It’s You Part 2 of 2 (END)

0
cho it's you ff
Author : baozi
Tittle : It’s You Part 2End
Category : Sad, Romance, Yadong, Twoshoot
Rating : NC 21
Cast : Cho Kyu Hyun
Hyun Je Mi
Kim Hyun Soe
Hyun Jae Hyun
And other cast~
Legth : Twoshoot

@Sebelumnyaa…

“Seharusnya aku pergi, kenapa berdiam diri di sini…” gerutu ku kesal. Aku menatap sekeliling, tempat ini membuat ingatan itu begitu menusuk hati. Aku benci dengan semua ini. Benci jika aku harus kembali, menyadari betapa aku merindukan pria itu. Tuhan seharusnya membantu aku melupakan dia. Tapi bahkan Tuhan membuat ku semakin mencintai pria itu. Aku menarik nafas panjang. Memutuskan pergi dari tempat, itu.

 Drrt Drrt Drrt
Aku menautkan alis menatap layar ponsel ku, melihat nomer asing yang menghubungi ku.
“Yeoboseyo..”
“Ini aku, sudah lama bukan”
Jantung ku berdebar dengan keras. Suara itu. Aku bahkan sangat ingat, siapa pemilik suara itu. Aku memejamkan mataku, saat tetesan air mata mengalir dari sudut mataku. Dia kembali.
“Aku merindukan mu Je Mi-aa”
..
Part 2
Aku kembali menggeleng keras, saat kembali mendengar suara itu sebrang sana. Tuhan apa dia benar-benar kembali. Aku semakin menangis pilu, seakan berharap bahwa ini bukan hanya khayalan atau bahkan mimpi sekejap.
“Kyu Hyun Oppaa..” lirih ku.
Aku menarik nafas panjang. Tubuh ku bergetar. “Semua ini sungguh terlalu berat, tapi aku merasa jahat jika terus mempertahankanmu.
Tapi membiarkanmu pergi hanya meninggalkan penyesalan. Aku kembali Je Mi. Aku kembali dengan cinta yang sama. Aku kembali..”
Nafas berat mewakili perasaan ini semua terlalu mengejutkan. Sampai tidak ada satu katapun yang mampu ku ucap. Jadi Tuhan apa cinta ku kembali?
“Kau benar-benar masih hidup. Oppa aku merindukan mu. Kau jahat kenapa, kau pergi begitu saja.. hikss..”
Aku semakin terisak pelan, saat mendengar hembusan nafasnya. Air mata kembali mengalir, saat aku kembali tak sanggup mengucapkan apapun. Bahkan banyak hal yang ingin aku katakan, tapi air mata ini mendahului semuanya. Tuhan jadi, apa pria ku kembali?
“Aku berharap aku tidak terlambat. Aku memang jahat dengan pergi begitu saja, tapi aku takkan membuat mu terus mencintai ku jika aku pergi dengan mengucapkan selamat tinggal. Aku berharap kau menunggu ku, kau masih mencintai ku. Lalu apa cinta ku tetap sama? Meskipun aku tak mampu melihatmu. Hati ku selalu melihatmu. Karena aku mencintaimu dan sangat merindukanmu.”  
“Katakan dulu kau tidak akan pergi, lagi kan? Kau dimana Oppa…hikss aku..”
“Tidak. Tidak. Sekarang berbaliklah, aku ada dibelakang mu sayang.”
Aku menelan saliva ku, saat dengan jelas mendengar bahwa Kyu Hyun mengatakan ia ada dibelakang ku. Dengan ragu, aku memutar tubuh ku. Mengikuti arahan pria itu untuk berbalik. Aku membekap mulut ku dengan tangan ku, saat kembali tangisan ini mengawakili apa yang begitu aku rindukan untuk aku lihat. Dia benar-benar kembali. Cinta ku kembali.
“Kau tinggalkan aku dan aku bahkan tidak bisa berdiri, aku bahkan tidak bisa melihat apa yang ada di depanku. Cinta, kembali, kembali – Aku katakan itu untuk kau datang kembali tapi ku kira itu seperti mimpi. Tapi kini. Kau benar-benar kembali.” Batinku.
*Flashback On
Kyu Hyun terus menatap Je Mi yang terelap disampingnya. Sejak tadi bahkan pria itu, terlihat senang menatap dengan tidak bosan wajah Je Mi yang terlelap. Sangat manis. Pikir namja itu. “Aku ingin sekali tetap bersamamu, hingga waktu yang tak terhingga.”
Cho Kyu Hyun tersenyum, kembali membelai lembut rambut Je Mi. Tersenyum kecil, saat gadis itu menggeliat nyaman merasakan belaiannya.
“Aku mencintai mu.” Bisik Kyu Hyun dengan lembut. Pria itu mengecup pelipis Je Mi lama. Kembali memberi belaian penuh kelembutan, untuk gadisnya.
Cho Kyu Hyun menatap ponselnya, yang bergetar melihat satu pesan masuk untuknya.
“Cho Kyu Hyun. Aku sudah mendapatkan donor jantung, yang cocok untuk mu. Kerumah sakitlah, dan kita akan bersama-sama pergi ke Jerman. Ini kesempatan mu. Kau akan sembuh Kyu Hyun”
Sesaat ada senyuman penuh harapan dari wajah tampan, namja itu. Kyu Hyun kembali menatap gadisnya. Ketakutan akan kehilangan Je Mi, seakan mulai pudar disaat ada penerang yang membuat Kyu Hyun percaya jika ia akan sembuh
“Aku akan sembuh Je Mi. Dan aku akan berjuang untuk mu.”
Kyu Hyun menatap sedih Je Mi, yang masih terlelap damai disampingnya. “Aku harus pergi. Ku mohon tunggulah, aku. Aku mencintaimu. Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal. Aku tidak ingin, kau tidak menunggu ku. Tunggu aku. Ku mohon.” Batinnya.
*Flasback Off
@HyunJeMi Apartement
Kyu Hyun POV
Kata-kata aku mencintaimu.
Kata-kata tunggulah aku.
 Terus terngaiang di telingaku.
 Hingga lagi-lagi hari ini, Aku masih tinggal di sisimu.
“Kau membuatku tahu. Aku bahkan tak tahu apa itu cinta tapi hatiku terasa menyenangkan. Kau membuatku tahu. Apa itu cinta. Hanya kau. Aku mencintaimu.”
  
Aku menghembuskan nafas panjang, saat bisa kembali merasakan pelukan ini. Pelukan yang begitu sangat aku rindukan. Aku mendekap tubuh yang aku rindukan. Mengecupi puncak kepalanya.
“Kau sudah sembuh Oppa?” Aku mengagguk pelan. Lalu kembali air mata, mengaliri pipinya yang kini juga terlihat memerah. Aku mengahapusnya.
“Aku berjuang selama ini, karna aku ingin kembali. Dan kini aku sudah kembali, dan tidak untuk pergi lagi. Aku berjanji.” Ujar ku lembut.
“Kau tau aku merindukan mu.” Gumam ku.
“Aku lebih merindukan mu.”
Author POV
Kyuhyun, menyatukan bibirnya dengan bibir milik Je Mi mengecup bibir gadisnya. Awalnya yang hanya kecupan yang  menjadi lumatan lembut. Kyuhyun terpaku saat merasakan bibir manis Je Mi, ia membuka matanya melihat Je Mi yang memejamkan matanya. Kyuhyun mengerang. Ia segera menekan tengkuk gadis itu. Menghisap bibir tipis milik gadisnya, melumat bergantian bibir bawah dan atas Je Mi. Kyuhyun tersenyum disela-sela ciumannya, merasakan Je Mi yang membalas lumatannya merasakan Je Mi yang mempererat pelukannya dilehernya.
Kyuhyun meletakkan satu tangannya dipinggang Je Mi, mengelusnya lembut. Menuntun gadis itu hingga membentur dinding. Mencium Je Mi dengan lembut, mengigit bibir bawah Je Mi membuatnya menelusupkan lidahnya membelai lidah hangat Je Mi. Menyecapnya, Kyuhyun mengerang. Merasakan Je Mi yang mulai kehabisan nafas, Kyuhyun mendesah panjang saat melepaskan ciumannya. Nafasnya memburu. Ia menyatukan dahinya dengan dahi gadis itu. Je Mi kehabisan nafas, gadis itu tersenyum simpul mengumpulkan kembali pasokan oksigen yang ia butuhkan.
“Ngghhh..” Kyu Hyun menggeram saat desahan tertahan Je Mi menusuk telinganya. Je Mi merasa gairahnya terpancing. Ia meraba dada bidang Kyu Hyun yang masih tertutup kemeja. Pasrah saja ketika Kyu Hyun mengangkat tubuhnya dan secara perlahan membaringkannya di atas tempat tidur miliknya.
Kyu Hyun tersenyum melihat Je Mi yang menatapnya sayu sebelum kembali meraup bibirnya. Mereka saling melumat dengan tangan Kyu Hyun yang mulai masuk ke baju yang dikenakan gadisnya. Sedikit menyingkapnya agar ia bisa leluasa mengusap perut rata Je Mi.
“Oppaaa—hh..” Je Mi menggeliat ketika Kyu Hyun mengusap dadanya, meremas nya dengan ritme pelan.
Tangan mungil Je Mi bergerak, membuka satu persatu kancing kemeja Kyu Hyun. Membiarkan Kyu Hyun, yang tengah asyik menikmati payudaranya. Je Mi sesekali mendesah panjang, merasakan hisapan kencang yang Kyu Hyun lakukan.
“Ouuuuhhhhhhh..” Je Mi memekik tertahan merasakan lesakan benda keras tiba-tiba di bagian kewanitaannya. Ia terengah karena dalam tempo beberapa detik saja benda tumpul itu tertanam di lubangnya. Meski pernah melakukannya beberapa kali, tetap saja raut kesakitan masih menghiasi wajah cantik Je Mi.
“Oppa, bisakah kau melakukannya pelan-pelan?” tegur Je Mi. Kyu Hyun tersenyum singkat. Tak menjawab apapun karena detik berikutnya pinggangnya mulai bergerak perlahan. Je Mi memeluk punggung Kyu Hyun sementara Kyu Hyun membenamkan kepalanya di leher Je Mi. Menciumi bagian itu secepat tempo gerakannya.
“Annhhiiyaa..Ohh..” Je Mi menggeliat sesekali merasa sengatan-sengatan listrik ketika Kyu Hyun menyentuh titik rangsangnya di dalam sana. Kepalanya bergerak-gerak gelisah ditambah permainan Kyu Hyun di dadanya.
Membiarkan desahan Je Mi menggema di telinganya. Ia suka mendengarnya. Je Mi menarik paksa kepala Kyu Hyun dari lehernya lalu melumat bibir merah Kyu Hyun. “Ooouuhhhh..Aku..” Je Mi menghisap kuat bibir bawah Kyu Hyun saat gelombang itu datang. Tubuhnya menegang merasakan ledakan kuat dari dalam tubuhnya. Ia memeluk erat punggung Kyu Hyun saat cairannya tumpah di bawah sana. Kyu Hyun tersenyum, dia justru mempercepat gerakan pinggulnya sambil melingkarkan kaki Je Mi dipinggulnya.
“Sayanghh-ah..kau membuatku gila,” Kyu Hyun mengulum cuping telinga Je Mi dan menahan tangan Je Mi sementara tempo gerakannya semakin cepat.
“Ahhh..ppalli..ppalli..” Je Mi memekik seperti orang gila saat Kyu Hyun kembali menghentak miliknya dengan keras.
“Ahh Sayanggg…” desah Kyu Hyun. Kyu Hyun terus menggenjot vagina Je Mi, dengan hentakkan keras. Mulutnya tak tinggal diam, ia mencium bibir gadis itu melumatnya menghisapnya membelitnya. Kyu Hyun merasakan nikmat saat pusat tubuhnya diremas dengan sangat kencang oleh milik Je Mi. Vagina Je Mi berdenyut cepat, ia akan kembali merasakan klimaksnya. Kyu Hyun yang menyadarinya, mulai memelankan gerakkannya. Lalu dengan hentakkan keras ia menghujam dalam-dalam milik Je Mi membuat gadis itu memekik merasakan orgasme keduanya. Je Mi terengah, merasakan pelepasannya. Kyu Hyun semakin bergerak cepat, Kyu hyun semakin menghentakkan keras miliknya kedalam milik Je Mi.
“Ahhhhh..” Je Mi dan Kyu Hyun melenguh kencang bersamaan karena mendapat pelepasan bersama. Je Mi mendesah merasakan aliran hangat masuk beberapa kali ke memenuhi rahimnya.
Mereka saling bertatapan dengan senyum bahagia terpatri di bibir masing-masing. Nafas mereka memburu, Kyu Hyun mendekap tubuh penuh peluh wanitanya. Mata Je Mi terpejam, merasa lelah atas pergulatan panas mereka. Kyu Hyun, mengelus punggung halus milik wanitanya, mencium pelipis Je Mi lalu ikut terpejam ke alam mimpi.
“Banyaknya waktu yang kita habiskan bersama dimanapun. Kembali seakan aku bisa menyentuh tanganmu seperti hari kemarin. Setiap kali kau muncul. Suara itu menggema cukup rendah. Sampai wajahmu menyerupai sinar matahari di musim semi. Kau selalu bersinar dengan terang di hari-hariku. Aku mencitaimu Hyun Je Mi-”
“Setiap hari dan malam yang kulalui, aku merasa kehilanganmu. Meskipun kau tak disampingku lagi, tapi hati ini selalu bersamamu. Meskipun aku tak mampu melihatmu saat itu. Dihatiku kau tidak akan pernah berubah. Aku tidak mengharapkan agar kau kembali padaku, tapi kini kau kembali. Dan aku tetap mencintai mu Cho Kyu Hyun-“
3Tahun Kemudian,,,,
Kilatan lampu camera berhasil mengabadikan beberapa moment manis yang tercipta dipesta itu. Semua orang yang hadir terlihat ikut berbahagia, sebahagia sang pemilik acara tersebut. Pesta pernikahan layaknya ratu dan raja sehari tercipta malam itu. Senyum bahagia juga terlihat jelas diwajah pasangan baru tersebut. Kim Jang Woo dan Ahn Jae Eun terlihat serasi malam ini sebagai pasangan pengantin.
Beberapa menit berlalu pasangan yang nyatanya terlambat datang itu, terlihat ikut bergabung dengan tamu undangan lain. Kyu Hyun mangapit lengan kekasihnya dengan erat. Sementara gadis itupun terlihat enggan beranjak sedikit pun dari kekasihnya. “Oppa mereka disana…” bisik gadis itu ditelinga kekasihnya, setelah menemukan apa yang ia cari-cari. Kyu Hyun mengikuti arah pandang kekasihnya, tersenyum saat melihat sekumpulan orang yang pasti sudah menunggu mereka sejak tadi. Kyu Hyun dan Je Mi melangkah menuju beberapa orang berpakaian rapi yang terlihat tengah menikmati pesta tersebut.
“Kita benar-benar terlambat dan itu semua karna mu, Oppa…”
Kyu Hyun mengalihkan tatapannya, pada gadis disampingnya. Menghembuskan nafasnya, menyadari kesalahannya. Ia yang menyebabkan keterlambatan mereka. Dan tentunya jangan lupakan wajah kesal Je Mi malam ini.
Setelah perjuangan serta cobaan yang mereka lalui bersama-sama, akhirnya setelah hampir berpisah dan terpisah oleh jarak dan waktu mereka dapat kembali bersama. Sudah 3 tahun terakhir ini, mereka kembali bersama dalam hubungan yang lebih serius.
“Ooo ayolah sayang, aku sudah jelaskan bukan apa yang membuat ku terlambat menjemput mu…” sesal namja itu sambil berbisik.
“Jadi simpan dulu wajah kesal mu itu. Kita harus segera memberi selamat pada Jang Woo Hyung dan Jae Eun Nona..”
“Bocah ini benar-benar terlambat, cihh..” cibir Kim Jae Hyuk yang terlihat kesal saat baru melihat kedatangan sahabatnya itu.
“Mianhae Eonni kami datang terlambat…” sesal Je Mi pelan.
Je Mi memeluk wanita itu sesaat, sambil menggumamkan kata-kata selamat atas pernikahannya. Kim Jang Woo yang merupakan kakak sepupu dari Kyu Hyun. Selain pria bernama Kim Jae Hyuk, ada 2 orang lagi yang berkumpul diantara mereka. Diantarannya Kim Joon Myeon dia adalah seorang pengusaha sukses yang merupakan ahli waris dari beberapa perusahaan besar di Seoul, lalu Henry Lau pria berwajah China itu terlihat lebih muda diantara yang lain.
“Jadi sebenarnya apa yang membuat kalian terlambat..hmm..” ujar Jang Woo sambil menepuk hangat sebelah bahu Cho Kyu Hyun.
“Sesuatu membuatku terlambat menjemput Je Mi..” sesal Kyu Hyun, namja itu melirik kekasihnya sesaat.
“Je Mi kau terlihat cantik malam ini..” puji Joon Myeon sambil memberikan senyuman terbaiknya pada gadis itu, yang berhasil membuat Kyu Hyun menggerang kesal melihatnya.
“Ooo itu pujian yang sangat manis, terimakasih Oppa..” Mereka yang berada disana tertawa bersama melihat bagaimana memerahnya wajah Kyu Hyun, saat kekasihnya menjawab pujian sahabatnya dengan kata-kata yang manis. “Sayang kau membuat ku, cemburu..” rengek Kyu Hyun dengan kesal.
“Ooo itu salah mu karna membuatku terlambat malam ini, tuan Cho..” sangkal gadis itu dengan cepat.
“Ooo kau membuat kesalahan yang fatal Cho Kyu Hyun..” goda Henry sambil menyenggol sebelah lengan sahabatnya.
“Diamlah kalian benar-benar membuat ku, kesal.” Desah namja itu dengan frustasi, mereka tertawa geli saat melihat bagaimana wajah kesal pria itu.
“Dia benar-benar kekanakan. Je Mi kau yakin ingin menikah dengan namja sepertinya, ku beri satu pilihan. Berpaling padaku, dan kita akan berbahagia..haha…” goda Kim Joon Myeon yang tak kunjung puas menggoda sahabat nya itu.
“Ooo aku benar-benar menunggu tawaran itu. Akan ku pikirkan, Oppa…” seru Je Mi sambil tertawa. Kyu Hyun yang mendengarnya segera, memberi kekasih nya itu tatapan tajam seolah tidak percaya jika gadis itu akan menjawab dengan kata-kata demikian.
“Oo kalian benar-benar berniat bersekongkol dibelakang ku begitu?” ujar Cho Kyu Hyun dengan kesal. Namja itu mendengus kesal. Melihat tawa Je Mi, dan semuanya membuat Kyu Hyun sadar jika semua yang mereka katakan hanyalah godaan semata.
“Dia benar-benar tidak berubah..” seru Jae Hyuk sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Sudah puas mentertawakan ku, eoh..” sindir Cho Kyu Hyun dengan pelan.
Je Mi menyipitkan matanya, lalu memfokuskan tatapannya pada wajah Kyu Hyun yang berdekatan dengan wajahnya. “Kau terlalu menganggapnya serius..” cibir Je Mi dengan pelan.
“Jadi kapan tepatnya kalian akan menyusul kami?”
Kyu Hyun dan Je Mi sama-sama terhenyak mendengar pertanyaan Jang Woo. Je Mi terlihat merona setelah Kyu Hyun melepas pelukannya. Gadis itu menundukkan wajahnya. “Itu sama sekali belum terpikirkan olehku, Hyung.” Jawab Kyu Hyun seadanya.
Je Mi mendongkakan kepalanya, ia sedikit terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut manis namja itu. Mengapa jawaban namja itu seolah, mematahkan harapan Je Mi tentang sebuah pernikahan yang sudah didepan matanya. Gadis itu terhenyak, ia menggigit pipi bagian dalamnya, terlihat kecewa atas jawaban Cho Kyu Hyun.
“Sayang sekali, kalian sudah terlihat serasi..” seru Jae Eun sambil mengelus lengan Je Mi yang akhirnya menyadarkan gadis itu dari lamunannya..
“Y-yaa itu sama sekali belum terpikirkan oleh kami..” timpal gadis itu dengan pelan. Sementara Kyu Hyun seolah tidak menyadari perubahan wajah kekasihnya yang kini terlihat murung.
Benarkah Kyu Hyun tidak ingin menikah dengannya?
Benarkah Kyu Hyun melupakan janjinya?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus menghantui pikiran Je Mi, bahkan membuat gadis itu tidak sadar bahwa kini mereka sudah sampai didepan Apartementnya. Kyu Hyun menatap Je Mi yang masih terdiam disamping nya, namja itu sedikit heran karena gadis itu tidak mengatakan sepatah katapun sejak perjalanan pulang.
“Hey kau baik-baik saja?” tanya Kyu Hyun pelan, sambil membelai wajah mulus kekasihnya. Je Mi menelan ludahnya saat menyadari mereka sudah sampai.
“Anniya aku hanya merasa lelah..” desah Je Mi.
Kyu Hyun menghela nafasnya, ia mencium kening wanitanya memberinya kecupan manis dibibir lalu membisikkan kata-kata cinta yang sejujurnya selalu membuat Je Mi berbunga tapi tidak dengan saat ini. Hatinya terlalu kalut. Pikirannya melayang saat beberapa pertanyaan begitu menganggu benaknya. Seperti apakah Kyu Hyun meragukan hubungan mereka? Apa Kyu Hyun tidak yakin akan dirinya.
“Kau tidak lupakan jika, lusa adalah kelulusan ku?” tanya Je Mi pelan, ia melihat Kyu Hyun yang menangkup wajahnya mendengar deru nafas pria itu yang terdengar berat. Jantung gadis itu berdebar dengan keras.
“Maaf aku tidak bisa datang. Aku se-“
“Tidak apa-apa. Aku tau kau pasti sangat sibuk.” Potong gadis itu dengan cepat. Ia mengalihkan tatapannya, dan menghindar saat Kyu Hyun hendak meciumnya.
Je Mi menahan nafasnya, air matanya sudah menumpuk dipelupuk matanya siap mengalir. Hatinya menjerit pedih. “Kyu Hyun melupakannya. Dia benar-benar melupakannya..”batin gadis itu.
“Hey maafkan aku sayang, ini mendadak. Kau tau, aku juga sangat ingin datang tap-..”
“Tidak. Tidak apa-apa, sekarang pulanglah ini sudah malam dan aku ingin istirahat..”
Je Mi mendesah panjang saat ia keluar begitu saja dari mobil Kyu Hyun, entahlah tiba-tiba saja suasana hatinya memburuk. Ia kecewa. Tentu sangat kecewa, bukan kah Kyu Hyun sendiri tau jika kelulusan itu sudah sangat Je Mi nanti-nantikan.
*Flash back On
Kaki mereka mengayun dengan indah, jari-jari mereka pun terpaut dengan mesra. Kyu Hyun menatap wajah kekasihnya, melihat kembali senyuman itu benar-benar merupakan kebahagian terbesar baginya.
“Apa pemandangan itu lebih menarik dibandingkan aku?”
 “Apa Haa?”
“Sejak tadi kau hanya menatap lurus kedepan, dan mengabaikan pria tampan disamping mu ini..”
Je Mi tertawa pelan. Ia menggelengkan kepalanya, tidak menyangka atas tingkat kepercaya dirian Kyu Hyun yang berbelibihan ternyata tidak menghilang sama sekali.
“Kau sama sekali tidak berubah..”
Cho Kyu Hyun tersenyum, ia membelai punggung tangan Je Mi yang berada dalam genggamannya. “Kau memangnya menginginkan ku berubah menjadi apa, sayang hmm..?”
“Kau harus menjadi seperti Doraemon yang memiliki kantong ajaib.” Jawab gadis itu dengan cepat. Kyu Hyun terkekeh memikirkan sesuatu. “Agar kau bisa mengabulkan permintaan ku.” Tambah Je Mi.
Kyu Hyun menghembuskan nafasnya. “Memang apa permintaan mu, hmm?”
Je Mi menatap pria disampingnya. “Bersama mu. Permintaan ku adalah, aku ingin bersama mu selamanya..”
Kyu Hyun menangkup wajah Je Mi, “Dengar tanpa aku menjadi seperti Doraemon pun aku akan mengabulkan permintaan mu. Karna kita akan bersama selamanya..”
“Tidak akan terpisah lagi?” tanya Hye Sun.
Kyu Hyun mengangguk dengan cepat.
“Aku berjanji. Setelah kau menyelesaikan kuliah mu, aku akan segera melamarmu lalu kita menikah. Dan aku akan menjadikan mu wanita yang paling bahagia di dunia ini saat kita menikah nanti. Memiliki beberapa anak, dan hidup bersama hingga kita menua..”
Kyu Hyun, mengecup kening Je Mi cukup lama. Lalu saling berpelukan dan berbagi kehangatan satu sama lain.
*Flash back Off
Hyun Je Mi menghela nafasnya, saat mimpi itu kembali menganggu tidur nyenyak. Mimpi yang membuatnya teringat akan janji Kyu Hyun. Janji pria itu untuk melamarnya saat sesudah ia menyelesaikan pendidikannya dibangku kuliah. Hari ini Je Mi akan menjalankan sesi wisuda, yang menandakan kelulusannya dibangku perkuliahan. Tapi bahkan 2hari terakhir gadis itu sulit tidur, dan tak bersemangat menyambut kelulusannya.
Ngomong-ngomong mengenai Kyu Hyun setelah acara pernikahan Kim Jang Woo, namja itu benar-benar menghilang bak ditelan bumi. Berbekal penjelasan singkat yang Kyu Hyun beritahu melalui pesan singkat, namja itu mengakatan jika ia tengah benar-benar sibuk dengan pekerjaannya dan tengah melakukan perjalanan bisnis keluar negeri.
Je Mi mengambil ponsel pintar miliknya. Mencoba menghubungi Kyu Hyun mungkin salah satu jalan keluarnya. Je Mi mendesah frustasi saat layanan operator yang menjawab panggilannya.
“Oppa aku merindukan mu..” ucap Je Mi dengan suara serak dikontak pesan suara yang ia tinggalkan untuk Kyu Hyun.
“Apa dia benar-benar sibuk dan tidak ingin aku ganggu?” cibir gadis itu dengan kesal. Ia melempar ponsel miliknya, dan menggerutu kesal.
Je Mi menyembunyikan wajahnya, diantara lututnya yang ia tekuk. Fikirannya benar-benar kacau, dan ia selalu teringat akan janji Kyu Hyun yang akan melamarnya jika ia sudah menyelesaikan kuliahnya. Tapi bahkan kini keadaannya, membuatnya ragu jika Kyu Hyun masih mengingat janjinya itu.
Hyun Je Mi mendesah panjang sambil memejamkan matanya, saat setelah ia tiba dikediamannya. Acara kelulusan yang benar-benar membosankan dan membuatnya lelah hari ini berjalan dengan lancar. Tapi ada sedikit yang merusak kebahagiaan gadis itu hari ini. Apalagi selain ketidak hadiran Kyu Hyun hari ini. Namja itu hanya mengirimnya sebuah pesan singkat, yang berisi ucapan selamat untuk kelulusannya hari ini. Tapi bahkan saat setelah Je Mi hendak ingin menghungi balik namja itu, Kyu Hyun kembali sulit dihubungi dan itu benar-benar membuat Je Mi kesal dan uring-uringan dihari bersejarahnya hari ini.
“Aku ingin segera mandi, setelah itu beristirahat”
Drrt Drrt Drrt
From : Jae Hyun Oppa
“Je Mi malam ini datanglah Caffé rainbow. Kita akan merayakan kelulusan mu, ingat aku akan memukul kepala mu jika kau tidak datang.”
Je Mi mendesah panjang saat setelah membaca pesan singkat yang ia terima dari Jae Hyun kakaknya. “Dia itu benar-benar. Aku bahkan tidak berselera untuk merayakannya sama sekali ishh”
Je Mi melangkah pelan menyusuri jalanan yang malam ini cukup ramai, setelah berfikir keras akhirnya gadis itu menuruti keinginan kakaknya. Jauh dilubuk hatinya, Je Mi berharap Kyu Hyun lah yang akan memberinya pesta perayaan atas kelulusannya. Tapi apa daya bahkan hingga saat ini, namja itu belum juga memberi kabar.
“Aku ragu. Apa benar ini tempatnya?” ujar gadis itu, Je Mi menatap tempat yang sudah dipilih kakaknya. Je Mi ragu, saat melihat keadaan tempat itu yang terlihat sangat sepi. Dan ia terpaku saat menyadari tempat itu dalam keadaan gelap gulita.
“Ku rasa aku salah tempat. Kenapa disini gelap..” batin gadis itu.
Je Mi berdiri terpaku. Ia menatap sekeliling tempat yang tak dilengkapi cahaya sedikit pun. “Apa ada seseorang disini?” ujar Je Mi dengan cukup keras. Tak ada jawaban sama sekali. Je Mi mulai memundurkan langkahnya, “Jae Hyun Oppa…”
Lalu tiba-tiba ia mendengar seseorang menjentikkan jarinya. Lalu cahaya lampu mulai menerangi tempat itu. Je Mi melihat seseorang berdiri dengan tegap tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Pria yang berpakaian rapih, dengan kemeja biru nya itu terlihat tampan sambil memegang sebuah pengeras suara.
“Cho Kyu Hyun..” batin Je Mi.
Cho Kyu Hyun berdiri dengan hati berdebar. Tangannya telah siap memegang sebuah pengeras suara, menandakan jika namja itu akan menyanyikan sebuah lagu.
Je Mi tersenyum kecut. Lalu melangkah lebih dekat, melihat dengan jelas kekasihnya yang berdiri dengan gagah dipanggung kecil yang berada ditempat itu. Je Mi tersenyum simpul, saat telingannya mulai mendengar music bermain. Menyanyi memang bukalah hal yang tabu bagi pria itu.
Je Mi tersenyum, melihat Kyu Hyun yang bernyanyi dihadapannya. Mendengar suara merdu pria itu. Lalu matanya tiba-tiba saja memanas saat mengetahui lagu apa yang dinyanyikan pria itu saat ini. Je Mi membekap mulutnya, matanya mulai berurai air mata. Melihat tanpa berdekip pria yang sangat ia cintai, kini tengah menyanyikan sebuah lagu cinta untuk nya.
If You’re Not The One || Daniel Bedingfield
If you’re not the one, then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one, then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
If you you are not mine, would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through and I hope
You are the one I share my life with
I don’t wanna run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?
If I don’t need you, then why am I crying on my bed?
If I don’t need you, then why does your name resound in my head?
If you’re not for me, then why does this distance name my life?
If you’re not for me, then why do I dream of you as my wife?
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through and I hope
You are the one I share my life wit
And I wish that you could be the one I die with
And I pray that you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
Air mata mulai menghiasi pipi mulus Je Mi, saat memahami bait-bait terakhir dari lagu yang Kyu Hyun nyanyikan. Gadis itu benar-benar tidak sanggup menyembunyikan rasa terharu dan bahagia yang ia rasakan saat ini.
Cho Kyu Hyun melangkah dengan gagah, berdiri dihadapan Je Mi. Pria itu membelai pipi basah Je Mi menghapus air mata yang menghiasi pipi gadisnya. Je Mi tersenyum merona, sambil menyentuh tangan Kyu Hyun yang membelai wajahnya. Lalu ia melihat Hyun Jae Hyun yang duduk bersama istri dan putrinya tak jauh dari tempatnya, dan Kyu Hyun berdiri saat ini.
“Seperti apa yang aku nyanyikan. Dan sesuai dengan janji ku. Aku harap kau bisa menjadi seseorang yang menemaniku hingga mati. Dan aku berdoa kaulah seseorang yang akan membangun rumah bersamaku. Kuharap aku akan mencintaimu selama hidupku.”
Nafasnya memburu saat melihat betapa tulusnya kata-kata yang Kyu Hyun katakan saat ini, Je Mi menghapus air matanya kasar. Ia mencoba tersenyum, demi memberi tau pria itu jika tangisannya adalah tangisan bahagia.
Sedetik kemudian, Cho Kyu Hyun berlutut dihadapan wanita yang sangat ia cintai itu. Ia membuka sebuah kotak, yang didalam nya terdapat sebuah benda bulat bertahta kan berlian dengan batu sapphire biru yang terlihat sangat cantik. Cho Kyu Hyun menarik nafas panjang.
“Hyun Je Mi maukah kau menikah dengan ku. Menjadi tua bersamaku, dan menjadi teman hidup ku hingga akhir hidup ku. Aku ingin kau menjadi istriku, kau seseorang yang akan berbagi hidup denganku. Lalu memliki beberapa anak, dan merawatnya bersama hingga mereka dewasa. Merawatku jika aku sakit. Memberitahuku jika aku berbuat salah..”
Je Mi kembali menangis saat lidahnya terasa kelu, hanya untuk sekedar mengatakan iya. Jiwanya terasa terbang ke angkasa, hatinya menjerit bahagia melihat pria yang sangat ia cintai kini tengah bersimpuh dihadapannya memohon kesediannya untuk menerima lamaran pria itu.
Tanpa kata-kata, Je Mi menganggukkan kepalanya ditengah air mata yang berderai. Kyu Hyun tersenyum lega, lalu ia menyematkan cincin itu dijari lentik Je Mi yang menandakan jika mulai saat ini Hyun Je Mi berstatus sebagai calon istrinya.
Kyu Hyun kembali berdiri, lalu menangkup wajah gadisnya mencium kening Je Mi. Lalu memeluk gadis itu dengan erat. Perasaannya kini benar-benar jauh dari apa yang ia bayangkan, setelah beberapa hari tidak bertemu demi untuk rencana yang telah ia siapkan ini dan semuanya kini terbayar lunas, namja itu sangat bahagia tatkala wanita yang kini dalam dekapannya menerima lamarannya. Didepan orang-orang terkasih mereka. Ya lihat lah, Jae Hyun berserta keluarga kecilnya yang ikut tersenyum bahagia melihat kebahagian Je Mi dan Kyu Hyun. Lalu beberapa sahabat mereka, seperti Henry, Kim Joon Myeon, Kim Jang Woo berserta istrinya, dan jangan lupkan Kim Jae Hyuk yang juga hadir.
“Rencana mu benar-benar berjalan sukses..” bisik Je Mi dalam dekapan erat Kyu Hyun. Pria itu terkekeh lalu meregangkan pelukannya, menyatukan dahinya dengan dahi Je Mi. “Terimakasih.” tambah gadis itu.
“Ya dan juga selamat atas kelulusan mu. Ah aku hampir lupa, kau sangat cantik saat menerima kelulusan mu tadi pagi…”
Je Mi tersenyum merona namun sesaat kemudian ia menautkan alisnya, mengingat kalimat terakhir yang pria itu ucapkan. Sementara Kyu Hyun hanya terkekeh geli melihat wajah bingung gadisnya. “Apa kau tidak menyadari pria berjas hitam, yang menggunakan topi dan duduk dibangku belakang saat kau menerima kelulusan mu. Itu adalah aku sayang,,”
Je Mi menganga mendengar pengakuan pria itu. Ia mencubit lengan pria itu tanda kekesalannya, sejujurnya Je Mi memang menyadari kehadiran ciri-ciri pria yang Kyu Hyun sebutkan tadi yang ia lihat menghadiri acara kelulusannya namun gadis itu tidak menyangka jika itu adalah Kyu Hyun.
“Aku fikir kau melupakan janjimu. Aku kesal kau menghilang begitu saja. Kau membuat ku tersiksa, karna merindukan mu. aku fikir kau….”
“Aku mencintaimu..” potong Kyu Hyun dengan cepat, diiringi dengan gerakan cepat tangannya yang menarik tengkuk Je Mi. Je Mi memejamkan matanya, saat merasakan bibir Kyu Hyun yang mengecup bibirnya. Memangut bibir manis miliknya, melumat nya pelan. Je Mi memejamkan matanya, membalas setiap lumatan Kyu Hyun.
Kyu Hyun menyatukan dahinya dengan dahi Je Mi, mengecup sekali lagi bibir cerry milik gadisnya. “Jadi kuharap kau cukup pintar untuk mengerti mengapa aku menghilang beberapa hari ini. Dan jangan kira aku melupakan janjiku, itu tidak akan pernah sayang..”
“Aku tidak tau apa yang harus aku katakan. Aku sangat bahagia, dan aku mencintaimu Oppa..”
Je Mi memeluk erat tubuh tegap Kyu Hyun. Gadis itu tidak pernah bermimpi jika Kyu Hyun sudah menyiapkan semua ini untuknya. Terlebih gadis itu juga sangat bahagia, ternyata Kyu Hyun sama sekali tidak melupakan janjinya. Setelah ini mungkin mereka akan mulai mempersiapkan pernikahan mereka. Lalu membangun keluarga kecil yang bahagia bersama, seperti impian mereka berdua.
Kyu Hyun mencium pucak kepala gadisnya berungkali, senyuman bahagia juga terlihat jelas diwajah tampannya. Dan ia lebih bahagia karna tak sabar menanti hari dimana mereka nanti akan berdiri di altar bersama, lalu mengucapkan janji pernikahan.
Melewati malam dengan perbincangan hangat, mereka larut dalam kebahagiaan milik Cho Kyu Hyun dan Hyun Je Mi malam itu. Semua menjadi sangat berarti saat kita sudah menemukan seseorang untuk menjadi teman dalam hidup kita untuk seumur hidup. Dan waktu memang tengah memberikan kebahagiaannya untuk cinta Kyu Hyun dan Je Mi.
FIN!!!!
#Hohoo ff abal-abal ini akhirnya selesai. Elap keringet, semoga semua suka ya dengan ff yg masih jauh dari kata bagus ini. berhubung masih pemula, jadi mohon saran dan kritik. RCl ditunggu yooo… paipaai sampai ketemu diff ku yang lain<3<3

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: