Because With You Part 1

0
because of you ff nc
Author : FK : http://fumiken.wordpress.com
Tittle : Because With You (Part 1)
Category : NC21, Yadong, Romance, Kekerasan, Chapter
Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Heechul
Cover : paradiseofmind.wordpress.com
Hello guys (^o^)/ ketemu lagi dengan saya bersama FF ketiga yang saya kirimkan kemari setelah Besides You dan Damn Love Songs. Sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih banyak atas komentar kalian di dua FF saya yang lalu. Dan semoga FF kali ini kalian suka dan bisa menghibur teman-teman sekalian. Sekalian promosi, follow twitter saya yaa @Fumiken_ Dan akhir kata, selamat membaca ‘-‘/

————————
“Toloong!!”
Suara hentakan kaki yang saling beradu itu membuat sekujur tubuh Hyona merinding. Takut. Ngeri. Was-was. Dan entah berbagai macam perasaan lain yang sejenis dengan itu menyelimuti sekujur tubuhnya. Bahkan ujung kuku yang seharusnya tak meraskan apapun kini juga memerah ketakutan. Entah sudah berapa lama Hyona berlari, mencoba menyelamatkan diri dan menjerit meminta tolong, tetapi tak berhasil menemukan satu orangpun yang mampu menolongnya.
Yang benar saja, mana ada orang yang masih mau berkeliarandikampus jam segini? Sekarang hampir tengah malam dan jam kuliah paling akhir sudah berakhir sekitar dua jam yang lalu.
Bodoh! Seharusnya tadi Hyona langsung pulang saja. Bukannya malah berkencan dengan buku-buku diperpustakaan.
“Toloong!!” nafas gadis itu memburu. Rasanya Hyona sudah tidak kuat berlari lagi. Tapi apa yang akan terjadi jika ia berhenti nanti? Kim Heechul bersama antek-anteknya masih mengejar dibelakang. Berhenti sama saja dengan menyerahkan nyawa.
Tidak.Hyona lebih rela mati kelelahan karena berlari daripada harus menyerahkan diri pada pria yang telah ditolaknya tempo hari.
Dan Hyona tidak tahu apa yang akan menimpanya jika Kim Heechul berhasil menangkapnya. Apapun itu, pasti opsi mati lebih akan Hyona pilih.
“Berhenti disana!”
“Shin Hyona!”
Entah darimana asalnya, Hyona merasa seperti mendapat doping energy setelah mendengar teriakan Heechul dibelakangnya. Mungkin benar juga, bahwa manusia akan mampu melakukan sesuatu melebihi batas kemampuannya jika terdesak. Dan Hyona mampu merasakannya sekarang. Gadis itu tidak pandai berolahraga. Jogging lima belas menit saja perutnya sudah sakit, dan sekarang ia mampu berlari kencang entah sudah berapa lama. Wow.
Tapi sekarang bukan saatnya memikirkan kemampuan berlari karena detik berikutnya Hyona merasakan pasokan oksigen disekitarnya lenyap. Gadis itu tertegun melihat salah satu anak buah Kim Heechul berdiri santai beberapa meter didepannya. Gadis itu berhenti ditempat,  menatap anak buah itu dan menoleh mendapati Heechul bersama antek-anteknya yang lain dibelakangnya semakin mendekat.
Oh Tuhan, ia terkepung.
“Mau kemana kau, ha?!” Heechul mendekati Hyona dengan seringai menyeramkan diwajah tampannya.
Hyona menatap was-was para pria yang tiba-tiba sudah mengelilinginya. Takut. Benar-benar takut,  seolah dirinya adalah anak ayam yang sedang dikepung macan kelaparan. “Toloong… toloong..!!” teriakannya kembali menggema dipenjuru kampus, khususnya koridor lantai 3 yang saat ini Hyona pijak.
Oh Tuhan, selamatkan dirinya.
“Mau apa kau?!” dengan sisa keberanian yang sebenarnya sudah terkuras habis, Hyona meneriaki Heechul yang kini berdiri dihadapannya. Meski ia tahu sia-sia saja meneriaki Heechul. Pria itu tidak akan takut.
“Mauku?”Heechul memegang pundak kiri Hyona yang langsung ditepis oleh tangan mungil gadis itu, tapi Heechul malah tertawa keras. Meremehkan. “Kau tentu tahu apa mauku, Shin Hyona.”
“Aku tidak tahu. Pergi! Aku mau pulang!”
Heechul tertawa lagi bersama para pengikutnya. Kemudian dengan satu gerakan cepat menggendong Hyona dipundaknya seperti sedang mengangkat karung. Sama sekali tak mempedulikan teriakan gadis itu yang terus meronta, memberontak. Sama sekali tak memikirkan Hyona yang pusing karena posisi kepala gadis itu terbalik. “Lepaskan aku! Toloong!!”
Heechul meletakkan Hyona diatas tumpukan kardus dalam gudang. Tidak bisa dibilang meletakkan sebenarnya, karena Hyona merasakan sakit dipunggungnya ketika membentur lantai yang dilapisi kardus usang dengan keras. Belum sampai tiga detik Hyona menikmati sakitnya, Heechul sudah berjalan menghampirinya, membuatnya harus beringsut mundur menghindari pria itu. “Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!”
Demi apapun, setiap inchi tubuh Hyona bergetar kuat. Air mata membasahi wajah cantiknya yang kini terlihat sangat berantakan.Dan gadis itu langsung memekik saat Heechul menarik kakinya, menindihnya.
“Diamatauakuakanmemperkosamusekarangjuga!”bentakHeechul, berusahamenguncitanganHyona yang sedaritaditakbisa diam.
“Lepaskanaku!Kumohonlepaskanaku!”
Plak! Sebuah tamparan keras berhasil mendarat dipipi mulus Hyona. Gadis itu berhenti memberontak, merasakan pipinya kini begitu kelu. Ngilu. Sakit. Sakitsekali. Dan hatinya terasa lebih sakit lagi.
“Kau harus merasakan bagaimana rasanya dilecehkan, nona Shin!” Heechul berusaha merobek pakaian Hyona, tak mempedulikan isak tangis gadis itu yang terdengar begitu memilukan.
Tidak, hati Heechul memang sudah mati sejakgadis yang berada dibawah kuasanya ini menolaknya mentah-mentah. Menceburkan harga dirinya kedasar laut yang paling dalam. Dan ia harus membalaskannya saat ini juga.
Hanya tinggal satu centi saja bibir mereka bertemu, tiba-tiba pintu gudang terdobrak dengan kasar. Heechul dan antek-anteknya yang sedari tadi memperhatikan Hyona dengan beringas menoleh dan mendapati seorang pria muncul, menatap mereka dengan dingin.
“Lepaskan gadis itu!” ucapnya dingin. Sangat dingin hingga terdengar begitu menusuk siapapun yang mendengarnya.
Heechul mendengus, menatap pria itu dengan malas. “Pergilah! Ini bukan urusanmu, Cho Kyuhyun!” balas Heechul tak kalah dinginnya.
Bukannya takut, Kyuhyun malah berjalan santai kearah Heechul yang sedang mengurung Hyona. Tangan pria itu dimasukkan kedalam saku celana dan wajah dinginnya memancarkan aura menyeramkan.
“Lepaskan gadis itu, baru aku akan pergi.”
Heechul mendengus –lagi-. Baiklah, lupakan bahwa Cho Kyuhyun adalah anak dari rektor Kyunghee University. Kali ini ia akan meladeni Kyuhyun atas dasar pria lawan pria.
Heechul bangkit dari tubuh Hyona dan berdiri dihadapan Kyuhyun, mengikutiapa yang Kyuhyun lakukan; memasukkan tangan kedalam saku celana dan mengeluarkan tatapan tajam. Menantang.
“Kenapa? Kau ingin menikmati tubuh gadis itu juga?” ucap Heechul meremehkan. Tapibukan Cho Kyuhyun namanya jika dirinya merasa remeh begitu saja. Pria bermarga Cho itu mengangkat bahunya santai.
“Menikmatinya? Hh, jika aku memang menginginkannya, aku akan menikmatinya sendiri. Kau pikir berbagi tubuh seorang gadis itu menyenangkan?” ujarnya dingin sambil memandangi para pengikut Heechul yang mengelilingi mereka, mungkin sedang berjaga-jaga jika Kyuhyun bertingkah macam-macam. Kemudian pandangan Kyuhyun beralih pada sosok Hyona yang sudah berjongkok disudut ruangan sambil menangis, memandang sekelilingnya takut-takut.
Dan sudut hati Kyuhyun seperti teriris melihat pemandangan seperti itu. Oh ayolah, dia bukanlah pria yang tidak punya hati yang akan diam saja melihat seorang gadis dalam keadaan tak berdaya seperti itu. Meskipun gadis itu bukanlah gadis yang ia kenal.
“Berikan gadis itu padaku!” ucap Kyuhyun tajam, manatap Heechul dengan pandangan menusuk. Tangannya mengepal, ingin rasanya ia menghajar wajah pria tengik dihadapannya ini sekarang juga. Tapi ia tidak akan memulai duluan. Sebesar apapun emosi yang mengepul dikepalanya, tak pernah sekalipun Kyuhyun memulai sebuah perkelahian. Meskipun selalu mendapatkan kemenangan diperkelahian manapun.
“Oke. Aku akan menyerahkan gadis itu padamu, setelah kau berhasil melawan kami.”
Dan detik berikutnya satu pers atu antek-antek Heechul menyerang Kyuhyun dan langsung dilawan Kyuhyun dengan perlawanan ringan, namun langsung tepat mengenai beberapa titik vital mereka. Hingga tak sampai lima belas menit mereka langsung terkapar. Padahal Kyuhyun belum menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya.
Pria itu tertawa sinis. Beginilah perbedaan orang yang mempunyai ilmu beladiri dengan orang yang hanya mengandalkan otot saja saat berkelahi. Sepertinya berguna juga ayahnya menyuruhnya berlatih beberapa ilmu beladiri.
“Bagaimana? Masih tidak ingin menyerahkan gadis itu padaku?” Kyuhyun melangkah perlahan, mendekati Heechul yang kini berdiri disalah satu sudut ruangan, menonton perkelahian mereka.
Pria cantik itu menggeram dalam hati. Ia sudah memperkirakan bahwa tidak semudah itu melawan Kyuhyun. Anak rektor itu selalu membawa medali emas setiap perlombaan bela diri. Sial! Kenapa Cho Kyuhyun harus muncul disaat-saat seperti ini?
Kim Heechul maju. Pria itu memamerkan senyum sinisnya pada Kyuhyun dan bergumam tajam. “Masih ada aku, Cho. Kau belum sepenuhnya menang.”
Kyuhyun tertawa meremehkan. “Apa kau yakin bisa melawanku seorang diri?”
“Kau meremehkanku?”
“Haruskah ku perjelas?” Kyuhyun terlalu fokus dengan segala kalimat cemoohan dikepalanya hingga tidak sadar Heechul telah membuka pisau lipatnya diam-diam dan bersiap menusukkannya pada Kyuhyun.
Kyuhyun yang sempat lengah langsung bergerak dengan cepat untuk menghindar hingga pisau itu hanya menggores lengannya saja. Ia meringis. Namun tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Kyuhyun segera melakukan serangan balik dengan memutar kedua tangan Heechul dipunggungnya dan meninju belakang kepala Heechul hingga pria itu tersungkur dan langsung tak sadarkan diri.
Kyuhyun melirik darah yang mengalir di lengannya.
Sial! Si brengsek itu berani bermain-main dengannya rupanya.
Suara isakan menghentikan aktifitas Kyuhyun mengumpatilengannya akibat ulah Heechul. Pria itu menoleh dan menghampiri gadis yang berjongkok disudut gudang tersebut. Gadis itu masih terlihat takut saat Kyuhyun ikut berjongkok dihadapannya, seolah pria yang baru saja menolongnya juga akan ikut menyakitinya.
“Ja-jangan sentuh aku,” Hyona memalingkan wajahnya ketika Kyuhyun mengulurkan tangan hendak menyentuh lengannya. Ia takut. Oke, pria ini memang menolongnya. Tapi tidak ada yang mustahil kan? Seorang pria dan wanita ditengan malam, bukan tidak mungkin Kyuhyun juga akan bertingkah macam-macam dengannya. Apalagi ucapan pria itu sendiri tadi…
“Hey, aku tidak akan menyakitimu, nona. Kau tenang saja.”.
Apa-apaan gadis ini? Sudah ditolong malah bertingkah seolah Kyuhyun adalah penjahatnya. Padahal sudah jelas pria ini menyelamatkannya. Apa gadis ini tidak sadar Kyuhyun terluka untuk menyelamatkannya?
Hyona masih menangis dan menunjukkan wajah takutnya pada Kyuhyun, membuat pria itu seketika ingat apa yang ia ucapkan saat melawan Heechul tadi bahwa ia lebih baik menikmati tubuh gadis ini sendirian. Dan bukankah saat ini mereka sendirian? “Aku tidak akan memperkosamu, nona, jika itu yang kau takutkan.”
Masih tidak ada respon hingga lima menit setelahnya. Oke, Kyuhyun paham bahwa gadis ini mungkin masih syok. Tapi diabaikan terlalu lama membuat Kyuhyun lelah juga.
“Baiklah jika kau masih ingin disini, aku yang pergi.” Kyuhyun melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Hyona sebelum pria itu berdiri. Namun baru tiga kali melangkah, sebuah suara yang terdengar sangat serak -menyedihkan- menembus telinganya.
“S-sunbae?”
Kyuhyun berhenti melangkah, namun tidak berbalik ataupun menoleh sama sekali.
“Te- terima kasih…”
Pria itu mendengus. Ia berbalik dan menatap gadis itu malas. “Kau masih ingin disini atau pulang?”
***
Hyona masih tenggelam dalam tangisnya bahkan saat dirinya sudah berada di dalam mobil Cho Kyuhyun. Tubuhnya terasa sakit. Bekas tamparan Heechul tadi masih terasa dipipinya, bahkan perih itu terasa sampai ke hatinya. Sakit. Gadis itu benar-benar tak percaya. Sampai seperti inikah? Padahal Hyona hanya menolak permintaan Heechul untuk menjadi kekasihnya.
Apa itu salah? Bukankah cinta memang tidak bisa dipaksakan? Lalu kenapa Kim Heechul yang sebelumnya baik menjadi kesetanan seperti itu padanya? Astaga! Hyona benar-bebar tidak bisa membayangkan bagaimana jika Kyuhyun tidak datang atau hanya terlambat lima menit. Pasti hidupnya sudah hancur sekarang.
“Berhenti menangis!”
Lamunan Hyona terhenti saat suara dingin menembus telinganya. Gadis itu menoleh dan menemukan pria yang ia ketahui bernama Cho Kyuhyun sedang mengemudi dengan wajah datarnya. Pria itu tampak berkonsentrasi, tidak menoleh atau bahkan melirik sedikitpun. Sampai Hyona tidak yakin jika yang baru saja bersuara adalah pria disampingnya ini.
“Maaf,” gumam Hyona pelan, menghapus air mata dengan punggung tangannya.
“Aku bilang berhenti menangis. Bukan minta maaf.”
Hyona diam, tak menjawab sepatah katapun. Ia hanya sedang berusaha menghentikan  tangisnya karena ia menghormati bahwa mobil ini milik Kyuhyun. Sudah syukur pria ini mau berbaik hati mengantarnya pulang. Tidak perlu ditambah suara tangisan yang menggema di setiap sudut mobilnya. Lagipula Hyona sudah terlalu lama menangis. Wajahnya sekarang pasti sudah seperti babi.
“Siapa namamu?” Kyuhyun kembali bersuara ketika mendapati Hyona hanya diam. Setelah mengatur nafas agar suaranya tidak tersendat, gadis itu bergumam pelan.
“Shin Hyona.”
Kini giliran Kyuhyun yang diam. Entah kehabisan stok kalimat atau memang malas. Apapun itu, sepertinya opsi kedua lebih masuk akal untuk manusia seperti Kyuhyun disaat manusia lain pasti akan sangat bersemangat ketika berkenalan dengan orang baru.
“Ka- kau Cho Kyuhyun kan?”
Kening Kyuhyun berkerut. Bagaimana Hyona bisa tahu? Seingatnya, Kyuhyun belum menyebutkan namanya pada gadis ini. Ah, apa ia mendengar saat Heechul menyebutkan namanya tadi?
“Aku melihatmu menyampaikan sambutan pada saat orientasi dulu. Kau ketua Badan Eksekutif Mahasiswa kan?” Tambah gadis itu seakan mampu membaca pertanyaan Kyuhyun yang belum sempat terucapkan.
“Kau mahasiswi baru?”
Hyona mengangguk. “Ne.”
Keduanya terdiam hingga mobil Kyuhyun memasuki basement sebuah apartemen mewah. Hyona mengerjapkan mata. Untuk apa mereka kesini? Kenapa Kyuhyun tidak mengantarnya pulang? Ah bodoh! Mereka kan baru saja kenal. Mana mungkin Kyuhyun tau dimana rumahnya kalau dirinya tidak memberi tahu? Dan kenapa Kyuhyun tidak bertanya?
“Su- sunbae…”
“Ini apartemenku,” Kyuhyun memotong ucapan Hyona setelah mematikan mesin mobilnya. “Aku tidak yakin Heechul akan menyerah begitu saja untuk mengejarmu. Percayalah. Mungkin saat ini dia sadar dan langsung mendatangi rumahmu, aku tidak tahu.”
Hyona kembali merinding ketika nama Kim Heechuldisebutkan, apalagi mendengar penjelasan Kyuhyun barusan. Begitukah? Apakah itu artinya Hyona tidak aman sekarang? Lalu ia harus bagaimana nanti? Mengontrak rumah baru? Atau menyewa apartemen? Yang benar saja! Shin Hyona hidup sebatang kara dan menggantungkan hidupnya dengan bekerja paruh waktu di cafe dekat kontrakan rumahnya. Kuliahpun Hyona mendapat beasiswa dengan tambahan uang hidup yang tidak seberapa tiap bulannya. Jika ia harus menyewa tempat baru, berapa uang yang harus ia keluarkan? Apa ia harus menginap ditempat temannya? Lalu berapa lama? Hyona tidak mungkin akan terus-terusan merepotkan temannya kan?
“Tinggal disini untuk sementara. Setidaknya sampai keadaan membaik,” ujar Kyuhyun memotong perdebatan dikepala Hyona. Gadis itu menoleh tak percaya.
“Ne?”
Kyuhyun mendengus, salah mengartikan ungkapan tak percaya Hyona atas kebaikannya dengan pemikiran bahwa Hyona masih menganggapnya pria brengsek yang akan melakukan tindakan asusila padanya. “Aku tidak akan macam-macam padamu. Jangan khawatir.”
Kyuhyun sendiri juga tidak mengerti mengapa dirinya menawarkan hal ini pada gadis yang baru saja dikenalnya. Entahlah. Kyuhyun hanya merasa sisi prianya muncul saat mendapati masalah ini. Melindungi Hyona. Ya, melindungi seorang gadis lemah yang sedang butuh perlindungan. Bukankah itu tugas para lelaki? Kyuhyun justru akan mempertanyakan kejantanannya jika tidak bisa melindungi gadis yang membutuhkan perlindungan.
Pria itu turun dari mobil menuju apartemennya di lantai 47 dengan Hyona mengekor dibelakangnya.  Gadis itu meremas jaket Kyuhyun yang dikenakannya. Gugup. Takut. Tak percaya. Dan entah berbagai macam perasaan lain menyelimuti hatinya. Ia gugup. Ini pertama kali ia akan tidur ditempat seorang pria yang bahkan secara teknis baru dikenalnya beberapa saat yang lalu. Ia takut. Kyuhyun memang mengatakan bahwa dirinya tidak akan macam-macam. Tapi mungkin saja kan? Pria mana sih yang tidak tergila-gila dengan seks? Kecuali jika pria itu tidak normal. Hyona juga tak percaya. Oh ayolah, siapa mahasiswa Kyunghee University yang tidak mengenal Cho Kyuhyun? Mahasiswa music semester 5 yang menjabat sebagai ketua BEM dan juga ketua beberapa organisasi kampus lainnya, penyumbang banyak piala di kampus sekaligus anak dari rektor Kyunghee University sendiri. Pria tampan dengan senyum mematikan serta otak titisan Einstein. Meskipun Hyona mahasiswa baru, bukan tidak mungkin ia tidak tahu siapa Kyuhyun. Ketenarannya dikampus sudah tidak diragukan lagi. Beberapa teman-temannya saja banyak yang mengaku menyukai pria bermarga Cho ini. Dan sekarang pria dengan sejuta pesona itulah yang menolongnya dan menawarkan untuk tinggal sementara di apartemennya. Astaga! Mimpi apa Hyona semalam!
“Kau tidak mau masuk?” Kyuhyun memiringkan kepala ketika dirinya sudah membuka lebar pintu masuk apartemennya, tetapi Hyona masih tetap berdiri seperti patung selamat datang di depan pintu.
“Oh? Yaa–” Hyona menunduk kemudian melangkah memasuki apartemen Kyuhyun. Gadis itu duduk dengan gugup diruang tamu sedangkan Kyuhyun melesat entah kemana. Dan omong-omong, Hyona tidak membawa baju selain yang dipakainya sekarang yang tadi telah Heechul sobek pada bagian bahunya. Apa dirinya akan tidur seperti ini nanti? Lalu bagaimana dengan kuliahnya besok pagi?
Tak lama kemudian Kyuhyun kembali membawa selimut serta kaos ditangannya. Ia melemparkan selimut tebal itu disofa dan memberikan kaosnya pada Hyona. “Pakai ini. Kau bisa tidur dikamarku.”
Bukannya menerima kaos yang Kyuhyun berikan, Hyona malah memandangi kaos itu dan wajah Kyuhyun secara bergantian. “Lalu sunbae tidur dimana?”
Kyuhyun menggedikkan bahunya. Apartemen minimalisnya ini hanya memiliki dua kamar. Yang satu adalah kamarnya, sedangkan satu lagi Kyuhyun ubah menjadi studio musik mini. Mungkin ia harus menata tempat itu lagi nanti karena sepertinya masalah Hyona tidak semudah itu selesai hingga harus menetap disini beberapa waktu. Kim Heechul orang yang keras kepala omong-omong.”Apartemen ini luas. Aku bisa tidur dimana saja.”
Shin Hyona terpana. Astaga! Kenapa pria ini baik sekali? Ternyata tidak salah gadis-gadis itu menggilainya. Cho Kyuhyun ternyata pria yang baik. Sangat baik. “Gomawo sunbae-nim.”
Kyuhyun hanya menggerakkan bahunya asal sebagai jawaban. Pria itu membanting tubuhnya disamping Hyona hingga sofa yang mereka duduki sedikit berguncang. Mengambil remote kemudian menyalakan tv plasma yang terpajang disana.
“Sana pergi,” ucap Kyuhyun dingin saat Hyona tak kunjung bergerak dari tempatnya. Gadis itu terkesiap dan langsung melesat ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi, Hyona merasa tidak yakin keluar hanya memakai kaos Naruto milik Kyuhyun yang kebesaran hingga menutupi setengah pahanya. Bukan masalah kaosnya. Hanya saja, Hyona tidak memakai apa-apa lagi selain kaos ini. Apa tidak apa-apa ia keluar dengan keadaan seperti ini? Bagaimana jika nanti Kyuhyun melihat dan…
Astaga, Shin Hyona! Apa yang kau pikirkan, bodoh? Cho Kyuhyun pria yang baik, jadi tidak mungkin macam-macam.
Setelah cukup yakin gadis itu keluar dan menemukan Kyuhyun masih setia dengan tv plasmanya. Sama sekali tidak menoleh. Seketika itu Hyona merutuki dirinya sendiri karena telah berfikir yang tidak-tidak tentang Cho Kyuhyun. Jelas-jelas pria itu menolongnya. Kurang apa lagi?
Perhatian Hyona tiba-tiba tertuju pada lengan Kyuhyun yang kini telah dihias oleh darah yang telah mengering. Astaga! Apakah pria itu terluka? Terbesit rasa khawatir di hati Hyona. Gadis itu mendekati Kyuhyun dan berdehem pelan seolah meminta sedikit perhatian.
“Emm sunbae, apa kau punya kotak obat?” Tanya Hyona pelan.
Kyuhyun menoleh.”Apa kau sakit?”
Gadis itu menggeleng. Ia menunjuk kearah lengan Kyuhyun. “Tanganmu.”
Kyuhyun ikut melirik kearah lengannya dan baru ingat bahwa dirinya tadi sempat terluka. Terbiasa berkelahi dengan luka yang lebih parah membuat Kyuhyun meremehkan luka kecil semacam ini. Atau malah tanpa sengaja lupa saking sepelenya?
“Tidak apa-apa. Kau tidur saja,” jawab Kyuhyun dingin yang sepertinya tidak terlalu dipedulikan oleh Hyona. Gadis itu masih terdiam ditempatnya, bersikukuh untuk membantu Kyuhyun sedikit saja. Yah, pria itu kan sudah menolongnya.
“Sunbae, kau tidak bisa membiarkannya begitu saja. Luka itu harus segera diobati. Jika dibiarkanbegitu saja nanti bisa infeksi. Dan jika nanti infeksi–”
“Diamlah!” Kyuhyun memutar mata dan menatap Hyona malas. Tidak perlu menceramahinya seperti itu juga. Memangnya Kyuhyun anak kecil yang harus diberi pengertian ini itu? “Kalau begitu ambilkan kotak obatnya di dalam kamarku!”
Hyona mengangguk dan langsung masuk ke kamar Kyuhyun. Bukannya langsung mencari kotak obat, gadis itu malah terpana melihat kamarKyuhyun, begitu luas dengan nuansa maskulin yang menyenangkan. Interiornya begitu elegan yang didominasi oleh warna hitam putih dan ranjang king size nya terlihat begitu mengundang mata Hyona untuk terlelap disana. Aromanya memabukkan dan sepertinya kamar ini tiga kali lipat lebih besar dari kamar Hyona sendiri.
Astaga! Rasanya seperti mimpi bisa menginjak kamar seorang prince of campus.
Tak lama gadis itu kembali tersadar bahwa tujuannya masuk kesini adalah mengambil kotak obat. Hyona segera mencari dan kembali menghapiri Kyuhyun.
“Ulurkan tanganmu,” perintah Hyona yang malah mendapat balasan tatapan heran dari Kyuhyun. Tapi meskipun begitu Kyuhyun tetap mengulurkan tangan dan membiarkan Hyona mengobati lukanya.
Keheningan menyelimuti mereka. Hyona sibuk dengan lengan Kyuhyun sedangkan pria itu diam memperhatikan wajah Hyona dengan lekat. Gadis ini cantik. Dan entah mengapa Kyuhyun suka melihatnya berkedip. Menurutnya Hyona sangat menggemaskan ketika bulu mata lentiknya bergerak menutup dan membuka meski hanya sepersekian detik. Bibir tipis gadis itu juga terlihat manis dan menggoda. Pasti akan menyenangkan jika…
Astaga Cho Kyuhyun! Apa yang kau pikirkan?
Pria itu segera menghentikan pikiran nakalnya yang melayang entah kemana dan memalingkan pandangannya dari wajah cantik Hyona. Namun betapa tololnya mata Kyuhyun yang kini malah menemukan paha Hyona yang hanya tertutup kaos miliknya tidak lebih dari seperempatnya saja. Paha gadis ini begitu putih dan Kyuhyun dapat memastikan paha itu pasti akan terasa begitu mulus ditangannya. Sial! Pikiran-pikiran laknat itu terus berkeliaran diotak Kyuhyun, membuatnya panas dan tanpa sadar kejantanannya perlahan mulai mengeras dibalik celananya. Ingin sekali ia mendorong Hyona detik ini juga. Meraup bibirnya dengan rakus, menyingkap kaosnya dan membenamkan kejantanannya dilubang kenikmatan gadis ini.
Tapi untungnya akal sehat Kyuhyun masih mampu menahannya untuk tidak melakukan hal laknat itu kepada gadis polos dihadapannya. Keberadaan Shin Hyona disini adalah karena butuh pertolongannya. Ia menyelamatkannya dari Heechul yang mungkin juga akan melakukan hal serupa dengan pikiran sesat Kyuhyun baru saja. Dan jika Kyuhyun melakukan pemikirannya, lalu apa bedanya ia dengan si brengsek itu?
“Berhenti!” Kyuhyun menarik lengannya yang sedang diobati Hyona membuat gadis itu mengerutkan keningnya bingung.
“Kenapa?”
“Sudah cukup.” Gumam Kyuhyun dingin, sama sekali tak menatap lawan bicaranya.
Hyona merengut. Dan dengan keras kepalanya Hyona berusaha menarik lengan Kyuhyun lagi. “Just wait a minute. Sebentar lagi selesai, sunbae.” Dan dengan rasa keras kepala yang sama -atau mungkin lebih besar-, Kyuhyun menepis tangan Hyona kasar dan memberi gadis itu tatapan tajam.
“Aku bilang berhenti!” Ucapnya dingin. Sangat dingin tanpa nada hingga membuat nyali Hyona menciut. Kemudian pria itu merebut kotak obat dari pangkuan Hyona dan kembali memfokuskan dirinya pada televisi. Tidak fokus sebenarnya, hanya sekedar pengalihan saja dari tubuh indah Hyona disampingnya.
“Ta… tapi sunbae. Lukamu a–“ucapan Hyona terhenti karena tiba-tiba Kyuhyun menoleh padanya dan memberikan tatapan tajam lagi. Nyaris membunuh. Dan mungkin Hyona bisa pingsan detik ini juga kalau ia tidak bisa menahan diri. Bukan hanya dari matanya yang menatapnya tajam. Namun juga dari wajahnya yang terlihat tampan dan mempesona dimata Hyona.
“Pergi tidur. Aku bisa mengobati lukaku sendiri.” Oh astaga! Apa gadis ini tidak sadar Kyuhyun sedang berusaha mati-matian untuk melindungi Hyona dari terkaman dirinya sendiri? Kenapa keras kepala sekali?
Hyona sendiri sebenarnya tidak mengerti. Kenapa tiba-tiba Cho Kyuhyun berubah menyeramkan begini? Apa ia berbuat kesalahan? Apa ia mengobati luka Kyuhyun dengan tidak benar hingga pria itu marah? Tapi, ya sudahlah. Lebih baik ia menurut saja daripada Kyuhyun bertambah marah. Hyona segera berdiri dan membungkuk hormat pada Kyuhyun. “Ne,  sunbaenim. Mianhae.” Kemudian Hyona melesat memasuki kamar tidur.
***
Shin Hyona terbangun dari tidur nyenyaknya dan merasakan tenggorokannya begitu kering. Haus sekali. Sepertinya ia membutuhkan segelas air. Hyona beranjak dari kasur ketika telinganya menangkap suara-suara aneh dari luar.
“Nngghhhh…”
Hyona menajamkan pendengaranya. Bukankah itu suara Kyuhyun? Ia melirik jam dinding dan menemukan waktu masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Apa pria itu belum tidur? Apakah pria itu tidak tidur karena kamarnya Hyona gunakan?
“Ouughhh…”
Benar itu suara Kyuhyun. Tapi kenapa pria itu mengerang? Apakah pria itu sakit? Penasaran, Hyona segera melangkah keluar kamar.
Pemandangan pertama yang begitu mengejutkan menyambut Hyona ketika hampir sampai diruang tengah. Matanya membulat sempurna dan tanpa disadari mulutnya menganga melihat apa yang ada didepan matanya.
Cho Kyuhyun. Pria itu telanjang bulat, duduk menengadah disofa dengan mulut yang mengeluarkan geraman halus akibat kejantanannya yang sedang dilumat habis-habisan oleh seorang gadis yang berjongkok dihadapannya. Gadis itu juga tidak mengenakan sehelai benangpun ditubuh sexynya. Ralat. Sangat sexy. Dan Shin Hyona hampir terkena serangan jantung melihatnya.
“Kyuhyun-aahhh…” gadis itu melenguh manja ketika Kyuhyun mendudukkannya diatas pangkuan pria itu. Gadis itu menggenggam kejantanan Kyuhyun dan langsung menancapkannya pada kemaluannya sendiri. “Euunghhh aaahhh…” desahan gadis itu mulai terdengar akibat aktifitasnya sendiri bergerak naik turun diatas Kyuhyun. Tangannya melingkar dikepala Kyuhyun dan menariknya untuk tenggelam dipayudaranya. Melumatnya habis-habisan.
“Aahhh nikmaatthh kyuuhhh ouuhhh sshhh aahhh…”
Keduanya masih bersenggama dengan panasnya dan Hyona justru terpaku dengan pemandangan itu. Seolah ada yang menahan tubuhnya untuk tidak beranjak dari tempatnya berdiri, memperhatikan aktifitas bercinta itu dari balik persembunyiannya.
“Kyuhyuunnn oouuhhh faassteerrhh aahhhh….”
Posisi keduanya telah berubah. Kyuhyun menindih tubuh gadis itu dilantai dan menggempurnya dengan gerakan tak terkendali. Cepat, lambat, sedang, pelan lagi, cepat lagi hingga membuat tubuh gadis yang berada dibawah kuasanya terguncang hebat dan terus merancau.
Hyona terpana menatap Kyuhyun. Tubuh pria itu terlihat kekar dan penuh peluh. Meskipun tidak terlalu berotot dibagian perut, namun lengan pria itu mengagumkan. Terlihat tegas dan hangat untuk masuk kedalam rengkuhannya. Dan cara pria itu menggempur gadis dibawahnya, entah mengapa terlihat begitu mempesona dimata Hyona. Hingga tiba-tiba muncul bayangan dikepala gadis itu bahwa ialah yang sedang disetubuhi Kyuhyun, bahwa ialah yang sedang berada dibawah kuasa pria itu, dan ialah yang mendesah untuk pria itu. Ah, membayangkannya saja sudah membuat kemaluan Hyona basah.
Dan kini, ada satu hal yang ia ketahui dan yang tidak diketahui para penggemar Kyuhyun di Kyunghee University. Bahwa Cho Kyuhyun, idola seantero kampus adalah pria yang perkasa.
Hyona melihat Kyuhyun ambruk menimpa gadis dibawahnya sedetik setelah mereka melenguh bersamaan. Hyona tersadar dari lamunannya dan buru-buru kembali ke dalam kamar. Mendadak ia merasa udara disekelilingnya memanas dan keringat dingin muncul dibeberapa titik ditubuhnya. Gadis itu menghempaskan diri diatas ranjang dan menutup kepalanya dengan bantal. Bayangan Cho Kyuhyun bercinta terus menghantui pikirannya, membuatnya penasaran. Banyak yang mengatakan bahwa bercinta itu nikmat. Dan dari apa yang ia lihat barusan sepertinya perkataan orang-orang itu benar. Kyuhyun dan pasangannya terlihat sangat menikmati aktifitas mereka. Dan itu benar-benar membuat Hyona penasaran tentang bagaimana rasanya bercinta. Apakah senikmat itu? Bagaimana jika ia melakukannya? Dengan… Cho Kyuhyun?
Gadis itu menggeleng dan memukul kepalanya sendiri. Astaga, Shin Hyona! Pikiran macam apa itu?
Hyona sibuk merutuki dirinya sendiri atas pemikiran sesatnya ketika tiba-tiba ia mendengar suara pintu kamar terbuka. Ia langsung memejamkan matanya dan pura-pura tidur.
“Kyuhyun oppa, kenapa ada seorang gadis dikamarmu?”
“Diamlah! Kau bisa membuatnya bangun.”
Hyona mengintip dari balik bulu matanya dan melihat Kyuhyun yang masih tak berbusana mengambil pakaian dilemari. Gadis yang tadi bercinta dengan Kyuhyun mengekorinya. Ngomong-ngomong, siapa gadis itu?
“Kenapa tidak kau ajak saja dia bercinta? Kenapa repot-repot menelponku jika ada gadis yang bisa dipakai dikamarmu?”
“Sudah kukatakan diamlah!”
Gadis itu merengut. “Aku kan hanya bertanya. Kenapa galak sekali?”
Hyona berhenti mengintip ketika Kyuhyun menoleh padanya. Tiba-tiba jantung Hyona berpacu cepat entah karena alasan apa.
“Aku disini untuk melindunginya. Bukan merusaknya. Jadi aku tidak akan menyetubuhinya.”
Jantung Hyona semakin berdegup tak karuan mendengarnya. Ditambah ia bisa merasakan suara derap langkah menghampirinya. Hyona tidak bisa mengintip lagi, hingga akhirnya iahanya mampu menerka siapa yang mendekatinya. Apakah Kyuhyun atau gadis itu? Dan apa yang akan dilakukannya? Apakah Hyona ketahuan kalau sebenarnya ia tidak tidur?
Jantung Hyona bekerja semakin cepat hingga dirasakannya sebuah selimut menutupi tubuhnya hingga leher.
“Kenapa masih disitu? Keluar!”
Kyuhyun mengusir gadis yang masih berdiri mematung diambang pintu kamarnya kemudian dirinya ikut keluar dari kamar itu, menyisakan Hyona seorang diri yang merasa seperti baru saja tersambar petir mendengar kalimat yang Kyuhyun ucapkan.
“Aku disini untuk melindunginya. Bukan merusaknya. Jadi aku tidak akan menyetubuhinya.”
Hati Hyona mencelos mendengar kalimat itu dan teringat apa yang tadi ia pikirkan tentang bercinta bersama Cho Kyuhyun.
Bodoh! Shin Hyona bodoh! Apa yang kau pikirkan? Benar-benar memalukan! Bukankah ia disini karena menghindari Kim Heechul yang hendak melakukan hal serupa padanya? Kenapa sekarang kau malah menginginkan bercinta dengan pahlawanmu? Kau seharusnya berterima kasih karena Kyuhyun benar-benar serius menjagamu, bukan malah berpikiran mesum bersama pria itu. Jangan gila, Shin Hyona! Jangan membuat dirimu seperti gadis murahan!
Gadis itu sibuk memaki dirinya sendiri hingga tanpa ia sadari matahari mulai terbangun dari tidurnya.
– TBC –

Fc Populer:

  • christie can

    Ought benarkah hanya ingin melindunginya, bagaimana kalau hyona mau bercinta dengannya…eeeii kyu yang benar saja.

%d blogger menyukai ini: