Because With You Part 3

0
ff nc kyuhyun because with you
Author : FK
Tittle : Because With You (Part 3)
Category : NC21, Yadong, Romance, Chapter
Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Heechul
Cover : paradiseofmind.wordpress.com
Follow my twitter yah @Fumiken_ ^-^
————————
Shin Hyona berdiam diri didalam kamar. Waktu sudah hampir tengah malam tetapi mata Hyona belum ada tanda-tanda ingin terlelap sama sekali. Ia bosan. Ia ingin keluar mencari teman, atau setidaknya keluar kamar dan mengajak Kyuhyun ngobrol. Tetapi sepertinya itu tidak mungkin. Kyuhyun tidak akan mengijinkan dirinya keluar apartemen sendirian meski hanya ke toko depan gedung. Omong-omong, ternyata Kyuhyun adalah tipe orang yang over protective. Satu minggu hidup bersama Kyuhyun, membuat Hyona merasa mendapatkan seorang ayah baru. Atau bodyguard tampan? Oh ayolah, Kim Heechul bahkan sudah tidak menunjukkan gelagat mencurigakan lagi.
Hyona menghela nafas panjang. Opsi pertama sepertinya tidak mungkin terjadi. Lalu opsi kedua?
Ah, lupakan saja! Di jam-jam seperti ini Kyuhyun pasti pergi dan pulang dengan membawa gadis yang berbeda lagi. Hyona sering mendengar suara-suara desahan dan bahkan pernah memergoki Kyuhyun bercinta diruang tamu dan dapur. Cih! Dasar mesum.
Gadis itu menghela nafas lagi. Sekarang ia harus bagaimana? Ia benar-benar hampir mati bosan.
Dengan lesu Hyona melangkahkan kakinya keluar kamar dan menyalakan televisi. Lumayan lah untuk sedikit hiburan. Dari pada dirinya membusuk didalam kamar.
Beberapa menit berlalu hingga kemudian Kyuhyun muncul dari kamar sambil menggulung lengan kemeja birunya yang -menurut Hyona- membuatnya semakin terlihat tampan. “Sunbae, kau mau kemana?” tanya Hyona, matanya mengekori Kyuhyun yang sedang mengambil jaket.
“Kau belum tidur?”
Hyona merengut. “Aku tidak bisa tidur. Apa aku boleh ikut denganmu?”
“Tidak,” sahut Kyuhyun begitu selesai mengenakan jaket. Pria itu mengambil kunci mobilnya diatas meja dan berjalan melewati Hyona. “Lebih baik kau tidur saja.”
“Tapi sunbae, aku bosan. Ijinkan aku ikut denganmu. Please!”
“Sekali tidak ya ti–”
“Kumohon sunbae,” Hyona menahan tangan Kyuhyun yang hendak membuka pintu apartemen dan memasang wajah memohon. “Sunbae, please! Aku berjanji tidak akan mengganggumu. Tapi ijinkan aku ikut. Aku bisa mati  bosan disini.”
Kyuhyun mendesah. Ia melipat kedua tangan didada dan menatap Hyona intens. “Yakin tidak menggangguku?”
Hyona mengangguk.
“Diam dan tidak macam-macam?”
Hyona tidak mengerti dengan apa yang dimaksud tidak macam-macam oleh Kyuhyun, namun gadis itu lebih memilih mengangguk lagi.
“Baiklah. Ganti baju! Lebih dari 5 menit aku tinggal.”
***
Hyona mengernyit, mencoba menyesuaikan deru musik kencang yang masuk ketelinganya. Sebelumnya ia memang sudah memperkirakan bahwa Kyuhyun pasti akan datang ke tempat seperti ini. Hyona hanya tidak percaya saja bahwa dirinya kini sedang masuk kedalam tempat yang disebut pub atau kelab malam. Dan ternyata tempat ini memang separah apa yang Hyona pikirkan. Gadis sexy dengan pakaian terbuka dimana-mana. Bau alkohol. Bahkan Hyona bisa melihat beberapa pasangan yang sedang bercumbu. Astaga, apa mereka tidak malu melakukannya didepan banyak orang?
“Kyuhyun-ah!”
Hyona menoleh ketika ada seorang gadis dengan pakaian sangat memperihatinkan datang menghampiri Kyuhyun, mengalungkan lengannya dileher Kyuhyun dan langsung meraup bibir Kyuhyun. Mata Hyona membulat. Astaga! Ini gila!
Tangan Kyuhyun yang tadinya menggenggam tangan Hyona dilepaskan dan berpindah kepinggang gadis yang sedang berciuman panas dengannya. Sangat panas. Bahkan gadis itu dengan tidak tahu malunya menggesekkan payudaranya yang tertutup kain transpran kedada Kyuhyun. Hyona mengalihkan matanya dan meringis. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya ketika melihat itu.
“Kyuhyun, apakah malam ini kau milikku?” Tanya gadis itu, mengelus dada Kyuhyun dengan gerakan menggoda.
“Kita lihat apakah malam ini kau yang paling menggoda. Jika iya, maka aku menjadi hak ekskusifmu malam ini,” Kyuhyun memamerkan senyum separonya dan meremas pantat gadis itu. Kemudian ia berbalik dan kembali menarik tangan Hyona yang sempat ia lepaskan menuju meja bar.
Shin Hyona benar-benar syok dengan apa yang baru saja ia lihat. Separuh hatinya seperti menyangkal matanya sendiri. Dan separuh hatinya lagi menerima apa yang ia lihat dan merasa seperti ada sesuatu yang sesak didalam sana. Entahlah, Hyona hanya merasa Kyuhyun tidak pantas melakukan hal seperti itu. Dan ia juga merasa… tidak ikhlas entah atas dasar apa.
“Sudah kubilang kau tidak perlu ikut,” Kyuhyun menegak red winenya yang baru saja ia pesan.
“Aku tidak menyesal ikut,” balas Hyona sambil meremas ujung bajunya.
“Yeah, kita lihat apakah ucapanmu itu benar.”
Keduanya tak saling bicara lagi setelah itu. Hyona sibuk menenangkan hatinya sendiri dengan pemandangan yang benar-benar baru untuknya. Sedangkan Kyuhyun sibuk membalas sapaan entah siapapun itu yang lewat disekitar mereka. Terlihat jelas sekali bahwa Cho Kyuhyun cukup terkenal ditempat ini.
“Kyuhyun-ah!”
Kyuhyun menoleh dan melambaikan tangannya pada Choi Siwon yang menghampirinya.
“Kau baru datang? Aku mencarimu dari tadi.” Siwon mengangkat tangannya pada bertender untuk meminta minuman.
“Ada apa mencariku?”
Tidak langsung menjawab, Siwon justru mengalihkan pandangannya pada gadis disamping Kyuhyun. “Siapa, Kyu?”
Kyuhyun ikut melirik kearah Hyona. “Dia temanku.”
“One night stand? Astaga, beruntung sekali kau mendapat gadis secantik dia.” Siwon memandang Hyona dengan mata berbinar. “Siapa namamu?”
Hyona merasa gugup setengah mati. Ia melihat uluran tangan Siwon dan wajah Kyuhyun bergantian. Merasa tidak mendapat tanda-tanda apapun apakah dia diperbolehkan berkenalan atau tidak, Hyona lebih memilih menerima uluran tangan Siwon. Toh tidak ada salahnya berkenalan dengan orang baru meskipun ditempat seperti ini. “Shin Hyona.”
Siwon tersenyum memamerkan lesung pipinya. “Choi Siwon. Ah, sebagai salam perkenalan, aku akan menggratiskanmu minuman disini. Bagaimana?”
“Dia tidak minum, hyung,” sahut Kyuhyun galak melihat Siwon mengerling nakal pada Hyona.
“Kau ini galak sekali, Kyu.” Siwon menyikut lengan Kyuhyun. Mengambil soju yang diberikan bertender dan memberikannya pada Hyona.
“Jangan minum!” Kyuhyun merebut soju itu sebelum sampai pada tangan Hyona. “Dia tidak minum, hyung. Dan dia bukan teman one night stand ku.”
“Benarkah? Kalau begitu malam ini berikan dia padaku saja.”
“Sialan!” Kyuhyun meninju lengan Siwon yang hanya dibalas tawa oleh pria itu. Tak lama kemudian seorang gadis datang dan Siwon pergi dengan gadis itu.
Hyona menatap punggung Siwon yang menjauh kemudian mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun, meminta penjelasan.
“Dia temanku, pemilik kelab ini,” jawab Kyuhyun atas pertanyaan yang tak diutarakan Hyona.
Gadis itu mengangguk mengerti. Matanya sesekali melirik soju yang berikan Siwon yang kini ada ditangan Kyuhyun. Sebenarnya Hyona penasaran bagaimana rasa minuman itu. Tapi…
“Jangan melirik minuman ini seperti itu! Kau pikir aku akan memberikannya padamu?”
Benar kan? Si galak Cho Kyuhyun muncul lagi.
“Aku hanya sedikit penasaran bagaimana rasanya. Emm, bolehkan aku mencobanya? Sedikit saja,” Hyona mendekatkan jempol dan jari telunjuknya untuk mendeskripsikan kata sedikit yang baru saja ia ucapkan.
“Kubilang tidak ya tidak. Jangan memaksa!”
Hyona mencibir. “Tapi kan minuman itu diberikan untukku. Lagipula aku tidak mungkin mabuk.”
Oh ayolah. Hyona memang gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang dunia seperti ini. Tapi bukankah ia sudah berumur 19 tahun? Sedikit mencoba tidak apa-apa kan? Toh ia juga tidak akan kelewat batas. Hanya mengobati rasa penasaran saja.
Kyuhyun mendengus dan memutar bola matanya malas. Mungkin ini risikonya mengajak anak kecil ke pub. Merepotkan.
“Yasudah terserah apa katamu saja.” Kyuhyun meletakkan botol soju yang sebenarnya memang milik Hyona itu keatas meja dan kembali pada red winenya sendiri. Ia melirik Hyona yang sangat antusias membuka botol soju itu, menuangkannya kedalam gelas dan meminumnya. Dan detik berikutnya kening gadis itu mengernyit.
“Rasanya aneh. Tapi tidak buruk.”
Kyuhyun mendengus. “Aku akan menendangmu sampai apartemen jika kau mabuk.”
***
Entah sejak kapan, kini Kyuhyun dan Hyona tengah berdiri dilantai dansa ditengah kerumunan orang. Tak berbeda dengan lainnya, kedua orang itu terus menari mengikuti irama musik yang menghentak-hentak. Tubuh mereka bergesekan dan bahkan Kyuhyun bisa merasakan payudara Hyona terus menggesek dadanya. Merasa gemas, Kyuhyun semakin menarik pinggang gadis itu hingga kini tubuh mereka benar-benar menempel.
Alkohol sialan!
Hyona masih menggerakkan tubuhnya. Tak mempedulikan tatapan mata pria disekelilingnya yang seolah-olah sedang menelanjangi tubuhnya. Sepertinya alkohol benar-benar mempengaruhi kesadaran akalnya malam ini. Apalagi sentuhan Kyuhyun dipinggangnya, membuat Hyona merasa seperti sedang dibakar gairah.
Kyuhyun sadar betul bahwa Hyona sedang mabuk meski hanya menegak tiga gelas saja. Toleransi Hyona terhadap alkohol sepertinya memang tidak ada. Benar-benar payah.
“Oppa… Kyuhyun oppa…”
Nah, sejak kapan Hyona memanggilnya oppa? Benar kan gadis ini mabuk?
Kyuhyun semakin mendekatkan telinganya pada bibir Hyona agar bisa mendengar gadis itu sambil terus bergerak mengikuti musik. Tangannya sibuk meremasi pantat Hyona, membuat gadis itu bergerak tak karuan.
Meski tidak separah Hyona. Red wine itu tetap saja berpengaruh pada tubuh Kyuhyun.
“Kyuhyun oppa, kau tampan sekali.” Gumam Hyona tidak jelas. Tangannya yang mengalung pada leher Kyuhyun kini merambat naik merengkuh rahang pria itu. Kyuhyun masih diam saja, menanti apa yang akan Hyona lakukan. Dan pria itu benar-benar terkejut ketika Hyona menarik kepalanya hingga bibir mereka bertemu.
Tiga detik berikutnya Hyona melepaskan bibirnya yang menempel pada bibir Kyuhyun. Tangannya kembali keleher pria itu kemudian ia terkekeh pelan.
“Ternyata memang manis,” gumam Hyona pelan. Sangat pelan namun Kyuhyun masih mampu mendengarnya karena jarak keduanya yang sangat minim.
Pria itu mendengus. Cih! Tau apa gadis ingusan ini tentang manisnya sebuah ciuman? Kyuhyun bahkan berfikir kalau barusan adalah ciuman pertama Hyona mengingat betapa payah gadis itu menciumnya. Atau jangan-jangan Hyona pernah mempunyai fantasi liar tentang dirinya hingga mampu berkata seperti itu. Ternyata ‘memang’ manis.
Kyuhyun mengangkat dagu Hyona dan berkata, “Mau tau apa yang lebih manis lagi?”
Hyona menatap Kyuhyun bingung. Selain karena suara Kyuhyun yang hilang teredam musik, ia juga merasa bahwa Kyuhyun sekarang ada 3. Jadi, apakah selama ini Cho Kyuhyun punya saudara kembar?
Hyona masih berkutat dengan pikirannya yang kacau ketika ia melihat ‘ketiga’ Kyuhyun dihadapannya mengeluarkan seringai. Pria itu mendekatkan wajahnya dan detik berikutnya bibir mereka kembali bertemu. Bukan hanya menempel seperti yang Hyona lakukan tadi. Tetapi langsung melumatnya dengan menggebu, bahkan Kyuhyun dengan mudahnya menelusupkan lidah kemulut Hyona dan mengajak lidah gadis itu menari.
Hyona meremas rambut Kyuhyun ketika pria itu menghisap lidahnya begitu kuat. Mata Hyona terpejam. Dan sebisa mungkin ia membalas ciuman Kyuhyun yang begitu menggebu. Kyuhyun benar, yang ini lebih manis.
Musik masih menghentak dengan begitu kencang dan entah sudah berapa lama mereka berciuman. Yang Kyuhyun rasakan hanya kini tangannya tak bisa tinggal diam. Terus merambat naik hingga mampu menangkap benda kenyal yang tumbuh didada Hyona, meremasnya dan membuat gadis itu mengerang dalam ciumannya.
“Eemmphhh…” desahan Hyona tertahan oleh ciuman Kyuhyun. Tubuhnya semakin bergetar merasakan remasan Kyuhyun pada payudaranya yang masih tertutup rapat.
Merasa kehabisan nafas, Hyona segera menarik bibirnya hingga ciuman mereka terlepas. Nafas keduanya terengah dan detik berikutnya Kyuhyun merasa seperti disambar petir. Pria itu melepaskan payudara Hyona dari tangannya dan meringis. Ini tidak benar. Ia tidak boleh memanfaatkan gadis yang mabuk berat.
Pria itu melepaskan tangan Hyona yang melingkar dilehernya kemudian menariknya keluar.
“Saatnya pulang.”
***
Kyuhyun meletakkan Hyona di atas ranjangnya. Gadis itu masih saja merancau tidak jelas sepanjang perjalanan pulang hingga sekarang. Dan itu membuat Kyuhyun menarik sebuah kesimpulan.
Shin Hyona ternyata masuk kedalam jajaran gadis yang mengidolakannya.
Baiklah, ini akan menjadi bahan olokan yang menyenangkan ketika Hyona sadar besok pagi. Seperti, bukankah aku memang sangat tampan? Bagaimana rasanya tinggal di apartement idolamu atau bagaimana rasanya berciuman dengan pria incaran kampus?
Sial! Mengingat ciuman panas mereka tadi membuat benda dibalik celana Kyuhyun semakin mengeras. Pria itu duduk dipinggir ranjang dan meraih ponselnya.
Sepertinya malam ini ia butuh ‘asupan’.
Kyuhyun mengerang ketika panggilannya tak juga dijawab. Kemana Eunji? Jika Eunji tak juga mengangkat telponnya, itu artinya ia harus kembali ke bar untuk mencari gadis bayaran lain. Sial!
Baru saja Kyuhyun ingin melempar ponselnya ketika panggilannya terjawab.
“Yeohh..bo sshh..seyo–?”
Kening Kyuhyun berkerut mendengar suara Eunji. Kenapa gadis ini? Apakah ia baru saja lomba marathon?
“Kau kenapa? Bisakah kau ke apartemenku sekarang?”
“Aku aahhh tidak bisa Kyuuuhh… ouuhh lebih cepaatthh eenghh aahhh…”
Kyuhyun mendengus dan melempar ponselnya dengan kesal. Pelacur itu sedang bercinta rupanya. Sial! Sekarang apa yang harus ia lakukan? Kyuhyun tidak punya nomor wanita malam lain selain Park Eunji. Ia mengetahui nomor Eunji pun– oh tidak, lebih tepatnya Eunji yang mendapat nomornya lebih dulu karena gadis seksi itu begitu terobsesi dengan Kyuhyun dan berharap Kyuhyun menjadi pelanggannya tiap malam.
Kembali ke pub? Oh, ia benar-benar tidak tahan jika harus menunggu sampai sana. Apakah ia harus menuntaskan ini sendiri dikamar mandi? Tidak menyenangkan sekali.
Kyuhyun mengumpat dan hendak keluar dari kamar Hyona ketika mendengar gadis itu kembali merancau.
“Oppa… Kyuhyun oppa…”
Pria itu mendengus. Ia melipat tangannya didada dan menatap Hyona yang masih memejamkan mata dengan kesal.
“Gara-gara kau sekarang aku jadi seperti ini. Sial! Seharusnya aku tidak mengijinkanmu ikut tadi.”
Tubuh Hyona menggeliat dibalik selimutnya. “Kyuhyun oppa…”
Kyuhyun semakin geram. “Bicara sekali lagi aku tidak segan-segan menidurimu, Shin Hyona!”
Pria itu berbalik dan berjalan menggapai pintu. Namun ketika tepat di depan pintu langkahnya terhenti mendengar ucapan Hyona.
“Jangan bercinta dengan gadis lain. Bercinta denganku saja.”
Kyuhyun berbalik dan menatap Hyona dengan terkejut. Amat sangat terkejut. Sebegitu hebatkah pengaruh alkohol yang masuk keperutnya hingga Hyona bisa mengatakan kalimat berbahaya seperti itu?
“Aarrgghhh!” Kyuhyun meremas rambutnya dan menggeram frustasi. Persetan dengan semuanya. Ia benar-benar sudah tidak tahan. “Kau yang meminta, oke?”
Kyuhyun melangkah mendekati Hyona kemudian menyibakkan selimut gadis itu. Dan tanpa menunggu lebih lama lagi ia langsung menindih dan melahap bibir Hyona dengan menggebu.
Kyuhyun memejamkan mata sambil terus melumat bibir Hyona. Ia merasa seperti ada yang sedang berperang di dalam tubuhnya. Separuh dari dirinya mengatakan bahwa tugasnya disini adalah untuk melindungi Hyona dan memastikan gadis ini selalu dalam keadaan baik-baik saja. Tapi sebagian dari dirinya yang lain seperti membela nafsunya, membela dirinya sendiri dan menyalahkan Hyona karena dari tadi tak berhenti merayunya. Oh, mabuk tidak masuk dalam hitungan. Shin Hyona tetap saja menggodanya.
Dan sayangnya bagian itulah yang lebih mendominasi.
Biarlah. Biarlah saat ini Kyuhyun melampiaskan nafsunya pada tubuh gadis ini. Apapun, selain melakukan penetrasi kedalam kemaluan Hyona karena Kyuhyun yakin gadis ini pasti masih suci dan tak pernah terjamah oleh siapapun sebelumnya.
Dan seakan lupa dengan janjinya, Kyuhyun yang memang sedang berada dipuncak gairah kini tak mampu berfikir apapun selain apa yang ada dibawah tubuhnya. Dan dengan gairah yang telah mencapai ubun-ubun Kyuhyun menghentakkan pusat tubuhnya kedalam tubuh Hyona dan detik kemudian keduanya melebur menjadi satu.
***
Shin Hyona mengeratkan pelukannya pada gulingnya. Kenapa rasanya guling itu semakin bertambah keras ya? Dan yang ia tahu, guling yang biasa ia peluk tidak menghasilkan aroma memabukkan seperti sekarang. Dan juga, gulingnya tidak mengeluarkan suara detakan pelan menyerupai suara detak jantung. Apakah gulingnya bertransformasi?
Bodoh amat! Hyona yang nyawanya memang belum sepenuhnya terkumpul lebih memilih untuk diam melanjutkan tidurnya yang bisa dibilang ternyenyak dari semua tidur yang pernah ia alami. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada ‘guling’nya namun kemudian terkejut merasakan guling itu bergerak. Hyona membuka kelopak matanya perlahan dan tertegun ternyata yang berada dipelukannya -dan yang sedang memeluknya- adalah Cho Kyuhyun.
Mata Hyona membulat. Beberapa detik ia mencoba mencerna apa yang terjadi hingga beberapa kejadian semalam kembali berputar dikepalanya bagai film putus-putus yang diputar berulang-ulang.
Pergi ke bar. Mabuk dan tidak mengingat dengan jelas apa yang terjadi hingga kini berakhir diatas ranjang berdua dengan Cho Kyuhyun. Bahkan keduanya tidak memakai…
“Aaaarrgghhh…” setelah berteriak, Hyona mendorong tubuh Kyuhyun dari pelukannya dan duduk sedikit menjauh dari Kyuhyun yang mulai bangun. Gadis itu menangkup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis.
“Kenapa harus berteriak sih?” Gumam Kyuhyun dengan suara serak khas bangun tidurnya. Pria itu hampir saja kembali ke alam bawah sadar ketika mendengar suara tangisan. Menoleh, Kyuhyun tertegun melihat Hyona menangis. Bahu gadis itu berguncang dan Kyuhyun bisa melihat air mata mengalir melalui sela-sela jari Hyona.
Astaga! Kau brengsek, Cho Kyuhyun!
“Hyona,” pria itu duduk bersandar didashboard disamping Hyona. Tangannya terulur hendak menyentuh bahu Hyona, tapi tertahan diudara. Ia takut gadis itu akan menangis lebih keras lagi. Kyuhyun merasa dirinya benar-benar brengsek dan ia menyesali perbuatannya yang hilang akal semalam. Seandainya ia mampu menahan nafsunya, ini semua tidak akan terjadi.
Baiklah, semalam memang Hyona menggodanya. Tetapi bukankah gadis itu benar-benar sedang mabuk? Terbukti dirinya menangis sekarang.
Seandainya Kyuhyun bisa menahan diri, sekarang Shin Hyona tidak akan menangis. Karena entah mengapa ada sesuatu yang menyakitkan dalam hati Kyuhyun ketika melihat Hyona menangis.
Bukannya melindungi, Kyuhyun justru merusaknya.
Oh Tuhan, bagaimana ini?
“Maafkan aku,” gumam Kyuhyun pelan. Sangat pelan hingga hanya telinganya sendiri yang mampu mendengar.
***
“Aku tidak apa-apa.”
“Maafkan aku.”
“Aku tidak menyalahkanmu.”
“Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu.”
“…”
“Hyona…”
“Aku mau pulang.”
Kyuhyun menggeram dan melempar kaleng sodanya sembarangan. Sama sekali tak mempedulikan lantai apartemennya kotor karena kaleng itu masih berisi setengah lebih soda.
Tepat satu minggu semenjak kepergian Hyona dari apartemennya, dan selama itu pula bayangan gadis itu tak mau pergi dari otak Kyuhyun. Bahkan percakapan terakhir mereka terus terngiang ditelinganya, membuat peredaran nafas Kyuhyun terganggu. Ia merasa sesak entah karena apa. Menyesal. Sangat menyesal. Dan Kyuhyun merasa dirinya adalah pria paling brengsek didunia ini.
Astaga! Kenapa malam itu ia tak bisa menahan nafsunya? Ya, malam itu Hyona memang menggodanya. Tapi seharusnya Kyuhyun bisa berfikir jernih jika gadis itu sedang dalam keadaan mabuk.
Masih terbayang jelas dikepala Kyuhyun bagaimana pilunya tangisan Hyona. Seumur hidup, ia tak pernah merasakan perasaan menyesal seperti ini. Amat sangat menyesal. Ingin sekali Kyuhyun berlari menemui Hyona, bersujud dihadapannya hingga gadis itu memaafkannya. Tapi jangankan meminta maaf. Semenjak kepergiannya minggu lalu, Hyona menjadi sangat sulit ditemui. Bahkan beberapa kali Kyuhyun memergoki Hyona menghindarinya ketika tanpa sengaja mereka bertemu di kampus.
Sial! Apa gadis itu tidak tahu betapa tersiksanya Kyuhyun setiap hari tidak bisa tidur karena memikirkannya? Atau jika memang Hyona tidak mau memaafkannya, tolong pergi dari kepala Kyuhyun dan biarkan pria itu hidup tenang.
Dering ponsel membuyarkan lamunan Kyuhyun. Pria itu mengambil ponselnya dan segera menekan tombol hijau mengetahui siapa yang menelpon.
“Ada apa Sungmin-ah?”
“Kau dimana? Pertandingannya akan dimulai lima belas menit lagi.”
Kyuhyun mendesis. Kenapa ia bisa lupa? “Sepuluh menit lagi aku sampai. Persiapkan dulu saja tim kita.”
Pria itu mematikan sambungan telponnya dan langsung keluar apartemennya dengan tergesa-gesa.
Shin Hyona sialan! Bisa-bisanya kau memporak-porandakan hidupku hanya karena memikirkanmu!
Dan selama perjalanan menuju universitas Kyuhyun habiskan dengan memaki gadis yang tidak tahu apa-apa tentang pertandingan basketnya yang tak sengaja ia lupakan.
***
“Cho Kyuhyun!!! Cho Kyuhyun!!!  Cho Kyuhyun!!!”
Shin Hyona menutup telinganya kesal. Bukan karna lapangan basket yang berisi para penonton berisik, tetapi karena hampir mereka semua meneriakkan satu nama yang sama. Cho Kyuhyun. Astaga! Apakah pemain basket disini bernama Cho Kyuhyun semua? Menyebalkan sekali! Ditambah sahabatnya yang sedari tadi juga tak mampu mengatupkan mulutnya barang semenit saja.
“Shin Hyona! Astaga, kau lihat three point shoot yang dilakukan Kyuhyun sunbae baru saja? Keren sekali!”
Demi Tuhan. Hyona benar-benar ingin menceburkan sahabatnya ini kedalam sumur!
“Diamlah, Yoojin. Aku–”
“Yeeaaaaayyyy…!!!”
Ucapan Hyona terpotong oleh teriakan Yoojin beserta para penonton lain yang -menurut Hyona- sangat berlebihan. Kampungan sekali orang-orang itu. Apa mereka belum pernah melihat pertandingan basket sebelumnya? Gadis itu menopang dagunya dengan kesal.
“Kyuhyun sunbae keren sekali! Hampir semua point tim fakultas seni dia yang mencetak. Oh my God!”
“Lee Yoojin! Kau ini bisa diam atau tidak?”
Yoojin menoleh. Ia memiringkan kepalanya dan memandang Hyona dengan heran. “Aku curiga kau mempunyai masalah dengan Kyuhyun sunbae. Katakan, apa masalahmu?”
“Bukan apa-apa.”
“Kau tidak bisa membohongiku Shin Hyona sayang. Bahkan dipertandingan basket dulu teriakanmu lebih keras dariku.”
Hyona ikut memandang Yoojin dengan kesal.
Ya. Aku mempunyai masalah dengannya. Dia meniduriku saat aku sedang dalam keadaan mabuk. Membuatku kehilangan hartaku satu-satunya yang paling berharga lalu dengan entengnya pria yang kau idolakan dengan gila itu hanya mengatakan ‘maaf’. Apa dia pikir maaf bisa mengembalikan keperawananku yang telah direnggutnya. Bahkan aku dalam keadaan tidak sadar saat itu! Jika memang dia mengincar tubuhku, kenapa tidak langsung mengatakannya saja? Itu akan lebih mudah untukku menentukan pilihan antara menurutinya atau tidak. Bukan seperti ini! Aku merasa seperti baru saja dicuri habis-habisan! Mahkotaku! Keperawananku dicuri!
“Kau menyebalkan sekali, Lee Yoojin!”
Hyona berdiri dan meninggalkan lapangan basket dengan langkah menghentak-hentak. Ia membuang nafas kasar, melampiskan semua amarah yang tak bisa terungkapkan dengan mengepalkan tangannya kuat sampai jemarinya memutih.
Kenapa sih semua orang menyebalkan? Dan Yoojin, kenapa sahabatnya itu tidak bisa mengerti dirinya sama sekali bahwa ia sedang berusaha mencoreng nama Cho Kyuhyun dalam daftar manusia yang hidup dibumi ini? Gadis itu justru malah memperjelas kehadiran Kyuhyun dalam dunianya.
Hyona duduk ditaman kampus. Beruntung hari ini sedang diadakan festival dan banyak kegiatan lomba sehingga tempat ini sepi. Hyona benar-benar ingin sendiri.
Menyebalkan! Cho Kyuhyun menyebalkan! Kenapa pria itu harus hadir dalam hidupnya? Kenapa harus pria dengan sejuta pesona itu yang muncul? Kenapa bukan pria lain saja yang tidak dengan mudah membuat Hyona jatuh cinta?
Tunggu. Apakah Hyona baru saja mengatakan bahwa ia mencintai Cho Kyuhyun?
Tidak. Tidak. Pemikiran aneh macam apa itu? Jangan ngawur Shin Hyona! Kemana akal sehatmu pergi?
Tapi jika kau tidak mencintainya, kenapa kau tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak karena terus memikirkannya?
Hyona menggeleng keras, menepis teriakan salah satu sudut hatinya. Tidak. Siapa bilang ia mencintai Kyuhyun? Tidak akan ada gadis waras didunia ini yang akan mencintai pria yang telah merenggut keperawanannya saat keadaan mabuk.
“Aku tidak mencintainya. Ya. Aku membencinya. Sangat!”
“Membenci siapa?”
Deg! Hyona tertegun ketika tiba-tiba rancauannya dibalas. Bukan hanya itu. Bahkan kini ada sebuah lengan melingkar dipundaknya.
“Sun.. sunbae…”
“Long time no see, Shin Hyona.”
Gadis itu menegang. Ia menggeser duduknya dan pria itu ikut bergeser dua kali ĺebih dekat. Bahkan rangkulan dipundaknya semakin mengerat.
“Ngomong-ngomong, kemana bodyguardmu itu?” Tanyanya sinis sembari mengelus rambut Hyona dengan lembut. Namun hal itu malah membuat Hyona semakin gemetar.
“A- aku…”
“Oh iya, bukankah dia sudah mencampakkanmu setelah berhasil mendapatkan tubuhmu? Maĺang sekali nasibmu Hyona sayang.”
Plaak!
Sebuah tamparan mendarat tepat diwajah tampan Kim Heechul. Hyona berdiri dan menatap Heechul dengan geram.
“Tolong jaga ucapanmu! Kyuhyun sunbae tidak sebrengsek apa yang kau katakan.” Dia meminta maaf padaku dan aku yang meninggalkannya. Dia tidak meninggalkanku.
Hyona melanjutkan kalimatnya dalam hati.
Heechul memegang pipinya yang memerah. Sial! Berani-beraninya gadis ini!
“Aku bersyukur kau sudah keluar dari apartemennya,” Heechul merogoh sakunya dan mengambil sebuah benda kotak dengan tombol merah ditengahnya. Menyeringai, pria itu melanjutkan ucapannya. “Aku sudah menaruh bom di gedung apartemen Kyuhyun. Hanya tinggal menekan tombol ini… Blaam!” Heechul menatap Hyona dengan raut menyeramkan. “Cho Kyuhyun akan mati.”
Hyona tertegun. Matanya membulat menatap pria dihadapannya dengan tak percaya. Bom? Lelucon macam apa itu?
“Jangan mencoba menipuku, sunbae!”
“Oh tentu saja aku sedang tidak menipumu, sayang. Aku tidak pernah main-main untuk menghabisi nyawa orang yang mengganggu kesenanganku.”
“Apa sebenarnya maumu?!” Seru Hyona berapi-api. Ia mengepalkan tangannya dan menatap Heechul geram.
Heechul tertawa sinis. Sambil memasukkan tangannya kesaku celana, pria itu mendekati Hyona. “Haruskah kuperjelas lagi? Aku menginginkanmu, Shin Hyona.”
– TBC –

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: