[Twoshoot] The Two Marriage (Part 2) -END

0
[Twoshoot] The Two Marriage (Part 2) -END sung min

1. Author : Author This Love

2. Judul : The Two Marriage (Part 2)

3. Kategori: NC 21, Yadong, Chapter

4. Cast:

– Lee Sungmin

– Park Hyemin

“Hyemin ah.” Panggil Sungmin. “Kenapa kau bisa ada disini?”

”Aku menemani appa menghadiri undangan pertunangan salah satu rekan kerja appa.” Kata Hyemin. Tampak sekali dia gugup melalui kalimat yang dikeluarkannya secara terbata-bata.

”Chukhae Sandra ssi. Lee Sungmin ssi.” Kata Hyemin. Dia menjabat tangan Sungmin dan Sandra lalu mengangguk ke arah Sungjin dan berbalik. Pergi dari tempat itu. Sungmin terdiam ditempat. Tidak, dia tidak salah dengar. Jelas sekali baru saja Hyemin memanggil Sungmin dengan nama lengkapnya. Bukan dengan panggilan yang biasa dia pakai untuk memanggil Sungmin. Tanpa berpikir panjang, Sungmin menyerahkan kunci kamar hotel ke tangan Sungjin dan berlari mengejar Hyemin.

”Hyemin ah.” Panggil Sungmin. Dia melihat Hyemin masuk ke lift dan bergegas mengejarnya. Tapi terlambat. Pintu lift terlanjur menutup.

”Geezz!” Pekik Sungmin kesal sambil menendang pintu lift. Dia mencari pintu menuju tangga darurat dan menuruninya dengan terburu-buru. Tentu saja dia berharap bisa menyusul Hyemin dan menjelaskan semuanya.

Sungmin membuka pintu tangga darurat dan melihat Hyemin tengah keluar dari pintu utama hotel. Sungmin berlari mengejar Hyemin, tapi di lobi hotel kedua orangtuanya dan orang tua Sandra tengah berpamitan satu sama lain, dan terlambat untuk Sungmin untuk menghindari mereka.

”Sungmin ah, kenapa kau ada disini?” Tanya appa Sungmin. Sebelum sempat menjawab, Sungmin melihat mobil Hyemin meninggalkan hotel dari balik pintu kaca hotel.

”Hyemin ah. Nan gidariyo!” Teriak Sungmin. Tanpa memperdulikan kedua pasang orang tua dihadapannya, Sungmin berlari keluar hotel menuju mobilnya dan melarikannya mengejar Hyemin. *hahahaha….*

Sungmin tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan orang tua nya pada orang tua Sandra dan masalah yang akan dihadapinya kemudian dengan kedua keluarga itu. Yang ada dipikirannya sekarang adalah menjelaskan semuanya pada Hyemin tanpa harus kehilangan kekasihnya itu. Sungmin tidak melihat mobil Hyemin dalam perjalanannya, tapi Sungmin yakin Hyemin pasti berada di apartemennya. Tidak banyak tempat yang sering dikunjungi Hyemin. Hampir setahun Sungmin mengenal dan berpacaran dengan Hyemin, Sungmin tahu jika ada masalah dan ingin menenangkan diri, Hyemin pasti bisa ditemukan di apartemennya.

Sungmin memasukkan kode pin pintu apartemen Hyemin yang sudah dihapalnya dan membuka pintu perlahan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan disitu. Kali ini Sungmin salah. Hyemin tidak pulang ke apartemennya. Sungmin menghela napas berat dan meninggalkan apartemen Hyemin. Sungmin kembali ke mobilnya. Dia memastikan kalau tadi dia parkir tepat di sebelah mobil Hyemin.

”Ahjussi apa anda melihat gadis yang tinggal di apartemen 207?” Tanya Sungmin pada satpam gedung apartemen.

”Park agasshi? Dia tadi berlari ke arah sungai Han.” Jawab satpam itu.

”Kamsahamnida.” Kata Sungmin, menganggukkan kepalanya dan berlari kembali ke sungai han yang tepat berada di seberang apartmen Hyemin.

Hyemin berlari menyebrang jalan dan terus melangkahkan kakinya menuju taman di pinggir sungai Han, menuju tempat yang biasa dia datangi jika sedang galau. Jarang orang yang duduk-duduk di tempat itu jika hari sudah menjelang tengah malam seperti ini. Hyemin duduk di rumput. Dia melipat kakinya di dada dan membenamkan wajahnya. Dia tidak mampu lagi membendung air matanya. Hatinya sakit melihat namja yang dicintainya menggandeng yeoja lain tepat dihadapannya, dan bayangan tentang pernikahan yang dijanjikan Sungmin, dan pertunangan Sungmin yang baru saja terjadi.

”Nappeun namja.” Isak Hyemin.

”Nugu nappeun?” Tanya seseorang yang tanpa Hyemin sadari telah berada disamping nya. Hyemin terkejut. Dia mengangkat wajahnya dan lebih terkejut melihat orang itu.

”Oppa.” Seru Hyemin. ”Kenapa oppa disini? Pergilah. Temani saja tunangan mu itu.” Hyemin berusaha mengontrol suara nya tetap tenang, tapi tidak berhasil. Sungmin masih bisa mendengar isakan meski sangat kecil.

”Jagi, dengarkan penjelasan oppa dulu ya.” Bujuk Sungmin.

”Shireo. Semuanya sudah jelas. Oppa akan menikah dengan yeoja itu kan.” Jawab Hyemin.

”Aniyo.” Jawab Sungmin. Dia menangkup wajah Hyemin dan menyeka airmata Hyemin. ”Oppa hanya mencintaimu.”

”Geojimal.” Kata Hyemin. Dia melepaskan tangan Sungmin dari wajahnya. ”Lalu bagaimana dengan yeoja itu?”

”Namanya Sandra, jagi. Oppa tidak suka kau memanggil orang seperti itu.” Kata Sungmin.

”Wae? Karena dia calon istri oppa?” Sahut Hyemin sinis.

”Aniyo. Kau calon istri oppa.” Jawab Sungmin. Hyemin mendecakkan lidahnya dan membuang muka.

”Pembohong. Aku benci oppa.”

Sungmin mengelus kepala Hyemin dengan sayang. Dia tidak beniat membalas perkataan Hyemin. Dia juga tahu Hyemin tidak bersungguh-sungguh dengan perkataannya itu. Tapi Hyemin menepis tangan Sungmin dan secara tidak langsung mengusirnya.

”Pergilah. Aku sedang ingin sendiri.” Kata Hyemin. Sungmin menghela napas berat. Percuma mendebat Hyemin jika suasana hatinya sedang tidak bagus. Maka dengan berat hati Sungmin bangkit dari duduknya. Dia melepaskan jasnya, memakaikannya di bahu Hyemin dan beranjak pergi dari situ hanya beberapa langkah. Sungmin bersembunyi mengawasi Hyemin sampai Hyemin meninggalkan tempat itu.

*****

”Hyung, apa kau akan benar-benar menikah dengannya?” Tanya Sungjin.

”Nugu?” Sungmin balik bertanya.

”Sandra.” Jawab Sungjin pendek. Sungmin menghela napas sebelum menjawab, ”molla.”

”Hyung!” Teriak Sungjin cukup kencang, membuat Sungmin agak terlonjak kaget.

“Aku mencintainya. Dia mencintaiku. Jebal mengertilah.” Kata Sungjin. Sungmin menatap adik satu-satunya itu.

”Arasso.”

*****

Hyemin memeluk boneka beruang seukuran tubuhnya pemberian Sungmin, sudah dua hari ini dia tidak keluar rumah. Dia hanya mengurung diri di kamar tanpa mau menerima tamu atau telepon dari siapapun. Hatinya masih belum bisa menerima bahwa kekasihnya bertunangan dengan gadis lain.

”Setidaknya aku pernah memilikimu walaupun hanya sebentar.” Bisik Hyemin sambil memandangi foto-foto mereka berdua yang terekam di ponselnya, sampai matanya tak mampu lagi terjaga.

Elusan lembut seseorang di pipinya membuat Hyemin terjaga dari tidur gelisahnya. Hyemin membuka matanya dan terkejut mendapati dirinya di dalam pelukan namja yang dicintainya.

”Huh, ireonasseo?” Tanya Sungmin melihat Hyemin membuka matanya.

Hyemin buru-buru melepas pelukan Sungmin dari tubuhnya. Dia segera menyesal tidak buru-buru mengganti pin pintu apartemennya. Tak heran Sungmin bisa masuk dengan mudah, pin pintu apartemennya adalah tanggal dimana mereka resmi menjadi sepasang kekasih.

Sungmin tersenyum melihat kekasihnya yang nampak berantakan. ”Berapa hari kau tidak mandi?” Goda Sungmin.

”Rapikan dirimu. Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang.” Kata Sungmin lagi sambil meraih tangan Hyemin dan mengantarnya ke kamar mandi. Hyemin yang masih terkejut hanya menurut tanpa membantah.

”Apa yang telah kulakukan?” Tanya Hyemin menatap dirinya yang telah rapi di cermin. ”Kenapa aku begitu saja menuruti perintah Sungmin oppa?”

”Aku belum sempat membuangnya.” Seru Hyemin ketika keluar dari kamar mandi dan mendapati Sungmin sedang membalik-balik album foto mereka.

”Kenapa harus dibuang jagiya?” Tanya Sungmin heran.

”Aku tak ingin menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan tunangan orang lain.” Jawab Hyemin dingin. Sungmin tersenyum, menyimpan kembali album foto itu di atas meja dan menghampiri Hyemin.

”Jangan dibuang. Aku takut kau akan menyesal.” Kata Sungmin sambil meraih tangan Hyemin. ”Cepatlah, tak baik membiarkan tamu terlalu lama menunggu.”

Hyemin benar-benar tak mengerti maksud perkataan Sungmin. Dia hanya mengikuti apa yang diperintahkan Sungmin. Dia terlalu lelah untuk bertanya.

Sungmin membawa Hyemin ke ruang tamu di apartemennya. Di situ sudah menunggu seorang namja yang berwajah mirip Sungmin dengan yeoja yang Hyemin tahu adalah yeoja yang bertunangan dengan Sungmin beberapa hari yang lalu. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih membuat Hyemin semakin heran.

”Mwoya igeo?” Tanya Hyemin heran. ”Kenapa kau bisa ada disini?”

”Ini adikku, jagi. Lee Sungjin. Dan sandra adalah calon istrinya.” Jelas Sungmin. Hyemin terpaku. Semuanya terjadi terlalu mendadak dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Apa dia harus senang atau harus marah atau harus entahlah. Pikirannya benar-benar rumit.

Bunyi bel menyadarkan mereka dari pikiran mereka masing-masing. Hyemin bangkit berniat untuk membukakan pintu, tapi Sungmin menarik tangannya agar duduk kembali.

”Biar oppa yang buka pintu.” Sungmin membukakan pintu untuk tamu yang ternyata kedua orang tuanya dan orang tua Sandra. Hyemin buru-buru berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat kepada pasangan orang tua itu.

”Annyeonghaseyo.” Sapa Hyemin takut-takut. Tapi ketakutan itu sedikit demi sedikit hilang ketika dia mendengar Sungmin eomma menjelaskan semua dengan suara nya yang tenang. Tanpa nada tinggi ataupun kesan marah.

Hyemin POV

Dan semua berakhir indah seperti drama-drama di TV yang sering kutonton. Butuh tiga hari untukku bisa menerima semua ini. Dan sekarang keadaan sudah kembali seperti semula. Ternyata Sungjin dan Sandra telah saling menyukai sejak mereka berada di satu universitas. Mereka berdua sempat hilang kontak ketika Sungjin melaksanakan kewajiban wajib militernya dan Tuhan memang murah hati karena akhirnya mempertemukan mereka kembali.

Tepat di malam pertunangan Sungmin dan Sandra, ketika Sungmin oppa menyusul ku, Sungjin dan Sandra ternyata membicarakan tentang hubungan mereka. Sandra pun sebenarnya menolak pernikahan nya dengan Sungmin oppa. Awalnya Sandra tidak tahu kalau Sungmin oppa yang akan dinikahkan dengannya adalah kakak dari namja yang dicintainya, Sungjin.

Malam itu juga Sungjin dan Sandra menemui orang tua mereka untuk meminta membatalkan pertunangan yang telah terjadi dan meminta mereka saja yang dinikahkan. Tentu saja orang tua mereka menolaknya.

Entah apa yang terjadi, besoknya orangtua mereka menyetujui membatalkan pertunangan Sungmin oppa dan Sandra, dan membolehkan Sungjin yang menikahi Sandra. Dan Sungmin oppa, tentu saja mereka juga merestui hubungan Sungmin oppa dan aku… Hahaha… *Evil laugh*

Dan Sungmin oppa berjanji padaku akan menikahiku setelah Super Show selesai. Tapi yang membuatku sedikit kecewa adalah pesta pernikahan yang jauh dari yang telah kami rencanakan. Hanya ada gaun putih cantik sederhana, dan jas putih yang Sungmin oppa pakai.

Tapi itu tidak masalah lagi setelah semuanya selesai dan kami berakhir di kamar hotel ini sebagai sepasang suami istri. Aku percaya pada akhirnya Sungmin oppa akan selalu yang pertama kulihat di pagi hari saat aku membuka mata.

Hyemin POV END

Author POV

”Jagiya. Kenapa melamun? Kau lelah?” Tanya Sungmin yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri Hyemin yang tengah duduk melamun di pinggir ranjang pengantin mereka. ”Kenapa belum ganti baju?” Tanya Sungmin lagi setelah melihat Hyemin masih menggunakan baju handuk.

”Aniyo. Aku hanya sedang berpikir aku adalah orang yang sangat beruntung.” Jawab Hyemin sambil menyenderkan kepalanya di dada Sungmin.

”Oya? Kenapa begitu?” Tanya Sungmin. Tangannya reflek mengelus kepala Hyemin lembut.

”I think I already lost you.” Kata Hyemin pelan. Sungmin mendorong kepala Hyemin dengan telunjuknya pelan, dia berlutut di depan Hyemin dan meraih tangannya.

”Saranghae.” Bisik Sungmin lalu mengecup punggung tangan Hyemin. Lalu dia sedikit mengangkat badannya untuk meraih bibir Hyemin dan mendorong Hyemin hingga berbaring di ranjang. Sungmin naik ke ranjang lalu meraih bibir Hyemin lagi, melumat bibir itu hingga sang pemilik mendesah.

Sungmin semakin bernafsu menikmati bibir istrinya itu dan mulai membuka ikatan di handuk Hyemin lalu menyentuh payudaranya lembut sementara bibirnya menuruni leher Hyemin dan membuat beberapa tanda disitu. Hyemin mengerang ketika mulut Sungmin menggantikan tangannya di salah satu payudaranya. Bukan hanya kali ini Sungmin menyentuhnya, tapi tetap saja jantungnya berdegup kencang layaknya menerima sentuhan pertama.

Sungmin menghisap nipple kiri Hyemin sementara tangannya memainkan nipple satunya. Tak lama Sungmin mulai bosan dan mulai menggerakkan tangannya ke arah kewanitaan Hyemin. Tapi bersamaan dengan itu, bel berbunyi dan terdengar teriakan, ”room service.”

”Oppa ada yang membunyikan bel.” Kata Hyemin diantara desahannya.

”Biarkan saja jagi. Mungkin salah kamar.” Kata Sungmin masih asyik mengelus kewanitaan Hyemin.

Tapi bel terus berbunyi. Kali ini disertai dengan ketukan. Setengah menggedor tepatnya, dan teriakan ’room service.’

”Apa kau memesan sesuatu?” Tanya Sungmin. Hyemin menggeleng. Sungmin mendesah kesal karena kegiatan mengasyikannya terganggu. Dia memakai celana piamanya dan dengan enggan membukakan pintu.

”SURPRISE!!!!” Teriak 9 namja yang masih memakai jasnya masing-masing yang mereka pakai di resepsi pernikahan tadi. Sungmin hanya bisa melongo melihat satu persatu namja itu masuk ke kamarnya sambil bernyanyi. Chukhahamnida chukhahamnida.

”Ya apa yang kalian lakukan?” Teriak Hyemin kaget.

”Kalian mengganggu malam pertama kami.” Tambah Sungmin.

”Mianhae Sungmin ah. Tapi kata Kyuhyun kalian sudah pernah melakukannya.” Kata Leeteuk sambil merangkul maknae yang wajahnya merah dan terlihat salah tingkah.

”Tadinya dia menolak ikut entah karena apa. Tapi kami mengancam akan mengeluarkannya dari Super Junior jika dia tetap menolak.” Kata Heechul yang diakhiri oleh tawa semua member.

Sungmin merangkul bahu Hyemin dan tersenyum penuh makna pada Kyuhyun yang wajahnya semakin merah dan berusaha menghindari hyung-hyungnya.

”Kyuhyun ah mau bergabung dengan kami lagi?” Goda Sungmin.

-THE END-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: