One Day Paradise

-1
1. Author : Oliver
2. Judul : One Day Paradise
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:
– Cho Kyuhyun (Kyuhyun SJ)
– Lee Hanna (OC)
-Lee Donghae (Donghae SJ)
Author POV
Hanna memejamkan matanya lalu menghirup udara segar dari bawah sana. Lengkungan tipis nan samar tertarik dari sudut kanan bibirnya, merambat menuju sudut sebelahnya. Sebuah sentuhan halus tergerak di pundaknya membuat Hanna membuka matanya lalu menengok ke belakang.

“Mungkin lebih baik kau pulang”
Hanna tidak peduli. Gadis itu tetap terduduk, kembali menuju posisisnya namun kini memilih untuk tidak menutup mata. Suara itu makin mendekat, memberikan fakta bahwa si pemilik suara telah duduk di sampingnya lalu menyampirkan lengannya di bahu Hanna. Menarik gadis itu agar menyender padanya.
“Kyu..” suara Hanna terdengar lirih, sarat akan kekhawatiran dan kecemasan, “apa kita bisa… selamanya..”
“Kau bicara apa sih?” Kyuhyun memotong ucapan gadis belia itu dengan mimik tidak suka. Laki-laki itu memandang langit biru dari tempatnya duduk lalu menghela nafasnya perlahan, “maafkan aku. Kau benar. Harusnya kita memang tidak begini Hanna-ya”
Mereka berdua terdiam. Setiap helaan nafas dan detak jantung mengandung makna emosi dan kekecewaan, membuat mereka hampir tidak bisa berfikir dan pasrah dengan kenyataan. Untuk yang kesekian kalinya Hanna kembali menutup mata lalu bicara,
“Aku bermimpi..” ujarnya, “aku bermimpi melihat sepasang merpati di dekat rumah. Saat aku berusaha untuk mengambil keduanya..”
Hanna berhenti bicara. Gadis itu mengigit bibirnya, “saat aku berusaha untuk mengambil keduanya, sepasang merpati itu pergi. Dengan jalur yang berbeda. Apa artinya..”
“Umurmu berapa sih? Masih percaya dengan mimpi?” Kyuhyun berkata dingin dengan nada mengejek namun tidak membuat Hanna tergerak untuk tertawa atau tersenyum. Gadis itu makin cemas. Keadaan itu membuat Kyuhyun sadar lalu berdehem.
“Maksudmu apa kita akan berpisah?” Kyuhyun kembali berkata dan dibalas anggukan oleh Hanna. Laki-laki itu menarik nafas sebanyak-banyaknya untuk mengisi rongga paru-paru miliknya yang entah mengapa terasa menyempit.
Sakit sekali.
Kyuhyun kembali menatap Lee Hanna lekat-lekat seolah ini adalah kesempatan terakhirnya melihat gadis berambut cokelat itu ada disisinya. Tanpa kesadaran penuh Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah Hanna. Mengecup dahi perempuan itu lembut lalu dan menyisir pelan rambut Hanna dengan jemarinya.
Lalu dengan suara berat dan sarat getaran laki-laki itu berkata,
“Tidak akan”
***
Hanna menyetop taksi lalu naik. Sudah sehari semalam ia tinggal si apartemen Kyuhyun dengan alasan mengerjakan tugas kampus bersama Junhee. Hanna tersenyum miris.
Tidak sedetikpun Hanna ingin lepas dari genggaman Kyuhyun. Akhir-akhir ini feelingnya terasa kelabu. Mimpinya terus-terusan berwarna hitam putih dan buruk hingga gadis itu merasa mungkin suatu pertanda buruk akan terjadi pada hubungannya dengan laki-laki itu.
Sudah hampir 4 tahun Hanna berpacaran dengan Kyuhyun. Diawali dengan pertemuan mereka saat SMA lalu berlanjut ke arah yang lebih jauh. Satu sekolah merasa terkejut saat tau bahwa gadis itu menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Ya, yang dimaksud adalah Cho Kyuhyun. Anak broken home yang terkenal bastard dan dingin itu selalu cari masalah. Entah pada guru, pada siswa SMA lain, atau pada keluarganya sendiri.
Yang dimaksud adalah ayahnya Cho Kyuhyun sendiri.
Untuk masalah Kyuhyun dan ayahnya kita bicarakan nanti. Yang terpenting adalah bagaimana Hanna mengenal Kyuhyun dan tau sisi baik laki-laki itu yang tertimbun di dalam hati kecilnya. Kyuhyun adalah anak yang baik, penyayang dan penurut namun didikan keras dan masa-masa kelabu bersama kedua orang tuanya membuat Kyuhyun berubah.
Dan Hanna tau itu.
Dan gaya pacaran mereka? Apa yang kau pikirkan kalau orang tua Hanna tau bahwa gadis itu berpacaran dengan seorang bastard? Jadi mereka memilih untuk backstreet saja, walaupun dua tahun yang lalu orang tua Hanna tau dan memaksa anak perempuan itu agar memutuskan hubungannya dengan Cho Kyuhyun.
Dan Hanna berajanji.
Namun gadis itu mengingkari.
Memori Hanna terpause saat gadis itu telah sampai di depan rumahnya. Rumah megah berlantai dua, kediaman keluarga Lee yang terkenal seantero Seoul karena sang tulang punggung keluarga bekerja sebagai direktur PT pertambangan terbesar se-Korea.
Dan Hanna tidak suka predikat itu.
“Ini pak” Hanna menyerahkan selembar uang pada supir taksi lalu berjalan tegap menuju rumahnya. Gadis itu tidak menghiraukan teriakan sang supir tentang uang kembalian, karena nominal uang yang tadi Hanna berikkan terlalu besar.
Seorang gadis berpakaian kantor dengan sigap berjalan disamping Hanna. Melindungi Hanna dari sergapan orang berbahaya atau apa, bak putri presiden. Hanna mendesah. Lelah dengan semua prosedur penyelamatan dan embel-embel melindungi yang sudah dicap padanya sedari lahir.
Hanna mendekatkan matanya pada sebuah kamera mini yang menempel di pintu utama. Kamera itu memutar-mutar lensanya dengan cepat lalu pintu ruang tamu terbuka dengan sendirinya. Hanna berjalan entang menuju ruang tamu dan berbelok menuju kamarnya.
Gadis itu segera membuka ponselnya lalu menekan angka satu yang langsung terhubung dengan nomor Kyuhyun.
“Jadi kau sudah dirumah?” suara Kyuhyun menyambut dari ujung telepon.
“Iya”
“Jangan menelfonku terus, nanti pulsamu habis”
“Aku tinggal beli pulsa lagi apa susahnya?”
“Kau iniㅡ”
“Lee Hanna”
Suara wanita paruh baya mengalir di telinganya membuatnya tanpa sadar bergidik.Hanna terdiam. Ia tidak mendengarkan lanjutan kalimat Kyuhyun dan langsung menjatuhkan ponselnya di sela-sela seprai.
“Ne, eomma” Hanna berbalik dan membalas tatapan eommanya yang teduh namun tajam. Park Yeeun yang notabenenya adalah ibunda Hanna berjalan ke arahnya. Suara stilleto milik Yeeun beradu dengan lantai, entah mengapa membuat degup jantung Hanna terpompa habis-habisan.
“Tadi Junhee kemari, mengembalikkan makalah milikmu yang ia pinjam”
Deg!
Mati kau Lee Hanna! gumam Hanna. Gadis itu mencoba bersikap natural, lalu tersenyum pada eommanya, “terimakasih infonya. Lalu, dimana makalahku?”
“Hanna, bukan itu pointnya” Yeeun menghela nafasnya perlahan lalu melanjutkan kalimatnya, “dari mana sajakah kau semalam? Kau tidak menginap di rumah Junhee kan?”
Headshoot! Kena kau Hanna!
Hanna gelapagan. Ia paling tidak bisa berbohong dihadapan eommanya. Gadis itu menunduk lalu dengan nada remeh berkata, “eomma bicara apa? Aku ke rumah Junhee kemarin”
“Lalu mengapa kau enggan dijemput oleh Kim Ahjussi?” mata Yeeun mulai berkaca-kaca. Tidak. Ia tidak marah sedikitpun pada anak putrinya ini. Ia sedih. Dan takut. Hanna masih belum menjawab.
Dengan penuh kasih sayang Yeeun membelai rambut Hanna lalu tersenyum pahit, “apa ke apartemen Cho Kyuhyun?”
“Eo..eomma” Hanna mulai menitikkan air mata. Lidahnya kelu dan terasa hambar. Ia takut sekali eomma akan menangis seperti dulu. Menangis melihat Hanna dimarahi habis-habisan oleh appanya, dan tuan Lee tak segan-segan menampar anak gadis itu.
“Hanna-ya” Yeeun mulai menitikkan air matanya juga, “dengar kata eomma ya nak. Kyuhyun tidak baik untukmu..”
Hanna tidak dapat menjawab.
Ya, setiap orang pasti langsung menilai Kyuhyun begitu. Anak broken home yang arogan dan memilih tinggal berpisah dari orang tuanya, mana lagi sisi positif yang bisa membela Kyuhyun?
“Junhee kemari tadi malam, dan appa marah besar. Untung saja sekarang ia sedang pergi bekerja, sehingga kau tak kena marah” Yeeun menatap putri satu-satunya itu, “appa sudah memesankan tiket ke amerika. Kau akan melanjutkan kuliah disana, kembali bersama oppamu Donghae”
“Eo..eomma!” Hanna menatap Yeeun nanar. Jantungnya serasa berhenti mendadak dan setiap hembusan nafas dari hidungnya terasa menyakitkan. Yeeun tau itu. Wanita 40 tahunan itu menuntun Hanna dalam pelukannya lalu menyisir rambut Hanna penuh rasa sayang, “lusa kau akan pergi. Jangan membantah ya nak..”
Hanna tidak ingin jadi anak durhaka. Ia tidak ingin membuat Yeeun kecewa untuk yang kedua kalinya. Melihat eommanya menangis adalah siksaan dunia yang paling ia benci.
Dengan segala kekecewaan dan rasa pilu yang tertimbun di hantinya, gadis itu mengangguk kecil.
***
Kyuhyun baru saja akan mengambil handuknya saat ponselnya bergetar. Lee Hanna.
“Jadi kau sudah dirumah?” Kyuhyun menyambutnya tanpa basa-basi. Pria itu memilih untuk duduk di sofa sambil melirik ke arah televisi.
“Iya”
“Jangan menelfonku terus, nanti pulsamu habis” ujar laki-laki itu jenaka. Hanna ini umurnya berapa sih? Hampir tiap ada kejadian gadis itu selalu menyempatkan waktunya untuk menelfon Kyuhyun. Namun itu yang membuat laki-laki berambut cokelat ini suka. Diam-diam lengkungan tipis muncul di bibir Kyuhyun.
“Aku tinggal beli pulsa lagi apa susahnya?”
“Kau ini tiap aku bicara kerjaannya mengelak terus”
“Lee Hanna” suara asing terdengar dari ujung telepon. Sedetik kemudian terdengar suara benda dijatuhkan yang Kyuhyun yakini adalah ponsel Hanna sendiri. Kyuhyun melihat layar ponselnya. Hanna belum men-end call telfon darinya. Suara siapa tadi? Apa eommanya Hanna?
“Ne, eomma” terdengar suara Hanna.
“Tadi Junhee kemari, mengembalikkan makalah milikmu yang ia pinjam”
Percakapan berikutnya tidak terlalu Kyuhyun dengarkan namun terdengar isakan kecil diujung sana. Laki-laki itu langsung menyalakan speakernya dan dengan seksama menyimak suara itu.
Dan satu kalimat membuat matanya melebar dalam sepersekian detik.
“Appa sudah memesankan tiket ke amerika. Kau akan melanjutkan kuliah disana, kembali bersama oppamu Donghae”
Kyuhyun menatap layar ponselnya dalam diam. Laki-laki itu segera menekan ‘end call’ lalu menatap nyalang ke arah ponselnya lagi.
Hanna akan ke Amerika lusa.
Hanna akan ke Amerika lusa.
Hanna akan ke Amerika lusa.
“BANGSAAAATT!!!”
Dengan penuh emosi Kyuhyun memukul cermin di kamarnya hingga mucul retakan besar. Darah mengucur dari kepalan tangannya, mengalir melewati buku-buku jarinya lalu menetes ke lantai apartemennya yang putih. Ia kecewa. Marah. Sedih.
Ia merosot ke lantai karena sepasang kakinya hampir tidak berfungsi lagi. Kyuhyun menjambak rambutnya dengan penuh frustasi. Mengalihkan seluruh rasa sakitnya kesana, namun rasa sakit di pusat tubuhnya lebih mendominasi.
Hatinya sakit sekali.
Penopangnya akan pergi. Lagi. Apa harus dua kali ia kehilangan orang yang ia sayang? Dua orang wanita yang ia sayangi sampai ke dasar hatinya. Kyuhyun tidak tau. Tanpa sadar air matanya menitik. Turun perlahan dari sudut matanya.
Dan bayangan putih itu muncul lagi.
Eomma berdiri di hadapannya. Menunduk, mengelus pipinya, lalu tersenyum tipis. Senyuman yang ia rindukan sejak dulu. Senyuman yang ia cari dan terdapat dalam diri Hanna.
Kyuhyun memegang tangan eommanya yang terasa dingin. Menahan anggota tubuh itu agar tetap disana. Laki-laki itu menangis pilu lalu menutup matanya.
“Eomma… Jangan pergi lagi”
Kyuhyun memegang tangannya lama sekali. Yang ia butuhkan sebenarnya hanya eomma. Penopangnya saat ia rapuh lalu mengangkatnya saat ia terjatuh. Namun saat ia kembali membuka matanya, bayangan itu hilang. Tergantikan oleh tangan Kyuhyun yang sedari tadi menggapai udara.
***
“Yak!” Donghae membuka pintu kamar Hanna tanpa permisi. Laki-laki itu berjalan riang ke arah Hanna, mencoba meningkatkan mood gadis itu tapi tetap tidak ada peningkatan. Hanna tetap meringkuk di balik selimutnya dengan mata yang membengkak.
“Heh jelek, jangan menangis terus” Donghae mendorong kecil gadis itu lalu duduk di tepian ranjang. Hanna tetap terisak lalu menaikkan selimut putihnya sampai ke kepala.
“Hhhh dasar cinta monyet” laki-laki yang hanya berbeda 3 tahun dengan Hanna itu menyender pada kepala tempat tidur dan mengamati adik semata wayangnya. Sudah seharian gadis itu berdiam diri di kamar dan menangis. Bahkan Hanna yang terkenal doyan makan itu sudah melewatkan jam makan siang dan sorenya.
“Oppa..” Hanna tiba-tiba membuka selimutnya lalu menatap Donghae nanar, “bisakah kau membawaku kabur dari sini? Kumohon..”
“Heh! Aku kakak yang bertanggung jawab, tidak mungkin membawa adiknya kabur!” sentaknya. Hanna kembali terdiam dan meringkuk.
Donghae ikut terdiam. Adiknya terlihat begitu terpukul dengan informasi tadi pagi, membuatnya tidak tega dan ikut sedih. Jujur, ia juga kaget saat mendengar bahwa Hanna akan ikut dengannya kembali ke amerika. Laki-laki itu langsung memutar otaknya lalu sebuah ide cemerlang melintas begitu saja.
“Apa barusan kau bilang bahwa kau ingin kabur dari sini?”
Hanna mengintip kakaknya itu dari selimut yang ia turunkan sedikit lalu mengangguk kecil.
“Sepertinya.. aku bisa” Donghae berdiri dari duduknya dan mondar-mandir, “tapi mungkin hanya satu hari. Anggap saja ini ucapan farewell-mu pada Kyuhyun”
Dan ide gila Donghae meluncur begitu saja.
***
Bel apartemen berbunyi. Kyuhyun terbangun dan baru sadar bahwa ia tertidur di lantai kamarnya. Laki-laki itu mengerang saat merasakan nyeri di sekitar tangan kanannya. Ia menoleh dan mendapati bahwa tangannya sedikit membengkak dan memar karena pukulan tadi.
Kyuhyun segera bangun dan berjalan malas menuju pintu ruang tamu. Laki-laki itu menatap ke arah interkom apartemen yang menampilkan seorang laki-laki dengan rambut hitam. Kyuhyun mengernyit. Ia tidak kenal laki-laki ini.
“Nugu?”
“Kakaknya Lee Hanna. Lee Donghae. Aku ingin bicara sebentar denganmu”
Kyuhyun segera membuka pintu apartemennya dan laki-laki bernama Donghae itu langsung nyelonong masuk. Ia segera duduk di sofa dan menaruh tasnya.
“Aku tidak bilang kan kalau kau boleh masuk” ujar Kyuhyun dingin dan ikut duduk di hadapan Donghae.
“Ah whatever. Ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu” Donghae menatap Kyuhyun serius, “Hanna akan pergi ke amerika lusa”
“Aku sudah tau”
Donghae menarik nafasnya lalu menghembuskannya pelan. Sepertinya bicara dengan Kyuhyun tidaklah mudah, “yang aku maksud adalah, Lee Hanna pacarmu itu akan pergi ke amerika. Meninggalkanmu, ia akan melanjutkan kuliahnya disana. Kau ini belum connect atau bagaimana sih?”
Kyuhyun tidak menjawab dan tetap memandang datar ke arah Donghae. Yang ditatap menghela nafasnya dengan berat lalu mengeluarkan udara itu lewat mulut. Namun tiba-tiba tatapan Donghae tertumbuk pada tangan Kyuhyun yang terluka. Seulas senyum tipis muncul di bibirnya.
“Aku tidak peduli apa yang membuat Hanna bisa menyukaimu. Tapi aku tidak buta. Aku tau kalau kau sangat terpukul dengan berita itu” Donghae menarik nafasnya lalu kembali melanjutkan, “besok aku akan menjemputmu jam 9 pagi”
Kyuhyun menaikkan alisnya, “untuk?”
“Kau dan Hanna akan pergi. Ke suatu tempat. Dan hanya sehari penuh” Donghae berdiri dari duduknya lalu tersenyum, “pikirkan baik-baik. Kalau kau memilih untuk ikut, kemasi baju-bajumu dan menunggulah di depan apartemenmu jam 9”
Donghae tersenyum misterius lalu berjalan keluar.
***
Hanna dan Kyuhyun keluar dari mobil BMW milik Donghae lalu sama-sama memicingkan mata mereka. Hanna langsung menoleh ke arah kakak laki-lakinya itu lalu berseru,
“I..ini..bukannya resort kita?”
Donghae terlihat meregangkan otot-ototnya yang sedari tadi terasa pegal selama perjalanan . Pria itu memicingkan matanya karena sinar matahari begitu terang pagi ini, “iya”
Laki-laki itu kembali berjalan menuju mobilnya lalu berseru, “Hanna besok aku akan menjemputmu di sini jam 10. Pesawat kita take off jam 12”
Bahu Hanna langsung melemas begitu mendengar kata take off. Namun gadis itu tersenyum masam dan mengangguk kecil. Donghae segera menghidupkan mesin dan kembali menuju jalan utama. Kyuhyun dan Hanna berjalan lambat menuju sebuah villa yang sudah terlihat di kejauhan sana.
“Lee Donghae itu benar-benar kakakmu?” celetuk Kyuhyun. Laki-laki itu agak tidak percaya melihat kakak beradik yang tingkahnya hampir berkebalikan itu. Hanna adalah perempuan pendiam yang polos, sedangkan Donghae begitu banyak bicara.
“Ne, memangnya kau pikir dia siapa?” Hanna tersenyum geli sambil memandang pasir putih pantai yang terinjak olehnya. Kyuhyun dan Hanna kembali terdiam setelah percakapan super singkat tadi. Mendalami ruang memori masing-masing dan mencari percakapan selanjutnya yang tidak akan se-awkward tadi.
Tanpa mereka sadari, pintu villa sudah ada di depan mata. Kyuhyun langsung memasukkan kunci pada lubangnya, lalu segera memutar gagang pintu. Ruangan yang lumayan besar itu begitu rapih dan wangi. Hanna yang notabenenya adalah pemilik resort ini bahkan belum pernah kemari karena terlalu malas.
Tapi nyatanya resort dan villa disini begitu mengangumkan. Apalagi sekarang bukanlah masa liburan semester, atau libur musim panas sehingga resort sedang sepi pengunjung. Mereka berdua segera meletakkan koper di salah satu kamar lalu menghempaskan diri ke kasur.
Wait.
“Hanya ada satu kamar?!” Hanna memekik lalu kembali pada posisi duduknya. Ia merutuki kakak laki-laki paling bodoh yang membawanya kemari, karena mungkin lupa bahwa ini adalah resort bulan madu.
Sehingga tiap villa disini hanya punya satu kamar.
“Memangnya kenapa?” Kyuhyun bertanya enteng lalu ikut duduk. Hanna memandangnya gelagapan lalu segera mengambil guling. Ia posisikan guling itu ditengah-tengah lalu menunjuk-nunjuknya dengan frustasi, “ini batasnya! Kau sebelah kanan dan aku sebelah kiri! Yang melanggar batas harus didenda!”
“Ck!” Kyuhyun mendecak lalu menggulingkan badannya ke tempat tidur sebelah kiri, “seperti ini?”
“Yak! Cho Kyuhyun!” Hanna memukul kepala laki-laki itu dengan bantal. Kyuhyun langsung tergelak dan menggoda Hanna, “iya iya aku mengerti! Lagi pula aku tidak akan bernafsu dengan papan setrika berjalanㅡ”
“CHO KYUHYUN!!”
***
“Kyuhyun bodoh! Hei tunggu aku!” Hanna berlari-lari kecil menuju Kyuhyun yang sudah berjalan ke pinggir pantai. Sudah setengah hari mereka bermain disini, dan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Parasailing, banana boat, berkeliling resort, sampai snorkeling sudah mereka coba. Mereka berdua segera menghempaskan badan ke pasir pantai yang hangat lalu memejamkan mata.
“Menyenangkan sekali” ujar Hanna lirih. Kyuhyun tersenyum kecil dan dalam hati mengiyakan. Hanna segera mengeluarkan handphone dari saku anti airnya lalu menyenggol Kyuhyun.
“Wae?”
“Ayo kita foto dulu!” Hanna memberikan isyarat dengan menggoyangkan ponselnya.
“Ck! Aku tidak suka difoto” Kyuhyun menoleh ke arah lain namun Hanna keburu menahannya, “jebal..”
Kyuhyun tidak tega juga. Ia segera memaksakan untuk tersenyum dan berkata, “baiklah. Hanya sekali ya?”
Hanna tersenyum riang lalu mengangguk semangat. Perempuan itu mengangkat ponselnya lalu menekan tombol capture. Mereka berdua segera melihat hasilnya, dan Kyuhyun kontan protes, “ya! Sekali lagi, aku jelek sekali disini!”
“Memang dari sananya kau sudah jelek! Katanya kan hanya sekali” Hanna meleletkan lidahnya lalu berlari ke arah villa. Namun Kyuhyun yang mengejarnya membuat gadis itu harus berputar-putar mengelilingi pantai hingga ke bagian tepi. Laki-laki itu dengan mudahnya segera memeluk Hanna dari belakang dan menggulingkan gadis itu juga dirinya ke pasir basah yang terkena ombak-ombak kecil.
“Ini namanya penyiksaan!” ujar Hanna sambil tertawa puas. Kyuhyun ikut tertawa lalu mengacak-acak rambut cokelat gadis itu dengan gemas hingga pandangan mereka bertemu. Kyuhyun seakan terkunci di mata hazel Hanna yang mengagumkan. Pertahanannya runtuh. Seolah ia terjebak di negeri antah berantah dengan gadis itu di sisinya.
Refleks kedua orang itu segera berhenti tertawa dan terdiam. Lebih fokus pada detak jantung masing-masing yang entah mengapa bekerja diluar kebiasaan.
Kyuhyun membeku. Sejak kapan Lee Hanna yang polos dan dan childish ini berubah menjadi wanita dewasa yang penuh pesona? Hanna yang seperti tersetrum oleh arus listrik juga ikut terdiam dan memandangi Kyuhyunㅡyang ada di atasnyaㅡ. Ia benci mengatakannya namun,
Laki-laki itu begitu manly.
Entah siapa yang memulai, atau mungkin kedua orang itu yang memulai. Mereka berdua menautkan bibir satu sama lain. Ini memang bukan firstkiss Kyuhyun dan Hanna.
Namun kali ini ciuman mereka begitu berbeda. Penuh emosi.
Kyuhyun mulai menguasai Hanna dengan meraup bibir gadis itu yang terasa penuh. Laki-laki itu berusaha semaksimal mungkin menikmati bibir kecil Hanna yang mungkin tidak akan pernah ia rasakan lagi.
Damn.
Kyuhyun menjilat bibir itu sesekali, merasakan lipbalm favorit Hanna yang terasa dan berbau cerry. Buah kesukaan Hanna dan buah kesukaanya juga. Hanna merasa hilang keseimbangan dan langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, sesekali menyisir dan membelai rambut Kyuhyun yang halus.
Ciuman itu terasa makin intens. Kyuhyun mulai melumatnya perlahan lalu menelusupkan lidahnya ke dalam bibir mungil Hanna. Menekan nekan rongga mulutnya yang lunak, juga membelai gigi-gigi Hanna yang rapi dengan lidahnya. Hanna mulai ikut serta dalam permainan dengan menggigit-gigit kecil bibir Kyuhyun yang tipis dan melumatnya.
Lumatan itu seakan makin ganas. Keduanya egois. Keduanya emosi. Keduanya ingin bersatu. Kyuhyun mendorong-dorong lidah Hanna dengan lidahnya, lalu menekan kepala Hanna agar mendekat, dan mempercayainya. Melupakan kenyataan bahwa esok hari mungkin gadis itu tidak akan ada lagi untuknya.
Nafas mereka berdua semakin menipis. Kyuhyun segera menggendong Hanna menuju villa dengan terburu, karena kemungkinan besar mereka akan melakukan hal yang lebih dari ini. Kyuhyun melepaskan kontak mereka sejenak, berkonsentrasi pada pintu masuk villa yang terkunci.
Sesampainya di kamar, Hanna segera dipojokkan di dinding. Kyuhyun meletakkan kedua tangannya pada dinding di kanan dan kiri Hanna, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu sedang ada pada areanya. Mereka sedang punya dunia sendiri.
Kini Hanna kembali melumat bibir Kyuhyun dengan penuh nafsu. Gadis yang beberapa jam lalu masih begitu polos itu sekarang sudah tidak terkendali. Nafasnya tersendat dan menghembus dalam rangakaian udara pendek yang menyapu leher serta wajah Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan tangannya pada pinggang Hanna yang terbalut kaus tipis yang basah. Menelusuri lekukan disana yang tercetak jelas karena basahnya kaus itu.
“Ssshh..”
Keduanya mulai mendesah hingga air liur mereka menetes melewati sudut bibir dan terus turun menuju leher. Kyuhyun mengalihkan bibirnya pada telinga Hanna lalu mengigitnya pelan.
“Ja..jangann disitu..” Hanna menutup matanya rapat-rapat. Menikmati sensasi baru pada tubuhnya, sekaligus mencium feromon laki-laki di hadapannya yang begitu memikat.
Kyuhyun menjilat leher Hanna dengan begitu perlahan yang omong-omong terasa asin karena terkena air laut. Tanpa basa-basi segera ia hisap dan gigit kecil kulit itu membuat Hanna melolong kenikmatan. Entah sejak kapan Kyuhyun sangat menyukai leher Hanna yang jenjang dan bersih ini.
“Eummhhh…sssshhh…”
Kyuhyun semakin bernafsu utuk menghisap dan mengulum leher Hanna. Mencari tempat-tempat kosong yang belum terisi oleh kissmarknya dengan tidak sabar dan menghembuskan nafasnya perlahan. Menjilat leher Hanna lalu mengecupnya berkali-kali.
Namun Hanna melarangnya untuk terlalu lama. Leher terlalu dicap sensitif baginya sehingga gadis itu langsung meraup wajah Kyuhyun dan menuntun laki-laki itu agar kembali mencium bibirnya. Kyuhyun kembali melumat dan mengigit kecil bibir atas dan bawah Hanna secara bergantian. Menghasilkan suara decapan dan lenguhan di kamar bercat putih itu.
Tangan Kyuhyun menangkup sepasang benda bulat di bawah dada atas Hanna. Menekan-nekan benda kenyal itu dengan gemas membuat Hanna semakin melolong tak karuan. Tangan laki-laki itu menelusup diam-diam ke dalam t-shirt, menangkup kedua buah dada Hanna dari dalam dan melepas pengait bra itu tanpa membuka kaus Hanna terlebih dahulu.
“Sssshhh re..remaaaass” Hanna semakin tak Karuan. Masih dengan melumat bibir manis Hanna, laki-laki itu mulai meremas payudara Hanna yang kencang. Menekan-nekan dan menggoda nipplenya yang mulai mengeras, Kyuhyun sangat suka bagian ini. Dengan tidak sabaran, ia segera membuka kaus putih Hanna sekaligus tali bra yang masih menggantung, menampilkan sepasang payudara Hanna yang putih bersih dengan nipple yang kemerahan.
Laki-laki itu mencubit nipplenya dengan gemas membuat Hanna memekik kecil. Meremas benda kenyal itu perlahan dan mengelus-elusnya dengan kagum. Kyuhyun mengalihkan kecupannya pada bibir Hanna dan menunduk. Meraup kedua benda bulat yang menggantung itu dengan tangan dan mulutnya.
“Oh! S..ssuckk..ittt”
Kyuhyun mengecup dan memasukkan sebagian besar payudara Hanna ke dalam mulutnya. Menggigit nipplenya gemas lalu menyedotnya kuat bagaikan bayi. Hanna tidak berhenti mendesah dan menekan-nekan kepala Kyuhyun agar memperdalam emutannya. Tangan kirinya meremas payudara Hanna yang sebelah kanan memberi kenikmatan yang terus bertambah.
Lalu tiba-tiba Kyuhyun berdiri lalu menggendong Hanna ke tempat tidur. Dengan segera, laki-laki itu membuka kausnya yang sudah tercampur air laut dan keringat karena panasnya permainan mereka. Hanna tertegun memandangi abs Kyuhyun yang ternyata seindah itu lalu tanpa sadar mengelus dan menekan-nekan otot itu.
“Aku tidak tau kalau kau punya abs” ujar Hanna dengan nafasnya yang terengah membuat dadanya naik turun.
“It’s yours” Kyuhyun menuntun tangan Hanna untuk kembali menggerayangi absnya, “but only tonight”
Kyuhyun menyumpal Hanna dengan ciumannya, laki-laki itu kembali melumat bibir Hanna yang kemerahan lalu menekan-nekan nipple gadis itu dengan jempol dan telunjuk. Hanna mengandalkan instingnya untuk mencubit-cubit nipple Kyuhyun yang ikut menegang dan sesekali menelusuri perut sixpack itu dengan telunjuknya.
Kaki Hanna tak sengaja menyenggol kemaluan Kyuhyun yang ternyata sudah menegang sempurna. Gadis itu terbelalak kaget lalu berujar di sela-sela kecupannya dengan Kyuhyun, “mi..mian”
Kyuhyun tertawa di sela-sela ciumannya. Ia segera melepaskan ciumannya dari Hanna, membiarkan kening dan hidung mereka bergesekan, “kau boleh menyentuhnya sepuasmu. I’m yours, from my head to toe”
Dengan hanya mengandalkan insting dan feelingnya, Hanna turun ke ujung ranjang lalu membuka jeans Kyuhyun. Laki-laki itu mengamati Hanna dengan seksama, yang entah mengapa terlihat begitu sempurna bagaikan bidadari dengan kissmark, rambut acak-acakan, juga bibirnya yang memerah.
Hanna menurunkan jeans itu beserta celana dalamnya, menampilkan adik Kyuhyun yang menegang membuat Hanna meneguk ludah. Lagi-lagi, hanya mengandalkan insting perempuan itu mulai mengocok junior Kyuhyun dengan tempo pelan.
“Ssshh….good..good.. girll”
Hanna menyeringai. Jadi ini kelemahan setiap pria? Ia segera menambah kecepatan kocokannya membuat Kyuhyun memejamkan mata dan menegang habis-habisan. Menggoda twinsball Kyuhyun dengan jempolnya dan mengecup ujung junior Kyuhyun yang sudah makin berdiri itu.
“Ahhhh… Lee..Hann..aaa” Kyuhyun mendongakan kepalanya ke atas saat ia berhasil orgasme. Cairan putih itu meleber dan memercik sampai ke wajah Hanna. Belum puas menyiksa Kyuhyun, gadis itu segera mengemut juniornya yang besar hingga melesak ke pangkal tenggorokannya. Dengan pelan namun pasti, ia lumat dan maju mundurkan perlahan.
“Keep..goinghh..ya..ya..”
Kyuhyun mengerang saat Hanna menambah kecepatannya habis-habisan. Gadis itu tersenyum geli saat melihat ekspresi Kyuhyun yang sulit dijelaskan. Hingga rasanya laki-laki itu akan orgasme lagi.
“Ohh..ohh..ya..fas..terrrr!”
Cairan itu meledak di mulut Hanna, dan langsung ditelannya semua walau dalam hatinya gadis itu merasa ragu. Dengan satu gerakan cepat, Kyuhyun membalikkan posisi dengan berdiri di depan vagina Hanna lalu menyeringai licik.
“I’ll make you orgasm”
Kyuhyun melepaskan hotpants Hanna beserta pantiesnya hingga muncullah apa yang ia perkirakan. Vagina Hanna yang memerah dengan bulu-bulu halus di sekitar lubangnya. Laki-laki itu kembali tersenyum saat menghirup wangi cairan khas dari lubang itu.
“Jangan menggodakuuu” Hanna protes keras namun ekspresinya langsung berubah saat sebuah benda lunak melesak memasuki liangnya. Hanna mencengkram bahu Kyuhyun kuat-kuat sambil mengigit bibirrnya, menahan setiap desahan yang berusaha untuk lolos.
Dan itu membuat Kyuhyun semakin extrim menggodanya. Menarik-narik klirotis Hanna dengan perlahan dan menyedot daging kecil itu hingga terdengar bunyi decapan.
“Hhhhhhsssshhh” Hanna memejamkan mata dan menggerayangi payudaranya sendiri. Menikmati sensasi aneh di bawah sana, dan tidak mau tau dengan apa yang sedang Kyuhyun perbuat dengan vaginanya.
Kyuhyun berhasil menemukan g-spotnya saat Hanna memekik kecil. Dengan jahil ia tekan terus g-spot itu dengan lidahnya sampai gadis itu mengerang kuat, “kkk..kyuuu…aa..akuuu akann..”
Terlambat, cairan itu keburu tumpah di lidah Kyuhyun dan sisanya naik hingga ke bibir. Kyuhyun menjilatnya perlahan lalu tersenyum jahil ke arah Hanna. Tanpa banyak bicara, laki-laki itu langsung mengulum bibir Hanna, dan menggigitnya membuat Hanna kembali menjadikan rambut laki-laki itu sebagai pegangannya. Hembusan nafas mereka kembali tersendat menjadi udara-udara pendek saat tiba-tiba Kyuhyun memasukkan tubuhnya ke dalam tubuh Hanna.
“A..aww..” Hanna meringis kesakitan dan darah langsung meleleh dari arah selangkangannya. Kyuhyun mengecup dahi perempuan itu dan berkatan sepelan mungkin, “aku tinggalkan tanda disini”
Setitik air mata muncul di sudut mata Hanna. Gadis itu mengangguk dan tersenyum tipis, memberi izin pada Kyuhyun untuk menggerakkan miliknya disana. Awalnya berupa rasa perih yang menyakitkan, Hanna sampai harus mencengkram bahu Kyuhyun kuat-kuat hingga meninggalkan bekas-bekas kuku disana hingga rasanya berangsur membaik dan membuah Hanna ketagihan.
“Ssshhh… fasterrr” rasa sakitnya bercampur dengan rasa nikmat hingga Hanna menutup kedua matanya.
Kyuhyun ikut memejamkan mata dan menambah kecepatannya. Hanna mengimbangi permainan itu dengan bergerak berlawanan arah hingga payudaranya bergoyang. Kyuhyun kembali meraup dan melumat bibir Hanna yang entah mengapa terasa begitu manis hari ini, tangannya menangkup kedua payudara Hanna lalu meremasnya pelan.
“Ssshhh di..di..situuu” Hanna memberikan petunjuk letak g-spotnya membuat Kyuhyun ikut merasakan kenikmatan dari jepitan liang vagina Hanna yang semakin kuat.
Sampai vagina Hanna berkedut dan hendak menumpahkan isinya, “Kyuu..aku akan…”
“A..a..aku juggaa”
“Ke..keluarkan di..situuu” Hanna mengerang saat cairannya melebur begitu saja. Sedetik kemudian cairan Kyuhyun keluar dan menyatu di rahimnya. Tetesannya sampai keluar dan merambat perlahan di paha keduanya.
Keduanya mengambil nafas panjang untuk mengisi rongga paru-paru mereka yang terasa kosong melompong. Kyuhyun menyelipkan helaian-helaian rambut Hanna ke belakang telinga gadis itu lalu tersenyum lembut, “terimakasih karena sudah mengizinkanku”
Hanna ikut tersenyum dengan nafas yang masih terengah-engah, “terimakasih karena sudah mau jadi yang pertama”
***
Hanna memeluk Kyuhyun erat dengan hidung yang terkadang digesekkan. Membaui dan mencoba menyimpan feromon Kyuhyun dalam ingatan dan mimpinya, sedangkan Kyuhyun sudah membuka matanya sedari satu jam yang lalu. Laki-laki itu terus memandangi wajah polos Hanna yang terlelap, kadang-kadang mengecup pelan keningnya.
“Hhmmm” Hanna terbangun lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Gadis itu langsung menaikkan selimutnya. Masih dengan wajah mengantuk, gadis itu berkata, “jam berapa sekarang?”
“Masih jam 2 pagi, tidurlah lagi” Kyuhyun menepuk punggung gadis itu lalu mendekapnya erat. Hanna menurut lalu kembali menutup matanya, namun enggan sekali. Gadis itu mendongak ke arah Kyuhyun dan laki-laki itu langsung balas menatapnya, “apa?”
“Kenapa kita sampai bisa melakukannya?”
Kyuhyun membeku. Ia sendiri tidak tau mengapa mereka bisa sampai sejauh ini. Kyuhyun menunduk lalu menatap wajah Hanna dalam-dalam, “entahlah” Kyuhyun menarik nafasnya perlahan kemudian berkata, “maafkan aku”
“Untuk?”
“Kita tidak seharusnya melakukan ini. Imagemu bisa jelek kalau orang-orang tau”
Hanna mempererat dekapannya membuat dadanya menempel dengan dada Kyuhyun. Laki-laki itu hampir mendesah, “selama tidak ada yang tau tidak akan masalah. Dan selama aku tidak hamil juga pasti akan baik-baik saja”
“Tapi..”
“Ini bukan masa suburku kok. Lagipula semuanya sudah terjadi, tidak usah dipikirkan lagi” Hanna memainkan ujung selimutnya, lalu tiba-tiba dengan gerakan cepat gadis itu mendongakkan kepala lalu mengecup bibir Kyuhyun. Laki-laki itu terdiam lalu memandang Hanna yang berwajah polos, “jangan mulai lagi”
Hanna tersenyum jahil, “kalau begini?”
Gadis itu meraup bibir Kyuhyun lalu melumatnya pelan secara bergantian. Kyuhyun tersentak hingga Hanna berguling dan berada di atasnya. Awalnya Kyuhyun memang tidak mau melakukannya lagi, tapi begitu merasakan payudara Hanna yang mengimpit dadanya pikirannya berubah.
Sial juga gadis ini.
Kyuhyun ikut melumat bibir Hanna dengan mengemutnya lalu memasukkan lidahnya kesana, melilitnya dengan lidah Hanna lalu mengecup bibir gadis itu berkali-kali. Terus begitu hingga terdengar decapan-decapan dan kasur mereka hampir bergoyang.
“Hhhh..hhh…” keduanya menjauhkan diri, mencoba menghirup oksigen sebanyak banyaknya dengan dahi dan hidung yang menempel satu sama lain. Hanna memejamkan matanya, mencoba memusatkan pikirannya tentang Kyuhyun karena beberapa jam lagi mungkin laki-laki di hadapannya akan tinggal kenangan.
“Kyu.. “ ujar Hanna lirih, “kau tidak sedih mendengar aku akan pindah ke amerika?” Hanna melanjutkan. Kyuhyun tersenyum pahit lalu menjawab, “aku sedih”
“Lalu kenapa kau tidak marah sama sekali denganku?” Hanna mulai menitikkan air mata, “aku akan lebih senang kalau kau membentakku emosi dengan muka yang memerah ketimbang diam dan pasrah seperti ini”
Kyuhyun kembali tersenyum lalu menyisir pelan rambut Hanna, “karena aku tau akhirnya akan begini”
“Kyu…” Hanna menangis membuat air matanya jatuh ke pipi Kyuhyun. Kyuhyun mengelap air mata itu perlahan dengan ujung jarinya lalu tersenyum lembut, “lebih baik kita kembali tidur supaya besok tidak kesiangan. Ne?”
Hanna mengangguk
***
Hanna terbangun saat mendengar pintu kamar mandi dibuka. Kyuhyun keluar dari sana dengan rambut basah, t-shirt, serta celana jeansnya, “lebih baik kau mandi, sudah jam 9:45. Hyung akan menjemputmu jam 10 kan?”
Hanna menyipitkan matanya, masih belum terbiasa dengan sinar matahari yang begitu terik. Gadis itu segera melilitkan selimut putih pada tubuhnya, lalu berjalan ke kamar mandi.
Kyuhyun menghela nafasnya. Semakin dekat, sebentar lagi Hanna akan berangkat. Laki-laki itu tersenyum pahit lalu menyalakan hair dryer.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dari Ayah.
Kyuhyun segera menekan tombol ‘end call’ lalu kembali fokus pada rambutnya yang basah. Laki-laki itu segera mengambil sisir dan menyisir rambutnya perlahan.
Namun lagi-lagi ponselnya berbunyi. Kyuhyun menghela nafasnya dengan kesal lalu mengangkat telfon, “apa lagi?”
“Dimana kau sekarang? Anak buahku datang ke apartemenmu tapi tidak ada siapa-siapa” suara berat ayahnya menyambut dari ujung telfon. Kyuhyun tersenyum sinis, “kau masih membutuhkanku?”
“Cho Kyuhyun”
“Aku hanya sedang berlibur, setelah stress dengan masalah keluarga dan lain-lain”
“Kau harus pulang, sekarang. Ada hal penting yang harus kubicarakan”
“Bagaimana kalau aku tidak mau?”
“Kyuhyun!”
Tawa Kyuhyun hampir meledak saat mendengar ayahnya emosi begitu. Setelah sekian lama. Kyuhyun menjawab masih dengan senyum mengejek di bibirnya “oke aku akan ke sana. Asal kau mengirimkanku mobil”
“Jangan main-main!”
“Siapa bilang aku main-main? Aku memang tidak punya kendaraan untuk kesana, jadi setidaknya satu dari ribuan anak buahmu itu harus mengirimkanku mobil. Ke resort ya, nama resortnya akan aku kirimkan di sms”
“Dasar tidak tau diri. Tunggu disana, akan kusiapkan mobilnya”
Kyuhyun langsung menekan tombol end call dan menjatuhkan ponselnya ke tempat tidur. Mungkin setelah satu tahun lamanya, Cho Jeonmin kembali menelfon. Namun jika Kyuhyun tidak pergi dan tetap ada di apartemennya, apa ayah tetap akan menelfon? Entahlah, hal-hal sepele seperti itu tidak usah dipikirkan.
Kyuhyun tersentak saat sebuah pelukan hangat tiba-tiba menjalar dari punggung hingga ke perutnya. Hanna telah berdiri di belakangnya sambil memeluk, nyaris tanpa busana karena handuk yang digunakan gadis itu untuk menutupi tubuhnya hampir melorot.
“Lee Hanna” Kyuhyun benci mengatakan ini. Ia menikmati segala sentuhan Hanna yang berdiri di belakangnya, namun akal sehatnya seolah menghentakkannya kembali ke daratan.
“Do..donghae oppa bilang ia sudah sampai di resort” Hanna berkata lirih dengan suara yang sarat seperti menahan tangisan.
“Kalau begitu lebih baik kau pakai bajumu sekarang”
“Cho Kyuhyun bodoh!” Hanna mamaksakan Kyuhyun untuk berbalik dan menatap kedua mata hazelnya, “aku tidak mau pergi!! Lebih baik aku kabur!!!”
“Hanna kau bicara apasih?!”
“Kyuhyun bodoh!! Bodohh!!!” Hanna memukul dada Kyuhyun dengan kepalan tangannya yang kecil dan lemah sambil menangis kuat. Kyuhyun membeku melihat Hanna yang begitu frustasi dan sedih. Dadanya ikut naik turun seolah menahan emosi dan kesedihan yang sudah sekian lama ia tahan “Hanna, dengarkan aku” Kyuhyun mencengkram kedua bahu Hanna yang berguncang, “jangan kecewakan keluargamu seperti aku mengecewakan keluargaku, kau harus ke amerika. Sekarang”
“Kyuhyun….” Hanna menangis pilu lalu memejamkan matanya, “aku tidak mau sakit terus seperti ini, aku tidak mau terus mengingatmu sebagai kenangan, aku..”
“Hanna..” Kyuhyun mengelap butiran air mata gadis itu yang terus-terusan menitik.
“Kyu..hyun ke..kenapa sakit sekali aku be..belum pernah sesakit ini…” Hanna mendongak dengan matanya yang memerah, masih dengan tangisan kuatnya, “sakit se..se..kali di..sini….” Hanna menepuk-nepuk dadanya kuat dengan mata terpejam.
Pertahanan Kyuhyun runtuh. Ia segera mendekap Hanna erat, seolah menenggelamkan gadis itu di dalam pelukannya dan mengatakan pada dunia kalau gadis itu miliknya, “aku tau Hanna aku tau…”
Keduanya terdiam dan fokus pada emosi dan perasaan masing-masing. Atmosfer terasa begitu kelabu, diselangi dengan suara tangisan Hanna yang tidak berhenti.
“Kalau begitu.. kita masih bisa bersama kan..?” Hanna membuka matanya lalu mendongak, “walaupun berbeda negara?” gadis itu memaksakan senyumannya.
Kyuhyun menggeleng, “semuanya tidak akan sama lagi..” Kyuhyun menyelipkan helaian rambut Hanna yang terkena air mata gadis itu sendiri,
“Kyuhyun to..tolong jangan bilang be..be..gitu…” Hanna kembali terisak hebat.
“ Hanna-ya” Kyuhyun tersenyum pahit, “aku percaya, tak lama lagi kau akan menemukan jodohmu, dan aku juga”
“Kyuhyun aku moohoonnn…” Hanna masih saja terisak dengan mata yang semakin membengkak dan badannya yang terguncang.
“Sssstt, dengarkan aku” Kyuhyun menatap mata gadis itu dalam-dalam, “saat kau kembali ke seoul yang aku harapkan adalah…” laki-laki itu memejamkan matanya. Sebuah kalimat menyakitkan meluncur dari bibirnya, “kau bukan kembali untukku”
Hanna tersentak. Setiap helaan nafasnya begitu menyakitkan dan jantungnya berhenti berdetak seolah terkena serangan jantung. Gadis itu tau. Harusnya ia tidak melawan takdir. Harusnya ia sadar dari awal kalau endingnya akan seperti ini.
Perlahan Kyuhyun melepaskan pelukannya. Laki-laki itu memakaikan Hanna dalaman milik gadis itu dan juga bajunya. Dengan sabar laki-laki itu menaikkan celana dalam Hanna dan mengaitkan bra Hanna pada kaitannya.
Selesai. Hanna sudah berpakaian. Laki-laki itu tersenyum tipis lalu mengacak rambut gadis itu. Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu dan langsung mengeluarkan sebuah barang dari tasnya.
Kyuhyun memakaikan Hanna jaket jeans kesayangannya. Hanna terdiam dan menyadari benda baru yang kini tersampir di bahunya, “ini.. jaketmu..”
“Dipakai ya, kudengar amerika masuk musim dingin. Walaupun kurang membantu, tapi aku hanya ingin membayangkan kau memakainya”
Hanna menggigit bibirnya kuat-kuat karena matanya kembali memanas, menahan tangisannya yang mencoba lolos. Laki laki itu mengancingkan jaket jeans miliknya di badan Hanna dengan telaten lalu tersenyum puas. Namun mata Kyuhyun tiba-tiba menangkap bayangan putih itu lagi di sudut kamar. Eomma muncul lagi, seolah mengatakan pada Kyuhyun bahwa laki-laki itu harus kuat. Mengatakan padanya bahwa kejadian ini tidak seharusnya menjatuhkannya kembali ke dasar jurang. Mungkin ini saatnya…
“Selamat tinggal Lee Hanna” Kyuhyun mengecup pelan bibir gadis itu. Membiarkan bibirnya ada di sana selama beberapa detik. Bukan melumat, Kyuhyun hanya menempelkan bibrinya. Untuk yang terakhir kalinya, “kuharap kau mendapatkan orang yang lebih baik dariku” ujarnya ragu. Penuh keraguan.
Hanna ikut tersenyum walau sambil mengigit bibirnya, tanda gadis itu tengah menahan tangis. Dengan segala keraguan dan kesedihan yang menyiksa, gadis itu berkata, “Selamat tinggal Cho Kyuhyun. Walaupun kau bicara begitu, aku masih yakin bahwa kau yang terbaik”
-END-1. Author : Irene Kim (@Pinkzz1002)
2. Judul : Started With a Kiss Sequel
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:
– Yong Hwa CNBlue
– Seohyun SNSD
– Jang Geun Suk
– Park Shin Hye
yaaa berhubung di KNC banyak yg minta sequel, jadi author cantik ini bikin deh. Iyaaa ini aku udah susah payah bikinnya sambil dipijitin sama Yonghwa Oppa n dikipasin Sukki Oppa.. Hahaha.. Selain YongSeo, author juga masukin KyuYoung juga dikit..
Hehehe..
oh ya ff ini pernah aku publish di pinkyblue tapi pake password..
Jangan lupa comment. Kritik n saran juga boleh kok.
***
——————
Author POV
Yonghwa menatap Seohyun yang mengenakan gaun pengantin putih itu
dengan takjub. Maknae Girls Generation itu tampak begitu cantik, anggun
dan begitu sempurna. Tubuhnya yang semampai, rambutnya yang panjang,
kulitnya yang sehalus sutra dan yang paling kontras adalah sifat
polosnya yang begitu menarik. Pantas saja banyak pria yang mengagumi
yeoja itu.
***
Yonghwa POV
Rintik rintik hujan membasuh kota Seoul sejak sore tadi. Aku baru saja
melangkah menuju tempat parkir ketika mataku menangkap sosok “istri”ku.
“Seohyun ah, kau belum pulang?”tanyaku pada istriku itu.
“Ah belum Oppa. Manajer oppa sepertinya terlambat menjemputku. Mobilnya mogok.”
“Kalau begitu aku antar pulang ya.”kataku berharap.
Jangan sampai
Seohyun menolak, doaku dalam hati. Seohyun tampak berpikir keras. Dia
memang tidak berani begitu dekat dengan namja manapun, dia bilang dia
merasa tidak nyaman. Hey, tapi aku ini kan suaminya. Ya meskipun hanya
di We Got Married.
“Ayolah Seo ah, ini sudah malam. Jangan membuat Unniedeulmu khawatir.”bujukku.
Akhirnya Seohyun mengangguk pelan.
Mobilku segera meluncur menelusuri jalanan Seoul yang gelap dan basah. Hanya butuh 20menit bagi kami untuk sampai di dorm SNSD.
Aku ikut masuk ke apartemen mewah itu. Aku harus meyakinkan istriku
ini sampai ke dormnya dengan selamat. Aku kan suami yang baik. Hahaha..
Sesampainya di depan pintu dorm, Seohyun menekan angka kombinasi di samping pintu.
“Anyeonghaseo Unnie deul.”sapa Seohyun pada taeyeon, Sooyoung dan Yuri yang tampaknya hendak pergi.
“Ah, Maknae kau sudah pulang? Eh Yonghwa Oppa mengantarmu? Wah kalian romantis sekali. Ayo Oppa masuk.”kata Taeyeon mempersilakanku masuk.
“Terima kasih.”
“Tapi maaf Oppa, kami harus pergi ke KBS untuk Sukira.”kata Sooyoung.
“Kalau begitu kami pamit Maknae, Anyeong Oppa.”kata Yuri buru-buru.
“Maaf Oppa, sepertinya Unniedeul-ku sibuk,”
“Gwenchana Seo ah.”
10menit berlalu, aku meminum teh yang diberikan Seohyun.
“Hmm.. Seo ah, apa aku boleh bertanya sesuatu?”
“Ne Oppa?”
“Sebenarnya aku penasaran apa benar yang diberitakan tentang hubunganmu dengan Kyuhyun ssi?” Seohyun tertawa.
“Tidak Oppa. Kami hanya partner kerja. Lagi pula mana mungkin aku
merebut namjachingu Unnieku.”kata Seohyun polos.
“Jadi Kyuhyun ssi
pacaran dengan Unniemu? Apakah itu Yoona ssi?”
“Haha, bukan Oppa.
Kyuhyun Oppa berkencan dengan Soo Unnie.”jawab Seohyun.
“MWO? Apa tidak
salah?”tanyaku heran. [== Yonghwa Oppa kepo bgt sih]
“Ne, mereka benar-benar serasi dan begitu pandai menyembunyikan hubungan mereka. Ah aku iri pada Sooyoung Unnie.”
“Wae? Memangnya kekasihmu
siapa?”
“A..anio..oppa. Aku tidak punya pacar.”jawab Seohyun malu. Binggo!
Wahahaha ini kesempatanku! Kugeser dudukku hingga merapat pada Seohyun.
“Lalu, apa kau punya seseorang yang kau sukai?”Seohyun menoleh sebentar
padaku lalu menunduk cepat saat mengetahui wajahku begitu dekat
dengannya.
“Ng.. A..aku..”Seohyun gugup. Aku meraih tangan kanannya.
Lalu dengan setengah berbisik aku berkata,”Apa aku boleh menyukaimu?”
Seohyun tersentak kaget. Dia menatapku dengan matanya yang sipit. Aku
memiringkan kepalaku kekanan dan mengecup bibirnya. Seohyun hanya
terpaku saat aku menghisap bibirnya.
Kugigit bibirnya pelan hingga mulutnya terbuka. Segera kujelajahi rongga
mulutnya dengan lidahku. Tangan kananku menarik rahangnya dan tangan
kiriku melingkar di pinggangnya.
Aku terus memagut bibir Seohyun dan
menjilat lidahnya. Seohyun menutup matanya. Nafas mulai tidak teratur.
Sepertinya dia mulai menikmati ciuman ini. Tapi dia tak kunjung membalas kecupanku. Kuperdalam ciumanku dan kutarik pinggangnya dengan tanganku
hingga tubuhnya membentur dadaku. Kurasakan benda bulat kenyal menekan
dadaku.
Aku membelai lehernya dengan jari-jariku. Lalu turun ke dadanya. Kuremas perlahan payudara kirinya dengan tangan kananku. Namun
kurasakan tangan lembutnya menahan tanganku. Tapi tanganku terus
meremas-remas benda itu.
Perlahan bibir Seohyun menutup dan membuka
mencoba menghisap bibirku. Ah! Akhirnya! Aku semakin ganas pada istriku. Aku menarik kedua tangannya ke bahuku. Seohyun memeluk leherku saat
ciuman kami semakin panas. Kepala kami bergerak kekanan dan ke kiri.
Aku tidak tahan ingin segera menikmati malam pertama kami semenjak menjadi ‘suami istri’.
Aku mendorong tubuhnya hingga telentang di sofa. Ciumanku kini pindah ke lehernya dan merambat turun ke dadanya.
“Oppa.. Jangan, nanti Unnieku pulang.”katanya menahan tanganku yang hendak membuka mini dressnya.
Aku tersenyum seduktif. Lalu mengangkat tubuhnya dan menggendongnya ala
bridal style ke kamarnya. Tak lupa kukunci pintu kamarnya.
“Oppa,
bagaimana kau tahu ini kamarku?”
“Insting.”jawabku singkat lalu menyerbu bibirnya lagi sambil menindihnya diatas ranjang. Tanganku kini bergerak cepat melepas dressnya hingga
hanya tersisa bra putih dan cd nya. Aku menganga melihat tubuhnya yang
begitu indah. Seohyun segera menutup dadanya dengan kedua tangannya.
“Oppa jangan melihatku seperti itu. Aku malu.”kata Seohyun.
“Maaf, kau begitu indah, bidadaripun akan iri padamu.”ujarku sambil
membenamkan wajahku dilehernya dan membuka kedua tangannya ke atas
kepalanya.
“Aaahh.. Oppa.. Gellii..”
“Aaaahhh.. Oppaaaa..”Seohyun menggeliat dan berusaha melepas tangannya
yang kukunci dengan tangan kiriku sementara tangan kananku menyentakkan
branya hingga terlepas. Bibirku lalu turun mengecup putingnya yang
mengeras. Seohyun mendesah-desah tidak karuan.
“Oppaaa aaahhh terus
Oppa.”aku begitu bangga bisa menaklukkan yeoja cantik ini. Perlahan
kulepas tangannya dan segera membuka Tshirt yang kupakai. Seohyun meraba lenganku malu-malu. Aku membelai pinggangnya dan menindihnya lagi.
***
Seo’s POV
kami terus berciuman dengan ganas. Entah apa yang terjadi padaku aku
hanya menuruti setiap perlakuannya padaku. Tiba-tiba Yonghwa Oppa
berdiri dan membuka celananya dan juga celana dalamnya! Segera benda
besar mengacung diantara kedua kakinya. Mataku membelalak kaget. Aku
menutup wajahku dengan telapak tanganku.
Bisa kurasakan tubuhnya yang kekar menaikiku lagi dan juniornya menempel dipahaku. Aku bisa merasakan benda itu begitu keras. Yonghwa Oppa
mengecup tanganku dan menariknya.
“Jangan takut chagi. Ayo kenalan dulu dengannya.”ujarnya sambil menarik
tanganku kebawah dan menuntun tanganku agar mengurut juniornya yang
begitu tegang dan besar. [brb author mimisan]
Perlahan aku menggerakkan tanganku pada batang juniornya, sementara dia
mengecup payudaraku dan menggigit-gigit putingku lalu menghisapnya
seperti bayi.
Aku terus mengocok juniornya sambil menikmati service bibirnya di
tubuhku. Tangannya meremas bokongku lalu menurunkan cd yg kupakai.
Tangannya menarik tanganku dari batangnya.
“aku tidak tahan.”ujarnya berbisik. Lalu Yonghwa Oppa menggesek-gesekkan
juniornya dilubangku, tanpa sadar aku semakin membuka lebar pahaku
membuka jalan bagi juniornya. Aku sadar kemana arah semua ini. Aku tidak
yakin, tapi aku ingat saat tak sengaja melihat Sooyoung Unnie dan
Kyuhyun Oppa bermesraan saat tak ada satu pun member SNSD disini.
*flashback*
Aku pulang sendirian setelah pemotretan di satu majalah, sesampainya di
dorm aku mendengar sesuatu.
Itu suara desahan? Sooyoung Unnie?
Aku yang
penasaran dengan suara desahan Unnie mengintip dari pintu kamarnya yang
sedikit terbuka.
Aku terkejut melihat mereka, Sooyoung Unnie dan Kyuhyun Oppa, tak mengenakan sehelai kainpun, dan Kyuhyun Oppa menindih tubuh
Sooyoung Unnie sambil bergerak naik turun seperti push up. Sementara itu Sooyoung Unnie mendesah semakin keras.
“Oppaaaaa aku keluaaaar.”
“Nado chagiiii.”
lalu Kyuhyun Oppa terjatuh diatas tubuh Unnieku, mereka berciuman mesra.
“Saranghaeyo Chagi.”kata Kyuhyun Oppa lalu mencium kening soo Unnie.
Aku beringsut mundur, dan keluar dari dorm diam-diam.
Bahkan suatu ketika aku memergoki Hyoyeon Unnie dan Hyukjae Oppa ‘bermain’ diruang tengah!
Astaga mereka gila!
*Flashback end*
Sejak itu aku penasaran dengan yang namanya yadong, tapi aku malu
untuk bertanya pada Unniedeulku.
“Chagi, kenapa kau melamun?”tanya
Yonghwa Oppa
“A..Aku..”
“Tenanglah, aku akan melakukannya dengan cepat agar kau tak merasa
sakit.”kata Yonghwa Oppa sambil mengecup keningku selama beberapa saat.
Aku melingkarkan kakiku di pinggangnya.”aku siap Oppa.”kataku lirih.
***
Yonghwa’s POV
Dia begitu sempit! Kepala juniorku saja begitu susah masuk. Setelah
berusaha keras, kepala juniorku menembus pertahanannya. Seohyun
berteriak tertahan dan mencengkeram bahuku. Kukecup bibirnya, dan kedua
sudut matanya yang berair.
“Apakah begitu sakit? Kau ingin aku berhenti?”kataku tak tega melihatnya
menangis.
“Annhii Oppaa.. Gwenchanayo.”ujarnya menahan sakit.
Aku mengelus kepalanya hingga ia tenang dan terbiasa dengan juniorku.
Kucium kembali bibir tipisnya untuk membangkitkan gairah kami lagi. Lalu
dengan satu hentakan kumasukkan seluruh kejantananku. JLEBBH…
“Uuughh.. Uhhh.. Ahhhh kau begitu sempit chagi.”
“Aaaaaahhh.. Fasterr Oppa..”
“aaaahh aku mau keluaar Oppaa. Aaaaaahhhhhhh…”Seohyun berteriak saat
klimaks. Tapi aku belum juga mencapai klimaks. Kembali kugenjot Seohyun
dengan semangat hingga 15menit kemudian kami mencapai klimaks bersama.
***
Aku terus menggenjot lubang milik Seohyun dengan penuh semangat. Seohyun terus mendesah keras. Kepalanya bergerak ke kanan kiri.
“Aaaaahh.. Aaahhhh… Oppaaaa… Fasteerrr…”
“uhhh.. Uhhh.. Dengan ssenang..hhatti..chaggiihh..”
beberapa menit kemudian tubuh Seohyun mengejang, dan juniorku rasanya ingin menembakkan spermaku.
“Oppaaaaa…!!”
“AAAAAAHHH,…!”kami lalu berciuman dan aku menjatuhkan tubuhku kesampingnya.
“Chagi.. Mulai sekarang kau milikku, jadi jangan dekat-dekat dengan
namja lain. Ne?”ujarku pada Seohyun sambil memeluknya didadaku.
Tiba-tiba dia bangun dan duduk sambil menarik selimut menutupi dadanya.
“Hiikk..”Seohyun menangis.
“Chagi, apa kau menyesal melakukan ini denganku? Kalau terjadi
apa-apa aku akan bertanggung jawab. Saranghamnida.”ucapku lalu
mendekapnya.
“Oppa, tinggalkan aku!”
“Andwae! Kau kenapa chagiya?”
“Oppa, sadarkah kau? Kau adalah kekasih Shinhye Unnie, tapi kau malah bercinta denganku. Ini skandal Oppa! Aku tidak mau seperti ini!”aku
terkejut mendengar ucapan Seohyun.
“Tapi aku mencintaimu Seohyun ah. Jeongmal saranghaeyo.”
“Lalu bagaimana dengan shinhye Unnie?”
“Aku akan jujur padanya. Lagipula Shinhye … “
“Waesso Oppa?”
“Aniyo. Kau istirahatlah, aku akan pulang.”
***
“Aku mau bicara denganmu.”kataku pada sahabatku.
“Apa?”katanya cuek sambil memainkan ponselnya. Ia tengah sibuk membalas mention para Eels, sebutan bagi fansnya.
“Ini tentang Shinhye.”namja itu langsung menghentikan kegiatannya dan menatapku serius. “Kau menyukainya bukan?”tanyaku frontal.
“Yaak! Kau ini kenapa berpikir yang tidak tidak?”teriaknya.
“Aku akan memutuskan hubunganku dengannya. Aku.. Menyukai Seohyun.”
“NEO!! Beraninya kau mempermainkan Shinhye?? Namja macam apa kau ini Hah??”tukasnya sambil menarik kerah bajuku.
“Dia juga mencintaimu Sukki ya.”ujarku pelan. Perlahan dia melepaskan cengkeramannya.
“Kau gila. Aku heran kenapa kau bisa berpikir sebodoh itu.”
“Kau yang bodoh! Apa kau tidak pernah melihat cinta dimatanya? Dia
mencintaimu Sukki! Tapi kau malah memperlakukannya seperti dongsaengmu.
Aku sadar. Aku minta maaf, karena selama ini aku menghalangi cinta
kalian.”
“Aku tidak yakin..,”ujar Geun Suk.
“Hari ini aku berencana pergi ke Busan dengannya. Tapi… Ah.. Temuilah dia di halte bis kecil di Apgujeong didekat Bomnal cafe.”
“Kau namja brengsek. Entah kenapa aku membiarkan dia menjadi pacarmu.”katanya memakiku sembari berlalu.
“Aisshh.. Kau akan berterima kasih padaku!”
***
Seo’s POV
Hari ini Yonghwa Oppa mengajakku ke apartemennya.
“Oppa.. Apa kau sudah bicara dengan Shinhye Unnie?”
“Tenanglah chagi..”ujarnya sambil mengelus pipiku.
Aku tersenyum malu. Yonghwa Oppa begitu lembut. Jantungku selalu
berdebar kencang saat dia menyentuhku. Kini dia membelai bibirku dengan
bibirnya.
“Mmmhh..”aku tak sengaja mendesah saat dia melumat bibirku dengan
ganas. Tangan kirinya membelai pinggangku. Aku membalas ciumannya dengan ganas pula. Tanganku meremas rambutnya
Krekkk…
Suara benda jatuh mengagetkanku.
“Unnie…” Terlihat shinhye Unnie begitu shock melihat kami. Dan ia langsung berlalu.
Aku dan Yonghwa Oppa saling menatap. Lalu serentak kami menyusul Shinhye Unnie ke bawah.
Saat lift membuka, tiba tiba Yonghwa Oppa menahanku.
Shinhye Unnie tengah menangis dipelukan seorang namja, Geunsuk Oppa…
***
Shinhye POV
“Aku minta maaf, Hye ah. Aku memang menyayangimu, tapi begitu bertemu dengan Seohyun, aku sadar ternyata perasaanku padanya lebih besar. Dan
aku…”
“Aku mengerti Oppa, aku juga menyayangimu tapi hanya sebatas Oppa-ku..”
“Ahahaa.. Ternyata selama ini kita punya perasaan yang terpendam, Hye ah.”kata Yonghwa mengacak rambutku.
“Nee Oppa..”Yonghwa Oppa lalu memelukku. Aku pun membalas pelukannya. Ada perasaan lega dihatiku sekarang.
“YAAK!! Sampai Kapan kau mau memeluknya hah?!”teriak namja disampingku.
“Hey, Sukki ah, aku mau memeluk Shinhye sampai Kapanpun bukan urusanmu.”
“APA KAU BILANG??”
“Oppa, sudahlah, jangan bercanda terus.”
“Bagaimana aku bisa tenang? Hei Yonghwa singkirkan tanganmu dari gadisku!”
***
Sejak itu aku dekat dengan Seohyun. Yeoja itu memang benar-benar cocok dengan Yonghwa Oppa.
Dan kini aku…
“Yeobo.. Suapi aku.”
“Aigoo… Oppa kenapa kau manja begini?”kataku merengut. Tapi akhirnya
aku menyendok kuah sup dihadapanku dan menyodorkan ke mulutnya.
“Kau mau aku menginap yeobo? Diluar hujannya sangat deras. Kau tidak takut petir?”
“Anii. Tidak perlu Oppa. Kau pulang saja. Lagi pula ini sudah sangat larut.”kataku sambil membereskan bekas makanan didapur.
“Hmmm.. Baiklah. Tapi…”
Chuuupp~
Bibirnya menempel di bibirku lalu dia menghisapnya perlahan. Aku
tersenyum lalu menarik lehernya, menikmati jilatan lidahnya didalam
mulutku.
“emmmhhh..oppphhaah.. Suddaaaahhh..”kataku mendorong dadanya..
Chuuuppp~
“emmhh aku belum puas chagi..”katanya sambil meremas bokongku.
“OPPA!”
“Aishh! Baiklah yeobo. Aku pulang.”baru saja dia melangkah, tiba tiba saja listriknya padam.
“KYAAAA.., OPPAA!”aku berteriak kencang. Aku memang takut dengan kegelapan.
“Chagi, tenanglah. Aku disini.”katanya sambil memelukku. Aku memeluknya erat-erat.
***
Sukki POV
Aku memeluk gadisku yang ketakutan ini. Kubelai belai punggungnya yang bergetar karena takut.
Kubimbing dia menuju ruang tengah.
“Tunggu sebentar. Aku akan mencari lilin.”
“ANDWAE! Jangan tinggalkan aku!.”Shinhye kembali memeluk leherku
dengan kencang hingga tubuh kami menempel. Sial! Aku bisa terangsang
kalo dia terus menempelkan dadanya ditubuhku.
DUAAARRR…!!
Kilat menyambar diluar sana, tubuh shinhye bergetar.
“Gwenchana, aku disini.” ujarku mengecup keningnya agar dia tenang.
***
“Oppa jangan pulang, nee?”
“Ne chagiyaa. Aku akan menemanimu.”ujarku lalu mengecup bibirnya
perlahan.
Lalu kuhisap dan kugigit sekilas. Lalu tanganku meremas
payudaranya. Shinhye terkejut dan melepaskan ciuman kami.
Diremang-remang cahaya lilin aku menatap matanya, dalam. Aku mendekat dan menciumnya lagi.
Chuuupph~
“Oppa…”
Kulumat bibirnya lagi dan lagi hingga dia tak bisa menolak. Kami
berciuman begitu lama. Bibir kami saling memagut, lidah kami saling
membelai.
Ciumanku turun ke dagu, leher dan pundaknya. Kujilat kulit lehernya
dan kusedot-sedot hingga meninggalkan bekas kemerahan. Sementara itu
tanganku sibuk meremas kedua payudaranya dengan cepat.
***
shinhye POV
Kami terus bermesraan ditengah kegelapan. Sukki tampak tidak sabar.
Dia melucuti pakaianku hingga aku naked, lalu dia membuka pakaiannya
sendiri.
“Maaf, aku sudah tidak tahan.”ujarnya berbisik.
Sukki mengangkatku ke kamar. Direbahkan tubuhku diranjang. Lalu dia
menaiki tubuhku dan mulai ‘bekerja’ lagi. Diciuminya seluruh wajahku,
leher dan payudaraku. Disedotnya puncak dadaku itu dengan rakus. Aku
begitu menginginkannya. Perlahan dia membuka pahaku. Lalu kurasakan
benda tumpul yang keras menyentuh vaginaku. Dia terus menggesekkan
juniornya disana.
“aaaahhh… Oppaaa berhenti menyiksaku! Cepat masukkan!”
“Kau yakin?”ujarnya menggodaku lagi.
“Ayolah! Kumohon masukkan Oppa. Aku tidak tahan.”
“Baiklah chagi.”dia berusaha keras memasukkan juniornya ke lubangku yg sempit.
JLebb..
Perih.. Sakit.. Dan panas.. Tak terasa air mataku menetes.
“Sakitkah?”
aku hanya mengangguk pelan. Sukkie menciumku lagi dengan lembut..
Lalu membelai dadaku hingga aku berhenti memikirkan rasa sakit dibawah
sana. Pinggulku bergerak-gerak. Dia tersenyum lalu melanjutkan mengaduk
aduk vaginaku dengan juniornya yang tegang.
Tubuh kami bergerak beriringan. Keringat membasahi seluruh kulit kami.
“Aaaaahhh…”kami bertukar cairan dibawah sana.
“Kau lelah chagi?”tanyanya sambil menarik selimut menutupi tubuh kami.
“emmh..”aku sangat lelah hingga tak mampu menjawab.
“ahaha.. Tidurlah chagi. Aku akan menjagamu.”
“Kau tak mau mencabutnya Oppa?”tanyaku karena ia tak kunjung mengeluarkan juniornya dari dalam tubuhku.
“Sebenarnya aku belum puas yeobo…”ujarnya sambil menyeringai.
“OPPA!!”
***
END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: