HoneyMoon II

-1
ff nc block b
Author : Jae Park
Cast : Shin Minna ( Fiction )
Song Youngra ( Minna friend )
Woo JiHo ( Zico BlockB )
Anh Jaehyo ( Block B )
Kim Yookwon ( U-kwon BlockB )
Jung Minchan ( AdMinchan XD *Jaehyo Girlfriend* ) All Other main cast.
Genre : romance, NC21.

“Haha, aku suka bertema dengan kalian!” Minchan memeluk aku dan Youngra, aku tidak tahu bagaimana bahagianya Minchan tapi dia memang cukup, aneh.
“Jadi aku menagih hutangmu sebelum para lelaki itu datang kemari.” Ujarku, Minchan mengangguk menarik napas lalu memulai bicara.
“Aku iri padamu, kau sepertinya terlahir menjadi orang yang patut di sayangi.” Ujarnya, iya aku pernah mendengar itu dari Minhyuk oppa, aku memang orang yang di sayangi banyak orang.
“Lalu?” sepertinya yang lebih penasaran sekarang adalah Youngra, cara dia memperhatikan Minchan sudah sangat terlihat.
“Saat aku kembali ke Korea untuk menyatakan kembali pada Jaehyo oppa, aku meminta JiHo untuk membantuku karena aku rasa hanya JiHo yang akan membantuku sampai aku benar-benar bisa menyatakan perasaanku pada Jaehyo oppa. Tapi malam itu Jaehyo malah memakiku hingga JiHo yang menemaniku malam-malam juga datang karena mendengar suara Jaehyo oppa yang memakiku.”
“Apa kau pulang pagi?” tanyaku, Minchan mengangguk. Jadi malam itu dia membantu Minchan? Kenapa tidak terus terang saja bicara padaku?!
“Jadi aku memutuskan untuk tidak kembali ke Amerika untuk sementara, terus mengejar Jaehyo oppa agar dia tahu semua yang terjadi waktu itu salah. Tapi malam ketiga Jaehyo oppa menyebut namamu saat bertengkar dengan JiHo, aku berfikir apa JiHo punya kekasih? Tapi setelah mendengar kata istri aku baru tahu jika JiHo sudah menikah. Aku memaksanya untuk mengenalkanmu padaku hingga saat malam hari aku datang ke apartement kalian tapi kau? malah berlari keluar dan JiHo mengamuk.”
“JiHo mengamuk?! Benarkah?!” aku sungguh tidak percaya dia seperti itu.
“Tentu saja, kau ini bagaimana? JiHo itu tidak pandai mengobati luka pada hati wanita, jadi saat aku tahu dia tiba-tiba menikah aku terkejut. Terakhir aku mendengarnya dia masih berpacara dengan Shinmi.” Jelasnya. Jadi JiHo itu orang yang sangat terbelakang soal wanita?
“Aku lanjutkan lagi. Lalu aku baru pertama kalinya melihat JiHo menangis didalam kamar mandi sambil menyebut namamu dalam keadaan mabuk. Kau tahu kan orang yang sedang mabuk itu adalah sisi seseorang yang sangat jujur?” aku mengangguk.
“Terlebih saat Jaehyo oppa menjelaskan padaku bahwa dia pernah menyukaimu karena sifatmu yang tidak sama dengan gadis lainnya saat di SMA. Aku sempat sedih, tapi ketika kau datang menjelaskan semuanya, bicara tanpa takut didepan Jaehyo oppa dan JiHo aku malu. Kenapa bukan aku yang bisa menjelaskan itu pada mereka? Karena itu aku pergi, tapi Jaehyo oppa mengejarku beberapa menit kemudian.”
“Baguslah, aku kira kalian tidak bersama lagi setelah aku mengatakan hal bodoh itu.”
“Itu bukan hal bodoh, karena kau aku dan Jaehyo oppa akhirnya bisa seperti ini. ah yang aku dengar JiHo mengambil cincin pernikahan kalian dan menggantinya dengan yang baru?” tanya Minchan.
“Ya, kau tahu aku seperti kena serangan jantung.”
Minchan terkekeh, “Dia bodoh, pantas saja dia mengukur jari manisku.”
“Maksudmu?”
“Jaehyo oppa bilang cincin yang kau pakai saat pernikahan itu cincin yang dia beli karena JiHo menyuruhnya saat JiHo sakit. Karena pernikahan kalian sangat mendadak jadi JiHo terlalu kebingungan untuk mencarikan cincin yang sangat bagus untukmu. Jadi JiHo memutuskan untuk tidak menemuimu beberapa hari untuk mencari cincin yang bagus untukmu.” jelasnya, berhari-hari? Bukan! Itu berminggu-minggu aku seperti orang bodoh karena laki-laki pirang itu!
“Kau mencintainya bukan?” tanya Minchan.
“Tentu saja.” Ujarku spontan.
“Aku tahu kau mencintaiku.” Tiba-tiba aku membatu, JiHo disini? dia mendengar apa yang aku katakan? Sialan!! Saat aku melihat Minchan juga dia tersenyum geli, mereka memang orang yang cocok.
“Hyung, tadi ada pria yang mengatakan padaku tahun ini ada festival di dekat sini, bagaimana kalau kita melihatnya?” ujar Yookwon, aku baru tahu kalau Yookwon mengerti bahasa Perancis.
“Ah, baiklah kita kesana.” Tanpa basa basi lagi ternyata JiHo setuju, hah! Aku kira dia akan menolak tapi biarkan saja dari pada aku harus berakhir di atas ranjang bersamanya. Aku lelah!
-*-
Aku kira untuk ke festival itu perlu naik kendaraan atau semacamnya, berjalan kaki saja dan tidak butuh waktu lama kami sudah sampai. “Kenapa melamun?” JiHo menyenggol lenganku.
“Tidak ada.” Ujarku.
“Hyung! Aku kesana dulu!” Yookwon sudah berteriak sambil menggandeng Youngra, dengan senyumnya yang hampir mirip dengan anak kecil JiHo hanya menjawab dengan lambaian tangan.
“Mereka juga butuh bersenang-senang.” Lihat?! Semakin lama dia semakin terlihat bodoh! Suamiku gila!
“JiHo-ya, kita kemana?” tanya Minchan pada JiHo, “Entahlah aku juga bingung.”
“Sepertinya aku punya ide bagus.” Tiba-tiba saja Jaehyo oppa bicara, sejak tadi dia hanya diam dan memandang sekelilingnya. “Apa?” tanyaku.
“Karena ini adalah acara bulan madumu kau sekarang harus berjalan-jalan bersamaku untuk festival ini.” mataku melebar, apa yang Jehyo oppa katakan? Dia sedang waras kan?
“Hyung? Apa yang kau katakan hah?!” hahaha, sekarang pasti JiHo sedang cemburu, aku suka!!
“Apa? Jangan katakan kau takut Minna jatuh cinta padaku? Berarti kau menyadari bahwa aku memang lebih tampan darimu.” Ujar Jaehyo oppa.
JiHo melebarkan mata tajamnya, diam sesaat sepertinya dia sedang berfikir, “Bawa saja, apa untungnya buatku?!” setan!! Bilang apa dia barusan? Bodoh sekali! Bisa-bisanya dia berkata begitu setelah semalaman menghentakku?! Lihat saja kau Woo JiHo! Akan aku pastikan kau mengemis padaku!
“Baiklah, Shin Minna kita pergi.” Kata Jaehyo oppa, namun aku masih memandang Minchan yang kelihatannya baik-baik saja, “Tak apa, anggap ini kencan terakhirmu dengan Jaehyo oppa.” Minchan berbisik padaku.
“Dan kau Woo JiHo, ikut aku.” Minchan menggandeng tangan JiHo dan mulai menjauh dariku, aku hanya bisa menatap punggungnya, dia sama sekali tak menoleh kebelakang pasti, , argh! Dia bodoh!
JiHo ~POV~
Aku seperti kerampokan uang puluhan milyar setelah menyadari istriku di bawa Jaehyo hyung dan bodohnya kenapa tadi aku diam saja? Sebenarnya tadi aku tidak sungguh-sungguh membiarkan Minna dibawa Jaehyo hyung lalu sekarang aku ahanya bisa mengumpat dalam hati.
“Kau tidak cemburu?” tanyaku membuat Minchan tiba-tiba mengangkat kepalanya lalu melepas gandengan tangannya di lenganku.
“Ti, tidak.” ujarnya, sekarang aku mulai percaya apa yang di ucapkan mulut akan berbeda dengan apa yang mata gambarkan. Minchan pasti cemburu.
“Seharusnya yang bertanya begitu itu aku, otakmu pasti bermasalah kenapa tadi bilang tidak ada untungnya jika Minna di bawa Jaehyo oppa hah?!” benarkan? Sebenarnya dia tidak rela, kau bodoh Jung Minchan.
“Ya, otakku baik-baik saja bodoh!” ujarku.
“Tapi tunggu, Yookwon bilang dalam dua hari kau dan Youngra tidak dalam satu kamar, Youngra malah tidur di kamar Yookwon, lalu Jaehyo hyung?” pipi Minchan memerah, benar kan? Anak muda jaman sekarang sudah melakukan hal yang tidak senonoh. (JiHo tidak memikirkan dirinya sendiri yang sudah kepergok ibunya.)
“Kami tidak melakukan apa-apa!” sergah Minchan.
“Kenapa harus berteriak? Kalian melakukan apa-apapun aku tidak peduli, tapi jika aku memergoki kalian, akan aku pastikan kalian, ,” Minchan menatapku serius.
“Akan apa? Kau tak boleh menghajarnya.”
“Siapa bilang? Kalian akan aku nikahkan!” teriakku.
“Ya! bodoh! Siapa yang mau menikah hah?!” teriaknya setelah aku berlari kecil menjauh dari Minchan.
Aku berhenti melihat kalung yang di jual salah satu stand, “Kau lihat apa?” tanya Minchan yang ada dibelakangku.
“Minchan-ah, apa kau kirakalung itu bagus?” tanyaku sambil menunjuk satu kalung yang tergantung di patung, berliontin bulan sabit. Ah entahlah aku rasa aku suka bentuk bulan sabit, beberapa berlian kecil di tatakan di tengah-tengan bulan itu.
“Cantik, beli saja karena dari cerita yang aku dengar kau tidak pernah membelikan istrimu hadiah yang berarti.” Ledek Minchan.
“Apa kau bilang?!”
“Sudah beli saja, jangan cerewet.” Minchan sedikit mendorongku.
“Excusez-moi monsieur, je veux acheter cela.” (Permisi pak, saya ingin beli yang ini.) secepat mungkin aku berfikir bahwa benda ini memang benar-benar cocok untuk Minna.
“C’est le plus beau collier d’accueil, collier pendentif peut changer de couleur lors de la pleine lune.” (Ini memang kalung yang paling bagus tuan, liontin kalung ini bisa berubah warna saat bulan purnama.) bulan purnama?
“Kenapa tidak membelinya? Beli saja.” Aneh, padahal yang ingin membeli benda ini aku. Kenapa jadi Minchan yang repot? “Diam, cerewet.”
“Kenapa? Bukankah bagus kalau Minna dapat hadiah darimu? Aa, kau memang masih pelit ya?”
“Siapa bilang hah?!” teriakku dan sepertinya laki-laki tua ini terkejut.
“Monsieur, J’ai acheté celui-ci.” (Pak saya beli yang ini.) aku melirik Minchan jengkel, sifat kekanak-kanakannya tidak pernah berubah meskipun dia tinggal di USA. Bodoh!
-*-
Back To Minna POV
Mataku tanpa seperti mendapat hadiah, wah! Disini semuanya sungguh indah! Aku tak pernah bermimpi bisa datang kemari. “Kenapa kau mau menikah dengan JiHo?” pertanyaan itu seperti peluru buatku, untuk apa dia bertanya begitu? apa alasannya kurang jelas atau tidak meyakinkan?
“Aku hanya ingin tahu, kau sudah menjadi bagian dari kami bukan lagi orang lain.” Sambungnya.
Baiklah, sepertinya akan aku katakan apa alasannya, “Aku tidak pernah punya mimpi memiliki pacar seperti JiHo, dia seperti tiba-tiba datang, menarikku menjadi salah satu bagian hidupnya, mengalami hal-hal yang juga tak pernah aku fikirkan sebelumnya, kau tahu ini seperti sebuah keajaiban.”
“Jadi kau benar-benar mencintainya?” pertanyaan apa itu?! bukankah serentetan kalimatku tadi sudah mewakilinya?! Dasar!
“Kau kira apa? Jika aku tidak mencintainya aku tidak akan mau pacaran dengan orang yang keras kepala, menakutkan, suka marah-marah seperti JiHo!” aku lupa diri sampai berteriak, padahal sejak awal aku selalu menjaga imageku didepan Jaehyo oppa.
“Ya, aku lihat kalian memang begitu.” jawabnya.
“Kau sendiri bagaimana? Minchan sepertinya juga mencintaimu.” Jaehyo oppa menghentikan langkahnya, kepalanya menoleh padaku dan terus menatapku, “Kenapa?”
“Ah, ti-tidak, ,” Jaehyo oppa diam sebentar, aku masih melihatnya yang tengah berfikir, “Maksudku banyak kemungkinan dia tak akan mau menikah denganku.” Ujarnya perlahan.
“Apa?! Jadi kau ingin menikahinya?! Kenapa tidak langsung saja bilang padanya?!”
“Heh! Diam! Jangan keras-keras!” Jaehyo oppa menutup mulutku dengan sebelah tangannya, sedikit menyeretku keluar dari keramaian. Kemudian mengajakku duduk di bangku taman, Jaehyo oppa hanya menatapku.
“Aku tak yakin dia menerimaku.” Ujarnya kemudian.
“Bukankah Minchan mencintaimu? Kenapa kau ragu padanya?” tanyaku, Jaehyo oppa kembali murung dia seperti punya beban. Perlahan aku menyentuh kepalanya, aku pernah melakukannya pada JiHo dan itu berhasil.
“Minchan menyukai hal yang romantis dan aku bukan orang yang begitu, tiap malam aku terus berfikir bagaimana cara melamarnya dengan romantis. Aku senang saat JiHo mengajak kami ikut lagi ke Colmar tapi aku kembali berfikir bagaimana caranya aku memulai untuk melamarnya.” Aku terkejut ketika Jaehyo oppa mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya, dia sudah menyiapkannya? Kenapa tidak segera mengatakan semuanya pada Minchan? Padahal aku sangat yakin Minchan akan menerima lamaran Jaehyo oppa dengan senang hati.
“Baiklah, begini, , ini hanya masalah keberanianmu dan waktu, biar aku yang mengurus semuanya dan kau Anh Jaehyo siapkan keberanianmu.” Kataku.
“Hey, kenapa sekarang kau terlihat bersemangat sekali? Aku ini sedang mengajakmu kencan.” Ujarnya.
“Kencan? Hoh! Kau jangan bodoh, aku mau pergi denganmu karena JiHo hanya diam saja. Malah membiarkanku pergi denganmu, bukankah seharusnya dia mencegahku? Terkadang aku juga tak yakin dia benar-benar mencintaiku.” Aku merasa aneh, kenapa Jaehyo oppa merapatkan tubuhnya? Jangan-jangan, ,
“Ya! Apa yang kau lakukan?!” teriakku sambil mendorong Jaehyo oppa menjauh dariku, “Kau ragu pada JiHo bukan? Kenapa tidak mengujinya?” kedua tangan Jaehyo oppa ada di kedua sisi tubuhku, ayolah setan bodoh! Aku tidak mau jadi percobaannya, meskipun sebenarnya aku yakin Jaehyo oppa tidak akan melakukan ini, tapi, , argh! Sudah-sudah! Aku tidak mau membayangkan hal-hal aneh!
“Ya! Hyung! Apa yang kau lakukan?!” JiHo? Syukurlah, aku sempat putus asa beberapa detik sebelumnya JiHo tidak datang juga, aku mengira dia sedang asyik dengan Minchan.
“DIa akan mencarimu kan? Jadi jangan pernah ragu pada JiHo, dia memang benar-benar mencintaimu.” Bisik Jaehyo oppa sebelum dia meninggalkanku.
“Apa? Aku hanya mengujimu bodoh, untung saja kau datang, jika tidak bersiap-siap saja bercerai dengan Minna.” Ujar jaehyo oppa pada JiHo disusul suara tertawa kemenangan darinya. Tapi memang lucu melihat JiHo dengan raut wajah begitu, marah, malu dan terkejut. Tapi anehnya Minchan malah bersikap sebaliknya, tertawa juga? Pasti dua pasangan aneh itu memang sudah merencanakan semuanya dari awal? Sialan!
“Sedang apa kau barusan denganJaehyo hyung hah?!” JiHo melotot didepanku, aku hanya meliriknya kemudian berkata, “Rahasia.” Ujarku lalu pergi mengikuti Jaehyo oppa dan Minchan.
“Ya! Bodoh! Jawab dulu pertanyaanku!”
“Tidak mau! Nanti kau akan menyiksaku!” teriakku smbil terus berjalan.
-*-
Naik perahu, jujur aku takut. Melihat sekitarku ini bukan tanah melainkan air, aish! Kenapa JiHo menerima begitu saja ajakan dari Jaehyo oppa?! Kenapa tidak menolaknya? Youngra begitu menikmati kemesraannya dengan Yookwon. Huh! Kenapa JiHo tidak kembali menjadi laki-laki yang paling romantis di dunia? Dia memang duduk di sebelahku tapi sama sekali tidak menoleh padaku.
Tiga kanal untuk tiga orang, harusnya tadi aku meminta untuk kanal yang besar yang bisa memuat enam orang sekaligus. Aku melihat JiHo berbisik pada seseorang yang mengayuh kanal, Minchan bilang itu namanya Gondola. Aku memang sering melihat profesi seperti ini di televisi.
Anehnya ketiga kanal yang tadinya sedikit berjauhan sekarang merapat dan berjajar, Yookwon tersenyum pada JiHo. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Kelihatannya jahat sekali?!
You could watch me in the Gentlemen’s club Substitution’ that dance just for love, love I’m goin’ home to an empty house Thinkin’ who should I call for some fun, hey
Yookwon menyanyi? Dan dari mana dia membawa gitar itu? aku berkali-kali menatap JiHo dan ingin bertanya sebenarnya ini ada apa, dia tersenyum lalu mendekat padaku, “Ini sudah kami rencanakan, Jaehyo hyung akan melamar Minchan.” Akhrinya aku mengerti, ini ternyata romantis juga aku bahkan tidak terfikirkan untuk melakukan hal begini. Minchan pasti menerima lamaran Jaehyo oppa.
I never knew love until you, love Never thought that I’d fall in love Till you brought out of me The man I always knew I could be, baby
“Oppa ada apa ini?” tanya Minchan akhirnya, ternyata sejak tadi dia baru menyadari bahwa Yookwon bernyanyi untuknya, bodoh!
“Aku, ,” Bodoh, Jaehyo oppa kenapa tidak langsung katakan saja?! Kalau begini aku yang jadi histeris, “Hey, kau kenapa?” bisik JiHo padaku.
“Tentu saja aku sudah tidak sabar mendengar Jaehyo oppa melamar Minchan, hah! Setidaknya aku bisa mendengar bagaimana laki-laki melamar gadis yang dia sukai.” Ujarku.
I can count the lovers that I’ve had And all of those relationships gone bad I wanna thank you for guiding me And showing me the hope
JiHo?! Ini sebuah kejutan, JiHo bisa bernyanyi?! Suaranya indah meskipun terdengar sedikit berat, sepertinya ini memang sudah di rencanakan tiga laki-laki bodoh ini. Tapi anehnya Minchan terus menatap Jaehyo oppa penasaran, oppa cepat katakan padanya!
“Aku, ah, maksudku, maukah kau menikah denganku?” Kya!! Akhirnya! tapi tunggu kenapa Minchan hanya diam saja?
Tubuh Minchan perlahan mundur lalu tercebur? “Minchan!” teriakku,
“Channie!” Jaehyo oppa segera menceburkan dirinya setelah tak lama Minchan masuk ke dalam air. Apa itu artinya di tolak?
“Anak bodoh.” Gumam JiHo,
“Hyung, bagaimana ini?” tanya Yookwon.
“Biarkan saja, lagi pula Jaehyo hyung bisa berenang apa yang perlu di khawatirkan?” aku sangat ingin menjitak laki-laki yang sudah menikah denganku ini, dia sering berkata padaku bahwa dia sudah mengerti bagaimana menjadi pria yang baik. Hah! Itu hanya omong kosong.
Gondola di kanal Jaehyo oppa dan Minchan kebingungan, kedua penumpangnya menceburkan diri sendiri ke sungai namun Yookwon mengatakan sesuatu sepertinya dia mengatakan tidak perlu khawatir.
Tak lama, Jaehyo oppa dan Minchan muncul ke permukaan, keduanya tersengal dan saling melempar senyum. Entahlah mungkin sudah terjadi sesuatu di dalam air tadi yang aku dan semuanya tidak tahu, “Minchan-ah, kau baik-baik saja?” tanyaku, dia mengangguk namun kembali tersenyum memandang Jaehyo oppa.
“Aku mencintaimu.” Ujar Minchan dengan penekanan di setiap katanya.
“Lalu?” tanya Jaehyo oppa,
“Lalu? Tentu saja aku mau menikah denganmu.” ujar Minchan kemudian mencium bibir Jaehyo oppa begitu saja. Baiklah, adegan yang cukup memalukan untuk di lihat anak di bawah tujuh belas tahun. “Kenapa melihatku seperti itu?!” setan aneh! Kenapa sejak tadi melirikku begitu?! dasar!
“Hey! Sampai kapan kalian mau terus mengambang di air?! Aku sudah bosan melihat drama sabun kalian! Aku ingin kembali ke villa!” ini suara yang sering aku dengar saat masih SMA, keras kepala dan ya, begitulah siapa yang tidak tahu Woo JiHo saat SMA? Yang tidak tahu pasti sudah snagat menutup dirinya waktu itu.
Kami akhirnya kembali ke villa, kabar yang sangat baik yang aku dengar tadi. Minchan akan menikah dengan Jaehyo oppa, pasti mereka akan bahagia. Mengingat Jaehyo oppa yang sebenarnya bukan orang yang romantis berusaha keras untuk Minchan agar bisa romantis seperti yang Minchan minta. Tapi yang berdiri di sebelahku bukan orang romantis, bisa di katakan dia akan romantis dalam jangka satu tahun sekali. Hah! Sudahlah! Mengeluh bagaimanapun juga JiHo tetap suamiku.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: