Sweet Dreams or The Beautiful Nightmare

0
kyuhyun sweet dreams or beautiful nightmare
Author : Vinnkyu
Title : Sweet dream or The beautiful nightmare
Cast : Cho Kyuhyun [Kaito Hitagawa] – Park Hyejin [Ayumi Satar]
Rate : NC17 , Sad , Romance
Length : Oneshot
This is the real story from my close friend Ayumi. Kisah gadis beruntung ini menginspirasiku untuk membuat karya ini. Beberapa bagian memang fiksi tapi keseluruhan ide cerita aku dapat dari cerita sahabatku itu waktu ia sekolah di Jepang.

Maaf kalau terkesan sangat tidak masuk akal. Tapi kita membuat cerita untuk berimajinasi kan ? Baik fiksi ataupun nyata, tulisan adalah karya seni yang menyenangkan saat dibaca. Semoga cerita ini jadi ‘sesuatu’ buat para pembacanya.
Terima kasih untuk admin yang bersedia mempublish ff ini untuk dibaca banyak orang.
Happy Reading…
°°°~~~°°°
Minami University Hiroshima-Japan
Semilir angin menyapu lembutnya pipi gadis cantik itu. Wajahnya menggugah semangat dan bahagia siapapun yang melihatnya.
Matanya selalu teduh namun memancarkan cahaya bak intan berlian. Membuat yang sekarat dan hampir matipun hidup kembali jika menatapnya.
Menatap mata itu dalam bentuk apapun. Memandang wajah itu dengan cara apapun. Yang penting bisa melihatnya.
Jika tubuh tak berdaya lagi. Setengah dari jiwa sudah mati, maka biarlah arwah ini yang bergentayangan dalam mimpinya. Agar bisa seberuntung orang lain yang melihatnya dalam dunia nyata.
Tuhan, kuharap doaku dikabulkan.
°°°~~~°°°
Hyejin POV
Aku berada ditempat yang begitu indah. Namun sayang sekali aku tak mengenal tempat ini.
Ada bangunan-bangunan tradisional korea dengan pemandangan indah, diiringi gugurnya daun-daun di musim semi. Berwarna-warni. Sangat cantik dipandang mata.
Tapi, aku dimana ?
Beberapa kali sudah datang kesini. Dan tanpa susah payah mencari, aku sudah tahu jalan pulang, ah tidak, tepatnya aku selalu sudah pulang. Begitu saja. Tanpa berusaha.
Dan anehnya lagi, ditempat ini aku selalu sendiri. Tapi aku tidak takut. Mungkin ini sudah kedatanganku yang ketiga, dan lagi-lagi satu-satunya makhluk hidup yang bisa kulihat hanya pria itu.
Pri yang tengah tidur dibawah pohon itu. Matanya tertutup rapat dan beberapa daun maple yang gugur bertengger di rambut coklatnya.
Pria yang tampan. Tapi sayang dia seperti mayat hidup.
Sudah tiga kali aku datang kemari dan kerjanya hanya tidur saja.
Mungkin beberapa kali dia membuka matanya, dan lama-lama dia terpejam lagi.
Tanpa bisa aku ajak bicara atau sekedar bertanya. Kami selalu seperti ini. Dan aku hanya merasa perlu menghabiskan waktu disini saja. Melakukan apa saja, sampai saatnya nanti aku pulang kerumah dengan sendirinya.
Lalu berakhir ditempat tidur, dengan piyama tidur dan susah payah membuka mata.
Ya Tuhan, mimpi itu lagi.
Ini sudah beberapa kali terjadi dan rasanya makin lama mimpiku terasa semakin nyata.
Tidak, mimpi ini tidak berulang kali, melainkan berkelanjutan.
Aku selalu merasa bahwa aku hidup disana, dan itu duniaku juga. Seperti hidup di dua tempat.
Dan mimpi ini akan berhenti tiap pukul lima pagi. Kemudian saat malamnya aku tertidur, mimpi itu bersambung lagi.
Bukan seperti penggalan kisah sinetron yang bersambung lalu esoknya sudah berada entah dimana.
Bagiku, saat aku mengunjungi tempat itu, rasanya seperti bangun tidur dalam dunia nyata.
Dalam kata lain, aku seperti tidak tidur sama sekali, karena tinggal di dua tempat.
Kadang aku sendiri merasa ngeri, dan anehnya lagi disana selalu hanya ada aku dan namja itu, hanya kami berdua, tanpa bertegur sapa.
Sebenarnya, dia itu siapa ??
°°°~~~°°°°
Author POV
Park Hyejin adalah seorang gadis manis keturunan Korea-Jepang berusia 21 tahun dan sangat cantik.
Beberapa tahun yang lalu ia sempat tinggal di negara asal Ayahnya, Korea dan bersekolah disana.
Namun dua tahun kemudian kembali ke Jepang, ke tempat asal Ibunya dan menjadi salah satu negeri kebanggannya.
Hyejin sekarang sedang menempuh semester tiga di Minami University Hiroshima, dan tinggal di Fukuyama.
Hyejin gadis yang biasa-biasa saja dalam belajar, hanya karena sering pindah ke berbagai negeri mengikuti tugas sang Ayah, kemampuan berbahasa Hyejin sangat menonjol.
Ia bisa berbicara dengan beberapa bahasa sekaligus. Jepang, Korea, Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, Jerman dan bahasa mandarin. Ia tampak sangat jenius dengan kemampuannya ini.
Hyejin biasa dipanggil Ayumi jika tengah berada di Jepang, namun sang Ayah tetap bersikeras jika nama putrinya adalah Park Hyejin, nama asli Korea. Dan jarang sekali memanggilnya Ayumi.
Bagi Hyejin dua-duanya tak masalah, Hyejin suka namanya. Terutama Ayumi, sangat suka nama itu.
Jika melihat kehidupan sehari-harinya, Hyejin adalah anak kampus biasa yang tidak terlalu banyak masalah.
Hey ayolah, masa sih aku bilang Hyejin tidak punya masalah ? Dia itu manusia, normal pula. Semua orang hidup punya masalah, jika merasa tidak punya berarti kamu orang gila.
Ia pergi ke kampus pagi-pagi dan pulang menjelang sore. Bermain dengan teman-teman sebaya, jalan-jalan, belajar, duduk di perpustakaan, makan di kantin, menonton konser idola sampai sering dimarahi Ibunya sendiri karena Hyejin sangat berisik jika sudah membahasnya.
Hidup seorang gadis yang biasa saja. Tak ada cerita sedih atau kelewat bahagia dalam hidupnya yang nyata. Apalagi ternyata Hyejin belum punya pacar, ahhhhh sayang sekali, gadis secantik ini belum memiliki seorang kekasih jadi belum ada juga kisah cinta romantis, atau perjalanan memperjuangkan cinta seperti kebanyakan cerita orang.
Justru yang menarik adalah dunia mimpinya. Bukan dunia khayalan, ini dunia mimpi. Hyejin tidak dengan sengaja memimpikan hal ini seperti kebanyakan orang bermimpi sesuatu yang sangat diidamkannya.
Ini benar-benar sebuah mimpi. Mimpi yang hanya terjadi saat kita tengah tidur pulas. Mimpi yang membawa alam bawah sadar kita memasuki dunia yang lain. Yah, didunia itulah hidup Hyejin tampak menarik.
Awalnya, sempat tak terpikir apapun saat pertama kali memimpikan hal ini.
Berada di tempat sepi yang indah. Selalu ada angin sejuk dan daun-daun yang berguguran. Lalu seorang pria dengan sweater rajutan yang tengah tertidur dibawah pohon maple.
Membawa sebuah buku bacaan ditangannya, kadang ia berkaca mata. Namun anehnya, saat Hyejin datang pasti pria itu sedang tertidur, lalu, kapan ia membaca buku di tangannya itu ?
Apa saat Hyejin pulang ? Atau sebelum Hyejin datang ? Kalau begitu itu artinya pria ini berada disini sepanjang waktu ? Yang artinya lagi bisa jadi pria ini tak pernah pulang ? Tak bangun dari tidurnya ?
Ahh entahlah.
Bagi Hyejin itu hanyalah mimpi biasa, mana mungkin gadis ini berpikiran sejauh itu. Walaupun setiap hari ia memimpikan hal yang sama, tapi Hyejin belum curiga apa-apa. Tidak, ia tak memikirkan apa-apa soal itu.
.
Krinngggggg……
Bunyi alarm membuat telinga Hyejin pekak dan bangun dari tidurnya, pulang kerumah. Seperti biasa Hyejin selalu pergi ketempat itu dalam mimpinya.
Walau tubuhnya disini, tapi Hyejin merasa selalu pergi saat ia mulai terlelap. Dan ketika ia bangun, itu nyatanya Hyejin sudah pulang.
Dan Hyejin teringat pria itu lagi.
Malam tadi ia melihat pria itu bergerak dalam tidurnya, kemudian perlahan membuka mata dan tersenyum pada Hyejin.
Ah.. Syukurlah, berarti dia sudah bisa menerima kedatanganku disana. Semakin hari, rasanya seperti semakin mengenalnya pula.
Walau entah siapa pria itu sebenarnya namun, Hyejin mulai suka pada pria dalam mimpinya itu. Mulai tak asing dengan wajahnya.
Pria tampan yang datang setiap hari dalam mimpimu tanpa sengaja kau khayalkan bukankah suatu keajaiban ?
Bahkan disaat kita sengaja membayangkan seseorang, atau idola sekalipun jarang sekali kita akan membawanya dalam mimpi saat tidur.
Namun pria aneh ini muncul setiap hari dalam mimpi Hyejin. Wajahnya tampan bak malaikat, kulitnya putih seputih susu, bahkan terkesan pucat. Rambutnya coklat dan tebal, hidunya mancung seperti perosotan anak-anak di sekolah TK. Bibirnya merah dan manis, tebal, penuh, seksi. Dengan mata yang, aahhh sialan luar biasa tajam dan mempesona.
Bahkan itu disaat ia terbangun sesekali dalam tidurnya di mimpi itu.
Maunya disebut apa ya ? Mimpi ? Aahhh tapi itu tampak nyata, dan menarik.
Bahkan kalian sepertinya lebih tertarik pada dunia Hyejin dalam mimpi ketimbang kehidupannya yang nyata.
“Ayumi…… haruskah suara bom meledak untuk jadi alarm mu bangun pagi ?? Kenapa kau betah sekali tidur…??!!” teriak Ibu Ayumi dari dapur.
Aaaisshhh.. terang saja, ada pria tampan di mimpiku, tentu saja aku lebih memilih untuk tidur jika boleh.
“Ne.. aku bangun Mom….” suara serak Hyejin dengan malas menyahuti Ibunya yang dongkol.
Kemudian Hyejin beringsut dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi, dan bersiap untuk kelas hari ini.
.
Dikampus, kehidupan Hyejin benar-benar biasa saja. Bahkan bisa dibilang tidak begitu menarik.
Ia bukan gadis paling cantik yang di gandrungi banyak lelaki, bukan anak pintar kebangaan para dosen, bukan gadis kaya yang menarik perhatian teman. Sepenuhnya hanya seorang siswi biasa.
Dengan sedikit kelebihan dan banyak kekurangan. Rasanya, hidup di dunia mimpi jauh lebih baik. Setidaknya ada sesuatu yang menarik hatinya, bukan, maksudnya sesuatu yang menarik perhatiannya.
Kan lumayan disana ada pria tampan, sementara di kehidupan aslinya ?? Ya Tuhan mimpi saja. Namja asal Hiroshima bukanlah pilihan yang baik bila dijadikan pasangan.
Mereka terlihat sama dan serupa. Jauh lebih baik waktu berada di Korea, meskipun namja biasa tak begitu tampan, tapi kalian pasti tahu para idol disana kan ??
Beuhhh… tampan luar biasa dan cetar membahana. Membuat Hyejin betah berlama-lama di Korea.
“Ayumi san, kau melamun lagi ??” sapa seorang gadis manis, teman sekelas Hyejin.
“Ahh tidak, aku hanya bosan..” jawab Hyejin malas.
“Kau selalu terlihat bosan setiap hari, tidakkah kau merasa tertarik pada sesuatu.?? Ini sudah tahun keduamu kembali ke Jepang…”
Hyejin mengangkat kepalanya yang dari tadi ia jatuhkan diatas meja, memang persis seperti orang kehilangan semangat hidup dan bosan.
“Tidak ada. Korea lebih banyak pria tampan…” jawabnya singkat pada sahabat dekatnya itu, namanya Naomi.
Naomi menggelengkan kepala dan menjauh dari gadis ini. Anak blasteran memang punya selera yang agak aneh. Siapa bilang cowok hiroshima tidak tampan ?
“Hei.. kau tak tahu saja di kampus ini ada pria tampan…” jawab Naomi kemudian.
“Mana ? Coba beritahu aku. Kalian membahasnya sepanjang tahun, dan dia hanya muncul beberapa bulan sekali. Tidakkah itu membosankan ? Bahkan asal usulnya saja tidak jelas. Dan hampir dua tahun aku disini namun tak pernah melihatnya….”
“Eisshhh… tapi dia memang pantas ditunggu dan dibicarakan ! Lagi pula setiap dia ada kau tak mau datang ke kelasnya dan mengintip sebentar. Salahmu sendiri sehingga sampai detik ini kau tak pernah melihatnya…”
“Aku jadi penguntit sepertimu begitu ? Ahh… shiero !”
“Eeyyy… jangan pakai bahasa negaramu yang payah itu disini.. !” jawab Naomi galak.
“Mwo ?? Apa kau bilang ? Awas saja kalau ada idol korea yang datang kemari dan kau berjingkrak gila sambil meneriaki namanya ‘Oppa..Oppa saranghaee…’ kau harus ingat kalau kau pernah menghina bahasa kami.. !”
Naomi hanya menjulurkan lidahnya tak menggubris perkataan Hyejin barusan. Ia sendiri memang tergila-gila pada idol korea, tapi dari pada membicarakan mereka yang jauh, tak dikenal, jarang dilihat, tak dapat disentuh, dipisah jarak dan waktu lebih baik perhatikan idol disekitarmu bukan ??
Setidaknya kau tidak akan bosan.
°°°~~°°°
Kaito Hitagawa.
Ya, namanya Kaito Hitagawa. Pria itu, yang tengah tidur itu bernama Kaito.
Tampan sekali bukan ? Seperti namanya pula.
Tapi….
Tunggu, apakah kalian tidak merasa aneh ??
Dari mana Hyejin tahu nama pria itu ? Bahkan mereka belum pernah berbicara sama sekali satu sama lain.
Tapi ini dunia mimpi kan ? Hyejin sudah sangat hafal tempat ini, dan ketika ia datang kesini ia sadar bahwa ini hanyalah mimpi.
Dan ketika seseorang bermimpi, bukankah sering kali kejadian tak masuk akal justru menjadi hal yang lumrah ?
Bahkan ketika tiba-tiba mengenali nama pria ini Hyejin tak merasa bingung. Tiba-tiba saja ia berkata “Ahh Kaito Hitagawa, namanya Kaito Hitagawa..”
Hanya itu. Dan ia tidak terkejut sama sekali dengan kenyataan itu.
Samar dari kejauhan ia melihat pria itu tersenyum dalam tidurnya seperti biasa. Dan satu hal yang baru saja Hyejin sadari adalah, setiap kali datang, setiap kali mimpi ia melihat pria itu memakai baju yang berbeda.
Seakan memang ia hidup dan berganti baju setiap hari layaknya orang normal. Tunggu, apa benar ini normal ?
Mimpi yang sama setiap hari selama dua minggu ini disebut normal ??
Ahhh… Hyejin sedang bermimpi, ia tak berpikir sejauh itu.
Setelah dua minggu, ia baru tahu nama pria itu. Walaupun entah dapat dari mana, karena mendengar seorang berbisikpun tidak.
Dia hanya sekedar tahu, dan tiba-tiba nama itu muncul di kepalanya.
perlahan kaki Hyejin melangkah mendekati pria itu, kali ini, meski tertidur namun Kaito mulai berekspresi. Kadang ia merengut dan tersenyum dalam tidurnya, dan itu membuat Hyejin senang.
Dan begitu Hyejin sampai didepan Kaito, pria itu membuka matanya perlahan, dan tersenyum menatap wajah Hyejin.
“Kita dimana ?” kata itu yang meluncur dari mulut Hyejin setelah dua minggu datang ketempat ini dan bertemu pria ini.
“Ini di Gwanghwamun….” jawabnya singkat. Hyejin mendengar suaranya.
Ya Tuhan, mimpi apa ini ? Apa mimpi diatas mimpi ? Apa ada hal seperti itu ?
Kemudian pria itu tersenyum lagi dan memperbaiki posisi duduknya yang menyandar di pohon maple yang berguguran.
“Gwanghwamun ?” tanya Hyejin kemudian.
“Ya. Tempat yang sangat indah saat musim semi di Korea.. Tempat bersejarah bagiku…” jawabnya dengan tenang.
Sekali lagi Hyejin menganga tak percaya. Ya Tuhan, objek dihadapannya kini sedang berbicara. Dan dia hidup, dan dia bangun dari tidurnya, dan dia terasa NYATA.
Ini mimpi.. ini mimpi…
“Aku di Korea ?” tanya Hyejin lagi.
Pria itu mengangguk sambil tersenyum senang. Seakan dia dan Hyejin bukanlah sepasang orang asing lagi.
Dan memang sudah tidak terasa asing, dua minggu berturut-turut, bertemu dan berada ditempat yang sama dalam jarak yang dekat membuat perasaan mereka tak asing lagi.
Meskipun untuk berbicara baru dilakukan hari ini.
“Cho Kyuhyun… Namaku Cho Kyuhyun…” ujarnya sebelum Hyejin bertanya lagi.
Hyejin mengerutkan keningnya, agak bingung, bukankah namanya tadi…
“Kaito Hitagawa nama jepangku. Namaku di Korea Cho Kyuhyun. Bukankah lebih baik ? Bukankah kau Korea juga ?” tanyanya lagi melihat kebingungan di wajah Hyejin.
Tunggu, bukankah ini aneh ? Amat aneh kan ?
Tapi ini mimpi dan rasanya baik-baik saja.
“Ya. Aku korea, namaku Park Hyejin…”
“Salam kenal Hyejin…” jawabnya sumringah sambil tersenyum lebar.
“Tapi dijepang aku dipanggil..”
“Ayumi, benarkan ?” tebaknya lagi, dan Hyejin mengangguk tak berdaya.
“Tapi kita di Korea, aku panggil Hyejin saja bagaimana ?”
“Ya. Itu lebih baik…” jawab Hyejin pasrah.
Entah kenapa rasanya di alam mimpi Hyejin lebih tidak berdaya dan sulit mengendalikan pikirannya dibanding dengan saat ia hidup didunia nyata.
Ia hanya akan pasrah dengan semua yang terjadi dan mengalir begitu saja di alam ini. Seakan memang alam bawah sadarnya yang melakukan itu semua.
Karena setelah ia bangun dan mengingat mimpi ini, Hyejin sendiri bingung dan bertanya-tanya, kenapa aku melakukan itu ? Kenapa aku mengenalinya ? Dia tidak tahu.
Dan pria itu, Cho Kyuhyun menyuruh Hyejin duduk disebelahnya, ia menepuk tempat itu dengan tangannya, memberi isyarat.
“Kau nampak sudah terbiasa ada disini…” ucapnya kemudian.
Hyejin diam dan bisu, tentu saja tak asing. Bayangkan selama dua minggu ia datang kesana duduk, berjalan, berkeliling selama hampir 6 jam setiap harinya.
“Aku juga tidak tahu…” hanya itu kalimat yang bisa ia ucapkan.
“Kau pasti tahu kenapa..”
“Karena aku belakangan sering mengunjunginya ?” tanya Hyejin kemudian.
“Sesuatu yang tidak kau kenal akan sulit untuk kau sayangi, apa kau tahu itu ? Tak kenal maka tak sayang…”
“Sepertinya aku sedang berbicara dengan sastrawan…” ujar Hyejin bingung.
Kyuhyun tertawa. Ya Tuhan, ini benar-benar mimpi yang luar biasa. Dimana selama hampir dua minggu Hyejin memimpikan sosok pria tampan yang selalu tidur jika Hyejin datang namun hari ini dia tertawa dan berbicara.
Benarkah ini masih kebetulan ? Sebuah mimpi ?
Hyejin pikir ia terobsesi pada sosok ini makanya pria itu sering datang dalam mimpinya. Namun, entah kenapa sekarang Hyejin merasa ini adalah nyata. Kenyataan. Dan pria ini memang ada.
Entah di belahan dunia mana yang pasti pria ini ada. Dan hidup. Mungkinkah dia jodohku ? ujarnya dalam hati.
Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya dan memperlihatkan jam tangan miliknya pada Hyejin.
“Sudah jam lima pagi, pulanglah. Besok datang lagi dan kita bertemu disini yaa…” ujarnya kemudian.
Dan Park Hyejin yang dibodohi alam bawah sadarnya hanya mengangguk pasrah.
Lalu….
Kriiiiiiiiinnggggggg……
“Ayumiiiiiii……” suara alarm menyebalkan dikombinasikan dengan suara cempreng Ibunya membuat Hyejin membuka lebar-lebar matanya.
Sial. Ini sudah pagi saja.
Arrggghhhh…..
Padahal baru saja bertemu dan berbicara, aahhhh kenapa harus terbangun ?? sialan.
Hyejin beranjak dari tempat tidurnya kemudian melakukan rutinitas paginya. Ah, mengingat mimpi itu membuatnya bahagia.
Kenapa harus kembali ke dunia nyata yang menyebalkan ini ??
Tapi…
Apa benarkah besok mereka akan berjumpa lagi ?
Ya Tuhan… tak sabar menunggu malam dan hidup dalam mimpi itu lagi.
°°°~~~°°°
Dikampus Hyejin mulai terlihat berwarna karena sumringah dengan mimpinya semalam.
Seakan tak peduli lagi jika dirinya sendiri pun menganggap ini gila. Tapi entah kenapa ia senang dan percaya. Seakan perkataan Kyuhyun semalam adalah benar, mereka akan bertemu lagi.
Di dalam mimpi. Di ALAM mimpi.
Bukankah ini sangat aneh ? Bagaimana seorang manusia bisa mengatur mimpinya ?
Tapi Hyejin tak peduli, ia mempercayakannya pada Kyuhyun. Ia yakin Kyuhyun akan menemuinya lagi, ia yakin Kyuhyun akan membawanya ketempat itu lagi. Meski ia sendiri tak tahu caranya seperti apa.
Namun Hyejin percaya Kyuhyun bisa membuat keajaiban. Kyuhyun bisa membuat mereka bertemu kembali.
“Kau kelihatan bahagia Ayumi san…” ujar teman dekat Hyejin kepadanya.
“Ahh ?? Tidak. Aku hanya…..”
“Kau jatuh cinta ?”
“Apa ?”
“Kau kelihatan sedang jatuh cinta…”
Hyejin termenung mendengarnya. Benarkah ? Jatuh cinta ? Mana mungkin. Kyuhyun hanya pria khayalan. Kalaupun dia ada Hyejin tak tahu pria itu ada dimana.
Dan apakah mungkin dia mengenal Hyejin jika nanti mereka ditakdirkan untuk bertemu ?
“Aku hanya memimpikan seorang pangeran setiap malam. Dan malam tadi dia bicara padaku. Aku senang karena itu…” jawab Hyejin dengan polosnya.
“Pantas saja kau senang…”
“Kau tak merasa itu hal yang aneh ?” tanya Hyejin bingung melihat ekspresi Naomi yang biasa-biasa saja, harusnya Naomi mengejeknya kan ?
“Tidak. Semua orang pernah memimpikan pangeran impiannya. Jangankan berbicara, dalam mimpi kita bisa berciuman dan bercinta dengannya…” jawab Naomi enteng.
“Tapi pangeranku berbeda…”
“Berbeda seperti apa ?”
“Dia amat jelas kulihat. Tapi seumur hidup aku tidak pernah melihatnya dalam dunia nyata. Bagaimana bisa alam bawah sadarku menghayal sejauh itu ? Melukis wajah yang belum pernah kulihat.. “
“Jadi pangeran impianmu bukan para idol super junior ?”
“Bukan…”
“Itu sebuah pertanda…”
“Apa ? Pertanda macam apa itu ?”
“Mungkin dia jodohmu..”
“Ah, kau menghayal. Kau percaya pada hal-hal seperti itu ?”
“Kau sendiri percaya Ayumi San…”
.
Hyejin duduk ditepian tempat tidurnya, sungguh lucu. Saat akan tidur seperti akan datang ke acara kencan.
Rasa gugup, grogi, dan penasaran terus hinggap dalam hatinya.
Ya Tuhan Park Hyejin, ini hanya mimpi !! Mana bisa kau begitu penasaran seperti ini ? Gadis bodohhh… rutuknya dalam hati.
Harusnya Hyejin tak perlu begitu terobsesi pada mimpinya ini kan ? Mimpi hanya bunga tidur.
Lambat laun dengan posisi duduk menyandar matanya mulai meredup. Hyejin tidur dan bersiap untuk kehidupannya yang lain.
.
“Aku menunggu lama…” ujar sebuah suara di belakang Hyejin.
Cho Kyuhyun…
Dia nampak indah dengan balutan jas abu-abu dibalik sweater tipisnya berwarna hijau pudar.
Tuh kan, dia ganti baju.
Apa mungkin ini masih mimpi ?
Hyejin menghampirinya tanpa mengatakan apa-apa. Rasanya sesuatu membuncah dalam hatinya begitu melihat sosok ini lagi.
Apa ? Bahagia ? Benarkah ?
“Kau terlihat berbeda….” ujar Kyuhyun lagi saat sudah berada tepat di sebelahnya.
“Berbeda seperti apa ?” tanya Hyejin
“Ehmmm apa ya, entahlah…” jawab Kyuhyun sambil tersenyum jahil. Ya Tuhan, tampan dan baik sekali namja ini.
“Apa mungkin ini mimpi ?” tanya Hyejin akhirnya. Entah kenapa ia tiba-tiba bertanya seperti itu.
Rasanya ini semua masih terasa mustahil dan agak asing.
“Menurutmu ?” tanya Kyuhyun kembali.
“Entahlah.. Setiap hari setelah aku memejamkan mataku ditempat tidur, tiba-tiba aku berakhir di tempat ini. Bukankah itu mimpi ?”
“Ya. Silahkan beranggapan begitu kalau kau suka…”
“Tapi bagiku ini masih terasa ajaib. Apa yang sudah kau lakukan padaku ?” tanya Hyejin pada Kyuhyun dengan penuh selidik.
“Tidak ada. Apa aku terlihat seperti paranormal ? Dukun ?”
“Ani. Kau seperti alien tampan dari bintang yang bisa melakukan teleport, atau pindah tempat dalam waktu yang sangat cepat…”
“Kau terlalu banyak menonton drama Hyejin ssi. Lagi pula meskipun iya, aku fikir ini lebih keren dari pada cerita konyol itu…” jawab Kyuhyun sambil tertawa.
Hyejin dia manusia. Kyuhyun manusia. Lihat itu lihat, wajah tampan dan cool itu kini tengah menertawakan kebodohanmu.
“Kau juga menonton drama itu ?” tanya Hyejin dengan bodohnya.
“Eoh. Hanya melihat ringkas ceritanya….”
“Tapi memang ini jauh lebih keren dari drama itu. Jadi ini namanya apa ? Wonderland ?”
“Ini mimpi Hyejin. Tidak ada yang seperti ini didunia nyata..”
“Jadi kau juga tidak nyata ?” tanya Hyejin dengan nada sarat akan kekecewaan.
Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya dan berjalan menjauh. Tangannya masuk kedalam saku celana sambil berjalan santai dan bersenandung ria, oh my… dia bahkan punya suara yang indah.
Hyejin sampai lupa dengan pertanyaannya barusan dan berjalan mengekor dibelakang namja itu.
“Tak usah pikirkan apa-apa. Kau hanya perlu menikmati waktu bersamaku disini. Tempat ini hanya dua pilihan kemungkinan untuk kau namai, mimpi manis atau mimpi buruk..” ujarnya sambil terus berjalan dan menapaki jalan yang sepi.
Hyejin amat terpesona melihatnya. Baiklah, ia tak perduli lagi, bahkan jika ini mimpi ia sangat rela yang penting ada Kyuhyun didalamnya.
Dan dari pada menyebut bahwa ini adalah mimpi buruk, Hyejin merasa perlu jujur jika ini adalah mimpi manis yang pernah ia alami seumur hidupnya.
“Hei Nona, Ayoo ikut denganku. Mau sampai kapan kau ada disana ? Menunggu jam 5 pagi datang ? Saat itu kau sudah harus pulang…!” teriak Kyuhyun dari kejuhan sana.
.
Dan begitulah setiap malam. Sampai berbulan-bulan dan hubungan Kyuhyun dengan Hyejin dalam mimpi itu lebih dari seorang teman.
Hyejin bahkan seperti punya dua kehidupan sekaligus, siang hari ia menjadi Ayumi di dunia nyata dan malam hari ia akan menjelma maenjadi Hyejin dalam mimpi manisnya bersama Kyuhyun.
Kyuhyun selalu berada disana dan menunggunya. Dan Hyejin yang bodoh tak pernah mau bertanya alasannya apa.
Ia hanya menuruti alur dalam mimpi itu, membiarkan dirinya hanyut disana dan seringkali ia sulit mengendalikan alam bawah sadarnya.
Seperti menjawab pertanyaan dengan bodoh atau mengangguk saja saat Kyuhyun mengatakan sesuatu.
Bahkan Hyejin pasrah saat Kyuhyun menciumnya seperti sekarang.
Ciuman romantis dan penuh perasaan.
Dicium dengan mesra ditempat begini indah kemudian di beri cincin yang cantik.
“Hyejin, mari kita menikah.” ujar Kyuhyun sambil berlutut dihadapannya.
Ya Tuhan, sayang sekali ini hanya mimpi. Sayang sekali tidak terjadi di dunia nyata.
Hyejin dicium dan dilamar pria tampan dan romantis di gwanghwamun saat tengah musim gugur.
Hatinya ketar-ketir tak karuan. Artinya Hyejin sebentar lagi akan jadi istri orang kan ?
Omo… Apa mimpi manis ini akan segera berubah menjadi mimpi erotis setelah Kyuhyun dan Hyejin menikah ?
Issh…. pikiran macam apa ini.
“Hei Nona, tidakkah kau mendengarku ? Aku sedang melamarmu sekarang…” ujar Kyuhyun kemudian dengan tampang sok kesal.
“Harusnya kau tahu jawabannya apa…” jawab Hyejin singkat sambil tersenyum malu.
“Ah, baiklah… Aku tahu jawabanmu apa…” ujarnya sambil berdiri dari posisinya sekarang dan memasukkan cincin itu kembali dalam saku bajunya.
Hyejin membelalak bingung. Maksudnya bukan seperti ini.
“Yakk… !! Babo ! Pasangkan cincin itu dijariku !!” ujar Hyejin marah.
Kyuhyun tertawa jahil sambil berlari menjauh. Sepertinya memang sengaja mempermainkan gadis ini dalam mimpi mereka.
“Kejar aku.. Kejar cincinmu kalau bisa…” teriak Kyuhyun sambil berlari menjauh.
Hyejin mendengus sebal, ia yakin dapat mengejar namja itu dan mendapatkan cincin lamarannya kembali.
“Tunggu aku Cho Kyuhyun… aku akan mendapatkanmu….!!!” teriak Hyejin sambil mengejar Kyuhyun yang sudah berlari menjauh.
.
“Cantik sekali….”
“Akhirnya aku mendapatkanmu..”
“Ani.. Tidak ada yang bisa mendapatkanku, aku menyerahkan diri Hyejin…” jawab Kyuhyun setelah menyematkan cincin itu di jari manis Hyejin.
Hyejin tersenyum memandangi cincin itu dijari manisnya. Ia terlihat amat bahagia.
Ya Tuhan.. andai ini nyata. Andai masih ada waktu bagiku. Andai masih ada kesempatan bagiku seperti orang lain. Mungkin semua ini bukan hanya kenangan. Bahkan tidak bisa disebut kenangan karena ini hanya terjadi dalam mimpi.
Kemudian perlahan Hyejin memejamkan matanya. Ah… ini sudah jam lima pagi, Hyejin mulai tertidur dan akan kembali pada dunia yang nyata.
“Sampai jumpa besok Hyejin…”
°°°°~~~°°°°
Kringggg…..
Seperti biasa Hyejin terbangun sambil mengucek matanya yang masih lengket. Berharap lem paten yang merekat pada kelopak matanya bisa segera ia lepaskan.
Ah… mimpi itu. Hanya mimpi. Namun terasa nyata dan ajaib.
Hyejin kembali tersadar dari tidurnya dan memandangi jari manisnya tadi. Lalu tersenyum miris.
Ternyata cuma mimpi, gumamnya dalam hati.
Punya kehidupan terlalu indah di dalam mimpi agaknya kurang menyenangkan saat kita bangun dan tersadar kembali ke dunia nyata.
Kyuhyun…
Apakah namja itu benar-benar ada ?
.
“Hyejin…,” suara Kyuhyun menginterupsi langkah Hyejin untuk berhenti.
Hyejin membalikkan badan dan melihat Kyuhyun berjalan di belakangnya.
Apa ? Kyuhyun ada disekolahnya ? Memakai setelan khas anak kuliahan dan mengapit buku di sela tangannya.
Hyejin tidak bisa menjawab karena rasanya ia hampir gila menghadapi ini semua.
Sulit membedakan mana yang mimpi ataupun nyata.
Kyuhyun tidak pernah menemuinya selain di gwanghwamun. Kemudian Hyejin teringat dan memandangi jari manisnya.
Cincin itu ada. Ah… sialan, ini juga cuma mimpi belaka.
Kyuhyun berlari mendekat ke arahnya namun tubuh Hyejin serasa oleng dan goyah mendapat sentuhan keras seseorang.
Oh tidak, siapapun itu tolong jangan sekarang aku ingin..,.
“Hyejin bangun ! Hei Ayumi san, ayo ke kelas..!” ujar sebuah suara yang amat menyebalkan untuk saat ini bagi Hyejin.
Ya ampun, baru saja ia tertidur di perpustakaan dan Kyuhyun datang. Kemudian yeoja ini mengganggu tidurnya.
“Kau ini kenapa ?” tanya Naomi pada sahabatnya.
“Tidak…”
“Kyuhyun lagi…?”
Hyejin mengangguk pasrah. Dan wajahnya sarat akan kekecewaan. Baru saja ia melihat cincin itu lagi ditangannya dan kini cincin itu hilang.
“Ya Tuhan, aku rasa kau memang sudah ada kelainan. Dengarkan aku Ayumi san, kau harusnya lebih mementingkan kehidupanmu yang nyata dibanding mimpi itu. Sekalipun kau disana bahagia namun kau bukanlah penunggu alam mimpi. Aku yakin Kyuhyun akan kecewa jika ia tahu seperti ini keadaanmu di dunia nyata… Bahkan ia bisa saja tak muncul lagi karena takut mengganggu kehidupanmu, Ayolah bersemangat sedikit. Kyuhyun pasti ada ditempatnya, dia menunggumu….” ujar Naomi panjang lebar.
Sekalipun yeoja itu cerewetnya tidak tertandingi dan agak sedikit gila, namun Hyejin mempercayakan cerita soal mimpinya ini pada Naomi.
Mimpi yang gila diceritakan pada orang setengah gila. Serasi bukan ?
Hyejin melangkah lemas keluar dari perpustakaan itu. Entahlah, rasanya hatinya kosong.
Ia hanya kecewa. Namun entah apa hal yang harus ia kecewakan.
.
Malamnya Hyejin kembali ke mimpi yang sama dan bertemu Kyuhyun disana. Ia senang bisa melihat Kyuhyun lagi beserta cincin itu dijari manisnya.
Itu tandanya Kyuhyun dan Hyejin sudah sah suami istri bukan ?
Meski tak banyak hal yang bisa mereka lakukan, namun menyadari kenyataan bahwa ia sudah menikah saja Hyejin cukup senang.
Walau hanya dalam mimpi sekalipun, bersama pria khayalan yang tampan pula.
“Duduk disini….” perintah Kyuhyun pada Hyejin.
Kemudian gadis itu duduk disamping Kyuhyun dan Kyuhyun membaringan tubuhnya, dengan posisi kepala di atas pangkuan Hyejin.
“Temani aku tidur eoh ?” tanya Kyuhyun sambil memejamkan matanya.
Kenapa ? Kenapa harus tidur lagi ? Ujar Hyejin dalam hatinya.
Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena Kyuhyun sudah lebih dulu memejamkan matanya.
Dengan mata terkatup rapat dan mulut setengah terbuka, mengalunkan nafas pelan dan teratur indah. Kemudian perlahan kehangatan nafas itu menghilang.
Nafas itu perlahan tak berhembus lagi, namun Hyejin tak sadar, karena kini ia pun mulai tertidur lelap. Kembali ke dunia asalnya. Padahal ini belum jam lima.
°°~~°°
Mimpi itu adalah yang terakhir dimana Hyejin bertemu dengan Kyuhyun.
Hari-hari berikutnya Kyuhyun tak pernah muncul lagi dan itu membuat Hyejin kecewa.
Tiap kali terbangun dari tidurnya Hyejin tak dapat mengingat jelas mimpi apa yang dialaminya. Seperti manusia kebanyakan.
Tak ada lagi Kyuhyun dan segala keindahan kenangan romantis mereka.
Hingga Hyejin merasa muak untuk tidur dan lebih memilih terjaga semalaman.
Ia muak dihinggapi rasa kecewa setiap hari karena Kyuhyun tak pernah lagi datang.
Lagi pula Hyejin sedang sibuk menjalani ujian memasuki semester empat. Banyak waktu yang ia habiskan untuk belajar. Duduk di perpustakaan.
Membaca banyak buku dan tidur sangat larut. Semuanya untuk menghindari bayangan-bayangan Kyuhyun yang tak pernah lagi datang dalam mimpinya.
Hyejin begitu menyibukkan diri sampai akhirnya ia pun lupa.
Kadang ia tersenyum miris jika mengingat hal itu, itu hanya mimpi sekaligus keajaiban.
Jarang sekali orang yang dapat mimpi seperti Hyejin bukan ?
Dan sadar atau tidak ini sudah dua bulan Kyuhyun tidak hadir dalam mimpinya. Sudah begitu lama, namun jika bersedia, Hyejin masih menunggu Kyuhyun datang kedalam mimpinya lagi. Setidaknya memberi salam perpisahan.
Tak terasa hubungan mereka dalam mimpi itupun berlangsung selama empat bulan, dan bahkan diakhiri pernikahan yang singkat.
Hyejin mulai menerima semuanya. Ini pelajaran, ini pengalaman, sekaligus keajaiban.
Nyatanya dimanapun sekarang Kyuhyun berada, Hyejin tahu namja itu tak akan mengenalinya. Dan semoga saja ia selalu dalam keadaan sehat.
Baiklah, lupakan itu semua. Kyuhyun benar, hanya ada dua nama untuk mimpi yang kemarin-kemarin pernah dialaminya, mimpi manis atau mimpi buruk.
Dan setelah ini, apa namanya masih mimpi manis ? Kenapa perasaan Hyejin begitu buruk ?
Kyuhyun bilang….
Aaisshhh… kenapa sih ? Kyuhyun lagi, Kyuhyun lagi !! Selalu saja Kyuhyun, selalu kata Kyuhyun !!
Siapa itu Kyuhyun ? Dimana ia berada ? Hyejin juga tidak tahu !!!
°°°~~~°°°
Hyejin tak percaya jika saat ini Kyuhyun tengah menciumnya dengan panas di dbibir. Mereka telah lama beradu lidah dan saling menyecap satu sama lain.
Ya Tuhan, bahkan berciuman seperti ini saja pun terasa sangat nikmat.
Kyuhyun menelusupkan tangannya ke bagian bawah baju Hyejin dan meraba semua yang bisa diraihnya di balik busana itu. Mengusap-meraba-menggengam hingga meremas sesuatu di dalam sana dan membuat Hyejin mendesah tertahan-kenikmatan.
Baru kali ini Hyejin merasa melayang seperti ini. Dan tiap kecupan Kyuhyun maupun sentuhannya terasa sangat memabukkan. Membuat Hyejin ketagihan dan enggan untuk dilepaskan.
Bukan hal aneh lagi jika sekarang celana dalamnya sudah basah oleh sesuatu dan Kyuhyun terlihat makin menggebu menyentuhnya.
Mencium leher Hyejin yang jenjang dan menelusupkan jari-jarinya ke dalam sesuatu dibawah sana. Barang berharga Hyejin yang belum pernah disentuh orang.
Demi apapun, ini sangat nikmat dan Hyejin tak mau berhenti.
Kyuhyun kembali naik dan mencium bibir Hyejin penuh minat, mengecap dan menghisap bibir cherry itu perlahan hingga akhirnya menggebu kencang. Lalu saling berperang dan membelitkan lidah.
Dengan sebelah tangan ada di puncak kenikmatan Hyejin, makin membuat gadis ini melayang-mendesah panjang dan menggeram nikmat.
Sungguh, demi apapun di dunia ini Hyejin tak ingin berhenti dibanjiri kenikmatan seperti ini. Bahkan ia menginginkan lebih, lebih dari ini.
Ada sesuatu yang mendesak di bawah sana dan Hyejin merasa Kyuhyun perlu melakukan sesuatu untuk itu. Tapi namja itu tak kunjung bicara ataupun menatap mata Hyejin yang minta pengertian.
Kriiiiinnnggggggggggggggg….
Bunyi sialan itu lebih mengerikan dari pada bunyi sangkakala saat kiamat tiba bagi Hyejin. Kenapa harus sekarang ? Saat ia dan Kyuhyun tengah….
Tunggu dulu-
Tidak, tadi bukan mimpi yang biasa. Tadi itu hanya mimpi anak muda yang kehausan birahinya. Itu bukan Kyuhyun, namja dalam mimpi tadi bukan Kyuhyun yang Hyejin kenal.
Bahkan saat ini mimpi itu lumayan cepat memudar dari ingatannya. Dan wajah tadi samar terlihat di kepala Hyejin.
Benar. Mimpi itu hanya bunga tidur biasa.
Bukan mimpi indah Hyejin bersama Kyuhyun yang belakangan ini hilang.
“Ayumii….. ayo cepat berangkat… Naomi menunggumu…” teriakan cempreng Ibu Hyejin membahana seperti biasa di pagi hari.
Memang ia terlalu protektif dan cerewet pada putri tunggalnya itu. Karena selain keras kepala Hyejin sangat cuek dan kadang kala menyebalkan.
Sering kali Naomi menunggunya seperti sekarang saat hendak berangkat ke kampus bersama-sama.
“Ya Tuhan.. kenapa kau lama sekali ? Kasihan Naomi menunggumu sangat lama…” ujar Ibu Hyejin pada putrinya yang baru turun dari kamar.
“Aku tak pernah memintanya menungguku Mom…” jawab Hyejin singkat.
Ibu Hyejin menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya itu. Belakangan ia berubah menjadi Hyejin yang dulu setelah sesaat kemarin ia jadi anak manis dan bahagia.
Entah apa sebabnya.
.
“Apa ?? Benarkah ?? Dimana ?? Waaa… Ayo kita kesana..” ujar Naomi begitu ada seorang teman sekelas mereka datang menyambut kehadiran Hyejin dan Naomi di kelas Rabu pagi itu.
Gadis itu berbisik dan membuat Naomi seakan kehilangan kesadaran kalau mereka sudah ada dikelas dan sebentar lagi dosen akan masuk.
Kemudian dengan cepat Naomi beserta beberapa teman perempuan sekelas Hyejin keluar berbondong-bondong dan teribirit-birit.
Meninggalkan Hyejin yang kebingungan di tempatnya.
“Ayumi… aku tinggal dulu, ada urusan mendadak penting…!!” teriak Naomi saat sudah sampai di dekat pintu kelas mereka.
Hyejin hanya menanggapinya tak perduli. Biasanya kalau sudah seperti itu Naomi sedang berurusan dengan seorang pria. Ahh karena ini masih musim ujian, bisa jadi namja yang ia idolakan itu datang ke kampus.
Dan seperti biasa, Hyejin tidak pernah peduli.
Ia kembali membuka buku dan duduk sambil menunggu dosen masuk. Lalu matanya sekilas menatap jari manisnya yang sudah lama kosong, bahkan dalam mimpi sekalipun ia tak pernah lagi melihat kehadiran cincin itu ditangannya.
Kyuhyun….
Pria ajaib itu…
Aahhhh…Kenapa kepikiran lagi saat sudah lama terlupakan ?
Itu hanya keajaiban mimpi, hanya keajaiban mimpi…
Hyejin mensugesti dirinya sendiri dan meyakinkan dirinya untuk melupakan nama itu.
Melupakan wajah itu.
Melupakan senyuman itu.
Tapi yang ada dirinya malah menangis.
Karena begitu sakit dan rindu.
Setidaknya, jika Kyuhyun seorang malaikat sekalipun, ia harus berpamitan sebelum pergi.
Dan katakan pada Hyejin kalau mereka tak akan bisa bertemu lagi. Saat ini Hyejin bagai tengah menantinya di taman Gwanghwamun itu, namun jangankan Kyuhyun, tempat itu saja samar dalam ingatannya.
Menunggu kepastian. Menunggu suaminya datang, setidaknya untuk diceraikan. Benar bukan ?
Samar-samar Hyejin mendengar suara gaduh diluar kampusnya, lebih gaduh dari sebelumnya.
Hyejin menghapus matanya yang basah, lalu ikut tertarik untuk melongok keluar.
Ya Tuhan…
Tidak….
Ini tidak mungkin…
Bahkan ini lebih mustahil dari mimpi manapun… !!
Hyejin berlari menerobos kerumunan itu.
Tuhaannn….
Pria itu…
Pria tampan itu…
Kyuhyun…
.
“Dia siswa semester enam, dia jarang sekali datang karena sakit. Tapi belakangan aku tahu jika radang otak yang ia derita agak membaik, mungkin dua bulan ini. Tapi selama dua bulan ini pula dia tidak pernah bicara sama sekali. Hanya mengangguk dan menggeleng saat ditanya. Ini lebih baik dibanding dulu, saat itu dia sering sekali pingsan dan tiba-tiba sudah koma saja selama berminggu-minggu. Aku fikir dia dapat keajaiban hingga dua bulan terakhir dia dapat bertahan dan datang ke kampus. Aku rasa dia punya seseorang yang dia suka, makanya dia selalu berusaha datang meskipun sakit. Tapi aku tak pernah tahu siapa gadis itu, dia tak pernah bilang apa-apa pada siapa-siapa…”
Begitu, seperti itu penjelasan yang Hyejin dapat saat melihat kejadian tadi. Kejadian yang membuat seisi kampus ramai dan riuh.
.
Before
Hyejin berlari menerobos kerumunan. Ya Tuhan, Hyejin melihatnya, ia melihat pria itu.
Dia tampak sangat mirip, namun aahhh Tidak, bukan mirip mereka serupa. Mereka orang yang sama seperti dalam mimpinya belakangan ini.
Kyuhyun… Kyuhyun…
Hati Hyejin menjerit menyebutkan nama itu berulang-ulang. Namun suaranya tercekat oleh air mata.
Kyuhyun sudah keburu dibawa pergi, dengan tandu yang langsung dimasukkan kedalam mobil ambulance. Yang membuat suasana semakin gaduh karena bunyinya yang memekakkan telinga.
Hyejin menangis terpaku ditempatnya berdiri.
Itu Kyuhyun. Tapi mungkin namja itu tak mengenalnya, lalu buat apa Hyejin menangis ?
Perasaannya sangat kacau.
Senang. Karena Kyuhyun itu makhluk yang nyata, bukan pangeran khayalan dalam mimpinya.
Terkejut karena Kyuhyun dibawa oleh mobil Ambulance.
Sedih karena Kyuhyun sepertinya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Hyejin terisak ditengah kerumunan teman kampusnya yang ramai itu.
Hikss….. Kyuhyun….
“Dia……”
“Kaito Hitagawa. Dia Kaito Hitagawa, apa kau mengenalnya ?”
.
“Apa kau mungkin gadis yang disukainya ? Kau kelihatan sangat mengenal dia dan bahkan menangisi dia yang dibawa oleh ambulance barusan…” ujar pria dihadapan Hyejin itu.
Pria yang memergokinya menangisi Kyuhyun tadi di lapangan depan kampus.
Pria yang menjelaskan siapa itu Kyuhyun atau Kaito Hitagawa yang barusan dibawa ambulance karena pingsan ditempat dengan hidung yang mengeluarkan darah.
Kaito Hitagawa…
Nama yang sama persis seperti yang disebutkan Kyuhyun di mimpinya malam itu.
Nama yang diketahui Hyejin begitu saja tanpa berusaha mencari tahu ataupun bertanya.
Nama yang sama, orang yang sama.
Bukankah artinya……
Hyejin menangis. Ia tak tahu harus berkata apa. Sementara pria dihadapannya diam dan kebingungan, kenapa gadis ini ? ujarnya dalam hati.
“Se…sejak kapan.. dia masuk ke kampus.. ?” tanya Hyejin terbata-bata sambil menangis tersedu-sedu.
“Dua bulan terakhir. Setelah bangun dari koma…”
Dua bulan juga Kyuhyun menghilang dari mimpinya. Dan kenyataan seperti ini membuat hati Hyejin semakin sakit.
Berarti dua bulan dimana ia merindukan Kyuhyun, pria itu ada disekitarnya. Sementara ia menunggunya dalam mimpi setiap malam. Kyuhyun hidup dan berada di kampus yang sama dengannya setiap hari.
Namun Tuhan tidak memberinya kesempatan untuk bertemu dalam dunia nyata.
Berarti saat Kyuhyun mendatanginya dalam mimpi setiap malam, saat itu dia tengah koma. Dan itu berlangsung empat bulan lamanya.
Ajaib sekali, sudah mati suri empat bulan masih bisa bangun dan berjalan bahkan ikut ujian di kampus. Bertahan selama dua bulan.
Meskipun kondisinya semakin mengkhawatirkan. Tapi Kyuhyun bertahan dengan sekuat tenaga yang ia punya.
Apakah untuk bertemu Hyejin ? Ah bukan, tapi untuk sekedar melihat Hyejin ?
Dan Hyejin sama sekali tidak sadar karena saking tak perdulinya pada orang-orang disekitar.
Hyejin menangis dihadapan teman Kyuhyun itu. Dia nampak semakin bingung dan merasa bersalah. Namun tidak berani mengatakan apa-apa.
“Kyuhyun.. datang hanya ketika ujian ?” tanya Hyejin lagi sambil menangis dan sesenggukan saking sedihnya.
“Apa ? Kyuhyun ? Dari mana kau tahu nama itu ? Bahkan Kaito tidak mengatakan itu pada orang terdekatnya termasuk aku, tapi aku tahu dia menggunakan nama itu jika kembali ke negara asalnya. Kau ini siapa ? Kaito tidak pernah bertemu denganmu, Kaito juga tidak bisa bicara selama berbulan-bulan. Bagaimana kau bisa tahu ?” jawab pria itu semakin bingung.
Hyejin enggan menjawab, ia hanya ingin menangis. Rasanya sakit sekali.
Kenapa baru dipertemukan disaat terakhir seperti ini ? Disaat Kyuhyun sudah sekarat dan hampir mati.
“Mari ku antar ke kamar rawatnya, kau akan lebih baik jika berada disana….” ujar pria itu lagi melihat Hyejin tak kunjung menghentikan tangisnya.
.
Dan disinilah Hyejin sekarang. Menjenguk Kyuhyun yang terbaring tak berdaya.
Sekalipun semua keluarga dan teman dekat Kyuhyun bingung dengan kehadiran Hyejin yang terlalu tiba-tiba sambil menangis karena Kyuhyun.
Kyuhyun seumur hidupnya tidak pernah berhubungan dengan wanita. Dia selalu berhati-hati karena penyakitnya. Ia menjaga baik-baik hati dan perasaannya agar tidak menjalin hubungan dengan siapa-siapa. Karena Kyuhyun tahu hidupnya tak akan pernah lama.
Keluarga Kyuhyun sangat bingung dengan kehadiran Hyejin tentunya. Meski Kyuhyun punya banyak penggemar di kampus, namun tak ada yang sampai menangisinya seperti ini.
Seakan gadis ini memang benar-benar mengenal Kyuhyun dan takut kehilangan dirinya.
Bukan tak sedih, tapi keluarga Kyuhyun sudah sering menghadapi situasi seperti ini. Bahkan dua bulan ini bagai keajaiban bagi mereka, karena Kyuhyun bertahan tanpa apapun dan pergi ke kampus setiap hari.
Walau Kyuhyun mendadak jadi bisu dan hanya menggunakan isyarat untuk berbicara, semua orang senang karena Kyuhyun berjalan sendiri dan membuka matanya.
Mereka sudah bisa mengira jika keadaan seperti ini akan terjadi, bahkan terulang untuk yang kesekian kali.
Mungkin ini memang saat terakhir bagi Kyuhyun, karena kelihatannya ia begitu tenang beberapa hari belakangan ini. Sepertinya dia sudah ikhlas saat dibawa pergi oleh Tuhan. Mungkin apa yang ia harapkan dalam hidup sebagai permintaan yang terakhir sudah ia capai, meski tak satupun tahu apa hal itu.
Sementara Hyejin masih betah menangis disisi Kyuhyun yang terbaring lemah. Banyak sekali alasannya menangis. Sangat banyak.
Bahagia, Ya Tuhan pria ini nyata, aku tidak gila.
Sedih, bahkan aku belum pernah mengucapkan sepatah katapun padanya di dunia nyata.
Marah, karena saat terakhir dia datang dalam mimpi dan tidak pamit untuk pergi.
Rindu, rasanya perasaan ini begitu dominan hingga hati Hyejin hampir meledak karenanya.
Wajah ini, wajah yang selalu ia ingat setiap malam. Hidungnya, matanya yang terkatup rapat, bibirnya yang tebal dan indah, kulitnya yang putih pucat seputih kapas.
Hyejin tak pernah sekalipun melewatkan pemandangan ini, terlebih di awal perjumpaan mereka yang selalu diisi kebisuan.
Dan entah kenapa dan bagaimana, melihat Kyuhyun seperti ini bukanlah hal aneh bagi Hyejin. Walau belakangan Kyuhyun mulai hidup dan bercengkrama dengannya dalam mimpi itu, namun melihat Kyuhyun seperti ini hatinya sudah lumayan nyaman.
Apalagi ini bukan mimpi. Ini nyata. Kyuhyun di hadapannya kini adalah Kaito yang tinggal jepang. Bukan Kyuhyun yang menunggunya setiap malam di Gwanghwamun.
“Salam kenal Kaito.. Aku Ayumi Yamada…” ujar Hyejin serak sambil menggenggam erat tangan Kyuhyun. Air matanya masih jatuh berderai menatap wajah damai itu.
Walaupun hatinya cukup merasa dekat dengan Kyuhyun, tapi rasanya perkenalan seperti ini perlu dilakukan diawal perjumpaan mereka dalam dunia nyata. Apalagi ini di Jepang, dia Kaito bukan Kyuhyun.
Ya Tuhan.. Apa Kyuhyun akan bangun lagi ? Akan melihatnya ? Lalu memulai semuanya dari awal ? Hyejin rela meskipun Kyuhyun dihadapannya kini tak mengenalnya seperti dalam mimpi.
Hanya Tuhan yang tahu. Hanya takdir yang bisa menjawabnya.
.
Samar bayangan Kyuhyun dengan sweater merah rajutan favoritnya itu tengah berdiri menunggunya ditempat biasa.
Ya ampun, aku kembali !
Aku kembali ke mimpi ini. Mimpi kami berdua, yang selalu terjadi beberapa bulan yang lalu.
Mimpi di gwanghwamun. Kyuhyun bilang tempat ini bersejarah baginya. Tak ayal dia selalu menarik jiwa Hyejin ke tempat ini. Dan menemaninya disana.
Hyejin berlari sambil menangis ke arahnya. Banyak rasa dalam hati Hyejin sekarang.
Seperti ini tak membuatnya lebih bahagia ternyata. Bertemu Kyuhyun di dunia nyata lebih menyenangkan walau tubuhnya sudah tak berdaya.
Seperti ini hanya membuat Hyejin makin sakit. Karena Kyuhyun menjadi pangeran dalam hatinya lewat mimpi ini.
Bersikap manis dan baik kepadanya. Menjadi teman yang nyaman baginya.
Dan sayangnya ini hanya mimpi.
Kenapa ini cuma mimpi ?
Tapi baik mimpi ataupun tidak, Hyejin tetap berlari dan mendekati Kyuhyun. Masih dengan air mata yang bercucuran dan suara yang habis tercekat nyaris bisu menahan jeritan dalam tangisnya.
“Hei kenapa menangis ?” suara Kyuhyun bagai melodi yang paling indah bagi Hyejin setelah berbulan-bulan menghilang.
Hyejin hanya menatapnya dan menggeleng keras. Tidak, Hyejin tidak sedih mengetahui keadaan Kyuhyun yang sesungguhnya. Hyejin bisa terima itu. Dan saat ini yang ia rasakan adalah tangis bahagia, karena rasa rindu yang ia pendam tersalurkan.
Kyuhyun mendekap Hyejin dalam pelukannya yang hangat. Ya,.seperti ini, pelukan ini yang sangat Hyejin harapkan, sangat Hyejin rindukan.
“Sudah.. jangan menangis lagi…” ujar Kyuhyun sambil mengelus kepala Hyejin dengan sayang.
Hati Hyejin semakin perih karenanya. Tuhan, saat ini mana yang harus ku percaya ? Orang ini ? Atau pria yang tidur di rumah sakit itu ? Erang Hyejin dalam hatinya.
Satu fakta yang Hyejin tau, meskipun mereka ada di dua dunia yang berbeda dalam hidup Hyejin, mereka- Kyuhyun sekaligus Kaito itu akan segera mengakhiri hubungannya dengan Hyejin.
Hyejin bisa merasakan itu.
“Oh.. mulai besok kita tak akan bertemu disini lagi…” ujar Kyuhyun kemudian.
Hyejin mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun.
“Kenapa ?”
“Mulai besok kita akan bertemu di taman….”
.
Besoknya Hyejin tak lagi bisa mengunjungi Kyuhyun dirumah sakit. Mereka menjaga Kyuhyun dengan baik dan memang tidak diizinkan siapapun untuk menjenguknya.
Hyejin pulang dengan pasrah. Berharap tidur adalah caranya bertemu dengan Kyuhyun.
Namun saat pagi datang, Hyejin sadar, Kyuhyun tak menemuinya dalam mimpi itu.
Hyejin merasakan hatinya sakit kembali.
Rasanya sangat kacau.
Rasanya berantakan.
Kyuhyun membohonginya. Kyuhyun lupa pada janjinya untuk menemui Hyejin di taman.
Atau Hyejin tak tahu jalan ke taman itu ? Karena saat di Gwanghwamun Hyejin selalu datang dan tiba-tiba saja ada disana.
Seperti ada yang menarik roh nya datang kesana tanpa tahu jalan.
°°°~~°°°
Hari ini Hyejin melihat sesuatu.
Karangan bunga yang besar itu menandakan rasa belasungkawa yang amat dalam. Dan foto itu, Kyuhyun dalam pose formal memakai kemeja putih yang rapi terpampang disana.
Kyuhyun yang diberi penghormatan terakhir oleh banyak orang. Kyuhyun yang di beri ucapan selamat atas kepergiannya.
Kyuhyun sudah pergi.
Kyuhyun sudah tiada.
Baik dalam mimpi maupun dunia nyata.
Kyuhyun tak akan datang lagi menemuinya.
Hyejin merasakan pipinya basah karena menangis lagi, dan Naomi yang berada di sampingnya merasakan hal yang sama.
Entahlah, mungkin itu arti persahabatan mereka. Merasakan pahit yang sama walau tak tahu masalahnya apa, karena Hyejin belum bercerita apa-apa.
Yang jelas, melihat air mata kesakitan di wajah itu saja sudah membuat Naomi merasakan kesakitan dalam hati Hyejin.
Hyejin menangisi foto senior yang sudah meninggal itu. Meninggal di musim gugur dengan banyaknya daun-daun berguguran. Daun itu sesekali menempel pada bingkai foto kemudian jatuh ditiup angin, persis sekali.
Pemandangan yang persis sekali seperti saat pertama kali Hyejin bertemu dengannya. Kyuhyun yang tidur dengan tenang dan daun-daun berserakan diatas kepalanya.
Bedanya saat itu dia tidur, namun sekarang tidur selamanya.
Hyejin hadir di pemakaman Kyuhyun keesokan harinya. Memberikan penghormatan terakhir dan sekali lagi menatap wajah itu dalam dunia nyata.
Wajah yang akan benar-benar hilang untuk selamanya mulai sekarang.
Hyejin tahu, perpisahan ini yang paling pantas untuk mengakhiri hubungannya dengan Kyuhyun, baik di alam mimpi maupun di alam nyata.
“Semoga kau tenang di alam sana Kaito….” ujar Hyejin untuk yang terakhir kalinya sebelum jenazah Kyuhyun yang damai masuk ke liang lahat.
Dan disinilah Hyejin sekarang, di taman pemakaman yang luas terbentang bersemayamkan jiwa-jiwa yang tenang dengan hamparan rumput hijau membentang bak samudra rumput yang luas.
Dan tentu saja banyak bunga-bunga indah bermekaran sebagai ucapan bela sungkawa.
Hyejin mengerti, taman inilah yang Kyuhyun maksud. Di taman inilah Kyuhyun akan menemuinya.
Secara langsung. Sekaligus. Mewakili dirinya dalam mimpi dan dunia nyata.
Taman pemakaman.
Sebagai akhir dari kisah mereka, sebagai perpisahan yang paling pantas, sekalipun bertemu hanyalah mimpi semata.
°°°~~~°°°
Aku Ayumi.
Kisah itu terjadi tak kurang dari tiga tahun yang lalu.
Kisah cintaku yang seperti mimpi, ah tidak tapi itu memang mimpi.
Mimpi yang paling indah yang pernah aku punya. Mimpi dengan seorang pria asing dan berakhir dengan perpisahan.
Tuhan menciptakan takdir kami seperti ini. Tuhan selalu tahu bagaimana melukis kisah cinta manusia. Dan bagiku, kisah ini adalah yang terbaik dan yang paling indah dari yang aku punya.
Aku menganggapnya mimpi indah yang penuh keajaiban. Namun kadang rasa sakit karena perpisahan membuatku menganggap ini mimpi buruk yang indah juga.
Setiap orang punya kisahnya sendiri dan sangat menarik untuk di ceritakan.
Kisah cintaku ini, memang tidak membuat kami bisa bersama selamanya. Tapi bagiku ini bukanlah akhir yang sedih.
Walau jujur saja aku kehilangan banyak air mata saat mencoba mengenangnya. Tapi bagiku ini kisah cinta paling hebat yang aku punya.
Entahlah, mungkin aku terlalu percaya diri menyebut ini sebuah kisah cinta, karena pada kenyataannya Kaito tak pernah mengatakan dia jatuh cinta padaku dalam mimpi sekalipun.
Jadi ini apa ?
Bagiku ini tetaplah kisah cinta.
Oh iya, setelah Kaito tiada, ia tak pernah muncul lagi dalam mimpiku. Dunia kami sekarang berbeda. Dan sekuat apapun ia berusaha, Tuhan tidak mengjinkan aku dibawa kedalam mimpi indahnya lagi.
Karena ini sudah cukup. Waktu sudah habis. Dan Kaito sudah tenang di alam sana.
Selamat tinggal Kaito, semoga kau bahagia di sisi Tuhan.
.
Kaito POV
Before Story
Aku mohon pada Tuhan, agar aku bisa memadang wajah itu juga dalam tidurku seperti kebanyakan orang yang bisa melihatnya setiap hari.
Dan Tuhan memberikanku izin untuk menemuinya didalam mimpi. Disana aku adalah pria normal yang sehat. Pria tampan yang mempesona dan membuat gadis idamanku menatapku. Karena tak ada apapun yang dapat dia lihat kecuali aku dalam mimpi itu. Hanya kami berdua.
Dan hanya aku yang bisa ia lihat. Lambat laun ia terbiasa dengan keberadaanku. Dan saat waktunya hampir tiba Tuhan membuat kami tak bertemu lagi walau hanya dalam mimpi sekalipun.
Baginya, Aku sudah lebih dari cukup. Aku meronta dan merengek agar bisa seperti orang normal yang mendekati gadis itu dan memberinya kenangan sebelum aku mati. Dan Tuhan memberikan kami keajaiban lewat mimpi yang aku punya itu.
Disana, aku bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan. Mengatakan, apa yang ingin aku katakan.
Karena di dunia nyata, aku bukanlah pria yang normal. Dan aku akan menyakitinya karena keadaanku yang menyedihkan.
Aku mulai serakah dan meminta waktu lebih banyak untuk terus bermimpi indah dengannya, tapi Tuhan bilang ini sudah cukup.
Aku sudah memberinya lebih dari sebuah kenangan indah yang tak terlupakan. Walau hanya sebatas mimpi. Dan Tuhan kembali berbaik hati, Ia menulis kisah yang lain untuk cinta kami.
Dan mempertemukan kami didunia yang nyata. Dimana ia menangis karena melihatku yang jatuh sekarat dan menyedihkan.
Sekali lagi, aku minta Tuhan membuatku bertemu dengannya untuk mengucapkan perpisahan.
Dan malam itu memang terakhir kali bagi kami untuk bermimpi ditempat yang sama.
Karena besoknya aku sudah tertidur dengan cara yang berbeda. Tak ada lagi mimpi disana.
Apakah aku sudah menyatakan cintaku dengan pantas ? Apa Ayumi mengerti dan mau menerimanya ?
Apa benar yang aku lakukan adalah hal yang indah baginya ?
Ini semua karena mulutku yang terkatup rapat dan tubuhku yang terlalu lemah.
Makanya aku menggunakan cara yang licik untuk berdekatan dengannya.
Selamat tinggal cintaku yang indah. Semoga aku benar-benar menjadi kenangan yang terbaik seperti yang dijanjikan Tuhan….
END
ps *Kaito POV sepenuhnya hanya karangan author saja*

Fc Populer: