[Sister Complex Sequel] : Brother Complex

0
[Sister Complex Sequel] : Brother Complex kyuhyun donghae

1. Author : Jinho92

2. Judul : [Sister Complex Sequel] : Brother Complex

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

Cho Min Chan

Cho Kyu Hyun

Lee Dong Hae

Annyeong…

Jinho92 is here…

Jinja… Ini FF aku buat ditengah-tengah kegalauan ku ma SMTOWN INA

Jadi, harap maklum jika isinya galau dan gaje.. =.=

Sudahlah,,, *sigh*

*galau.akut*

Happy read, all…^^V

————-

“Oppa.. Ireona..” Minchan mengguncang tubuh Kyuhyun yang masih terbungkus selimut. Menarik-narik selimut yang menutupi seluruh tubuh Kyuhyun kecuali kepalanya.

“Ireona pallii~” kali ini ia menarik kuat selimut Kyuhyun.

Kyuhyun mengumpat pelan kemudian menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan kepalanya juga. Minchan mendesis kesal. Kenapa ia harus selalu mendapat masalah jika membangunkan Oppanya seperti ini.

Namun, ia tidak habis akal. Minchan menyingkap selimut yang menutupi kaki Kyuhyun, ikut masuk kedalam selimut, merayap pelan mendekati wajah Kyuhyun. Minchan menyunggingkan senyumnya. Wajah Kyuhyun ketika tidur betul-betul imut. Dengan gemas ia mencubit pipi Kyuhyun.

“Ireonaaa~” bisiknya tepat dihadapan wajah Kyuhyun sambil menarik-narik pipi Kyuhyun.

Kyuhyun tidak bergeming sama sekali. Membuat Minchan berfikir bahwa namja ini sudah bangun, hanya saja ia sedang minta bayaran agar ia bangun dalam arti sebenarnya. Minchan menghela nafas. Mengecup pipi Kyuhyun memberikan morning kiss yang diinginkan Kyuhyun.

Eh, belum bangun juga?

Minchan kembali mengecup wajah Kyuhyun, kali ini di keningnya. Masih belum bereaksi. Sekarang berpindah ke hidungnya, dagunya. Oh, baiklah.. Bibirnya. Eh, bahkan bibirnya pun telah ia cium, tapi namja ini belum bangun juga.

Minchan memutar otaknya. Apakah ada sesuatu yang diinginkan Kyuhyun tapi tidak diberikan olehnya?

“Ahh~ Yang itu.. Aish.. Jinja” desis Minchan kesal. Ia kini tau alasan Kyuhyun yang tidak –mau- bangun.

“Oppa~ Ireona… Kalau tidak, kau tidak akan tidur denganku malam i… Akh!!”

Kyuhyun menindih tubuhnya dengan cepat. Merengkuh tubuhnya erat dan mencium bibirnya liar. Minchan memukul dada Kyuhyun menyuruhnya berhenti. Hampir tiap pagi ia melakukan hal ini. Dan hampir tiap pagi pula Kyuhyun menciumnya dengan cara seperti itu. Membuatnya kehabisan nafas.

“Ahhh..” Kyuhyun mendesah puas ketika melepaskan ciumannya. Bangkit dari tidurnya, membuat selimut yang menutupi tubuhnya terjatuh begitu saja. Ia tersenyum sumringah mendapat morning kiss nya dan keinginannya untuk sekamar dengan Minchan. Hanya sekamar, tidak lebih.

“Brengsek kau, Cho Kyuhyun!!!”

Kyuhyun mengeluarkan evil laugh nya sambil melenggang santai menuju kamar mandi. Tidak memperdulikan umpatan kesal Minchan dan lemparan bantal dari yeoja itu. Toh keinginannya sudah dikabulkan. Sekamar dengan Minchan…

*****

Minchan mengetuk pintu didepannya. Pintu ruangan Cho Sajangnim. Setelah mendengar suara dari dalam yang mengizinkannya untuk masuk, diapun membuka pintunya. Menutupnya kembali, lantas berjalan kearah Cho Sajangnim.

“Ada apa Sekretaris Cho?” tanya Kyuhyun dengan seringai menghiasi bibirnya. Entah mengapa jika melihat Minchan selalu saja timbul ide-ide jahil dikepalanya untuk menggoda sekretarisnya itu.

“Artis namja yang telah kita kontrak sakit. Ia tidak bisa datang hari ini. Eotteokke? Suting iklannya akan dimulai sejam lagi…”

“Mwo?” raut wajah Kyuhyun berubah serius seketika.

“Manager nya menelpon baru saja. Apa yang harus kita lakukan, Sajangnim?”

“Kita kelokasi suting sekarang..”

*****

“Hmmm, begitu ya..?”

Minchan menatap Sutradara Kim yang tengah berfikir. Mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Aktor utama namja sedang sakit. Setidaknya ia butuh penggantinya sekarang. Tapi, bukankah akan memakan waktu lama jika harus mencari artis baru lagi dan tanda tangan kontrak? Sementara persiapan dilokasi suting sudah rampung. Dan suting akan dimulai beberapa menit lagi.

Sutradara Kim menatap Kyuhyun. lebih tepatnya menilai penampilan pria dihadapannya ini. Wajah yang menarik, postur tubuh tinggi, dan mempunyai tubuh yang proporsional –meskipun tanpa abs-.

“Hum, sepertinya aku sudah menemukan pengganti sang aktor utama” gumam Sutradara Kim masih sambil memperhatikan Kyuhyun lebih detail lagi.

“Jinjayo?? Siapa?” seru Minchan sambil menyunggingkan senyumnya.

“Cho sajangnim”

“MWO?!!” Kyuhyun dan Minchan mengatakannya bersamaan.

“Ne. Cho Sajangnim betul-betul cocok untuk peran ini. Jadi, bagaimana? Bisakah kita suting sekarang?”

Minchan dan Kyuhyun saling menatap dengan ekspresi bingung, bagaimana bisa Oppa nya tiba-tiba saja harus suting iklan sekarang? Kyuhyun bahkan bukan seorang artis.

“Chakkamanyo, Sutradara Kim. Kita harus mendiskusikannya dulu. Dua menit..” Kyuhyun menarik Minchan menjauh dari Sutradara Kim.

“Eotteokke?? Haruskah aku melakukannya?” tanya Kyuhyun meminta persetujuan dari Minchan. Meskipun ini hanyalah iklan produk kecantikan, tapi ada adegan dimana Kyuhyun harus memeluk sang artis utama yeoja, bahkan membelai pipinya.

Minchan menggigit bibir bawahnya terlihat berfikir. Jika ia mengiyakan keputusan Sutradara Kim, tentu ia akan setengah mati menahan cemburu melihat Kyuhyun bermesraan dengan yeoja lain. Tapi, kalau ia menolaknya, perusahaan akan merugi. Aktor namja sakit saja perusahaan sudah rugi, apalagi jika harus ditambah penundaan suting. Perusahaan akan rugi 2x lipat. Otteokke??

“Lakukanlah…”

“Mwo? Kau bilang apa? Kau tau adegan yang akan kulakukan? Bukankah waktu itu sudah dipresentasikan saat rapat dan itu artinya aku harus..”

“Aku tau!!” potong Minchan.

“Dan kau harus melakukannya..” lanjutnya.

Kyuhyun mendengus, menumpukan kedua tangannya dipinggang. Terlihat frustasi, “Kau… Tidak cemburu?!!”

“Tch, jangan banyak tanya!! Suting saja sana, Cho Jelek!!!” Minchan menghentakkan kakinya, berlalu memunggungi Kyuhyun lalu melangkah pergi.

Kyuhyun mendecakkan lidahnya kesal, “Ya!!! Awas saja kalau kau pergi dari lokasi. Aku tidak mau suting!!!” teriak Kyuhyun kesal.

“TIDAK AKAN, SAJANGNIM!!!”

*****

“Tch, kita lihat saja. Yeoja itu pasti cemburu…” gumam Kyuhyun sambil menatap Minchan yang tengah duduk disamping Sutradara Kim.

“Ready… Set. And, ACTION!!”

Setelah aba-aba dari Sutradara Kim, sutingpun dimulai. Adalah adegan dimana Kyuhyun berlalu dihadapan artis yeoja itu seakan tidak peduli. Dan karena wajah Kyuhyun yang memang sudah terlihat ketus meski dia tidak melakukan apa-apa, maka suting adegan ini berjalan lancar.

“CUT!!” Sutradara Kim meneriakkan aba-aba itu. Membuat Kyuhyun dan para kru yang lain bersiap-siap untuk pindah kelokasi yang lain. Tidak jauh dari sana.

Minchan menatap kesal dua makhluk ciptaan Tuhan itu. Yang satunya namja dan yang lain yeoja. Mereka terlihat begitu akrab. Maksudnya, yang namja terlihat begitu –terlalu- ramah kepada si yeoja. Lebih tepatnya sok kenal, sok dekat dan sok-sok yang lain. Setidaknya itu yang dilihat oleh Minchan. Kyuhyun terlihat begitu akrab dengan artis yeoja itu. Berjalan beriringan bersama, terlihat tertawa bersama.

‘Awas saja kalau kau macam-macam. Kubunuh kau!!!’ batin Minchan kesal.

“Nona Cho… Anda tidak perlu meremas script seperti itu”

“Ne??!!” teguran dari Sutradara Kim membuat Minchan beralih menatap script yang ia remas, “Oh, ani… Ini… Ah, jinja… Aku mengantuk” Minchan hendak bangkit dari posisinya namun ditahan oleh Sutradara Kim.

“Nona Cho, sebentar lagi suting akan selesai, saya mohon anda tetap disini. Atau Cho Sajangnim tidak mau melanjutkan sutingnya…”

Minchan mengumpat kesal dalam hatinya. Bahkan Sutradara Kim mendengar ucapan Kyuhyun tadi, yang tidak akan suting tanpa Minchan di lokasi. Brengsek!!

“Ah, ye… Aku hanya terlalu lama duduk dan berdiri sebentar.. Hahahh..” ujar Minchan mengeluarkan tawa canggung dan –dengan terpaksa- kembali duduk.

Setelah semua rampung, sutingpun kembali dimulai. Kali ini adalah adegan dimana sang yeoja telah memakai produk kecantikan itu. Dan kini kulit wajahnya terlihat lebih cerah. Dimana Kyuhyun akan terpesona melihat yeoja yang melintas dihadapannya itu.

‘Cih… Ekspresi macam apa itu? Seperti itukah seorang Cho Kyuhyun yang tengah terpesona? Menyebalkan!!! Dia bahkan tidak pernah menatapku seperti itu..’ Minchan kembali membatin. Mengerucutkan bibirnya kesal sambil merobek-robek script ditangannya tanpa ia sadari.

Kini adegannya berlanjut dimana Kyuhyun akan menahan lengan yeoja itu dan memutar tubuh yeoja itu kearahnya. Mereka berdua kini saling bertatapan. Tangan Kyuhyun perlahan terangkat untuk mengelus pipi yeoja itu, namun..

“CUT!!!”

Semuanya melongo kearah Sutradara Kim. Bukankah akting Kyuhyun sudah bagus?

Sutradara Kim bangkit dari posisinya, menghampiri Kyuhyun dan mengatakan sesuatu kepadanya. Minchan tetap pada posisinya melipat kedua tangannya didada dan memberikan tatapan sengit kearah Sutradara Kim. Harusnya adegan tadi sudah bagus, tapi kenapa malah di cut? Minchan ingin segera enyah dari sini.

Sutingpun kembali dimulai. Kyuhyun mengulangi adegan dimana ia memutar tubuh yeoja itu kearahnya. Kini tatapan keduanya bertemu. Dan tangan Kyuhyun perlahan menyentuh pipi si gadis seolah mengagumi perubahan yang terjadi pada kulit wajahnya. Dan adegan selanjutnya yang membuat Minchan begitu shock. Kyuhyun yang perlahan mendekatkan wajahnya kewanita itu.

‘Apa itu?!! Bukankah adegan itu tidak ada dalam script?!! Apa ini yang diminta oleh Sutradara Kim untuk Kyuhyun lakukan?!!’ batin Minchan sambil membolak balik script yang hampir sudah tidak berbentuk ditangannya. Percuma. Toh, tidak ada yang bisa ia baca disana.

“CUT!! Ya, bagus sekali!! Cho Sajangnim, anda melakukannya sangat baik…”

Minchan melongo menatap Sutradara Kim yang beranjak dari tempatnya menghampiri Kyuhyun. Ia bahkan tidak melihat adegan terakhir tadi lantaran sibuk melihat script. Ia tidak tahu, apakah Kyuhyun betul-betul mencium yeoja itu atau tidak.

Dada Minchan tiba-tiba saja terasa sesak. Rasanya sakit jika ia membayangkan Kyuhyun mencium wanita itu. Padahal sebelumnya ia tidak pernah merasakan hal yang seperti ini pada Oppa nya itu. Sepertinya kejadian di Hotel malam itu adalah penentu semuanya. Setelah mereka ‘bersatu’ malam itu, Minchan merasa telah memiliki Kyuhyun seutuhnya. Dan rasanya sangat menyesakkan jika melihat namja itu bersama wanita lain. Meskipun itu hanyalah akting.

Minchan menghapus air matanya kasar. Ia kesal. Bukan dengan Kyuhyun ataupun Sutradara Kim. Ia kesal pada dirinya sendiri. Bukankah dia yang menyetujui Kyuhyun untuk menggantikan aktor yang sedang sakit?!! Ya, ini salahnya. Minchan bangkit dari tempatnya. Berjalan pergi dari lokasi suting. Toh, Kyuhyun kini tengah dikerumuni oleh para Kru yang memberikan selamat padanya. Tak akan ada yang menyadari keabsenannya.

*****

Minchan meminum semua minuman di gelasnya dalam sekali tenggak. Ia mengerang lantas meletakkan gelasnya dimeja dengan keras, “Ah!! Jinja!! Kau bodoh!!” umpatnya kemudian.

“Jangan mendramatisir keadaan, Chan-ah. Yang kau minum hanya Coke” ujar Donghae memutar bola matanya merasa konyol.

“Aa.. Hehehh..” Minchan menyeringai kearah Donghae.

“Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, Oppaaah~” erang Minchan lemas.

“Sepertinya Uri Kyuhyun betul-betul berhasil menaklukkanmu..”

Minchan mendesis lantas menjitak kepala Donghae, “Aigoo, ini gara-gara kau, Oppa!!”

“Aish.. Appo..” Donghae mengelus kepalanya yang lumayan sakit. “Gara-gara aku? Bagaimana bisa?!” ujar Donghae menunjuk wajahnya sendiri.

“Setelah Oppa mengatakan semuanya waktu itu. Rasanya, aku sangat senang. Aku tidak pernah mendapat perlakuan begitu istimewa dari seorang namja sebelumnya. Aku kira perhatian yang selama ini Kyuhyun Oppa berikan semata-mata hanya karena aku ini adik angkatnya..” Minchan menuangkan minuman kedalam gelasnya kemudian meneguknya.

“Ternyata, perlakuannya padaku selama ini karena dia melihatku sebagai seorang wanita. Dan saat ia kabur dari rumah karena melihatku bersama namja, aku merasa itu sangat manis. Dan aku tidak akan mengetahui itu semua jika Oppa tidak memberitahukannya..” Minchan menoleh kearah Donghae, tersenyum begitu manis kearah namja itu, “Gomawoyo, Oppa…”

Donghae tersenyum, terlihat salah tingkah mendapat ucapan terimakasih dari Minchan, “Tapi… Kau juga menyebalkan, Oppa!!”

Donghae melipat senyumnya, “Wae?!”

“Kau menjerumuskan Uri Kyuhyun. Apa-apaan itu?! Bersenang-senang dengan yeoja?!!”

“Aigoo, ani.. Tidak begitu Minchan-ah.. Kyuhyun jika sedang marah betul-betul menyeramkan. Ia terlihat seperti akan menghancurkan Bar ku, jadi..”

“Mwo?!! Bagaimana bisa Oppa melakukan itu semua?!! Itu tidak sebanding, Oppa!! Keperjakaan uri Kyuhyunnie~.. Huaaa, aku dapat namja bekas!!” Minchan merengek, menarik-narik lengan baju Donghae.

“Bagaimana bisa kau baru sadar sekarang” gumam Donghae.

“Aku mendengarnya, Oppa!!! Pokoknya itu salah, Oppa!!” Minchan menatap Donghae sengit. Jika tidak mengingat jasa Donghae padanya, mungkin Minchan telah mencakar-cakar (??) wajah manis namja itu.

“Aigoo, kau menakutkan sekali. Ne, ne… Itu salahku. Tapi, Minchan-ah… Kau tau, yeoja yang selama ini menemani Kyuhyun itu adalah yeoja yang terlihat mirip denganmu”

“Mwo??” Minchan melepaskan cengkramannnya pada lengan Donghae. Kembali duduk manis mendengarkan Donghae.

“Ne. Semua yeoja aku yang mencarinya..” Donghae terlihat ragu melanjutkan melihat wajah Minchan yang menegang mendengar pengakuannya. “Tapi, yeoja-yeoja itu, harus mirip denganmu. Secara fisik..” lanjutnya kemudian.

“Jadi, bisa dibilang.. Uri Kyuhyunnie, bercinta dengan wanita itu, tapi yang dibayangkan adalah dirimu..”

“Jinja??” gumam Minchan pelan. Seolah takjub mendengar penuturan Donghae.

“Tapi tetap saja!! Ujung-ujungnya aku hanya mendapat namja bekas!!” Minchan mencengkram rambut Donghae tiba-tiba. Merasa semakin kesal mendengar Kyuhyun bercinta dengan wanita lain..

“AAA… AMPUN… APPOOO…”

*****

Minchan tiba dirumah. Masih gelap dan itu artinya Kyuhyun belum dirumah. Kemanakah namja itu? Merayakan kesuksesan sutingnya kah bersama para kru? Atau bersama yeoja tadi??

Molla…

Minchan membaringkan tubuhnya disofa, mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mendapati sang ponsel (?) telah mati. Butuh di charger. Minchan bangkit menuju kamarnya lantas memasang charger ponselnya. Ponselnya pun ia nyalakan. Dan mendapati beberapa panggilan tidak terjawab dari Kyuhyun, serta pesan singkat yang enggan Minchan buka. Yeoja itu hanya tersenyum, ternyata Kyuhyun masih mengingatnya.

Minchan menelpon kembali Kyuhyun, terdengar bunyi nada sambung dari sana dan,

“Ya!!! Kemana saja kau, huh!!?” bahkan Kyuhyun tidak mengatakan kata sapa apapun.

Minchan terkekeh pelan mendengar nada khawatir itu, “Aku dirumah sekarang. Kau pulanglah, Cho Jelek”

“Kau!! Ne, ne… Aku pulang sekarang” Kyuhyun memutuskan sambungan telpon. Hendak mengumpat, tapi dia tahan. Untuk yang kesekian kalinya, Minchan merasa Kyuhyun betul-betul manis.

Beberapa menit kemudian, suara deru mesin mobil dari depan terdengar. Kyuhyun datang. Dengan berisik membuka pintu kemudian menutupnya, tak lupa ia kunci. Berjalan begitu tergesa-gesa kearah kamar Minchan. Minchan menunggu dengan senyum dibibirnya. Namja itu betul-betul tidak sabaran.

“Yak!! Darimana saja kau, huh?!” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekati Minchan yang bersandar di pintu lemari pakaiannya.

“Kau tiba-tiba menghilang di lokasi suting. Tidak menjawab telponku. Oh, bahkan ponselmu kau matikan. Sikap macam apa itu, huh? Kau fikir aku tidak panik mencarimu keliling lokasi, belum lagi harus mencarimu di kantor dan tempat-tempatmu biasa pergi, tapi kau tidak sana” Kyuhyun berhenti sejenak mengambil nafas. Sekaligus menatap heran kearah Minchan yang tidak menanggapi cerocosannya sama sekali. Yeoja itu hanya tersenyum sambil menatapnya lekat.

“Pokoknya, jangan ulangi lagi sifat jelekmu itu..”

Minchan menghela nafas, maju selangkah mendekati Kyuhyun. Hingga namja itu tepat berada dihadapannya, “Kau sudah selesai?” tanyanya kemudian melingkarkan tangannya di tengkuk Kyuhyun.

“Wae… Waeyo?!” Kyuhyun mengerjapkan matanya tidak percaya. Ada apalagi dengan yeoja ini. Kenapa begitu tiba-tiba seperti ini. Apalagi yang telah dikatakan Donghae padanya. Ya, Kyuhyun tau jika Minchan baru saja bertemu dengan Donghae. Namja itu sendiri yang menelpon Kyuhyun dan mengadu tentang tindakan liar Minchan terhadapnya.

“Karena aku ingin melakukan ini..” Minchan menjinjitkan kakinya hingga bibirnya menyentuh bibir Kyuhyun. Hanya mengecupnya lembut kemudian melepaskannya. Menatap wajah Kyuhyun yang terlihat semakin tidak mengerti.

“Kau.. Tadi bertemu dengan Donghae hyung? Katanya kau hampir membuatnya botak. Apa itu benar?” Kyuhyun mengajukan pertanyaannya setelah Minchan melepaskan lengannya.

Gadis itu berjalan kearah lemarinya, membuka pintunya lantas mengeluarkan handuk dari sana, “Yah, dan sayang sekali aku tidak bisa membuatnya betul-betul botak” Minchan berjalan kearah Kyuhyun kemudian menyerahkan handuk ditangannya.

“Oppa mandi saja dulu. Oppa pasti lelah mencariku seharian. Setelah itu, baru kuceritakan kronologi pembotakan Donghae Oppa”

Kyuhyun mendengus, merasa lucu dengan ucapan Minchan. Ia meraih handuk yang disodorkan gadis itu, lantas berjalan kearah kamar mandi.

Namun dia tiba-tiba berhenti, membalikkan tubuhnya kearah Minchan, “Kau tidak ingin mandi bersamaku?” menampakkan seringai mesum miliknya.

“Lain kali saja, Tuan Cho” ujar Minchan sedikit kesal. Namja itu ternyata tidak semanis yang dia fikirkan.

*****

Kyuhyun menatap intens sosok dihadapannya. Matanya seolah tidak pernah bosan jika menyangkut objek itu. Bibirnya membentuk sebuah senyuman manis yang begitu mempesona. Sayang sekali objek yang ia sunggingkan senyum itu tengah memejamkan matanya. Terpejam begitu damai. Yah, gadis itu tengah tertidur.

Jemari Kyuhyun sesekali menyapa pipi gadis itu. Menyingkirkan helaian rambut yang menurut Kyuhyun menganggu pandangannya. Ia menggeser tubuhnya perlahan, menghapus jarak antara dirinya dan gadis itu. Aroma tubuh gadis itu semakin menyeruak dihidungnya. Sebenarnya jarak tadipun sudah cukup dekat jika hanya untuk menghirup aroma tubuhnya. Tapi, bagi Kyuhyun itu tidak cukup. Ia lelah seharian ini suting, ditambah lagi harus mencari gadis itu kesemua tempat yang sering dikunjunginya. Dan menghirup aroma tubuhnya seolah mengisi energinya kembali. Well, sebenarnya tidak cukup..

Kyuhun meneguk salivanya kesusahan. Hidungnya kini hampir menyentuh pipi Minchan. Mmh, mungkin menciumnya sedikit tidak masalah.

CUP

Kyuhyun tersenyum senang. Yeoja itu tidak bergerak sama sekali. Sekali lagi. Ia melakukannya sekali lagi. Mendaratkan kecupan-kecupan ringan disana.

“Hmmm” Minchan menggeliat perlahan. Membuat Kyuhyun sontak mematung. Rasanya sangat seru mencuri cium dari yeoja ini. Meski ia bisa menciumnya kapanpun, tapi cara ini menurut Kyuhyun sangat menantang. Sekaligus mengontrol dirinya menahan hasrat yang lain.

Minchan menggeliat lagi. Namun kali ini, ia memutar posisinya kearah Kyuhyun. Membuat bibirnya hampir saja menyentuh bibir Kyuhyun jika saja namja itu tidak memundurkan wajahnya. Kyuhyun menghela nafas perlahan, lega. ‘Hampir saja’ batinnya.

Tapi, Kyuhyun sama sekali tidak sadar. Bahwa Minchan tidak –belum- tidur. Yeoja ini dengan sengaja membalik tubuhnya kearah Kyuhyun. Hanya ingin mengetahui apa yang akan namja ini lakukan. Menerima Kyuhyun tidur ditempat tidur yang sama dengannya, bukanlah sesuatu yang biasa. Setidaknya, namja ini pasti –garis bawahi PASTI– melakukan sesuatu yang ‘tidak-tidak’ padanya.

Kyuhyun kembali melancarkan aksinya. Kali ini sasarannya bukan lagi pipi Minchan. Tapi bibirnya. Apakah ia bisa mencium bibir yeoja ini tanpa ketahuan? Well, let see…

CUP

Kecupan pertama berhasil, hampir saja Kyuhyun memekik senang. Rasanya seperti berhasil melalui level tingkat normal dalam sebuah game. Kalau mencium pipi tadi adalah tingkat Easy dan mengecup bibir tadi adalah tingkat Normal. Lalu, ia akan mencoba yang Hard. Melumat bibir Minchan.

Kyuhyun pun mendaratkan bibirnya kembali. Tetap menempelkan bibirnya pada bibir Minchan menunggu reaksinya. Aman. Perlahan, Kyuhyun menggerakkan bibirnya. Membuka bibir Minchan menggunakan bibirnya kemudian meraup bibir bawah yeoja itu. Mengulumnya perlahan-lahan menikmati lembutnya bibir yang kerap kali mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyebalkan itu. Rasanya ingin menggigit bibir itu melampiaskan rasa kesalnya. Namun Kyuhyun segera menghentikan ciumannya sebelum ia betul-betul menggigitnya. Melepaskan tautan bibirnya perlahan kemudian tersenyum puas menatap bibir bawah Minchan yang agak memerah.

“Game Over” bibir yang tengah ia tatap itu bergerak. Meluncurkan serentetan kalimat yang membuat Kyuhyun kaget.

Minchan membuka matanya. Menatap langsung kemata Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa senti darinya, “Kau fikir apa yang sedang kau lakukan, Cho Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun tersenyum mendengar cara Minchan menyebut namanya. Ia lantas menarik pinggang gadis itu hingga merapat kearahnya, memberi tatapan menggoda pada Minchan. Daripada Game yang diciptakan sendiri olehnya tadi, menggoda yeojanya itu sepertinya jauh lebih menarik.

“Menurutmu??” bisik Kyuhyun. Dan kembali mendaratkan ciuman dibibir Minchan. Melumat bibir yeoja itu perlahan. Mungkin menggigitnya sesekali.

“Menciumku?” ujar Minchan ketika ciuman mereka terlepas.

Kyuhyun menyeringai, kembali mendaratkan bibirnya dipipi Minchan. Mengecup perlahan pipi Minchan hingga menimbulkan suara kecupan yang diam-diam membuat Minchan sedikit bergairah. Namun, tidak sampai disitu saja, Kyuhyun melanjutkan ciumannya kearah leher Minchan. Mengecup lehernya, kemudian menjilatinya. Tidak sampai membuat kissmark. Tidak lucu jika sekretarisnya ini kekantor dengan kissmark dilehernya besok. Akan heboh nantinya.

“Mhhh… Mungkin lebih..” gumam Minchan memejamkan matanya. Bibirnya sudah mengeluarkan desahan pelahan lantaran hembusan nafas Kyuhyun pada lehernya terasa geli. Geli yang menyenangkan.

“Lebih??” bisik Kyuhyun disela-sela aktifitas bibirnya pada leher Minchan.

“Tidak.. Tidak boleh lebih… hhhh..” tangan Kyuhyun mengelus dada Minchan pelan. Membuat gadis itu mengeluarkan desahan pelan.

“Hmmm.. Begitu ya?” ujar Kyuhyun kembali melumat bibir Minchan. Perlahan merubah posisinya jadi menindih tubuh Minchan. Memudahkannya bertindak lebih pada gadisnya.

Tangan Minchan bahkan sudah melingkari leher Kyuhyun. Menikmati lumatan Kyuhyun pada bibirnya. Bahkan membukakan bibirnya dengan senang hati agar lidah namja itu menyapa lidahnya. Menjilati lidahnya lembut. Minchan mengerang pelan merasakan tangan Kyuhyun yang mengelus perutnya. Membuatnya tersadar, bahwa namja ini telah menyentuh kulitnya langsung. Bahkan tangan itu kini mengincar dadanya yang tidak memakai bra. Minchan biasanya memang tidak menggunakan bra jika ingin tidur.

Kyuhyun melepaskan ciumannya, kembali mendaratkan ciumannya dileher Minchan. Sementara tangannya sudah mengelus pelan dada Minchan, memainkan nipplenya dengan jari-jarinya.

“Ngghhh,,, Kyuhyun-ah. Hentikan… Ini tidak boleh. Tidak boleh sebelum kita menikah.. hhh” gumam Minchan disela-sela desahannya. Melontarkan penolakan, tapi tangannya bahkan mengelus rambut Kyuhyun seakan menikmati perlakuannya.

“Wae??”

“Aku.. hhhh… Tidak mau hamil diluar nikah,,”

“Aku malah kecewa kau tidak hamil…”

“Aaahhh… Sshhhh… Kau gila!!” umpat Minchan sambil menikmati lidah Kyuhyun yang kini menjilati nipplenya.

“Aku memang gila..” ujar Kyuhyun kemudian mengelus paha Minchan. Meremas bokongnya, lantas menggapai vagina Minchan dari luar celana. Mengelus selangkangan gadis itu hingga ia mengeluarkan desahan yang lebih kencang.

“Hhhh,,, Kyuhyun-ahh,, Shhh.. Ohhh”

“Jadi… Bolehkah??” tanya Kyuhyun dengan seringaian nakal diwajahnya. Menatap wajah Minchan yang terangsang betul-betul membuatnya serasa seperti seorang Champion.

“Bolehkah??” Kyuhyun kembali bertanya. Tangannya telah lolos memasuki celana Minchan. Memainkan jarinya pada belahan vagina Minchan yang basah. Menekan-nekan clitorisnya yang sudah membengkak.

“Mhhh,, Ahhh,, Shh.. Mungkih, ahhh.. Sekali ini, sshhh.. Tidak apa-apa..” jawab Minchan kesusahan. Jari-jari Kyuhyun begitu tepat menyentuh titik rangsangnya dibawah sana. Membuat vaginanya berkedut cepat, terangsang. Cairannya semakin banyak saja.

“Tidak apa-apa, hmm?” Kyuhyun menyusupkan satu jarinya kedalam lubang vagina Minchan. Menarik-narik jarinya, menggesek g-spot Minchan.

“Akkhh.. Mmhhh,,, Ssshhh” Minchan memekik ketika Kyuhyun menambah lagi jarinya. Kini jari telunjuk dan jari tengah namja itu tengah bermain-main didalam sana. Bergerak perlahan sambil menekan-nekan titik G-Spot milik yeojanya.

“Uuughhh… Kyuhh,, Aaahhhh,,, Mhhh” Minchan meremas seprai merasakan tubuhnya makin menegang. Terlebih karena Kyuhyun mempercepat gerakan jarinya didalam sana. Membuat vaginanya berdenyut cepat lantaran rangsangan yang begitu hebat.

Sepersekian detik ketika rangsangan itu menguat, ditambah lagi otot-otot pinggulnya yang berkontraksi, cairannya menyembur. Membasahi kedua jari Kyuhyun yang tempo gerakannya kini diperlambat. Minchan mengerang panjang menikmati gelombang orgasmenya yang pertama. Gadis itu memejamkan matanya, tubuhnya melemas merasakan rasa rileks itu. Namun, hanya sementara karena kini ia membuka kelopak matanya, menatap langsung kearah Kyuhyun yang tengah mengemut jarinya yang berlumuran cairan cintanya.

“Daebak!!! Kau senang sekarang, huh?” sindirnya, yang ditanggapi dengan kekehan dari Kyuhyun.

“Tentu saja. Hal apa lagi yang kau harap membuatku bahagia selain membuat Nona Cho orgasme?”

“Cih, otak yadong dan urat bahagiamu berjalan beriringan, Kyuhyun-ssi..” ujar Minchan sambil bangkit dari posisinya.

“Giliranku..” Minchan mendorong tubuh Kyuhyun hingga telentang. Lantas merangkak menaiki tubuh namja yang memasrahkan dirinya itu.

“Kau bahkan tidak membuka bajumu…” omel Minchan sambil membuka satu persatu kancing piayama yang dikenakan Kyuhyun.

“Memangnya aku membuka bajumu?” balas Kyuhyun membantu Minchan meloloskan piayama itu dari tubuhnya.

“Baiklah, aku menyingkapnya..”

“Sama saja, bodoh!!” Minchan kemudian mendekatkan wajahnya ke Kyuhyun. Mengecup bibirnya, hingga kemudian menenggelamkan bibirnya sendiri kedalam lipatan bibir Kyuhyun. Tangan Kyuhyun menahan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.

Suara decapan kedua bibir yang saling melumat itu terdengar begitu menggairahkan. Terdengar begitu jelas memenuhi kamar Minchan. Tangan Minchan perlahan mengelus dada Kyuhyun yang terbuka meraba nipplenya kemudian mencubitnya gemas. Kyuhyun merintih diantara ciumannya, lebih tepatnya semakin menghisap bibir bawah Minchan yang tengah ia kulum lembut.

“Mhhh…Ternyata namja juga terangsang dengan cara ini” ujar Minchan setelah melepaskan ciumannya. Jari-jarinya memelintir nipple Kyuhyun dengan seringai menghiasi bibirnya. Mungkin lebih tepatnya mengejek.

“Nona Cho yang cerewet, bisakah kau melanjutkan pekerjaanmu saja?”

“Dasar tidak sabaran..” Minchan kembali melumat bibir Kyuhyun, namun kali ini tangannya mulai menyentuh tonjolan diselangkangan Kyuhyun. Meremasnya perlahan membuat Kyuhyun semakin menggeliat tidak sabar dibawahnya.

“Bajumu…” gumam Kyuhyun diantara ciuman-ciuman mereka.

Minchan yang mengerti, segera membuka piayama miliknya. Melempar bajunya itu sembarangan. Sebenarnya, dari tadi dia sudah kepanasan. Hanya saja Kyuhyun tadi hanya menaikkan libidonya, hingga namja itu tidak benar-benar membuka bajunya. Yah, setidaknya membuat Minchan membuka bajunya sendiri menambah satu poin kemenangan Kyuhyun hari ini atas dirinya.

“Hhmmm,, It’s hard on, Kyuhyun-ah..” bisik Minchan tepat dihadapan Kyuhyun. Membuat bibir mereka saling menyentuh. Tangan Minchan dibawah sana telah meloloskan organ tubuh milik Kyuhyun itu dari penutupnya. Ia menaik-turunkan tangannya mengocok juniornya perlahan.

“Mau diapakan dia, Kyuhyun?” ujar Minchan lagi sambil menunjukkan seringai mesum miliknya. Membuat Kyuhyun yang melihatnya semakin gemas pada yeoja ini.

“Terserah kau saja, Minchan-ah.. Ahhh, jinja,,, Remas ia, Chan-ah…”

Minchan menyeringai kearah Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya, menikmati pijatan Minchan pada organ tubuh kebanggaannya itu. Minchan lantas menurunkan tubuhnya, menggeluti junior Kyuhyun yang membutuhkan perhatian lebih sepertinya. Ia menatap junior Kyuhyun yang terasa semakin menegang dalam genggamannya. Tiba-tiba terlintas potongan adegan yadong yang pernah ia tonton. Hemm, mencobanya? Why not??

Minchan melepaskan junior Kyuhyun, ia membuka celananya. Menelanjangi dirinya sendiri dengan cepat. Kyuhyun membuka matanya yang tadi terpejam. Melihat Minchan membuka celananya sendiri betul-betul menambah satu poin lagi untuknya. Ia betul-betul merasa seperti seorang Champion malam ini. Minchan terlihat lebih agresif dari sebelumnya.

“Apa yang kau lihat??” tanya Minchan saat mendapati Kyuhyun tengah menatapnya lekat. Sebenarnya, ia sangat tidak suka jika namja itu sudah menatapnya seperti itu. Rasa-rasanya ia akan menghentikan kegiatan mereka saat itu juga.

“Aku tidak boleh menatapmu?”

Minchan mendecakkan lidahnya, ia betul-betul ingin membatalkan niatnya mempraktekkan apa yang telah ia lihat di film yadong itu. Tapi, ia betul-betul penasaran. Kapan lagi ia bisa mencobanya, ia telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ini yang terakhir sebelum namja itu menikahinya. Meski sebenarnya ia tidak begitu yakin bisa menahan diri dari Iblis Penggoda yang ia cintai itu. Minchan menghela nafas, menaiki tubuh Kyuhyun dengan posisi membelakangi tubuh namja itu. Ia perlahan merebahkan dirinya, meraih junior Kyuhyun. sementara dibawah sana, kepala Kyuhyun mengarah ke vagina miliknya. Membayangkan Kyuhyun yang tengah menatap vaginanya membuat wajah Minchan memanas seketika. Konyol. Tipe gadis yang agresif bercinta tapi pemalu. Aneh.

“69, heh?” ujar Kyuhyun sambil meremas bokong Minchan gemas.

Minchan mendengus kesal, ia mulai memijat junior Kyuhyun kembali, “Jangan cerewet. Lakukan saja…”

Kyuhyun menyeringai senang, “Kau belajar dari mana, Chan-ah?”

“Dari koleksi yadongmu tentu saja” jawab Minchan kemudian mengocok junior Kyuhyun dengan tempo lambat.

“Mwo? Kau tau password nya?”

“Cih, aku tidak mungkin melupakan tanggal lahirku sendiri, Kyuhyun…”

“Ah, sial! Aku akan menggantinya”

“Jinja!! Dasar cerewet,, akhh!!” mendengar kata ‘cerewet’, Kyuhyun segera memasukkan dua jarinya sekaligus kedalam lubang vagina Minchan. Kesal bercampur rasa gemas terhadap gadisnya.

Minchan pun kembali memainkan junior Kyuhyun. menjilati kepala juniornya yang mulai mengeluarkan lendir bening. Hingga kemudian memasukkannya kedalam mulutnya. Menggerakkan kepalanya naik-turun sambil menyedot-nyedotnya ketika mencapai kepalanya. Tangannya pun bekerja dengan baik, mengurut junior Kyuhyun sambil meremas sesekali twinsball milik namja itu.

“Hmmm,, Mmmhhh.. Agghh,, Ohhh.. Shh, yeahhh” Minchan melepaskan kulumannya. Tidak tahan dengan gerakan jari dan lidah Kyuhyun yang terasa begitu hebat dari bawah sana. Menggosok clitorisnya dengan cepat, sedang lidahnya bermain-main didalam lubang vagina Minchan. Sesekali menyedot cairan yang dikeluarkan oleh Minchan.

“Uugghh,,, Arrhhh,, Yaahhh,, Disitu.. Hmmm” Minchan kembali mengulum junior Kyuhyun, mereda suara desahannya sendiri agar tidak terlihat begitu kalah. Ia pun mempercepat gerakan jarinya yang mengurut junior Kyuhyun. Yang direspon dengan bertambah ganasnya Kyuhyun memainkan jarinya pada lubang vagina Minchan.

Merasa kehabisan nafas, Minchan melepaskan kulumannya. Rupanya mengambil nafas dari hidung saja tidak cukup. Ia butuh oksigen sebanyak-banyaknya, “Mhhhh,,, Arrrgghh,,, Kyyuu… Shhhh. Ahhh, Ahhhh” membiarkan racauan-racauan nikmat keluar begitu saja dari bibirnya.

Hingga rasa itu kembali menyerangnya. Rasa geli yang begitu kuat dan nikmat yang semakin membuatnya tidak tahan untuk tidak mengerang, mendesah, bahkan menjerit, “Arrrrrgghhhh.. Kyyuu…” kekalahannya yang kedua. Orgasme.

Minchan mengandarkan kepalanya pada paha Kyuhyun. Menumpukan semua berat tubuhnya pada namja itu. Nafasnya memburu cepat. Sementara dibawah sana Kyuhyun tersenyum senang. Ia kembali menang, meski sebenarnya dari tadi ia berusaha keras menahan dirinya sendiri. Merasa tidak tega jika harus menyemburkan spermanya kedalam mulut gadisnya. Kyuhyun meremas bokong Minchan, membuat gadis itu menggumam pelan.

“Kita mulai saja…” ujar Kyuhyun sambil melepaskan diri dari tindihan Minchan. Membiarkan gadis itu dalam posisi tengkurapnya.

Kyuhyun memegang pinggang Minchan, mengisyaratkan pada gadis itu agar menungging. Kyuhyun mulai menyeruakkan kepala juniornya kedalam lipatan vagina Minchan. Memasukkannya perlahan sambil menikmati desahan Minchan yang kembali menggema.

Kyuhyun mendiamkan miliknya, mengecup pelan bahu Minchan kemudian mengecup pipinya. Minchan menoleh kearah Kyuhyun dan mendapati namja itu tengah tersenyum kearahnya. Refleks ia menarik wajah Kyuhyun mendekat, mempertemukan bibirnya dan Kyuhyun. Mengulum bibir bawah Kyuhyun menikmati vaginanya yang mulai digenjot pelan oleh Kyuhyun.

“Errhmmm… Aahhhh, aaahhhh…” Minchan melepaskan ciumannya, memilih untuk mendesah menikmati gesekan junior Kyuhyun pada vaginanya.

Kyuhyun meremas bokong Minchan ketika ia mempercepat gerakan pinggulnya. Menghentaknya pelan tapi menancapkan organnya itu dalam. Menikmati pijatan dinding vagina Minchan dijuniornya.

“Ahhh.. Minchan-ah, sempit,,” desah Kyuhyun merasakan pijatan dinding vagina Minchan semakin menguat.

“Ahh,, Jinja.. Palli, Kyu… Aku tidak tahan..” erang Minchan ketika Kyuhyun tetap menggenjot juniornya dengan tempo lambat. Membuat Minchan akhirnya ikut menggerakkan pinggulnya, membuat junior Kyuhyun tertanam semakin dalam.

“Ehehh… Bukannya kau suka, hmmm?” kekeh Kyuhyun. Berbisik ditelinga Minchan kemudian menggigit telinga yeoja itu.

“Hhhh… Jinja, kau menyebalkan!!” erang Minchan frustasi. Untuk kali ini ia membiarkan Kyuhyun bermain-main atas dirinya. tapi lama-lama ia tidak tahan juga dengan kejahilan namja ini.

“Aaaisshh!! Hajima!!!” teriak Minchan tiba-tiba. Membuat Kyuhyun berhenti menggerakkan tubuhnya dan malah melongo menatap Minchan.

“Geumanhae!!” Minchan melepaskan diri dari Kyuhyun. Dan entah karena apa namja itu membiarkan Minchan lepas begitu saja dari rengkuhannya.

“Kau menyebalkan, Cho Jelek!!” Minchan mendorong tubuh Kyuhyun hingga namja itu terbaring. Dengan seringai menghiasi wajahnya, Minchan menaiki tubuh Kyuhyun. Menyatukan tubuh mereka.

“Kukira kau betul-betul marah..”

“Ne! Aku marah. Ahhh jinja, kau mempermainkanku terus..”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya, menarik lengan Minchan hingga gadis itu menindihnya. Melumat bibir Minchan, sementara tangannya meremas bokong Minchan. Membuat gadis itu mendesah dalam ciumannya.

“Hmmm,,, Kyu… Ahhh,,, Ssshhh…” Minchan menggerakkan tubuhnya. Menikmati junior Kyuhyun yang menggesek dinding vaginanya.

Kyuhyun merengkuh pinggang Minchan, membantu gadis itu agar juniornya semakin tertanam dalam. Pinggangnya ia gerakkan. Seperti yang diinginkan Minchan, gerakan mereka semakin lancar dan cepat. Membuat desahan lolos begitu saja dari mulut keduanya.

“Ahh.. Ahhhh… Kyuhh… Yaahh…Hhhhmmm..” Minchan mendesah menikmati tangannya yang meremas payudaranya sendiri. Kyuhyun yang melihatnya segera melepaskan tangannya dari pinggang Minchan, beralih meremas dada gadisnya, memberi kenikmatan lebih. Membuat desahan-desahannya semakin liar.

“Arrgghhh… Kyuhh.. Akuu… Ahhh…Shhhh… Aaaahhhh…” Minchan berhenti menggerakkan pinggulnya, tidak tahan dengan sensasi yang kembali menyerangnya. Ia menjerit tertahan ketika Kyuhyun mempercepat hentakan pinggangnya. Belum lagi tangan namja itu yang kembali menguasai pinggangnya. Membuat tubuhnya terguncang hebat akibat hentakan namja itu.

“Aaarrrrrggghh.. Andwaeeehhh… Andw.. Ahhhh.. Jinja!! Jinja!!! Kyuhyunahhhhh….” racauan Minchan menggila. Ketika dirasakannya kembali. Rasa nikmat yang begitu memabukkan. Membuatnya terjatuh begitu saja menimpa tubuh Kyuhyun. Mengatur nafasnya yang rakus akan oksigen.

Kyuhyun mengusap punggungnya yang basah oleh keringat. Membantunya meredakan rasa tegang yang masih menguasai tubuhnya. Minchan terkulai lemas didada Kyuhyun. vaginanya masih terasa berkedut pelan. Junior Kyuhyun bahkan masih menancap disana.

“Jangan tertidur dulu. Aku belum…” bisik Kyuhyun. membuat Minchan menggumamkan sesuatu seperti mengumpat. Namja ini kenapa bisa menaklukkannya sampai seperti ini. Padahal ia ingat betul, kejadian dihotel waktu itu tidak membuatnya sekalah ini.

Kyuhyun membalik posisinya. Kembali memposisikan Minchan dibawahnya seraya mendaratkan bibirnya pada bibir gadis itu. Minchan membiarkan Kyuhyun memainkan bibirnya. Matanya terpejam rapat, ia begitu lelah. Tapi, ia tidak akan membiarkan Kyuhyun tidak merasakannya, sementara ia sendiri telah mendapatkannya beberapa kali. Minchan melingkarkan lengannya pada leher Kyuhyun. tangannya meremas pelan rambut Kyuhyun. Junior Kyuhyun kembali ia gerakkan. Memompa perlahan vagina gadisnya yang sudah sangat basah itu. Yah, setidaknya tidak sesempit yang tadi. Kyuhyun bisa menggerakkan miliknya dengan bebas.

“Hhhmmm…” Minchan kembali mendesah. Merasakan gairah kembali menguasainya. Rasa lelahnya tadi menguar entah kemana. Kyuhyun selalu tahu membangkitkan libidonya.

Kyuhyun tersenyum, mendengar respon desahan dari Minchan. Ia lega, ternyata gadis itu belum tertidur. Tadinya ia mengira Minchan telah tertidur karena tidak membalas ciumannya sama sekali. Tentu akan berbeda jika Minchan tertidur sementara ia menikmati tubuh gadis itu. Apa artinya bercinta tanpa suara desahan dari yeojanya. Tidak akan membuatnya puas.

Tangannya ia arahkan untuk meremas dada Minchan. Memainkan jari-jarinya pada putingnya. Membuat Minchan kembali mengeluarkan desahan. Bahkan yeoja itu membuka matanya, menatap Kyuhyun penuh gairah. Yah, inilah yang diinginkan Kyuhyun. tatapan gairah dari gadisnya membuat ia lebih bersemangat. Dihentakkannya pinggangnya menerobos Minchan lebih dalam.

“Akkhh!! Palliwa… Aku lelahh.. ahhhh..” erang Minchan ketika merasa Kyuhyun akan kembali bermain-main dengannya. Menghentak-hentakkan pingangnya perlahan. Namja ini betul-betul…

“Baiklah… Tapi jangan salahkan aku jika kau kesusahan berjalan esoknya..”

“Mwo?? Akkhh..”

Kyuhyun menggerakkan pinganggnya cepat secara tiba-tiba. Membuat Mincahn menyesali ucapannya yang menyuruh namja itu bermain cepat. Tangan Minchan meraih seprai yang sudah tak berbentuk itu. Meremasnya kuat-kuat ketika Kyuhyun dengan liarnya memompa vaginanya. Betul-betul menghentakkan miliknya seolah menjebol rahimnya. Jeritan nikmat keluar dari mulutnya tanpa bisa ia kendalikan.

“Akhhh… aaahhh… aaahhhh… Sshhhh,, aaahhh..”

“Min.. Chaan.. Ahhhhh.. Tahan… aahhh… Sebennnhh.. tar… lagi aku… ahhhh”

Minchan memejamkan matanya erat, paru-parunya butuh oksigen berlipat kali lebih banyak dari biasanya. Kyuhyun betul-betul membuatnya gila. Air mata bahkan menyeruak dari matanya, mengalir melalui pipinya. Bukan sakit. Tapi rasa nikmat yang berlebihan pun akan membuatmu mengeluarkan airmata.

“Arrhhh.. Akuuu… Ohhhh.. Chaaannnn…” erangan tertahan dari Kyuhyun mengakhiri segalanya. Membuat cairan mereka bercampur dirahim Minchan. Bahkan cairan itu seakan tidak tertampung semuanya hingga mengalir keluar menodai seprai bermotif garis-garis coklat milik Minchan.

Tubuh Kyuhyun ambruk menimpa Minchan. Menghirup oksigen rakus dileher Minchan. Mendaratkan bibirnya sesekali mengecupi permukaan kulit leher Minchan.

“Gomawo…” bisik Kyuhyun kemudian mengecup pipi Minchan.

Minchan tersenyum mengelus rambut Kyuhyun sayang. Ia membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Dan mendapati wajah Kyuhyun tepat dihadapannya. Menatapnya lembut. Tangannya mengelus pipi namja itu. Mengelus kulit wajahnya yang terdapat jejak jerawat disana. Jarinya bergerak mencubit pipi Kyuhyun.

“Seperti itukah caramu bermain dengan yeoja-yeoja itu, jelek??”

“Yeoja?” Kyuhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Hmmm… Donghae Oppa yang menceritakannya..” Minchan menarik Kyuhyun kearahnya. Mengarahkan kepala Kyuhyun kedadanya, membiarkan namja itu mendengarkan detak jantungnya yang kencang.

“Tidak juga..” gumam Kyuhyun memainkan jarinya di nipple Minchan yang ia tatap.

“Lalu seperti apa?? Hhhh, jinja~ Aku mendapatkan namja bekas..” desah Minchan frustasi.

“Apa kau akan menjambakku juga? Membuatku hampir botak seperti Donghae Hyung?”

“Sesungguhnya aku sangat ingin..” Minchan mencengkram rambut Kyuhyun. Menatap helaian rambut kecoklatan Kyuhyun disela jarinya.

“Tapi sudahlah… Sepertinya memang takdirku mendapat namja bekas..” lanjut Minchan, kembali mendesah menyuarakan rasa kecewanya.

“Kau menyesal? Mianhae..” Kyuhyun mengangkat wajahnya dari dada Minchan. Memperlihatkan wajah menyesalnya pada gadis itu. Membuatnya terlihat manis berkali lipat dari sebelumnya.

“Aniyo…” Minchan mencubit kedua pipi Kyuhyun. Menariknya gemas.

“Hanya saja… Aku tidak ingin Oppa menjadi namja seperti itu. Yang meniduri wanita manapun meski tanpa perasaan. Jangan pernah melakukan hal itu lagi..”

“Hmmm… Itu tergantung.. Kau melayaniku atau tidak jika aku sedang membutuhkannya..” ujar Kyuhyun menampakkan seringainya.

“Cho Mesum!! Aku serius..”

“Ne, ne… Aku berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi” kekeh Kyuhyun melihat wajah kesal Minchan.

Minchan tersenyum, kembali menarik Kyuhyun kedekapannya. Jinja, ia sangat menyayangi namja ini. Namja kekanakan, Baby Cho yang menggemaskan. Minchan bahkan diam-diam menganggap Kyuhyun seperti adiknya. Hal itulah yang membuatnya begitu rajin mengomeli Kyuhyun. Meskipun pada kenyataannya Kyuhyun lebih tua darinya.

“Mulai sekarang, aku tidak akan memanggilmu Oppa lagi..”

“Hmm… Waeyo??”

“Rasanya aneh. Rasanya seperti… aku bercinta dengan Oppa kandungku sendiri”

“Lalu kau akan memanggilku apa? Jagi? Yeobo? Honey?..”

“Tidak semuanya!!”

“Ya! Wae??” Kyuhyun kembali bangkit, melayangkan tatapan protes kearah Minchan.

“Aish!! Cho Cerewet, jangan memasang wajah seperti itu..”

“Wae?? Ayolah.. Beritahu aku, kau akan memanggilku apa? Baby saja, bagaimana?”

“Shireo!!”

“Minggir kau… Kau fikir tubuhmu tidak berat, huh?” Minchan mendorong tubuh Kyuhyun darinya. Membuat Kyuhyun menganga tidak percaya. Kenapa gadis ini bisa berubah begitu drastis. Dari panas ke dingin. Dari romantis ke ketus.

“Baiklah, baiklah..” Kyuhyun menurut. Tidak ingin membuat suasana hati Minchan buruk.

Ia menarik selimut menutupi tubuhnya dan juga tubuh Minchan. Mendekap yeoja itu dari belakang.

“Dan kau tidak boleh tidur denganku lagi!!”

“Mwo?? Kau ini kenapa, huh?” ujar Kyuhyun kesal.

“Kau selalu saja mencuri kesempatan dariku. Kau fikir aku tidak memprediksi kejadian ini?”

“Jadi maksudmu, kau tau bahwa aku akan menidurimu malam ini,, aww” Kyuhyun mengelus kepalanya ketika Minchan menjitaknya tiba-tiba.

“Jangan mengatakan kata-kata menjijikkan seperti itu!!”

“Mian…” Kyuhyun kembali mendekap tubuh Minchan yang tadi ia lepaskan.

“Hajiman, kalau tahu ini akan terjadi, kenapa kau masih menerimaku ditempat tidurmu, hhmm?” bisik Kyuhyun, membuat Minchan merinding. Terlebih karena yeoja ini merasakan milik Kyuhyun yang kembali menegang, menusuknya dari belakang.

“Aish!! Jinja.. Tidurkan dia!!” pekik Minchan kesal, menggerakkan pantatnya hingga menyenggol milik Kyuhyun.

“Ahh.. Kau membuatnya semakin semangat.. Kau yang harus bertanggung jawab..” bisik Kyuhyun seduktif. Menyuarakan desahan-desahan sexy nya sambil tangannya mengelus pinggang Minchan, bahkan meremas bokongnya sesekali.

“Arrgghh… SHIREO!!!!”

“CHOOO MESUUUMMM!!!”

=THE END=

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: