Sex A Moment

2
sex a moment ff nc heechul super junior
Cast : Heechul / Eun Soo
Genre : yadong NC 21+
nana dan hyuri mengajak aku ke pulau, nginep semalem. Mereka akan membawa pasangan oppaing2, sedang aku gak punya pasangan. “Nanti di pulau ada senior trainer untuk snorkeling dan diving, orangnya 427an, ganteng . Tipe kamu banget deh soo. Kamu bisa partneran sama dia”, kata Hyuri. “Iya, kalo gak aku bengong, sedang kalian berdua asik dengan pasangan oppaing2″, jawabku. setelah makan siang, aku dikenalkan Hyuri dengan heechul oppa, trainer yang dia sebutkan itu.

Cakepnya bukan main..,.
“Oppa, staf pulau ya”, kataku membuka pembicaraan,.
“Oh enggak, aku hanya bantu pulau untuk acara diving dan snorkeling. Kalo ada permintaan, pulau akan kontak aku. Eun soo senang diving?” (ceritanya dia dah tau namaku dari hyuri)
“Belon pernah oppa, susah ya kalo mo diving. Temenku juga pada belon pernah diving”.
“Kalo gitu kita snorkeling aja, gak susah kok, cuma ngambang sambil menikmati panorama bawah laut. Di pulau ada lokasi yang sangat indah untuk snorkeling. Kalo mau diving sedikit sambil snorkeling juga bisa, gak dalem kok lautnya”.
“Kalo diving kan butuh peralatan, oppa”.
“Gak usah, dilokasi snorkeling lautnya gak dalem, tahan napas sebentar bisa kok nyelem sedikit. Nanti deh aku ajari”.
Cuaca sangat cerah, laut sepertinya tanpa ombak sehingga perjalanan menuju ke pulau tanpa hambatan apa2. Sesampai di pulau ke 2 temanku langsung cek in ke cottage oppaing2 dengan pasangannya. Kami mendapatkan cottage yang terapung di laut, (kaya film BBF) letaknya agak berjauhan. Aku dapat cottage yang paling menjorok ke laut. Segera aku cuma mengenakan bikini ku karena heechul oppa sudah menunggu untuk snorkeling. Heechul oppa membelalak melihat bodiku yang tertutup bikini yang minim itu. milk.ku seakan mau tumpah dari bra bikiniku yang aga kekecilan.
“Eun kamu seksi amat”.
Aku hanya tersenyum mendengarnya. Dia memberiku kacamata snorkeling yang ada perati untuk bernapas. aku gak tau ke2 temanku lagi ngapain sama pasangannya. Mula2 kita latihan dulu di kolam renang untuk membiasakan diri dengan kacamata snorkeling itu dan sepatu kataknya.
“Kamu mau diving sedikit gak Eun, kalo mau gak usah pake pelampung”.
“Iya deh oppa, mau. Gak dalem kan lautnya”.
“Temen2 kamu gak mau ikutan snorkeling”.
“Gak tau pada kemana, kalo udah sama cowoknya oppaing2 ya asik sendiri lah, Eun soo sama oppa aja, gak punya cowok sih”.
“masa sih, kamu kan cantik, seksi lagi, masa gak ada cowok yang mau, aku aja mau kok”.
Dia mulai menggodaku. Aku hanya tersenyum mendengar celetukan usilnya. Kami mulai latihan di kolam renang. Setelah aku terbiasa dengan kaca mata itu, aku diajaknya ke lokasi diantar dengan speedboat pulau. Sampai dilokasi, aku langsung nyebur ke laut ditemani heechul oppa, sedang speedboat kembali ke pulau, dijanjikan akan dijemput lagi setelah kami puas ber snorkeling. Pemandangan bawah airnya indah sekali, jauh lebih indah katimbang ngeliat di akuarium laut. Tidak puas hanya snorkeling saja, heechul oppa mengajakku sedikit diving. Aku diajarinya sebentar untuk bagaimana menahan napas, kemudian kami menyelam. Aku bisa lebih dekat dengan objek yang kulihat dari permukaan. Karena gak bisa menahan napas lama, sebentar2 aku harus kepermukaan untuk menahan napas. Tapi menyenangkanlah bersama heechul oppa di laut.. (ada yang mau ???)
Heechul oppapun mulai usil, beberapa kali milk.ku sengaja digesek dengan lengannya. Aku kembali tersenyum membiarkan. Dia makin berani, milk.ku malah dirabanya.
“Eun, kamu napsuin deh”, katanya to the point.
“masa sih oppa napsu ngeliat aku”.
“Iya lah Eun, milk. kamu besar banget, aku pengen ngeremes jadinya”, katanya sambil langsung meremes milk.ku.
“Oppa…”, keluhku.
“Tuh yang jemput sudah dateng”.
Aku gak tau berapa lama, kita main2 dilaut, tapi kayanya matahari sudah condong ke barat ketika kami sampai di pulau. Heechul oppa mengajakku ke kolam renang lagi untuk main air. Di kolam renang, Hyuri dan Nana sedang main air juga dengan pasangannya masing2, mereka juga pake bikini yang seksi. Terutama Hyuri yang milk.nya paling besar dari kami bertiga. Cowoknya tanpa sungkan meremas2 milk. Hyuri, Hyuri hanya cekikikan aja. Juga Nana yang diremas2 oleh cowoknya. Karena kami ke pulau ketika week day, maka di pulau tidak ada tamu lain selain kita.
“kau Darimana Eun”, tanya Nana.
“Aku snorkeling sama heechul oppa, asik deh”.
“Kok gak ngajak2″, protes Hyuri.
“Aku nunggu kalian gak keluar2 dari cottage, makanya ditinggal. Tapi kalo ada kalian malah mengganggu aku dan heechul oppa pastinya”.jawabku
Kami main2 dikolam sampe lewat magrib, heechul oppapun dengan napsunya meremas2 milk.ku terus. Aku membalas dengan meremas juniornya. Terasa juniornya sudah keras sekali dibalik celana pendek gombrongnya. Yang mengejutkanku ukurannya, terasa besar sekali dan panjang, junior kesukaanku (idih kaya yang udah tau ja milik chulppa).
“Oppa besar sekali”, bisikku.
“Mau ngerasain Eun, belon pernah ya ngerasain yang besar seperti punyaku”, jawabnya sambil berbisik juga.
Karena sudah gelap, kami balik ke cottage masing2, heechul oppa ikut ke cottageku walaupun pulau menyediakan kamar untuknya diperumahan staf. Dia duduk saja di teras yang menghadap ke laut, sementara aku mandi. Aku mengenakan celana super pendek dan bra bikini. Dia tetap saja memakai celana gombrangnya walaupun basah. Kita langsung menuju ke ruang makan karena perut sudah keroncongan. Kami makan malem sembari ngobrol dan becanda2.
Heechul oppa mengelus2 pahaku terus. Paha kukangkangkan. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam,
“Aah”, erangku, karena nafsuku mulai naik.
“Kenapa Eun, nafsu ya”, katanya.
“Tangan oppa nakal sih”, kataku terengah.
“hAbisnya kamu napsuin sih”, jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas. Kini tangannya mulai meraba dan meremes miss.v.ku dari luar celana pendekku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aku jadi nafsu nih”, bisikku. Baiknya temen2ku sudah selesai makan dan ngajak karaokean. Aku terbebas dari elusan heechul oppa. Di ruang karaoke, kami nyanyi2 bergantian. Bosen karaoke, heechul oppa minta dvd sama operator karaoke dan memutarnya, ternyata film biru. Asiknya ceweknya tampang melayu, cowoknya bule. Mereka maennya di kolam renang. Mulai dari ngelus, ngeremes, ngemut sampe akhirnya **** dalam berbagai posisi. Heechul oppa kembali menggerayangi milk.ku. Kulihat temen2ku sudah tenggelam dalam pelukan pasangannya masing2. Gak lama kemudian Hyuri keluar ruang, diikuti dengan Nana. Pastinya mereka akan meneruskan acara di cottage masing2. Heechul oppa berbisik, “Kekamar aja yuk Eun”.
Aku ikut saja ketika tanganku ditariknya, sambil berpelukan kita menuju ke cottageku. Di cottage, heechul oppa membereskan teras, dipan yang ada diteras dihampari selimut sebagai alas. Dia mengambil bantal dari kamar dan mematikan lampu teras. Suasana remang2 karena hanya disinari lampu dari kamar. Romantis sekali suasananya karena hanya terdengar demburan ombak dan terasa sekali2 ada angin membelai badan.
Aku berbaring di dipan yang sempit sehingga agak berdesakan dengan heechul oppa. Dia terus meremas-remas gundukan di selangkanganku. Aku merespon dengan gerakan pinggulku yang menekan-nekan tangannya. Perlahan-lahan celana pendekku dibukanya, aku mengangkat pantatku supaya celana itu mudah dilepaskan. Terasa jarinya mulai menelusuri CDku. Dia meremas kembali gundukan yang kini hanya terlindung oleh cd. Kemudian jarinya menguak cdku dari samping. Jari tengahnya dengan trampil mencari belahan miss.v.ku. Jari tengahnya mulai menelusuri kehangatan sekaligus kelembaban. Sampai akhirnya mendarat di clitoris ku yang sudah mengeras. Dia segera berkosentrasi pada bagian itu. Aku tidak mampu menahan kenikmatan akibat gelitikan jarinya di i clitorisku. Aku makin erat memeluknya dan dia makin intensif memainkan jariku di  clitorisku. Aku tidak bisa memperkirakan berapa lama jarinya bermain diiclitorisku.
Akhirnya aku mengejang..
“Oppa, belum apa2 aku  dah nyampe. Hebat ih permainan jarinya oppa. Apalagi junior oppa ya”, kataku terengah. Dia mengangkangkan pahaku dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku.
“Oppa pinter banget ngerangsang Eun soo, udah biasa ngerangsang cewek ya”, kataklu terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah dilepasnya, demikian pula bra bikiniku dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke miss.v.ku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada miss.v.ku itu. Lidahnya menyusup ke dalam miss.v.ku dan mulai bergerak keatas.
Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati  clitorisku. “Eun soo sudah pengen di****”, aku mengerang saking napsunya. Dia menghentikan aksinya, kemudian memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat. Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, juniornya rupanya sudah keras berat. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan juniornya yang keras itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku.
Tangannya bergeser dari pantatku ke arah miss.v.ku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik miss.v.ku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya mulai mengelus2 miss.v.ku yang sudah sangat basah itu dan kemudian kembali menjadikan  clitorisku sasaran berikutnya. Digerakkannya jarinya memutar menggesek  clitorisku. Aku menjadi lemes dipelukannya. “chagiya,, aku sekarang nafsu banget”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Dia membuka celananya, sekaligus dengan cdnya. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup ditembok teras. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka. Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 miss.v.ku. miss.v.ku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya junior besarnya dengan lebih mudah.
Kepala juniornya sudah terjepit di miss.v.ku. Terasa sekali juniornya sesek mengganjal di
selangkanganku. “Aah, besar banget junior oppa.. aku kesakitan oppa”, erangku. Heechul oppa diam saja, malah terus mendorong juniornya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika juniornya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan juniornya yang besar itu. Pelan2 dia menarik juniornya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk juniornya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan juniornya nancep semua di miss.v.ku.
“Aah, enak banget junior oppa”, jeritku.
“miss.v.mu juga enak banget Eun…Baru sekali aku ngerasain miss.v. seperet miss.v.mu”, katanya sambil memompakan juniornya keluar masuk miss.v.ku. “Huh”, dengusku ketika terasa juniornya masuk semua di miss.v.ku. Terasa biji menempel di pantatku (hah??). miss.v.ku terasa berdenyut meremes2 juniornya yang nancap dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai meremes milk.ku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu pompaan keluar masuk juniornya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan juniornya di miss.v.ku. “Enak , pompa yang keras,, fast oppa, aah, nikmatnya”, erangku gak karuan. Keluar masuknya juniornya di miss.v.ku makin lancar karena cairan miss.v.ku makin banyak, seakan menjadi pelumas juniornya. Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Milk.ku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali meneruskan tugasnya meremes2 milk.ku.
Sementara itu, juniornya tetep dipompaankan keluar masuk dengan cepat dan keras.. Pantatku mulai bergerak mengikuti irama pompaan juniornya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut pompaan juniornya sehingga rasanya juniornya nancep lebih dalem lagi di miss.v.ku. “Terus , oppa yang keras, aah faster oppa”, erangku. Dia makin seru saja me**** miss.v.ku dengan juniornya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan juniornya pada miss.v.ku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, miss.v.ku mengejang dan “Eun soo nyampe aah”, teriakku. miss.v.ku berdenyut hebat mencengkeram juniornya sehingga akhirnya, juniornya mengedut mekeluarkan spermanya sampe 5 semburan.
Terasa banget spermanya yang anget menyembur menyirami miss.v.ku. juniornya terus dipompaankan keluar masuk seiring keluarnya spermanya. Napasku memburu, demikian juga napasnya. “Eun, gak apa2 kan aku keluar didalem miss.v. kamu”, katanya. “Gak apa2 kok oppa, Eun soo punya obat biar gak hamil”. juniornya terlepas dari jepitan miss.v.ku sehingga terasa spermanya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera berbaring didipan. “Eun, nikmat banget deh miss.v. kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Oppa sudah sering nge**** yeoja ya, ahli banget bikin Eun soo nikmat. “, jawabku sambil menelentangkan badanku disebelahnya. “Paling sama customer yang ngundang aku ke pulau seperti kamu gini. Ya aku milih yang kaya kamu lah, kalo sepantaran aku mana asik”, jawabnya.
Heechul oppa bangun dan masuk kamar mandi. Dia rupanya sedang membersihkan dirinya karena sejak abis berenang di laut dia belum mandi, sementara aku masih saja telentang di dipan menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, duduk disampingku yang terkapar telanjang bulat. “Kamu bener2napsuin deh Eun, milk. kamu gede dan kenceng,”, katanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Eun, aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja keluar udah napsu lagi, tapi aku suka lelaki kaya begini, udah juniornya gede dan panjang, kuat lagi nge****. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku.
Sementara itu tangannya mulai meremes2 milk.ku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya milk.ku. Penclitorisku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aah, oppa napsu banget sih, tapi aku suka banget”, erangku. Milk.ku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutku, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup mengilik2 miss.v.ku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik miss.v.ku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di miss.v.ku, otomatis juniornya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik miss.v. dan i clitorisku dengan lidahnya, juniornya kuremes dan kukocok2, keras banget juniornya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2  clitorisku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.
Enggak lama aku mengemut juniornya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, juniornya ditancapkannya di miss.v.ku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, heechul oppa mulai mengpompaankan juniornya keluar masuk dengan cepat dan keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget juniornya mengisi seluruh ruang miss.v.ku sampe terasa sesek. Nikmat banget nge**** sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi pompaan juniornya itu. Cukup lama dia mengpompaankan juniornya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut juniornya dari miss.v.ku. Dia turun dari dipan dan duduk di kursi yang ada didekat dipan, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan juniornya yang masih keras itu masukuk ke miss.v.ku.
Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 juniornya mulai ambles lagi di miss.v.ku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya juniornya mendesak masuk miss.v.ku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku. Aku mulai menaik turunkan badanku
mengocok juniornya dengan miss.v.ku. Dia mengemut penclitorisku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok juniornya yang terjepit erat di miss.v.ku. miss.v.ku mulai berdenyut lagi meremes2 juniornya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan juniornya sedalam2nya di miss.v.ku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok juniornya dengan miss.v.ku. Aku memeluk lehernya supaya bisa tetep mengpompaan juniornya, denyutan miss.v.ku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya, “Eun,  miss.v.mu kerasa banget deh, mau deh aku ng**** ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Eun soo nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya. Hebatnya dia belum keluar juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngen tot lebih lama. “Cape Eun”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat.
Pelan heechul oppa mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, juniornya lepas dari jepitan miss.v.ku. juniornya oppaih keras dan berlumuran cairan miss.v.ku. Kembali aku dimintanya nungging didipan, doyan banget dia dengan doggie style. Aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah miss.v.ku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati miss.v.ku dari belakang. Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan miss.v.ku terlihat jelas dari belakang.
Dia menjilati miss.v.ku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera di****, “nakal deh oppa, ayo dong fast oppa”. Dia berdiri dan memposisikan juniornya dibibir miss.v.ku dan dipompaankannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali pompaan. Dia mulai mengpompaan miss.v.ku dengan juniornya, makin lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi pompaan juniornya dimiss.v.ku. Jika dia memompakan juniornya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut juniornya supaya nancep sedalam2nya di miss.v.ku. Milk.ku berguncang2 ketika dia mengpompaan miss.v.ku. Dia meremes2 milk.ku dan memlintir2 penclitorisnya sambil terus mengpompaankan juniornya keluar masuk. “Terus oppa, terus .. ahh”, erangku lagi. Pompaan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes juniornya. Dengan gerakan memutar, clitorisku tergesek juniornya setiap kali dia mengpompaankan juniornya masuk. Denyutan miss.v.ku makin terasa keras, diapun melenguh, “Eun, nikmat banget miss.v. kamu chagi..ahh”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah opppaaaaaaa aku gak tahan lagi ,,”. Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke dipan karena lemesnya.
Aku ditelentangkan di dipan dan segera heechul oppa menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali juniornya di miss.v.ku. juniornya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena miss.v.ku masihih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengpompakan lagi juniornya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari pompaan juniornya. Dia terus mengejotkan juniornya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, leherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut clitorisku. Sementara itu pompaan juniornya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia meng****  ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. juniornya terus saja dipompaankan keluar masuk.
Perutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagi di*** dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi pompaan juniornya. miss.v.ku makin mengedut mencengkeram juniornya, pantatku terkadang terangkat menyambut pompaannya yang keras, sampe akhirnya, “terus oppa, ahhh opppa faster .. udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengpompaankan juniornya keluar masuk dan, “Aah…”, aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan spermanya yang kuat di miss.v.ku. Diapun keluar dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya keluar dimiss.v.ku. ” oppa .. ahhh aku sangat puas”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku.
Kita pindah kedalem kamar. Aku terkapar telanjang karena nikmat dan tak lama lagi tertidur. Paginya aku terbangun karena heechul oppa memelukku. Kayanya sarapan pagi bakalan ngerasain juniornya lagi keluar masuk miss.v.ku. “Eun, aku pengen ngerasain  miss.v. kamu lagi ya, boleh kan (ya ampun kaga mati2 nih nepsongnya chulppa..)”, katanya. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulai jongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku. Bibirnya kukulum, “Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kuciumi dadanya. “Hmmmhhh…..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya , juniornya yang sudah keras berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh….Hmmhmh… Ohhh …” dia cuman bisa mendesah doang.
Juniornya langsung kumasukan kedalam mulutku, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…”,
“sekarang giliran oppa yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku, kemudian leherku sementara tangannya meraba-raba milk.ku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati clitorisku. Setelah puas melumat clitorisku bergantian, dia mulai menjilati perutku. Dia langsung menciumi miss.v.ku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati miss.v. dan clitorisku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan.
Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot miss.v.ku yang sudah mulai basah itu. “Ahhhh… Enak …chulppa”, desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan junior besarnya di miss.v.ku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake junior. Pelan-pelan dia memasukkan juniornya ke dalam miss.v.ku. dengan satu pompaan keras dia menancapkan seluruh juniornya dalam miss.v.ku. “Uh… uhhh….aahh…” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan juniornya dalam miss.v.ku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya juniornya di miss.v.ku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dipompaan aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…Eun soo sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar pompaan juniornya dimiss.v.ku, “Bareng nyampenya ya Eun, aku juga dah mau keluar”, katanya terengah. Pompaan juniornya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Eun soo nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa miss.v.ku berdenyut2 meremas juniornya sehingga diapun menyodokkan juniornya dengan keras, “Eun, aku keluar aah”, terasa semburan spermanya yang deras dimiss.v.ku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku.
hari terakhir dipulau itu aku habiskan bersama chulppa diatas ranjang tempat tidurku dan kembali ke tempat tinggalku,,
sejak kejadian itu aku belum pernah merasakan kenikmatan bersama lelaki lain melebihi kenikmatan dengan heechul oppa . (ditampar EUNHYUK)

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: