TEKA-TEKI

0
sehun fanfiction
author: luhluhluh
genre: romance, school life
cast: Oh Sehun, Lee Sena (OC)
Sungguh kau buatku bertanya-tanya Dengan teka-teki teka-tekimu Mungkinkah ku temukan jawaban Teka-teki teka-tekimu

Dirimu buatku selalu penasaran
Terkadang menjauh, terkadang buatku tersipu
Malu manisnya ucapanmu, membuatku tak menentu
Ku tak tahu harus bagaimana
Terlihat yeoja cantik sedang duduk sendirian dibawah pohon sakura ditaman belakang sekolahnya, menikmati hembusan angin musim semi membuat yeoja cantik ini memejamkan matanya hanya untuk lebih menikmati hembusan angin tersebut. Tapi rasa penasaran akan update sns dari namja yang disukanya membuatnya harus mengurungkan niat untuk tidur.
“dinginnya disini, aaah! Siapa yeoja ini!”
Namja tampan yang melihat Sena sedang duduk sendirian dibangku taman itu tersenyum begitu licik, dengan perlahan namja tampan itu mendekati Sena dan
Grep!
Pelukan hangat dirasakan oleh yeoja cantik ini, membuatnya harus membuka mata guna melihat siapa yang dengan beraninya memeluk dari belakang seperti ini.
“siapa si—“
Satu kecupan mendarat dipipi Sena membuatnya harus menghentikan sumpah serapah yang akan diberikan oleh orang yang telah kurang ajar itu. Namja tampan ini segera duduk disebelah Sena dan menggenggam tangan yeoja ini.
“kenapa kau duduk sendirian disini?”
“karena aku tidak sedang berdua makna aku sendirian” Mendengar itu Sehun hanya menampilkan wajah datarnya.
“Sena kau tau kenapa sakura berwarna pink?”
“karena Tuhan menciptakan dia berwarna pink hun!”
“salah, karena kalau berwarna hijau jika kita duduk berdua seperti ini tidak akan romantis!”
“Sena kau tau kenapa aku tidak memakai jas?”
“karena panas!”
“salah! karena jasnya kamu!”
“….”
“jas the way you are!”
“kenapa aku suka angka dua?”
“entah lah!”
“karena cintaku ke kamu DUAlam sekali!”
Cup!
Satu kecupan mendarat dipipi yeoja ini dan pergi begitu saja setelah mengucapkan hal bodoh tadi. Membuat Sena membulatkan matanya karena tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Sehun tadi. Rona merah menghiasi pipi Sena karena gombalan-gombalan yang tidak bermutu dari Sehun, tolong siapa saja beri Sena nafas buatan sekarang juga.
Sungguh kau buatku bertanya-tanya
Dengan teka-teki teka-tekimu
Mungkinkah ku temukan jawaban
Teka-teki teka-tekimu
Pelajaran matematika membuat kepulan asap dikepala para siswa Genie semakin menghitam, betapa frustrasinya mereka terhadap soal yang membuat badan kurus seketika tersebut. Sama halnya dengan yeoja satu ini. Wajahnya terlihat begitu tertekan dengan rumus-rumus didepan itu membuat namja yang duduk diseberang tersenyum geli.
PUK!
Bola kertas mendarat sempurna diatas meja Sena, membuat pemilik meja memekik tertahan karena kelakuan bodoh teman satu kelasnya tersebut. Apa kau yakin itu kelakuan bodoh sena?
“coba tebak apa maksud dari pesan yang aku kirim ini!”
U Y O V L I E O
Menautkan kedua alis pertanda yeoja ini tidak mengerti pesan dari Sehun tersebut, saat Sena ingin meminta penjelasan dengan seenak jidat Sehun pergi keluar kelas dengan alesan ingin buang air dan sampai pulang sekolah Sena sama sekali tidak menemukan namja tampan itu.
Sadarkah dirimu akan apa yang ku rasa
Haruskah diriku menyatakan yang sesungguhnya
Malu manisnya ucapanmu, membuatku tak menentu
Ku tak tahu harus bagaimana
Seminggu sudah namja tampan ini tidak menunjukan batang hidung disekolah membuat yeoja cantik yang sedang duduk diam dikelas menjadi semakin gelisa. Sena terus memperhatian bangku kosong milik Sehun, seakan bangku tersebut jika dilihat terus-menerus akan mengeluarkan Sehun dengan tiba-tiba.
“hhh”
Helaan terdengar dari mulut Sena entah ini yang keberapa kalinya, membuat namja tan yang duduk disebelahnya menggeram kesal.
“kai kemana perginya Sehun?”
“pluto!”
“kenapa dia tidak mengajak aku?”
“karena kau gendut!”
Mendengar kata ‘gendut’ membuat yeoja cantik ini dengan cepat melihat kearah Kai, dengan tatapan yang berapi-api Sena mencengkram kuat lengan Kai membuat namja tan yang sedang asik berselancar didunia maya memekik karena sengatan dari Sena. Yak! Kai kau pikir Sena lebah apa?
“kau bilang apa tadi?”
“kau gen— akh! Sa—kit”
Melihat adengan yang tidak mengenakan dipagi hari membuat namja tampan yang baru saja tiba harus melerai pertengkaran didepannya tersebut. Melihat ada tangan seseorang yang seminggu ini tidak dilihatnya membuat Sena memandang pemilik tangan tersebut dengan pandangan rindu.
“sehun!”
“kau kemana saja eoh? aku begitu mencemaskanmu! Apa kau tak tau aku seperti orang gila mencarimu dan mencoba menghubungimu!”
Memeluk tubuh jangkuk itu secara tiba-tiba dan membenamkan wajahnya kedada bidang Sehun, menghirup parfum yang begitu ia rindukan membuat Sena begitu tenang dipelukan Sehun. Tapi namja albino ini hanya diam saja tidak mempunyai niat untuk membalas pelukan dari yeoja cantik yang berada didepannya sekarang. Sampai suara asing mengembalikan fantasi Sena kealam nyata.
“oppa dia siapa? Kenapa memelukmu seperti itu?”
“eoh! dia temanku” sambil melepaskan pelukan Sena secara paksa.
Sena yang mendengar itu hanya mematung dan memandang yeoja yang berada disebelah Sehun dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
“sehun dia siapa?”
“dia? Yeoja kedua yang special dihidupku!”
Kai yang mendengar pernyataan itu berusaha keras menahan tawanya yang ingin meledak karena melihat wajah Sena yang penuh dengan kecemburuan. Oh! tolong siapa pun bawa pergi yeoja yang sedang bergelayut manja dilengan Sehun sekarang, sebelum ada seseorang yang mengamuk besar.
Sena hanya tersenyum tipis saat melihat Sehun pergi keluar kelas setelah meletakan ransel dibangkunya, air matanya sengaja ditahan dari tadi terjatuh juga saat Sehun menggandeng yeoja tadi dengan sangat mesra. Terduduk lemas sambil mencengkram kuat seragam sekolahnya, hanya itu yang dapat dilakukan oleh Sena saat ini.
“cih! drama!” celetuk Kai yang tidak tau dirinya.
“Kai … hiks apa yang harus aku lakukan? … hiks apa aku harus menyatakan duluan?
“…..”
Kisah hari ini kan kubagi denganmu
Dengarlah sayang kali ini
Permintaanku padamu
Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
Ya hiduplah dengan ku
Berbagi kisah hidup berdua
Terlihat yeoja cantik tengah memakai baju olahraganya, bermain bersama dengan para namja tidak ada masalah buat Sena. toh! dia sering bermain grup namja.
Menggiring bola dengan begitu lincah, melewati beberapa namja sebelum mengambil langkah untuk lay up. Kanan kiri angkat yuhuuu! Two point untuk Sena. keringat terus begitu deras di wajah cantik Sena. bajunya sudah begitu basah.
Menghadap di depan ring dengan mendribble bola, mencoba beberapa shot yang sangat menakjubkan. Membuat seorang namja yang dari tadi memperhatikannya menjadi lebih kagum.
Dia terlihat begitu cantik saat keringat membasahi seluruh wajahnya, kenapa jantungku begitu berdetak cepat? Apa aku terkena serangan jantung? Aku semakin terpesona kepadamu Sena!
Sehun memegang dadanya serasa merasakan jantungnya yang berdentum seperti drum. Saat melihat Sena yang melangkah kepinggir lapangan, segera Sehun berjalan menghampirinya. Berjalan sangat angkuh penuh dengan kesan elegan. Sambil membawa handuk dan sebotol air mineral.
Yeoja manis yang sedang duduk mengatur nafasnya, terlihat cengo saat melihat handuk dan sebotol air mineral ada didepannya. Mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang memberinya barang yang sangat ia butuhkan saat ini.
Senyum lembut terpatri diwajah Sehun, menyambut tatapan aneh dari Sena yang sama sekali tidak diindahkan oleh Sehun.
“ini”
“maaf aku tidak butuh”
Tangan Sehun masih menggantung diudara wajahnya terlihat begitu terkejut, ini pertama kalinya dia ditolak oleh Sena, apa pesonanya sudah tidak berfungsi lagi untuk Sena? oh! Demi para Bambi Sehun harus mencari tau kenapa yeoja ini menjadi jutek kepadanya. Dengan langkah empat lima Sehun mengejar Sena yang semakin menjauh.
“kenapa dengan anak itu! arrgghh!”
Alunan gitar terdengar begitu indah dipagi ini, tepat ditengah halaman depan sekolah seorang namja tampan dengan tinggi yang hampir sama dengan Chanyeol, berjalan mendekati yeoja yang dikatuhi namanya adalah Lee Sena.
Sambil memaninkan gitarnya namja itu berjalan mendekati Sena yang diam seribu bahasa, mata mereka berdua bertemu dan saat Sehun berada sekitar sepuluh kaki dari Sena. Namja albino memainkan gitar melnatunkan lagu yang membuat Sena terbang kelangit ketujuh.
Jangan lupakan bunga mawar yang diberikan setiap anak yang berada dilapangan itu memberikan ke Sena. Disaat Sehun menyelesaikan lagunya namja albino berjongkok Sena dan mengeluarkan cincin.
“aku tau kita masih ditingkat akhir high school tapi maukah mengikat hubungan kita ketingkat yang lebih serius?”
“….”
“aku tau aku sudah salah karena membuatmu menangis tapi perkataanku benar, dia adalah yeoja kedua special dihidupku karena dia adik kandungku dan kau yeoja ketika setelah eomma dan Sulli!”
“….”
“Sena hiduplah bersamaku dalam suka maupun duka, dalam keadaan sakit maupun sehat. Would you be mine?”
Grep!
Sena hanya memeluk erat Sehun tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, melupakan seluruh kejadian yang membuatnya sakit hati tapi itu semua dibayar begitu setimpal dengan lamaran yang mengharukan ini.
-END-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: