Love Lift

0
Love Lift
Author : Anonymous J-EXO
2. Judul : Love Lift
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:
-Yesung as Yesung
-Baek Jung Ri
-Lee Soo Man
– G-Dragon as Kwon Ji yong
– Other cast
#Jung Ri POV#
Siang ini aku sampai di Seoul setelah 8 jam aku duduk di pesawat,rasanya pantatku seperti terbakar di atas barbeque panas. Pegal sekali. Setelah sampai di bandara incheon, aku menunggu taksi yang sudah kupesan. Saat aku akan masuk ke dalam taksi, seorang namja tiba – tiba ikut menyelip masuk ke dalam taksi.

“Yak!!! Beraninya kau masuk dalam taksiku, Mau apa kau! Dasar nappeun namja.”
“Enak saja,aku yang masuk duluan, Keluar Kau! dasar yeoja aneh,”
“Sudahlah, Bukankah kalian mempunyai tujuan yang sama? Insadong Hotel, kan?Lagipula agency kami sudah di pesan oleh tamu penting, aku pun juga harus meninggalkan kalian setelah ini, Jika kalian tetap ribut disini , akan ku turunkan kalian, arra?“ kata supir taksi tersebut sedikit memuncak menunjukan emosinya.
“Ne,Arra, arra.” kataku dan namja itu hampir bersamaan.
“Mwo!? Tujuan yang sama?! Hey kau yeoja aneh kau turun di Insadong juga?!” katanya menyentakku.
“Ne, Waeyo? Problem?” Jawabku tak kalah kerasnya.
“Aniyo, hanya saja…” jawabnya menggunakan nada memelas.
Belum selesai dia berbicara, tiba tiba aku melihat, ada hotel megah di depanku, kira kira 200 meter. Aku refleks membuka pintu taksi itu dan meninggalkan beberapa won di kursi taksi tersebut, meninggalkan namja disampingku yang masih belum selesai bicara itu.
#Yesung POV#
“Argh, dasar yeoja aneh, baru ingin ku ajak kenalan, malah nyelonong” gumamku berbisik kecil.
“Tuan?Anda tidak ingin turun? Ini sudah di depan Insadong,Tuan. Tuan? “
“Tuan?!”
Tiba tiba lamunanku pecah dan hilang sekejap mata direnggut sentakan dari supir taksi tersebut
“Ah! Mianhaeyo, Aku tidak mendengar, Huh?Sudah sampai?Ini uangnya” Jawabku sedikit terbatah karena lamunanku tadi.
***
Aku memasuki hotel Insadong itu dan melihat bangunan hotel tersebut yang terkesan elegant yang membuatku terpanah.
Sekali lagi, ada saja yang memecahkan lamunanku,
“Tuan, Anda sedang apa? ingin check in?”
“Ah!Ne, Ada kamar kosong?”
“Sebentar saya check dulu.”
“Ne.”
“Oh, Mianhae Tuan, Baru saja ada yang memesan kamar yang terakhir” kata resepsionis itu.
“OMO!!! Hotel apa ini? Satu kamar pun tidak ada yang kosong?!HUH!?”Kataku menyentak resepsionis tersebut.
“Mianhae,Tuan.”
Tiba tiba datanglah seseorang mencolok, berpakaian jas rapi dengan handphone di telinganya juga kacamata hitam dengan tubuhnya yang sedikit gendut.Kurasa aku mengenalinya.
“Soo Man Appa!” sapaku sambil memeluknya
“Ah Ye!Yesung! Mwohae?”
“Appaku sedang membuat cabang Y-Style di sekitar sini dan akan mengadakan grand opening. Jadi, aku akan menginap disini sementara, tapi entah mengapa, mungkin ini hari sialku, baru saja ada yang memesan kamar terakhir, dan sekarang aku terlantar.”
“kkk~ sepertinya aku punya solusi untukmu”
“Mwoya appa?”
“Baru saja aku mau check out, tapi karena kamu sepertinya sangat membutuhkan ini, ambillah” sambil melempar kunci kamar miliknya.
“Gomapta Appa! Aku berhutang budi padamu,”
“Ne, Aniyeo,tapi aku tidak membereskan kamarku, telponlah office boy untuk membereskannya, aku pergi dulu. Annyeong!” sambil memukul bahuku pelan.
“Annyeong.gwaenchana.”
Aku berlari menuju lift, dan… aku lupa sesuatu.
“OMONA!” aku menatap kunci tersebut dengan wajah bingung.
Aku berjalan ke arah receptionist,
“Noona, di mana kamar 7362?”
“Oh,biarlah bellboy mengantarmu.”
“Tidak usah noona, itu akan lama, lagipula aku tidak membawa apa apa.tunjukkan saja di lantai berapa kamarnya.”
“Oh Ne,Tuan kamarnya di lantai 7.”
“Ah ya!noona, bisakah kau memanggilkan office boy untukku?”
“Ne,tunggulah di kamarmu”
Aku berlari menuju lift.Dan sekali lagi…
#Jung Ri POV#
“Yak! Namja ini! Waeyo?! Argh! Keluar!”Bentakku.
“Inikan lift umum kenapa aku harus keluar? Yeoja aneh” tanyanya sambil melet ke arahnya.
“sial! Kenapa harus dengan nappeun namja ini” kataku lirih
“mwo? Kau bicara apa?” katanya sedikitkeras
“Ah, Ani.You’re stalking me,right?”
“Yang benar saja, mana sudi aku menguntitmu.”
“You Sure?”
“Sure!Sudahlah lupakan, ini hanya kebetulan.”
Ku lihat namja itu sedang memencet tombol 7, dan menoleh ke arahku.
“Hey yeoja aneh kau ingin ke lantai berapa?”
“mmmm… aku ingin ke kamar 7363 kira kira itu lantai berapa?”
“Oh, Ne, itu sebelah kiri kamarku, kalau begitu tujuan kita sama,“
Pintu lift itu pun tertutup serentak, dan aku pun tersentak kaget.
“Eh, waeyo Noona?Gwaenchana?”Tanyanya.
“Ani.Hanya kaget.”
“Jangan bilang ini pertama kalinya kau menggunakan lift. haha” tanyanya sedikit bercanda
“memang.” Jawabku menunduk malu.
“Mwo?! HAHA! babo! ” sepertinya dia puas sekali menertawaiku,dasarnappeun namja!
Setelah ia puas menertawaiku tiba tiba….
#Yesung POV#
“Oh ya, Annyeong Yesung imnida” salamku ramah
“Haruskah?” jawabnya dengan nada tidak senang.
“Ne!” jawabnya pelan namun dengan nada membentak.
“Annyeong Jung Ri imnida.” di saat aku menundukkan badanku kira kira 30 derajat tiba tiba ketika lift berada di lantai lima….
#Author POV#
CEKLEK… BRAK…
lampu lift mati, jung ri menunju ke bagian tombol tombol dan menekan semua tombol yang ada disitu karena panik.
Dia menggedor gedor pintu lift meminta tolong namun percuma.
Yesung pun mencoba melihat handphonenya, menekan nomor sekertarisnya, namun hasilnya nihil, tidak ada sinyal yang masuk di lift itu, lagi pula 2 menit kemudian handphone Yesung akan mati. Yesung takut ia akan kehabisan oksigen nantinya.
Sama paniknya dengan Jung Ri Yesung pun menuju tombol darurat yang letaknya di bagian paling atas antara tombol tombol tersebut.
Ia mencoba mencari barisan tombol tersebut dengan menggunakan handphonenya sebagai penerang.namun, benar saja, beberapa saat kemudian, belum sempat ia menemukan tombol darurat, handphone nya telah mati karna baterainya yang melemah.
Ia mencoba mencari kembali, namun…
#Jung Ri POV#
“ash. Yak! Apa yang kau lakukan?! Huh?” kataku menyentaknya.
“memangnya apa yang kulakukan padamu?” dia memasang wajah lugu munafiknya
“Kau sengaja kan? Mengambil kesempatan dalam kesempitan setelah itu ingin memilikiku?!”
“mengapa kau berpikiran seperti itu!? Yeoja babo..! ck” katanya dengan nada keras.
“barusan kau menekan nippleku apakah kau tidak merasakannya? Babo!”jawabku membentaknya
“mian, aku tak sengaja, lagipula aku juga tidak dapat melihat, aku hanya ingin menekan tombol darurat yang ada di seitar sini,kau menutupi baris tombol itu, mana ku tau. aku juga sedang panik!”jawabnya tak kalah menyentak seperti ada speaker besar di depannya wajah nyapun memerah.
“huh, babo, bisa bisanya dia mencari alasan” kataku menggerutu. Seketika gerutuan ku berhenti saat…
#Yesung POV#
Cuppsss….
“Yak!!!!emppphhh….Apa lagi mppphhh….yang k-kau lakukan” katanya sambil melepaskan ciumanku.
“k-k-kau baru saja men-menciumku? Tch! Sudah kubilang jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan! Kenapa kau tiba tiba menciumku?Nappeun namja!”Marahnya padaku menunjukkan wajah merah yang terlihat seperti kepiting raja yang masih berada di pemanggangan, kemudian terlihat matanya yang berkaca kaca.
“Sudahlah,jangan cengeng”
“Ah! Babo!” ia duduk sambil memeluk lututnya kemudian menunduk dan menangis.
“Yeoja cengeng!Diamlah kau akan menambah masalah!” Kataku sedikit emosi,kemudian aku berpikir dan mengedarkan pandanganku ke sekeliling lift tersebut,aku melihat ada sedikit cahaya di atas lift itu, Aku memanjat Lift yang kira kira berukuran 2mx2m tersebut
“Nah!Ketemu!”Teriakku sumringah
Terdengar Jung Ri berdiri, sambil menengadahkan kepalanya.
Dengan susah payah aku membuka kawat yang ada di langit langit lift itu dengan harapan aku dapat keluar dari situ.
BLAM…
“akhirnya!” aku melihat ke arah atas tetapi yang kudapati hanyalah lorong kandang serangga dan sarang laba laba.
“Oh!susah payah aku membukanya! Ah, baiklah, paling tidak kita bisa mendapatkan cahaya dan oksigen dari sini.Tenanglah.”
“ah babo” ia kembali duduk dan memeluk lututnya.
Aku pun melakukan hal yang sama dan duduk di sebelahnya mendekatkan diriku padanya.
“Hey Jung Ri-Ya.”
“Mwo?!Mau apa kau?”
“Ani.Kenapa kau menangis?”
“Karena kau!Karena kau meciumku!”
“Memang apa salahnya? Aku hanya menciummu, karena mulutmu itu..! apa kau tidak bisa diam huh?.”
“MWO?HANYA?HANYA kau bilang?”
“Ne, waeyo?”
“Itu first kiss ku” ia menunduk lagi.
“dengan pakaian terbuka seperti ini, ini ciuman pertamamu? Kau bercanda?”
“Ani, aku tidak pernah berpakaian seperti ini sebelumnya, aku selalu berpakaian rapi tertutup, sudah 2 tahun aku menjadi mahasiswa di Cambridge, aku ke seoul hanya untuk cuti dan refreshing, sehingga aku mencoba memakai pakaian seperti ini, lagipula sekarang musim panas, sebelumnya aku tidak pernah naik lift karena di sana, lebih dominan memakai escalator dan aku lebih memilih eskalator daripada lift”
“Oh,I see. Oh ya lupakan saja kejadian tadi anggap tidak pernah terjadi”
Saat aku sedang berbicara tiba tiba ia memelukku.
“Disini dingin, tidak seperti di luar tadi. Aku takut akan terjadi apa apa”
“Tenanglah, semua akan berjalan baik” aku membalas pelukkannya.
“mmm… Ne,aku akan melupakan apa yang telah terjadi tadi,”
Aku menciumnya sekali lagi, namun berbeda dengan sebelumnya, ia tidak menolak ciumanku namun malah membalasnya.
“Tunggu, kenapa tidak melepaskan ciumanmu seperti tadi?” Aku melepaskan ciumanku.
“tidak,tadi terlalu singkat sebagai first kiss ku, di bayanganku first kiss yang aku lakukan akan berdurasi panjang”
“Kau kira ciuman itu film?huh?mmmmphhh” tiba tiba perkataanku terpotong karna ciuman darinya. Aku rasa dia telah belajar sesuatu.
Ciumannya lama kelamaan menjadi tambah ganas dan berubah menjadi lumatan.Iya menelisipkan jarinya di rambutku dan meremasnya pelan, aku memberanikan diri menurunkan sedikit dari tank-top yang ia gunakan dan memasukan jariku ke punggungnya mencari pengait bra yang ia gunakan.Setelah aku menemukannya, aku membukanya perlahan tanpa melepaskan kontak ciuman darinya,ternyata bra yang ia kenakan tak kunjung terbuka.Ia juga mulai membuka kancing kemeja yang ku kenakan.
Pada saat kancing kedua hampir terbuka,tiba tiba….
#Author POV#
Tring…
Pintu Lift terbuka, mereka tidak menyadari bahwa tadi listrik telah menyala, terlihat office boy muda di depan pintu tersebut.
“… hmmm?” office boy itu sedikit ternganga kaget.
Jung Ri dan Yesung sekejap berdiri kemudian merapikan bajunya masing masing.Yesung menggandeng tangan Jung Ri keluar Lift.
10 meter kira kira dari OB tersebut, mereka berdua tertawa terbahak bahak. Tawa mereka terpecah ketika Yesung melihat jam tangannya.
“ah-mianhae, Jung Ri-ya aku harus meeting sekarang juga. Sampai ketemu lain kali. Annyeong”
“Ne, Yesung-ah.”
#Jung Ri POV#
“Oh ya,panggil aku oppa! Ne?!” Teriaknya sambil berlari menuju lift yang tadi.
“Ne, Yesung Oppa!” balasku.
Aku menuju ke kamarku,
“wah!besar sekali, memang unnie dan eomma ku yang terbaik! ”
Sebenarnya, rumah eomma dan unnie ku tidak jauh dari sini, kenapa aku tidak tinggal disana? Tidak,aku tidak ingin liburanku kali ini dicampuri dengan kakakku.
Aku Baek Jung Ri, mahasiswa fakultas kedokteran di universitas Cambridge ,Cambridge,UK. Sebenarnya aku warga Seoul, namun aku sudah 2 tahun berada di UK untuk meneruskan study. Aku mengambil cuti 1 bulanku untuk berlibur di seoul.
Rasanya lelah sekali.
***
Aku mengganti bajuku dengan pakaian tidurku yang biasa kupakai di rumah.
Kemudian, aku merebahkan tubuhku.
“Ah inilah dunia” kemudian aku tidur dengan lelapnya.
#Yesung POV#
“Give applause to Mr.Joong Woon!!!”
Prok prok prok.
Aku pun menggunting pitabiru yang ada di depanku dengan gunting berlapis emas murni. Ya. Inilah aku. Yesung. Seorang pengusaha kaya. Aku memiliki beberapa cabang D&G yaitu sebuah distro terkenal di seluruh dunia, dan sekarang aku membuka cabang baru untuk usaha baruku yaitu Y-Style, toko kacamata yang tentunya terkenal di dunia.
Terdengar suara tepuk tangan riuh saat aku selesai menggunting pita. Ketika acara grand opening sudah selesai, aku, adikku dan teman –temanku yang lain pergi untuk minum – minum di club untuk merayakannya.
***
Entah yang baru aku lakukan, aku pulang ke hotel dengan keadaan mabuk berat, aku berjalan dengan sempoyongan, kemudian aku sampailah di sebuah kamar lalu membuka pintunya tanpa berpikir panjang.
Ceklek… ceklek…
“Hey siapa y-yang berani mengunci kamarku!” kataku sambil memegang kepalaku karna efek alcohol.
Tok… Tok… Tok…
“OPPA?!” kata seorang yeoja yang entah wajahnya seperti apa karena aku melihatnya remang remang.Ia mengenakan pakaian tidur mini dan transparan membuatku mengucek ucek mata dan menatapnya dengan mata bulat.
#Jung Ri POV#
Aku terbangun mendengar suara orang mengetuk pintu, ku buka pintu kamarku dan melihat Yesung oppa yang bersandar di tembok depan kamar hotelku dengan aroma alkohol yang menyengat.
“Jinjja?!Kau?! Jung Ri-ya! Mau apa kau di kamarku dengan pakaian seperti ini?” Tanyanya kaget
“Hey, seharusnya aku bertanya padamu, mau apa kau kesini tengah malam?”
“Ini kan kamarku, adalah hakku, aku berada disini.”
“Oppa liat baik baik” aku menutup pintu kamar hotelku, kira kira 90 derajat putaran sambil menunjuk angka “7363” yang ada di pintu kamarku.
“Ah mianhae, aku tidak tahu.”
“Ne. annyeong oppa”
Kemudian aku kembali menutup pintu kamarku meninggalkan Yesung oppa di luar, aku tau itu suatu hal yang tak baik untuk dilakukan, namun aku sangat tak menyukai aroma alkohol.
#Yesung POV#
“mwo? Kenapa bisa salah kamar?Tapi biarlah, itu suatu keberuntungan bagiku.”
Aku berjalan menuju kamar di sebelah kamar Jung Ri, aku mencari cari kunci kamarku di saku ku. Dan…
“AIGO!Bukankah tadi aku menitipkannya kepada adikku? Babo Yesung!Bagaimana bisa aku melupakannya!”
Aku kembali ke kamar Jung Ri dan mengetuk kembali pintu kamarnya.
Tok…Tok…Tok…
“Jung Ri-ya , Jung Ri-ya”
#Jung Ri POV#
“Apalagi oppa?” aku membuka pintu kamar hotelku.
“mmm…..”
“oppa cepatlah aku mengantuk”
“mmmm…. Bolehkah malam ini aku menginap di kamarmu?”
“Mwo?Bukankah kau mempunyai kamar sendiri oppa?Kenapa harus menginap di kamarku.Aku tidak yakin bisa mempercayaimu.”
“jebal Jung Ri-ya, Aku tidak berpikir akan melakukan apapun padamu. Tapi,kamarku terkunci dan tadi aku lupa mengambil kunci yang kuberikan pada adikku. Boleh ya?Jeballl!!!” serunyamemohon.
“mmm…. Sebentar”
Aku menutup pintu dan membukanya kembali,
“Ne.”
#Yesung POV#
“Gomawo Jung Ri-ya!” kataku sambil mencubit pipi tembemnya.
“Masuk atau tidak sama sekali, sebelum aku berubah pikiran.Satu lagi, Aku tidak suka bau Alkohol. Bagaimanapun caranya, hilangkan aroma alkohol itu dari tubuhmu!” katanya memberiku syarat
“Malam ini juga?!Ash” jawabku mengeluh.
“Ne, sebelum aku berubah pikiran”
“ah!ne ne.” Kemudian aku masuk ke kamarnya, dan duduk di sofa kamarnya,
***
“fuuuuhhh” aku menghembuskan nafas besar.
“Mandilah dengan bersih, dan hilangkan aroma alkoholmu,” Katanya sambil melempar selembar handuk hotel padaku.
“Haruskah malam ini?aigo” kataku malas.
“Sudahlah, kau tidur di sofa dan aku akan melanjutkan tidurku yang kau ganggu tadi.”
Akupun berlalu menuju kamar mandi nya utnuk membersihkan tubuhku, walau masih ada sisa efek dari alkohol yang kuminum melampaui batas tadi.
***
Selesai mandi aku memakai pakaian ku yang ku kenakan tadi dan keluar dari kamar mandi.
#Jung Ri POV#
Aku masih mencium bau alkohol di sekitarku.
“Hey kenapa kau masih memakai pakaian itu, apa bedanya dengan sebelumnya? Kau mengganggu tidurku lagi!”
“Bagaimana lagi, aku tidak membawa pakaian .”
“Ah ne,” aku berjalan menuju koperku membukanya dan mengambil kemeja yang seharusnya ku berikan pada sepupuku sebagai oleh oleh.
“Pakai ini” Aku melemparkan kemeja itu.
“Gomawo” dia memegang kemeja yang masih berbalut plastik itu dan masuk kembali ke kamar mandi.
Begitulah pula denganku, aku kembali tidur.
***
#Yesung POV#
Aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang ia berikan tadi.Aku melihatnya yang sedang terlelap dalam tidurnya.
“Aigoooo!She is really sleeping beauty!” gumamku.
Aku menuju ranjangnya dan tidur di sebelahnya.Aku mencium keningnya kemudian kucium bibirnya. Tak ku sadari ternyata ia membalas ciumanku.
Dan benar saja ciuman yang kulakukan lama kelamaan berubah menjadi lumatan.
#Author POV#
Mereka menikmati lumatan yang dilakukan Yesung, Yesung mulai nakal, dan melumat ganas Jung Ri sesekali ia menggingit bibir bawah dan atas Jung Ri.
“ashhh… eooosshhh… emmppphhh…” Jung Ri mendesah tertahan karena lumatan Yesung.
Dengan memberanikan diri, Yesung menelusupkan tangannya ke punggung Jung Ri,Begitu pula Jung Ri yang membuka kancing kemeja Yesung perlahan dan menjadikan Yesung topless . walau Jung Ri masih setengah tidur tetapi ia dapat merasakan apa yang ia lakukan. Mereka melakukannya seperti permainan yang tertunda (?) yang mereka lakukan tadi di lift.Mereka melepas kontak mereka.
“Aigo!ternyata kau tidak memakai bra.kenapa aku tidak langsung saja dari tadi.” Kata Yesung dengan nada kecil, dan Jung Ri pun tersenyum dan tertawa kecil.
Benar saja, Jung Ri memakai pakaian tidur dengan model bra yang tergabung.Tanpa basa basi Yesung membuka pakaian tidur Jung Ri dan tersisa underwearnya saja, sehingga keduanya terlihat,topless.
#Yesung POV#
Terlihat 2 gundukan yang menggodaku untuk langsung melahapnya.
Aku melihat wajah Jung Ri yang masih terpejam karena mungkin ia tak dapat mengalahkan rasa kantuknya.
Tiba tiba saja ia memelukku dan dadanya menempel pada dadaku, itu membuat jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya dan sepertinya lil’s Yesung mulai bangun dari tidurnya.
Aku kembali mulai menciumnya kali ini di awali dengan ganas, dari bibir Jung Ri, aku mulai turun perlahan menuju lehernya dan ternyata ia menengadahkan kepalanya, itu membuat ku menemukan jalan yang leluasa untuk mengukirkan banyak sekali kissmark, ciuman itu kembali turun dan akhirnya sampailah di tempat tujuan(?).
Aku mencoba memilin nipple nya dan…
#Jung Ri POV#
“Tch! Apa apaan kau ini! Itu geli” aku membuka mataku sepenuhnya, yang sebelumnya tertutup rapat karna memang aku setengah tidur, melepaskan tangannya dari payudaraku.Ku dapati tubuhnya yang abs itu telah topless.Dan mendapati diriku yang half naked.
“Apa yang kau lakukan?! Hmm?”Tanyaku sambil beranjak berdiri.
“Apakah kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan padaku?Kau sendiri yang membuka kemejaku.”
“Mmmmm…. Itu… mmm….”
“Kau juga ingin melakukannya kan? Jujur saja!”
“me-melakukan apa?”
“Bukankah kau mahasiswa kedokteran, mengapa kau tidak mengerti apa maksudku?”
“mmm… ti-tidak bukannya aku tidak mengerti, tap- tapi aku tidak bisa” tanyaku terbatah batah.
“sudah setengah naked kau tidak bisa melakukannya, bagaimana kau ini”
“Bukan itu!A-aku bukan tidak bisa itu yang ku maksud tap-tapi ak-aku tidak tau bagaimana ca-cara melakukannya.”
“hahaha! Kau bercanda, kau membuatku topless tapi alasanmu, Hanya itu? !Biarkan aku yang mengajarkannya.cepatlah .”
“mmmm…. Lihatlah! sekarang jam berapa, sudah jam 4 pagi. Apa kau tidak ingin bersiap siap untuk sesuatu?”
“omo! Terima kasih sudah mengingatkanku, aku pergi dulu,”
Ia buru buru memakai kemeja dan pergi.
“zzz. Dasar babo namja. Mau apa dini hari seperti ini pergi keluar”
Belum selesai aku berbicara, Ia kembali dan membuka pintu.
“Gomawo” *^^* ia tersenyum dengan line eyes nya
“Oh ya nanti aku akan mengajakmu ke suatu tempat, bersiap siaplah jam 10 nanti aku akan mengganggumu tidur,oleh karena itu jangan tidur lagi,sleeping beauty!”
Dan kembali berlari seperti ada seseorang yang mengejarnya.
Setelah ia pergi aku memakai pakaian tidurku, dan sekali lagi aku kembali tidur.
Kringggg Kringggg Kringggg Alarm telepon genggamku berbunyi, segera aku mematikannya dan menuju kamar mandi untuk mandi.
***
Selesai mandi aku mengenakan white shifon dress. *liat cover*
Aku melihat TV kamar hotelku dan mengganti ganti channel yang ada. Sebenarnya hari ini, di rumahku, ada acara perjodohan kakakku, namun menurutku itu tidak penting, jadi aku hanya di hotel saja, lagipula Yesung oppa akan mengajakku pergi.
“Ah. So bored here”
Aku kembali tidur karna kurasa Yesung oppa tidak akan datang sekarang.
Kira kira 15 menit setelah aku tidur.
Cupppss….
Ada seseorang yang mencium pipiku, memang aku tidak terlalu senang jika kamarku dikunci, jadi kubiarkan saja kamar itu tak terkunci.
“Yesung oppa ah! Kau mengganggu tidurku lagi” aku memasang wajah ngambek,sambil terduduk.
“kau terlihat lebih lucu saat marah padaku” Ia kembali mencubit pipiku tuk yang kedua kalinya.
“Tadi katanya ingin mengajakku pergi?” tanyaku masih memasang wajah suram.
“Ne, Jung Ri-ya”
“Eh? Tumben sekali kau memakai baju santai seperti ini?” Yesung oppa memakai kaos dengan headset kecil di telinganya yang membuatnya, bertambah keren.
“memang kenapa? Itu membuatku bertambah tampan?”
“ne. eh, ani. Biasa saja” kataku cepat cepat meralat.
“haha! Bilang saja! Jangan pura pura seperti itu.”
“aish! Sudahlah! Ppali, Kajja!.”
Yesung oppa menggandeng tanganku dan kami masuk mobilnya, ia mengendarai mobilnya dengan santai, dan sesekali aku berpaling untuk melihatnya.
“Mwo?” kata Yesung oppa memecah lamunanku.
“eh- Ani” jawabku sedikit kaget.
Aku mengambil headphone yang berwarna kuning kehijau hijauan yang ada di tasku dan mendengarkan lagu sama seperti dia.
***
Ciiiiitttt…..
Sampailah kita di sautu rental VCD/DVD.aku kira aku akan dibawa ke mall tapi malah ke rental.
Langsung saja Yesung oppa menyeretku, dan aku masuk ke tempat bertuliskan “18+ Adult only”
“mau apa oppa?”
“sudah ikut saja”
Yesung oppa mengambil satu VCD yang ada di tempat tersebut dan langsung membayarnya.
“sekarang mau kemana?” tanyaku polos.
“kembali ke hotel, memangnya aku akan mengajakku kemana lagi?”
“cuman ini? Kenapa tidak kau sendiri saja yang kesini?”
“Itu tidak akan seru. Sudahlah kau ini cerewet sekali.”
Kami kembali ke hotel dan…
***
“OMO! Film apa ini, ternyata kau meminjam film yadong oppa?-_-“ tanyaku dengan ekspresi datar.
“Ne. Katanya kau tidak tau bagaimana cara melakukannya, aku pinjam saja vcd ini, aku yakin kau akan cepat belajar.”
***
“mpppphhh oppa-sshhhhh,” ia melumatku layaknya serigala yang melahap bayi rusa. sekejap aku melepaskan kontak bibir kami.
“waeyo?”
“kau yakin tidak akan pergi?”setelah aku bertanya demikian, Yesung oppa langsung melihat jam tangannya,
“aku ada meeting hari ini,mian!” seperti biasa ia mengambil kemejanya dan jasnya kemudian langsung pergi.
Aku mengenakan kembali pakaianku membereskan ruang kamarku.
***
#Yesung POV#
“Jung Ri-ya!” aku berlari berlari dalam lorong hotel yang sepi ini, memanggil nama Jung Ri, saat aku melihat kamarnya, begitu rapi, dan….. kosong.
Aku berjalan menuju front office menanyakan dimana Jung Ri.
“noona, dimana orang yang ada di kamar 7363?”
“mian,Tuan. Dia sudah check out jam 2 tadi” aku melihat jam dan sekarang sudah jam 5 tidak mungkin ia dapat kususul.
“memangnya dia kemana,noona?”
“Dia tadi meminta kami menelpon taksi untuk tujuan bandara,Tuan. dan ia menitipkan ini, pada namja yang akan mencarinya, aku rasa ini untuk Anda”
“Jinjja?Gomawo noona.”
Kebetulan aku telah mengambil cuti selama seminggu, rencananya aku ingin mengajaknya jalan jalan mengelilingi seoul tapi ia meninggalkanku dan tidak memberitahuku. Sekali lagi IA MENINGGALKANKU dan tidak memberitahuku!
Langsung saja taksi yang ada di depan hotel yang kukira sedang menunggu penumpang aslinya ku masuki,
”Pak,mohon bantuannya. Bandara sekarang!” suruhku tergesa gesa.
***
Sesampainya di bandara aku melihat jadwal ke berangkatan ternyata masih 1 jam yang lalu. Aku pergi membeli tiket yang harganya cukup mahal karna tidak memesan.Tapi tak apalah.
“Sial! 2 jam lagi.”Aku panik dan berjalan berbolak balik. Karna lelah, aku pun duduk dan tertidur di kursi tunggu.
***
Aku terbangun kembali saat panggilan terakhir memanggil namaku, aku berlari menuju pesawat.
***
Aku bernafas tersenggal senggal.
“Kedatangan Anda telah kami tunggu” kata salah satu pramugari yang ada di pesawat.
“Ini kursi Anda.”
***
Aku melihat sebuah universitas besar di depanku, kemudian aku menanyakan ke orang orang yang lalu lalang keluar dari kampus itu.
“Excuse me? Do you know,Where is Medical academy for doctor?”
“Of course,there!” kata bule itu yang menunjuk ke arah ke sebuah ruangan juga menatapku dengan tatapan yang…. aneh menurutku.
“thanks” Aku segera menuju ke ruangan tersebut
***
aku melihat Ia sedang mendengar pelajaran dari dosennya.
Ah lucu sekali wajahnya rasanya aku ingin masuk ke dalam dan mencubit pipinya.
***
Aku berjalan kesana kemari, Kira kira 3 jam lamanya aku menunggunya di luar.
Dan
Teeeettt teeet teeeeettt….
Bel pun berbunyi, semua orang yang ada di dalam kelas tersebut pun ramai untuk berebut keluar dari ruangan itu.
Tapi tidak dengan Jung Ri, Ia masih sibuk dengan urusannya walau dosennya telah pergi.
Aku mendatanginya yang telah menulis.
BRAK!
Aku menggebrak meja di depannya.
#Jung Ri POV#
Ah! Jeremy mengganggu saja, tidak tau kah tugas ini sangat susah untuk dikerjakan, tiba tiba datang menggebrak gebrak.
“Jeremy! Aku sedang sibuk mau apa lagi? Huh?” tanyaku sembari menulis.
“Jeremy? Siapa Jeremy? Namjachingumu?”
Sepertinya aku mengenali suara ini, tapi ini bukan suara Jeremy.
Aku mencoba menengadahkan kepalaku pelan.
Ouch! Ternyata…
“Oppa!” aku memeluknya erat.
“Hey! Beraninya kau memelukku setelah kau meninggalkanku” katanya mencoba melepaskan pelukanku yang akhirnya kulepas.
“ah, mianhae oppa” kataku sambil menunduk.
“Jeremy, siapa Jeremy?Namjachingumu?”
“Siapa kau menanyakan tentang namjachinguku wleeekkkk” kataku sambil menjulurkan lidahku padanya.
Pletak!
“Ash! Kenapa memukulku! Sakit! Nappeun namja! Kalau memang dia namjachinguku kenapa? ”
“Mana bisa begitu, kau milikku!”
“Eoh?Apa yang baru kudengar?”
“eh-A-Aniyaa!”
“Kau kan bukan siapa siapaku, Kau cemburu oppa?” tanyaku memasang wajah menyebalkan.
“Ani, kenapa kau berpikiran seperti itu, memangnya siapa Jeremy?” katanya memasang wajah datar dan kembali menjitakku.
“oppa ini ingin tau sekali-_- dia hanya teman sekelompokku yang memaksaku mengerjakan ini semua, menyebalkan sekali.”
“Oh”
“oppa kenapa disini? Menyusulku?”
“mmm… Ani, aku ada meeting di sekitar sini, jadi aku mampir sebentar.”
“oh, kenapa tidak pulang?”
“kau tidak suka aku disini? Baiklah sebentar lagi aku pulang”
“eh- Ani ani.”
“sebenarnya, aku disini untuk menagih hutangmu.”
“hutang?” aku bingung mendengarnya, karena selama hidupku aku tidak pernah berhutang pada siapapun.
“hutang apa?” aku bertanya kembali.
“kau melupakannya, chagi” jawabnya.
“setelah kupinjamkan VCD itu kau melupakan hutangmu”
“eoh?! Oh… I see!”
Aku menutup semua buku yang ada di mejaku dan merapikannya kemudian, Aku duduk diatas meja dosen.
Aku membuka paksa mini shirtku, hingga 2-3 kancing kemejaku terlepas.
Aku mengenakan mini skirt yang kira kira 30 cm panjangnya dari pinggulku, aku melebarkan selangkanganku, membuat bentuk pahaku terlihat sempurna walau masih menggunakan hotpants.
“Fuck me!”
“Are you sure?”
“Absolutely!”
Sebenarnya aku sedikit takut melakukannya.
Ia menerjangku(?) lidahnya mulai mengabsen gigi gigiku yang membuatku sedikit geli, kemudian Ia melumat kasar hingga aku kehabisan nafas, saat aku ingin mengambil oksigen, lidahnya menerobos masuk kedalah pertahanan benteng gigiku(?) dengan paksa aku dorong dia.
“Babo!Aku tidak bisa bernafas!” kataku sambil tersengal sengal dan mengambil nafas panjang.
Ia kembali menciumku namun kali ini aku membalas ciumannya, aku merasakan lidah kami sedang perang di dalam mulutku dan kami pun bertukar saliva.
Ciumannya turun menuju leherku dan mengukir banyak kissmark di sana,
“Ahhh!oppa-asssghhh ja-ngansshhh tersshhh-lalu banyak, Besok aku masih adaaa kampuusshhh-“kataku sambil mendesah nikmat.
Bersamaan dengan ciumannya itu, tangannya menggrayai bagian punggungku mencari pengait bra hitam-transparan tanpa tali yang ku kenakan, hingga akhirnya bra itupun terlepas dan jatuh di atas pahaku.
Memang benar, aku masih memakai kemeja yang hanya terkait bagian bawahnya, itu membuat payudaraku terlihat sedikit terjepit karna tertekan kemejaku sehingga terlihat lebih menawan(?).
Ia menurunkan ciumannya hingga ke arah 2 gundukan itu.
Ia melumat nipple ku dan sesekali menciumnya,
Saat ia bekerja pada payudaraku tangannya tak pernah ada yang menganggur.
Saat ia melumat payudara kiriku, ia memilin milin nippleku dan sesekali menyentilnya. Itu membuatku geli.Dan merasakan vaginaku berkendut dan ingin mengeluarkan sesuatu.
Kakiku yang tadinya terbuka lebar dan kurapatkan kembali karena geli menendang nendang, dan tanpa sengaja menendang juniornya.
“Aw!”
“ups! Mian.”Kataku.Ia pun melihat juniornya yang mulai keras dan bangun, yang terpendam di dalam celana kainnya itu. Ia pun mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berkata dengan nada kecil,
“Kau harus bertanggung jawab atas itu, chagiiii”
Aku pun menatapnya lugu dan menggaruk garuk kepalaku yang tidak terasa gatal itu.
Dengan evil smirknya Yesung oppa membuka kemejanya kemudian membuka celana kainnya itu.
“Omo!” ku lihat junior Yesung oppa yang berukuran besar menurutku. Aku rasa itu akan sakit jika memasuki tubuhku.
“Waeyo?Kau terpesona denganku?Meskipun… aku tidak se-sexy yang kau kira.”
“Ani, hanya saja… ya sudahlah, hutang adalah hutang.”
Aku turun dari meja dan,
#Yesung POV#
“Mau kemana?” tanyaku.
Ia tidak menjawab pertanyaanku. Tak lama ia mendorongku hingga aku jatuh terbaring di lantai, dan ia menindihku.
“Gantian, yeoboooo”
Seperti yang kulakukan, dia melumatku, dan lumatannya itu turun, tak lupa ia memain mainkan dan melumat nippleku.
“Ahhhh… Chagi teruskaaaannnn…”
Sampai pada akhirnya sampailah bibirnya di atas underwearku.Dan ia pun menghentikan aktivitasnya.
“Hey, kenapa kau menghentikannya?”
#Jung Ri POV#
“Tidak apa” jawabku.Sebenarnya aku sedikit jijik, melalui adegan film yang ku tonton itu sangat membuatku enek dan ingin muntah karna aku harus menelan cairannya.
“Lanjutkan saja permainanmu, yeobo” kataku pada Yesung oppa.
“Ne.”
Ia membuka mini skirtku sekaligus dengan hotpants dan underwearku.
“hey! cepat sekali kau melakukannya, aku rasa kau sering melakukannya dengan wanita lain.” Kataku padanya.
“Ani chagi.Aku baru akan melakukannya denganmu.”Katanya.
“ini basah sekali, eoh? Ternyata sedari tadi kau sudah berorgasme”
“memang. Itu karna—- kau-asssshhhh terlaluu—- ganaassshhhh—-“
Kataku tersengal karena tiba tiba ia menghembuskan nafasnya di vaginaku.
“kau ini mpppthhh…. Sepertimpppptthhhh tissue mpppthhhh basaahhh—mppppthhh saaajjjaaaa ahhh” katanya sambil melumat vaginaku dan lidahnya memainkan kilotorisku dan melepaskannya sejenak karna jitakan dariku.
Pletak!
“Sakit Noona!”
“Siapa suruh menyamakanku dengan tissue basah!”
“Ah! Kau ini! Lihatlah kau memang seperti tissue basah, baru saja dibuka, sudah basah.”
Pletak!
“Babo!-ssshhhhhhhhh” perkataanku terpotong saat Ia kembali melanjutkan aktivitasnya.
“Ashhhh… oppaaaa-shiiii peeee—sshhhh lannn ssssaaaahhhjjjaaaahhhh” teriakku tertahan kenikmatan, sambil memukul mukul kecil kepalanya, namun sepertinya ia tak menghiraukan.
“Ahh opppaaaa-shhhhh!!!! ”
#Yesung POV#
Entah mengapa saat ia akan bermain di bagian ‘bawah’ ku ia menghentikan permainannya.
***
Setelah aku lama bermain bersamanya di lantai, aku duduk bersipu di depannya yang masih dalam posisi terlentang
“Lihatlah, kau sudah berorgasme 2 kali, padahal aku belum sama sekali.”kataku
“Lalu, kau ingin aku apakan?” tanyanya padaku sambil ikut duduk di sampingku.
“aku ini milikmu seutuhnya terserah padamu”
#Jung Ri POV#
“langsung saja pada permainan inti, itu akan mempercepat waktu”
“memangnya kau akan kemana?”
“pulang. Kau tau? Sekolah disini sangatlah ketat, pada saat bel terakhir pelajaran kampus ini akan tertutup otomatis, kau ingin terkunci disini?”
Tidak ada respon dari Yesung oppa membuatku sedikit kesal.
Namun tiba tiba tanpa basa basi lagi, Ia menindihku dan…
“Ahh-Oh oppa-shhiiiii pelllaaannnn peellllaaannnn”
“katamu ehhhhh kiiitaaaahhhh hhaaarruuussshhhh ceeepppaaatttttt”
“tapiii oppaaaaa aaahhhh”
“puuuunnnyyyyaaaammmuuuu ssseeemmmppppiiitthhhh Jung Ri-yaaaa”
“ahhhh” aku melenguh di kala ia sedang berjuang dengan semangat membara(?) untuk memasukkan juniornya kedalam lubang surgaku.
“oppppaaaa laaammmaaa ssseeekkkaaaallliii sakkkiiittt ahhh”
“massiiihhhh di ujungggg chagiiiii”
“appo oppa!!!! Sakitttt!!!!”
Teeetttt teeetttt teeeettttt…
Aku melepaskan kontak yang sudah setengah memasuki tubuhku, nyeri memang namun, waktu memaksa kami menghentikan itu.
“Oppa pakai pakaianmu, cepat tidak ada waktu lagi” teriakku
Aku segera memakai pakaianku yang aku tau beberapa kancing terlepas, namun aku menggunakan tanganku untuk merekatkannya.
Ku lihat Yesung oppa memakai pakaiannya dengan acak acakan namun, itu lebih baik daripada kami terkunci disini seharian.
#Author POV#
Mereka pun berlari dan sesekali menyeka peluh di wajah mereka, hingga sampailah di pintu utama kampus itu yang hampir tertutup.
Yesung yang pertama keluar dan disusul oleh Jung Ri.
“Fuuuhhh… untung saja” Jung Ri melepas nafas lega.
“Setelah ini kita akan ke mana?”
“tentu saja kita melanjutkan permainan tadi,oppa”
“Jung Ri-ya, mmmm… bagaimana kalau ke apartemenku saja”
“kau memiliki apartemen disini?”
“Tentu, seorang pengusaha tentu mempunyai apartemen di mana mana”
“Tch. Sombong sekali. Yasudah, kajja!”
Krek…
“Yak! Kemejaku tersangkut, haaa oppa!!! Bagaimana ini” kataku sambil terisak menangis meratapi kemejaku yang tersangkut di pintu kampus.
“Lepaskan saja aku akan membelikanmu yang baru”
“tidak mungkin aku hanya mengenakan bra keliling kota ini”
“pakai ini” Yesung memakaikan jasnya pada Jung Ri
“Gwenchana?”
“Ne”
***
Yesung oppa memajukan ibu jarinya untuk menghentikan taxi dan kami pun masuk ke dalam taxi tersebut.
***
#Jung Ri POV#
“Waaahhh besar sekali apartemenmu, aku saja yang sudah hampir 2 tahun tinggal disini tidak memeiliki apartemen sebesar ini”
“Sudahlah ini semua akan menjadi milikmu.”
“Ah, lupakan. Mana mungkin kau akan menungguku selama 2 tahun”
Kataku sambil masih mengedarkan mataku pada ruang apartemennya, tanpa kusadari Ia sudah membuka bajunya dan memaparkan dengan jelas miliknya itu.
Tiba tiba mendorongku ke arah dinding rumahnya itu yang mebuatku sontak tekejut. Tanpa sengaja aku menjatuhkan jasnya yang hanya diletakkan untuk menutupiku, membuat tidak ada penghalang lagi selain bra yang ku kenakan.
Ia menciumku ganas menahanku untuk menghindar dengan kedua tangannya yang tertancap di dinding apartemennya dan perlahan memajukan langkahnya membuat dadaku bersentuhan dengan dadanya, dan itu membuat jantungku berdebar kencang.
Aku mendorongnya sontak membuat ia kaget dan menghentikan aktivitasnya,
“sudah ku bilang jangan terlalu cepat! kau egois sekali tidak membiarkan aku bernafas.”
Namun aku sama sekali tak mendapat respon darinya, malahan ia kembali menciumku dan melumatku.
Ciumannya turun ke leherku membenahi kissmark yang baru ia lukis, semakin merah dibuatnnya.
Ia menurunkan braku itu dan bermain di kedua gundukanku itu.
Tak berjalan lama ia menurutkan mini skirt,hotpants dan underwearku secara bersamaan, kemudian ia berlutut dan berhenti untuk menatap lubangku.
Ia menghirup aroma kewanitaanku di bawah sana membuatku berdecak dan kembali merasakan ada cairan bening yang keluar di bawah sana.
“aku belum memberikanmu sentuhan kau sudah berorgasme, dasar.” katanya tak lama ia melumat vaginaku dan memainkan kilotorisku dengan lidahnya, reflek aku merapatkan kakiku, namun tangannya menghalangiku.
Ia memasukkan lidahnya kedalam lubangku, memutar mutar lidahnya di dalam vaginaku dan itu membuatku kembali berorgasme, ia menelan seluruh cairanku, dan membersihkan sisa cairanku yang over capacity(?) di sekitar selangkanganku dengan telunjuknya.
Ia berdiri dan berkata “Mau?”
“t-t-ti-dak” kataku sambil menatapnya sedikit jijik dan menggidik kegelian.
“yakin? Ini enak. Yasudah kalau tidak mau”
“baiklah, tapi sedikit saja”
Aku mengemut(?) jarinya menghabiskan sisa cairan orgasme ku yang ada di tangannya. Ternyata rasanya tidak seburuk yang aku kira.
“apakah kau tidak lelah sudah berkali kali berorgasme? Sedangkan aku sama sekali belum”
“Ani.biasa saja.”
“kau yakin? kalau begitu mainkanlah ‘adik’ ku” aku sedikit takut dengan tatapannya yang seduktif itu, Ia mengarahkan tanganku ke juniornya, aku menutup mata dan menikmati permainan yang kubuat, Ia mengajariku carap memijatnya, mengocoknya perlahan, namun tempo yang kulakukan semakin cepat dan kurasa, aku mulai mahir melakukannya,
“asshhh-eeesshhhh-ushhhh-osshhhh come forward baby” katanya sambil tak tau apa yang dikatakannya.
“Basah?” aku membuka mataku sedikit demi sedikit, aku lihat juniornya mulai mengeras dan membesar.
“kenapa kau hentikan?”
“aku membuatmu orgasme?”
“Ne, lanjutkan, chagi”
Aku mencoba mengecup ujung juniornya yang basah itu.
“asshhhh…. Teruskannn, chagi”
Aku mencoba memasukkan juniornya ke mulutku, membuat mulutku sesak karena ukuran juniornya yang besar dan bibirku yang mungil.
Aku mengulum perlahan dan memaju mundurkan mulutku, membuat gigiku bersentuhan dengan kulit bagian luar juniornya sehingga membuat juniornya bertambah besar, berkendut dan akhirnya mengeluarkan cairannya di mulutku.
“aahhhh”
“mmmmmppptthhhh” aku menelan cairannya.
“chagi…. I want”
“bagaimana caranya oppa?” tiba tiba ia menciumku, membuat cairan yang ada di mulutku tadi terbagi dengannya.
Ia menggesek gesekkan juniornya yang membuatku mengatupkan kaki ku dipinggangnya, Ia pun membawaku ke arah ranjang dan…
“It show time baby….” Katanya dengan smirk smilenya dan menidurkanku kemudian menindihku.
“Ahhhhh… Ashhh….” Lenguhku saat Ia mencoba memasukkan juniornya kedalam bibir vaginaku.
“maaaaaassssiiiiihhhhhh seeemmmpppiiittthhhh chagiiiii”
Namun tidak sesulit yang tadi, karna mungkin terkena efek orgasme ku berkali kali.
“Chagiiiiiiiii aaaapppppoooooooooooo arrrrggggghhhhhhh assssssshhh!!!!!”
JLEB!
Akhirnya juniornya tertanam sempurna di tubuhku, walau perlu perjuangannya yang berat.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhh appoooooo opppaaaaaaaaaa” teriakku sekencang kencangnya, untung saja apartemen milik Yesung oppa ini luas.
Kulihat darah selaput daraku tercecer di sprei ranjang ini.
Aku meneteskan air mataku.
Ia melihat aku menyeka air mataku,
“Waeyo chagi? Kau menyesal?”
“Ani oppa. Aku tidak menyesal. Aku hanya berharap aku tidak akan menyesal, memberikan keperawananku pada orang yang salah”
“Never,chagi”
Ia bergerak menaik turunkan tubuhnya yang menindihku sesekali mengeluar masukkan juniornya,
“ashhhh ossshhhh oppppaaaa lanjutkannn ahhhhhh!!!!!”
Tiba tiba ia mengeluarkan juniornya.
“oppppaaaa ahhhhhhhhh” teriakku makin lama makin hilang.
“kenapa kau hentikan oppa. Hampir saja aku mencapai puncak, jangan mempermainkanku oppa!”
“…” Ia tak member respon apa apa padaku, aku melirik kesal padanya dan membalik badanku sehingga membelakanginya.
Ia membalik badanku lagi dan tiba tiba,
SLUB!
“ahhhhhhh oppppppppaaaaaaa appppppppoooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Appo oppaaaa!!! Hiks”
Kakiku menendang nendang ranjangnya, Aku menangis, karna memang itu rasanya sakit sekali.
“oppa! Babo!”
Pletak!
“appo babo!” protesnya.
“kau kira aku tidak? Babooo—mpppttthhhh”
Tiba tiba ia kembali menciumku, melumatku dan aku pun membalik posisi tubuhku, sehingga membuatku sekarang berada di atas.
Aku menggerakkan pinggulku ke atas dan ke bawah, ia memegangi pinggangku menahan supaya aku tetap kuat menggenjot(?)
“ashhhhhhh… itu nikmat chagiiii!!! Lanjutkan assshhhh—ohhh ahhh!”
Blek.
Aku terjatuh di dadanya. “aku lelah chagiii”
“biar aku lanjutkan!”
Ia membalik badannya, aku ditindihnya.
Seperti yang kulakukan tadi, ia menaik turunkan pinggulnya, sesekali menyentuh dinding rahimku membuat aku mendesah kenikmatan dibuatnya.
“ahhhh oppaaa appooooo ahhhh ossshhhh ashhhh ussshhhh faaffaaassstttteeerrrr opppppaaaa ooohhh ahhhhhhh!!!!”
Ia mempercepat temponya membuatku semakin menikmati permainannya.
Aku berbalik menindihnya menggenjot dengan keras dan bertempo tak beraturan, aku menggantikannya karna ku rasa ia sudah mulai kelelahan.
“teruskannn chaagiiii-ahhhhhh” aku merasakan ada yang berdenyut dan mulai membesar di dalam tubuhku
“Ashhhhh” lenguhnya, Ia menyeburkan jutaan sperma di rahimku.untung saja ini bukan masa suburku.
Tak lama…
“Uh-Oh” cairanku keluar dan mungkin kedua cairan kami sedang bermain di dalam rahimku(?)
***
“aku lelah oppa…” aku melepaskan kontak dengannya membuatku amat nyeri.
“tidurlah disini chagi,” ia bergeser membuat ruang luas di samping ranjangnya dan menepuk nepuk bantal yang ada di sampingnya.
Aku tidur di sebelahnya memeluknya dari samping.
#Yesung POV#
“Gomawo Jung Ri-ya, kau yang terbaik, saranghae” kataku berbisik sambil mengelus elus kepalanya berharap ada jawaban darinya.
Tapi aku tidak mendengar jawaban apapun, aku melihatnya dan ternyata dia sudah tertidur.
Payah!
Aku hanya ingin dia berkata nado namun ia sudah tertidur.
Aku menarik selimut dan menutupi tubuh naked kami berdua.
***
Sinar pagi memaksa mataku tuk terbuka. aku merenggangkan tanganku mencari Jung Ri. Namun ia tidak ada di sebelahku, dan itu sontak membuatku terbelalak dan memanggil manggil namanya. Namun, Nihil yang ku dapat.
Ya sudahlah mungkin dia akan kembali siang nanti.
Aku mencari jas dan kemejaku yang entah menghilang kemana mungkin saja dipakai oleh Jung Ri.
Aku mengambil pakaianku di lemari yang sudah banyak tertutup debu.
Saat aku akan menyiapkan makan di dapur,
Ku temukan sepucuk memo disebelah semangkuk ramen.
Annyeong oppa ^^.
Mianhae aku tidak berpamitan langsung denganmu.
Hari ini aku harus berangkat untuk praktek study di Jerman.
Mungkin beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun jika aku menetap di sana.
Dan aku akan berangkat pagi sekali.
Ini pemberian terakhir dariku.
Semoga belum dingin saat kau makan.
saranghae, Jung Ri
“Yang benar saja setelah apa yang dia lakukan padaku, ia meninggalkanku begitu saja. Dasar Babo Yeoja!”
Kataku dalam hati, sambil mengaduk aduk ramen buatannya yang sudah dingin sekali, mungkin, 4 jam yang lalu dia pergi.
#Jung Ri POV#
“Yak, aku lupa!hari ini aku akan berangkat ke jerman!”
Aku segera memakai kemeja Yesung oppa tidak peduli seberapa acak acakan tubuhku, namun aku harus pulang ke apartemenku dan menuju bandara.
“Mianhae oppa! Annyeong!” aku mengecup bibirnya, segera berlari menuju gate apartement.
***
“Good bye oppa, saranghae” kataku mengusap air mata yang ada di pipiku dan masuk ke dalam pesawat.
#Yesung POV#
Dengan kepergian Jung Ri dariku, aku akan kembali ke korea dan mengurusi Y-Style dan banyak distroku lainnya. Walau ku tahu dengan kepergiannya itu akan membuatku tidak bergitu konsentrasi dengan pekerjaanku.
3 tahun kemudian…
—Café Hotel—
Aku ada meeting hari ini di café Lotte Hotel, memang hanya meeting ringan dan perbincangan ringan antara client.
Tiriiinggg…
Bunyi lift berbunyi.
Aku melihat seorang yeoja berpakaian casual, dengan rambut sedikit coklat dan headphone dan ia sedang bermain dengan iPod Touchnya.
Aku masuk ke dalam lift tersebut, dan meyakinkan pikiranku.
Dia mengganti ganti list lagunya.
Sungguh, sepertinya aku mengenali headphone itu
“chogiyo, noona?” kataku menyapanya pelan.
“Yak! Kau mengagetkanku saja!”
“apa benar itu headphonemu?”
“Tentu saja? Problems with this? YOU MAD BRO!”
Katanya sambil memukul pelan bahuku, sepertinya jawabannya tersebut semakin meyakinkanku.
“Jung Ri-ya” aku bergumam.
“hey! Bagaimana kau mengetahui namaku?!”
#Jung Ri POV#
“benarkah ini kau? Omo! Jung Ri-ya kau bertambah gemuk saja dan… berisi” katanya mencubit pipiku sambil melihat dadaku.
Plak!!!
“kau siapa? Nappeun namja! Listen to me! ‘WHO-ARE-YOU?’ Aku-TIDAK-MENGENALMU.” kataku keras sambil membuat tanda kutip di tanganku.
“kau melupakanku? Bagaimana bisa sarjana kedokteran melupakan sesuatu yang tak mungkin terlupakan? Bahkan kau lupa dengan ketampananku?”
“Ne, waeyo? Problems?”
Tiba tiba ia mendorongku ke dinding lift dan menciumku.
“Ingat ini?”
“Nappeun namja!”
“masih tidak ingat? Bagaimana dengan ini?” Ia menuju leherku melukis sebuah kissmark khas dan berwarna merah tebal disana.
Aku pun memeluknya dan meneteskan air mata.
“Yesung oppa!!! Bogoshipo!!! Mianhae oppa aku tidak mengingatmu, ketampanan lelaki jerman membuatku melupakan bagaimana wajahmu… wlekkk” kataku sambil mengeluarkan lidahku sembari menyeka air mataku.
Triiinggg
Iift terbuka, akupun keluar, duduk sebentar di salah satu kursi tunggu hotel tersebut.
“Oppa apa kabar?”
“baik, kau?”
“tentu saja baik”
“aku senang melihatmu yang sekarang ketimbang yang dahulu.”
“Oppa, mianhae aku meninggalkanmu, dulu. aku dikejar waktu”
“kau menyebalkan! Meninggalkanku, kau bisa membangunkan ku,kan bodoh!”
Pletak,
Satu jitakan turun di jidatku.
“oppa taukah kau seperti ox saat tidur. Mana bisa membangunkanmu. kau tau? Gara gara kau, aku berlari menahan nyeri dan sedikit susah berjalan di airport ,babo!”
“oh ya, ngomong ngomong, sedang apa kau disini?”
“Aku ada reuni kecil kecilan. Yaaa hanya sebatas sahabat sahabatku. Kau?”
“seperti biasa, meeting dengan client”
#Yesung POV#
“Oh ya, lama tak bertemu, kau pasti sudah memiliki yeojachingu? Yakan?” tanyanya
“Ani. Aku menunggu seseorang kembali”
Ia melihat ke arah jam tangannya kurasa ia tidak mendengar kata kataku.
“Oppa!Mian! aku harus pergi aku sudah terlambat 30 menit!”
“Ne! aku juga”
Aku berlari ke arah salah satu meja café.
***
“Mianhaenyo! Annyeong!” kataku sambil menundukkan punggungku dan duduk.
Aku melihat kira kira 10 meter dari tempat dudukku Jung Ri menghampiri teman temannya.
#Jung Ri POV#
“Chinguuuu!” teriakku.
“Chagiiii-ah” kata Ji Yong kepadaku sambil memberikan ciuman ringan di pipi kanan dan kiri ku.
“Kau kira kau siapa berani memanggilku chagi” kataku sambil memukul kepalanya.
Memang Ji Yong adalah sahabatku semenjak aku duduk di bangku SD hingga di SMA, dan aku selalu sekelas dengannya, bosan memang, namun berbeda tentang kami, tidak ada rasa cinta yang lain selain rasa cinta sahabat yang kami miliki, dia sendiri sudah memiliki yeojachingu bahkan duduk di sebelahnya, memang yeojachingu pengertian akan kejailannya, dia juga temanku sewaktu SMA.
“Kau bertambah cantik saja Jung Ri!” pujinya padaku sambil mencubit ujung hidungku.
“dari dulu aku memang cantik kau saja tidak menyadarinya.”
“hey! tapi masih cantik yeoja chinguku, sandara park.”
“PA-SA-NGAN BER-BA-HA-GI-A” kataku membesarkan volume.
Semua temanku kira kira 8 orang jumlahnya dengan pasangan masing masing tertawa melihat pertemuanku dengan Ji Yong.
“mana namjachingumu, bodoh?!” Tanya Ji Yong padaku
“mmmm… Ani. Tidak ada” aku menoleh ke arah Yesung oppa yang terlihat sibuk dengan urusannya dan clientnya.
Mereka semua tertawa akan jawabanku.
“hey, ada apa dengan lehermu, bodoh?” Tanya ji yong padaku.
“Ani. Gwaenchana.”
“kau yakin? Pasti itu perbuatan namjachingumu, jujur saja pada kami haha.” Kata jiyong meyakinkan pertanyaannya
“Pasti oppa, mungkin aku digigit nyamuk.”
“tentu saja, Jung Ri kan hanya ingi berpacaran dengan buku” kata wooyoung meledek.
Pletak !
“bukan bodoh!” jitakku pada wooyoung yang ikut menertawaiku.
***
#Yesung POV#
Sepertinya seru sekali dengan apa yang mereka omongkan.
“Chagiiii-ah” terdengar suara namja itu keras kemudian memberi ciuman ringan di pipi Jung Ri.
Itu cukup membuatku panas dan tidak konsentrasi, walau aku harus menjelaskan secara professional pada client ku.
***
Aku menunggu Jung Ri selesai dengan chingu chingu nya dan berbalik pulang.
“Jung Ri-ya!” panggilku
“Yesung oppa? Kau menungguku?”
“Ne, kau lama sekali”
Aku masuk ke lift bersama sama dengan Jung Ri.
“Jung Ri-ya”
“Ne?”
“Can I have your phone number?”
“+xxxxxxxxxxx, nomor oppa?”
“+xxxxxxxxxxx”
“untuk apa oppa meminta nomorku?”
“supaya aku dapat menghubungimu setiap saat, chagi”
“sejak kapan kau memanggilku chagi?”
“sejak kejadian malam itu. Apakah kau tidak menyukainya?”
“Ani.hanya saja”
“Kau punya namjachingu?”
Triiiinggg…
Ia berlari keluar hotel menuju seorang yeoja, kurasa itu eonninya.
Tiba tiba ia berteriak…
“MWO????!!!! EONMMAAAA!!!!” teriaknya sambil menangis dan terduduk berlutut di tepi jalan raya.
Seorang yeoja itu menggiring Jung Ri masuk ke dalam mobilnya dan aku pun membuntuti mobilnya dengan mobilku.
Suasana sunyi senyap di rumahnya. Yang membuatku kaget ternyata eonmma Jung Ri telah tiada.
***
1 Minggu kemudian…
#Author POV#
Seminggu berlalu.
Sebenarnya suasana duka masih menyelimuti Jung Ri, namun apa daya, eonmmanya pasti lebih bahagia disana.
Dretttt Dreeettt…
Jung Ri membuka cell phonenya kemudian melihat sebuah massage masuk di cell phonenya
From : Yesung Oppa
Jung Ri-ya, Maukah kau menemaniku
jalan jalan di mall 2 jam lagi? Aku akan membuatmu
sedikit melupakan kesedihanmu
From : Jung Ri
Ne oppa. Kutunggu di depan rumahku
From :Yesung Oppa
Bersiap siaplah chagi
Jung Ri pun mandi dan memakai dress casual untuk pergi dengan Yesung.
***
—Di taman—
#Yesung POV#
“Jung Ri ya! Ini– ” aku memberikan sebuah softdrink kalengan padanya yang duduk di kursi taman.
“Gomawo oppa” ia membuka minuman tersebut dan meminumnya.
“Jung Ri-ya?”
“Hmmm???”
“Saranghae”
‘uhuk’
Ia tersedak saat aku menyatakan cinta padanya.
Aku memetik salah satu bunga di sekeliling taman tersebut, duduk disebelahnya dan menyelipkan bunga tersebut di telinga Jung Ri kemudian mengelus kecil kepalanya.
“Jung Ri ya?”
“Ne oppa”
“Will you marry me?”
“…”
“Jung Ri-yaaa saranghae! Jeongmal saranghae!!!”
Aku memeluknya dari samping dan menaruh daguku pada bahunya.
“Oppaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!”
ia meneteskan air mata dan buru buru mengusapnya.
—THE END—

Fc Populer: