LOVE IS….

0
LOVE IS…kyuhyun
1. Author : @kyu’sline
2. Judul : Love is….
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:
cho kyuhyun
shin raim as readers
and other member super junor

annyaeong nc’splod saya @kyu’sline adalah salah satu pembaca setia Korean nc sejak setahun terakhir, awalnya hanya jadi penikmat namun lama – lama jadi kepengen nyoba send karaya abal-abal ku ke Korean nc, salah satu blog yang palang tenar di kalangan kpopers.

Ini memang bukan karya yadong pertama author, mungkin ini adalah karya ke 3 tapi ini adalah ff pertama yang di publish ke public kkk~ masih abal – abal di dunia per NC-an, jadi harap di maklum kalo ceritanya amburadul, gaje, aneh, kurang memuaskan dan NC-nya kurang hot karena saya masih dalam proses belajar dari sang suami *nunjuk cho kyuhyun wkwkwkw
WARNING RANJAU TYPO BERTEBARAN DIMANA –MANA secara author Miss typo J
Oke daripada author banyak bicara, mending langsung di baca aja yah ^^
Semoga menghibur dan memberikan edukasi buat semuanya *bow
“ ige mwoya???? Andwae…..”
“ eomma… appa.. Hiks…”
Seorang yeoja tengah berteriak histeris sambil mengeratkan selimut yang tengah membalut tubuh nya, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, dirinya saat ini tidur dengan namja yang sama sekali tak dia kenali dan yang membuatnya semakin shock dia sama sekali tak mengenakan apapun begitu juga dengan namja yang tengah tertidur di sebelahnya, polos tanpa sehelai benang pun.
“ arghhh aku sudah kotor aku sudah ternoda hikss…” yeoja it uterus merutuki dirinya, sambil menangis.
Dengan terhuyung – hyung dia segera memakai pakaian yang tengah berserakan, memakainya asal dan buru – buru masuk ke kamar mandi, berdiri di bawah showor kemudian menyalakan kran air dan membiarkan tubuhnya basah oleh air.
Yeoja itu tak henti – hentinya merutuki dirinya sendiri, menganggap dirinya kotor, dan berharap air yang tengah membasahi tubuhnya bisa menghlangkan noda kotor di tubuhnya.
“ aku wanita murahan.. eomma … appa miane aku sudah mencemarkan nama baik keluarga.” Ucap yeoja itu lirih sambil terus menyeka air matanya.
Di luar kamar mandi, seorang namja terpaksa membuka matanya mendengar suara gaduh yang sedikit menggangu pendengarannya, perlahan dia membuka matanya. Matanya mendelik sebentar ketika diliriknya ranjang di sebelah nya kosong.
“ kemana dia?” fikir namja itu, dengan wajah yang sedikit terlihat khawatir.
Dengan terburu – buru dia memakai boxer yang sudah tergeletak di lantai, dia hendak keluar kamar namun langkahnya terhenti ketika dia mendengar suara kran air dari kamar mandi. Matanya mengarah ke pintu kamar mandi, kemudian dia mendekat kesana menempelkan tangannya di kenop pintu berusaha membuka pintu tersebut namun sial pintunya terkunci. Raut wajah kyuhyun terlihat semakin cemas, dia mengedor – gedor pintu namun tak ada jawaban.
“ raim-ya apa kau di dalam?” teriak namja itu sambil menggedor pintu, namun tak ada jawaban.
“ ya raim-ya buka pintunya.” Namun tetap tak ada jawaba, hanya ada suara kran air yang terdengar dan sayup – sayup isakan seorang dari dalam.
Wajah kyuhyun semkin panic, dia buru- buru mengambil kunci cadangan kamar mandinya yang ada di laci nakas ranjang tidurnya. Dengan cepat kyuhyun segera memasukan kunci kedalam lubangnya, kemudian membuka pintunya.
Mata kyuhyun membukat seketika, melihat seorabg gadis tengah duduk di dalam bathtube, memeluk lututnya, sambil menangis dan dengan kran air yangterus membasahi tubuhnya. Dengan hati – hati kyuhyun menghampiri yeoja bernama raim itu, duduk berjongkok di samping bathtube. Baru saja kyuhyu memegang pundak raim, yeoja itu segera menepis tangan kyuhyun.
“ jangan sentuh aku, napeun namja, siapa kau beraninya merenggut miliku yang paling berharga” teriak raim penuh amarah.
“ apa yang kau bicarakan eoh?” namja itu menautkan sebelah alisnya.
“ pergi kau, jangan dekat atau berani menyentuhku lagi, belum puas kau menghancurkan ku?” raim semakin menunduk menyembunyikan wajahnya diantara kedua pahanya.
“ stop raim ya.” namja itu semakin geram, dia memegang pundak raim kuat – kuat.
“ neo? Lepaskan.” Raim berusaha meronta dari cengkraman namja itu.
“ lihat aku raim ya, jebal tatap mata aku cho raim.” Namja itu membentak raim, membuat yeoja itu tersentak kaget, dan mau tak mau menuruti perintah namja itu untuk menatap wajahnya.
“ ini aku kyuhyun, cho kyuhyun jebal lihat mata aku, lihat ini aku kyuhyun suami mu.” Tutur kyuhyun dengan memasang wajah sendunya.
“ mwo?” raim hanya menatap namja bernama kyuhyun bingung.
“ kau lupa lagi? Eoh? Lihat aku baik – baik, kenali wajah ku apa benar kau tak mengenalku?” kyuhyun menatap manic mata raim lembut, sangat lembut dan penuh cinta.
Seakan tersadar sesuatu, raim tiba – tiba menunduk, matanya terasa memanas lagi, dan sesuatu mendesak keluar.
“ miane.” Ucap raim dengan suara yang amat sangat serak.
“ gwencaha .” balas kyuhyun.
“ miane kyuhh jongmal.” Raim semakin menunduk dan air matanya luruh lagi tanpa dikomandoi.
Melihat hal itu kyuhyun segera menarik raim kedalam pelukaanya, memeluk yeoja yang ada di hadapannya penuh sayang.
“ apa kua sudah mengingat ku?” Tanya kyuhyun sambil mengelus punggung raim. Kyuhyun merasakan tubuh raim bergetar, kyuhyun menyadari kalao istrinya tengah mengigil kedinginan.
Tanpa menunggu jawaban dari raim, kyuhyun segera menggendong istrinya yang sudah basah kuyup.
Kyuhyun kemudian mendudukan raim di kursi meja riasnya, mengambil haduk dan baju ganti untuk istrinya. Mengelap seluruh tubuh istrinya, kemudian mengganti seluruh baju yang di kenakan istrinya hingga pakaian dalamnya. Raim hanya diam sama sekali tak menolak perlakuan kyuhyun padanya, wajahnya hanya memancarkan raut kebingungan.
“ namja ini suami ku.” Gumam raim dalam hati.
Selesai menggantikan baju istrinya, kyuhyun hendak beranjak kedapur untukmembuatkan sarapan pagi untuk istrinya namun langkahnya terhenti ketika raim menahan lengan kyuhyun.
“ benarkah kau suami ku?” kata – kata itu akhirnya keluar dari mulut raim.
Kyuhyun kemudian berbalik menghadap raim yang tengah duduk, berjongkok sambil menggengam tangan istrinya.
“ lihat wajah ku, tatap mataku. “ titah kyuhyun.
Raim memandang lekat wajah kyuhyun, sambil meraba-raba wajahnya dengan lembut, matanya terpejam sejenak, hidungnya menghirup sesuatu..
“ bau ini… aroma ini..” gumam raim pelan.
Matanya terbuka, seketika memandang frame yang terpajang di dinding kamar mereka, ada banyak foto disana. Raim kemudian beranjak dari duduknya kemudian memandang satu persatu frame tersebut. Foto kyuhyun, raim dan juga seluruh keluarga mereka.
“ appa…eomma…ebeonim..eommanim.” gumam raim sambil menggengam sebuah fram.
“ ahra eonni… oppadeul suju..” lanjut raim kemudian.
Setetes air mata jatuh membasahi pipi mungil raim, kakinya terasa lemas hingga ia jatuh terduduk dilantai sambil menangis. Melihat hal itu kyuhyun kaget dan segera menghampiri istrinya.
“ hei kenapa kau menangis hm..” kyuhyun mengusap pipi raim yang basah.
“ aku bodoh kyuhh.. bodoh hiks.” Ujar raim merasa bersalah.
“ aniyo sayang, siapa yang mengatakan begitu ? kau istri ku yang paling pintar.” Ucap kyuhyun sambil membantu raim berdiri.
“ miane kyuhh miane aku sudah melupakan, aku bukan istri yang bagik untuk mu arghhh.” Raim memukuli kepalanyan sendiri.s
“ aigo hentikan, jangan menyakiti dirimu sendir, kau tidak salah.” Kyuhyun memegang tangan raim agar berhenti memukuli kepalany.
“ sudah ku bilang kan agar kau mencari yeoja lain dulu, kenapa kau masih bersikeras mau menikah dengan ku, padahal kau tahu resikonya.” Papar raim sambil menangis semakin kencang.
“ stop.” Kyuhyun menaruh jemarinya di bibir mungil raim.
“jangan pernah bahas soal itu lagi sayang, apa masih belum jelas juga hmm…” kyuhyun menghapus air mata yang membasahi pipi raim.
“ tapi aku tidak mau melihat mu menderita kyuhh.” Tambah raim lagi.
“ lihat aku, apa aku terlihat menderita eo? Kau tahu aku sangat bahagia memiliki mu, setiap hari bisa bangun dan menatap wajahmu yang masih tertidur lelap, melihat mu tersenyum setiap hari, menghabiskan seluruh sisa hidup ku bersama mu satu – satunya yeoja yang menempati tempat terindah dalam hatiku, aku benar – benar bahagia sayang.” Kyuhyun berusaha meyakinkan istrinya.
“ kyuhhh… saranghae … jeongmal saranghae.” Raim berhambur ke dalam pelukan suaminya sambil terus menangis, menyesali segala kebodohannya.
“ nado saranghae kepiting rebus ku, kau adalah alasan kenapa aku bahagia selama ini.” Kuyuhyun mengelus kepala raim penuh cinta, namun raim malah memanyunkan bibirnya mendengar kyuhyun memanggil nya kepiting rebus.
“ sampai kapan kau akan mengataiku kepiting rebus eo?” protes raim sambil memukul dada kyuhyun pelan.
“ aigo jangan marah sayang, aku hanya bercanda hm.. kajja kita sarapan bersama, hari ini aku tidak ada jadwal jadi, aku akan menghabiskan waktu seharian ini bersama mu.” Kyuhyun menuntun tangan istrinya menuju keluar kamar menuju arah dapur miliknya.
~kyu’s pov~
Cinta itu adalah dia…
Senyum ku adalah dia..
Tawaku adaah dia..
Sedih ku adalah dia..
Bahagiaku adalah dia…
Dunia ku adalah dia..
Dan seluruh hidupku adalah dia…
Dia satu – satunya yeoja yang mampu menenangka ketika aku sedang emosi, dia yeoja yang mampu menopang segala beban ku, dia yeja yang selalu bisa membuatku merasa lebih berarti dan di butuhkan, dia yeoja yang melengkapi segala kekurangan ku, membuat ku merasa sempurna cho raim yang telah menemaniku selama hampir 18 bulan ini menjadi sitriku.
Aku cho kyuhyun adalah magnae dari boyband korea bernama super junior, memutuskan menikah dengan seorang gadis bernama shin raim adalah keputusan paling besar, selain statusku sebagai selebritis yang tengah naik daun, juga banyak rintangan sebelum aku bisa menikahi raim.
Raim adalah hoobaeku saat di sekolah menengah atas, dia yeoja yang sangat pendiam, walau lumayan aktif dalam keorganisasian di sekolah, tapi dia tidak teralu terkenal dan juga tidak terlalu pandai. Yah dia bukan siswi popular memang, dan aku juga tidak terlalu mengenal dia, haya saja dia yang mungkin mengenal aku karena aku termasuk siswa popular di sekolah *plakkkkkkkn kyuhyun PD*
Kalian pasti heran kenapa aku bisa menyukai ah ani maksud ku mencintai raim kan?? sejujurnya aku sendiri tidak mengeriti kenapa aku bisa mencintai dia, pertama aku terkesan padanya ketika tak sengaja dia menemukan seorang anak kecil menjadi korban tabrak lari, dan kebetulan malam itu aku tak sengaja lewat di TKP karena aku baru saja pulang dari sebuah acara pemotretan majalah. Dengan penuh keberanian dia berdiri di tengah jalan, berusaha menghentikan kendaraan yang lewat dan pada saat itu kendaraan ku yang lewat di jalan tersebut, jalan yang sangat sepi dan jarang di lalui kendaraan ketika malam hari. Dan yang membuat aku kaget, ketika aku menolongnya dan mengantar korban tabrak lari tersebut ke rumah sakit, dia sama sekali tak mengenaliku, padahal saat itu super junior baru saja debut dengan member baru yah tentu saja itu aku *malang nian nasib mu oppa wkwkwkw
Sejak pertemuan malam itu, sejak aku mengantarkan dia pulang kerumahnya, aku merasa ada perasaan yang aneh, dan untungnya appa ku dan appa raim adalah teman semasa kecil jadi tidak terlalu sulit untuk melakukan pendekatan, ckckckc dunia begitu sempit.
Aku dan raim berpacaran selama kurang lebih 3 tahun, tidak terlalu lama memang, dan untuk mendapatkan cinta seorang shin raim memang benar – benar butuh perjuangan. Dan selama pernikahan ku dengannya kami memang belum di karuniai seorang baby, ah bukan belum tapi ada hal yang membuat kami harus menunda proses memiliki momongan dan terpaksa raim harus memakai KB padahal dia sangat ingin memiliki bayi dan tentu aku juga sangat ingin segera menajdi appa, tapi mungkin belum saatnya. Astaga aku sudah terlalu banyak bicara, sampai – sampai aku lupa memberitahu raim bahwa lusa aku akan pergi melakukan sushow 3 ke beberapa Negara di asia dan juga luar asia. Aku tidak mungkin membiarkan raim tinggal sendiri di rumah, aku takut terjadi hal – hal yang tidak aku inginkan, terlebih di rumah ini sama sekali tidak ada pembantu karena kami selalu melakukan apapun berdua.
Kulihat dia sedang duduk dimeja riasnya sambil mengoleskan lotion ke kakinya, dia baru saja selesai mandi. Ku hampiri dia dan berlutut di depannya membantunya mengoleskan lotion tersebut, dia hanya menyunggingkan senyum dan kemudian mengikat rambutnya yang panjang dan hitam.
“ ada yang ingin aku katakana.” Ujar ku sambil meratakan lotion di tangannya.
“ mwoya? Katakana saja kyu.” Dia tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.
“ lusa aku akan mulai melakukan sushow 3, dan sepertinya aku akan jarang pulang kerumah, jadi..” belum selesai bicara dia sudah memotong pembicaraan ku.
“ jadi kau mau aku tinggal bersama kedua orang tua ku atau orang tua mu kan? aku bukan anak kecil lagi kyuuu yang harus selalu di titipkan setiap kali kau harus pergi ke luar negri.” Raim menepis tangan ku, dan beranjak pergi menuju balkon rumah minimalis kami, menikmati jutaan bintang dan udara malam yang menerpa wajahnya.
Aku melangkah mengikutinya, yang tengah berdiri memegang pagar balkon, mendesah pelan. Segera saja aku merengkuh tubuhnya memeluknya dari belakan, menyandarkan dagu ku di bahunya, aku sangat senang memeluknya dari belakang terasa hangat sangat hangat.
“ jika kau mau pergi – perg saja, aku akan tetap tinggal disini.” Ujarnya lagi.
“ aku tak ingin kau kesepian d rumah sayang.” Jawab ku sambil menghrup aroma shampoo dari rambutnya yang masih setengah kering.
“ aku tahu bukan itu alasan mu mau aku tinggal di tempat orang tua ku atau orang tua mu.” Raim berusaha melepaskan pelukan ku, namun aku berusaha menahannya.
“baiklah bagaimana jika mereka yang menemani mu disini hm..” tawarku padanya.
“ andwae !!! sudah ku blang aku tak mau merepotkan mereka lagi kyuu, jangan cemaskan aku semuanya akan baik – baik saja.” Tolak raim.
Aku benar – benar tidak tau lagi harus bagaimana, aku tidak mungkin mennggalkan dia sendirian di sini, akan sangat bahaya untuknya, aku tidak ingin kehilangannya demi TUHAN.
“ baiklah kalao begitu kau ikut dengan ku, dan aku tidak menerima penolakan.” Ucapku pada akhirnya karena tak berhasil membujuknya, daripada dia kutinggal sendirian lebih baik aku membawanya kemanapun aku pergi, agar aku bisa mengawasinya setiap saat.
“ mwoya? Aku ikut dengan mu kyuhh, memangnya management mu akan mengijinkan eoh?” raim membaikan badannya menghadapku.
“ aku tidak perduli sayang, kau harus ikut, anggaplah ini honeymoon kita yang kedua, sudah lama sekali kan aku tak mengajak mu liburan.” Aku mengerlingkan sebelah mataku,membuat dia sedikit bergidik.
“tapi…” belum selesai dia bicara, aku segera membungkam mulutnya dengan bibrku, menciumnya dengan sangat lembut, jika tidak begini dia akan terus bicara dan banyak bertanya.
Malam sudah semakin larut dan udara juga sudah semakin dingin segera saja aku menggendong raim ala bridal ke dalam kamar, menutup pintu yang mengarah ke balkon dan membaringkan tubuhnya di ranjang kami dan kemudian aku ikut merebahkan tubuhku, kemudian tertidur sambil memeluk tubuhnya erat.
~o000000000000000000000000000o~
Hari ini aku dan raim sudah berada di incheon airport bersama beberapa member lain, tujuan pertama kami adalah Osaka, yah kami akan menggelar sushow di Osaka selama 2 hari berturut – turut. Saat ini kami tengah melakukan pengecekan dokumen – dokumen keberangkatan, setelah semua beres kami segera menaiki pesawat. pada awalnya manager prince menolak untuk membawa serta raim, tetapi setelah aku bujuk dan menjelaskan beberapa alasan ku akhirnya prince hyung mau mengerti. Kulihat wajah raim tak henti – hentinya menyunggingkan senyuman, kurasa sepertinya dia benar – benar bahagia dengan perjalanan kali ini, sejak aku sibuk dengan karir ku aku memang tidak banyak waktu untuk mengajaknya berlibur seperti ini, dan tentu aku tidak akan menyianyiakan moment ini.
Kami baru saja sampai di hotel tempat kami menginap, benar – benar sangat menyenangkan karena ternyata kamar nya menghadap ke laut lepas, jadi kita bisa melihat pemandangan yang indah. Sesampainya di kamar, aku segera merebahkan tubuh ku di tempat tidur, beristirahat sejenak, sebelum kami melakukan reharesel, sedangkan raim sibuk membereskan barang bawaan kami, aish benar – benar istri yang rajun.
“ sayang..” panggilku padanya.
“ hm.. wae?” dia menoleh menatapku.
“ berhenti membereskan itu, kemarilah temani aku istirahat.” Seruku padanya dan dia hanya menurut perintah ku.
“ nanti saja beres – beresnya, kita baru sampai hm…” aku menyuruhnya berbaring di sampingku, dan dia hanya menurut.
“ oppa istirahatlah, sebelum teuki oppa memanggil unuk melakukan reharesel, dan nanti sore juga akan diadakan konfersi pers kan.” raim membelai – belai rambutku, membetulkan poniku yang agak berantakan. Kupegang tangannya, kemudian kuciumi telapak tangannya demi tuhan aku sangat mencintai istriku, dan aku sangat takut untuk kehilangan dia, hingga akhirnya aku tertidur sambil menggengam tangannya.
“ kyuhh ireona heum, teuki oppa sudah memanggil untuk reharesel..” sayup – sayup akumendengar suara memangilku, dan kurasakan ada tangan halus yang sedang mengelus pipi ku.
“ eungh..” aku melengguh, mencoba membuka mata, sebenarnya aku masih sangat lelah, tapi kewajiban ku sudah menunggu.
“ kyuhhh ayo bangun atau nati teuki oppa akan marah.” Raim berbisik lembut di telingaku, kemudian ide jahil terlintas di otak ku.
“ andwae, aku masih lelah sayang hm….asal kau mau member ki poppo aku akan bangun.” Ucap ku sambil masih memejamkan mata.
“ shireo nanti, kau akan menyiksa bibirku.” Tolaknya kemudian bangkit dari atas tempat tidur.
“ aish ya sudah , aku akan tidur biar saja teuki hyung memarahi ku, dan nanti manager hyung akan menyalahkan mu.” Aku kembali menarik selimut rapat – rapat dan memeluk guling.
“ aish dasar nappeun..” raim mendengus kesal kemudian dudk kembali di atas ranjang, kemudian membuka sedikit selimut yang membalut tubuh ku.
~chuuuu
Kurasakan bibir ku di kecup olehnya.
“ sudah kan ayo bangun atau aku tak akan member poppo lagi.” Ancamnya sambil menarik selimutku.
“ aish ne aku bangun sayang.” Aku bangkit dari tidur ku, sedangkan dia menyiapkan barang – barang yang harus ku bawa untuk reharesel. Aku hanya mencuci muka, dan menyikat gigi ku karena aku tidak mau teuki hyung menjadi murka padaku.
“ semuanya sudah ku siapkan kyuhh.” Raim menaruh tas di atas meja yang ada di sudut kamar hotel.
“ gumawo sayang, aku mungkin akan pulang larut malam, kau jangan kemana-mana arra, jikakau memerlukan sesuatu telfon saja karyawan hotel, dan jikaada apa-apa telfon aku ne.” aku menyambar tas tadi sambil berpesan pada raim.
“ ne oppa.” Jawabnya sambil mengangguk.
“ awas jangan kemana – mana , jangan keluar hotel tanpa aku.” Tambah ku sambil mengelus kepalanya.
“ dasar cerewet sudah sana pergi, oppadeul sudah menunggu.” Raim mendorong tubuhku menuju pintu hotel.
Aigo istri ku mengusir suaminyua sendiri, padahal aku sangat takut untuk meninggalkan dia sendiri Ya tuhan tolong lindungi istriku.
“ ne aku pergi sayang chuu..” aku mengecup kening raim lembut sebelum benar – benar pergi meninggalkannya.
~o000000000o~
Aku melirik jam yang melingkar di lenganku, sudah pukul 21.00 setelah reharesel dan kofrensi pers, kami melakukan makan malam bersama para staff, Dan sekarang aku sudah berada di depan pintu apartemen ku. Aku mengetuk pintunya perlahan beberapa kali namun tak ada jawaban, aish apa istriku sudah tidur ya? tapi ini baru saja jam 9 malam dan raim tidak mungkin tidur secepat itu. Aku mencoba mengetuknya lagi namun nihil tetap saja tak ada jawaban, kucoba membuka pintunya ternyata pintunya tidak di kunci. Ku langkahkan kaki ku ke dalam kamar namun kamarnya terlihat kosong, membuat ku semakin cemas. Aku mencoba mengecek kedalam kamar mandi dan hasilnya sama, kamar mandi itu kosong Ya Tuhan keman dia, tolong lindungi sitri ku ya tuhan.
Dengan terburu – buru aku langsung berlari meuju kamar leeteuk hyung, aku mengetuknya dengan sangat keras , membuat orang yang ada di dalam berteriak kenacang.
“ siap eoh, jangan keras – keras mengetuknya?” teuki hyung membuka pintunya.
“ hyung.. hyung..” ucap ku terbata – bata.
“ aish kau kyu, ada apa mengetuk pintu ku heh?” teuki hyung membuka pintunya lebar.
“ raim hyung, istriku raim tidak ada di kamarnya.” Ucap ku dengan wajah yang sangat panik.
“ mwo? Kemana eoh? Sudah kau Tanya pada receptionis ? atau kau sudah menghubungi ponselnya?” Tanya teuki hyung.
“ astaga aku belum menanyakan nya dan aku juga belum menelfonnya.” Aku sugera mengambil ponsel yang ada di saku celananku, segera aku menekan tombol angka 1 yang sudah langsung terhubung pada ponselnya, namun sial nomornya tidak aktif.
“ eotteo?” Tanya teuki hyung ikut cemas.
“ tidak aktif hyung, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan nya, bagaimana jika penyakitnya kambuh??” Aku menghela nafas berat.
“ aigo kau coba Tanya pada reseptionis di bawah siapa tau ada yang melihat istrimu, awa jangan mengatakan bahwa kau sedang mencari istrimu arra, nanti aku akan meminta bantuan member lain untuk mencarinya.” Tiah teuki hyung.
Aku buru – buru berlari meuju lift, menekan tombol ke bawah menjuju ke receptionis, dan sial setelah aku Tanya tidak ada satupun yang melihat istriku. Aku jadi semakin panic, ini jepang bukan korea, bagaimana jik ada orang jahat yang ingin menculiknya? Bagaimana jika dia lupa jalan pulang ya tuhan pertemukan aku dengan istriku.
Aku segera berlari keluar hotel mencoba, mencari di sekeliling hotel, sial terdengar suara petir menggelegar pertanda akan turun hujan, astaga raim sangat takut dengan bunyi petir. Sebelum aku meningalkan hotel dan meyisir jalanan di Osaka, aku sempat memberitahu teuki hyung dan dia mengatakan akan berpencar mencari raim, kemana aku harus mencarinya di tengah malam seperti ini???
Sudah dua jam aku berjalan hanya mengikuti naluri ku saja, mencari kesana kemari tanpa ada tujuan, beruntung ini malam hari jadi aku tak perlu melakukan penyamaran apapun. Kaki kyuhyun sudah benar – benar lecet dan hampir berdarah karena saking paniknya dia sengaja melepas sepatunya agar bisa berlari dengan kenacang.
Saat sedang tengah berjalan , tiba – tiba ponsel ku berdering dan aku melihat ada sebuah pesan dari donghae hyung, buru – buru aku membuka pesan tersebut.
Kyu, kami menemukan istrimu dia ada di sebuah Taman yang terletak tidak jauh dari tempat konser kita, diasedang duduk di sebuah ayunan, cepatlah kemari dia terus diam dan tidak mau berbicara, kami tak berhasil untuk membujuknya pulang.
Begitulah isi pesan tersebut, tanpa membalas terlebih dahulu aku segera menyetop taxi dan memintanya untuk mengantar ku dengan bahsa jepang yang sangat pas –pasan. Setelah sampai di taman yang dimaksud donghae hyung, aku segera mencari – cari keberadaan mereka. Pencahayaan nya sangat minim, terlebih itu sudah sangat larut, beberapa lampu taman juga sudah mati, baru saja aku hendak menelfon donghae hyung, aku keburu menemukan mereka yang tengah mengerumuni raim, seperti seorang tersangka yang hendak di introgasi * lebay deh kyuppa.
“ hyung…” pangil ku, kemudian mereka menengok kearah ku, di sana ada teuki hyung, donghae, sungmin dan shindong hyung.
Tanpa memnunggu jawaban dari hyung – hyung ku aku segera menghampiri raim istri ku, yang tengah duduk di ayunan.
“ kau dari mana saja eoh? Sudah kubilang jangan pergi ke luar tanpa aku? Kau tahu aku hampir mati ketakutan karena mu, aku bisa gila karena mu cho raim.” Cerca ku pada raim yang masih terdiam.
“kyuhh kami pergi dulu, cepat pulang ne.” sujar leeteuk hyung kemudian meningalkan kami berdua, aku merasa bahwa mereka berada di situasi yang canggung.
“ jangan marahi dia kyu, sudah bawa dia pulang.” Pesan sungmin hyung padaku.
“ ne hyung gumawo.” Ucapku tulus.
Aku duduk di ayunan tepat di hadapan raim, oh tuhan aku ingin menangis melihat keadaan istriku sekarang, wajahnya kusam, tatapan matanya kosong, rambutnya berantakan dan dia tak memakai alas kaki.
“ sayang ” aku memanggil namanya lagi, sambil menggenggam tanganya, dingin itulah keadaannya sekarang.
Dia menatap mataku, ada rasa takut di dalam sorot matanya, apa mungkin dia tidak mengingat ku lagi? Apa mungkin dia melupakan ku lagi?
“ kau siapa? Aku dimana?” kata itu yang pertama kali muncul dari bibir mungilnya, ah tunggu bibirnya sudah membiru pasti dia kedinginan.
“ kita pulang dulu, kau pasti sudah sangat kedinginan.” Aku mengegam tangan nye menuntunnya untuk segera pulang, tubuhnya terlihat sangat lemah, dan kuputuskan untuk menggendongnya. Aku berjongkok dan kemudian menyuruh nya untuk menaiki punggungku.
“ kajja naiklah kepunggungku, semoga dengan cara ini kau bisa mengingatku lagi.” Ujar ku lirih.
Akhirnya dia mau menuruti keinginan ku, entah apa yang membuatnya menurut, padahal jika sedang kambuh dia enggan sekali menurut dan bahkan cenderung berontak, seperti orang ketakutan.
“ kau tahu seberapa kalipun kau melupakan ku, itu tak akan pernah mengubah perasaan ku padamu, aku masih punya jutaan pena, untuk menulisakan kisah kita setiap harinya agar kau selalu mengingatku.” Ucap ku sambil terus menggendongngnya.
“ sekalipun seluruh memory tetangku hilang dalam kepalamu, aku akan tetap mencintaimu dan tak akan pernah berhenti menuliskan semua tentang kita agar kau bisa mengingatku meski hanya sedikit.” Tambahku lagi.
Aku jadi ingat dulu saat berpacaran dengannya, aku pernah menggendongnya pulang karena kakinya terkilir, dan parahnya saat itu mobil ku mogok jadi kuputuskan untuk berjalan kaki mengantarnya pulang. Hah andai saja dia mengingat keajdian itu, menangis seperti anak tk, meminta di belikan ice cream padahal itu sudah sangat larut malam, tapi dia terus merengek sampai – sampai aku pulang di marahi orang tuanya karena pulang larut malam ckckck padahal itu kan ulahnya.
“ oppa aku mau ice cream blueberry.” Aku mendengar dia menggumam, benarkah itu dia yang bicara?
“ mworago?”Tanya ku tak percaya.
“ aku mau ice cream blueberry sekarang apamasih kurang jelas eoh?.” Ualangnya membuat aku harus menghentikan langkah ku.
“ ne arraseo, tapi ini sudah malam sayang dan aku juga tidak tahu dimana yang menjual ice cream, kita bukan di korea hm..” aku sedikit kaget mendengra perkataannya barusan, apa dia sudah kembali normal ?
“ aku mau ice cream cho kyuhyun yang cerewet dan babo, aku mau ice cream sekarang.” Dia berteriak sambil memukul bahu ku.
“ aish ne kita kembali ke hotel setelah itu kita beli blueberry ice cream ne.” tawar ku padanya.
“ eum tapi kau harus janji .” tanyanya padaku.
“ ne aku janji sayang. Kita pulang naik taxi saja ne, aku lelah.” Tawar ku padanya.
“ eum tersaerah kau saja, yang penting aku mau ice cream blueberry.” Ucapnya tak peerduli.
Yeoja ini benar – benar selalu mebuatku bingung, sikapnya bisa berubah hanya dalam hitungan detik, tapi asal kau tahu shin raim, setiap harinya rasa cintaku selalu bertambah, meski kadang kau melakukan hal – hal yang tidak terduga seperti tadi.
~o000000o~
Aku melihatnya tengah asyik menjilati ice cream blueberry di balkon kamar hotel kami, ini sudah cup ke 5 astaga, seperti sudah tidak makan selama sebulan saja. Bibirnya belopotan dengan sisa ice cream, membuat aku ingin sekali menjilatnya, merasakan rasa asam dan manis dari blueberry, walau bibirnya lebih mansi dari apapun. Aku mendekatinya perlahan, kemudian duduk tepat di hadapanya, memandanginya yang tengah asyik memakan ice cream.
“ ini sudah jam 1 pagi sayang, kapan kau akan beristirahat.” Aku menyisir rambutnya yang dibiarkan tergerai, menari – nari di sapu angin malam.
“ ice cream ku belum habis kyu, sebentar lagi ya.” dia merajuk manja seperti anak kecil membuatku semakin gemas. Melihat bbibirnya yang belepotan itu aku semakin ingin membersihkannya.
Perlahan aku mengangakat dagunya yang lancip, menariknya agar lebih mendekat padaku, aku pun ikut memajukan wajahku perlahan hingga bibir kami saling bertemu. Aku mengecup bibirnya lembut, kemudian menjilatnya memutar bibirku di sekitar bibirnya yang penuh dengan sisa ice cream. Dia hanya diam menikmati perlakuan ku, perlahan matanya terpejam menikmati setiap kecupan ku di bibirnya.
“ engh..” dia melengguh, kemudian mendorong dadaku agar kecupan ku terlepas.
“ aku kehabisan napas cho kyuhyun bodoh.” Protesnya sambil memukul dadaku .
“ miane sayang, aku kan hanya berniat membersihkan bibir mu yang kotor itu.” Aku menujuk bibirnya yang sudah bersih tanpa sisa ice cream.
“ alasan bilang saja kau mau mencium ku dasar pervert, cho kyuhyun pervert.” Dia menjulurkan lidahnya ke arahku sambil tertawa.
“ aigo bukannya berterima kasih kamu malah menuduh ku yang tidak – tidak dasar kepiting rebus jelek.” Balas ku sambil mencubit pipinya.
“ yak appoyo .” dia meraba – raba pipinya yang baru saja aku cubit.
Oh tuhan aku benar – benar mencintai yeoja ini lebih dari apapun, aku mohon jangan pernah pisahkan aku dari dia,, karena dialah sumber oksigen terbesarku.
Aku kembali mendaratkan bibirku di bibirnya, melumatnya secara lembut dan sangat lembut. Kepala ku bergerak ke kiri dan kekanan seiring dengan gerakan di bibirku yang semakin intens. Semakin lama lumatan ku berubah menjadi kecupan kecupan kecil, aku menarik tubuhnya agar duduk di pangkuanku sambil terus bermain di bibirnya. Sesekali aku menggigit bibir bawah dan atas nya, dan entah sejak kapan tangannya sudah melingkar di leherku, sambil sesekali menekan kepalaku agar kecupan ku semakin dalam.
“ eunghh.. kyuhh..” lenguhnya ketika aku melepaskan tautan bibir ku.
Aku melihat pancaran cahaya di wajahnya, dia tersenyum menatap wajah ku, sedetik kemudian dia kembali menempelkan bibirnya di bibrku, meumbaut bibir kami kembali bergulat, namun kali ini dia mulai berani mebalas ciumanku yang semakin ganas dan liar. Tangannya yang bebas mulai berani meraba – raba punggung ku, sedngkan aku masih terus memeluk erat pinggangnya, menahan tubuhnya agar tidak terjengkal kebelakang.
Dengan jailaku mencubit pinggangnya, membuat dia menjerit dan kemudian membuat aku lebih leluasa untuk memasukan lidah ku kedalam mulutnya. Aku mengajaknya berperang lidah,saling menghisap, saling menggigit satu sama lain membuat saliva kami tertukar, tak lupa aku menghabsen setiap apayang ada dalam rongga mulutnya. Aku bisa melihat ekspresi wajahnya dari jarak yang sangat dekat, kulihat raut wajahnya berubah, sepertinya dia merasa kedinginan karena kami masih di balkon kamar hotel. Kuputuskan untuk menggendongnya dan membawanya kedalam kamar, aku tidak mau dia jadi sakit hanya karena berciuman di tengah uadara dingin yang semakin menusuk tulang – tulang kami.
Aku menurunkannya dari gendonganku, kemudian menyudutkannya ke dinding dekat pintu balkon, ku dorong pintunya dengan sebelah kakiku hingga ia tertutup, dan aku tak lupa menarik tira penutup jendela kamar. Aku membelai lembut pipinya, kemudian kembali menciuminya, mulai dari keningnya, kelopak matanya yang indah , pipinya yang lembut, hidungnya yang bangir dan kemudian mendarat di bibir tipisnya yang berwarna kecoklatan namun sekarang sudah sedikit memerah dan membengkak karena ulah ku kkkk~
Dia kembali mengalungkan tangannya di leherku, sedikit berjinjit untuk mengimbangi ku yang lebih tinggi darinya. Satu tangan ku yang bebas mulai berani menyentuh bagian sensitive di tubuhnya, memberinya sedikit rangsangan, dan tanpa aku sadari tangannya tengah sibuk membuka satu persatu kancing kemejaku yang sudah acak – acakan sejak mencarinya tadi dan sepertinya dia merasa sedikit kesulitan dengan posisiku yang menghimpit tubuhnya.
“ nakal eoh? Sudah berani mendahuluiku hm..” aku menggodanya, membuat pipinya seketika memerah mirip dengan kepiting rebus kkkk~
Aku mengelus pipinya kemudian membantunya melepas kemejaku, dan kemudian melemparnya sembarangan. Aku pun melakukan hal yang sama pada tubuhnya, mulai melepas t-shirt biru yang membalut tubuhnya, hingga menyisakan jenas abu – abu serta bra tanpa tali berwarna biru yang menutupi dada sintalnya.
Aku kembali melakukan aktifitas yang tadi, menciumi bibirnya, dan sekarang ciumanku sudah turun ke dagunya yang mungil itu.
“ kyuh…ashh.” Desahnya merespon perlakuanku yang semakin intens memberikan sentuhan disetiap inci tubuhnya. Tangan ku mulai berani membuka pengait bra yang ada di depan, kemudian membiarkan bra itu terjatuh dilantai dengan sendirinya. Sekarang aku tengah menciumi lehernya yang putih, menghisapnya kuat – kuat menciptkan karya disana dengan meninggalkan jejak kepemilikanku disana, sedangkan tangannya terus meraba – raba dadaku, juga perut ku yang tak memiliki abs. perlahan dia mulai menjejangkan lehernya, membantuku untuk memberi akses kemudahan untuk menikmati setiap lekuk tubuhnya. Desahan – demi desahan juga terus keluar dari mulutnya, seperti melodia penyemangat untuk ku agar tidak berhenti menyentuhnya.
Satu tangan ku yang bebas mulai berani menyentuh dadanya yang sudah bebas tak terhalang apapun, perlahan aku melai mengelusnya samba terus mengecup kulit lehernya, memberikan kissmark di sana. Kulihat wajahnya seperti sudah merasa kelelahan, sebelum tubuhnya merosot kebawah aku buru – buru menggendong tubuhnya, membawanya ke ataas ranjang sambil terus berkarya di tubuhnya.
“ assshh..kyuhhh…ahhh.” desahan itu terdengar lagi menggema di kamar hotel ini.
Aku merebahkan tubuhnya di kasur kemudian, aku menatap matanya sejenak dia hanya tersenyum, kemudian aku segera menenggelamkan wajahku di belahan dadanya, menghirup udara di sana, sebelum aku mengecupnya. Tangan ku yang bebas berusaha melepakan kancing jeansnya, dan berusaha melepaskan jeansnya dengan kedua kakiku, setelah berhasil aku mulai menangkupkan satu tanganku di atas dadanya sedangkan tangan yang satunya menopang tubuhku agar tidak menindih tubuhnya.
Aku mulai memijat – mijat lembut dada kirinya, sedangkan mulut ku tengah menggulum dada kanannya, mengecupnya, menghisapnya layaknya bayi yang kehausan.
“ ahhh…opahhh ..hngkkk..” bibir itu terus mengeluarkan desahannya seiring dengan aku yang terus memberikannya rangsangan pada bagian sensitive di tubuhnya.
Tanganku kini tengah memilin – milin nipplenya, mencubitnya dan terus meremasnya membuat ukurannya terlihat makin membesar. Dibawah kekuasaan ku tubuhnya bergerak kekiri dan kekanan menikmati setiap sentuhan ku, wajahnya sudah penuh dengan kringat, perlahan aku, menyeka keringat di keningngnya, dia hanya tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih.
Aku kembali melanjutkan kegiatanku, memanjakan kedua buah dadanya yang sudah membesar, memperlakukan keduanya secara adil. Ciumanku semakin turun ke perut ratanya, taklupa meninggalkan beberapa tanda di sana, tangannya yang bebas menjambak –jambak rambut ku yang sudah tak berbentuk lagi karena ulahnya. Hingga sekarang aku sudah berada di area miliknya yang paling sensitive yang masih tertutupi underware berwarna senada dengan branya, perlahan aku melepaskan cdnya, yang ternyata memang sudah sangat basah. Wajahnya berubah memerah ketika aku berhasil melepaskan cdnya dan membuangnya secara sembarangan, membuat aku semakin gemas padanya.
Aku mulai mendekatkan wajah ku di area miliknya yang sudah basah, menenggelamkan wajahku dia antara kedua pahanya. Tubuhnya bergerak tak karuan ketika aku mulai mengecup bagian atasnya, sedikit menghisap kulit terluarnya, sedangkan tanganku yang bebas, tetap aktif memanjakan buah dadanya, membuatnya tak henti – hentinya mendesah memanggil namaku.
“ kyuhh ahhh oppah..” aku semakin intens memanjakan tubuh bagian bawahnya, mengisapnya kuat – kuat, setelah puas ku gunakan 2 jariku untuk memasuknya, mengocoknya , menyentuh titik sensitifnya. Sedangkan bibirku kembali menggulum bibirnya, menciptakan ciuman yang sangat panas, oh tuhan ini benar – benar nikmat.
“ kyuhhh… akhhh aku,..enghhh sudah akhhh ta tahan engkhhh…” aku menatap wajahnya yang sudah kelelahan bercampur dengan nafsu, dengan cepat aku melepaskan jariku dari dalam miliknya, ketika hendak melepaskan celanaku, aku baru sadar bahwa celanaku sudah terlepas hanya menyisakan underware dan milikku yang sudah terasa sesak di dalamnya. Buru – buru aku melepas underware ku, memberikan kebebasan pada milikku.
“ sudah siap sayang?” aku bertanya memastikan kesiapannya.
“ ne, kyuhh..tapi..nghh aku…beluu,,,,mhhh melakukan apahhh-apahh pada little cho.” Dia menujuk miliku yang sudah menegang sempurna.
“ gwaenchana sayang, kali ini biarkan aku yang menservice mu hm..” akumengelus pipinya yang memerah, kemudian memposisikan milik ku di depan miliknya, mengocoknya sebentar, memberinya sedikit rangsangan.
Aku mulai memasuki miliknya yang masih tersa sempit, kedua tangannya mencengkram bahu ku kuat, sedangkan aku terus bekerja keras agar penyatuan tubuh kami berhasil.
“ akhhhh appoyo kyuhhh enghhh…” ringisnya, ini bukan yang pertama tetapi miliknya masih saja sempit.
Aku kembali menggulum bibirnya, mencoba mengalihkan rasa sakitnya, sambil terus berusaha memasukinya dalam sekali hentakan.
Jlebbbbbbbb
Aku berhasil memasukinya dalam sekali hentakan, desahanya terthan oleh mulut ku yang terus menggulum bibirnya, tiada henti.
Aku mendiamkan sejenak milik ku di dalam miliknya, mencoba mengumpulkan lagi tenaga ku yang sudah terkuras setengahnya. Aku melepas tautan bibir kami membiarkan dia menghirup oksigen sebanyak – banyaknya. Kulihat dia menatap kearah langit – langit kamar, entah sedang memikirkan apa, baru saja aku hendak menggerakan tubuhku tiba – tiba dia berteriak keras, kemudian dia mendorong tubuhku hingga aku terjungkal ke lantai.
END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: