Because With You Part 2

0
ff nc because with you nc
Author : FK
Tittle : Because With You (Part 2)
Category : NC17, Yadong, Romance, Chapter
Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Heechul
Cover : paradiseofmind.wordpress.com
Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan merasakan sekujur tubuhnya pegal. Sial. Meskipun sofa ini empuk, tetapi payah juga jika untuk ditiduri. Terlalu sempit. Dan sangat tidak muat menampung tubuh jangkungnya sehingga mengharuskannya tidur melingkar seperti kucing.

Pria itu duduk. Menyandarkan kepalanya disofa dan memijat pelipisnya yang terasa pening sebelum indra penciumannya menangkap bau yang enak berasal dari dapurnya. Apakah Shin Hyona yang menghasilkan bau itu?
Kyuhyun bangkit dan melangkah ke dapur. Benar saja. Ia melihat Hyona sedang sibuk dengan kompornya. Tidak mau mengganggu, Kyuhyun memilih duduk dimeja makan dan memperhatikan punggung gadis itu dalam diam.
Hyona tersenyum setelah mencicipi jajangmyun buatannya terasa pas. Ia mematikan kompor, mengambil mangkuk dan memindahkan jajangmyun itu ke dalam mangkuk. Begitu berbalik, betapa terkejutnya Hyona melihat Cho Kyuhyun -masih dengan wajah bangun tidurnya- bertopang dagu sambil memperhatikan dirinya. Hyona terlonjak dan hampir saja jajangmyun ditangannya tumpah.
“Astaga, mengagetkan saja.”
Kyuhyun terkekeh mendengar gumaman Hyona. Pria itu mengubah posisinya bersandar pada kursi dan melipat tangannya didepan dada. “Memasak makanan favoritku?”
Hyona menatap jajangmyun ditangannya dan wajah Kyuhyun bergantian. “Aku menemukan banyak bahan jajangmyun dikulkas. Jadi aku membuatnya saja. Apa… ini makanan favoritmu?”
Kyuhyun mengangkat bahunya santai. “Menurutmu kenapa aku menaruh banyak bahan jajangmyun dikulkas?”
Hyona berpikir beberapa detik hingga akhirnya ia tersenyum cerah. “Woah. Kalau begitu silahkan makan, sunbae.” Ucapnya semangat mengetahui dirinya tidak salah memilih menu masakan karena tadi dirinya sempat bingung mau membuat sarapan apa untuk mereka.
Kyuhyun meraih jajangmyun dihadapannya dan menyuapkan kedalam mulutnya. Hyona duduk didepan Kyuhyun dan menanti komentar pria itu. “Bagaimana? Enak?”
Kyuhyun masih sibuk memasukkan jajangmyun kedalam mulutnya. Hingga entah suapan keberapa, pria itu mulai membuka suara. “Tidak buruk.”
Hyona sedikit merengut mendengar komentar sunbaenya. Yah, setidaknya Hyona menginginkan kalimat semacam ‘enak sekali’ , ‘aku belum pernah memakan jajangmyun seenak buatanmu’ , atau ‘masakanmu seperti buatan chef internasional’. Tapi kemudian ia sadar bahwa keinginannya terlalu tinggi dan bahwa dirinya memang bukan chef internasional. Jadi Hyona lebih memilih tidak berkomentar dan memakan jajangmyun miliknya. Toh Kyuhyun tetap memakan masakannya dengan lahap.
Gadis itu melihat Kyuhyun makan dan sesekali merenggangkan ototnya. Apa pria ini merasa pegal? Karena tidur disofa atau kelelahan akibat…
Hyona buru-buru menepis pemikiran kotor itu dan memilih fokus pada pemikiran pertama.
“Sunbae, kau semalam tidur disofa?” Tanyanya yang hanya dibalas lirikan satu detik oleh pria dihadapannya. “Seharusnya kau menyuruhku tidur disofa saja. Aku kan hanya tamu,” kata Hyona yang lebih mirip seperti gumaman tetapi masih bisa didengar langsung oleh Kyuhyun.
Pria itu berdecak. “Dan membuatku tampak seperti pria tolol dengan membiarkan seorang gadis meringkuk disofa? Lupakan. Aku tidak akan menjatuhkan harga diriku.”
Shin Hyona lagi-lagi terenyuh mendengar ucapan Kyuhyun, membuatnya kembali teringat ucapan pria itu semalam yang tidak ingin merusaknya. Memikirkan hal itu membuat pipi Hyona memerah. Kyuhyun melindunginya dengan cara yang sangat keren, meskipun terkadang ucapannya menusuk. Tapi tetap saja, Cho Kyuhyun baik sekali.
“Tidak perlu memerahkan pipimu seperti itu.”
Hyona tertegun dan langsung menutupi kedua pipinya dengan telapak tangan. Siapa yang memerahkan pipi? Ish, dasar menyebalkan.
Kyuhyun mengelus perutnya yang terasa kenyang. Ia berdiri dan merenggangkan ototnya sekali lagi. “Kau sudah mandi? Aku sudah memesankan pakaian untukmu. Mungkin sebentar lagi datang.”
Hyona mendongak menatap Kyuhyun yang sedang menggelengkan kepalanya kekanan kekiri.
“Gomawo, sunbae. Kau baik sekali,” jawabnya yang hanya dibalas dengusan oleh Kyuhyun kemudian meninggalkan Hyona kekamar mandi. Gadis itu mencebikkan bibirnya pada punggung Kyuhyun yang menghilang dibalik tembok. “Cih, kau itu sebenarnya malaikat atau setan?” Namun kemudian senyum cerah menghiasi bibir gadis cantik itu.
Mungkin nanti ia harus pamer pada teman-temannya dikampus yang mengidolakan Cho Kyuhyun.
***
Kyuhyun turun dari mobil bersama Hyona dan detik itu juga mereka menjadi poros mata kampus. Bagaimana mungkin ada seorang gadis turun dari mobil Cho Kyuhyun? Siapa gadis itu? Bukankah selama ini Kyuhyun tidak sedang dekat dengan gadis manapun di Kyunghee University?
Kyuhyun yang memang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian tak ambil pusing dengan hal itu. Berbeda dengan Hyona yang mendadak terpojok oleh tatapan gadis-gadis yang seolah mengatakan bahwa dirinya adalah virus yang tidak boleh berada didekat Kyuhyun. Hyona merasa heran dan takut disaat yang bersamaan. Heran, karena hanya dengan turun dari mobil pangeran kampus saja langsung membuatnya menjadi pusat perhatian. Bagaimana jika mereka tahu bahwa dirinya menginap dikamar Kyuhyun semalam? Apakah mereka akan merasa iri? Memintanya bercerita mengapa dirinya bisa berada didalam mobil Kyuhyun? Atau justru mereka akan membullinya habis-habisan seperti yang sering ia lihat diTV tentang gadis buruk rupa yang ditolong pangeran tampan? Dan karena alasan itulah yang membuat dirinya takut setengah mati. Tatapan gadis-gadis itu seolah mau menerkamnya saat itu juga.
“Kau mau kuliah atau menjadi penjaga mobil?”
Suara dingin itu menembus telinga Hyona, membuat lamunannya buyar dan menolehkan kepala pada Kyuhyun disampingnya. Gadis itu menggaruk tengkuknya gugup. “Kau duluan saja, sunbae. A- aku ingin menunggu temanku dulu.”
Kyuhyun mendengus. “Kau pikir aku menunggumu?” Dan detik berikutnya Kyuhyun melangkah meninggalkan Hyona yang melongo ditempatnya.
“Cih! Dasar es batu! Menyebalkan!” Cibirnya kesal. Hyona menghela nafas kesal. Sudahlah, lupakan pria satu itu. Lebih baik sekarang ia mencari Lee Yoojin.
Gadis itu berbalik dan langsung terlonjak kaget mendapati Yoojin berdiri tepat dibelakangnya tak lebih dari 5 centi, membuat Hyona hampir terhuyung jatuh saking kagetnya. “Astaga Lee Yoojin! Kau mau aku mendapat serangan jantung?” Maki Hyona sambil mengelus dadanya. “Aku kira kau hantu.”
Bukannya merasa bersalah, Yoojin malah melipat tangannya didepan dada dan menatap Hyona dengan mata menyipit. “Lebih baik terkena serangan jantung. Kau membuatku hampir mati karena melihatmu turun dari mobil Kyuhyun sunbae. Katakan, bagaimana bisa kau bersamanya?”
Hyona menggaruk kepalanya gugup. Sial! Padahal tadi ia sudah menyusun kalimat apa saja yang akan ia katakan pada sahabatnya yang notabene adalah penggemar gila Kyuhyun ini. Tapi mengapa sekarang dirinya malah kehilangan kata-kata?
“A-aku…”
“Dan Oh My God, Shin Hyona!” Ucapan Hyona terpotong oleh Yoojin. Gadis itu menganga menatap mobil Ferrari Laferrari mengkilap dihadapannya. Menyentuhnya, mengagumi keindahannya. “Kau tau berapa harga mobil ini, Hyo? 13 juta dollar. Wow wow wow! Kau harus menceritakan padaku bagaimana rasanya menaiki mobil fantastis ini! Bersama Cho Kyuhyun? Astaga! Rasanya aku mau pingsan!”
Hyona ikut memperhatikan mobil merah mengkilap disampingnya dan Yoojin bergantian. Rasanya menaiki mobil ini bersama Kyuhyun? Entahlah. Dari tadi yang ia rasakan hanya kesal karena Kyuhyun selalu melontarkan kalimat menyebalkan disaat dirinya mencoba akrab dan mencairkan suasana.
“Lebih baik kita kekelas, Yoojin-ah. Kau tidak malu orang-orang memperhatikan kita?” Bisik Hyona sambil melirik kanan kirinya.
Yoojin mengangguk. “Ayo! Aku akan mengintrogasimu habis-habisan.” Ujarnya kemudian menarik tangan Hyona ke dalam kelas.
***
Shin Hyona merenggangkan ototnya dan mendesah lega ketika profesor Jung meniggalkan kelas. Akhirnya kuliah hari ini selesai juga. Hyona melirik jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 1 siang. Dan omong-omong, Kyuhyun pulang jam berapa ya?
Entahlah. Sepertinya hari ini Hyona harus pulang. Ia merasa tidak enak jika menginap lagi diapartement Kyuhyun. Dan sebenarnya ia juga masih syok dengan apa yang dilihatnya semalam. Entah mengapa rasanya Hyona malu sendiri melihat Kyuhyun. Toh, sepertinya hari ini Kim Heechul tidak terlihat. Jadi lumayan aman untuknya pulang sendiri. Mumpung masih siang juga.
“Hyona, apa kau akan menginap ditempat Kyuhyun sunbae lagi malam ini?” Tanya Yoojin antusias yang dibalas Hyona dengan gedikan bahu.
“Entahlah. Sepertinya tidak. Aku malu jika merepotkannya lagi.” Hyona sudah menceritakan apa yang menimpanya pada Yoojin. Tentang Heechul yang menculiknya dan Kyuhyun yang menyelamatkannya. Membuat Yoojin bersumpah berani melakukan apa saja agar bisa mendapat kesempatan yang sama seperti Hyona diselamatkan pangeran kampus.
Baru diceritakan itu saja Yoojin sudah kelimpungan setengah mati. Bagaimana jika gadis ini tau kalau Hyona melihat idolanya bercinta? Mungkin sahabatnya ini bisa masuk UGD sekarang juga.
“Kenapa tidak, Hyo? Astaga! Padahal aku ingin kau memotretkan Kyuhyun sunbae eksklusif untukku.”
Hyona terkekeh, memasukkan bukunya kedalam tas. “Kalau begitu kau saja yang menginap ditempatnya.”
Yoojin memutar bola matanya. “Oh My God, aku bahkan berani membayar berapapun untuk itu!” Sahutnya berapi-api membuat Hyona tertawa kencang.
Suara dering ponsel menginterupsi keduanya. Hyona merogoh saku dan mendapat telpon dari privat number. Jantung gadis itu langsung terpacu. Siapa ini?
“Siapa? Kenapa tidak diangkat?” Tanya Yoojin ikut melirik layar ponsel sahabatnya. Dengan gemetar, Hyona menerima panggilan itu dan menempelkan ponselnya ditelinga.
“Yeoboseyo?”
“Hallo cantik.”
Deg! Suara itu…
“A-apa maumu?!” Tanya Hyona mencoba galak, namun suara yamg keluar justru bergetar. Apalagi ketika mendengar tawa diseberang sana.
“Tidak perlu takut begitu, sayang. Aku hanya ingin mengajakmu ‘makan malam’ nanti. Bisa kan? Biar nanti aku menjemputmu. Dan omong-omong, aku benci penolakan.” Ucap orang itu panjang lebar kemudian memutuskan sambungan telponnya secara sepihak. Membuat tubuh Hyona lemas seketika. Astaga, bagaimana ini?
“Kenapa, Hyo? Siapa yang menelponmu?” Tanya Yoojin panik melihat perubahan wajah sahabatnya.
Hyona menatap Yoojin masih dengan ekspresi was-wasnya. “Heechul sunbae.”
Yoojin berdecak kesal. Ia yang telah mendengar cerita Hyona jadi ikut membenci Heechul. Padahal awalnya mereka bertiga cukup dekat. Mereka berkenalan saat masa orientasi dulu karena Kim Heechul menjadi salah satu pembimbingnya. Ketiganya dekat sejak itu, bahkan Yoojin bisa merasakan gelagat suka dari Heechul pada Hyona. Yoojin hanya tidak menyangka bahwa Heechul yang selama ini sangat baik berubah menjadi monster dengan begitu mudahnya hanya karna sebuah penolakan. Astaga, berapa umur pria itu?
“Dia menerormu?” Tanya Yoojin yang dibalas anggukan kepala oleh Hyona. Kemudian gadis itu menatap Yoojin dengan penuh harap.
“Yoojin-ah, apa kau mau menemaniku?”
Yoojin membulatkan matanya. “Jangan, Hyo. Kita jangan menemui Heechul sunbae sendirian. Maksudku, kita ini perempuan. Kau tahu, kan?”
Hyona menggeleng. “Bukan itu. Maksudku, emm, aku ingin kau menemaniku mencari Kyuhyun sunbae.”
Mata Yoojin kembali membulat dan detik berikutnya ia memekik kencang. “Mauu!!!”
***
“Kau yakin ini kelasnya?”
Yoojin mengangguk mantap. “Kau tahu berapa uang yang harus kukeluarkan untuk mendapatkan informasi jadwal kuliah dan organisasi Kyuhyun sunbae?”
Hyona mendengus. “Seingatku Kyuhyun sunbae bukan aktor atau penyanyi atau semacamnya. Kenapa kau ini berlebihan sekali?” Cibirnya.
“Aku tidak berlebihan,” Yoojin membela diri. Ia berjinjit mencoba mengintip kedalam kelas lewat jendela. “Hyo, benar kan? Itu dia Kyuhyun sunbae ada didalam. Astaga, kenapa dia bisa semakin tampan tiap menitnya?”
Hyona mencebikkan bibirnya dan memilih duduk didepan kelas. “Sudah kubilang jangan berlebihan. Yeah, kuakui aku memang mengidolakannya juga. Tapi aku jamin, rasa kagummu langsung berkurang ketika mendengarnya berbicara.”
Yoojin menghentikan kegiatannya mengintip dan ikut duduk disamping Hyona. “Benarkah? Aku memang sering mendapat cerita kalau Kyuhyun sunbae itu dingin jika diajak berbicara. Tapi aku kan belum pernah bicara dengannya. Memangnya bagaimana? Ceritakan padaku!”
“Begitulah. Dia–” ucapan Hyona terpotong ketika pintu ruang kelas yang mereka tunggu terbuka. Keduanya menoleh dan terkejut ketika melihat sosok yang pertama mereka lihat adalah sosok yang paling ingin mereka hindari. Terutama bagi Shin Hyona.
“Kau menungguku? Sudah tidak sabar untuk makan malam denganku?” Ucap Kim Heechul sambil menyeringai lebar pada Hyona. Gadis itu menahan nafasnya. Oh Tuhan!
Heechul tertawa remeh. “Jangan gugup seperti itu, say–” ucapan dan gerakan tangan Heechul yang hendak menyentuh pipi Hyona terhenti oleh sebuah tangan. Bahkan tangan itu lebih cepat bekerja satu detik dibanding mulut Yoojin yang sudah berniat untuk berteriak. Ketiga orang itu menoleh dan mendapati Cho Kyuhyun menatap Heechul dengan tatapan dingin menusuknya.
“Jangan memaksaku berkelahi ditempat ramai, tuan Kim.”
Heechul mendengus. Ia menepis tangan Kyuhyun yang menahan tangannya dan menatap pria dihadapannya dengan malas. “Aku baru tahu ternyata pekerjaanmu adalah mengganggu urusan orang,” ucapnya sengit kemudian pergi begitu saja.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Hyona, menatap gadis itu dari atas sampai bawah hingga membuat Hyona malu karena merasa seperti sedang discan. Dan jangan lupakan orang-orang yang kini juga memandanginya.
Gadis itu meremas ujung bajunya gugup. “Go-gomawo sunbae. Emm… a-aku i–”
“Ayo pulang!” Ucapan Kyuhyun seolah memberikan skakmat bagi Hyona hingga gadis itu tak bisa melawan sedikitpun bahkan ketika tiba-tiba Kyuhyun menarik tangannya. Pergi dari kerumunan orang-orang yang ingin melihat langsung orang yang menjadi hot gossip di kampus.
Cho Kyuhyun menggandeng seorang gadis.
Mereka saling berbisik dan menarik spekulasi masing-masing atas apa yang baru saja mereka lilat. Cho Kyuhyun menarik gadis itu pergi setelah sebelumnya terlibat perkelahian kecil dengan Kim Heechul. Siapa gadis itu? Apa hubungan Kyuhyun dengan gadis itu? Lalu Heechul? Apa mereka terlibat cinta segitiga?
Kemudian mereka mengalihkan pandangan pada Yoojin yang masih melongo menatap koridor yang menelan idola beserta sahabatnya. Membuatnya nyaris tak bernafas beberapa saat. Beberapa detik kemudian Yoojin tersadar dan terkegun lagi mengetahui beberapa pasang mata menatapnya lekat.
“Yoojin-ssi, apa kau tahu sesuatu tentang mereka?” Tanya Go Songjin, gadis yang telah membuat Yoojin harus membayar mahal hanya untuk informasi jadwal Cho Kyuhyun. Tiba-tiba sebuah ide gila terlintas diotak gadis itu. Yoojin menyeringai menatap kakak seniornya.
“Kau berani berapa?”
***
Hyona menatap Kyuhyun tak percaya. Setelah sebelumnya memaksa Hyona mengambil barang-barang keperluannya, sekarang pria ini dengan sangat repotnya -menurut Hyona- menata ulang ruang musiknya untuk dijadikan kamar Hyona. Bahkan Kyuhyun membelikan Hyona ranjang queen size baru. Dan yang paling membuat Hyona syok adalah Kyuhyun melakukan semuanya seorang diri. Mulai dari memindah-memindahkan beberbagai macam alat musiknya sampai menata letak ranjang baru. Dan Kyuhyun benar-benar melarang Hyona membantu sedikitpun. Seperti saat ini, ketika Hyona hendak memasukkan koper miliknya kedalam kamar, Kyuhyun justru mengambil alih pekerjaan itu.
“Sunbae, sudah kukatakan biar aku saja,” seru Hyona sambil berkacak pinggang, melihat punggung Kyuhyun yang sudah menghilang dari balik pintu kamar bersama kopernya. Gadis itu mendengus. Cho Kyuhyun menyebalkan. Mengapa dirinya dilarang membantu sama sekali?
“Sunbae!”
“Daripada kau terus mengomel, lebih baik buatkan aku makanan!”
Hyona menurunkan tangannya yang berada dipinggangnya lemas. “Kenapa kau baik sekali?” Gumam gadis itu pelan. Sepertinya ia sudah lelah dengan niatnya membantu Kyuhyun. Pria itu benar-benar keras kepala. Ya sudahlah, daripada terus berdebat, lebih baik menurut saja.
Hyona berjalan menuju dapur, meneliti bahan apa saja yang bisa ia gunakan untuk menghasilkan makanan. Dan sepertinya ia tidak akan kelaparan jika tinggal sementara diapartemen Kyuhyun karena dikulkasnya sungguh banyak sekali terdapat bahan makanan. Omong-omong, apakah pria ini bisa memasak?
Hyona mulai menyibukkan diri dengan dapur hingga satu jam kemudian beberapa hidangan telah tersaji diatas meja makan. Ada salad, cumi-cumi, spagetti, dan tidak lupa makanan favorit Kyuhyun. Jajangmyun.
Tak lama kemudian Kyuhyun muncul dan langsung menjatuhkan bokongnya dimeja makan, menatap makanan dihadapannya dengan mata berbinar. Mungkin wajahnya saat ini hampir sama dengan gelandangan yang tiba-tiba diberi sekarung makanan setelah satu minggu tidak makan. Oh tidak, tidak ada gelandangan setampan Cho Kyuhyun. Dan seseksi pria yang sedang berkeringat didepan mata Hyona saat ini.
“Wooah,” pria itu berdecak kagum. Ia mencomot cumi goreng dihadapannya dilanjutkan dengan comotan-comotan lain pada makanan lainnya. “Aku benar-benar lapar.”
Hyona tersenyum dan memposisikan dirinya duduk dihadapan Kyuhyun. Ia mengambilkan nasi kemangkuk dan memberikannya kepada Kyuhyun. “Makan yang banyak, sunbae. Kau terlihat sangat lelah.”
“Siapa yang lelah? Itu bukan aku.”
Hyona mendengus. Ia malas menanggapi Kyuhyun dan lebih memilih diam menyaksikan pria itu makan dengan lahap.
“Makanlah!”
Merasa terhibur, Hyona tersenyum melihat Kyuhyun yang berbicara dengan mulut penuh makanan. Lucu. Dan entah mengapa Hyona merasa ada desiran aneh didalam dirinya. Seperti sesuatu yang… menyejukkan mungkin?
Seperti inikah rasanya mempunyai seseorang yang bisa menjaga dan menemaninya? Bertahun-tahun Hyona hidup sebatang kara. Hingga dirinya tidak tahu bagaimana rasanya mendapatkan kasih sayang. Tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orang tuanya, siapa keluarganya. Sekarang tiba-tiba dirinya mendapatkan perlindungan dari seorang pria yang tak pernah ia pikirkan sama sekali. Hyona benar-benar merasa dilindungi. Dan itu membuatnya sangat nyaman.
“Kau menangis?”
Tersentak, Hyona buru-buru menghapus air matanya yang menerobos keluar tanpa ia sadari. Gadis itu menggeleng dan memamerkan senyum tulusnya pada Kyuhyun. “Tidak apa-apa, sunbae. Aku hanya merasa bahagia.”
Kyuhyun mengangkat bahunya acuh. Merasa tidak perlu ikut campur urusan Shin Hyona, pria itu memilih melanjutkan makannya.
“Sunbae, kau baik sekali.”
Kyuhyun mengerutkan kening menatap Hyona yang kini juga sedang menatapnya dengan mata berbinar. Gadis ini kenapa sih? Jika memang ingin berterima kasih, berterima kasihlah dengan diam membiarkan Kyuhyun memberi makan cacing cacing diperutnya.
“Terserah apa katamu saja,” balas Kyuhyun sekenanya.
“Sunbae, apa kau bisa memasak?” Tanya Hyona antusias yang hanya dibalas anggukan malas oleh Kyuhyun.
Cho Kyuhyun bodoh. Jika kau memang tidak ingin acara makanmu yang istimewa hancur, seharusnya kau berbohong saja. Lihatlah sekarang bola mata Shin Hyona membesar hingga mau keluar.
“Benarkah? Waw!”
Kyuhyun memasukkan sendok terakhir kedalam mulutnya dan minum dengan cepat. Kemudian ia melipat kedua tangannya didepan dada -posisi angkuh favoritnya- dan menatap Hyona dengan intens. “Memangnya kenapa kalau aku bisa memasak?”
“Tidak apa-apa.” Hyona hanya menunjukkan cengiran tak berdosanya agar Kyuhyun tidak mengetahui bahwa dirinya memuji pria itu habis-habisan dalam hati.
Kyuhyun mendengus. Ia melangkah mendekati kulkas dan mengambil sekaleng soda. “Heechul masih menerormu?”
“Untuk sekarang tidak,” gumam Hyona pelan. “Sunbae, apa kau mengenal Heechul sunbae?”
“Tentu saja,” Kyuhyun menegak sodanya dan bersandar dikulkas. “Dia berada satu kelas denganku dibeberapa mata kuliah. Dia juga bawahanku di beberapa organisasi.”
Hyona mengangguk paham.
“Omong-omong, apa masalahmu dengannya?”
Hyona menatap Kyuhyun ragu. Apakah boleh ia membagi perasaannya pada pria ini?
“Sepertinya dia marah padaku karna aku… menolaknya,” Hyona memelankan suaranya pada kata terakhir dan menunduk. Kyuhyun dan Heechul sama-sama pria. Bagaimana jika nanti Kyuhyun menganalisis masalahnya dari sisi pria dan menyalahkan Hyona?
Gadis itu terus menunduk hingga tidak menyadari Kyuhyun mendekat. Yang Hyona tahu hanya tiba-tiba sebuah telapak tangan menapak dikepalanya, mengelusnya lembut. Mendongak, Hyona terpaku pada wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum diatasnya. Tampan. Sangat mempesona. Bahkan Hyona belum pernah melihat senyum seindah ini.
Tiba-tiba bayangan-bayangan masa lalu berkelebat dikepalanya. Ketika Kyuhyun datang menyelamatkannya, ketika melihat Kyuhyun bercinta, ketika Kyuhyun menepis tangan Heechul untuknya, ketika pria ini bersikap ketus padanya, dan ketika pria ini tersenyum manis padanya. Mata Kyuhyun dan tangan Kyuhyun dikepalanya seolah menghentikan perputaran waktu Hyona. Dan semuanya berporos pada Cho Kyuhyun, hingga kini dirasakannya jantungnya bertalu begitu cepat.
“Aku akan melindungimu. Tenang saja.”
Dan desiran aneh itu muncul lagi, membuat Hyona menarik kesimpulan tidak masuk akal yang seharusnya tidak boleh ia simpulkan.
Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?
– TBC –

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: