I’m Sorry (Sequel of I Wonder If You Hurt Like Me)

0
Author : Jung Soo Hae~~> 중 수 해
Tittle : I’m Sorry –미안해요- (Sequel of I Wonder If You Hurt Like Me)
Type : One Shoot


Main Cast : ~ Cho Kyuhyun
~ Lee Sungmin (Just Voice)
~ Kim Heechul
~ Other


Genre : Hurt/Comfort, Angst
Ratting : T (No NC)
I’m Sorry
–미안해요-
A sequel from
I wonder if you hurt like me
.
.
.

When the morning comes will I be able to see you again?

I’ll love you like the first time we met

No matter how much time passes us
Everyone blesses us
For some reason, your [empty]seat feels so empty
All day i cry
I’m sorry for hurting you
I’m sorry for doing nothing for you
I’m sorry for not forgetting you
I’m sorry, but today
I want to see you one last time

Kyuhyun POV
“Kyu.”
Suara itu..
“Kyu..”
Suara itu lagi..
“Kyuhyun”
Ii.. itu..
“Kau tak mendengarku?”
Suara Sungmin
“ahahaha.. kau benar..”
Eh? tapi.. Sungmin kan.. sudah..
“Jadi kau mau aku pergi?”
Eh.. bukan.. tunggu.. jangan.. jangan pergi..
Jangan..
Jangan tinggalkan aku..
Jangan..
“ahahaha.. aku hanya bercanda”
Eh?
“aku akan tetap di sampingmu, Kyu..”
Benarkah?
“tentu saja, bukankah selama ini aku yang selalu ada untukmu?”
Ah iyah.. tentu saja.. hanya kau..
Hanya kau..
Yang selalu ada untukku..
“tentu saja.. karena aku.. mencintaimu..”
Eh? benarkah?
Tapi..
“Kau meragukan aku?”
Tentu tidak..
Tidak..
Aku.. percaya padamu..
“Baguslah”
Minnie?
“Ya?”
Aku juga..
“Eh?”
Aku juga..
Mencintaimu..
“Aku tahu”
Aku tersenyum.. dia tahu.. dia tahu kalau aku mencintainya..
Minnie ku..
Aku pun memeluk erat Sungmin yang ada di depanku.
.
.
.

I try to catch you, I try to touch your hand

But you take a step back and turn around

I call and call you, shout out and cry
But my tears cannot be heard by you
Come back to me just once
So I can tell you the unfinished words
I love you though
I can’t see you in this world
Hold me, who is like this

0o0o0o0
-Normal POV-
Seorang yeoja cantik paruh baya melangkahkan kakinya ke sebuah kamar yang ada di rumah mewahnya. Seulas senyum menghiasi wajahnya, membuat kecantikannya kembali berbinar di usianya yang tak lagi muda itu. Di sampingnya, ada seorang pelayan yang membawa nampan yang berisi makanan. Nampaknya kedua orang itu akan mengantarkan makanan.
Tok.. tokk.. “Kyu?” ucap Heechul, yeoja cantik itu setelah mengetuk pintu kamar Kyuhyun, anaknya.
Tak ada jawaban.. Heechul pun kembali mengetuk pintu yang terbuat dari kayu jati itu.
Masih tak ada jawaban..
“Kyuhyun ah, eomma masuk, ne?” ucapnya setelah tak juga mendapat jawaban dari dalam..
Krieet.. pintu terbuka.. menampilkan seorang namja yang tengah terduduk di sebuah kursi di dekat jendela kamarnya sembari memeluk sebuah album foto dan memejamkan matanya.. tapi, ada hal yang aneh.. namja itu seperti tengah berbicara.. tapi bukan pada Heechul.. bibir namja itu masih mengucapkan beberapa kata yang tak bisa Heechul dengar..
Tes.. tess.. air mata mengalir begitu saja di pipi yeoja cantik itu ketika melihat anaknya seperti itu lagi..
Lagi?
Ya, karena belakangan ini, Kyuhyun yang tak lain adalah anak semata wayangnya selalu berbicara sendiri sembari memeluk sebuah album foto milik Sungmin, istrinya.
“Kyuhyun ah..” ucap yeoja itu sembari menepuk pelan bahu anaknya.
Kyuhyun membuka matanya dan melihat ke arah sang eomma. Seulas senyum kemudian tampak di wajah tampannya.
“Eomma~” ucapnya riang membuat Heechul ikut tersenyum.
“Eomma bawakan sarapan untuk mu, kau makan dulu, ne?”
Kyuhyun menggelengkan kepalanya membuat kening Heechul mengkerut.
“Simpan saja dulu. Aku mau menunggu Minnie untuk makan bersamaku..” ucap namja itu masih dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya. Sementara Heechul, kembali air mata mengalir di pipi putihnya.
“Tapi.. Kyu.. Minnie.. kan..” Kyuhyun menutup telinganya, pertanda tak mau mendengar perkataan sang Eomma.
“Tidak! Minnie itu masih ada eomma!” ucapnya dengan nada yang mulai meninggi. “Dia selalu bersamaku, dia selalu menemaniku!” ucapnya lagi, kali ini dengan air mata yang sudah berlinang di wajahnya. “Bahkan dia mengatakan kalau dia juga mencintaiku..” ucapnya kali ini dengan nada lirih, membuat air mata Heechul semakin deras.
.
.
.
My tears falling like crazy, at this rate, what am I going to do
I want to live proudly, what to do, my tears keep falling
My tears falling like crazy, at this rate, what am I going to do
I want to live proudly, my tears keep falling like crazy
0o0o0o0
-Heechul POV-
Aku menutup pelan pintu kamar Kyuhyun. Kemudian rasanya tubuhku ambruk..
Sungguh aku tak sanggup melihatnya seperti ini..
Melihatnya berbicara sendiri..
Dan dia bilang bahwa dia sedang berbicara dengan Sungmin..
“Chullie?” Kudengar seseorang memanggil namaku kemudian memelukku erat. Aku menenggelamkan wajahku di dada suamiku.
“Gwaenchana?” tanyanya khawatir dan aku menggelengkan kepalaku. Tidak Hannie.. aku tidak sedang baik-baik saja. Bagaimana bisa melihat anak mu seperti itu aku masih bisa baik-baik saja?
“Apa dia berbicara pada Sungmin lagi?” tanyanya dan kini aku menganggukkan kepalaku.
Ku dengar dia menghela nafasnya.
“Apa sebaiknya kita bawa dia ke psikiater?” tanyanya dan aku langsung memberikan tatapan tajamku padanya.
Kembali dia menghembuskan nafas panjang. “Ayolah Chullie, ini demi kebaikannya” bujuknya.
“hiks.. kau pikir hiks.. anak kita gila?” tanya ku masih dengan tatapan tajam yang kuarahkan padanya.
“Tapi Chullie, kita tak bisa membiarkannnya terus begini. Ini juga demi kebaikannya” bujuknya padaku.
Tidak Hannie..
Anakku tidak gila..
.
.
.
A woman loves you.
The woman loves you wholeheartedly.
She follows you around like a shadow every day.
She smiles but is actually crying.
That woman is very shy
So she learnt how to smile
Her heart is so full of tear,
She can’t even share her story with
her best friend
That’s why, that woman
loved you
Cause you were so like her
another fool.
0o0o0o0
Aku letakkan bunga tulip putih di makam menantu dan cucuku. Ya, sekarang aku sedang berada di pemakaman. Tepatnya di makam Sungmin dan Minhyun, menantu dan cucuku.
Tragis rasanya ketika memori tentang keduanya kembali terulang di otakku.
Sungmin adalah sahabat dekat Kyuhyun, orang yang sangat mengerti Kyuhyun lebih dari aku. Aku pikir Kyuhyun dan Sungmin saling mencintai satu sama lain. Ternyata aku salah.. salah besar. Kyuhyun ternyata hanya menganggap Sungmin sekedar sahabat dan orang yang dicintainya adalah Sungsoon, saudara kembar Sungmin.
Suatu hari, Sungmin dan kedua orang tuanya datang padaku dan suamiku. Mengatakan bahwa Sungmin telah mengandung dua bulan dan anak yang dikandungnya adalah anak dari Kyuhyun. Meskipun kecewa karena mereka telah melakukan hal itu diluar nikah, tapi disisi lain aku merasa senang. Karena dulu kupikir berarti keduanya memang saling mencintai. Dan disitulah semua berawal, saat Kyuhyun menolak mentah-mentah untuk dinikahkan dengan Sungmin. Saat itu dia mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mencintai Sungmin. Dan saat itu lah dia mengatakan bahwa sebenarnya yang dicintainya hanya Sungsoon, Kim Sungsoon, saudara kembar Sungmin yang terpaut 4 menit dengannya. Kulihat ekspresi Sungmin saat itu sangat terluka. Dia bahkan mengatakan tidak apa-apa jika Kyuhyun tidak mau menikahinya, kemudian dia lari, entah kemana. Kangin yang memang berwatak keras menghajar anakku, sementara aku dan Hangeng tak menyalahkan aksinya itu. Kami mengerti, jika kami ada di posisi mereka pun pasti kami akan melakukan hal yang sama.
Malamnya, Sungmin dapat ditemukan dalam keadaan yang tak bisa disebut baik-baik saja. Karena dia ditemukan hendak bunuh diri di jembatan Mapo, yang terkenal sebagai tempat bunuh diri paling banyak di Korea Selatan. Untunglah pihak kepolisian kebetulan sedang mengadakan pemeriksaan disana, mengingat angka bunuh diri di jembatan itu meningkat.
Sungguh aku tak mengira anak sepolos dan sebaik Sungmin bahkan berpikiran untuk bunuh diri dan aku pun merasa bersalah, karena anakku, dia bahkan hendak mengakhiri hidupnya sendiri. Melihat Sungmin yang begitu terpukul dengan kenyataan Kyuhyun tak mau menikahinya, aku dan Hangeng berusaha untuk membujuk Kyuhyun agar mau menikahinya, dan akhirnya dia menyetujuinya dengan syarat dia tak akan mau menyentuh Sungmin, dan hanya mengundang beberapa orang penting saja, dengan terpaksa kami menyetujui syarat itu.
Di hari pernikahan mereka pun, tak ada ekspresi yang berarti dari Kyuhyun maupun Sungmin. Aku melihat Kyuhyun yang terus-terusan menatap tajam ke arah Sungmin dan begitu pula Sungsoon. Ada apa ini? kenapa bahkan saudara kembarnya pun bersikap seperti itu? sungguh aku tak mengerti. Disisi lain aku begitu merasa bersalah pada Sungmin, karena aku lah yang memaksa Kyuhyun menikahinya. Tapi pernikahan itu tak menyiratkan kebahagiaan sedikitpun. Sungmin ah, mianhae..
Setelah menikah Sungmin ku paksa tinggal denganku karena aku tak bisa membayangkan bagaimana dia dan Kyuhyun jika harus tinggal berdua. Dan seperti yang kuduga, mereka bahkan tidur terpisah dan sering sekali aku melihat Sungmin yang menangis sendirian bahkan sampai tertidur. Sungguh keadaannya sangat mengkhawatirkan baik bagi Sungmin atau pun janin yang dikandungnya, bahkan aku sering menemukannya berusaha menghabisi dirinya sendiri dia bahkan sama sekali tidak memperhatikan kehamilannya, dia tak pernah memeriksakan kandungannya, atau pun sekedar meminum multivitamin bagi ibu hamil pun tak dilakukannya. aku benar-benar khawatir saat itu..
Sungmin ah, begitu tersiksakah dirimu? Maafkan eomma yang tak bisa berbuat apa-apa untuk mu dan malah menjebloskanmu ke neraka dunia.
Suatu pagi, tak kutemukan Sungmin dimanapun. Aku begitu khawatir, aku cemas dan kutemukan ponselnya terjatuh di dekat meja makan, alangkah kagetnya aku saat itu karena yang nampak dari ponsel itu adalah foto Kyuhyun yang sedang berciuman panas dengan Sungsoon. Panik, aku langsung menghubungi Teuki, Kangin dan Hangeng.. juga Kyuhyun.
Akhirnya, aku mendapat telephone bahwa Sungmin terserempet mobil dan si pelakunya lah yang mengantarkannya ke rumah sakit.
Saat itu, aku dan Hangeng berbicara dengan Kyuhyun. Aku sudah tak kuat melihat penderitaan Sungmin dan parahnya Kyuhyun hanya mengatakan sama sekali tidak perduli dengan keadaan Sungmin ataupun bayinya. Saat itu aku yang menghajarnya, sama sekali tak kubayangkan aku membesarkan seorang bajingan seperti dia. aku katakan semua penderitaan Sungmin dan semua usahanya untuk menghabisi dirinya sendiri. Aku katakan semua pemikiranku tentang semua yang terjadi pada Sungmin, termasuk ketika Kyuhyun mabuk dan menghubungi Sungmin hingga akhirnya mereka melakukan hal ‘itu’.
Kyuhyun masih menyanggah mengatakan bahwa Sungmin lah yang menjebaknya, aku benar-benar tak mengeti dengan pemikiran anakku sendiri. Mana mungkin orang seperti Sungmin bisa melakukan hal itu untuk mendapatkan dia? Sungguh tak mungkin.
Dan kembali, Sungmin diberitakan kabur dari rumah sakit. Kami berpencar mencarinya, kecuali Kyuhyun dan Sungsoon. Aku benar-benar heran dengan yeoja itu. padahal adiknya sedang hamil dan melarikan diri tapi dia malah santai dan tampak tak perduli sama sekali. karena aku penasaran, aku pun mengajaknya bicara dan akhirnya dia mengakui bahwa sebenarnya dia juga mencintai Kyuhyun dan merasa Sungmin sudah merampas Kyuhyun darinya. Aku benar-benar terkejut saat itu, bagaimana mungkin dia menganggap Sungmin merampas Kyuhyun? Padahal dia sendiri yang menolak Kyuhyun? Sungguh tak masuk akal.
Dan aku mengirimkan rekaman pembicaraanku dengan Sungsoon pada Kyuhyun. Masa bodoh dia mau percaya atau tidak, yang penting aku telah memberitahu anakku apa yang sebenarnya terjadi.
Suatu hari, Leeteuk megatakan bahwa Kyuhyun datang ke rumahnya dan memaksa ingin masuk ke kamar Sungmin. Aku tak mengerti apa yang dilakukannya disana. Tapi setelah hari itu, dia tampak mencemaskan Sungmin. Dia bahkan ikut mencari Sungmin. Apakah Kyuhyun sudah sadar? Ku harap iya. Karena aku senang dengan perubahannya itu.
Tak lama kemudian, aku berhasil menemukan Sungmin di Busan, ternyata dia tinggal dengan sepasang suami istri yang sudah menganggap Sungmin seperti anak mereka sendiri. Dan kulihat Sungmin tampak lebih baik, syukurlah.
Beberapa hari setelah itu, aku dan Leeteuk memaksa Sungmin untuk memeriksakan kandungannya. Dan alangkah kagetnya kami ketika dokter mengatakan bahwa cucuku memiliki kelainan di jantungnya. Sungmin tampak terpukul saat itu dan dia memilih diam di kamarnya. Hingga saat malam hari, kudengar teriakan panik dari Kyuhyun, saat aku hendak menghampirinya, ku temukan Kyuhyun yang tengah mengangkat tubuh Sungmin yang sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir deras dari pergelangan tangannya dan Kyuhyun segera membawanya ke Seoul Hospital.
Disana, Sungmin harus menjalani operasi caesar dan untunglah keduanya selamat. Dokter berbicara dengan Kyuhyun dan mengatakan bahwa Minhyun -nama yang Kyuhyun berikan untuk cucuku- mengalami kelainan di jantungnya dan harus dilakukan operasi segera. Sungguh tak terbayangkan olehku, cucuku yang baru saja lahir itu harus menjalani operasi yang membelah dadanya. Saat itu kulihat Kyuhyun berbicara pada Sungmin yang masih tak sadarkan diri sembari menangis pilu. Dia menggumamkan permintaan maafnya pada Sungmin. Aku tahu, Kyuhyun pun pasti merasa terpukul dengan kejadian ini, dia pasti merasa bersalah karena dia juga lah yang membuat Sungmin dan anaknya menderita seperti ini.
Sejak hari itu, Kyuhyun terus-terusan bolak balik menjaga Sungmin dan Minhyun. Aku tersenyum melihatnya yang sudah seperti Kyuhyunku yang biasanya. Suatu hari ketika Sungmin sadar dan memaksa ingin melihat Minhyun, dia hampir terjatuh dan Kyuhyun yang baru saja datang, hendak menolongnya tapi tangannya ditepis oleh Sungmin dan Sungmin malah mengusirnya dan mengatakan tak mau lagi bertemu dengannya. Kulihat, meski sekilas, Kyuhyun menangis..
Kyuhyun, meski diusir berapa kali pun oleh Sungmin dia masih menjaga Sungmin, walaupun dari kejauhan, tak lupa dia juga menjaga Minhyun. Hingga suatu hari.. di hari itu.. kulihat Kyuhyun dan Hangeng berlari menghampiriku dan Sungmin yang tengah menunggu dokter Park, dan setelah itu, dokter mengatakan bahwa cucuku sudah tak bisa di tolong lagi. Kulihat Sungmin berteriak dan menuduh Kyuhyun telah membunuh cucuku. Tak lama, kulihat Sungmin tak sadarkan diri. Kyuhyun segera berlari menghampirinya, namun para dokter dan perawat menyuruhnya untuk menunggu aku dan Hangeng menghampiri Kyuhyun yang tengah menangis melihat Sungmin yang kini tengah dikerubungi oleh para dokter dan perawat.
“AF! AFF! RJP SEGERA! SIAPKAN MESIN DEFIB!” saat itu, dokter segera menekan-nekan dada Sungmin, berusaha menolong menantuku itu. kudengar tangis Kyuhyun semakin menjadi.
“VT!VT! DEFIB 120 JOULE!” kembali terdengar teriakan-teriakan dari dokter dan perawat..
“SEMUA CLEAR!” kulihat di dada Sungmin dipasang mesin yang disebut defibrilator tadi.
“TAK ADA RESPON!”
“RJP! AMIODARON!”
“TAK ADA RESPON, DOK!”
“DEFIB 360 JOULE!”
“ASISTOL!”
“ADRENALIN!”
“TAK ADA RESPON!”
Masih terngiang teriakan dokter dan perawat-perawat itu, tapi sayang..
Menantuku tak juga tertolong, Kyuhyun langsung menghambur memeluk Sungmin dan tangisnya terdengar sangat pilu saat itu.
Aku menyeka air mataku yang kembali mengalir membasahi pipiku. Lalu kuusap batu nisan yang bertuliskan Cho Sungmin itu.
“Sungmin ah, kau tahu? sekarang Kyuhyun di rawat di Rumah Sakit Jiwa” aku menghirup nafas panjang, berusaha menetralkan perasaanku.
“Dua hari yang lalu, dia mengamuk dan merusak semua barang yang ada di kamar kalian. Eomma.. eomma.. hiks.. Eomma tak punya pilihan lain selain menghubungi rumah sakit jiwa.. hiks.. dan dokter mengatakan.. mengatakan kalau.. hiks.. kalau Kyuhyun.. mengalami Halusinasi dan.. dan hiks.. dia.. harus dirawat.. hiks.. di.. hiks.. rumah sakit jiwa..”
Aku kembali menangis, kenapa.. kenapa kisah kalian harus seperti ini? kenapa malah jadi begini?
.
.
.
There’s alot of things I feel sorry for, but there’s alot of things I couldn’t say
For you who has turned away right now, I can only give tears
Truthfully, i’m so upset, I don’t even know the reason
To why I have to seperate with you
I’m so upset
So please don’t
Leave me, don’t go, you don’t have to love me
I will just love you myself
0o0o0o0
Kyuhyun POV
“Kau pembunuh!”
Tidak Sungminnie, aku bukan pembunuh..
“Kau yang menyebabkan anakku meninggal! Kau pembunuh Kyu.. kau pembunuh! Kau juga harus mati!”
Tidak! Tidak Minnie.. aku bukan pembunuh..
Aku tidak membunuh Minhyun..
Bukan aku..
Aku bukan pembunuh..
“Anakku meninggal gara-gara kau, Kyu! Kau yang membunuhnya!”
Tidak..
Kumohon jangan seperti itu Minnie..
Bukan aku…
Bukan aku yang membunuh anak kita..
“Apa kau puas sekarang, Kyu? Setelah membunuh anakku?”
Tidak Minnie..
Sudah kuucapkan berulang kali, bukan aku yang membunuh anak kita..
Aku tidak pernah bermaksud untuk membunuhnya..
Aku menyayangi anak kita..
“Tidak, kau tak pernah menyayanginya Kyu. Kau membencinya, sama seperti kau membenciku, kan?”
Tidak..
Aku menyayangi kalian..
Aku mencintai mu, Minnie..
“Tapi sekarang aku membenci mu, Kyu.. sangat..”
Tidak Minnie..
Kumohon jangan seperti itu..
Jangan membenciku..
“Selamat tinggal, Cho Kyuhyun..”
Jangan..
Jangan pergi..
Aku mohon, Minnie..
Jangan tinggalkan aku!
Jangan pergi..
“Aku benci appa!”
Minhyun?
Tidak, kau tak boleh membenci appa sayang..
“Appa tak sayang aku dan eomma.. aku benci appa..”
Tidak sayang..
Appa sayang Minhyun dan eomma
“Appa jahat! Aku benci appa..”
Tidak!
Minhyun!
Tunggu!
Jangan tinggalkan appa!
Kembali!
Kembali!
Kumohon!
“hahahaha.. kau puas sekarang, tuan Cho yang terhormat?”
Siapa? Siapa kau?
“Kau tak mengenalku?”
“Aigoo.. kau terlalu sibuk dengan pemikiran bodohmu, hingga kau bahkan tak mengenal aku..”
SIAPA KAU?
“Aku adalah orang yang akan menguasai tubuhmu!”
Tidak!
Pergi!
Pergi!
“ahahaha.. kau ini sesudah membuat istri dan anakmu meninggal, bahkan kau sekarang berani mengusirku? Bagus sekali kelakuanmu, tuan Cho”
Tidak!
Bukan aku!
Bukan aku yang membuat mereka meninggal!
“Lalu kau pikir siapa yang membuat mereka meninggal? Ibumu? Ayahmu? Kau penyebabnya! Kau pelaku nya! Kau yang membunuh mereka!”
Diam!
Bukan aku!
Pergi!
Pergi!
“Aku tidak akan pergi sebelum kau mati, Cho Kyuhyun!”
Tidak!
Pergi!
“ahahaha.. picik sekali kau, Cho Kyuhyun. Kau mau istri dan anakmu menerima permintaan maafmu?”
Tentu saja!
“Pergi temui mereka, dan bunuh dirimu dihadapan mereka..”
Apa dengan cara itu mereka bisa memaafkanku?
“ahahaha.. tentu saja.. percaya padaku..”
Baiklah, berarti aku harus pergi dari sini..
“Ya, benar! itulah yang harus kau lakukan.. hahahahaha”
.
.
.
-Normal POV-
Bunyi sirine terdengar berbunyi kencang memekakkan telinga di dua pertiga malam itu..
“Perhatian! Pasien Cho Kyuhyun dari ruang rawat akut telah kabur! Harap semua siaga! Sekali lagi, Pasien Cho Kyuhyun dari ruang rawat akut telah kabur! Harap semua siaga!”
Tampak seorang namja tengah berlari mengendap-endap melewati pagar rumah sakit jiwa itu. Setelah berhasil keluar dari pagar rumah sakit jiwa, namja itu terus berlari sembari mengantongi sebilah pisau di saku celananya.
“Sungmin! Aku harus bertemu Sungmin!” ucap namja itu masih berlari menuju ke suatu tempat.
.
.
.
“Apa? Kyuhyun kabur?” ucap seorang namja paruh baya, kaget dengan apa yang didengarnya melalui telephone itu.
“Ne, saya akan berusaha membantu mencarinya” ucap namja itu kemudian menutup telephone.
“Ada apa, Hannie?” tanya Heechul pada Hangeng, suaminya.
“Kyuhyun kabur, aku akan membantu mencarinya di sekitar sini. Kau diam di rumah, ne?” ucap nya lembut pada sang istri.
“Andwae.. aku tak mau. Aku ingin ikut mencarinya juga” ucap Heechul keras kepala.
“Tapi Chullie, bagaimana kalau dia nanti datang kemari?”
“Tidak, dia tak mungkin datang ke mari, kurasa dia pasti datang ke sana..” ucap Heechul membuat Hangeng mengkerutkan alisnya.
.
.
.
“Minnie.. Minnie ini aku.. aku datang..” ucap seorang namja sembari mengusap batu nisan yang bertuliskan Cho Sungmin itu.
“Minhyun.. appa datang, sayang..” ucapnya lagi sembari mengelus gundukan tanah yang ada di samping kanannya.
“Bangun! Kalian harus bangun dan bicara padaku!” ucap namja itu dengan nada yang mulai meninggi.
“hahaha.. kau bodoh! Mereka sudah mati!” ucap sebuah suara yang hanya didengar Kyuhyun.
“Tidak! Mereka tidak mati! Mereka hanya tertidur!”
“Mereka sudah mati, Cho Kyuhyun pabo! Dan itu semua gara-gara kau!” ucap suara itu lagi. Kyuhyun menutup telinganya, agar suara itu tak mengganggunya.
“Bodoh! Kau memang bodoh! Mati saja kau!”
“Tidak! Tidak!” ucap Kyuhyun sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Bukankah kau mau meminta maaf pada anak dan istrimu?”
“Iya, tentu saja”
“Matilah! Bunuh diri mu sendiri! Dan susul mereka!” ucap suara itu lagi
Kyuhyun termenung.. haruskah? Dia menghabisi dirinya sendiri?
“hahahaha.. kau bahkan tak berani melakukannya, kau benar-benar bodoh!”
“DIAM!” teriak Kyuhyun, kemudian dia mengambil pisau yang tadi di bawanya dari dapur Rumah Sakit Jiwa itu.
Namja itu kemudian mengacungkan pisau itu dan berniat mengarahkan pisau tajam itu pada perutnya.
“ANDWAE! JANGAN KYUHYUUN!”teriak sebuah suara membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada sumber suara itu.
“Kyu.. ini appa.. jangan lakukan itu, nak..” bujuk Hangeng sembari mendekat ke arah anak semata wayangnya itu.
“Appa.. Minnie dan Minhyun membenciku.. appa.. eomma..” ucap Kyuhyun lirih dengan air mata yang membanjiri pipinya. Heechul yang berada di belakang suaminya beringsut ke tanah melihat anak semata wayangnya yang hendak membunuh dirinya sendiri.
“Tidak Kyu, Minnie dan Minhyun tidak membenci mu..”
“Bohong! Apa yang dikatakan orang tuamu semua bohong! Istri dan anakmu sangat membencimu.. mereka bahkan meninggalkanmu karena mereka membencimu!” ucap suara itu lagi, Kyuhyun mengangguk.
“Appa bohong! Aku akan menyusul Minhyun dan Minnie.. selamat tinggal, appa.. eomma..”
“Bagus.. matilah kau! Bunuh diri mu sendiri! Matilah kau, Cho Kyuhyun!” ucap suara itu lagi dan tanpa ragu Kyuhyun pun menghujamkan pisau tajam itu tepat di perutnya..
“ANDWAE!” teriak Heechul dan Hangeng berbarengan..
Kyuhyun terjatuh ke tanah dan dari mulut dan Perutnya keluar darah merah segar yang mengalir deras.
“Mianhae.. Minnie.. Minhyun..” ucap Kyuhyun lemah sebelum akhirnya menutup matanya.
“Kyuhyun!” teriak Heechul pilu sembari memeluk anak semata wayangnya.
.
.
.
Seorang yeoja paruh baya tengah berada di salah satu kamar yang ada di rumahnya. Dia mengamati semua barang yang ada disana..
Pandangannya berhenti di sebuah album foto yang dulu sering dipeluk dan diajak bicara oleh anak semata wayangnya.
Penasaran.. yeoja itu mun mengambil album foto itu..
Sebuah senyum terukir di wajahnya ketika iris coklatnya menangkap sebuah gambar kelinci putih yang ada di cover album foto tersebut..
Jari-jari lentiknya pun akhirnya membuka halaman perhalaman album tersebut..
Kening yeoja tersebut mengkerut, pasalnya dalam album itu semua adalah foto-foto dari anak semata wayangnya.
Ya, semua objek dalam album itu tak lain dan tak bukan adalah Kyuhyun.
Mulai dari Kyuhyun ketika masih kecil, hingga Kyuhyun yang sudah menjadi mahasiswa.
Tapi, nampaknya foto-foto itu diambil secara diam-diam karena sang objek foto sama sekali tidak sadar kamera.
Ditengah halaman album foto tersebut, terselip sebuah surat dengan tulisan tangan yang rapih..
Sebuah senyum kembali menghiasi paras cantik yeoja itu.
Kemudian, diakhir halaman, kembali yeoja itu menemukan sebuah surat dengan tulisan tangan yang sama dengan surat yang berada di tengah halaman tadi..
Senyuman kembali terukir di paras cantiknya.
Inikah yang membuat anaknya berubah?
Jari-jari lentiknya kemudian mengelus sebuah foto yang ada di akhir halaman album itu, tepat disamping surat terakhir tadi..
Itu adalah foto pernikahan Sungmin dan Kyuhyun.
“Kyuhyun ah.. baik-baik disana, ne? Jaga Minnie dan Minhyun” ucap yeoja itu dengan air mata yang berlinang di pipinya. Kemudian dia memeluk album foto itu erat.
0o0o0o0o

Cho Kyuhyun..

We, met for the first time years ago and then I fell in love at first sight

Kyu, wherever you go, I stand by your side like a shadow
Now and then, there are so many many things to prove my love for you
Even when I’m hurt, even when I fall, you’re the only one remaining by my side
Let’s never break up
I really love you
The one who I choose is only you
Even to my tears, even to my little smiles.. Do you know?
That it all came from you
Don’t say such things like you’ve gotten old already because I make you worry so much
No matter how I look at it, for me, there is no one in this world that is as wonderfull as you are (don’t even say such things)
I don’t know why you keep staying with me.
And also I’m sorry because I am not enough for you
But still try to believe. I will I will do well
Even if it seems the words ‘There is no one but you’ looks so obvious , how do I show you my heart?
Even though we fight, even when we say we hate (each other) to death, doesn’t your heart know already?
Those days of only beautiful things, seeing together only the good things about us, eating together, having fun together, crying together and laughing together
Thank you for believing in me that i won’t fall and for standing by my side. Really thank you
I will always thank you and love you

0o0o0o0o

Cho Kyuhyun..

A woman loves you. The woman loves you wholeheartedly.

She follows you around like a shadow every day.
She smiles but is actually crying.
How much longer do I just have to look at you, alone.
This love that came like wind, This love that is like a shit,
If I continue this, will you love me?
Just come a little nearer
just a little bit. Please don’t step back
I, the one who loves you, is still next to you.
That woman is crying.
That woman is very shy, so she learnt how to smile
Her heart is so full of tear, She can’t even share her story with her best friend
That’s why, that woman loved you
Cause you were so like her
another fool. Yet another fool
Please give me a hug before you leave me
I want to be loved, dear. That’s all I wanted
She shouts, just in her heart, just in her heart.
No one can hear her, but that woman is still next you
Do you know that I am that woman? You don’t do you?
Because you are just a fool.
how much
how much longer
Do I have to love you like this
This love that is like a fool
This love that is like a shit
would you love me?
That woman, who loves you
Is still next you
and she is still crying.

0o0o0o0o
~End~

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: