My Maid

-1
ff nc super junior my maid kyuhyun
Title:   My Maid
Author: Yesung wife
Cast:   Cho Kyuhyun
            Kim So eun
            Han Hyena
            Lee Donghae
Genre: Romance, NC 21
Length: Oneshot
Desclimer: Ini FF Pertama saya mengirim ke blog orang lain ^_^. FF ini murni pemikiran saya sendiri dan sudah pernah saya post di blog saya. Diharapkan untuk tidak plagiat. Typo jelas sekali bergentayangan, maklumi sajalah saya ini penulis amitir ^o^. NC nya juga tidak terlalu memuaskan, jadi jangan terlalu terfokus pada NC nya. Ceritanya Gaje >,<….

Ya sudah happy reading bagi semuanya
Story beginning.
Rumah besar bergaya Eropa milik keluarga Cho itu tampak dipenuhi oleh pelayan – pelayan yang bekerja di dalamnya seperti biasa. Di pagi yang cerah ini, belasan pelayan di dalam rumah besar itu sudah mulai mengerjakan tugas mereka masing – masing sejak subuh tadi. Beberapa memasak di dapur keluarga ini, ada yang di kebun bunga, mencuci mobil – mobil milik Tuan Besar dan Tuan Muda mereka, membersihkan rumah ini dari debu dan masih banyak lagi.
Gadis berambut ikal yang di kuncir kuda itu keluar dari dalam kamarnya setelah selesai membersihkan diri. Merapikan meja makan di rumah ini dan membantu beberapa ahjumma yang bekerja di dapur. Gadis bertubuh mungil dan berkulit putih itu mengambil sandwich dan susu, meletakkannya diatas nampan kecil sebelum ia bergegas kedalam kamar Tuan Muda nya.
“Kau sudah membangunkan Tuan Muda?” suara Kim Ahjumma terdengar ditelinganya. Gadis itu melirik sekilas pada wanita berusia 54 tahun itu, menggelengkan kepalanya.
“Sebentar lagi, setelah sarapannya selesai” jawab gadis ini sambil terus menuangkan susu putih itu pada salah satu gelas kaca yang berada diatas meja makan. Beberapa saat setelah ia selesai gadis itu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah pukul 7: 15. Sial! Lima belas menit lagi pria itu ada kelas pagi. Segera ia melangkahkan kakinya dengan sedikit berlari menaiki lantai dua. Membungkuk hormat pada setiap pelayan yang berpapasan dengannya. Kaki nya berhenti tepat di depan pintu kamar Tuan Muda nya, mengatur napasnya sejenak sebelum mengetuk pintu itu.
Tok… tok… tok…
Ketukan pertama tak ada sahutan dari dalam, ia mengetuk lagi sampai ketukan ketiga dan tetap tak ada sahutan dari dalam. Menghembuskan napas beratnya kemudian membuka pintu tebal itu pelan. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar besar ini, menghampiri ranjang besar yang berada di tengah – tengah kamar bernuansa putih abu – abu itu. Dapat ia lihat sosok tubuh Tuan Muda nya yang masih tertidur pulas di atas ranjang dengan selimut yang membalut tubuh pria itu. Tanpa sadar ia tersenyum kecil melihat betapa pulasnya pria itu tertidur, berjalan mendekat pada ranjang besar itu dan memperhatikan secara rinci wajah tampan Tuan nya. Bulu mata yang begitu lebat membuat ia ingin menyentuhkan jari – jarinya pada bulu mata itu, mata elang yang selalu mengintimidasi nya kini tertutup rapat tak menampilkan betapa mengerikannya jika mata itu terbuka. Hidung mancung yang begitu terpahat indah di wajahnya dan bibir tebalnya yang selalu mengajak gadis ini untuk berdebat. Tanpa sadar ia tersenyum lebar melihat wajah Tuan Muda nya.
“Sampai kapan kau akan terus memandangi ku Kim So eun?!” mulut yang tertutup rapat itu tiba – tiba saja bersuara membuat gadis bernama Kim So eun itu sedikit terlonjak kaget hendak terjatuh kebelakang jika saja tangan pria itu tidak dengan sigap menarik tangannya hingga membuat tubuh So eun terjatuh tepat diatas tubuh Tuan Mudanya.
Pria itu membuka kedua matanya menatap wajah terkejut So eun atas perlakuannya seperti ini. Melihat wajah So eun yang ketakutan sekaligus gugup membuat pria ini menyunggingkan senyum jahilnya. Memeluk erat pinggang gadis ini dan tersenyum lebar membuat So eun membulatkan matanya sempurna. Mencoba melepaskan dirinya dari pelukan pria ini.
“Tu… Tuan… bisakah kau melepaskan ku?” mohon gadis ini dengan suara gemetar
“Kyuhyun” ujarnya pelan “Berapa kali ku katakan panggil aku dengan Kyuhyun” rengeknya.
“Ta… tapi_”
Cup
Kecupan kecil mendarat mulus di pipi kiri So eun membuat ia menghentikan ucapannya. Kyuhyun tersenyum lebar melihat wajah So eun yang terlihat begitu lucu, mata yang membulat sempurna, wajahnya yang menegang dan bibirnya yang terbuka tidak bisa ia tutup karena ciuman kecil Kyuhyun.
Gadis itu dengan cepat mengembalikan kesadarannya, berdehem dan menggerakkan bola matanya gelisah membuat Kyuhyun terkekeh geli karenanya.
“Tu… Tuan_”
“Kyuhyun!”
“Ye… Kyu – Kyu Hyun –ssi, sebentar lagi kelas mu akan di mulai” ujarnya gugup tak ingin melihat mata Kyuhyun yang terus saja memperhatikannya.
“Berapa menit lagi?” Tanya pria itu masih enggan melepaskan tubuh So eun dari atasnya.
“Sekitar sepuluh menit lagi” lirihnya
“Apa?!” segera pria itu melepaskan tubuh So eun dari atas tubuhnya memindahkan gadis itu tepat disamping nya, beranjak dari atas ranjang dan memasuki kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Pria itu segera menutup pintunya dan beberapa detik kemudian terdengar suara air yang bergemericik.
“Siapkan Baju Ku!” titahnya dari dalam kamar mandi. Tanpa disuruh pun So eun akan tetap melakukannya. Gadis itu beranjak dari atas ranjang Kyuhyun, berjalan pada closet dan memilih baju yang cocok untuk Kyuhyun kenakan di pagi ini.
Inilah kebiasaan gadis bernama Kim So eun setiap harinya. Gadis itu harus bekerja pada keluarga Cho yang sudah berbaik hati memberikan beasiswa untuk nya sejak ia kecil. Gadis itu pertama kali datang ke keluarga ini sejak ia berusia 7 tahun, saat ibunya yang notabe nya adalah pembantu kepercayaan di kelaurga Cho. Ibu nya membawa gadis itu tinggal di rumah ini karena rumah yang mereka tinggali mengalami kebakaran hebat karena ulah tetangga yang lupa mematikan kompor saat selesai memasak. Rumah kecil mereka dengan cepat habis di lahap oleh api besar itu, tak menyisahkan apapun dari sisa – sia kebakaran itu.
Mengetahui masalah ini tentu saja tidak membuat Tuan dan Ny. Cho menutup mata dan telinga mereka, dengan senang hati keluarga itu menyuruh ibu nya dan So eun tinggal di salah satu kamar pembantu yang berada di rumah besar itu. Tak ada pilihan hingga membuat mereka tidak bisa menolak.
Gadis itu mulai bersekolah di tempat yang sama dengan Kyuhyun, sekolah karena memiliki beasiswa karena kepintaran nya yang cukup, hingga ia melanjutkan pendidikannya pada bangku kuliah. Masih tetap bersama Kyuhyun di kampus yang sama. Kedua orang yang tak berbeda jauh umurnya itu setiap hari semakin dekat, menimbulkan persahabatan bagi keduanya. Tumbuh bersama membuat So eun merasakan sesuatu pada Tuan Muda nya itu. Tentu saja, siapa yang tidak akan jatuh hati dengan Kyuhyun, lelaki yang nyaris sempurna itu sangat digilai oleh setiap wanita. Belum lagi sikap Kyuhyun yang begitu lembut padanya membuat ia berharap lebih pada pria itu. Tapi semuanya hanyalah harapan kosong saat Han Hyena – gadis yang berasal dari keluarga dan kasta yang sama dengan Kyuhyun memasuki kehidupan Kyuhyun. Gadis itu menjadi tunangan Kyuhyun hanya dalam beberapa minggu setelah mereka berkenalan. Ia bisa melihat dengan jelas bahwa Kyuhyun begitu mencintai tunangannya, menyadarkannya kealam sadar bahwa kebaikan Kyuhyun selama ini hanya karena sikapnya yang menghargai So eun sebagai teman masa kecilnya saja.
Lamunan gadis itu terhenti saat ia merasakan seseorang memeluk erat tubuh nya dari belakang. Pria itu menyandarkan kepalanya kebahu So eun melihat deretan baju kemeja dan kaos miliknya masih tetap utuh, belum ada satupun yang So eun pilihkan untuknya.
“Kenapa kau belum memilih baju ku?” Tanya nya dengan suara manja miliknya. So eun hanya bisa diam tak bergerak mendengar pertanyaan Kyuhyun. Sentuhan – sentuhan yang Kyuhyun berikan padanya membuat jantungnya berdetak lebih cepat, aliran listrik menyelimuti seluruh tubuhnya, tapi pria itu tidak akan pernah tahu karena Kyuhyun memang sudah biasa melakukan sentuhan ringan terhadapnya sejak mereka kecil. Baik itu pelukan ataupun ciuman kecil dipipi nya. So eun mengambil asal kemeja Kyuhyun, melepaskan tangan pria itu yang melingkar di perutnya, membalikkan badannya dan mendapati Kyuhyun yang tersenyum lebar padanya. Melihat senyum itu membuat So eun ingin memiliki pria ini seutuhnya tapi semua itu hanyalah harapan kosong karena selamanya pria ini tidak akan pernah menjadi miliknya.
Ia memberikan kemeja berwarna merah hati itu pada Kyuhyun, dengan senang hati Kyuhyun mengambilnya dan memakainya tepat didepan So eun. Seketika gadis itu membalikkan badannya saat Kyuhyun memakai kemeja itu tanpa merasa malu terhadapnya, berbeda dengan So eun yang kedua pipinya sudah memerah bagaikan kepiting rebus. Kyuhyun lagi – lagi tertawa kecil melihat gadis itu yang memalingkan wajahnya saat ini.
“Bukankah sudah biasa kau melihat ku telanjang dada seperti ini”
“I… itu dulu saat kita masih kecil” gugupnya
“Benarkah?” pria itu terlihat berpikir dan dia menganggukkan kepalanya setuju kemudian.
“Akan ku ambilkan sarapan mu” ujarnya cepat dan meninggalkan kamar Kyuhyun. Saat ia membuka pintu kamar Kyuhyun gadis itu berpapasan dengan Hyena – sosok gadis cantik yang menjadi tunangan Kyuhyun. Gadis itu terlihat terkejut melihat So eun keluar dari kamar Kyuhyun terlebih dipagi hari seperti ini.
“Apa yang kau lakukan di kamar Kyuhyun?” Tanya gadis ini dingin. Jelas saja ia tidak suka melihat So eun yang baru saja keluar dari kamar tunangannya. Gadis itu memang tidak pernah menyukai So eun karena terlalu dekat dengan Kyuhyun membuatnya harus menahan amarah untuk tidak menampar gadis yang berada didepannya ini.
So eun menundukkan kepalanya memberi hormat pada Hyena, tidak menjawab pertanyaan gadis ini. Hyena mendengus kemudian tertawa hambar melihat So eun.
“So eun –ssi, apa aku harus memperjelas posisi mu dirumah ini?!” ujarnya menahan emosi melihat gadis ini
“A… aniyo… aku mengetahuinya dengan jelas” jawab So eun semakin gugup dan menundukkan kepalanya.
“Kau_”
“Hyena” suara Kyuhyun menghentikan ucapan sumpah serapah Hyena yang ingin ia lemparkan pada So eun. Bersyukur dalam hati karena Kyuhyun memanggil gadis itu, entah apa jadinya jika ia mendengar kata – kata Hyena yang selalu menyakiti nya, mungkin ia tidak akan pernah bisa menahan air matanya.
Hyena menoleh pada Kyuhyun, tersenyum lebar dan mendekat pada pria itu. Mengecup bibir Kyuhyun dan melumatnya dengan sedikit kasar. So eun segera mengalihkan pandangannya, membuang wajahnya dan segera berlalu dari hadapan mereka. Menuju dapur mempersiapkan sarapan Kyuhyun yang sudah ia siapkan sedari tadi.
Kyuhyun melepaskan Hyena pelan membuat pertautan bibir mereka terlepas. Pria itu tersenyum padanya dan mengusap lembut pipi gadis ini dengan punggung tangannya.
“Apa yang membuat mu kemari?” Tanya Kyuhyun pelan
“Aku ingin membangunkan mu” jawab gadis ini sambil terus menghujani Kyuhyun dengan kecupan ringan di bibir pria ini. Kyuhyun terkekeh, menghentikan aksi Hyena pada bibir nya.
“Kau tidak usah kemari. Ada So eun yang selalu membangunkan ku” ujarnya dengan senyuman. Seketika wajah gadis itu berubah datar dan mengerikan saat mendengar nama So eun lagi – lagi keluar dari mulut tunangannya.
“Karena itu, aku tidak ingin tunangan ku disentuh oleh orang lain” kesalnya
“So eun bukan orang lain. Dia sahabat ku” jelas Kyuhyun masih dengan senyuman. Hyena menghela napas beratnya, mencoba mengalah untuk hal ini. Lagi pula tak ada gunanya berdebat dengan Kyuhyun jika sudah berhubungan dengan So eun. Pria itu pasti tidak mau kalah dan tentu saja dia tidak akan membiarkan maid kesayangannya itu berada jauh darinya.
~~My Maid~~
Mobil berwarna putih itu berhenti tepat diparkiran kampus Kyung Hee ini. So eun yang duduk dibelakang Kyuhyun yang mengemudi harus turun terlebih dahulu dari dalamnya. Tidak ingin melihat pasangan kekasih itu yang mulai melakukan adegan romantis mereka di depannya. Ia menutup pintu mobil itu sebelum melangkahkan kakinya menjauh dari mobil putih milik Kyuhyun. Sungguh, berada satu mobil dengan mereka harus membuat So eun menahan napasnya yang terasa begitu sesak melihat Hyena yang terang – terangan menunjukkan sikap romantisnya pada Kyuhyun. Mencium pipi Kyuhyun saat Kyuhyun menyetir seakan mengatakan pada So eun bahwa pria itu adalah miliknya seorang. Bukan milik So eun.
Dengan kepala menunduk gadis itu berjalan menuju fakultasnya, menahan air matanya yang mendesak keluar untuk tidak jatuh dan menenangkan hatinya yang selalu terasa begitu sesak. Ia menarik napasnya, menghirup udara sebanyak mungkin dan melepaskannya secara kasar. Tanpa sadar air mata gadis ini terjatuh begitu saja dan tak bisa ia menahan isakannya untuk tidak keluar. Berhenti sejenak dan terus mengeluarkan suara isakannya. Tubuhnya bergetar hebat membayangkan bahwa Kyuhyun tidak akan pernah menjadi miliknya, tidak pernah.
Pria itu menatapnya dengan tatapan sendu, mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya saat melihat So eun menangis karena pria lain. Lagi – lagi pria brengsek itu melukai So eun, andaikan ia bisa masuk kedalam hati So eun mungkin dia tidak akan pernah membuat gadis itu terluka dan mengeluarkan air matanya. Dengan langkah perlahan ia mendekat pada So eun, berhenti tepat didepan So eun membuat gadis itu mengangkat kepalanya saat melihat sepasang sepatu berhenti tepat didepannya.
Wajah pertama yang ia lihat adalah wajah seniornya yang menjadi sahabat baik Tuan Muda nya. Lee Donghae.
Cepat – cepat So eun menghapus air matanya saat melihat wajah Donghae yang tersenyum lembut padanya, seolah mengatakan pada gadis ini bahwa dia akan selalu berada disampingnya.
“Ikut dengan ku” ujar Donghae sebelum ia membawa tangan gadis itu menjauh dari tempat ini, berjalan cepat menuju parkiran. Kyuhyun yang melihat kedua orang itu memasuki mobil Donghae terdiam sejenak saat melihat So eun dengan pasrah dibawa oleh Donghae masuk kedalam mobilnya. Memperhatikan mobil itu hingga keluar dari parkiran Kyung Hee ini.
“Mau kemana mereka?” tanpa sadar tangannya mengepal saat melihat So eun pergi bersama Donghae. Pertama kalinya Kyuhyun merasa kesal melihat So eun bersama dengan lelaki lain. Selama ini So eun hanya miliknya selalu berada di dekatnya tapi sekarang, gadis itu berada di dekat Donghae dan lebih hebatnya lagi Donghae membawa So eun entah kemana.
“Bukankah mereka cocok? Kulihat Donghae sangat menyukai So eun” kata – kata Hyena itu entah kenapa membuat hatinya memanas, rahang pria ini mengeras dan tatapan mata nya yang begitu tajam tak pernah lepas dari mobil Donghae hingga mobil itu tidak terlihat lagi.
Hyena menatap tunangannya itu dingin, melihat sikap Kyuhyun yang seperti ini membuatnya gelisah. Tentu saja, pria itu jelas sekali terlihat marah hanya karena So eun pergi bersama Donghae, bukan kah Donghae adalah sahabatnya apa yang perlu pria itu khawatirkan. Terlihat jelas bahwa ia seperti seseorang yang cemburu melihat kekasihnya pergi berdua bersama lelaki lain.
“Kyu_”
“Bukankah kau ada kelas? Masuklah” ujar pria ini setelah ia tidak melihat mobil Donghae lagi.
“Bagaimana dengan mu?”
“Aku lupa kalau ada janji dengan Hyuk Jae. Masuklah lebih dulu” ujarnya cepat dan tanpa mengantar gadis itu kedalam Kyuhyun kembali masuk kedalam mobilnya melajukan mobil itu cepat dan dalam hitungan detik sudah menghilang dari jarak pandangan Hyena.
“Menyebalkan” desisnya kesal. Ia menghentakkan kedua kakinya masuk kedalam kelasnya. Gadis ini bersumpah akan membuat So eun menjauh dari Kyuhyun. Kyuhyun hanya miliknya. Hanya miliknya.
~~My Maid~~
Mobil sport milik Donghae berhenti tepat didepan rumah besar keluarga Cho. Pria itu keluar dari dalam mobilnya sebelum So eun membuka pintu terlebih dahulu. Membuka pintu mobil itu dan mempersilahkan So eun untuk keluar dari dalamnya. Pipi gadis ini merona melihat perlakuan Donghae yang begitu lembut terhadapnya. Membuatnya terlihat seperti seorang putri seharian ini.
“Terima Kasih Sunbae” ucapnya sambil menundukkan kepalanya. Donghae tersenyum lebar, menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal melihat So eun.
“Tidak apa – apa. Jangan berterima kasih. Seharusnya aku yang berterima kasih karena sudah menemani ku seharian ini” ujar Donghae dengan senyuman malu – malu miliknya.
“Tidak. Seharusnya aku_”
Cup
Kecupan kecil di pipi kirinya membuat So eun menghentikan ucapannya. Gadis itu mengerjapkan kedua matanya melihat Donghae dengan wajahnya yang menegang. Pria itu lantas tertawa kecil mendapati wajah So eun yang begitu lucu menurutnya, dengan wajah yang menengang, mata membulat sempurna dan bibirnya yang tak bisa tertutup rapat melihat Donghae.
“Su… sunbae…”
“Aku pulang” ucap Donghae cepat, kemudian masuk kedalam mobilnya. Melajukan mobil itu dengan hati yang begitu senang. Senyumnya tak pernah memudar saat ia mengingat bahwa ia sudah memberikan ciuman pada So eun. Walaupun hanya di pipinya saja.
So eun memegang pipi kirinya, merasakan ciuman Donghae tadi. Tidak hangat seperti yang selalu Kyuhyun berikan, tidak membuat jantungnya berdetak lebih cepat seperti saat Kyuhyun melakukannya, tidak mengantarkan sengatan listrik pada tubuhnya seperti yang Kyuhyun lakukan. Gadis ini tersenyum miris saat ia tidak merasakannya pada Donghae, mungkin akan lebih baik jika jantungnya berdetak cepat saat bersama Donghae, tapi nyatanya tidak. Tidak akan ada yang bisa membuat jantungnya berdetak menggila seperti yang Kyuhyun lakukan. Dan dia sadar bahwa dia tidak akan pernah bisa jatuh cinta pada siapapun kecuali dengan pria bernama Cho Kyuhyun. Dan itu membuatnya berada dalam bahaya dan tentunya akan membuatnya terus terluka.
Tersenyum kecil mengetahui perasaan bodohnya terhadap tunangan orang lain. Apa yang akan ia lakukan jika pria itu menikah dengan gadis lain. Apa ia masih bisa hidup seperti biasanya? Apa ia bisa melalui semuanya tanpa pria itu? Tanpa sadar kembali air matanya mengenang di pelupuk matanya hendak terjatuh membayangkan Kyuhyun berada dipelukan orang lain. Tak ada lagi Kyuhyun yang selalu menggodanya, tak ada lagi Kyuhyun yang selalu memberikan ciuman kecil tiba – tiba pada pipinya. Tak ada lagi Kyuhyun…
“Kau dari mana?” suara dingin itu menghentikan lamunannya. Dengan cepat ia mengusap kasar air matanya yang hendak terjatuh kemudian menatap pria yang berdiri didepan pintu dapur rumah ini. Menatap So eun dengan tatapan mengintimidasi miliknya.
“Apa yang Tuan lakukan disini?” heran So eun melihat Kyuhyun berada di dapur rumah ini.
“Ku Tanya Kau Dari Mana?” ia meninggikan suaranya. Terdengar sangat kesal dan marah saat So eun lagi – lagi memanggilnya dengan sebutan ‘Tuan’. Gadis itu menelan salivanya susah payah melihat kemarahan Kyuhyun. Tangannya bergetar mendapati tatapan Kyuhyun yang begitu menusuk matanya.
“A… Aku_”
“Apa yang kau lakukan dengan Donghae?”
“Ka… Kami hanya keluar sebentar” jawabnya masih dengan nada gemetar
“Kau tidak masuk kuliah hari ini dan lebih memilih pergi bersama Donghae?!” suaranya semakin terdengar emosi. So eun menundukkan kepalanya takut mendengar suara Kyuhyun yang setiap detiknya semakin menakutkan. Dalam hati ia berharap salah satu pelayan dirumah ini masuk kedapur dan menghentikan pertanyaan Kyuhyun. Tapi sepertinya itu hal mustahil karena Kyuhyun sudah menyuruh mereka semua untuk tidak masuk sebelum ia keluar dari dapur, dan hal itu harus membuat So eun merasa tertekan dan terintimidasi oleh pria ini.
“Tu… Tuan –“
“Berapa Kali Ku Katakan Jangan Pernah Memanggil Ku Dengan Sebutan Tuan” murkanya. So eun memundurkan sedikit tubuhnya kebelakang mendengar teriakan Kyuhyun. Pertama kalinya Kyuhyun berteriak seperti ini terhadapnya, dan hal itu karena ia keluar bersama Donghae. Memangnya salah jika ia keluar bersama Donghae, bukankah gadis ini juga perlu untuk bersenang – senang tanpa harus mengurusi Kyuhyun setiap harinya.
“A… Aku tidak tahu apa yang membuat mu begitu marah. Apapun itu maafkan aku” ujarnya kemudian. Tidak ada gunanya berdebat dengan Kyuhyun karena pria ini pasti akan terus menyudutkannya dan membuatnya tak bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun.
“Apa?”
“Maafkan aku, aku tahu kau marah karena aku tidak masuk kuliah hari ini. Padahal Tuan dan Nyonya sudah begitu baik memberikan ku beasiswa tapi aku justru mengabaikannya. Maafkan aku, hal ini tidak akan terulang lagi Tuan Muda”
Kyuhyun menatapnya tidak percaya, tak bisa ia mengeluarkan kata – katanya mendengar ucapan So eun. Entah kenapa saat ini ia malah semakin kesal tidak mengerti dengan dirinya. Dia marah pada So eun bukan karena gadis itu tidak masuk kuliah hari ini, hanya saja dia marah karena melihat So eun bersama Donghae seharian tanpa memberinya kabar. Tunggu, tapi apa alasannya untuk marah pada gadis ini? Bukankah So eun hanya pelayannya?
“Kau benar. Aku marah karena hal itu. Jadi jangan pernah mengabaikan kebaikan keluarga ku lagi” desisnya yang terdengar kesal.
“Ye, aku mengerti Tuan Muda”
Kyuhyun mendengus. Tanpa menoleh ia segera keluar dari dapur ini, membuka kasar pintunya dan mendapati beberapa pelayan yang sengaja mendengarkan pembicaran mereka. Tanpa perduli Kyuhyun melangkahkan kakinya kelantai dua, menutup pintu kamarnya kesal dengan suara bantingan yang keras.
~~My Maid~~
Sejak hari itu hubungan keduanya semakin memburuk, tak ada lagi pelukan tiba – tiba Kyuhyun dan ciuman kecil Kyuhyun padanya. Semuanya terasa seperti keadaan yang seharusnya. Kyuhyun sang Tuan Muda dan So eun pelayan nya. Setiap pagi saat So eun hendak membangunkan Kyuhyun, entah bagaimana pria itu sudah terbangun lebih dahulu dan memakai bajunya tanpa perlu dipilihkan oleh So eun. Gadis itu juga tak pernah menyiapkan sarapan Kyuhyun seperti biasanya, karena pria itu meminta Hyena yang menyiapkan untuk nya secara pribadi. Tentu saja gadis itu dengan senang hati menerima permintaan Kyuhyun yang lebih pada perintah Kyuhyun. Seperti pagi ini, Kyuhyun sedang menikmati sarapannya bersama Hyena di ruang makan keluarga Cho. Tanpa merasa malu gadis itu memberikan suapan pada Kyuhyun yang diterima pria itu dengan senang hati.
Tidak memperdulikan pelayan mereka yang menatap keduanya, terutama So eun yang selalu menghindari tatapan dari mereka berdua dan lebih sibuk pada dapurnya.
“Kau disini lagi?” Suara Ahra menghentikan acara suapan Hyena pada Kyuhyun. Gadis itu tersenyum ramah pada Ahra – kakak Kyuhyun. Gadis muda cantik itu tak menanggapinya, ia mengambil tempat duduk yang kosong dan membuka Koran paginya. Tanpa di perintah, pelayan yang berdiri disana segera menyiapkan sarapan Ahra dan menuangkan susu pada gelasnya.
“So eun kemana?” Tanya Ahra saat tidak melihat gadis itu di ruang makan seperti biasa.
“Dia sudah ke kampus pagi – pagi sekali nona” jawab Kim Ahjumma sambil menuangkan air putih pada gelas Ahra. Ahra melipat korannya meletakkan kertas itu disamping kursi yang kosong, mengambil supnya.
“Kalian bertengkar?” Tanya Ahra tanpa melihat pada Kyuhyun. Kyuhyun tak menyahuti, pria itu terus mengunyah sandwichnya.
“Dia pergi naik apa?” Tak ada sahutan dari Kyuhyun akhirnya Ahra bertanya pada Kim Ahjumma yang masih setia berdiri disamping Ahra.
“Dia berangkat bersama temannya. Tuan Lee Donghae” jawab pelayan itu sopan. Seketika Kyuhyun menghentikan mulutnya yang mengunyah sandwich dan menatap Kim Ahjumma sekilas. Pandangannya kembali datar.
“Aah… Donghae” Ahra menganggukkan kepalanya saat mengingat pria itu. Dengan cepat ia menoleh pada Kyuhyun yang mengabaikan tunangannya.
“Bukankah dia teman mu?” Tanya Ahra pada Kyuhyun. Kyuhyun meletakkan kedua sendoknya dengan sedikit keras.
“Molla” sinisnya, kemudian beranjak dari meja makan tanpa berniat menghabiskan sarapannya. Hyena terlihat terkejut dan segera menyusul Kyuhyun yang melangkah dengan cepat membuat senyuman Ahra tergambar jelas diwajahnya.
“Apa yang kulewatkan selama aku tidak ada?” Tanya gadis ini dengan senyuman khas miliknya. Kim Ahjumma mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan perkataan Ahra.
“Kyuhyun dan So eun. Apa terjadi sesuatu?”
“Aah… Tuan Muda pernah marah besar pada So eun” jawabnya sopan
“Kapan?”
“Kalau tidak salah empat hari yang lalu, saat Tuan Muda Lee mengantarnya pulang”
Ahra mengulum senyumnya, tertawa seketika tak bisa ia menahan tawanya. Memegangi perutnya yang terasa sakit karena tertawa membuat pelayan – pelayan itu menatap heran Ahra.
“Akhirnya dia merasakannya juga. Apa yang akan kau lakukan adik kecil ku? Aku ingin melihatnya” seringaian jahil tampak menghiasi wajah cantik Ahra, persis seperti seringaian milik Kyuhyun.
~~My Maid~~
Tempat itu penuh dengan suara music yang begitu kencang, bau alcohol yang begitu menyengat, penuh dengan wanita malam yang menari dengan seksinya diatas lantai dansa. Gadis itu menahan napasnya harus berada di tempat mengerikan seperti ini. Pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat seperti ini. Kalau bukan karena Donghae yang bersikeras mengajaknya ketempat ini gadis itu tidak akan pernah mau menginjakkan kakinya ditempat ini.
Masih berdiri dengan gugup, ia tidak bisa melangkahkan kakinya semakin jauh, dia tidak bisa melihat Donghae. Donghae menyuruhnya untuk menunggu didepan pintu karena pria itu yang akan menjemputnya nanti. Tapi ini sudah lebih dari lima menit pria itu belum juga menghampirinya. Lelaki – lelaki ditempat ini menatap tubuh So eun seperti serigala yang ingin memakan mangsanya. Gadis itu semakin gugup saat beberapa pria menghampirinya. Dress merah yang ia kenakan tidak menutupi seluruh tubuhnya, memperlihatkan paha dan juga belahan dadanya yang sedikit terbuka membuat para lelaki itu benar – benar ingin memakan So eun.
Gadis itu menundukkan kepalanya saat lelaki itu menyentuh rambut ikalnya yang tergerai bebas di bahunya. Tertawa melihat kegugupan So eun yang begitu menyenangkan bagi mereka.
“Hai Manis… mau menemani Oppa malam ini?” lelaki berusia sekitar 60 tahun itu menyentuh lengan So eun yang tak tertutup membuat So eun segera menepis tangan itu dari tubuhnya. Ia semakin ketakutan melihat ketiga lelaki itu tertawa keras melihat kegugupan So eun. Gadis itu sudah hampir menangis saat ini, dia ingin keluar dan pergi dari tempat ini, tapi kakinya terasa seperti dipaku tidak bisa bergerak karena nya. Tubuhnya semakin bergetar melihat ketiga pria itu menatapnya penuh napsu. Dalam hati So eun memohon semoga Donghae atau siapapun datang menyelamatkannya dari ketiga lelaki brengsek ini.
Ketiga pria itu semakin menyudutkan So eun hingga membentur dinding di tempat ini. Suara music yang begitu keras dan kelakuan orang di tempat ini tidak ada satupun yang hendak mau menolongnya, beberapa orang melihatnya tapi mereka hanya berlalu begitu saja mengira bahwa So eun salah satu wanita malam seperti mereka.
“Kenapa manis, kau tidak ingin melayani Oppa?” ujar pria tua itu lagi.
“Kami tidak akan menyakiti mu, akan begitu nikmat nantinya” ujar yang lain sambil mendekatkan wajahnya pada leher So eun. Gadis mengeluarkan air matanya saat merasakan bibir pria tua itu hendak mengecup lehernya, menutup matanya takut, mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuhnya dan tanpa sadar mulutnya bergumam memanggil nama seseorang yang selalu menghantui hidupnya.
“Kyu – Hyun” lirihnya pelan sambil meneteskan airmatanya.
Bugh
Lelaki tua itu segera terhempas sebelum sempat menyentuh leher So eun, membuat semua orang memekik mendapati lelaki tua itu terhempas tepat ditengah – tengah lantai dansa. So eun membuka kedua matanya saat melihat lelaki itu terhempas dan mendapati wajah Kyuhyun yang menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya.
“Berani kau menyentuhnya aku akan membunuh mu” geramnya melihat lelaki itu.
“Cih, anak muda. Kau pikir kau siapa? Aku yang lebih dulu menemukannya” teriak lelaki itu padanya. Tak bisa Kyuhyun menahan emosinya, ia segera menghampiri pria tua itu dan menghujaninya dengan pukulan keras miliknya membuat semua orang semakin memekik histeris.
“Ya… ya… Cho Kyuhyun. Hentikan!” Donghae dan Hyuk Jae segera memisahkan kedua orang itu, menahan tubuh Kyuhyun yang terus ingin memukuli lelaki tua itu. Mendengar nama pria itu disebut membuat mereka semua membulatkan mata sempurna, tidak mengira bahwa mereka bisa melihat wajah Cho Kyuhyun. Pewaris tunggal keluarga Cho. Pria itu menghempaskan tangan Donghae darinya, menghampiri So eun yang masih berdiri di sudut ruangan dengan keadaan yang masih ketakutan dan terkejut.
“Bagaimana Bisa Kau Ada Disini?” murka Kyuhyun melihat So eun ditempat seperti ini.
“Jangan memarahinya. Aku yang mengundangnya kesini” Donghae berucap membuat Kyuhyun semakin merasa kesal. Mengeraskan rahangnya dan menggigit pipi bagian dalamnya.
“Dia gadis yang ingin ku kenalkan pada kalian” lanjut Donghae yang semakin membuat amarah Kyuhyun memuncak. Hyena tersenyum lebar mendengar ucapan Dongahe, akhirnya gadis itu akan menjadi milik Donghae itu artinya dia tidak akan merasa gelisah lagi jika So eun akan merebut Kyuhyun nya.
“Benarkah? Wah… Kim So eun aku tidak tahu ternyata kau dan Donghae selama ini menjalin hubungan. Kau tahu dia sampai membuat pesta seperti ini untuk mengatakan bahwa kau miliknya” ujar Hyena dengan senyuman licik miliknya. Dia begitu bahagia mendengar So eun menjadi kekasihnya Donghae.
“So eun –ssi, apa kau_”
Ucapan Hyena terhenti saat melihat Kyuhyun menarik tangan So eun kasar, membawa gadis itu keluar dari tempat ini tanpa perduli dengan tatapan bingung mereka semua yang melihat kelakuan Kyuhyun.
Pria itu terus menyeret So eun dengan paksa, wajahnya terlihat memerah menahan emosi dan rahangnya terlihat sangat keras. Dengan kasar dia membuka pintu mobinya, menghempaskan tubuh So eun kedalamnya tanpa perduli gadis itu meringis kesakitan.
So eun mengusap pergelangan tangannya yang terasa sakit karena cengkraman Kyuhyun, merasa takut lagi saat pria itu dengan cepat melajukan mobilnya tanpa sepatah kata pun.
Hanya dalam hitungan menit mereka sudah berada didepan rumah Kyuhyun. Pria itu segera turun dari mobilnya, membuka pintu disebelahnya dan kembali menarik tangan So eun masuk kedalam rumah besar ini.
“Lepaskan aku Tuan” mohon So eun sambil terus berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari pergelangan tangannya. Seolah tuli, Kyuhyun tak menyahutinya dia terus membawa gadis itu masuk kedalam rumah nya melewati beberapa pelayan yang terlihat terkejut dengan kedatangan mereka terutama melihat So eun yang dibawa paksa oleh Tuan Muda mereka. Gadis itu terlihat begitu memohon hendak dilepaskan oleh Kyuhyun tapi pria itu tidak memperdulikannya dan terus membawa So eun menaiki lantai dua. Menuju Kamarnya.
“Tu… Tuan… Kumohon”
“Diam!” teriaknya membuat So eun terdiam seketika dan kembali menangis. Beberapa pelayan yang melihat mereka hanya bisa terdiam tidak bisa melakukan apapun untuk menolong gadis malang itu. Satu – satunya cara hanya menghubungi Ahra yang sedang berada di kantor saat ini. Tidak mungkin menghubungi Tuan dan Nyonya yang masih berada di luar negeri.
Pria itu menghempaskan tubuh So eun masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya dengan bantingan. Mengunci pintu itu untuk membuat orang lain tidak bisa masuk kedalamnya.
So eun menatap takut Kyuhyun yang terlihat begitu mengerikan saat ini, matanya menyiratkan emosi yang begitu dalam dan wajahnya yang memerah menandakan bahwa ia tidak bisa menahan emosinya lagi.
“A… Aku ingin keluar”
“Bukankah aku Tuan mu? Kalau begitu turuti apa mau ku”
“Ye?”
Kyuhyun membuka kancing kemeja satu persatu, mendekat pada So eun yang begitu terlihat ketakutan. Pria itu melangkah dengan langkah pelan sambil terus membuka kancing kemejanya.
“A… Apa.. yang Kau lakukan?” So eun memundurkan langkah nya setiap kali Kyuhyun mendekat.
“Bukankah kau biasa melakukannya bersama Donghae? Kalau begitu puaskan aku juga seperti yang kau lakukan pada Donghae” titahnya. Ia melemparkan kemeja nya asal dan mendekat pada So eun. Gadis itu terjatuh duduk tepat diatas ranjang menatap Kyuhyun dengan ketakutan. Ia tidak tahu apa yang terjadi saat ini, apa maksud dari ucapan Kyuhyun. Tubuhnya semakin bergetar saat mendapati Kyuhyun sudah berada didepannya. Kedua tangan pria itu bertumpu di sisi tubuhnya menudukkan tubuhnya agar wajah nya sejajar dengan So eun.
“Kyu – Hyun –ssi”
“Puaskan aku Kim So eun” titahnya lagi. Tubuhnya bergertar, air mata gadis ini terjatuh lagi saat mendengar ucapan Kyuhyun yang begitu merendahkannya. Bibirnya bergetar hebat saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengan nya dan tatapan pria itu yang begitu meremehkannya.
~~My Maid~~
Kyuhyun segera menempelkan bibirnya diatas bibir So eun, melumatnya dengan kasar, menekan bibir gadis itu untuk terus berada di dalam mulutnya. So eun berusaha keras mendorong bahu Kyuhyun, menjauhkan pria itu darinya tapi usaha nya harus berakhir sia – sia saat Kyuhyun dengan cepat mencengkram erat kedua pergelangan tangannya. Menjatuhkan tubuh So eun diatas ranjangnya kemudian dengan cepat ia menindih gadis itu.
Telinganya seolah tuli saat mendengar suara tangisan So eun, ia justru semakin ingin lebih menjamahi gadis ini. Gadis ini menangis karena Kyuhyun menyentuhnya. Entah kenapa Kyuhyun semakin ingin menyentuhnya dan terus menyentuh gadis ini seolah menghapus semua sentuhan yang pernah diberikan oleh Donghae. Ucapan Donghae yang mengatakan bahwa ia dan So eun sering ‘melakukannya’ membuat Kyuhyun terbakar emosi, dia tidak bisa membayangkan bahwa gadis yang berada dibawahnya ini pernah disentuh oleh Donghae.
Tangisan So eun mulai mereda, gadis itu masih tetap diam saat merasakan lidah dan bibir Kyuhyun bermain didalam mulutnya. Pria itu melepaskan ciumannya dari bibir So eun, mencium pipi kiri dan kanannya kemudian menyentuh dagunya dan turun keleher gadis ini. So eun menutup matanya rapat – rapat merasakan bibir Kyuhyun yang bergerak di lehernya, air mata gadis ini terjatuh dari kedua sudut bola matanya saat merasakan tangan Kyuhyun mulai menyentuhnya. Menyentuh paha mulus yang tak tertutup oleh apapun, menyingkap dress merah itu hingga batas pinggang So eun. Sebelah kaki Kyuhyun terangkat menyentuhkan lututnya pada bagian tengah tubuh So eun membuat gadis itu semakin ketakutan dan menangis disaat yang bersamaan. Bibir Kyuhyun terus menjiati lehernya, tangan Kyuhyun tak tinggal diam sebelahnya membelai lembut paha So eun dan yang satunya menyentuh sebelah payudara gadis ini dan lututnya yang terus membentur pelan dinding vagina So eun.
“Jangan menangis. Kau membuatku seperti pria brengsek” bisiknya ditelinga So eun
“Kau memang pria brengsek”
So eun menangis dalam diam saat Kyuhyun semakin menjamahi tubuhnya lebih dalam. Ia menutup kedua matanya rapat – rapat, menggigit bibir bawahnya saat Kyuhyun lagi – lagi membenturkan lututnya pada vagina So eun. Tangannya berpindah dari dada So eun pada tali dress So eun yang berbentuk seperti spageti itu. Meloloskannya begitu saja hingga dada So eun.
Kyuhyun menghentikan ciumannya pada leher So eun, mengangkat kepalanya dan melihat wajah So eun yang masih ketakutan dan terus memejamkan kedua matanya. Dengan dingin pria itu melepaskan dress yang membalut tubuh So eun, merobeknya tanpa perlu bersusah payah membukanya dengan lembut. So eun semakin menutup kedua matanya saat mendengar suara robekan itu, kali ini dia tidak bisa berbuat apapun. Hanya bisa pasrah di bawah Kyuhyun.
“Lihat aku” perintahnya lagi pada So eun. Gadis itu dengan ketakutan yang luar biasa membuka kedua matanya perlahan, melihat Kyuhyun yang berada tepat diatasnya. Menatapnya dengan dingin dan penuh dengan tatapan merendehkan.
“Apa Donghae yang memberikan gaun itu pada mu?” Tanya nya dengan nada mencekam. So eun hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Kyuhyun. Suaranya begitu serak tidak bisa mengucapkan apapun.
Kyuhyun mendengus.
“Apa kau selalu berpakaian seperti itu saat bersama nya?” Tanya Kyuhyun lagi. So eun menggelengkan kepalanya.
“Benarkah? Lalu apa kau selalu telanjang saat bersama nya?” ucapan Kyuhyun benar – benar merendahkannya. Gadis ini tak menjawab ia menutup kedua matanya menahan air mata yang hendak keluar lagi. Melihat So eun tak menjawab membuat emosi Kyuhyun semakin memuncak saja. Dengan kasar pria itu membenturkan lututnya pada vagina So eun membuatnya menjerit kesakitan.
“Kenapa? Bukankah kau sudah sering melakukannya. Seharusnya tidak akan terasa sakit, kan?!”
“Ku mohon… hentikan” pintanya
“Kalau aku tidak mau, bagaimana? Aku ini Tuan mu, jadi kau harus melayani ku sampai aku merasa puas” sinisnya. So eun menutup kedua matanya lagi. Direndahkan seperti ini oleh Kyuhyun rasanya benar – benar menyakitkan. Pria itu menatapnya seperti pelacur yang rela memberikan tubuhnya pada siapa saja. Jujur saja ia tidak tahu apa yang membuat Kyuhyun bisa begitu marah padanya, dan kenapa pria ini terus menuduhnya dengan kata – kata menjijikan yang ia sendiri tidak tahu.
“Layani aku Kim So eun” Titahnya lagi. Mendekatkan bibirnya pada leher So eun dan mengecupnya berulang kali, merasa candu terhadap leher gadis ini. So eun mendongakkan kepalanya keatas, menutup kedua matanya dan mengerutkan keningnya merasakah hembusan napas Kyuhyun dilehernya dan bibir pria itu yang bermain pada lehernya.
So eun mengangkat kepala Kyuhyun dari lehernya, membawa wajah Kyuhyun berada diatas nya.
“Baiklah. Aku akan melayani mu” ujarnya dengan nada bergetar. Air matanya kembali keluar saat melihat seringaian Kyuhun diwajahnya. Begitu meremehkan So eun.
Pria itu segera membenamkan wajahnya lagi pada lekukan leher So eun, menjilatinya dan menciumnya dengan kasar. Gadis ini melenguh pelan saat Kyuhyun mengecup lehernya, dadanya naik turun merasakan sesak. Jari – jari lentiknya berada didalam rambut Kyuhyun meremasnya saat pria itu dengan sengaja menggigit lehernya dan meninggalkan bekas merah keunguan disana.
Tangan Kyuhyun beralih pada kedua paha So eun, mengangkatnya hingga sepenuhnya mereka berada diatas ranjang tanpa kaki yang menggantung dilantai. Tangan Kyuhyun dengan cekatan mengusap punggung So eun, melengkungkan tubuh gadis itu dan membuka pengait bra nya. Melepaskan bra warna hitam tanpa tali itu.
Kyuhyun berhenti sejenak, mengangkat kepalanya dari leher So eun memandang bra yang berada ditangannya kemudian menjatuhkannya begitu saja diatas lantai. Kedua lututnya ia sandarkan disebelah pinggang So eun, menahan berat tubuhnya untuk tidak terjatuh sepenuhnya pada tubuh So eun. Mata elangnya menatap wajah So eun yang masih menutup kedua matanya tidak ingin melihat kelakuan Kyuhyun saat ini. Kemudian matanya beralih pada kedua benda kembar dada So eun yang tak tertutupi oleh apapun. Melihat putingnya yang memerah dan menegang sempurna menginginkan Kyuhyun untuk melumatnya secara kasar dan cepat. Matanya beralih pada So eun yang masih menutup kedua matanya dengan kening yang mengerut, seperti enggan melihat Kyuhyun. Menyadari hal itu membuat amarah Kyuhyun semakin berada di puncak, apa jika Donghae yang berada di atasnya So eun akan membuka mata dan menatap Donghae dengan tatapan penuh cintanya. Cih, membayangkan hal itu semakin membuat emosi Kyuhyun tersulutkan.
“Lihat Aku!” suara memerintah itu membuat So eun dengan terpaksa membuka kedua matanya, melihat Kyuhyun yang menatapnya dingin. Detik selanjutnya gadis itu memekik saat merasakan tangan Kyuhyun meremas kedua payudaranya dengan keras.
“Akhh…” Menutup kedua matanya dengan alis yang bersatu. Kedua tangannya mencengkram erat sisi seprei ranjang yang ia tempati. Kyuhyun memperhatikannya dengan seksama, melihat gadis ini yang mendesah karena ulahnya membuat ia semakin bersemangat ingin menjamahi lebih dalam tubuh So eun.
Perlahan ia menurunkan remasan kasar di dada So eun, dan desahan lolos begitu saja dari mulut gadis ini sambil mendongakkan kepalanya keatas membuat Kyuhyun ingin membenamkan wajahnya di leher So eun.
Pria itu mencium lehernya dengan cepat, menjilatinya tanpa sabar dan tangannya terus aktif meremas kedua payudara So eun. Gadis itu terus mendesah dan meremas rambut kecoklatan Kyuhyun, menikmati permainan pria ini pada tubuhnya.
Kakinya bergerak gelisah dibawah sana saat ia merasakan vaginanya terasa gatal ingin mengeluarkan sesuatu karena ciuman dan remasan Kyuhyun pada dadanya. Ciuman pria itu perlahan turun menyentuh tulang selangkanya, dan berakhir pada dada nya yang sudah menegang sempurna. Kyuhyun melirik sekilas So eun yang memejamkan kedua matanya, membuat ia tersenyum senang mendapat respon dari gadis ini.
Menggesekkan bibirnya di puncak dada So eun membuat gadis ini mendesah lagi.
“Aaaahhh…. Kyu…”
“Kau suka?” Tanya Kyuhyun sambil terus menyentuhkan bibirnya pada puting So eun. So eun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Kyuhyun membuat pria ini merasa senang. Segera ia memasukkan benda itu pada mulutnya dan melumatnya kasar dan sesekali menggigit ujungnya bagikan jelly.
“Ough… Aaaaahhh….” Ia menarik rambut Kyuhyun semakin membenamkan wajah Kyuhyun di atas dadanya. Pria itu dengan jahil menggoda So eun, mengangkat sebelah kakinya dan kembali menyentuhkannya pada vagina So eun.
“Aaaaaah…” gadis ini menjerit nikmat saat Kyuhyun menghujamkan lututnya pada vagina So eun. Mulutnya terus mengulum dada So eun membuat gadis itu tidak bisa berhenti mendesah.
Kyuhyun menarik ujung dada So eun dengan keras menggunakan giginya membuat dada gadis itu penuh dengan saliva Kyuhyun.
“Ough… Kyu… Aaah…”
Kyuhyun tersenyum puas melihat kelakuan So eun yang begitu menikmati sentuhannya. Mulutnya berhenti mengulum dada So eun, mencium perut rata So eun dan berhenti tepat didepan vaginanya. Membuka celana dalam itu dengan kedua tangannya. Mengangkat kedua kaki So eun dan melepaskan celana itu dengan mudah. Membiarkan kedua kaki So eun mengangkang dihadapannya. Wajahnya mendekat pada paha So eun, kemudian membenamkan wajahnya pada vagina gadis itu.
“Kyuhyun… akh…” So eun menjerit lagi saat Kyuhyun melumat bibir vaginanya dan lidah pria itu yang menusuk masuk kedalam vaginanya. Rasanya begitu lelah untuk terus mendesah tapi Kyuhyun seolah tidak membiarkannya untuk berhenti mendesah. Pria itu terus melakukan sesuatu yang membuat So eun terus mendesah hebat.
Kedua tangan So eun mencengkram erat seprei, entah bagaimana bentuknya sekarang ini mereka tidak perduli, baginya ini adalah kenikmatan yang pertama kali ia rasakan. Mencoba menutup kedua pahanya dan menjepit kepala Kyuhyun diantara pahanya, tapi pria itu segera membawa kedua kaki So eun untuk berada di pundaknya membuat Kyuhyun semakin dalam menyentuh vagina So eun.
“Arrgh…” So eun menjerit lagi. Merasakan lidah Kyuhyun yang terus bermain di dalam mulut vaginanya, mengaduk isinya dengan lidah Kyuhyun membuat gadis ini terus mendesah dan tak berapa lama kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Kyuhyun dengan cepat melahap habis cairan bening yang keluar dari vagina So eun. Membasahi mulutnya dengan carian tersebut.
Gadis ini mendesah hebat sesaat merasakan pelepasan yang begitu hebat, mengatur napasnya yang terasa berat tapi detik kemudian ia menjerit lagi merasakan jari – jari Kyuhyun didalam vaginanya.
“Kyuhyun!” teriaknya sambil memegang lengan pria yang tersenyum penuh kemenangan di diatasnya.
Kyuhyun terus mengaduk vagina So eun, menusukkan kedua jarinya kedalam vagina gadis ini membuat So eun harus menggenggam erat lengannya. Keringat yang berada di leher dan pelipis gadis ini menambah keseksiannya membuat Kyuhyun tidak tahan ingin melahap habis gadis ini.
Tak lama kemudian cairan itu keluar lagi dari vagina So eun, gadis itu melemas dan merasa pening karena perlakuan pria ini. Kyuhyun segera mengulum kedua jarinya dan mencium kasar bibir So eun membagi cairan gadis ini dengan mulutnya.
Kyuhyun bangun dari atas gadis ini, membuka celananya cepat dan kembali menaiki tubuh So eun. Gadis itu mengalihkan wajahnya saat melihat Kyuhyun yang kembali menindihnya. Tersadar kembali bahwa Kyuhyun begitu merendahkannya saat ini, memperlakukannya seperti wanita malam.
“Tatap Aku Kim So eun” dan lagi – lagi So eun tak bisa menolak. Ia menatap wajah pria yang berada diatasnya menatapnya dingin dan penuh amarah.
“Arrgh!” gadis ini menjerit saat ia merasakan milik Kyuhyun menyentuh masuk kedalam vaginanya. Meringis kesakitan dan mencengkram erat lengan Kyuhyun. Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan So eun. Jika ia sudah biasa melakukannya dengan Donghae maka ini tidak akan terasa sakit, lagi pula Kyuhyun melakukannya dengan pelan.
Pria itu semakin meneroboskan miliknya masuk kedalam milik So eun dan lagi – lagi gadis itu menangis dan menjerit kesakitan. Kyuhyun benar – benar tidak mengerti, bukankah So eun sudah tidak perawan lagi, bagaimana bisa ia begitu sulit memasuki gadis ini. Kyuhyun melirik kebawah mereka, darah mulai membasahi miliknya membuat Kyuhyun harus menahan napasnya.
Dengan pelan dan penuh penekanan pria itu memasukkan nya lagi hingga ia merasa telah menembus sesuatu dan membuat So eun menjerit kesakitan.
“Arrrrgh!!!”
Kyuhyun mendesah lega, akhirnya ia bisa masuk juga. Melihat kebawah dan dugaannya benar, gadis ini masih perawan dan dia sudah mengambil keperawanannya. Merasa bersalah Kyuhyun menatap So eun yang masih terus mengeluarkan air matanya sambil terisak pelan. Dia sudah merendahkan gadis ini dan mengambil miliknya yang begitu berharga hanya karena emosi dan cemburu akan perkataan Donghae yang jelas hanya membuatnya marah.
“Maaf” ujarnya pelan.
So eun tak menyahut. Ia terus terisak pelan. Akhirnya dia memberikannya pada Kyuhyun, pada orang yang sudah bertunangan dan segera akan menikah.
“Maafkan aku” Kyuhyun mengusap air matanya, mengecup pipi So eun dengan sayang menenangkan gadis ini.
“Aku tidak tahu kalau kau…” Kyuhyun tak bisa melanjutkan ucapannya, baginya ini terlalu mengejutkan. Dia benar – benar pria brengsek.
So eun tersenyum getir, menatap wajah Kyuhyun yang terlihat begitu merasa bersalah. Gadis itu menyentuh wajah Kyuhyun dengan jari – jarinya membuat Kyuhyun menutup kedua matanya merasakan sentuhan hangat So eun lagi.
“Tidak apa – apa”
“Tapi_”
“Teruskan Kyu – Kumohon” pintanya dengan nada memelas. Jika ia tidak bisa memiliki Kyuhyun maka ijinkan ia memiliki pria ini malam ini saja. Kyuhyun menutup kedua matanya kemudian tersenyum lembut pada So eun.
“Baiklah. Katakan kalau aku menyakiti mu” ujarnya pelan sambil berbisik ditelinga So eun. Gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut pada Kyuhyun.
Pada akhirnya Kyuhyun menuruti permintaan So eun. Menggerakkan tubuhnya dan menghujam gadis ini berulang kali. Menimbulkan suara desahan keduanya dimalam yang panjang ini. Aroma seks yang memenuhi kamar mereka membuat keduanya semakin semangat melakukannya. Berulang kali hingga Kyuhyun benar – benar terpuaskan.
Entah sudah berapa kali pelepasan mereka lakukan tapi keduanya tetap tidak mau berhenti seakan menikmati dan merasa candu terhadapnya. Kyuhyun manarik tubuh So eun untuk duduk diatas pangkuannya, menyuruh gadis itu bergerak liar diatas pangkuannya.
“Bergeraklah” titahnya dan seperti biasa So eun tak bisa menolak, ia bergerak diatas pangkuan Kyuhyun membuat Kyuhyun mengeram dan mendesah hebat karena miliknya yang dijepit kuat oleh vagina So eun. Meremas dada So eun dan memasukkannya kadalam mulutnya. So eun lagi – lagi merasakan bahwa pelepasanya akan tiba, dengan jahilnya Kyuhyun menghentikan gerakan gadis ini, menahan kedua pinggul So eun membuat So eun membuka matanya menatap heran Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat tubuh So eun hingga terlepas dari junior nya dan terkekeh geli melihat wajah protes So eun.
“Kau akan cepat kelelahan kalau terus orgasme” ujarnya sambil terkekeh geli. Kembali ia menjatuhkan So eun dalam pangkuannya, memasukkan juniornya pada milik So eun dengan keras hingga menimbulkan jeritan So eun di malam ini yang membuat Kyuhyun tersenyum senang karenanya.
~~My Maid~~
Kyuhyun terbangun saat ia merasakan sinar matahari masuk melalui jendela kamarnya. Membuka sedikit matanya dan melihat salah satu pelayannya yang membukakan gorden dikamarnya. Seketika ia membuka kedua matanya lebar melihat disamping tempat tidurnya yang sudah kosong. Gadis itu sudah pergi. Kyuhyun menghembuskan napas beratnya, menjatuhkan kepalanya diatas bantal sambil memejamkan kedua matanya membayangkan wajah So eun. Seulas senyuman terlihat jelas di wajahnya mengingat kejadian semalam yang mereka lakukan hingga membuat nya masih berada diatas ranjang dengan selimut yang membalut tubuh polosnya.
“Selamat pagi Tuan Muda” sapa pelayan berusia sekitar 57 tahun itu padanya. Kyuhyun tersenyum dan hanya menggumam menjawab sapaan pelayannya itu.
“Tuan Muda di panggil Tuan Besar ke bawah secepatnya” ujar wanita itu sambil menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya di depan tubuhnya. Kyuhyun membuka kedua matanya, melirik sekilas pada pelayan yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.
“Appa ada di rumah?” Tanya Kyuhyun heran sambil menyerngitkan keningnya heran.
“Ye. Tuan Besar baru tiba tadi pagi” jawab wanita itu sopan.
Kyuhyun mengangguk mengerti.
“Arasso, kau boleh keluar”
Pelayan itu segera berlalu keluar dari kamar Kyuhyun.
“Bibi Jung” panggil Kyuhyun menghentikan langkah wanita itu, berbalik menoleh pada Kyuhyun.
“Ye…”
“Apa bibi melihat So eun?”
“Ye?” sontak saja mata wanita itu membulat sempurna saat Kyuhyun menanyakan putri dari pelayan Kim. Tapi sedetik kemudian ia menormalkan wajahnya untuk tidak terlalu terkejut ataupun seperti ingin tahu kenapa tuan muda nya mencari pelayan di rumah ini. Apa lagi sejak pertengkaran mereka tadi malam yang membuat Kyuhyun harus membawa So eun masuk kedalam kamarnya, tak ada yang tahu apa yang teradi setelahnya dan dimana gadis itu ataupun tak ada yang melihat gadis itu keluar dari kamar Kyuhyun.
“Aah… Itu… Saya belum melihatnya pagi ini” ucapnya.
Kyuhyun seketika melemas, menganggukkan kepalanya dan menyuruh pelayan itu untuk keluar dari dalam kamarnya. Sesaat setelah mendengar suara pintu yang tertutup mata pria itu menatap tempat kosong disampingnya yang ditempati So eun tadi malam.
~~My Maid~~
Selesai membersihkan dirinya Kyuhyun segera turun dari lantai dua, menuju ruangan tempat ayahnya berada. Melihat kakaknya Cho Ahra, Ibu dan ayahnya di ruangan keluarga mereka. Melangkah dengan sedikit buru – buru karena begitu merindukan ibunya, tapi langkahnya memelan saat melihat wajah Hyena juga ikut duduk bersama mereka di ruangan ini terlebih lagi orang tua gadis itu berada disana dan menatapnya dengan senyuman lebar.
“Kau sudah disini. Duduklah” titah ayah nya. Kyuhyun menurut, mengambil tempat duduk disamping Ahra, matanya masih terus melihat Hyena yang terus memperhatikannya dengan senyuman.
“Aku tidak tahu kalau kita kedatangan tamu” ujarnya datar. Ny. Cho tersenyum pada putranya, begitu juga dengan yang lainnya kecuali Ahra yang lebih fokus pada kue yang dibawakan oleh Hyena dan keluarganya. Memakan benda lunak itu tanpa perduli dengan ocehan mereka semua sedari tadi.
“Aaaa…” Ahra mencoba memasukkan kue itu kedalam mulut Kyuhyun seperti anak kecil. Kyuhyun mengerutkan keningnya heran melihat kelakuan Kakaknya yang aneh seperti ini. Tapi tanpa protes ia segera membuka mulutnya dan melahap kue yang berada di tangan Ahra, memakannya tanpa merasa malu diperhatikan oleh semua orang seperti itu.
“Lihatkan. Dia masih kecil. Makan saja harus dari tangan Noona nya, bagaimana bisa kalian berpikir akan menikahkan mereka” ujar Ahra pada keluarganya dan keluarga Hyena. Kyuhyun seketika tersedak kue yang berada di mulutnya menatap Ahra dengan mata yang membulat lebar. Ny. Cho segera memberikan air putih pada putranya dan mengelus lembut punggung Kyuhyun.
“Ahra jangan bicara seperti itu saat Kyuhyun makan, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada adik mu” omel Ny. Cho tampak khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Ahra semakin memperlihatkan senyuman mengerikannya yang lebih pada seringaian.
“Lihatlah. Bahkan ibu begitu mengkhawatirkannya. Sudah kubilang Kyuhyun belum cukup dewasa untuk menikah” ujarnya lagi membuat mereka semua terdiam.
“Apa maksud mu Noona? Menikah?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan mereka, bertanya pada Ahra berharap mendapat jawaban segera dari mulut kakaknya.
“Appa ingin kalian segera menikah”
Kyuhyun membulatkan matanya sempurna. Menatap ayahnya tanpa berkedip, terlihat wajahnya menampilkan raut wajah tidak suka dengan ucapan Ahra.
“Apa?”
“Bukankah kalian sudah bertunangan bagaimana jika kalian segera menikah”
“Tidak” Tolaknya cepat bahkan sebelum Tuan Han menyelesaikan kata – katanya. Penolakan yang diberikan Kyuhyun sontak saja membuat mereka semua terkejut kecuali Ahra yang dengan santainya terus memakan kue nya dengan santai. Hyena menatap Kyuhyun tidak percaya setelah semuanya mereka lalui, pacaran dan pertunangan bagaimana bisa pria ini tidak menginginkan pernikahan. Wajahnya memucat melihat Kyuhyun yang dengan tegasnya menolak perkataan Tuan Han.
“Kyuhyun!” geram Tuan Cho. Ia menoleh pada ayahnya dan menggelengkan kepalanya.
“Maaf… Tapi aku tidak akan menikah dengan Hyena” tegas Kyuhyun dengan serius. Hyena mengeluarkan air matanya saat kalimat itu keluar begitu saja tanpa perasaan dari mulut Kyuhyun. Tuan dan Ny. Han mendengus mendengar perkataan Kyuhyun yang menolak putri mereka terang – terangan seperti ini.
“Kyuhyun -ah, ada apa nak, bukankah kalian sudah bertunangan” Ny. Cho memegang lengan putra nya, ingin mengetahui kenapa anaknya ini menolak setelah semua yang sudah mereka persiapkan untuk pernikahan Kyuhyun dan Hyena kelak.
“Cho Kyuhyun. Tidak ada penolakan” tegas Tuan Cho membuat Kyuhyun mendengus dan menatap ayahnya tak percaya.
“Aku tidak bisa”
“Jangan bercanda kalian sudah bertunangan!”
“Aku tidak mungkin menikahi Hyena!” ujarnya sedikit berteriak karena emosi
“Kenapa?”
“Karena aku mencintai gadis lain”
Pernyataan Kyuhyun jelas saja membuat mereka semua tercengang. Tidak percaya dengan ucapan yang baru saja mereka dengar. Melihat Kyuhyun dengan tatapan heran dan tekejut sekaligus tak bisa berkata apapun.
~~My Maid~~
Cho Kyuhyun memperhatikan gadis yang terlihat tersenyum gembira bersama anjing kecil miliknya. Rumah sederhana yang berada di desa ini membuat gadis itu bisa hidup dengan tenang dan nyaman tanpa harus adanya pria itu yang menganggu kehidupannya.
Satu bulan sejak gadis itu berhenti menjadi pelayan di rumah besar Cho, mengundurkan dirinya dan hidup di desa tempat ia dilahirkan sebelum dibawa oleh ibunya ke Seoul. Hidup berdua bersama sang nenek yang sudah begitu tua, ibunya masih terus bekerja dirumah keluarga Cho yang berada di London, memperhatikan kebersihan rumah yang bahkan hanya sekali dalam setahun di kunjungi oleh keluarga itu. Pria itu masih terus memperhatikannya diam, melihat wajah yang sudah satu bulan ini tak pernah ia temui. Sejak malam itu dia tidak pernah lagi melihat gadis ini, menghilang bagaikan ditelan bumi dan tak ada satupun yang memberitahu keberadaannya hingga ia harus berusaha sendiri dan akhirnya ia bisa menemukan tempat ini. Tempat gadis itu tinggal.
Dia mengikuti Kim Ahjumma, salah satu pelayan yang menjadi keluarga gadis itu, mengikutinya hingga akhirnya ia sampai pada desa ini dan menemukan gadis itu. Melihat senyum nya yang seperti dulu melihat bagaimana gadis itu membagi kebahagiaan pada orang – orang disekitarnya. Kaki panjangnya ia langkahkan mendekat pada gadis berambut ikal yang dikuncir kuda itu, berjongkok sambil memberi makan pada anjing nya dengan senyuman lebar.
“So eun -ah, kalau sudah selesai bisakah kau menolong ku?!” teriak sang nenek yang berada didalam rumah sederhana itu.
“Ne… Haelmonie” sahutnya dengan teriakan. Mengusap lembut bulu – bulu anjingnya sebelum akhirnya ia berdiri dan membalikkan badannya hendak memasuki rumah mereka.
Senyum yang merekah indah itu terhapuskan begitu saja saat ia melihat wajah pria yang berdiri dihadapannya dengan tatapan dingin dan mengintimidasi ciri khasnya. Keduanya saling memandang satu sama lain, tidak ada yang bersuara seolah mereka berbicara melalui tatapan mata mereka. Hembusan angin di sore yang mendung ini membuat beberapa helai rambut So eun yang tak terikat ikut tertiup oleh angin sore, begitu juga dengan rambut kecoklatan pria itu yang terlihat berantakan. Matanya masih terus menatap wajah gadis ini menyiratkan kerinduan yang begitu dalam.
“Bagaimana… Bagaimana bisa kau berada disini?” tanya So eu dengan nada bergetar menahan suara seraknya yang begitu ingin menangis melihat wajah Kyuhyun lagi.
“Aku merindukan mu” lirihnya sambil tersenyum kecil
“Ne?”
“Menikahlah dengan ku Kim So eun”
“Ne?”
“Aku tahu kau hamil”
“Nee???”
“Aku tidak menerima penolakan”
Kyuhyun segera menarik So eun kedalam pelukannya, tak berniat melepaskan gadis ini lagi. Dia tidak memperdulikan bagaimana reaksi So eun saat ini yang begitu terkejut dengan pernyataannya. Setelah tak pernah bertemu satu bulan, kini pria itu hadir dalam hidupnya dan mengajaknya menikah begitu saja tanpa memberikan penjelasan. Mata gadis ini membulat sempurna merasakan pelukan Kyuhyun terlebih pria itu terkekeh dan tersenyum senang dalam pelukannya.
“Kau Milik Ku. Hanya Milik Ku”
The End.

Fc Populer:

  • Baby Heart

    Nggantung nih !
    Padahal lagi bagus bagusnya !! -_-

%d blogger menyukai ini: