A Sniper’s Love Part 2

0
sniper love kyuhyun
Author : Yoo In
Tittle : A Sniper’s Love / Part 2
Category : NC21, Romance, Angst
Cast : Cho Kyuhyun; Kim  Yura
© Sniper’s Love ©
Yura bangkit dari tempat tidur dan melihat sekeliling. Kosong, hanya ada dirinya di kamar itu. Ada segelas susu dan biskuit yang disimpan di meja dekat dengan ranjang. Ia mengernyit karena ada secarik kertas di sana. Yura mengambil kertas tersebut dan membacanya.
Bersihkan Tubuhmu,pakai deess yang aku sedikaan.
-CK-
Yura meremas kertas secarik kertas tersebut dengan geram. Kenangan bercinta dengan Kyuhyun memenuhi ingatannya. Ia merasa jijik pada dirinya sendiri, dan berani-beraninya ia menikmati itu, bahkan sampai klimaks.
Yura bangkit dan meringis pelan merasakan perih di lipatan pahanya. Bahkan sisa percintaan itu masih ada. Ia menatap sedih sprei putih ranjang itu, ada noda darah keperawanannya di sana seolah mengolok-olok bahwa sekarang ia sudah tidak suci lagi.
Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang disediakan Kyuhyun, ia memutuskan untuk duduk di kursi samping ranjang. Ia baru menyadari bahwa kamar rumah ini mewah. Yura berani bertaruh kediaman lelaki gila itu memang kaya. Ia merutuki kebodohannya karena menawarkan uang untuk lelaki itu, bisa saja lelaki itu lebih kaya dari orangtuanya.
Yura sedikit waspada ketika handle pintu kamar bergerak dan pintu terbuka. Kyuhyun masuk ke dalam dengan tenang, ada sedikit peluh yang memenuhi kening lelaki itu. Yura tersentak, bukan karena kedatangan lelaki itu, karena sebelumnya ia sudah mengantisipasi bahwa lelaki itu akan menemuinya. Yang membuat Yura tersentak yaitu benda yang dipegang oleh lelaki itu. Demi Tuhan, itu sebuah pistol!
Kyuhyun mengikuti arah pandang Yura dan tersenyum lembut, “Aku baru selesai latihan tembak. Dulu aku seorang sniper militer Korea.”
Yura memalingkan wajahnya, enggan menatap Kyuhyun. “Aku mau pulang. Kau akan mengantarkan aku pulang kan?”
Lelaki itu menaikkan satu alisnya mendengar perkataan Yura, “Tidak!” Mau tak mau Yura memandang lelaki itu, berusaha tidak tersulut emosi mendengar penolakan lelaki itu padanya.
“Bukankah semalam aku mengatakan kau boleh melakukannya setelah itu kau harus melepasku?”
“Ya, memang. Tapi aku tidak mengatakan iya, Nona Kim.”
“Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau sudah…”
“Bercinta denganmu?” Potong Kyuhyun cepat, membuat Yura merona malu. “Ya, aku memang bercinta denganmu. Tapi asal kau tahu, aku menginginkanmu bukan hanya untuk satu malam di ranjang.”
Kyuhyun mendekati Yura, Yura bangkit dari duduknya dan bersiap dengan apa yang akan terjadi.
“Aku ingin pulang!” Teriak Yura.
“Tidak!”
“Oh, brengsek!” Maki Yura seraya berlari menuju pintu.
“Berhenti di situ Yura!” Pekik Kyuhyun. Tapi Yura tetap bergeming, ia mencoba membuka handle pintu dan tersentak ketika mendengar suara tempakan peluru. Refleks ia melihat ke belakang, lelaki itu kini menatapnya tajam. Satu tangannya yang memegang pintol diarahkan ke ranjang.
“Berhenti atau aku akan menembak kepala cantikmu, Yura.” Geram Kyuhyun.
Yura terdiam, suatu tindakan bodoh untuk melawan ketika rivalmu memegang senjata. Kau bisa mati! Pekik Yura dalam hati.
“Tapi aku ingin pulang. Aku merindukan ibuku.” Teriak Yura frustrasi.
“Tidak! Aku bilang tidak! Kau milikku. Aku sudah memutuskan kau akan hidup denganku.”
“Tapi aku bukan milikmu. Kau bukan siapa-siapa bagiku. Bahkan aku tidak mengenalmu sebelumnya.”
Kyuhyun menatap Yura tajam, ia memasukkan pistol ke saku celana jeansnya dan berjalan menuju Yura. Tatapannya terkunci hanya pada tubuh Yura, seakan gadis itu adalah mangsanya.
“Ya! Tentu kau milikku. Kau sudah bercinta denganku dan aku sudah merasakan tubuhmu. Aku adalah lelaki pertamamu, itu merupakan bonus tersendiri untuk…”
“Hentikan kata-kata menjijikan itu!” Teriak Yura. Gadis itu terduduk di lantai dan menutup telinganya erat guna tidak mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar sangat menjijikan.
Kyuhyun jongkok, mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan Yura. Tatapannya berubah lembut ketika melihat gadis itu terisak pelan. Tangannya terulur menyentuh pipi Yura lembut, “Dengarkan aku Yura! Jangan takut padaku, aku tidak akan menyakitimu. Aku bersumpah. Tapi aku tidak bisa untuk tidak menyentuhmu. Terlebih aku sudah sangat menginginkanmu ketika pertama kali aku melihatmu di perkebunan itu.” Ucapnya lembut, lelaki itu mengembuskan napasnya kasar. “Aku tidak bisa melepasmu begitu saja Yura, terlebih aku sudah memutuskan.”
© Sniper’s Love ©
Sudah hampir 2 minggu Yura dikurung di rumah Kyuhyun. Hari-hari mereka selalu diwarnai oleh pertengkaran dan percintaan mereka. Percintaan? Bahkan sangat disanksikan karena hanya Kyuhyun yang menikmati penyatuan tubuh mereka, tidak dengan Yura. Yura merasa jijik pada dirinya sendiri karena harus pasrah dalam kuasa lelaki gila yang terobsesi padanya.
Saat ini, mereka sedang berada di ruang makan. Yura baru menyadari bahwa rumah yang ia tinggali saat ini megah, dengan dinding putih dan sebagian dengan kaca besar hingga bisa melihat dengan jelas halaman rumah ini. Samar-samar Yura bisa mendengar debur ombak, ternyata rumah ini memang berada di dekat pantai.
“Ku harap kau menyukai menu sarapan pagi ini Yura.” Gumam Kyuhyun lembut. Ia menatap Yura sekilas dan menyantap makanannya.
Sup krim ayam tersedia di depannya, roti prancis dan ham, salad, buah dan susu hangat. Terlihat enak, tapi Yura hanya menatapnya tanpa minat. Ia kehilangan selera makannya karena mengingat percintaan mereka tadi malam.
Kyuhyun beralih menatap Yura, menyadari gadis itu tidak menyentuh makanannya. Kyuhyun meletakkan sendok supnya dan menatap Yura tajam. “Makan Yura!” Suara Kyuhyun terdengar mengancam, tapi Yura sudah kebal dengan semuanya, dia balik menatap Kyuhyun tajam.
“Aku kehilangan selera makanku.” Jawab Yura dingin.
Kyuhyun memejamkan matanya, meredam rasa kesalnya sekarang. “Kenapa kau selalu menantangku?”
“Kau tidak suka?” Yura mengernyit, bahkan pura-pura mengernyit. Meninggalkan kesan ia terkejut, padahal dalam benaknya Yura tahu bahwa lelaki itu tidak suka jika ia menantangnya.
“Tentu. Aku tidak suka, karena sebelumnya tidak ada yang berani menentangku.”
“Kalau begitu lepaskan aku.” Tukas Yura enteng.
Kyuhyun mendesah berat, pandangan matanya gelap sekarang. “Selalu saja ke arah itu!” Bentak Kyuhyun. “Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak akan melepasmu. Tidak! Selama aku tidak mengijinkannya.” Kyuhyun membanting gelas air putih yang sebelumnya ia minum dan meninggalkan Yura sendiri di meja makan.
© Sniper’s Love ©
Yura duduk di balkon kamar Kyuhyun yang menghadap langsung ke arah bibir pantai. Yura merasa mulai jengah, ia ingin pulang, merindukan ayah dan ibunya. Tapi ia dikurung di rumah ini dan tidak bisa lari.
Ia menoleh ke belakang, ada pelayan yang selalu memenuhi kebutuhannya, dari menyiapkan pakaian, air mandi bahkan menemaninya ketika Kyuhyun tidak ada bersamanya. Pelayan yang diutus langsung oleh Kyuhyun untuknya.
“Siapa namamu?” Tanya Yura akhirnya.
Pelayan itu sedikit tersentak, mungkin karena baru kali ini Yura berbicara padanya. “Saya Eun Seong.” Jawab pelayan itu kaku.
“Kau terlihat seumuran denganku. Berapa umurmu?”
“22 tahun, nona.” Dua tahun lebih muda dariku – bathin Yura berkata.
“Apa rumah ini satu-satunya yang berada di bibir pantai?”
“Ya, nona.” Yura mengernyit, berspekulasi bahwa mungkin pantai ini milik pribadi Kyuhyun.
“Kalau boleh aku tahu, ini berada dimana?” Tanya Yura penuh harap.
Pelayan itu sedikit tersentak, mungkin bingung harus menjawab apa. Bisa saja Kyuhyun menyuruhnya untuk tutup mulut. Yura sepertinya menyadari tatapan gugup pelayan itu. Yura menatapnya lembut dan tersenyum tulus. “Tak apa. Kyuhyun tidak akan memarahimu.”
“Kita berada di Pulau Jeju, nona.”
Oh! Teriak Yura dalam hati. Ia pernah ke sini sebelumnya, tapi belum pernah ke pantai ini. Mengingat itu mungkin saja karena pantai ini milik Kyuhyun.
Yura tersenyum kecil, ada sebuah ide yang terlintas di pikirannya. Rasanya ia harus melarikan diri, ia tak tahu apakah berhasil atau tidak, tapi bukankah ia harus mencoba? Yura yakin Kyuhyun akan menemuinya, memaksakan tubuhnya melayani Kyuhyun. Dan saat pria itu lelah dan tertidur, ia akan pergi dari sini.
© Sniper’s Love ©
Benar. Kyuhyun datang menemuinya untuk bercinta dan lelaki itu sekarang tengah tertidur. Yura bangkit dari ranjang, memakai kembali pakaian yang tergeletak begitu saja di lantai. Ia menatap takut pada Kyuhyun, takut lelaki itu terbangun dan rencana untuk melarikan diri gagal.
Ia membawa jas Kyuhyun dan memakainya, melindungi tangan mulusnya yang terbuka. Kemudian ia berjalan mengendap-endap keluar dari kamar. Beruntung pintu kamar tidak dikunci. Yura kemudian menuruni tangga melingkar dan berjalan dengan tenang. Ia tidak boleh panik, dan jika panik maka semuanya akan gagal.
Saat sampai di halaman depan rumah Kyuhyun, ia menoleh lagi. Berharap Kyuhyun tidak bangun dari tidurnya sampai pagi dan menemukannya tidak ada di kamar bersamanya.
Yura bersyukur dalam hati, rumah besar Kyuhyun tidak dilengkapi pagar tinggi seperti rumah-rumah mewah. Tapi sekililing rumahnya benar-benar pasir putih. Ia berlari kecil, tapi ia merasa aneh mengapa tidak apa penjagaan? Mengingat Kyuhyun pernah menjadi anggota militer, keamanan pasti sudah ada di benak Kyuhyun. Apapun itu, ia bersyukur bisa bebas dari lelaki gila itu.
Yura mengetatkan jas yang ia sampirkan di bahunya. Samar-samar ia bisa mencium aroma maskulin lelaki itu. Aroma lelaki itu Yura sampai hafal, mengingat sudah berapa kali ia bercinta dengan Kyuhyun.
Tiba-tiba Yura merasa memerah. Ia merutuki dirinya karena di saat penting pelariannya ia malah mengingat lelaki gila itu.
Sudah hampir 3 jam Yura berjalan menjauhi rumah Kyuhyun, kakinya lelah dan perih karena ia belum pernah berjalan kaki jauh sebelumnya. Malam sudah berganti pagi, semburat jingga menghiasi langit bertanda matahari akan terbit.
Yura menyipitkan matanya, pandangannya fokus ke depan. Ia memekik senang ketika ia melihat sebuah kapal dan sebuah dermaga di depannya. Ia berlari kecil, melupakan rasa sakitnya dan tersenyum bangga. Dalam benaknya dipenuhi oleh perasaan membuncah karena terbebas dari Kyuhyun.
Dilihatnya seorang lelaki paruh baya, sepertinya seumuran dengan ayahnya. Lelaki itu terlihat tengah menghitung uang.
“Permisi.” Panggil Yura ragu.
Lelaki itu menatap Yura dan tersenyum ramah. “Ada yang bisa saya bantu?”
“Anda pemilik kapal barang ini?” Lelaki itu mengangguk dan Yura berkali-kali mengucapkan syukur, “Kapal ini akan berlayar ke mana?”
“Kami akan mengirim barang ke Seoul. Ada masalah nona?”
Yura tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, ia tersenyum lebar dan mengangguk. “Saya harus ke Seoul. Bisakah saya menumpang ke sana?”
Lelaki paruh baya itu mengernyit, “Kenapa anda tidak menggunakan kapal layar saja?”
“Saya tidak punya waktu dan… uang.” Tapi seketika ia ingat, ia mempunyai cincin berlian yang diberikan ibunya tahun lalu. Yura melepaskannya dan memberikannya kepada lelaki paruh baya itu. “Anggap saja itu bayarannya.”
Lelaki itu mengangguk dan menyuruh Yura menaiki kapal karena akan segera berlayar.
© Sniper’s Love ©
Hari sudah terang. Di kapal Yura menydari bahwa mungkin Kyuhyun sudah bangun dan menyadari Yura sudah kabur. Ia hanya berharap lelaki itu tidak akan menemukannya.
Yura menatap sekeliling kapal. Kapal ini lumayan besar, di penuhi oleh peti berisi buah. Ia merasa mencolok di sini, kapal ini tidak memiliki banyak awak. Hanya satu orang nahkoda dan seorang awak.
Seorang lelaki muda mendekati Yura. Lelaki itu tampan tetapi tidak setampan Kyuhyun. Kulitnya putih dan tatapannya agak aneh bagi Yura. Yura melangkah mundur begitu lelaki itu semakin mendekatinya.
“Mengapa kau di sini?” Ucap lelaki akhirnya.
“Aku menumpang ke Seoul.” Jawab Yura gugup.
Lelaki itu mengernyitkan keningnya, tampak geli. “Kau tidak membayar?”
“Aku sudah membayarnya pada paman yang tadi di dermaga.”
Lelaki itu semakin mendekati Yura dan memasang wajah mesum. Refleks Yura terus mundur ke belakang menyadari bahwa lelaki itu mempunyai niat buruk padanya.
“Oh ya? Tapi kau belum membayar padaku.” Ucap lelaki itu lirih.
Yura terkesiap, ia tidak mempunyai uang sekarang. “Aku tidak bisa membayar. Maafkan aku. Aku tidak mempunyai uang.”
“Oh tidak! Kau tidak perlu minta maaf padaku. Jika kau tidak punya uang, kau boleh membayarnya dengan tubuhmu.” Lelaki itu menyeringai dan mencekal lengan Yura.
Yura membelalakan matanya, tidak sempat melarikan diri. Lelaki itu menyeretnya masuk ke dalam kabin dan membanting tubuhnya. Tapi ia langsung bangkit dan berusaha kabur dari sana. Tapi pintu kabin itu terkunci. Yura putus asa, hal ini terjadi lagi padanya tetapi dengan lelaki yang berbeda. Ia merasa keluar dari mulut buaya dan sekarang masuk ke mulut singa.
Lelaki itu tersenyum jahat padanya, senyumnya menakutkan lebih dari senyum jahat Kyuhyun. Lelaki itu kini melepaskan celana bersama celana dalamnya. Ia terus mendekati Yura. Yura berdoa dalam hati supaya lelaki itu tidak memaksakan kehendaknya. Dalam hati ia ingin ada menolongnya, sebelumnya ia berharap bahwa Kyuhyun tidak akan mencarinya,
tapi kini ia berharap sebaliknya. Ia berharap Kyuhyun datang menolongnya saat ini.
“Tolong jangan lakukan ini.” Ucap Yura lirih, terisak pelan.
“Tidak! Kau terlalu cantik untuk dicampakkan.” Ucap lelaki itu dingin. Ia mencekal kembali tangan Yura dan menindih tubuh mungilnya. Menarik jas yang dipakai Yura dan merobek sedikit bajunya dibagian dada, sedikit memperlihatkan payudara ranumnya.
Lelaki itu mendekat, mencoba menciumi wajah Yura namun gagal karena Yura selalu menghindar. Hal itu membuat lelaki itu geram, ia menampar Yura sekuat tenaga sampai Yura merasakan bibirnya perih dan bau anyir darah tercium olehnya. Bibirnya sobek dan berdarah.
Lelaki itu kini menciumi bibir Yura yang terasa perih tanpa ampun. Yura terisak pelan, tidak bisa memberontak karena tubuhnya terlampau lelah. Untuk sekian kalinya ia merasa kotor pada dirinya sendiri.
Ia memejamkan matanya, menanti apa yang akan terjadi ketika dobrakan pintu terdengar memekakan telinga. Ia tersentak dan melihat apa yang terjadi di balik punggung lelaki yang menindihnya.
Matanya melotot tak percaya. Kyuhyun! Lelaki itu ada di sana. Matanya tajam dan menusuk, garis wajahnya mengeras, jelas lelaki itu sangat marah. Lelaki itu kemudian menatap Yura sekilas dan kembali memokuskan tatapannya pada lelaki itu.
“Kau menyentuh milikku.” Geram Kyuhyun. Ia berjalan tak sabar ke arahnya dan memukul lelaki itu sampai tersungkur ke bawah. Memukul kembali lelaki itu dan menendangnya sampai lelaki itu meringis sakit karena tendangan mematikan Kyuhyun.
Kyuhyun mendengus dan meludahi lelaki yang kini terkapar di kakinya. “Kau beruntung karena tidak ada satu peluruku yang mengenai tubuhmu. Kalau itu sampai bersarang di tubuhmu. Aku pastikan kau akan mati!” Ucap Kyuhyun dingin.
Mata tajam Kyuhyun beralih menatap Yura. Yura masih terisak pelan, kedua tangannya disilangkan menutupi dadanya. Kyuhyun mengambil jasnya dan menutupnya dada Yura dengan jas itu. Mengangkat Yura dalam gendongannya.
Yura terdiam, ia merasakan jantung Kyuhyun berdetak cepat menyentuh pipinya yang basah. Kyuhyun tidak mengatakan apapun ketika keluar dari kabin terkutuk itu.
Ia menurunkan Yura dengan lembut. “Kau bisa jalan?” Tanya Kyuhyun lembut, namun tatapan matanya dingin. Yura mengangguk kecil. Ia merasakan tangan dingin Kyuhyun memegang lengannya, memapah lembut dirinya menuju perahu boot kecil.
Yura duduk di sana. Itu pertama kalinya ia merasakan tenang ketika melihat Kyuhyun, ia berhutang kepada Kyuhyun sekarang. Kyuhyun menyadari tatapan Yura yang terus menatapnya dalam diam. Kyuhyun membalas tatapan itu tanpa tersenyum sedikitpun.
Ia merangkul tubuh Yura, agar menghangatkan tubuh gadis itu karena angin laut yang begitu kencang.  “Kau pikir apa yang kau lakukan Yura? Kau bisa dalam bahaya.” Ucap Kyuhyun sedikit tenang dalam nada suaranya.
Yura hanya diam, ia tidak tahu harus menjawab apa. “Well, setelah ini kau akan merasakan hukumanku karena berani untuk kabur.”
TBC
Comment ya ^^ Terima kasih.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: