Don’t Remember Me

1
ff nc dont remember me
Tittle                : Don’t Remember Me
Author             : Jeonghoon 20180
Main Cast        : Cho Kyuhyun, Park Hyura
Genre              : Romance
Lenght/ Rate   : Oneshoot, NC 21+
Cuap-cuap admin
The first FF in here sebagai pembuka, admin sengaja repost FF dari salah satu Author ketche kita @miss_hoon, dan sudah mendapatkan izin penuh dari  sang penulis, ini alamat wep authornya http://jeonghoon20180.wordpress.com/ pasti udah pada tahu kan ya!, Ok! Happy Reading!!

“Hidupku….dan Hidupmu!!”
“lebih baik aku mati saja”
“aku akan mengejarmu meskipun harus sampai ke ujung neraka”
Hyura pov
“hah..hah..hah..” aku mengatur nafasku yang sedikit tersengal. Astaga, mimpi itu lagi. entah sudah berapa kali aku mengalami mimpi yang sama. Mimpi abstrak yang tidak bisa kuingat detailnya namun menyuarakan suara-suara aneh dan membuat kepalaku sakit seperti ditusuk-tusuk.
“mimpi buruk lagi?” aku menoleh dan mendapati Kyuhyun ikut terbangun. Kemudian ia menyalakan lampu kecil yang persis ada disebelahnya.
“maaf membangunkanmu” kataku dan berniat beranjak dari tempat tidur tapi tangan Kyuhyun menahan lenganku.
“mau kemana kau?” tanyanya dengan nada sedikit tidak suka
“aku mau ambil air”
“biar aku yang ambil” sahutnya datar kemudian memakai pakaiannya yang tercecer di lantai dan keluar kamar.
Aku menghela nafas lega saat Kyuhyun meninggalkanku. Setidaknya aku butuh waktu untuk  menjernihkan kepalaku. Rasanya aku ingin sekali mengingat apa yang barusan kulihat dimimpiku, tapi aku tidak bisa, karena jika aku memaksa yang ada kepalaku kembali seperti ditusuk-tusuk.
“ini” tanpa kusadari Kyuhyun sudah ada didepanku dan menyodorkan segelas air putih. Tanpa pikir panjang aku mengambil dan meminumnya sampai habis. Aku sendiri cukup terkejut, ternyata aku sehaus itu.
“tidurlah! Besok akan jadi hari yang melelahkan” kata Kyuhyun malas dan kembali berbaring disampingku.
Aku memilih untuk tidak mendengarkannya dan menyenderkan punggungku di kepala ranjang. Hal tersebut menjadi sorotan tajam Kyuhyun. “Hyura-ya tidurlah! Kau tidak lihat ini jam berapa?”
“aku tidak bisa tidur, lagipula besok kita punya waktu yang panjang di pesawat” kataku keras kepala
Kyuhyun menghela nafas kemudian ia menarikku paksa ke dalam pelukannya. “kubilang aku tidak bisa tidur” aku mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun. tapi tenaganya jauh lebih kuat dan menahan kepalaku tetap didadanya.
“pejamkan matamu dan mulailah menghitung domba” ia semakin mengeratkan pelukannya dan mulai mengelus pelan kepalaku. Hangat. Pelukan Kyuhyun hangat dan nyaman, membuatku seolah terlindungi. Tanpa sadar tanganku ikut terangkat dan membalas pelukannya.
“aku janji tidak akan ada lagi mimpi buruk” katanya sebelum aku benar-benar terlelap.
***
Kyuhyun semakin mengeratkan pegangan tangannya di jemariku saat keluar bandara Incheon. Seorang pria paruh baya langsung menghampiri kami begitu kami keluar dari pintu kedatangan luar negeri.
“anyyonghasseo Tuan muda Kyuhyun” sapa pria tersebut dan Kyuhyun mengangguk membalasnya. “silahkan tuan, nona. Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu anda di rumah” kami mengikuti pria tersebut ke mobil yang telah menunggu kami di parkiran.
Selama perjalanan pulang Kyuhyun jarang sekali berbicara. Lebih dari 13 jam, perjalanan dari LA ke Seoul bisa dihitung berapa kali ia membuka mulutnya. Sebenarnya ia memang menjadi lebih sering uring-uringan semenjak ayahnya meminta ia kembali ke Seoul beberapa minggu lalu. dan puncaknya hari ini ia benar-benar tidak pernah mengulum senyumnya sedikitpun, walaupun itu untukku.
“kau tidak akan bekerja disini!” katanya tiba-tiba dan otomatis membuatku menatapnya bingung.
“maksudmu?”
“Aku sudah bicara pada eomma, kau akan membantunya di café”
“tapi Kyu….”
“kau akan mulai bekerja jam 10 dan selesai sebelum aku pulang kantor, dengan begitu jam kerjamu lebih flexible” katanya tanpa menoleh ataupun mendengarkan pendapatku.
Aku menghela nafas lelah dan memilih tidak membantahnya. Begitulah Cho Kyuhyun, dia tunanganku yang sangat otoriter. Dia selalu mengatur hidupku tanpa terkecuali. Terkadang aku merasa lelah dan muak, tapi ada bagian dari dalam diriku yang selalu ingin menurutinya dan tidak bisa meninggalkannya.
4 tahun lalu, saat aku membuka mataku untuk pertama kalinya, sosoknya lah yang kulihat. Saat itu ia sangat asing di mataku. Dia bilang namaku Park Hyura dan dia, Cho Kyuhyun adalah tunanganku. tapi sampai satu tahun kami bersama aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Yah Mungkin ini efek karena aku tidak mengingatnya.
“aku akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi” itulah yang ia ucapkan saat aku bilang tidak mengenalnya. Dan ia membuktikan ucapannya. Aku benar-benar jatuh cinta padanya, meskipun itu memakan waktu yang cukup lama, setidaknya sampai setahun lalu.
“ayo turun” kata Kyuhyun sekaligus membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk dan turun mengikutinya masuk ke kediaman keluarga Cho. Rumah yang hanya bisa kukunjungi sekali dalam setahun pada saat perayaan natal. Dan itu pun hanya sehari, karena besoknya Kyuhyun pasti sudah membawaku kembali ke LA.
“aigoo~ Hyura-ya, neomu bogoshippo” eomonim menyambut kami dan langsung memelukku.
“ne eomonim, kami juga sangat merindukanmu” sahutku masih dalam pelukannya. Ia menoleh dan mendapati Kyuhyun di sampingku.
“dasar anak nakal” kata eomonim dan melepas pelukanku kemudian memeluk anak laki-lakinya itu.
~
Tidak seperti yang diharapkan, makan malam bersama keluarga Cho tidak seceria biasanya. Kali ini suasana lebih hening dan hanya terdengar dentingan bunyi alat makan. “kalian akan tinggal disini kan?” tanya eomonim sekaligus memecahkan keheningan.
“aniyo, aku sudah membeli rumah yang dekat dengan perusahaan dan KonaBeans” sahut Kyuhyun datar.
“Kyuhyun-ah, kalian belum menikah, tidak baik kalau kalian tinggal bersama” kata Aboenim, jelas sekali ia tidak menyetujui keputusan Kyuhyun.
“kalau begitu percepat pernikahannya” jawab Kyuhyun santai
“baiklah kami akan mempercepat pernikahan kalian, tapi sampai hari itu tiba, kalian harus tinggal terpisah dan biarkan Hyura tinggal disini” kali ini eomonim yang membujuknya.
“SHIREO” sahut Kyuhyun keras atau bisa dibilang ia membentak ibunya. Astaga, apa yang bocah ini pikirkan. Apa susahnya sih membiarkanku tinggal dengan orang tuanya.
“CHO KYUHYUN!! jaga bicaramu! Berani sekali kau berbicara seperti itu pada ibumu” kata aboenim tak kalah kerasnya dengan Kyuhyun.
“Appa! Aku sudah menurutimu untuk kembali kesini meskipun aku tidak mau. Dan sebagai gantinya aku hanya ingin pernikahan kami di percepat, bukannya malah memisahkanku dengan Hyura!”
“dasar anak bodoh! Memisahkan apanya? Dia hanya tinggal bersama kami” geram Aboenim
“Kyuhyun-ah” aku memegang tangan Kyuhyun berusaha menenangkannya, ini hari pertama kami tiba tapi sudah di warnai pertengkaran yang tidak berarti menurutku.
Diluar dugaanku, ia malah menepis tanganku kasar “aku sudah menuruti Appa untuk kembali dan bekerja disini. Tapi Hanya sampai situ batas toleransiku, diluar hal itu sepenuhnya adalah keputusanku. Permisi!” Kyuhyun langsung bangkit dan pergi meninggalkan ruang makan.
“dasar keras kepala” desah Aboenim
“Jesoanghamnida Aboenim, eomonim. Aku akan bicara dengannya” kataku sebelum meninggalkan mereka.
Aku membuka pintu kamar Kyuhyun perlahan. Kamarnya gelap karena ia tidak menyalakan lampu, tapi masih ada sedikit cahaya bulan yang menerobos masuk melalui beranda yang terbuka. Ia duduk di pinggir ranjang dan membelakangiku.
Ia sedikit menoleh saat aku menutup pintu namun tidak berbalik. “kenapa? Kau juga lebih memilih tinggal terpisah denganku?” tanyanya langsung dan masih membelakangiku
“Kyu, ini korea, bukan Amerika. Orang tua mu hanya ingin menjaga nama baik keluarga. Lagipula ini hanya sementara sampai kita menikah”
Ia berdiri dan berbalik menghadapku dengan cepat. Tanpa sadar aku memundurkan kakiku 1 langkah saat ia menatapku tajam, seolah apa yang kukatakan barusan adalah kesalahan fatal.
“menikah? Kapan? 1 bulan? 2 bulan? Atau 1 tahun hah?” katanya penuh emosi.”mereka sudah menjanjikan pernikahan sejak 6 bulan lalu tapi mana? Mereka malah menyuruh kita pulang dan membuatmu menjauh dariku”
“menjauh bagaimana maksudmu? Kita hanya tinggal terpisah dan kau bisa kemari kapan saja, ini kan rumahmu! Lagipula aku tidak akan kemana-mana” kataku tidak sabar, entahlah kali ini aku benar-benar seperti berhadapan dengan anak kecil yang keras kepala.
“kau…” ucapnya tertahan, kemudian ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar “ bagaimana aku bisa melewati satu malam tanpa kau di sampingku Hyura-ya” katanya frustasi.
aku berjalan mendekat dan kemudian memeluknya “nado Kyuhyun-ah, aku tidak bisa melewati malamku tanpamu” kataku lirih. Ia membalas pelukanku dan menyurukkan kepalanya disela leher dan bahuku. “tapi bertahanlah, hanya untuk sementara sampai kita menikah. Demi keluargamu eo”
bukannya menjawabku ia malah mengecupi bahuku dan manjilat leherku “ahh Kyu… sebaiknya akuh….ahhh” aku berusaha melepas pelukannya tapi ia semakin mengeratkan pelukannya
“sebaiknya apa honey hmmm” bisiknya lirih dan mengecupi telingaku sekaligus membuat bulu kudukku berdiri. Ia mulai menghisap-hisap kecil leherku dan membuat tanda disana “Kyu, jangan disituhh, ahhh…nanti eomonim….” susah payah aku berbicara tapi yang keluar malah desahan-desahan yang semakin membuat Kyuhyun bersemangat
Ia mengangkat kepala dan menatapku dalam “biar saja mereka tau, mungkin dengan kau hamil kita bisa menikah dengan cepat”
“Mwo?”
“malam ini kau tidak akan kubiarkan tidur Nyonya Cho” katanya sembari menyeringai
***
“hoaamm” aku menutup mulutku untuk kesekian kalinya. Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya dan baru membiarkanku terlelap saat menjelang subuh.
“Hyura-ya kau lelah? Sebaiknya kau beristirahat saja” suara lembut eomonim menginterupsiku
Aku tersenyum simpul kemudian menggeleng lemah “aniyo eomonim, gwenchana. Lagipula ini baru tengah hari”
“mianhe, gara-gara Kyuhyun kau jadi harus bekerja disini” kata eomonim sarat akan penyesalan “anak itu memang sangat keras kepala jika sudah menyangkut dirimu” desahnya lagi
“gwenchana, dengan begini aku jadi bisa membantu eomonim”
“tapi pekerjaan ini sebenarnya bisa dikerjakan oleh pekerja paruh waktu, dan bukan kau”
Aku tersenyum kaku mendengarnya, Entahlah aku juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun dengan memintaku untuk membantu ibunya di KonaBeans, padahal menjaga kasir bisa dilakukan siapapun. Dan akhirnya aku tidak bisa bekerja sesuai bidangku.
~
Aku menunduk dalam pada eomonim sebelum meninggalkan KonaBeans “sampai besok eomonim”
“ne hati-hati dijalan” sahutnya dan menepuk bahuku ringan.
Aku mengangguk kemudian berbalik dan berjalan ke luar, menghampiri mobil Kyuhyun yang sudah menungguku.
Pada akhirnya aku, aboenim ataupun eomonim tidak ada yang bisa mencegah keinginan Kyuhyun untuk tinggal dirumah yang telah ia beli. Dan dengan begitu aku semakin terkekang. Setiap hari aku diantar jemput oleh Kyuhyun ke KonaBeans, dan dia tidak akan membiarkanku pergi sendirian.
“bagaimana hari pertamamu di kantor?” tanyaku begitu masuk ke mobil Kyuhyun
“biasa saja” sahutnya datar sembari menyalakan mesin mobil dan menjalankannya.
“Kyu, aku harus ke supermarket sebentar. Kita tidak mempunyai apapun dikulkas”
“kita pergi bersama” jawabnya masih dengan fokus jalanan di depannya.
~
Kupikir ini ide yang cukup bagus mengajak Kyuhyun berjalan-jalan meskipun hanya ke supermarket. Dia cukup banyak menjelaskan beberapa jenis barang yang tidak bisa ku temui di LA. Disini aku juga cukup banyak menemukan makanan yang bisa dimakan gratis sebagai tester. Tapi berita buruknya, aku sama sekali tidak bisa memasak masakan korea, sedangkan Kyuhyun memasukkan belanjaan yang tidak kumengerti cara memasak.
“kyu, bisakah kita makan dengan makanan yang biasanya” kataku saat ia memasukkan bungkusan yang dia bilang itu namanya Chunjjang. Dia menatapku sesaat kemudian mengangguk mengerti. “mianhe, aku lupa kau belum terbiasa” katanya dan mengembalikan beberapa barang kembali ke raknya.
Setelah membayar ke kasir aku menunggu Kyuhyun yang sedang mengambil mobil di pintu masuk.
“Hyura-ya” aku membalikkan tubuhku saat mendengar suara dibelakangku. Terlihat seorang pria yang sangat manis memandangku lekat. Ia melihatku dari atas sampai bawah.
“ne, nuguseyo?”
“K kau benar-benar Park Hyura?” tanyanya lagi dengan nada takjub.
Aku mengerutkan keningku. dasar aneh, kalau dia tidak yakin kenapa memanggil namaku. “ne, nuguseyo?” aku mengulang pertanyaanku
“kau tidak mengenalku?”tanyanya tidak percaya dan ia berjalan semakin dekat denganku. Ia manatap mataku dalam,
jantungku berdetak lebih cepat saat matanya yang mengintimidasi memerangkap mataku. Tanpa sadar aku mundur satu langkah “k kau mengenalku?”
“ternyata kau benar-benar sudah melupakanku” gumamnya lirih.
“bu bukan begitu” selaku buru-buru “mianhe, bukan aku melupakanmu. Tapi….” Aku sedikit ragu apa aku harus menceritkannya pada orang yang baru kutemui.
“tapi….?” Tanyanya menunggu
“sebenarnya 4 tahun lalu aku mengalami kecelakaan, dan aku tidak mengingat apapun” jawabku akhirnya. Sepertinya dia benar-benar mengenalku, jadi kupikir tidak masalah untuk memberitahunya.
“apa? kecelakaan?” dia terbelalak mendengar pernyataanku dan aku hanya mengangguk mengiyakan.
Tiinnn Tiinnnn
Aku sedikit tersentak mendengar suara klakson mobil didepanku “mianhe, aku harus pergi” tanpa menunggu jawabannya aku mengambil kantong belanjaanku dan masuk ke mobil Kyuhyun.
“sudah kubilang berapa kali!!Jangan pernah bicara pada orang asing!!” hardik Kyuhyun begitu aku masuk ke mobilnya
“dia hanya tanya jalan” dustaku. Entahlah aku merasa tidak perlu berbicara hal yang sebenarnya pada Kyuhyun
“apa dia pikir kau ini penunjuk jalan? Memangnya tidak ada bagian informasi atau satpam?”
“sudahlah Kyu, ini bukan sesuatu yang harus diributkan!”
Dia mendengus kasar kemudian dengan terburu-buru ia memacu mobilnya 2 kali lebih cepat dari biasanya. Kulihat dari sudut mataku mulutnya masih menggerutu tidak jelas.”mulai besok setiap jam makan siang kau akan bersama denganku!” katanya tegas atau bisa dibilang itu perintah “kita akan makan siang bersama” tambahnya
“wae? Saat jam makan siang KonaBeans sangat ramai” protesku
“justru itu, tadi kulihat kau selalu tersenyum pada para pria. Apa kau tidak lihat bagaimana cara mereka menatapmu?”
“ya! Mereka itu pelanggan, masa aku harus cemberut saat melayani mereka”
“tapi kau tidak perlu tersenyum semanis itu pada mereka, senyum itu hanya aku yang boleh melihatnya. Arra!!”
“cih, kekanak-kanakan”
Dia menoleh cepat ke arahku dan memelototti ku “wae?” tantangku dan balas memelototinya.
“kau selamat karena ini masih dijalan, kalau tidak aku pasti akan langsung menyerangmu” aku sedikit bergidik mendengarnya. Kyuhyun adalah tipe orang yang selalu memegang kata-katanya, bahkan dulu saat di LA kami pernah bercinta di dalam perpustakaan karena aku lupa waktu dan membuatnya menunggu terlalu lama. Seberapa besar kami bertengkar pasti akan selalu berakhir di tempat tidur.
“kenapa? Kau takut?” Ejeknya begitu melihat ekspresiku “pushy” desisnya
“im not pushy Mr Cho! Malam ini biar aku yang memimpin”
“ as your wish honey” sahutnya menyeringai
***
Author pov
“Aaahh… Kyuu…uuughh…” suara erangan itu terdengar dari kamar Kyuhyun dan Hyura di rumah baru mereka.
Kyuhyun mengecupi bahu Hyura. Menyesap aroma tubuh wanita itu. aroma yang selalu diingatnya. Wangi yang lembutdan Membuat libidonya meningkat.
“Nghh…aaahhh…” bibir Hyura mulai merancau bersama tubuhnya yang bergerak naik turun.
Tangan Kyuhyun mengusap lembut pinggang wanita itu, membuatnya semakin mendesah keras.
“Aakhhh…ooohhh…nghhh…kyuuhh….”
“Mmnnhh…ssshh…hhhh…”
Tubuh itu semakin cepat menghentakkan tubuhnya. Milik Kyuhyun yang membentur-bentur rahim dan titik nikmatnya, membuat bagian kewanitannya berdenyut-denyut. Bunyi desahan itu mengalun memenuhi ruang kamar itu. kecipak dari benturan alat vital mereka, membuat gairah keduanya meluap.
Hyura mempercepat gerakannya. Tangannya bertumpu pada bahu kyuhyun, dadanya yang bergerak naik turun, membuat nipplenya ikut bergerak menggesek-gesek dada namja itu.
“Nghh…hhh…aakkh…”
“Sebentarh…uughhh…hhh…”
Tangan Kyuhyun membantu menggerakkan pinggul itu. Rasa nikmatnya berkumpul menjadi satu.
“Aaahh…aaakhh…nghhh…”
“Ssshhh..nghhh…” Kyuhyun mengangkat pinggul Hyura lalu menghujamkannya dalam-dalam “Aaaaaaaaarrrrghhh….”
Hyura melenguh sambil mendekap kepala kyuhyun, milik pria itu menekan kuat titik nikmatnya, membuatnya klimaks sementara Kyuhyun menyemburkan cairannya saat ia mengerang panjang.
“kau lelah” bisik Kyuhyun lembut dan mengecup kening Hyura penuh sayang. Gadis itu mengangguk pelan dan bergelung turun dari atas badan Kyuhyun dan memeluknya. Kyuhyun pun menarik selimut dan mendekap Hyura posesif.
“jangan pernah lakukan itu lagi!”kata Kyuhyun lembut dengan nada sedkit memohon.
“apa?” gumam Hyura di dada Kyuhyun.
“jangan pernah bicara pada orang asing, siapapun itu! atau aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah ini. Bahkan sesentipun” ujar Kyuhyun masih dengan nada lembut namun tegas.
“Hmmm” Hyura kembali bergumam, sebenarnya ia tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun karena ia terlalu lelah.
“saranghae. Jeongmal saranghae Park Hyura” bisik Kyuhyun kemudian mengecup puncak kepala Hyura dan semakin mengeratkan pelukannya
***
“ini pesanan anda tuan” Hyura meletakkan kopi pesanan pelanggannya. Ia baru berbalik hendak menuju konter tapi ada tangan yang menahan lengannya.
“Nona Park!” sapa seorang pria begitu Hyura menghadapnya. Gadis itu begitu terkejut melihat pria yang semalam ia temui di supermarket datang ke KonaBeans.
“k kau, bukankah pria yang semalam?” tanya Hyura takjub, entah untuk alasan apa Hyura sangat senang bertemu kembali dengan pria ini. “bagaimana bisa kau….”
“plat nomer” sahut pria tersebut cepat. “berkat plat nomer mobil yang kau tumpangi semalam. Apa kau punya waktu?” tanya pria tersebut to the point
Hyura menoleh cepat ke kiri dan ke kanan seolah takut ada yang melihat mereka “15 menit lagi kutunggu kau di parkiran gedung sebrang” bisik Hyura sepelan mungkin tapi pria itu masih bisa mendengarnya “dan kuharap kau membawa mobil” kata Hyura lagi sebelum meninggalkan pria itu.
Tokk tokk
“masuk” sahut orang dari balik pintu
Hyura memasuki ruangan tersebut dengan sedikit gugup, ia tidak terlalu pandai dalam urusan berbohong.
“oh Hyura-ya, ada apa? Apa ada masalah di bawah?” tanya Nyonya Cho ramah
“aniyo eomonim, aku hanya..hanya mau minta izin untuk pulang lebih awal. Sepertinya aku kurang enak badan” kata Hyura tertunduk
“benarkah?” tanya eomonim terkejut “apa perlu ku telpon Kyuhyun?”
“ani, aniyo eomonim” sergah Hyura cepat “aku hanya anemia, aku bisa pulang naik taksi”
“tapi Kyuhyun bisa marah kalau dia tau kau sakit tapi tidak menghubunginya”
“gwenchana eomonim, ini hanya anemia dan aku Cuma perlu beristirahat sebentar” keringat dingin mulai membasahi tengkuk Hyura, sulit baginya untuk terus beralasan
“tapi Hyura-ya…”
“kalau begitu aku permisi” potong Hyura cepat sebelum calon ibu mertuanya itu berbicara lagi.
Gadis itu menghembuskan nafas lega saat keluar dari KonaBeans dan berlari menyebrang menuju parkiran gedung sebrang.
~
Hyura menghampiri pria yang tadi mengunjunginya di cafe. Pria tersebut terlihat elegan dengan pakaian yang tidak terlalu formal namun terkesan rapi sambil menyender di kap mobilnya.
“menunggu lama?” sapa Hyura dan otomatis membuat pria tersebut mendongak.
Pria itu mengulum senyumnya dan menggeleng pelan “kajja, mumpung sudah disini aku ingin menunjukkan suatu tempat padamu”
Hyura mengernyitkan keningnya “kemana?”
“naik saja” sahutnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Hyura
***
Hyura pov
Aku sedikit ragu saat pria yang tidak ku ketahui namanya ini mengajakku memasuki pekarangan sebuah rumah. “ini rumah siapa?” tanyaku akhirnya
“ini rumahmu”
“mwo?” aku terbelalak kaget saat mendengarnya. Rumahku? Sejak kapan aku punya rumah di Seoul?
“kau bilang kau tidak ingat apapun? Apa kau tidak pernah mencoba mencari identitas dirimu?”
“identitas? Aku tau siapa diriku. Namaku Park hyura dulu aku berkuliah di Kyunghae University kemudian karena kecelakaan aku pindah ke LA dan meneruskan pendidikanku disana” jelasku
“lalu bagaimana dengan orang tuamu?” tanya pria itu skeptis
“mereka sudah meninggal” sahutku mantap
“apa kau pernah mengunjungi makam mereka?” tanyanya lagi. Dia seperti detektif yang mengintrogasi tersangkanya
“tentu. Setiap natal aku pasti mengunjungi mereka”
“bagaimana orang tua mu meninggal dan bagaimana kau bisa kecelakaan?”
“apa aku harus menceritakan hal itu padamu?” protesku, dia benar-benar seperti sedang mengorek-ngorek kehidupanku
“tidak juga, tapi aku hanya ingin mendengar versimu dan versiku”
“versi ku?” tanyaku semakin bingung
Pria didepan ku ini tersenyum miris. Kenapa dia? “kau membuatku bingung” kataku terus terang.
“sebenarnya aku sangat terkejut begitu mengetahui ternyata mobil yang semalam kau naiki adalah mobil Cho Kyuhyun” katanya dengan nada sinis kemudian ia kembali tersenyum miris “tragis” katanya lirih tapi aku masih bisa mendengarnya
“kau kenal Kyuhyun?” tanyaku kaget ternyata pria didepanku ini mengenal tunanganku
“tentu saja aku mengenalnya. Karena 4 tahun lalu kami berseteru di pengadilan”
“pengadilan?” tanyaku bingung. Setauku Kyuhyun tidak pernah terlibat kasus hukum
Dia mengangguk pelan kemudian menatapku tajam “dan itu untuk membela mu Hyura-ya”
“YA! Kau membuatku semakin bingung!! Apa kau tidak bisa menceritakannya dengan jelas” sejujurnya aku takut dengan apa yang akan orang ini katakan. Entahlah aku merasakan firasat yan tidak enak.
Dia menghela nafas sebelum kembali berkata “baiklah sepertinya aku harus membawamu menemuinya langsung” kata pria itu dan langsung berbalik menuju mobil
“Ya! Kau mau kemana? Kita mau menemui siapa?” teriakku tapi dia tidak menggubrisnya. Aisshh pria ini sungguh menyebalkan.
~
Kami memasuki sebuah rumah sakit terbesar di seoul. Selama perjalanan aku terus bertanya padanya tapi ia sama sekali tidak berniat menjawabnya. Dia hanya bilang “akan kukatakan setelah kau melihatnya”
Aku memasuki sebuah ruang perawatan VIP dan disana terbaring seorang pria tampan yang dilengkapi dengan selang-selang yang membantu menopang hidupnya.
DEG
Perasaan apa ini? Jantungku seperti dipukul-pukul dengan palu, Dadaku nyeri saat melihat wajah pucat pria itu. Dan aku merasakan kerinduan yang amat sangat menyergap hatiku. Tanpa terasa air mata menetes disudut mataku. Dengan cepat aku mengusapnya agar pria didepanku ini tidak melihatnya.
“si siapa dia?” tanyaku gugup
“dia adikku Lee Donghae. dan dia adalah tunanganmu”
“Mwo? Tunangan?” aku memandangnya tak percaya tapi aku tidak menemukan kebohongan atau keraguan sama sekali di wajahnya. Yang ada hanya keseriusan dan kepedihan “Jadi kau?” tanyaku menggantung
“oh ya, aku lupa mengenalkan diriku. Aku Lee sungmin, calon kakak iparmu”
“tapi sekarang aku…”
“aku tau” potongnya cepat “sekarang kau adalah tunangan Cho Kyuhyun, dan karena itu juga membuatku sulit untuk menyeretnya lagi ke pengadilan”
Aku berdecak kesal “bisa tidak kau berbicara dengan jelas? Ucapanmu membuatku bingung”
Sungmin mendesah dalam kemudian memandang Donghae nanar “adikku sudah lebih dari 4 Tahun terbaring disini. Bahkan Kedua orang tuaku hampir menyerah tapi aku yakin ia masih punya kesempatan hidup”
Sungmin berjalan mendekati Donghae dan menggenggam tangannya. Kemudian ia melepaskan cincin yang tersemat di jari manis pria itu. “malam itu hari pertunanganmu dengan Donghae. masih bisa kuingat bagaimana tawa bahagianya saat memasangkan cincin ini di jarimu” Sungmin mendekati ku dan meletakkan cincin yang baru ia lepas dari tangan Donghae ke telapak tanganku.
“tapi malam itu juga terakhir aku melihat tawanya, karena kalian mengalami kecelakaan. Donghae koma dan kedua orang tua mu meninggal di tempat sedangkan kau menghilang dari tempat kejadian”
“kupikir kau memang tidak ikut dengan mobil itu karena jejakmu sama sekali tidak ditemukan disana”
“lalu apa hubungannya dengan Kyuhyun?” tanyaku takut-takut
“Kyuhyun lah yang menabrak mobil mereka dan mengakibatkan mobil itu keluar dari jalur kemudian terlindas oleh truk dari arah yang berlawanan”
“a apa kau bilang?” tanyaku tercekat
“yah begitulah, sekarang kau bertunangan dengan orang yang telah membuatmu kehilangan ingatanmu, orang tuamu dan tunanganmu yang sebenarnya. Tragis bukan?” katanya dan diiringi tawa miris
Lututku lemas, rasanya aku bisa terjatuh kapan saja. tenggorokanku tercekat dan cairan bening itu menetes begitu saja tanpa bisa kutahan lagi. Sungmin menghampiriku dan langsung memelukku “sebenarnya aku berharap kau mencari tau nya sendiri dan bukan mendengar dariku” katanya dengan sedikit nada menyesal. Aku semakin mengeratkan peganganku di kemejanya dan tersedu-sedu disana.
“aku menyayangimu seperti adikku sendiri, sekarang kau sudah tau semuanya dan keputusan sepenuhnya ada ditangan mu”katanya tenang dan masih memelukku.
***
aku menatap nanar rumah Kyuhyun. entah apa yang akan kuhadapi setelah memasukinya. Aku pergi terlalu lama dan aku mematikan ponselku. Tapi aku tidak peduli lagi dengan pria itu, pria yang secara tidak langsung mengahancurkan hidupku dan menipuku mentah-mentah.
Dengan lunglai aku membuka dan menutup pintu. seperti dugaanku, Kyuhyun sudah berdiri menungguku dan menatapku tajam seolah ia ingin menelanku hidup-hidup. Tapi tatapan itu sudah kehilangan kuasanya dan menjadikannya tidak berarti apa-apa.
“darimana saja kau?” tanyanya tajam dan mengintimidasi. Saat ini Tubuh dan pikiranku sangat lelah jadi aku memilih untuk tidak menghiraukannya. Aku tidak punya tenaga untuk bertengkar dengannya.
“aku berbicara pada mu Park HYURA” bentaknya dan menahan lenganku. Aku menatap tangannya yang memegang lenganku dengan sinis kemudian mengangkat wajahku dan menatapnya tak kalah sinis
“nuguseyo?”
Ia terbelalak kaget Dan kurasakan pegangannya mengendur. Dengan segera aku menepis kasar pegangan tangannya. “Hy Hyura-ya, apa maksudmu dengan siapa? Ini aku!”
Aku tersenyum sinis “geurom, ini memang kau. Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat! Dan kau adalah tunangan ku, tapi…” aku sedikit memberi jeda pada ucapanku “apa benar kau adalah tunanganku? Karena aku tidak pernah merasa kita pernah mengadakan acara pertunangan”
“i itu…” dia terlihat gusar tapi hanya sepersekian detik hingga ia bisa mengusai dirinya lagi “bukankah sudah kubilang, kita bertunangan sebelum kau kecelakaan dan kau tidak mengingatnya sama sekali” rasanya aku ingin muntah mendengarnya, ia terus-terusan menipuku.
Pria ini yang selalu mengatakan cinta dihadapanku tetapi juga selalu membohongiku, apa dia benar-benar mencintaiku? Atau hanya obsesi? Mengingat bagaimana dia teramat posesif padaku.
“bukan. Bukan aku tidak mengingatnya. Tapi karena memang hal itu tidak pernah terjadi Tuan Cho” dia terlihat semakin gusar mendengar ucapanku “aku memang bertunangan tapi tidak denganmu. Tapi dengan Lee Donghae”
“Hyura-ya. K kau…me mengingatnya?” tanyanya terbata. matanya terbelalak dan wajahnya terlihat sangat terkejut.
“ani, aku tidak mengingatnya samasekali. Meskipun aku berharap begitu, tapi sepertinya tuhan berbaik hati padaku dan menunjukan siapa dirimu sebenarnya”
“Hy Hyura-ya, kau salah paham. Dengarkan penjalasanku dulu eo!” dia memegang tanganku seperti sedang memohon tapi aku kembali menepisnya dengan kasar.
“salah paham?” tanyaku sinis “jadi kau menabrak orang tuaku, menyebabkan mereka meninggal dan tunanganku koma, kau bilang itu salah paham?” aku hampir menjerit saat mengucapkannya “kau benar-benar brengsek Cho Kyuhyun”
“Hyura-ya dengarkan aku dulu!!” dia mencengkram kedua bahuku “ini tidak seperti yang kau bayangkan!! Ini benar-benar salah paham!” kata-katanya sarat akan permohonan dan kulihat matanya sedikit berkaca.
“apa menipuku dan menjadikanku tunanganmu itu juga salah paham Tuan Cho?” air mata yang entah sejak kapan mengalir dengan sendirinya. Membayangkan selama 4 tahun ini ia terus-terusan menipuku dan bodohnya dengan mudah aku menyerahkan hatiku padanya.
“aku mencintai mu Hyura-ya, aku begitu karena aku sangat mencintaimu. Kumohon maafkan aku, aku rela melakukan apa saja agar kau memaafkanku” katanya serak dan dengan nada memohon. Kulihat sudut matanya mengeluarkan cairan bening yang semakin lama semakin banyak.
“bisakah kau mengembalikan ingatan dan kedua orang tua ku? jika kau bisa, maka aku akan memaafkanmu” kataku sinis dan melepaskan tangannya yang masih dibahuku dengan kasar. Tanpa perlu melihatnya lagi aku pergi meninggalkannya, meninggalkan rumah itu.
***
Untuk sementara aku tinggal dirumah Sungmin oppa sampai rumahku selesai di renovasi. Karena rumah itu sudah terlalu dibiarkan kosong jadi ada beberapa bagian yang rusak.
“ini kamarmu” Sungmin oppa membuka salah satu pintu yang ada di Apartementnya.
“oppa mianhe aku jadi merepotkanmu.”
“kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri Hyura-ya” Dia tersenyum simpul kemudian mengusap puncak kepalaku “istirahatlah! Kau pasti lelah” ucapnya sebelum menutup pintu kamarku.
Sudah hampir tengah malam tapi aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku. Padahal tubuhku sangat lelah dan butuh beristirahat. Aku menoleh kesamping kiri dan kananku. Kosong. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu ini ia tidak bersamaku. Dadaku seperti berlubang dan aku merasa ada yang hilang.
Tapi aku begitu marah padanya dan ini bukan seperti pertengkaran-pertengkaran biasanya. “bagaimana aku bisa melewati satu malam tanpa kau di sampingku Hyura-ya” tiba-tiba kata-kata Kyuhyun terlintas begitu saja dibenakku. Belum apa-apa aku sudah merindukannya dan kembali memikirkannya.
Aku bangkit dari tempat tidur dan memutuskan untuk pergi kerumah sakit. Bergelung sendirian dikamar besar ini membuatku terus memikirkan Kyuhyun.
~
Aku memandangi setiap lekuk wajah Pria yang bernama Lee Donghae ini. Pria yang tidak bisa kuingat eksistensinya dalam hidupku tapi aku merasakan kerinduan yang mendalam saat melihatnya.
“kau sangat tampan” gumamku tanpa sadar.
“kau harus bangun! Dan ceritakan padaku bagaimana aku bisa sangat beruntung mendapatkan pria setampan dirimu” aku meraih tangannya dan kembali memasukkan cincin pertunangan kami yang tadi siang Sungmin oppa berikan padaku.
‘mianhe, sampai sekarang aku tidak tau dimana cincin milikku” kataku lesu. Aku mencium tangan Donghae dan menggenggamnya kemudian aku membaringkan kepalaku disamping tubuhnya.
“hyura-ya… Hyura-ya” samar-samar kudengar ada yang memanggil namaku dan mengguncang pelan tubuhku. Dengan cepat aku membuka mata dan mulai membiasakannya dengan cahaya.
“oh mianhe, aku ketiduran” kataku masih dengan suara serak
“ semalaman kau tidur disini?” tanya sungmin Oppa
Aku mengangguk pelan “semalam aku tidak bisa tidur jadi aku kesini untuk menemaninya” jelasku. “sebaiknya aku cuci muka dulu” kataku sembari bangkit dan menuju toilet.
***
“Jika semuanya lenyap namun kau ada maka aku pun juga akan tetap ada. Namun jika semuanya ada tapi kau lenyap maka seluruh dunia akan menjadi asing bagiku” kataku mengakhiri buku Wuthering Heights yang baru saja kubacakan untuk Donghae.
“nah sekarang waktunya untuk membersihkan diri tuan Lee” aku mengambil handuk kecil dan baskom untuk mengusap kaki dan tangan Dongahe. Yah sudah beberapa hari ini aku lebih memilih tinggal dirumah sakit dan menemaninya. Setidaknya dengan bersamanya pikiranku bisa teralihkan dari Kyuhyun—sedikit.
“hmm mungkin dulu aku sangat menyukaimu, lihatlah! Bahkan kau sangat tampan saat tidur” kataku dengan nada seceria mungkin. Dokter bilang aku harus sering berbicara dengan nada ceria agar dapat merangsang kerja otaknya.
Aku sedikit membungkukkan badanku, mendekatkan wajahku dengan wajahnya “dan kau harus bisa membuatku menyukaimu lagi dan membantuku melupakan pria itu” bisik ku dan mencium keningnya sekilas.
Aku bangkit dan mengambil baskom untuk kuganti airnya, tapi baru saja aku mencapai pintu terdengar suara panjang yang memekakan telinga yang berasal dari alat medis yang masih menempel pada tubuh Donghae. Baskom air yang masih kupegang terlepas begitu saja dan memuntahkan isinya.
***
Aku memandang nanar ke arah ombak laut yang terlihat tenang. Langit mendung seperti menggabarkan kehidupanku. menunggumu. ia sudah menunggumu selama 4 tahun dan dia bisa pergi dengan tenang mengetahui kau sudah kembali padanya. Kata-kata Sungmin oppa terngiang di telingaku saat pemakaman donghae. Sudah 1 minggu berlalu setelah pemakaman Donghae dan genap 1 bulan aku berpisah dengan Kyuhyun.
Mokpo, kota kecil tempat kelahiran Donghae dan disini pula kami memakamkannya. Aku memilih tinggal disini sampai aku benar-benar bisa menata hatiku lagi. Dadaku berdenyut parah saat mengingat bagaimana Kyuhyun membuatku kehilangan orang-orang yang menyayangiku meskipuna aku tidak memiliki memori tentang mereka.
marah? Tentu saja aku marah Tapi aku lebih marah pada diriku sendiri karena aku tidak bisa membencinya. Aku merindukannya—sangat.
Selama 1 bulan ini aku seperti menipu diriku sendiri dan mengatakan aku baik-baik saja. tidak membutuhkan pria seperti dia. Tapi aku merasa ada yang hilang, dadaku kosong, seperti ada yang mengambil suatu bagian dari diriku.
Gukkk gukkk
Aku menoleh saat Bada menghampiriku. Bada, anjing milik Donghae yang sudah kuadopsi atas izin sungmin oppa
Aku tersenyum dan berjongkok mengusap puncak kepala Bada “anak pintar. Kajja! Kita pulang” aku bangkit dan berjalan kemudian Bada mengekoriku di belakang.
Tubuhku menegang saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri didepan rumah Donghae. “Eomonim”
Wanita tersebut menoleh begitu aku menyebutnya, kemudian ia tersenyum dan menghampiriku “Hyura-ya Bogoshippo” katanya sembari memelukku. Aku sendiri bingung apa yang harus kulakukan. Sejujurnya aku juga sangat merindukan sosok wanita yang sudah kuanggap sebagai ibu kandungku ini.
“Eo..eomonim. apa yang anda lakukan disini?” tanyaku masih dengan nada terkejut. Ia melepas pelukannya dan menatapku dalam
“menjemputmu, aku datang untuk menjemputmu anakku”
“ta tapi, aku….”
“kau salah paham nak, akan kuceritakan semuanya setelah sampai di Seoul. Kyuhyun sangat membutuhkanmu” dadaku berdetak lebih cepat saat mendengar namanya.
“membutuhkanku?” tanyaku ulang
“Kyuhyun sakit Hyura-ya, dia membutuhkanmu. Kumohon tinggallah disisinya sampai Kyuhyun sembuh. Setelah itu kau bebas melakukan apapun pada kami, bahkan seandainya kau mau menuntut keluarga kami, kami akan menerimanya”
Hatiku miris melihat eomonim memohon padaku. Aku menyayanginya dan apa dia bilang? Menuntut? Aku bahkan tidak pernah memikirkan sampai kesitu. “arasseo eomonim, aku akan ikut denganmu” kataku akhirnya
***
“malam itu Kyuhyun membawamu pulang kerumah kami, keadaanmu benar-benar parah. Tubuhmu dipenuhi luka dan bersimbah darah. Saat itu ia sangat panik dan memaksa suamiku yang memiliki teman kepala rumah sakit untuk memasukkanmu ke ruang rawat inap tanpa sepengetahuan siapapun” eomonim menghela nafas dan menatap sendu ke arah ku
“selama 1 bulan kau dirawat di Seoul, karena selama itu juga Kyuhyun harus menghadapi persidangan mengenai kecelakaan yang menimpa orang tuamu. Saat itu memang mobil Kyuhyun yang menabrak mobil orang tua mu tapi bukan dia yang mengendarainya. Dan terbukti Kyuhyun tidak bersalah sama sekali….”
“…. awalnya kami mengira maksud ia menyembunyikanmu untuk berjaga-jaga dari segala macam tuntutan yang mungkin akan memberatkannya di persidangan. Tapi setelah situasi tenang dan kasus itu selesai kami memutuskan untuk mengirim Kyuhyun bersekolah Di LA, tapi Kyuhyun  bersikeras ia tidak akan pergi kemana-mana tanpamu….”
“…akhirnya aku menyadari selama ia merawatmu disini, ia jatuh cinta padamu dan terperosok terlalu dalam. Anak itu juga merasa Tuhan mendukungnya dengan membuatmu hilang ingatan. Karena itu juga ia sangat takut membawamu pulang, takut ada yang mengenalimu, takut akan membuatmu mengingat masa lalu mu. Bahwa tidak ada dirinya sama sekali di dalam memori mu”
Aku tertegun mendengar penjelasan eomonim. Sejujurnya aku sangat lega mendengar bukan Kyuhyun yang menyebabkan orang tuaku dan Donghae meninggal. Tapi aku masih belum bisa memaafkannya karena sejak 4 tahun lalu ia terus saja berbohong.
“lalu siapa yang menabrak mobil orang tuaku?”
“supir keluarga kami, saat itu Kyuhyun tidak tau kalau supir kami dibawah pengaruh alkohol. Dan dia sudah bebas setahun lalu karena masa hukumannya hanya 3 tahun”
“jadi kalian sekeluarga bersekongkol untuk membohongiku?” tanyaku skeptis
“maafkan kami Hyura-ya. Awalnya Kami tidak bermaksud membohongimu, kami ingin mengangkatmu sebagai anak kami tapi Kyuhyun bersikeras menolaknya karena ia ingin menikahimu. Selama ini kami terus mengulur pernikahan kalian dan berharap ingatanmu bisa kembali. Karena kami tidak ingin Kyuhyun terus-terusan membohongimu”
“seharusnya kalian menceritakan hal ini dari awal” kataku lemah
“aku tau keluarga kami salah. Aku rela melakukan apapun agar kau mau memaafkan kami Hyura-ya. Kau tau aku menyayangimu seperti putriku sendiri”
Aku mengangguk lemah “eomonim” desahku dan memeluknya. Aroma lembut yang biasanya langsung menyeruak ke indera penciumanku. “maafkan kami Hyura-ya” bisiknya dan membalas pelukanku
***
“eomma!!” seru Ahra eonni begitu aku dan eomonim sampai didepan ruang rawat Kyuhyun. gadis cantik itu dengan bersemangat menghampiri kami.
“anyyonghaseo eonni” sapaku saat ia sudah ada dihapan kami. Ia tersenyum dan memelukku singkat “aku tau kau pasti datang” katanya sesaat setalah melepas pelukanku. “aisshh bocah itu sama sekali tidak mau mendengarkan kami” gerutunya dan membuatku tersenyum simpul.
“bagaimana keadaannya?” tanya eomonim
Ahra eonni hanya mengendikkan bahunya asal “tidak ada kemajuan. Hari ini aku sama sekali tidak berhasil memasukkan apapun ke tubuhnya. Bahkan bubur yang eomma buat susah payah tidak ia hiraukan. Aisshhh rasanya aku ingin sekali mencekiknya” terlihat sekali Ahra eonni sangat geram dengan kelakuan dongsaengnya itu.
“sudah kuduga” desah eomonim, kemudian ia menyentuh bahuku lembut “Hyura-ya maukah kau melihat keadaannya?” pinta eomonim dan aku mengangguk mengiyakan.
Aku membuka pintu kamar rawat Kyuhyun dengan sangat perlahan. Aku mendapatinya tengah terduduk diranjangnya sambil menatap kosong kearah jendela. Sepertinya ia tidak menyadari kedatanganku.
“apa sangat menyenangkan tinggal di rumah sakit?” Kyuhyun menoleh cepat ke arahku dan matanya membulat sempurna saat melihatku sudah didekatnya
“Hyura-ya. Benarkah ini kau? Kau benar-benar Hyura?” tanyanya takjub
Tanpa menghiraukan pertanyaannya aku mengambil mangkuk bubur yang ada di nakas samping tempat tidurnya “buka mulutmu!” perintahku dan tanpa membantah ia membuka mulutnya. Sambil mengunyah bubur yang ku jejalkan ke mulutnya, ia sama sekali tidak melepas pandangannya dari wajahku.
“Hyura-ya maafkan aku” ujarnya saat aku meletakkan mangkuk bubur yang sudah kosong. “meskipun aku sama sekali tidak bisa mengembalikan ingatan ataupun orang tuamu. Tapi aku tetap akan meminta maaf”
“simpan maafmu sampai kau sembuh” sahutku datar.
“aku sudah sembuh” katanya cepat dan entah kenapa itu terdengar lucu ditelingaku. Tanpa sadar aku menarik tipis sudut bibirku. “kau tersenyum?” tanyanya masih dengan nada takjub
“ani” kataku dingin dan wajahnya langsung berubah lesu. Astaga seandainya suasana kami tidak seperti ini aku pasti sudah menertawainya habis-habisan.
“hyura-ya” panggilnya dengan nada lembut. Aku selalu menyukai caranya dalam menyebut namaku
“hmm?” sahutku dengan gumaman
“bolehkah aku tetap berada di sisimu? Bisakah biarkan aku terus melihat mu dalam jarak pandangku?”tanyanya dengan nada memohon. Dan hal itu membuatku sangat terharu “saat aku kehilanganmu, saat kupikir aku tidak bisa bertemu lagi denganmu kupikir duniaku sudah tamat. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku menjalankan hidupku kelak” katanya lirih tanpa sadar aku meneteskan air mataku.
Ia mengusap lembut air mataku dan mengecup pipiku singkat “ mianhe sering membuat mu menangis” katanya sesaat sebelum ia menarikku kedalam pelukannya. Aku hanya diam, tidak menolak atau pun membalas pelukannya.
***
Kyuhyun keluar dari rumah sakit sehari setelah aku menjenguknya. Dan ia bersikeras untuk pulang kerumahnya sendiri dan bukan pulang kerumah orang tuanya. Aku menyadari itu hanya akal-akalan bocah itu agar aku yang merawatnya dirumah. Tapi toh aku juga tidak bisa menolaknya. Mungkin aku sudah benar-benar buta dengan pesona Cho Kyuhyun.
“apa yang kau lakukan disini?” aku memelototinya saat melihat ia masuk kedalam kamarku. Aku memutuskan untuk pisah kamar darinya. Jika tidak aku bisa terbuai lagi olehnya.
“aku tidak bisa tidur! Kamar itu terlalu luas untukku” rengeknya seperti anak berumur lima tahun yang menolak memakan sayuran.
aku mendengus kesal “jangan mencari alasan Tuan Cho”
“aku tidak mencari alasan” katanya sembari berjalan ke arahku dan beringsut naik keranjangku “kamar itu menjadi menakutkan jika tidak ada kau” ia menarik selimut hingga ke bagian leher
“lalu selama ini kau tidur dimana?” tanyaku tidak sabar dan menarik selimut yang membungkusnya “dan jangan seenaknya tidur ditempat tidur orang lain”
“ selama kau tidak ada aku tidak pernah tidur disana” sahutnya acuh dan kembali menarik selimut. Kami seperti anak kecil yang bermain tarik-tarikan selimut
“cih jangan membual, lalu kau mau tidur di mana? Di jalanan?” kataku sinis dan kembali menarik selimutku
“bagaimana kau bisa tau?” tanyanya bingung dan kali ini ia tidak menarik selimutku tapi justru menempelkan tubuhnya padaku dan menjadikan kami 1 selimut.
Karena kesal aku pun melempar selimut itu sembarangan dan mendorongnya agar menjauh, tapi sia-sia karna tubuhnya tidak bergeser se inchi pun “kau tidak mau pake selimut?” tanyanya polos dan malah menarikku ke dalam pelukannya “baiklah biar aku yang menghangatkanmu”
Aku meronta di dadanya” Ya! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan!!”
“kalau aku tidak memelukmu kau bisa kedinginan honey” tanganku berhenti saat mendengar ia kembali memanggilku honey, caranya melafalkannya bisa mencerminkan bagaimana perasaannya padaku.
Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatapku dalam seolah pria itu bisa menembus hingga dasar hatiku “rasanya menyenangkan bisa kembali memelukmu seperti ini “ ujar Kyuhyun lirih. Ia sedikit menurukan tubuhnya dan menempelkan kening kami, menghirup aroma masing-masing.
aku pun sebenarnya merasakan hal yang sama. aku merasa hangat, aman dan nyaman saat lengan itu kembali melingkupi diriku.”kau belum menjawab pertanyaanku”
“pertanyaan yang mana?” Kyuhyun memejamkan matanya dan menggesek-gesek ujung  hidung kami
“dimana kau tidur selama aku tidak ada?” aku mengangkat tangan ku dan menyisir lembut rambut coklat Kyuhyun yang sedikit berantakan
“dikantor, di klub, di mobil, di parkiran bahkan di emperan toko”
“Mwo?” tanyaku terkejut dan langsung menjauhkan wajahku “bagaimana bisa? Kau? Diemperan toko?” aku bahkan tidak bisa membayangkanya
“tentu saja bisa” sahutnya enteng “ setiap malam aku selalu mabuk, dan begitu sadar aku sudah ada ditempat-tempat itu. dan terakhir kali aku sudah terbaring di rumah sakit”
“Ya! Apa kau mau merusak hidupmu?” kataku kesal, bagaimana ia bisa berbuat begitu tanpa memikirkan eomonim
“bagiku hidupku sudah rusak tanpamu” ujarnya lirih dan mengecup keningku
“Ky Kyuhyun-ah”
“saranghae Park hyura” katanya lembut sebelum melumat bibirku dalam dan menimbulkan bunyi kecupan yang semakin membangkitkan gairahku. Astaga berapa lama kami tidak melakukan hal ini? Yang jelas aku benar-benar merindukannya.
Kyuhyun menurunkan ciumannya dan mulai menggigit-gigit kecil kulit leherku kemudian menghisapnya kuat membuatku menutup mata erat-erat. Decakan-decakan bibirnya yang menjelajahi leherku terdengar begitu menggairahkan.
“mmhhh. . . hhh. . .” desahnya begitu merdu terdengar ditelingaku membuat perutku seperti diaduk-aduk. Bibirnya bergerak pelan ketengah leherku membuatku mendongak, memudahkannya untuk menyusurinya. Detak jantungku mulai tidak beraturan. Nafasku mulai tersegal.
“ngghhh. . .” desahnya lembut disela-sela bunyi decakan dari kecupannya.Tiba-tiba saja ia bangun sambil menarikku. Kini kami berdua dalam posisi duduk dengan dia duduk dipahaku. Dilepasnya kaos longgar yang kupakai, kemudian tangannya bergerak kebelakang bersama dengan bibirnya yang mengecupi setiap inci bahuku.
“aaaarrrrggh. . .” erangku tertahan. Tangannya bergerak membuka kait braku kemudian membuang benda itu entah kemana. Dan dengan cepat ia melepaskan kaosnya sendiri kemudian mendorongku untuk kembali tidur.
Ia kembali melumat bibirku dalam dan Aku merasa jantungku berhenti saat merasakan lidahnya menjilati bibirku, membasahinya. Ia melumat lembut sambil menekannya semakin dalam, membuat ku semakin tergoda.
“mmhh. . .” desahan-desahan kami terdengar kontras bersama decakan-decakan bibir kami yang memenuhi ruang  kamarku. Aku merasakan lidahnya mencari celah untuk masuk kedalam mulutku. Kubuka mulutku membiarkan lidahnya masuk untuk bertemu lidahku. Saling membelit dan bertukar saliva. Bibirnya terasa sangat manis dan lembu seperti biasanya, membuatku ingin terus mengulumnya. Sesekali ia memberi jeda untuk kami mengambil nafas selama dua detik.Tanganku terangkat mengusap punggung telanjangnya yang basah oleh keringat.
“nggh. . kyu. . .” aku merasakan jari telunjuknya menari-nari diatas kedua buah dadaku dan dirmas-remasnya lembut. “aaahhh. . .” aku menggeliat dalam himpitan tubuhnya.
Bibir kyuhyun turun kebawah mencium daguku. . . leherku. . . ia mengecupi belahan dadaku sebelum akhirnya ia menjilati puncak dadaku. Dikulumnya puncak payudaraku dan dimainkannya dengan lidah didalam mulutnya sementara ia masih meremas dadaku yang lainnya dan memilin-milin puncaknya. Memutarnya sambil menekan-nekannya.
“aaahhh. . .” perutku terasa diaduk-aduk semakin cepat. Bagian bawah pada tubuhku berkedut-kedut dengan cepat. Kakiku tidak bisa diam dan terus bergerak menggesek kakinya.
Kyuhyun menyedot nippleku kuat-kuat kemudian menggigitnya dan mengunyahnya renggang-renggang membuat buah dadaku itu mengeras. Kemudian ia berpindah ke bagian lainnya dan melakukan hal yang sama. Aku meremas rambutnya yang halus.
Tiba-tiba ia melepaskan hisapannya kemudian bangun dan melepaskan hotpansku beserta underwearnya. “Eugh—ngngh…” aku menggigit bibirku. saat Kyuhyun mengecup bagian kewanitaanku dengan pelan dan menjilatnya.
“Aaaaaaargh—ooouh—“ aku menjerit, tenggelam dalam nikmatnya penderitaan apalagi karena Kyuhyun menahan kedua kakiku, ia tak membiarkanku menyalurkan emosi. Seperti ada yang mendesak di bagian kewanitaanku dan sepertinya akan segera menyembur keluar. “Kyuuhhh—ngngngh, akuu—“
“Lepaskan,” bisik Kyuhyun dengan suara serak. Ia menghisap habis cairan yang kukeluarkan. Kemudian ia mengangkat tubuhnya dan kembali melumat bibirku, membagi sisa cairan yang masih ada dimulutnya
“Aaaaaagh!” aku kembali menjerit keras, saat merasakan 2 jari Kyuhyun melesat, menusuk dan begerak pelan, menggelitik di dalamnya. “Aaaaagh, Kyuuh—ouh…mmmmph—“ Kyuhyun tak mengijinkanku untuk menjerit, membungkam bibirku dengan ciumannya. “Mmmmph—ngngngh—“
“aaaakkh. . .hhmff. . .” aku menjerit tertahan saat merasakan miliknya menerobos masuk ke bagian ke wanitaanku menggantikan jari-jarinya. Dan ia kembali membungkam mulutku dengan ciumannya. Rasanya masih sedkit perih.. Tanganku sampai menjambak keras rambutnya.
Kyuhyun terus mendorong miliknya hingga masuk sepenuhnya kedalam miliku. Rasanya penuh sesak dan perih. Ia melepaskan ciumannya dan menatapku dalam “mianhae. . .” bisiknya ditelingaku. Ia diam sebentar sambil merapikan rambutku yang berantakan didahi.Kemudian perlahan, digerakkannya pinggulnya naik turun dengan teramat pelan.“uuggh. . .aaah. ..kyuu. . .” desahku sambil menggigit kulit lehernya
“mmhh. . .hhh. . .aah. . .”milik Kyuhyun menggesek dengan tempo lambat. Rasa perih itu tertutupi dengan rasa yang ditimbulkannya, dan rasanya nikmat. “aaahh kyuu. . .mmhh. . .lebih cepat. . .” rancauku.
Aku seperti hilang akal. Pikiranku menguap entah kemana. Yang kurasakan saat ini, kami telah menjadi satu“ooouughh. ..aaah. . .Hyu. . .rah- ya. ..oooh. ..”Aku sangat suka mendengar desah suaranya. Kuusap peluh yang ada didahinya dengan lembut. Ia mempercepat tempo gerakannya membuatku menggelinjang “kyuu. ..aaah. . .aah. . .ngghh. ..” miliknya menggesek dinding kewanitaanku dan menghentak kuat didinding rahimku, menyentuh Gspot ku.“aaah. . . ahhhhhh ..”“hhh.. .oooh. . .aaahh. . ..”“le. . bih cepat. ..kyu. ..oooh. ..uuugh. ..”Dihisapinya kulit leherku sementara ia semakin mempercepat gerakannya. “aaah. ..uummhh. ..” pinggulku bergoyang mengikuti gerakannya. Bunyi benturan alat kemaluan kami terdengar sangat menggairahkan.“aaahhh. ..Honey. ..ooh. . .”“lebih da. ..lam. ..kyu. … ..aaah aaah. . .”“aaakhh. ..Hyu. ..ra.ya ..ooh. ..ssshh. ..”Ia memperdalam tusukannya dan mempercepat gerakannya. Ada yang ingin meledak sama seperti saat pertama tadi. Tapi ini lebih kuat. Ruangan terasa panas, padahal Ac kamarku kusetel dengan suhu yang cukup rendah.
Tubuh kami sudah basah dan lengket oleh keringat juga cairan-cairan dan saliva dari kecupan-kecupan. Tubuh kyuhyun mengejang. Ia semakin kuat menghentak kedalam milikku. Ujung miliknya membentur keras dinding rahimku.
Bagian kewanitaanku terasa semakin sesak karna milik Kyuhyun yang semakin membengkak.    “aaah. . .uuumhh. . .aahh. ..sshhh. . .”“kyu. . .ooh. ..aah. . .ahh. . .aah. ..”
“aaahh. . .aah. ..aaaaaaaaarrrgghh. …” tepat dimana titik itu melebihi batas maksimum, seperti terjadi ledakan pada kami bersamaan dengan suara lenguhan kami. Tubuh kami berdua mengejang. Bagian kewanitaanku berdenyut begitu kuat saat melepaskan cairanku. Begitu juga dengan kyuhyun. Spermanya mengalir deras didalam perutku. Rasanya geli dan hangat.Ia menyandarkan kepalanya didada kiriku. Nafas kami naik turun. Kami diam sejenak untuk menikmati sisa-sisa puncak kenikmatam kami. milikku masih terasa berdenyut-denyut.Kyuhyun melepaskan miliknya kemudian menarikku kedalam pelukannya dan ia menarik selimut dengan kakinya untuk menutupi tubuh kami
“gomawo,” bisiknya lembut kemudian mengecup puncak kepalaku. “ Jeongmal saranghae” lanjutnya lagi.
Aku sendiri tidak percaya kami kembali bercinta setalah apa yang sudah menimpaku. Tapi tubuhnya bagaikan candu bagiku. “nado” sahutku pelan dan  terlena dengan kehangatannya
***
“kau benar-benar akan menikahinya” tanya sungmin Oppa sambil membolak-balikan kartu undangan yang kuberikan padanya. Ia tidak terkejut sama sekali saat aku memberikan undangan pernikahanku dengan Kyuhyun.
“oppa, kau akan datangkan?”
“tentu, jika kau menginginkannya” sahutnya dingin dan menyesap kopi miliknya
Aku menghela nafas pelan “kau masih belum bisa memaafkannya?”
Ia mengendikkan bahunya samar “entahlah, aku masih merasa kecelakaan itu adalah kelalaiannya, karena membiarkan supirnya yang mabuk untuk mengendarai mobilnya” kami terdiam sesaat tapi kemudian ia mengangkat wajahnya dan tersenyum “kupikir Donghae akan senang mendengar ini”
“maksudmu?”
“aku tau bocah tengik itu pasti tidak akan menceritakannya padamu” aku semakin mengerutkan keningku bingung “sebenarnya Kyuhyun dan Donghae adalah rival waktu di sekolah Menengah”
“Rival?” ulangku tak parcaya
Ia mengangguk “mereka berteman tapi sekaligus bersaing, dan selama 4 tahun ini setiap natal ia selalu mengunjungi Donghae. tapi tidak kusangka ternyata kau selalu bersamanya” Sungmin oppa menggeleng pelan dan tersenyum miris. “jadi kupikir Donghae juga mungkin tidak terlalu berkeberatan melihat mu bersamanya” ujarnya lagi.
~
“jangan terlalu sering bertemu dengannya” kata Kyuhyun dingin saat menjemputku Ke KonaBeans dan mendapatiku sedang berbicara dengan Sungmin Oppa.
“Wae? Bukankah kau mengenalnya juga”
“hanya sebatas kenal dan tidak lebih” sahutnya tanpa memandangku
“kalau dengan tunanganku? Lee Donghae? apa kau mengenalnya?” tanyaku sedikit meledek
Tiba-tiba saja ia meminggirkan mobilnya, kemudian Ia menoleh cepat dan memandangku tidak suka “tunangan? Siapa yang kau maksud dengan tunanganmu hah? Tunanganmu itu aku dan bukan pria pendek itu”
“pe pria pendek? Ya! Bisakah kau sopan sedikit pada orang yang sudah meninggal?”
“wae? Kau mengingatnya? Kau masih menyukainya?” tanyanya ketus
“Ya! Kenapa kau jadi marah-marah? Aku kan hanya bertanya” sahutku tak kalah kesal
“jangan mencoba memancingku nona Park! Atau aku bisa menyerangmu saat ini juga”
Aku bergidik mendenganya “Ky Kyuhyun-ah ini di pinggir jalan”
“kau pikir aku peduli?” sahutnya sambil menyeringai.
~END~

Fc Populer:

  • Baby Heart

    Daebakkkkk .
    Asli ini ff keren banget !!
    Makasih thor meskipun ff nc tapi jalan ceritanya di no.1kan !!
    Jadi kagak gimana gitu pas baca part “ono”nya !!
    4jempol buat si Author !! ♡♥

%d blogger menyukai ini: