A Snipers Love Part 1

0
sniper love kyuhyun
Author : Yoo In
Tittle : A Sniper’s Love / Part 1
Category : NC21, Romance, Angst
Cast : Cho Kyuhyun; Kim  Yura
Author’s note:
Ide cerita FF ini mungkin mainstream. Banyak sekali author yang menggunakan ide cerita ini. Walaupun begitu, cobalah untuk mencoba membaca FF ini. Terima kasih kepada admin karena sudah post FF saya ^^
Happy Reading ^^

© Sniper’s Love ©
Aku membencimu seakan aku ingin membunuhmu…
© Sniper’s Love ©
Hari ini mood Yura benar-benar buruk, gadis itu sedari tadi hanya diam. Mendengar perkataan orangtuanya. Usianya saat ini sudah menginjak 24 tahun, dan itu artinya ia akan segera dipilihkan jodoh untuk menikahinya. Ayahnya kaya raya, mempunyai berhektar-hektar tanah perkebunan anggur dan mempunyai pabrik pengolahan anggur yang cukup terkenal di Busan.
Bukan sesuatu yang sulit untuk mencari lelaki yang ingin menikahi Yura, gadis itu dengan segala kecantikan dan kecerdasannya pasti akan memikat banyak lelaki. Ayahnya hanya akan memilih lelaki yang menurutnya pantas dan cukup kaya untuk putrinya. Dan terpilihlah Choi Siwon, seorang pewaris perusahaan ternama di Korea. Keluarga lelaki itu sudah memutuskan untuk mengadakan pertemuan pertama mereka di Seoul.
Yura sedikit khawatir dengan perjodohan ini, ia belum pernah bertemu dengan calon suaminya. Ditatapnya ibunya yang cantik dan menawan, kemudian tangan Yura sedikit mencengkram tangan ibunya lembut.
Mata cokelat terang ibunya menatap putrinya sayang dan tersenyum lembut, seperti mengerti kegundahan hati putrinya. “Tenanglah sayang, jika paras calon suamimu yang kau khawatirkan maka kau tidak perlu khawatir. Choi Siwon lelaki yang sangat tampan dan dia orang baik.” Ucapan ibunya yang lembut seketika menenangkan hati gundahnya. “Besok kau akan ke Seoul dengan penerbangan pertama. Ibu dan ayah tidak bisa pergi bersama denganmu. Ada klien penting yang akan mengunjungi perkebunan anggur kita. Kami akan segera menyusul begitu urusan di sini selesai.” Lanjut ibunya seraya tersenyum khawatir.
“Oh, ibu. Aku tidak bisa datang ke sana sendiri.” Ucap Yura lirih.
“Maafkan ibu, sayang. Tapi mengertilah. Ayahmu sudah menyiapkan kamar hotel di Seoul untukmu menginap. Kau bisa istirahat di sana selagi menunggu kami. Dan tentu kau tidak sendiri, kau akan ditemani Taekwoon yang akan menjagamu.” Ucap ibunya seraya memasukkan baju-baju Yura ke dalam koper.
“Anak pengawal perkebunan itu akan ikut denganku?” Tanya Yura tak percaya. Ibunya hanya mengangkat bahu dan tersenyum geli. “Ibu, entahlah. Tapi aku meraya takut, kau tahu? Tidak bisakah aku memilih calon suamiku sendiri?”
Hening. Ibunya kini memasukkan baju terakhir ke koper dan membawanya menuju sisi ranjang Yura. Setelah itu, wanita setengah baya itu duduk di samping Yura dan menatap putri cantiknya sayang.
“Choi Siwon lelaki yang baik, berasal dari keluarga terpandang yang baik. Aku pernah bertemu dengannya sekali dan dia sangat ramah. Percayalah, dia baik untukmu. Ibu sangat ingin kau mendapatkan lelaki pilihanmu sendiri, tapi apa salahnya mencoba? Ibu bahkan lebih muda dari usiamu saat menikahi ayahmu karena perjodohan.” Penjelasan ibunya yang panjang lebar membutnya merenung. Ibunya bisa bahagia menikah dengan ayahnya karena perjodohan. Tapi itu ibunya. Apakah ia bisa bahagia seperti ibunya jika sudah menikah?
Yura memeluk ibunya sayang, “Baiklah, aku akan mencobanya.”
Ucapan Yura membuat wanita setengah baya itu tersenyum puas. Ia bangkit dan mengecup dahi Yura lembut, “Istirahatlah sayang. Besok pagi Taekwoon akan mengantarmu ke bandara.”
© Sniper’s Love ©
Yura merenggut kesal. Kini ia berada di ruang tunggu bandara, menunggu pesawat yang akan membawanya ke Seoul. Ia melirik ke arah belakang, ia menemukan Taekwoon berdiri di belakangnya. Yura yakin, lelaki itu tidak akan mau diajak bicara olehnya. Lelaki itu terlalu kaku untuk bercakap-cakap. Yura bangkit, rasanya ia harus ke toilet sebentar.
“Anda mau kemana nona?” Suara Taekwoon yang lembut namun dalam mengejutkannya, lelaki itu baru bersuara setelah 1 jam ia bersamanya.
“Aku ingin ke toilet. Aku tidak akan lama. Kau tunggu saja di sini.” Taekwoon mengernyitkan kening, seakan ia hendak protes. Tapi akhirnya lelaki itu mengangguk juga dan memilih untuk tidak mengikuti Yura.
Yura berjalan menuju toilet di sayap kanan bandara. Tidak terlalu jauh dengan ruang tunggu, bahkan ia masih bisa melihat Taekwoon yang juga mengawasinya dari kejauhan.
Ketika ia hendak masuk ke toilet, ia merasakan bahwa ada tubuh besar yang menabraknya dan ponsel orang yang menabraknya jatuh ke lantai. Yura refleks mengambil ponsel itu dan meminta maaf. “Maafkan saya sudah menjatuhkan ponsel anda.” Ucap Yura lembut.
Seseorang yang ditabraknya hanya diam, tidak mengucapkan apapun dan itu membuat Yura aneh. Yura menengadahkan wajahnya untuk melihat orang itu. Orang itu tinggi dan badannya tegap, memakai jas mahal berwarna cokelat yang menyembunyikan kemeja berwarna putih yang ia pakai. Wajah lelaki itu tampan. Lelaki itu balas menatap Yura dan menyeringai.
“Akhirnya aku bertatap muka denganmu.” Ucap lelaki itu lirih membuat Yura mengernyit. Ia hendak mengatakan sesuatu pada orang itu, namun dengan gerakan cepat lelaki itu mendekap tubuh mungil Yura dan menutup mulutnya dengan tangan kekarnya.
Yura hendak protes dan berontak namun tenaga lelaki itu begitu kuat. Perlahan lelaki itu menyeret tubuh Yura kuat namun lembut menjauhi toilet itu. Yura merutuki bahwa keadaan sekitar sedang sepi.
Samar-samar ia melihat Taekwoon memanggilnya dan berlari untuk mengejarnya. Wajah lelaki muda itu pucat dan terihat panik, menyadari bahwa Yura mungkin ada dalam bahaya. Namun beberapa langkah lelaki itu berlari mengejar Yura, Yura melihat lelaki itu terhunyung jatuh ke lantai. Yura membelalakan matanya, ketika seorang lelaki besar berpakaian serba hitam memukul bahu Taekwoon.
Tubuh Yura merasa lemas. Ia merasakan tubuhnya diangkat ke dekapan lelaki yang mendekapnya, dan tidak ingat apapun lagi.
© Sniper’s Love ©
Yura membuka matanya perlahan, ia merasakan tubuhnya sakit seperti sudah melakukan perjalanan jauh yang melelahkan. Ia bangkit dan memijit kepalanya yang berdenyut-denyut. Setelah lama memulihkan rasa sakit kepalanya, ia tersentak. Ia ingat kejadian yang menimpanya tadi, ia memejakan mata kembali berharap itu adalah mimpi. Namun ketika ia membuka matanya, ia tersentak kembali ketika melihat lelaki yang menyekapnya ada di hadapannya. Berdiri santai seraya tangan kanannya memegang gelas kristal berisi cairan berwarna kemerahan.
Oh, tidak! Ini bukan mimpi. Batin Yura berteriak.
Lelaki itu menatapnya tajam dan menyeringai, “Kau tidur sangat lama, putri.” Ucap lelaki itu tenang, ada nada geli dalam suaranya.
“Kau… aku berada dimana?” Tanya Yura ragu. Lelaki itu tersenyum kecil dan meletakkan gelas kristal di meja samping ranjang yang kini di tempati Yura.
“Kau ingin tahu?” Lelaki itu duduk di ranjang, Yura refleks meringsut menjauh dari lelaki itu. Alis lelaki itu mengernyit dan raut wajahnya tampak geli ketika melihat Yura ketakutan. “Kau ada di kediamanku, tepatnya di… kamarku.”
Mata Yura melolot dan berkilat marah, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menculikku?”
Lelaki itu tertawa kecil, suara tawanya renyah seakan mendengar kata-kata lucu. “Tentu karena aku menginginkanmu.” Ucap lelaki itu tenang. Ia bangkit dan melepaskan jas mahalnya sembarang di lantai dan membuka tiga kancing pertama kemeja yang tengah ia pakai.
Yura menatap lelaki itu panik, “Apa yang akan kau lakukan?”
Lelaki itu menatap Yura dalam kemudian menyeringai, “Aku kepanasan nona, mengingat kau sekarang berada di ranjangku. Tentu aku sangat ingin…”
“Brengsek!” Maki Yura, ia bangkit dari ranjang dan berlari menuju pintu keluar. Ia memegang handle pintu dan memutarnya, tapi sayangnya pintu itu terkunci. “Buka, buka pintunya!” Teriak Yura panik seraya memukul-mukul pintu itu.
Ia tersentak ketika merasakan tubuh lelaki itu merapat ke tubuhnya dari belakang, ia membalikkan tubuh Yura dengan mudah supaya menghadapnya. Yura menatap lelaki itu takut, wajah lelaki itu tidak tampak seperti penculik yang ia lihat di film-film. Wajah lelaki itu tampan dan menawan, namun tatapan matanya jahat dan sangat mengintimidasi.
Tangan kekar lelaki itu menggenggam tangannya dan mengelusnya lembut, “Jika kau terus melakukan itu, maka tangan lembutmu akan terluka.” Yura menepis tangan itu dari tangannya, rahang lelaki itu menengang dan tampak marah.
“Apa sebenarnya tujuanmu menculikku dan membawaku ke sini? Jika uang yang ingin kau dapatkan, maka kau akan mendapatkannya. Tapi setelah itu lepaskan aku!” Lelaki itu menjauh dari tubuh Yura. Yura merasa degup jantungnya berdetak sangat cepat, tapi ia bersyukur akhirnya lelaki itu menjauhkan tubuhnya darinya.
“Kau mengejekku nona Yura yang terhormat.” Ucap lelaki itu tenang. Kembali membalikkan tubuhnya dan menatap Yura tajam.
“Kau tahu namaku?” Tanya Yura tak percaya.
Lelaki itu masih menatap Yura dan tersenyum mengejek, “Ya, aku tahu. Bahkan aku tahu kebiasaanmu, kesukaanmu dan… rencana pernikahanmu dengan lelaki bernama Choi Siwon.” Yura membelalakan matanya tak percaya.
“Sebenarnya siapa dirimu?”
Lelaki itu kembali mendekati Yura, mendekap tubuh mungil Yura dengan tubuhnya. Ia menyapukan bibirnya, mengecup puncak kepala Yura lembut. “Aku Cho Kyuhyun, lelaki yang begitu menginginkanmu sampai rasanya terasa sakit. Aku tahu kebiasaanmu karena aku punya seorang pekerjaku di perkebunanmu dan memantaumu.” Ucap lelaki itu lembut. “Kau tadi bicara tentang uang. Tapi maaf jika perkataanku membuatmu tersinggung, aku tidak membutuhkan uang. Oh Yura, dengarlah. Aku sialan sangat kaya, aku mempunyai perusahaan dan kasino di Hongkong. Jadi simpan uang itu, karena yang kuinginkan adalah kau.”
Lelaki itu menekan tubuh Yura dengan tubuh kekarnya hingga punggung Yura. Lelaki itu menengadahkan kepala Yura agar mau menatapnya. “Aku tidak pernah melihat warna mata cokelat terang pudar sebelumnya.” Ucap lelaki itu lirih. “Kau sangat cantik. Kau mewarisi wajah cantik dari ibumu. Bahkan aku berani bertaruh ibumu saat muda dulu jauh lebih cantik dari dirimu saat ini.”
Yura menatap lelaki itu tak percaya, “Kau pernah bertemu dengan ibuku?”
Lelaki itu tersenyum kecil dan mengangguk, “Tentu. Aku datang ke perkebunan sebagai klien kalian. Berpura-pura ingin membeli wine kalian untuk pasokan minuman di kasinoku. Bahkan hari ini kami berencana untuk membahasnya. Itu pertama kali aku bertemu dengan ibumu, dia sangat cantik dan menawan.”
“Jadi karena rencana itu yang menyebabkan orangtuaku tidak menemaiku ke Seoul hari ini?”
“Ya, itu sudah direncanakan.”
“Jangan berani kau menyentuh ibuku!” Ucap Yura marah.
Lelaki itu semakin merapatkan tubuhnya pada Yura dan tersenyum sensual, “Bukan ibumu yang aku inginkan. Tapi kau.” Desah lelaki itu parau.
“Kau gila.” Geram Yura. Tanpa takut, menatap tepat di manik mata tajam lelaki Kyuhyun.
“Ya, aku gila. Aku gila karena terlalu menginginkanmu.” Ucapnya tenang, namun mengancam.
Sedetik kemudian Kyuhyun menyeret tubuh mungil Yura ke ranjang dan merebahkannya kasar. Yura panik, ia berusaha bangkit dari ranjang namun Kyuhyun menyadari apa yang akan gadis itu lakukan dan dengan cepat menindih tubuh Yura.
“Lepaskan aku brengsek!!” Teriak Yura geram. Kyuhyun terkekeh, ia dengan santai melepaskan kemeja dan melemparkannya sembarang.
“Apa… kenapa kau melepaskan pakaianmu?” Tanya Yura panik.
“Aku harus melepaskannya sayan. Kalau tidak, aku tidak bisa menikmati apa yang akan aku nikmati.” Ucap Kyuhyun menyeringai.
Yura membelalakan matanya, menatap Kyuhyun tak percaya. “Aku mohon lepaskan aku. Kau tidak boleh melakukan ini pada seseorang yang akan menikah.”
Kyuhyun menatap Yura tajam, harangnya mengeras dan bibirnya terkatup. “Lalu apa jika kau akan menikah dengannya? Apa kau ingin lelaki bernama Choi Siwon itu yang akan menjamah tubuhmu pertama kali?” Ucap Kyuhyun tajam. “Bahkan kau belum tahu rupa lelaki itu seperti apa.” Ucap Kyuhyun mencibir.
“Dia lelaki yang tampan dan bermoral, tidak sepertimu. Kau kira lelaki seperti apa yang dipilihkan oleh orangtuaku, hah?” Jawab Yura sengit.
“Benarkah? Kalau begitu aku ingin tahu seperti apa reaksi calon suami yang kau dan orangtuamu agungkan ketika mengetahui calon istrinya sudah tidak perawan lagi.”
Kyuhyun langsung mencium kasar bibir lembut Yura, penuh dengan nafsu dan tidak bisa ditahan lagi. Pusat tubuhnya sakit karena sekian lama menahan gairah pada gadis ini. Gadis yang kini di bawah kuasanya itu sudah membuatnya begitu menginginkannya. Sangat. Bahkan ketika pertama kali ia melihatnya.
Kyuhyun tidak ingin repot-repot membuka gaun yang dipakai Yura, ia mencengkeram baju Yura tepat di dada dan merobeknya dengan mudah hingga kini gadis itu bertelanjang dada. Refleks Yura menutup dadanya yang telanjang dengan tangan. Tapi itu tidak berlangsung lama karena Kyuhyun mencengkeram kedua lengannya dengan satu tangan.
“Kau… aku bilang lepaskan!!”
“Tidak! Kau akan menjadi milikku, Yura.”
Senyum Kyuhyun tampak penuh kepuasan, lelaki itu kini membuka sisa pakaian yang melekat di tubuh Yura.
“Kau indah.” Puji Kyuhyun.
Wajah Yura memerah dan memalingkan wajahnya dan Kyuhyun. Ia merutuki dirinya sendiri karena berada di bawah kuasa lelaki gila itu.
“Kau mungkin akan bisa merobek keperawananku saat ini. Tapi demi Tuhan, aku sungguh membencinya karena harus menyerahkannya kepada lelaki yang tidak bermoral sepertimu.” Ucapan tajam Yura sepertinya mengena dibenak Kyuhyun, wajah lelaki itu memerah dan menggeram tertahan. “Lakukanlah apa ingin kau lakukan, setelah itu lepaskan aku.”
“Well, kita lihat saja nanti.”
Yura hanya diam, menanti apa yang akan terjadi padanya. Ia terlalu lelah untuk melawan, karena yakin lelaki itu lebih unggul darinya. Kyuhyun tersenyum puas karena gadis itu tidak melawan. Ia membuka celananya dan kini tubuhnya telanjang di atas tubuh Yura.
Lelaki itu mengecup sedikit ujung bibir Yura, lalu lidahnya menelusup masuk, membuka bibir Yura, mencecapnya dan merasakan seluruh tekstur bibir Yura yang lembut. Ketika Kyuhyun melepaskan bibirnya, napas Yura terengah-engah, ciuman ini adalah ciuman pertamanya dan yang paling intents yang pernah ia rasakan dengan seorang lelaki untuk pertama kalinya.
Tangan Kyuhyun menyusup ke lipatan paha Yura. Gadis itu tersentak dan menggelinjang merasakan sensasi itu. “Di sini… akan siap menerima sentuhanku.”
Yura merasakan tubuh Kyuhyun yang keras menyatu dengan tubuhnya, membuatnya merasakan sensasi sesak dan sakit yang amat sangat di lipatan pahanya. Tanpa sadar air mata Yura mengalir, membasahi pipi mulusnya.
“Yura.” Lirih Kyuhyun, ia mengecup mata Yura lembut. Mencoba menenangkan Yura, ia tahu ini adalah pengalaman pertama Yura dan itu pasti sangat menyakitkan. Karena ia pun merasakannya ketika menembus penghalang itu.
Ketika Kyuhyun mulai bergerak, Yura mengerang menahan sakit. Semua terlalu nikmat untuk dirasakan Kyuhyun. Ia tidak pernah merasakan senikmat ini ketika bercinta dengan wanita-wanita lain.
Kyuhyun mengerang dan menghujamkan dirinya dalam-dalam dan membawa Yura ke pusar kenikmatan.
“Kau milikku Yura, milikku.”
Aku membencimu… Bathin Yura sebelum kesadarannya hilang.
© Sniper’s Love ©
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: