanmu, sudah tiga tahun aku menyimpan perasaan ini dan aku sudah menjadi gadis gila dan bodoh. Bahkan aku sudah menjadi penguntitmu, aku sudah kebal dengan kata-kata kasarmu dan itu menggores banyak luka di dalam sini. Sangat dalam dan perih! Aku…”
Entah apa yang merasuki sosok Lee Sungmin, pria itu melakukannya di luar kendali dan itu membuat Hye Jin tercekat dengan kedua bola mata yang membelalak lebar. Lee Sungmin… Lee Sungmin mencium Hye Jin dengan hangat, pria itu melumat bibir Hye Jin lembut yang membuat gadis itu memejamkan kedua bola matanya dan membalas kecupan pria yang saat ini sudah membelai paha mulus Hye Jin.
“Eemmpphht…”
Lenguhan tertahan Hye Jin keluar samar di tengah aksi ciuaman mereka, tanpa Hye Jin sadari tangannya menarik leher Sungmin tuk memperdalam ciuman mereka yang sangat panas melakukan hal ini dalam mobil di parkiran kantor.
“Aahhh…”
Desah Hye Jin saat ciuman Sungmin turun ke jenjang lehernya, menjilat dan menggigit kecil kulit putih salju leher Hye Jin, namun tak meninggalkan bekas di sana.
“Sssshhhtt… aaahh…”
Desahan Hye Jin semakin lancar tatkala Sungmin mengecup belahan dadanya yang mengintip dari gaun tanpa tali yang membalut tubuh sexy Hye Jin.
Sungmin semakin menjadi, nafas keduanya memburu tatkala remasan tangan kiri Sungmin bertengger di payudara Hye Jin. Sungmin meremas pelan dan itu membuat Hye Jin menggelinjang kesana kemari.
“Aaahhh… Sungmin’ssi….”
Racau Hye Jin dengan dongakan kepalanya, ia sudah tak bisa menahan sensasi yang diciptakan tiba-tiba itu. Hye jin menarik kepala Sungmin dan mencium bibir Sungmin dengan kasar, saling menerobos lidah dan melakukan lilitan di sana sehingga decakan itu kembali terdengar dan tetesan saliva membentuk benang-benang kecil menetes melalui pinggir bibir keduanya.
“Aaarrgghh… aku sangat bahagia sekali malam ini. Kau tau Kyuhyun’ah, ini adalah malam yang berharga untukku!”
Hyena terus berbicara pada Kyuhyun. Mereka baru saja keluar dari kantor dan meninggalkan acara. Berjalan menuju mobil Kyuhyun di parkiran. Gadis cantik yang berbalut dress panjang berwarna hijau terang tanpa lengan itu berjalan mundur dengan rentangan kedua tangannya. Kyuhyun terus memperhatikan gerak-gerik Hyena.
“Cho Kyuhyun… bukankah ini salah satu pertanda bahwa kita adalah sekelompok yang pantas tuk dihadiahi berjuta-juta piagam penghargaan, bukankan begitu?” Hyena menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun dengan senyum berbinarnya.
“Dan kau adalah sosok yang mengukir kebahagiaan itu dalam hidupku, Hyena!” Kyuhyun bergumam pelan namun tegas.
“Eeooh?” Hyena berhenti berjalan,wajahnya bingung dengan kerutan di dahi.
“AKU MENYUKAIMU, KANG HYENA. AKU MENYUKAIMU!”
Kyuhyun berbicara lagi dengan cukup keras dan itu membuat Sungmin melepaskan tautan bibirnya pada Hye Jin, memutar kepalanya ke samping, mendapati Hyena dan Kyuhyun yang berdiri mematung di depan mobilnya.
“Katakan apa yang kulihat dan kudengar ini mimpi, Hye Jin”ssi!”
Sungmin mengeram di akhir pertanyaannya, tanpa memerdulikan seperti apa ekspresi Hye Jin yang meremas gaunnya dengan hati yang tergores kembali untuk mke sekian kalinya.
“Apa yang diucapkan Kyuhyun itu hanya halusinasiku, kan?” Sungmin bertanya lagi.
…… TO BE CONTINUED …..
Kyaaaaa… to be countoniued J tiga kata itu sangat membuat saya jengkel jika membaca ff. Tapi tak ada salahnya kan saya membuat kalian jengkel? *tertawamurka
Oke! Selamat menunggu part selanjutnya yah, apakah Sungmin masih terus melanjutkan kegiatan panasnya bersama Hye Jin? Atau malah turun dan turut bergabung dengan Hyena dan juga Kyuhyun? dan bagaimana dengan kang Hye Jin?
Semuanya akan terjawab di part selanjutnya. So, tinggalkan review jika kalian sudah membaca dan menyukai storynya. Sebelum dan setelahnya, terimakasih J *seret KyuHyuk*

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: