Because Of Music Video

0
ff nc kyuhyun because of music video
Tittle                : Because of Music Video
Author             : MISSjiA
Main Cast        : Cho Kyuhyun, Kwon Yoonhee (OC)
Genre              : Romance
Rate/ Length   : NC 21, Oneshoot
Hello guys, ff ini udah pernah aku kirim dan di post di blog NC lain, cm kali ada beberapa kata yg pengetikannya aku ganti. Entah di blog sebelumnya sdh pernah kalian baca atau belum. U can read, leave a comment, but please, don’t be a plagiarist, okay?

Happy reading, guys~
Kyuhyun’s POV
“Jadi model MV?” tanyaku pada manajer hyung. “Lalu siapa yang menjadi model wanitanya, hyung?”
“Kwon Yoonhee.” jawabnya singkat.
“MWO? Yoon… Yoonhee model yang…”
“Ne!Yoonhee, model yang tengah naik daun karena pose-nya yang ‘berani’ itu.” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, manajer hyung sudah memotongnya. Rupanya ia sudah tahu apa yang ingin aku tanyakan.
“Waaaahh..asik sekali, Kyu. Kau bisa beradu akting dengannya.”Aku mendengus sebal saat mendengar jerit bahagia dari mulut Sang-Jun, lawan mainku dalam drama yang sedang aku perankan.Asik dari mananya?Aku hanya takut menimbulkan kontroversi dari para fansku jika sampai aku dipasangkan oleh model itu.
“Keunde, hyung, kenapa harus Yoonhee? Aku takut jika fans tak bisa menerimanya.”
“Karena hanya karakter Yoonhee yang cocok dengan konsep MV tersebut.Lagunya itu bertemakan tentang cinta, akan ada adegan kisseu dan juga scene yang akan kalian perankan diatas ranjang.”
Aku kaget mendengar ucapan manajerku.Adegan diatas ranjang? Yang benar saja!
“MWOYAA??Hyung, micheosseo?Aku tak mau!”
“Aish, kau jalani dulu saja.Masalah fansmu tak perlu kau ambil pusing.Inikan hanya akting, pura-pura.Mereka pasti akan mengerti.”
“Tapi kisseu-nya itu kan tidak pura-pura, hyuuuuuunnng!” aku menjerit frustasi karena manajerku itu sama sekali tak mau mendengarkanku.
“Memang apa salahnya?” tanyanya dengan raut wajah tanpa dosa. “Hanya berciuman kan? Hanya saling menempelkan bibir saja, kenapa repot? Adegan ranjang pun tubuhmu akan ditutupi selembar selimut. Kalian juga tidak benar-benar naked.Lalu apa masalahmu?”
Aku mendelik tajam menatapnya.“Hanya menempel kau bilang?Baca ini!” kulempar script yang sejak tadi ku pegang dan tentu saja aku sudah membacanya. Selesainya ia membaca script itu, ia hanya menunjukkan cengiran bodohnya padaku seolah ia tak punya salah disini.
“Aigo, aku tak tahu jika kau harus berciuman HOT disini, Kyuhyun-ah.” ujarnya seraya menekankan kata hot. “Daaaann..omo! Adegan ciuman kalian bahkan harus berlanjut sampai diranjang.Mianhae, Kyuhyun-ah. Aku sudah terlanjur menyetujui surat kontrak itu. Ya sudah kau jalani saja, ne?Anggap saja suatu keberuntungan untukmu karena bisa berciuman dengan Yoonhee.” kata manajer hyung sambil berlalu meninggalkanku.
“HYUUUUNNGG!!!Aaaaarrrrrrgggghhhttt…!” aku mengacak-acak rambutku gusar. Bagaimana bisa ia menandatangani surat kontrak itu tanpa meminta persetujuan dariku?
“Sudahlah, Kyuhyun-ah.Kau jalani saja dulu.Kurasa benar kata manajermu.Anggap saja ini keberuntungan untukmu.”
Sial! Sempat-sempatnya Sang-Jun cekikikan, menertawakan nasibku.
“Coba saja tawaran itu ditujukan untukku. Tentu saja akan ku terima tanpa penolakan. Ah, bagaimana jika kau minta pada manajermu agar aku saja yang berperan di MV itu dengan Kwon Yoonhee?”
“Kau saja yang memintanya.Seenaknya menyuruhku.”
“Bilang saja kau sudah mulai tertarik dengan job itu, makanya kau tak mau memberikannya padaku.Aku benar, kan?”
“YAK, LEE SANG-JUN!!!”
***
“Yoonhee-ssi, ini Cho Kyuhyun, yang akan menjadi lawan mainmu di MV ini.”Sang produser MV tersebut mengenalkan Yoonhee padaku.
“Ah, ye.Annyeong haseyo, Kwon Yoonhee imnida.Bangapseumnida.” ucapnya seraya membungkuk dihadapanku.
“Cho Kyuhyun imnida.”
Kuperhatikan penampilan gadis yang tengah berada dihadapanku ini. Bohong jika ku bilang bahwa ia tidak cantik dan errr..seksi. Tubuhnya proporsional sekali ditambah kulitnya yang putih susu itu. Aish, kenapa pikiranku jadi melantur kesana?
“Ku harap kita bisa bekerja sama dengan baik, Kyuhyun-ssi.”
Segala khayalanku tentangnya hilang dalam sekejap saat mendengarkan ucapannya.Suaranya itu merdu dan lembut sekali.
“Ah, ne. Aku juga berharap begitu.” jawabku kikuk.
Dilihat dari wajahnya, sangat mustahil jika pekerjaan wanita ini adalah seorang model.Mengingat wajah gadis ini sangatlah imut dan innocent. Tak masalah jika ia hanya sekedar menjadi model untuk majalah-majalah remaja, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Sudah beberapa kali wajah polos gadis itu terpampang pada cover untuk majalah orang dewasa dengan pose yang kuyakini akan membuat mata para lelaki tak ingin terlepas memandang cover tersebut. Belum lagi pada halaman-halaman selanjutnya, posenya terlihat semakin berani saja.
“Yoonhee-ssi, Kyuhyun-ssi, kalian tentu sudah membaca script yang telah diberikan, bukan?” kata salah satu crew saat aku dan Yoonhee sedang di make up.
“Ne.” jawab kami bersamaan.
“Kalian sudah menghafalnya?”
“Eo, tentu saja.” kali ini hanya aku yang menjawab.
“Bagus kalau begitu.Aku yakin Yoonhee-ssi pasti juga sudah mengafalnya.Ia kan seorang model professional. Benar begitu, Yoonhee-ssi?”
Yoonhee hanya tersenyum manis menjawab ucapan crew tersebut. Aigo, kenapa senyumnya semanis itu? Tahan dirimu, Kyuhyun-ah! Jangan sampaikau menjadi terlalu jauh terpesona pada sosoknya.
“Kuberitahu, scene pertama kalian hanya akan berjalan-jalan sambil berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan.”Crew tersebut mulai menjelaskan apa-apa saja yang harus kami lakukan.
“Kemudian untuk adegan selanjutnya, yangakan kita lanjutkan esok hari, Kyuhyun-ssi mengantarkan Yoonhee-ssi kerumah yang terdapat di beberapa blok dari lokasi ini. Rumah itu juga sudah disewa untuk dijadikan lokasi syuting.Anggaplah itu rumah Yoonhee-ssi.Kau tidak hanya sekedar mengantarnya, Kyuhyun-ssi.Kau juga harus mampir dan masuk kedalam rumah
itu. Selanjutnya… eeemm… kalian harus melakukan… melakukan…”
“Aish, arraseo!Tak perlu kau lanjutkan, aku sudah tahu apa yang harus kulakukan setelah itu.” kulihat Yoonhee sepertinya malu saat mendengar penuturan terakhir dari crew tersebut. Kenapa ia harus malu? Bukannya ia sudah biasa?
“Ah, baiklah. Sepertinya kalian juga telah selesai di make up. Kalau begitu kita mulai saja untuk scene pertamanya.”
Aku bangkit dari kursi yang sejak tadi ku duduki untuk bersiap menuju tempat penambilan gambar. Yoonhee pun melakukan hal yang sama denganku. Dia terlihat sangat anggun dengan gaun putih selututnya itu. Gaun yang ia kenakan seakan melenyapkan image seksi yang telah melekat didirinya. Kini hanya terlihat image seorang gadis polos yang cantik didiri Yoonhee. Ada apa denganku sebenarnya? Kenapa sedari tadi aku selalu saja mengaguminya?
Author’s POV
“Kau gugup?” tanya Kyuhyun saat melihat Yoonhee tengah berdiri disampingnya dengan gelisah. Sedari tadi gadis disebelahnya itu sibuk meremas jari-jarinya yang saling bertaut.
“Ne? Aaa..ah, ye.” jawab Yoonhee dengan terbata-bata. “Mungkin karena ini kali pertama aku akan berakting.Biasanya kan aku hanya berpose untuk difoto saja.”
Kyuhyun mengangguk seolah mengerti.“Kau tenang saja. Aku dan para crew pasti akanmembantumu. Ini tidak sulit kok.Kau hanya belum terbiasa saja, tetapi jika sudah dijalani pasti akan menyenangkan dan mudah.”
“Arraseo.” Yoonhee tersenyum manispada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terpana entah untuk keberapa kalinya. “Gamsahamnida Kyuhyun-ssi.”
Kyuhyun kembali mengangguk dan tersenyum.“Kajja. Syuting sudah mau dimulai.” Ajak Kyuhyun yang tanpa sadar menggenggam pergelangan tangan Yoonhee.
Sesuai dengan instruksi dari para crew serta script yang mereka dapatkan, Kyuhyun dan Yoonhee harus berjalan sambil berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih. Senyum bahagia tercetak jelas dibibir keduanya.Orang-orang yang menyaksikan adegan mereka pun nampak senang melihatnya, seolah pasangan ‘kekasih’ itu benar-benar terlihat bahagia dan serasi.
Demi aktingnya terlihat lebih natural, Kyuhyun menggiring tubuh ‘kekasihnya’ tepat dibawah sebuah pohon.Dihimpitnya tubuh Yoonhee dengan tubuhnya hingga tubuh mereka saling berdekatan dan nyaris tak ada jarak sedikitpun. Kyuhyun mengangkupkan wajah Yoonhee dengan kedua telapak tangannya, menatap mata gadis itu secara intens dan tersenyum manis sebelum akhirnya bibirnya mendarat dikening gadis itu.
Yoonhee terbelalak dengan perlakuan Kyuhyun.Ia ingat betul bahwa scene seperti ini tak ada dalam script. Lalu kenapa Kyuhyun melakukan ini? Dan kenapa pula sang sutradara tidak meng-cut adegan ini?Belum selesai dengan keterkejutannya atas perlakuan Kyuhyun, Yoonhee kembali dikejutkan lagi dengan perlakuan Kyuhyun yang lainnya.Setelah Kyuhyun mencium kening Yoonhee, dengan telapak tangan yang masih berada diwajah gadis itu, namja itu mengusap kedua pipi Yoonhee dengan ibu jarinya.Diusapnya lembut seakan ingin memberi rasa nyaman untuk gadis itu.
Yoonhee sudah serba salah dengan posisi berdirinya saat ini.Lututnya terasa lemas. Rasanya iasudah tak sanggup lagi menopang tubuhnya. Iaingin berteriak agar adegan ini dihentikan, namun ia tak bisa melakukan itu karena yang berhak melakukannya hanyalah sang sutradara. Matanya berkedip-kedip seolah memberi tanda pada Kyuhyun agar pria itu menghentikan aksinya, namun hasilnya nihil.Pria itu, entah disengaja atau tidak, malah memeluk tubuhnya dengan erat sambil mengusap rambut panjang miliknya. Blush! Semburat merah serta merta muncul dikedua pipi Yoonhee.Ia salah tingkah diperlakukan seperti ini oleh seorang Cho Kyuhyun. Beruntung karena posisinya adalah membelakangi kamera, jadi tak akan ada yang menyadari perubahan pada wajah Yoonhee.
“CUT!!!” teriakkan yang sudah dinanti-nanti Yoonhee sejak tadi akhirnya keluar juga dari mulut si sutradara.Meskipun telat, ia tetap bersyukur karena setidaknya jantungnya sudah kembali normal karena perlakuan Kyuhyun padanya.
“Daebak!Kalian benar-benar hebat.” sutradara memuji mereka diiringi riuh tepuk tangan dari crew lainnya.“Kalian terlihat seperti kekasih sungguhan.Chemistry kalian pun sangat baik. Kalau kerja kalian terus seperti ini, maka proses syuting pun akan lancar-lancar saja dan berlangsung lebih cepat.”
***
Esoknya adalah hari kedua serta hari terakhir bagi Kyuhyun dan Yoonhee untuk menyelesaikan pembuatan MV tersebut. Bedanya, mereka tidak akan berakting outdoor lagi, melainkan disebuah rumah yang sudah disewa.
“Kyuhyun-ssi, kau sudah menghafal dialogmu untuk syuting terakhir ini?” tanya Yoonhee tanpa melepas pandangannya dari script yang sedang ia baca.
“Tentu saja.Memangnya kau belum?”
“Aku tidak sempat karena setelah syuting kemarin, aku harus melakukan pemotretan lagi hingga larut malam.Aku sangat lelah, jadi script ku terlantar begitu saja tanpa kusentuh apalagi kubaca.”
Kyuhyun takjub mendengar ucapan gadis disampingnya.Tidak biasanya gadis itu berbicara sepanjang itu padanya. Biasanya ia hanya akan berbicara dengan singkat, padat, dan jelas.
“Waeyo, Kyuhyun-ssi?”Yoonhee menggerakkan tangannya didepan wajah Kyuhyun.Berusaha membuat namja itu tersadar dari lamunannya.
“Anio hanya saja, bisakah kau tidak memanggilku dengan panggilan seformal itu?”
“Lalu aku harus memanggilmu apa?”
“Oppa, eotte?Panggil aku oppa.Kyuhyun oppa.”
Yoonhee mengangguk dan tersenyum.“Arraseoyo, Kyuhyun oppa.Ah, kau juga jangan memanggilku dengan panggilan formal itu.”
“Baiklah, Yoonhee-ya.Baca dengan benar script itu, agar tak ada kata-kata yang salah saat syuting nanti.”
Yoonhee kembali dikejutkan oleh sikap Kyuhyun.Baru saja namja itu mengacak rambutnya sebelum pergi meninggalkannya.
Syuting pun dimulai.Kyuhyun dan Yoonhee nampak sedang asyik bersenda gurau di ruang tamu. Kyuhyun seperti terbawa suasana saat proses syuting berlangsung. Tak jarang ia mengusap puncak kepala Yoonhee ataupun mencubit gemas pipi gadis itu. Lagi-lagi Yoonhee dibuat gugup
olehnya karena adegan yang Kyuhyun lakukan padanya tak ada dalam script.
“Oppa, adegan yang kau lakukan itu tak ada didalam script.”Yoonhee berbisik pelan ditelinga Kyuhyun.Kyuhyun tersenyum lembut seolah yang dibisiki gadis itu adalah kata-kata yang mesra.
“Agar akting kita terlihat seperti sungguhan, apa salahnya?”Kyuhyun menjawabnya dengan bisikan pula sambil meniup telinga Yoonhee.Yoonhee berjengit saat Kyuhyun dengan sengaja meniup telinganya.
‘Ia ingin menggodaku rupanya?Lihatlah, siapa yang akan tergoda nantinya.’Yoonhee membatin dalam hatinya seraya menunjukkan smirknya.
Selesai dengan scene mengobrolnya, Kyuhyun dan Yoonhee kembali melanjutkan scene selanjutnya.Scene yang cukup sulit untuk dilakukan oleh Kyuhyun.Awalnya Kyuhyun merangkul bahu Yoonhee agar dapat merilekskan suasana sebelum ke inti adegan. Selanjutnya, ia mengusap lembut kedua pipi Yoonhee dengan jarinya dan mulai mendekati wajah gadis itu. Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya, belum melakukan yang lebih dari pada itu.Ia
masih ragu antara meneruskan syuting ini atau menghentikannya saja. Namun ditengah keraguannya, Yoonhee lah yang memutuskan untuk memulai.
Gadis itu mulai menggerakkan bibirnya perlahan.Memasukkan bibir atasnya agar bisa menghisap bibir bagian bawah milik Kyuhyun.Kyuhyun terbelalak atas tindakan Yoonhee.Ia tak menyangka bahwa gadis itulah yang memutuskan untuk memulai terlebih dahulu. Kyuhyun
masih belum menutup matanya meskipun dilihatnya gadis dihadapannya sudah memejamkan matanya sejak tadi sambil menghisap-hisap bibirnya.Kyuhyun merasakan bibir Yoonhee sedang tersenyum meremehkan saat tengah melumat bibirnya.
‘Kau mau menggodaku?Baiklah, ku turuti semua permainanmu nona Kwon.’ ucap Kyuhyun dalam hatinya.
Karena ia yakin Yoonhee sedang menggodanya, Kyuhyun pun seakan tak mau kalah. Dibalasnya lumatan-lumatan Yoonhee dengan tak kalah kasarnya.Bahkan tangan namja itu sudah berani menekan tengkuk Yoonhee agar ciuman mereka semakin dalam dan intim.Yoonhee pun takhabis pikir bahwa Kyuhyun akan bereaksi seperti ini. Ia seperti terkena batu atas permainan yang ia ciptakan sendiri. Iasempat kewalahan membalas setiap gerakan bibir Kyuhyun dibibirnya.
Ciuman-ciuman Kyuhyun terasa semakin menuntut dan liar.Namja itu bahkan sampai menggigiti bibir atas dan bawahnya secara bergantian.
“Aaaakkkhh..hhh..” tanpa disadari, Yoonhee mengerang karena merasakan sakit dibibirnya akibat gigitan Kyuhyun.Kyuhyun melepaskan pagutannya hanya untuk melihat keadaan gadis itu.
Bibirnya menyeringai saat dilihatnya bibir Yoonhee memerah dan membengkak.Sedahsyat itukah efek dari ciumannya?
Karena sang sutradara tak juga menghentikan scene ini, satu-satunya cara yang terpikirkan oleh Yoonhee hanyalah mengatupkan bibirnya rapat-rapat agar namja dihadapannya tak bisa berbuat lebih jauh lagi.Kyuhyun mengerti bahwa Yoonhee tak memberikannya kesempatan untuk
kembali melumat bibirnya.Ia sangat mengerti arti dan maksud gadis itu dengan mengatupkan bibirnya seperti itu. Mata gadis itupun secara terang-terangan enggan untuk menatap mata Kyuhyun. Namun, bukan Kyuhyun namanya jika ia tak bisa mengatasinya.
Diangkatnya dagu gadis itu agar dapat melihat sorot tajam dari mata Kyuhyun, kemudian ibu jarinya tengah bergerak dibibir bawah Yoonhee, mengusap-usap dengan lembut.Seperti tersihir, Yoonhee membuka mulutnya yang sejak tadi tertutup.Kesempatan ini jelas tak disia-siakan oleh Kyuhyun.Namja itu kembali menguasai bibir Yoonhee bahkan lebih ganas dari sebelumnya.
Yoonhee sengaja menjambak rambut Kyuhyun sekuat mungkin agar namja itu mau melepaskannya, namun Kyuhyun tidak menanggapinya.Namja itu tetap melumat bibir Yoonhee dan menautkan lidahnya di lidah gadis itu.
Suara decakan akibat gesekan bibir mereka yang saling beradu pun terdengar mendominasi ruang syuting tersebut.Semua yang menonton adegan itu terpana melihatnya tak terkecuali manajer Kyuhyun yang kebetulan pada saat itu tengah menemaninya syuting.Ia tak menyangka bahwa Kyuhyun akan seganas itu mencium bibir Yoonhee. Padahal sejak awal ia menolak
mati-matian tentang kiss scene yang akan dia lakukan, tapi mengapa sekarang ia terhanyut bahkan menikmati adegan ciuman itu?
Semua mata yang menatap adegan kissing Yoonhee dan Kyuhyun jadi tersenyum geli saat menyaksikan dua manusia itu seolah terhanyut dengan adegan tersebut.Inikan hanya akting, pura-pura.Kenapa mereka harus seserius itu melakukannya?Bahkan sampai terdengar decakan bahkan erangan dari mulut mereka berdua.
“CUUUUTT!!!”
Yoonhee segera mendorong tubuh Kyuhyun begitu mendengar sutradara tengah meneriakkan kata ‘cut’. Dorongan Yoonhee tak urung membuat tubuh Kyuhyun terjungkal kebelakang, ia terjatuh.
“Sial!” desis Kyuhyun.
Semua orang bertepuk tangan karena akting Kyuhyun dan Yoonhee bisa dibilang lebih dari kata berhasil.
“Aigo, aku tak menyangka kalian akan melakukan adegan itu dengan…”
“Mana kostumku untuk scene selanjutnya?Aku ingin segera ganti baju.”Yoonhee sengaja memotong ucapan sang sutradara karena tak sanggup mendengar yang lebih dari pada itu. Iasadar bahwa sutradara itu ingin menggodanya karena adegan yang telah ia dan Kyuhyun lakukan.
“Ini kostummu untuk scene selanjutnya Yoonie, dan ini untukmu Kyuhyun-ssi.Kau hanya perlu memakai celana pendek saja” kata seorang coordi seraya memberikan baju kepada Yoonhee.
“MWO? Baju apa ini? Eonni, kau serius membiarkan aku memakai baju ini?” protes Yoonhee pada coordi tersebut. Yoonhee memang sudah dekat dengannya sehingga ia memanggilnya ‘eonni’.
“Tentu saja kau harus memakai itu, Yoonie. Kau lupa bahwa adegan kalian selanjutnya itu diatas ran… eeeemmmppphh..”
“Cukup!Tak usah kau teruskan!”
Coordi tersebut hanya tersenyum menggoda sambil memandang Yoonhee.“Waeyo?Kau malu, heh?Ingat ya, kau itu seolah-olah sedang naked, jadi kau memang harus memakai gaun minim itu.” tunjuknya pada gaun yang sudah berada digenggaman Yoonhee.
“EONNIII!!!”Yoonhee langsung berbalik badan meninggalkan Kyuhyun yang sedang menertawainya.
***
Yoonhee sudah duduk dengan gelisah diatas ranjang dengan selimut yang sudah melilit tubuhnya, sedangkan Kyuhyun masih berdiri disampingnya dengan berbalut piyama kimono miliknya. Namja itu sedang sibukmemperhatikan para crew yang sedang mempersiapkan alat-alat untuk syuting. Yoonhee meremas jari-jarinya, ia selalu melakukan itu saat sedang gugup atau gelisah seperti sekarang ini.Saat Yoonhee sedang mencuri pandang kearah Kyuhyun, tiba-tiba saja namja itu juga tengah menatapnya.Mereka beradu pandang. Yoonhee terkejut dan segera mengalihkan pandangannya kearah lain. Kyuhyun yang melihat itu jadi tersenyum geli dan mulai berlutut didepan Yoonhee.
“Yaaa, apa yang kau…”
“Sssstt…” Kyuhyun menempelkan telunjuknya dibibir Yoonhee.Tidak mengizinkan gadis itu untuk berbicara lagi.“Coba kau buka selimutmu.Aku ingin lihat apa yang tersembunyi dibaliknya.”
“YAK!!!”
“Ada apa Yoonhee-ssi?” tanya salah seorang crew saat mendengar teriakan Yoonhee.
“Anio, hanya saja Yoonhee sepertinya sudah tak sabar untuk segera mulai scene terakhir ini.Benarkan, Yoonhee-ssi?”
Yoonhee membuang muka saat mendengar pernyataan Kyuhyun yang benar-benar membuatnya malu.Pernyataannya kembali membuat beberapa orang tersenyum menggoda kearahnya.
“Geurae? Baiklah kalau begitu langsung kita mulai saja.” ujar sang sutradara. “Kyuhyun-ssi, kau bersiap-siaplah.Lepaskan piyamamu.”Kyuhyun mengangguk dan mulai melepaskan tali yang ada di piyama miliknya, namun gerakannya terhenti saat dilihatnya Yoonhee tengah menatapnya dengan tatapan yang… takut? Dia tersenyum dan melempar piyama itu entah kemana, kemudian menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur yang sama dengan Yoonhee.
Scene terakhir yang harus mereka lakukan pun dimulai.Beberapa crew sempat membantu Kyuhyun dan Yoonhee untuk mengatur posisi mereka sedemikian rupa, agar mereka terlihat sedang melakukan sex.Yoonhee hanya membalut tubuhnya dengan selembar selimut dan membiarkan bahunya terekspos.Paha gadis itupun tak ditutupi selimut sehingga memperlihatkan kaki jenjang miliknya. Kyuhyun pun hampir samaseperti Yoonhee, hanya bokong pria itu saja yang ditutupi oleh selimut yang sama.
Kyuhyun sudah berada diatas tubuhnya.Ia menggunakan kedua tangannya agar tak menindih tubuh gadis yang berada dibawahnya. Kyuhyun sempat terpana saat melihat tubuh Yoonhee.Ia tak menyangka tubuh gadis itu benar-benar indah dengan bagian yang menonjol ditempat yang seharusnya (?). Kyuhyun berusaha keras agar tak terbawa suasana seperti tadi, namuniamenyerahkan semuanya pada gadis itu. Tergantung dengan seberapa bisanya gadis itu untuk tak menggodanya seperti yang ia lakukan tadi.Sesuai script yang mereka dapatkan, Kyuhyun tak harus selalu berciuman dengan gadis itu lagi, terkadang ia harus menyurukkan kepalanya kesamping kepala Yoonhee agar terlihat seperti sedang menciumileher gadis itu. Karena tak nyaman berlama-lama dengan posisi seperti itu, Kyuhyun pun beralih melumat bibir Yoonhee. Yoonhee hanya bisa membalas setiap lumatan Kyuhyun dibibirnya karena memang seperti itulah
adegan yang harus ia lakukan.
Yoonhee mendorong pelan bahu Kyuhyun karena ia benar-benar membutuhkan oksigen saat ini. Lagi-lagi Kyuhyun tak menganggapinya, iaterlalu asik dengan bibir gadis itu. Yoonhee sengaja menggoda Kyuhyun dengan menggerakkan kakinya sehingga tak sengaja menyentuh daerah paling sensitif milik Kyuhyun.
“Aaaaarrrhh..”Kyuhyun mendesah pelan.Benar-benar pelan sehingga bisa dipastikan hanya Yoonhee yang dapat mendengarnya.
“Ka..kau menggodaku, huh?” ucapnya dengan susah payah karena efek miliknya yang sedikit menegang. Bagaimana tidak?Ternyata Yoonhe melakukan itu secara berulang-ulang.
“Memangnya kau tergoda? Tch, kau mudah sekali tergoda tuan Cho.”Yoonhee kembali berbisik seraya meniup-niup telinga Kyuhyun.
“Kau..sialan! Jangan salahkan aku jika setelah ini kau akan kuhabisi diranjang ini!”
Mendengar itu, Yoonhee hanya tersenyum meremehkan.Ia hanya menganggap ucapan Kyuhyun sebagai angin lalu dan gosip belaka #‎PLAK!
“Ooooww~ it sounds scary. Aku takuuuuuuutt..” balas Yoonhee dengan raut wajah yang dibuat-buat, semakin membuat Kyuhyun muak melihatnya.
“Kau lihat saja nanti, Kwon Yoonhee!”
Semua orang yang melihat adegan tersebut dari sebuah layar kecil, sama sekali tak mengetahui percakapan atau lebih tepatnya bisikan yang dilakukan oleh Kyuhyun dan Yoonhee. Mereka tak menyadari apa yang dilakukan Yoonhee dan apa yang dialami Kyuhyun akibat perlakuan gadis
itu. Yang mereka tahu hanyalah kedua manusia itu menjalankan pekerjaan mereka dengan benar.
“CUT! Enough for today.Ah, akhirnya pekerjaan ini selesai juga.”
Kyuhyun mendesah lega mendengar ucapan sutradara.Ia benar-benar merasa tertolong karena tak harus berlama-lama dengan kondisi takmengenakkan itu. Ia menatap Yoonhee yang sedang menyeringai kearahnya. Kyuhyun benar-benar ingin membalaskan dendamnya pada gadis itu. Semua perasaan yang sejak tadi ia tahan, kini seolah terlupakan. Ia benar-benar ingin menuntaskan semuanya pada gadis itu. Para crew tengah sibuk membereskan perlengkapan syuting karena memang syuting mereka telah selesai. Yoonhee meminta izin untuk mandi dikamar mandi yang ada dirumah itu.
“Chogiyo, rumah ini disewa berapa lama untuk syuting MV ini?” tanyaKyuhyun pada seorang camera man yang sejak tadi merekam gambarnya dan Yoonhee.
Camera man itu nampak sedang berpikir mendengar pertanyaan Kyuhyun.“Kalau tidak salah 2 hari Kyuhyun-ssi.Rumah ini sudah disewa untuk hari ini dan besok.”
“Oh, baiklah kalau begitu.”Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.Senyum yang mengandung arti, namun camera man itu tentu saja tak mengetahui maksud Kyuhyun.
“Kalau begitu aku duluan, Kyuhyun-ssi.”
“Ne.” Kyuhyun menjawab singkat sambil menutup pintu setelah camera man tersebut telah keluar beserta para crew lainnya. Hanya ada dirinya dan Yoonhee yang sedang mandi dirumah ini. Bagus! I get you, Kwon Yoonhee-ssi.
Yoonhee’s POV
Rasanya tubuhku menjadi lebih segar dan lebih baik setelahnya aku mandi. Aku yakin dirumah ini sudah tak ada seorangpun karena tak ada suara siapapun sejak tadi.Aku memang sudah izin pada sutradara tadi untuk menumpang mandi.Aku kembali menuju sebuah kamar tempat aku dan Kyuhyun syuting tadi.Bagaimana keadaannya setelah ku goda tadi ya?
Kkkkk~ salah sendiri ia juga menggodaku terus sebelumnya.
Mataku rasanya ingin mencuat keluar begitu aku melihat Kyuhyun sedang berbaring diranjang dengan kancing kemeja yang benar-benar telah dibuka olehnya, membuat dadanya terekspos jelas. Astaga! Kenapa pria ini masih ada disini?Dan bagaimana ini? Tubuhku hanya berbalut selembar handuk yang sama sekali tak bisa kuharapkan untuk benar-benar menutupi seluruh
tubuhku. Namja mesum ini pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentangku. Aku memang sudah terbiasa difoto dengan pakaian yang terbuka, tetapi itu lain dengan kasus kali ini. Itu memang pekerjaanku, dan tak akan ada yang berani macam-macam denganku. Tapi kali ini lain, ada Kyuhyun disini. Tadi saja ia sudah berani macam-macam padaku. Bukan tak mungkin juga jika ia akan macam-macam lagi padaku. Aish, berpikir apa aku ini? Andwae! Aku tak akan membiarkan ia bertindak semaunya lagi kali ini.
“Kenapa kau masih disini?Pergi sana!” kataku sambil mencari sesuatu.
“Mencari ini, nona?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku sebelumnya.
Aku menoleh kearahnya dan mendapatinya tengah mengenggam pakaian dalamku.Benda yang sejak tadi ku cari.Bagaimana bisa ada padanya?
“Yak, kau ini maniak dan psycho ya?Kenapa pakaian dalamku ada padamu?Cepat kembalikan!”
“MWOYA?Maniak kau bilang?” pekiknya tak terima.“Itu karena kecerobohanmu, nona Kwon.Kau tahu? Benda keramatmu ini sudah bertengger manis diatas ranjang itu saat aku masuk ke kamar ini.”
“Jaga bicaramu, Cho Kyuhyun!Cepat kembalikan milikku!”
“Kau yang harus jaga bicaramu padaku.Kemana panggilan oppa untukku?”
“Tch, aku tak sudi memanggilmu seperti itu saat aku tahu watak aslimu.”
Aku masih berusaha mengambil pakaian dalamku yang masih saja dipegangnya. Cho Kyuhyun sialan! Dia benar-benar membuatku kesal.
“Apa maumu sebenarnya, Cho Kyuhyun?” decakku tak sabar karena perlakuan namja ini.
“Aku menuntut pertanggung jawabanmu.Kau tahu tidak?Karena ulahmu, ‘adikku’ ini tak bisa tidur lagi sejak tadi.” jawabnya sambil mengalihkan pandangannya kebawah.Akupun mengikuti arah pandang Kyuhyun dan terkejut saat melihat celananya membesar.
“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab? Lagi pula itu kan karena sikapmu yang menyebalkan. Kau selalu saja menggodaku.”
“Aku kan memang ditakdirkan menjadi pria yang menggoda.Kau saja yang terlalu percaya diri, dengan melihat wajahku saja kau sudah tergoda.Tidak usah beralibi bahwa aku menggodamu.Kau katakan saja yang sejujurnya bahwa kau memang tergoda karena wajah tampanku.”
Aku menganga saat mendengar penuturannya yang terlalu membanggakan dirinya.Aigo, kenapa aku harus berurusan dengan pria sepertinya?
“Demi tuhan Cho Kyuhyun, aku benar-benar ingin membenturkan kepalamu itu ke dinding.Bagaimana bisa kau berpikir semenjijikkan itu, hah?”
Kyuhyun berjalan mendekati tubuhku, kemudian memutari tubuhku seakan menilai penampilanku.Aku kembali mengeratkan handuk yang sejak tadi masih membalut tubuhku.
“You’re so sexy, Yoonie.” bisiknya seraya menciumi telingaku dan mengusap rambutku yang masih basah.
“Jangan lakukan ini, Kyu!” aku mendorong tubuhnya saat tangannya ingin melepas handukku.“Arraseo, aku minta maaf padamu, ok?”
“Memangnya permintaan maafmu bisa membuat ‘adikku’ kembali tenang, nona?Kau yang membuatnya seperti ini, maka kau juga yang harus menenangkannya.”
“Ta..tapiii..” disaat aku sedang bingung memikirkan alasan agar namja ini tak menyerangku, tangannya malah menarik handukku dan mendorong tubuhku keatas ranjang. Aku ingin bangkit dari tidurku dan memungut handukku lagi, namun terlambat.Tubuh Kyuhyun sudah berada diatasku.Ia sudah menindihku dan menatapku intens sambil menyusuri wajahku dengan jari-jarinya yang panjang.
Aku sempat bergidik ngeri saat melihat sorot matanya yang tajam.Tatapannya benar-benar menyeramkan, tetapi saat mempesona. Eh? Baboya! Kenapa aku berpikir seperti itu?Kyuhyun mendekatkan wajahnya kewajahku.Jarinya sudah sibuk mengusap bibir bawahku sebelum akhirnya bibirku dilumat habis olehnya. Sepertinya ia memang tak mengenal kata lembut dalam hidupnya. Buktinya saat ini bibirnya benar-benar kasar saat melumat bibirku, tapi entah mengapa aku menyukainya.Aku tak peduli pada apapun. Terserah jika ia memang beranggapan bahwa aku sudah tergoda oleh dirinya karena kenyataannya sekarang memang seperti itu. Aku sudah tergoda olehnya. He’s really a good kisser.
Kubalas setiap lumatan Kyuhyun dengan tak kalah kasarnya.Kedua tanganku bahkan sudah mendekap leher Kyuhyun.Meminta namja itu agar tak melepaskan kegiatannya.Kyuhyun tersenyum disela-sela pekerjaannya saat mengetahui bahwa aku mulai membalas pagutannya dan mengikuti permainannya.
Aku melepaskan kemeja Kyuhyun yang kancingnya sudah tak terpasang.Ia sedikit tak waras kurasa karena mengenakan kemeja tetapi masih memakai boxer sebagai bawahannya. Kulempar kemeja Kyuhyun entah kemana. Aku sudah full naked, sementara dia masih mengenakan boxernya. Sebenarnyaaku takut jika harus membuka boxernya juga, ani, aku masih malu.
“Eeeeenngghhh… sssshhh..”Aku mendesah saat Kyuhyun mengalihkan pekerjaannya pada leherku.Dihisap serta digigitnya leherku dan aku yakin perbuatannya itu pasti akan menimbulkan bekas.
Aku hanya mendongakkan kepalaku, memberi akses lebih luas padanya agar bisa leluasa bermain di leherku.Kyuhyun kembali mencium bibirku dan memasukkan lidahnya kedalam mulutku.Menjalajahi rongga mulutku dengan lidahnya dan menghisap lidahku dengan kuat.
Ku dorong paksa kepala Kyuhyun karena aku sudah kehabisan nafas, tidak sepertinya, yang entah bagaimana ia bisa memiliki nafas sepanjang itu. Kyuhyun beralih menciumi dagu serta telingaku, kemudian kembali mempermainkan leherku dengan menjilati bekas kissmark darinya.
“Emmmpphh..aaahh.. Kyuuuuu..” tangan Kyuhyun yang sejak tadi diam, kini tengah sibuk mengerjai dadaku, sementara mulutnya masih sibuk dengan leherku.
Perlakuan Kyuhyun dileher serta dadaku tak urung membuatku terus-terusan mendesah karena keduanya merupakan daerah sensitifku.Jari-jarinya meremas gemas dadaku, membuatku menggelinjang karenanya.Setelah puas dengan leherku, Kyuhyun mengalihkan permainannya pada dadaku.Diciuminya dadaku yang sebelah kanan, kemudian tak lama ciumannya pun berubah menjadi kuluman yang tak kalah ganasnya dari sebelumnya.Selagi Kyuhyun menghisap dadaku, lidahnya pun ikut menggoda nippleku.Kyuhyun terus menghisapnya hingga mengeras.Erangan serta desahanku semakin tak terkendali.
“Aaahh.. Kyuhyuuunn..oooouugghh..” kudorong kepala Kyuhyun sehingga semakin menekan dadaku. Aku benar-benar menikmati perlakuannya hingga membuatku ingin merasakannya terus.
Kyuhyun menghentikan hisapannya. Aku sedikit kecewa karena perbuatannya, namun ia kembali menghisap dadaku yang sebelah kiri, sedangkan yang sebelah kanan tengah menjadi bulan-bulanan jari-jarinya.
Berkali-kali kepalaku bergerak kekanan dan kekiri sebagai pelampiasan kenikmatan yang diberikan oleh Kyuhyun.Seprai tempat tidur ini pun sudah kusut tak berbentuk karena sejak tadi sudah menjadi korban keganasan tangan dan juga kakiku. Aku tak menyangka jika seks akan seperti ini rasanya, nikmat yang sangat sulit dijabarkan. Pantas saja banyak orang yang begitu menggilai aktivitas ini.Kyuhyun bangkit dari posisinya yang menindihku.Ia melebarkan kedua kakiku dan menyusupkan kepalanya dikedua pahaku. Omo! Ini bahkan lebih nikmat dari pada permainannya di kedua dadaku tadi.Mulutnya kini tengah bermain di daerah kewanitaanku.
“Aaakkkhh Kyuhyuuuunn..eeenngghhh..” aku mendesah saat Kyuhyun menciumi permukaan vaginaku. Melumurinya dengan saliva hingga vaginaku basah karena salivanya.Tak puas dengan
itu, Kyuhyun melumat daerah kewanitaanku penuh nafsu, menghisap-hisapnya dengan kuat.
Tubuhku sudah seperti orang yang sedang sit up. Berkali-kali aku bangkit dari tidurku, dan kembali kuhempaskan tubuhku keatas ranjang saat permainan Kyuhyun terasa semakin menggila saja.Aku tak dapat menggerakkan kakiku karena sejak tadi dipegangi oleh tangan kekarnya.
“Ooooowwhh..sssshhh.. Kyu-aaaaaaaaahhh..” desahan panjangku keluarbersamaan dengan cairan yang keluar dari vaginaku. Kyuhyun tersenyum melihat itu dan kembali menghisap milikku untuk menghabiskan cairan kepuasanku. Astaga, apa dia tidak jijik? Aku saja mual melihatnya.
Diciuminya lagi bibirku sambil menelusupkan lidahnya.Ada rasa aneh dengan ciumannya kali ini.Beginikah rasa cairan orgasme?Lidah Kyuhyun terasa semakin kasar membelit lidahku.Ia benar-benar tak sabaran saat melakukannya. Aku benar-benar tak sanggup mengimbangi permainannya.Aku mengalihkan wajahku untuk melepaskan ciumannya.Ku pandangi wajahnya, kemudian aku menempelkan keningku ke keningnya.Hidung kami saling bersentuhan, dan kugesekkan hidungku ke hidung mancungnya.Kami sama-sama tertawa disela-sela aktivitas kami. Entah siapa yang memulai, bibir kami kembali saling berpagut manis. Kali ini Kyuhyun melakukannya dengan lembut.Kyuhyun melumat bibir atasku sementara aku menguasai bibir bawahnya.
“Ka..kau memang tak bisa bermain.. hhhh.. dengan lembut, tuan Cho…” ucapku terputus-putus akibat ulahnya. Kami memang berciuman dengan lembut pada awalnya, namun namja mesum itu kembali meyerang bibirku dengan lumatan-lumatan liarnya.
Kyuhyun tersenyum dan mengecup keningku.“Itu karena kau sendiri.Jika kau tak terlalu menggoda, aku tak akan kehilangan akal seperti ini.”
Ia menarik tubuhku untuk turun dari ranjang, sedangkan Kyuhyun duduk diatasnya. Kyuhyun melepas boxernya tepat dihadapanku. Ini sungguh gila!“Manjakan milikku juga, Yoonie.Kau tak ku izinkan untuk bermain-main ditubuhku bagian atas karena besok aku ada pemotretan yang
mengharuskan aku mengekspos tubuh seksiku (?) ini.”
“Kau egois sekali!Kau sudah membuat tubuhku penuh dengan jejakmu, sedangkan aku tak boleh balas dendam padamu.”
“Aigo, kau ingin sekali menikmati tubuhku ya?” godanya sambil tersenyum jahil.“Tidak sekarang, Yoon.Aku janji akan pasrah menyerahkan diriku padamu jika aku tak ada job pemotretan lagi.”
“Tch, rasa percaya dirimu sudah mencapai taraf mengenaskan!Tak dapat terselamatkan lagi.”
Ia menarik tanganku menuju miliknya yang sudah menegang dibalik CD-nya. “Cepat manjakan milikku.Aku sudah tak bisa bersabar lagi.”
Kuremas milik Kyuhyun tanpa melepas CD-nya.“Seperti ini, heh?”
“Aaaarrggghhtt.. Yak! Kau menyakitinya, babo! Lakukan dengan lembut.”
Dengan enggan, kulepaskan satu-satunya penghalang ditubuh Kyuhyun.Kyuhyun sedikit mengangkat tubuhnya untuk mempermudah pekerjaanku membuka celana dalamnya.Mataku membulat begitu melihat miliknya yang sudah benar-benar tegang. Rupanya ia sudah sangat terangsang. Kupegang miliknya dengan sedikit takut.Tentu saja karena aku belum pernah melakukan ini.
“Aaaahh..ssshh.. ooohh..” kulihat wajah Kyuhyun memerah dan kepalanya mendongak keatas saat aku mulai mengelus juniornya dengan gerakkan keatas kebawah. Sungguh nikmatkah, Kyuhyun-ah?Melihat ekspresinya saat ini semakin membuatnya terlihat tampan.
“Oooowwhh..shake it, Yoonie.. aaaahh..” kuturuti permintaan namja banyak maunya ini. Aku memainkan miliknya semauku.Kadang lambat, cepat, semakin cepat, dan begitu seterusnya.Erangan Kyuhyun semakin tak terkendali karena perbuatanku.
“Yoooonnhh..aaakkhh.. eeemmhh..” aku mengecup ujung juniornya. Kyuhyun memejamkan matanya menikmati servis dariku.Aku senang sekali melihat ekspresinya yang sedang horny seperti saat ini.
“Yoon-ah, suck..ooohh.. suck it, Yoon.. eeeerrgghh..”Kyuhyun langsung menyodorkan juniornya kehadapanku.Ia sungguh tak bisa bersabar untuk membiarkan diriku memanjakannya dengan caraku sendiri.
Nafsu benar-benar sudah menguasai dirinya.Ku masukan juniornya yang cukup besar itu kedalam mulutku.Kukeluar masukkan miliknya didalam mulutku sedalam yang aku bisa.Kyuhyunmenjambak rambutku sambil meracau tak jelas.Meneriakkan namaku diseladesahan serta erangannya yang terdengar sangat indah ditelingaku.
“Aaahh.. Yoonie hhhh..kau.. kau aaaakkhh.. nice Yoon-aaaahhhhh..”
“Teruskaaaannhh..lebih cepaaatthh Yooooonnhh..”Kyuhyun mendorong kepalaku agar bisa segera memuaskan nafsunya yang sudah memuncak.
“Eeeeuunngghhh..once more, Yooonnhh.. morrreeee.. aaakkhh..” pekiknya saat gigiku ikut serta memanjakan miliknya. Lidahku pun kumain-mainkan saat sedang mengulum milik Kyuhyun, membuat namja itu memekik menikmati service dariku.
“Yooooonnhh..aku.. akuu.. aaaarrrgghhhtt..” cairannya sukses menyembur kedalam mulutku. Ia menekan kepalaku, memasktikan tak ada sedikitpun cairannya yang keluar dari mulutku.
“Telan, Yoon!” pintanya saat melihat pipiku yang mengembung karena cairannya.
Aku menggelengkan kepalaku tanda bahwa aku tak mau menelannya.Kyuhyun berdecak gemas, kemudian mencium bibirku tak sabar untuk membantuku menelan cairan spermanya.
“Hoeks, rasanya aneh.”
“Itu nikmat, bukan aneh.” katanya seraya mengusap puncak kepalaku.Kyuhyun kembali merengkuh tubuhku kedalam gandongannya, kemudian memojokkanku didinding kamar ini.Aish, kenapa harus berdiri?Tidak tahu kalau aku lelah?
Baru saja aku ingin protes padanya, namun ia sudah menggesekkan miliknya dipermukaan vaginaku. Protes yang awalnya ingin ku lontarkan padanya, berganti menjadi erangan kenikmatan yang keluar dari mulutku.
“Aaaahh Kyu..jangan menggodaku lagiiiihh.. ssshh..”
“Aaaahh..milikmu sudah mengering.. ssssshh.. akuuuhh.. aku ingin membuatnya basah lagihhh agar.. agar mempermudah milikku memasuki tubuhmu.” jawabnya tanpa menghentikan kegiatannya.
Tak lama, cairan orgasme ku kembali keluar untuk kedua kalinya.Tanpa membuang waktu, tangan kiri Kyuhyun menaikkan kaki kananku kepinggangnya sambil memasukkan miliknya dengan tangan kanannya.
“AAAKKHH.. APPO.. APPO, KYUHYUN-AH.. AAAARRRGGHHTT..” aku menghujani
tubuh Kyuhyun dengan bertubi-tubi pukulan. Ia sungguh keterlaluan saat memasukkan miliknya yang besar itu dengan sekali hentakkan.
Kyuhyun tersenyum sambil mengecup keningku cukup lama, kemudian ujung hidungku.“Mianhae, kau manissekali saat kesakitan seperti tadi. Kkkkk~”
PLAK
“Yak, appo!” protesnya saat aku memukul kepalanya.
“Rasakan!Rasa sakitmu bahkan tak sebanding dengan yang kurasakan.”
Kyuhyun menatapku tajam, namun sedetik kemudian seringaian khasnya sudah muncul menghiasi bibirnya.“Kau berani padaku, huh?Rasakan ini.”
“Aaakkhh..aaahh.. yak, pelan.. pelaaaannnhhhh.. ooowwhh…”
“Aku..akuuuhh tak mendengar apapun.. aaakkhhhhh.. ssshhh..”
Karena melihatku yang kesakitan, Kyuhyun pun melembutkan gerakannya ditubuhku.Masih kurasakan linu didaerah kewanitaanku meskipun rasa nikmatlah yang kini mendominasi dan menjalar diseluruh tubuhku.
Aku menarik kepala Kyuhyun menuju payudaraku.Seolah mengerti dengan kemauanku, Kyuhyun segera mengulum payudaraku, kanan dan kiri secara bergantian.Payudaraku yang sudah terdapat ukiran kissmark darinya, kini diperbarui (?) lagi olehnya.Ia menghisap-hisapnya kuat sambil meremas-remas bokongku. Aku dapat merasakannya dinginnya dinding dibelakangku karena hentakkan junior Kyuhyun yang terus menerus.
“Oooohhh Kyuhhhh..” desahku saat Kyuhyun menghisap sambil menggigit puncak dadaku. Rasanya sungguh nikmat saat bibirnya memanjakan dadaku. Terus kudorong kepala Kyuhyun agar semakin terbenam di dadaku.Jari-jariku sibuk mempermainkan rambutnya yang lebat.Kuremas-remas rambut Kyuhyun hingga benar-benar berantakan.
“Kyuhyun-aaahhh..aakkkhhh..”
“Nikkk..nikmaaathh jagi-ya.. oooouugghhh..” Kyuhyun melepaskan kulumannya untuk mendesah.
“Ooohhh Kyu lebbbiiihh cepaat..aaahhh..”
“Yoonie..aaahhh.. gerakkaaaannhh tubuhmuuuuhh..”
Kugerakkan tubuhku berlawanan arah dengannya.Tanganku masih asik menggerayangi tubuh bagian belakang Kyuhyun.Tubuhnya sudah basah karena keringat.Kyuhyun hanya memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya saat kenikmatan tengah menghampirinya.
“Kyuuuuhh..uuugghh.. aku mauu.. aku keluaaaaarrhhh.. aaahh..”
“Yooooonn, akuuuu..aaaaaaaaakkkhh..”
Cairanku dan Kyuhyun keluar bersamaan hingga menetes ke pahaku.Kyuhyun membersihkan cairan yang ada di pahaku dengan jarinya, kemudian mengemut jarinya dihadapanku.
“Kau mau?”
Aku hanya menggeleng lemah karena efek orgasme yang melelehkan namun menggairahkan itu.
“Kau lelah, Yoon?”
“Waeyo?”
“Aku ingin kita bermain sekali lagi.”
“Yak, aaakhh..”
Belum sempat aku menjawab untuk menolaknya, Kyuhyun sudah menggendongku dan membuat miliknya yang masih berada dalam vaginaku kembali menghentak milikku kasar.
“Aaakkkhh..”
Tubuh kami terhempas ke ranjang.Posisi Kyuhyun masih menindihku karena memang sejak tadi ia tak melepaskan kontak kami. Tanpa memberiku waktu untuk mengatur pernafasanku, Kyuhyun langsung menggerakkan tubuhnya keatas kebawah.Membuatku kembali bereaksi atas perbuatannya.
“Eeeuuunngghhh..ssshh.. oooowwhh..”
“Aaahh.. Yoonhee-yaaa..ini sangat.. sangat nikmaaatthh, jagiyaaaa.. aahh..”
Desahan serta erangan kami kembali terdengar saling bersahutan.Kyuhyun membenamkan wajahnya keleherku dan kembali menguasai leher jenjangku dengan hisapan penuh nafsu miliknya.Aku hanya bisa mendesah sambil menjenjangkan leherku.
Kukalungkan kedua kakiku ketubuh Kyuhyun yang sibuk bergerak diatas tubuhku.Aku pun mengikuti gerakannya yang etrasa semakin cepat.Kenikmatan yang kudapatkan ini sungguh sulit untuk dijelaskan bagaimana rasanya.Sangat memabukkan.
“Yooniee..percepat gerakanmu, jagiiii.. aaahhhh..”
“Aaaahh..ooowwwhh.. ssshhh.. hhh.”
“Aaahh..aahh.. eeenngghh..”
Hentakkan junior Kyuhyun terasa semakin cepat di milikku.Aku mengerang nikmat saat kejantanannya menyentuh titik kepuasanku lebih dalam.Kyuhyun melakukan itu berulang-ulang agar aku merasakan kenikmatan yang ia dapatkan juga. Keringat yang sudah membasahi tubuh kami pun tak kami hiraukan lagi karena rasa nikmat ini lebih penting dari apapun.
“Oooouugghh.. Kyu..fasssteeeeerrhh.. hhhhh…”Kyuhyun menggerakkan juniornya semakin cepat.Vaginaku terasa berkedut karenanya. Sepertinya aku akan berorgasme lagi.
“Kyuuuu..aku hampiiiirrhh.. aaaahh..”
“Akkkuuu..aku belum, Yoooooonnhhh.. aaahhh..”
“Aaaaaaaaarrgghhhttt..” aku mengerang saat puncak dari rasa nikmat itu datang lagi. Kyuhyun menatapku seraya menyeka peluh yang ada dikeningku.
“Aku sebentaaarrr lagiiiiihh, Yooonnieeee..hhhh..” ucapnya disela desahannya. Aku mengangguk mengerti.Aku ingin Kyuhyun juga merasa puas atas permainan kami mala mini, bukan hanya aku saja yang terpuaskan disini.Aku hanya tak ingin berlaku egois.
“Kwon Yoonhee..hhhh.. aaaakkkhhh…” entah kenapa aku senang sekali disaat puncak kenikmatannya, ia meneriakkan namaku. Itu terdengar lebih indah dari apapun.
“Gomawo, Yoon. eeeemm.. mianhae, aku mengeluarkannya didalam.” Kata Kyuhyun saat sudah merebahkan dirinya disampingku.
“Gwenchana.Masa suburku sudah lewat, Kyu.”Dirapikannya rambutku yang berantakkan dan sedikit basah karena keringatku.
“Tidurlah. Kau pasti lelah, aku pun sama lelahnya.”Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos kami berdua.Kami tertidur dengan posisi yang saling berhadapan.
***
Kyuhyun’s POV
Aku terbangun karena cahaya yang silau seakan menusuk-nusuk mataku.Kukerjapkan mataku berkali-kali agar terbiasa menerima cahaya yang masuk kedalam mataku.Aku menoleh kesamping kiriku dan mendapati gadis itu, Kwon Yoonhee, masih tertidur dengan pulasnya.
Kuperhatikan wajahnya yang terlihat polos.Ia sangat menggemaskan jika sedang tidur. Meskipun lebih menggemaskan lagi jika ia terbangun karena aku bisa menggodanya dan membuatnya mengeluarkan ekspresi-ekspresi yang terlihat menggemaskan dimataku. Kwon Yoonhee, entahlah, sepertinya aku mencintaimu. Aku mengusap lembut wajah gadis dihadapanku dengan jari-jariku.Membuat Yoonhee bergerak dalam tidurnya.Mata indah itu perlahan-lahan mulai terbuka dan membulat seketika saat melihatku berada disampingnya.
“KYUHYUN!!Kenapa kau bisa ada disini?”
“Tch, kau tak usah pura-pura polos begitu.Berpura-pura kaget saat ada pria yang tertidur disampingmu dan menjerit seperti itu.Kau pikir ini di drama, nona?Itu sangat menjijikan.Kau tahu?”
Yoonhee hanya mengerucutkan bibirnya karena sebal dengan perkataanku.Aku benar kan? Menggodanya lebih asik dari pada melihat wajah tidurnya.Ekspresi wajahnya yang selalu berubah-ubah selalu membuatnya terlihat lucu.
“Kyuhyun-ah, kita sudah melakukan kesalahan besar.Bagaimana ini, Kyuuuu?” tanyanya panik.
Aku berdehem untuk menetralkan suaraku agar tawaku tak muncrat keluar.
“Bagaimana apanya?” aku berpura-pura tak mengerti.
“Aku tahu kau memang bodoh, Cho Kyuhyun!Tapi kumohon untuk kali ini, kali ini saja, hilangkan bodohmu untuk sementara.Berpikirlah untuk mencari solusi atas perbuatan kita semalam.”
“Yak, beraninya kau mengataiku bodoh! Dasar gadis bodoh! Begitu saja sudah bingung.” kataku dengan nada meremehkan. “Kalau sudah begini, mau tidak mau, setuju tidak setuju, suka tidak suka…” 
“Hentikan!Kau ini terlalu berbelit-belit.Cepat katakan apa usulmu!”
“Aish.” kujitak kepala gadis tak sopan ini karena telah berani memotong ucapanku.“Kalau sudah begini, mau tidak mau kau harus jadi milikku.”
“Mak..maksudmu?”
“DASAR BABO!!!” teriakku tepat ditelinganya. “KAU HARUS MENJADI MILIKKU, KEKASIHKU, YEOJACHINGU KU. APA KAU SUDAH MENDENGARNYA, NONA KWOOOONN?”
“MWOYAA?” dengan kurang ajarnya gadis sialan ini menoyor kepalaku saat mendengarkan usulku.
“Kau sudah gila?Aku tak mau.Kau pikir aku mau dengan namja mesum sepertimu?”
“Mesum begini juga kau menikmatinya, kan?” aku menggodanya sambil menaik turunkan kedua alisku.“Kalau kau menolak, aku akan menyebarkan bukti akurat.Bukti yang bisa menurunkan derajatmu sebagai model papan atas.” kataku berlebihan.
“Bukti apa, hah? Cepat berikan padaku!”
“Kau tahu tidak?Kejadian kita semalam itu sudah ku rekam di kamera.Selesai syuting kemarin, aku meminjamnya dari camera man yang merekam gambar kita kemarin.”
Yoonhee melotot saat mendengar ucapanku.“Berikan kamera itu padaku, Cho Kyuhyun!Lancang sekali kau melakukan itu untuk mengancamku.”Yoonhee menjambaki rambutku dengan brutal.Membuat kulit kepalaku terasa sakit seakan rambutku rasanya ingin rontok semua.
“Hentikan, Yoonhee-ya! Jika kau masih menyiksaku seperti ini, aku benar-benar akan meng-upload video kita. Kau mau namamu tercoreng, hah?”
Gadis itu menggelengkan kepalanya lemas sambil menatapku dengan tatapan memelasnya, seolah sedang memohon padaku Kkkkk~ neomu kyeopta.Membuatku ingin mencubit pipinya.
“Jangan sebarkan video itu.Aku mohon.”
Aku ingin tertawa melihatnya memohon seperti itu.Seperti bukan dirinya saja.
“Asal kau menyetujui permintaanku tadi, aku tak akan menyebarkannya.Video itu akan aman ditanganku.”
“Kenapa tidak kau hapus sekalian?”
“Itu tergantung bagaimana sikapmu padaku selama menjadi kekasihku.Jika kau berlaku baik, maka aku akan menghapusnya. Jika kau menyebalkan, kau tanggung sendiri akibatnya.”
Yoonhee bergidik ngeri saat mendengar ancamanku.“Aku tak bisa dan tak mau membayangkan presepsi masyarakat tentang diriku jika mereka tahu aku bercinta dengan Kyuhyun.Itu sangat menjatuhkan reputasiku sebagai public figure. Belum lagi derajat seorang model akan jatuh
sejatuh-jatuhnya jika sampai video itu tersebar.” gumamnya pelan, namun aku tetap bisa mendengar setiap kalimat yang ia ucapkan dengan jelas. Sejujurnya aku ingin tertawa mendengar ocehannya, namun disisi lain aku ingin sekali mencekik lehernya. Bisa-bisanya ia merendahkan diriku seperti itu. Memangnya kenapa jika bercinta denganku?Yeoja-yeoja lain belum tentu bisa seberuntung dirinya.
PLETAK
“Kau sedang mengumpatku, nona?Kau mau bermain-main dengan Cho Kyuhyun, huh?”
Yoonhee meringis sambil mengusap kepalanya yang ku jitak tadi.“ANDWAE!Baiklah, maafkan aku.Aku akan menyetujui permintaanmu, keundae, kau tak akan menyebarkan video itu, kan?”
Aku menggigit bibir bawahku agar senyum kemenangan tak tercetak dibibirku.“Tentu saja.Akan ku simpan video itu ditempat yang aman.Kau tenang saja.”
“Hah, syukurlah.”
Yang bisa ku lakukan hanyalah melengos, menatap kearah lain saat aku benar-benar tak kuasa lagi menahan tawa ketika melihat ekspresinya saat ini. Ia mendesah lega begitu mendengar jawabanku.
Yoonhee-ya, kau bodoh juga ternyata.Bagaimana bisa kau percaya dengan bualanku?Meminjam kamera pada camera man? Kkkkkk~ memangnya camera man itu ayahku sampai-sampai ia rela meminjaminya padaku? Lagi pula kamera itu tentunya akan dipakai untuk syuting-syuting selanjutnya, jadi mana mungkin ia mau meminjaminya padaku? Syukurlah, karena kebodohanmu aku bisa mendapatkanmu.
“Jadi kita pacaran?” tanyaku memastikan.
“Ada pilihan lain tidak? Aku tak mau jika harus menjadi kekasihmu.”
“TIDAK ADA!!!Jangan macam-macam. Kau mau video itu ku upload sekarang juga? Tepat didepan matamu?”
“ANDWAE!Ya sudah, jika memang hanya itu pilihannya kenapa masih bertanya lagi padaku?Iya, aku mau menjadi kekasihmu.Kau puas, huh?”
Aku tersenyum dan merengkuh tubuhnya kedalam pelukanku.“Gomawo.Saranghae Kwon Yoonhee.”
“Mwo?Kau mencintaiku?” tanyanya saat melepaskan pelukanku.
“Eo. Jantungku rasanya seperti gunung yang akan meletus. Ingin mengeluarkan isinya, isi cinta dan sayangku untukmu.”
“Cho Kyuhyuuuuunnn..ucapanmu sangat menggelikan! Tapi, aku juga akan belajar untuk mencintaimu, Kyuhyun-ah.” ujarnya sambil berhambur kepelukanku lagi.
Aah, Yoonhee, sepertinya aku benar-benar sudah mabuk. Mabuk akandirimu. Aku senang bisa mencintaimu, Kwon Yoonhee. Semoga kau juga merasakan hal yang sama saat bersama denganku. Semua ini karena music video. Kita dipertemukan salam sebuah job ‘music video’.
***END***

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: