I Love You, Good bye [Part 2]

0
Title : I Love You, Good bye [Part 2]
Author : RR5
Genre : Romance, NC21
Length : Part 2/3
Cast :
Park Jiyeon TARA
Lee Chang Sun a.k.a Lee Joon MBLAQ
Qri TARA
Kim Jonghyun a.k.a JR NUEST
================================================================
-Jiyeon POV-
Perkenalkan namaku Park Jiyeon aku baru saja masuk kesebuah sekolah menengah atas, sekolah yang ku damba dambakan dan aku berhasil berada disini. Aku hanya tinggal bersama ibuku, ayahku meninggal beberapa hari setelah ku lahirkan karena kecelakan kereta yang ditumpangi ayahku. Ah sudah lupakan saja kejadian itu aku tidak sangup untuk mengingatnya terlalu sakit.
Hari ini hari pertama aku masuk kesekolah ini, sebenarnya bukan hanya karena sekolah ini adalah salah satu sekolah unggulan disini namun juga ada seseorang yang aku sangat kagumi sejak dulu Kim Jong Hyun namanya. Seorang yang sangat tampan dan baik dimataku.
“Jonghyun-ah kau masuk disekolah ini juga?” saat aku lihat Jonghyun datang aku langsung menyapanya dan berbasa basi
“Hey Ji, ne kalau tidak kenapa aku disini sekarang. Wah tidak ku sangka jika kau memilih sekolah ini juga. Padahal kau bisa memilih sekolah yang lebih bagus lagi bukan?”
“Tidak menurutku ini sekolah yang cukup baik, aku sangat senang bisa berada disini, jadi kelas mu dimana?”
“Aku di X-1 kau?”
“Kita sekelas Jonghyun wah pasti sangat menyenangkan, kau tau kelas X-1 ada dimana?”
“Ani, kau lihat sendiri aku baru saja sampai”
Aku cukup lama berkeliling sekolah bersama Jonghyun, mungkin ini pengalaman pertamaku menghabisakan waktu bersama Jonghyun. beruntung sekali aku hari ini
BRUK~
aku menabrak seseorang tapi sebelum aku terjatuh sepenuhnya Jonghyun dengan sigap memeluku agar aku tidak jatuh
“Mianhae,aku tidak sengaja”
“Lain kali jika berjalan gunakan matamu dan otakmu, perhatikan jalan dan jangan melamun” ucap seseorang yang tidak ku ketahui namanya itu tapi ku yakin dia pasti sunbae disini karena dia mengunakan pin yang nenandakan dia seorang panitia pembimbing murid baru
“Maafkan teman ku ini sunbae, kami hanya sedang mencari kelas.” Ucap Jonghyun membelaku, betapa baiknya dia
“Kelas berapa?”
“X-1”
“Kebetulan kalian berdua ikuti aku, aku yang akan menjadi mentor kelas kalian”
Aish meyebalkan sekali dia. Lihat gayanya, berantakan. Kenapa aku harus mendapat mentor seperti dia sih !?
“Masuklah, kau tidak akan selamanya berdiri disana kan ?” Tanya mentor itu ketus.
“Ne” akupun masuk ke kelas itu.
“Jiyeon ah kau kenapa ? Ada yang salah ?” Tanya Jonghyun.
“Anio Jonghyun. Aku hanya tidak suka dengan mentor kita itu”
“Jangan dihiraukan ada aku disini, jika dia bertindak semena mena dengan mu, kau bilang saja padaku aku akan membuat pelajaran terhadapnya.”
“SEMUANYA JANGAN RIBUT SAYA ADALAH MENTOR KALIAN DIKELAS INI, nama ku Lee Chang Sun kaliam bisa memanggilku Lee Joon. selain sebagai mentor kalian, saya juga ketua panitia penyambutan murid baru sekedar tambahan informasi saya bukan orang yang pemarah tapi saya akan bertindak tegas jika ada seseorang dari kalian melangar peraturan”
Apa-apaan dia begitu pemarah dibilang bukan orang yang mudah marah ih menyebalkan.
“Jangan menggerutu terus Ji, hanya sebentar dia akan menjadi mentor kita” Jonghyun mengusap rambutku membuatku tersipu malu
“Hey, pipimu merah kkk”
Aish kenapa harus seperti ini !? Aish kau benar-benar memalukan Park Jiyeon.
================================================================
-Jiyeon POV-
“Ya kamu. kenapa masih diam saja !? cepat ambil sapu dan kerjakan yang benar, pabo”
aku mengambil sapu sedari tadi sunbae menyebalkan itu menjelaskan tugas awal kami sebagai murid baru yaitu membersihkan kelas setelah itu kami semua harus berkumpul di ruang audiovisual untuk diberikan pejelasan mengenai sekolah ini.
“Hey kau lagi wanita ceroboh jangan melamun terus, sudah ku bilang kerjakan yang benar. Pantas saja kau menabrakku tadi, ternyata hobimu itu melamun. Pabo”
“Yak sunbae menyebalkan, kau pikir kau ini siapa hah !? Menyuruhku mengerjakan semuanya. Aku ini murid disini, bukan permbantu. Kalau kau tidak suka caraku mengerjakannya,kenapa kau kerjakan saja sendiri” aku membanting sapu yang aku pegang ke arahnya.
“Yak kau anak baru, berani sekali kau. Jangan berani-berani melawanku. Cepat kerjakan”
“Aish lee chang sun jelek” aku menginjak kakinya lalu kabur secepat mungkin mengajak Jonghyun keluar.
“Akh yak anak baru”
================================================================
-Jiyeon POV-
“Ya Jiyeon-ah kau lihat yeoja yang disana ?” Ucap Jonghyun sambil menunjuk ke arah yeoja sebrang lapangan.
“Ne, wae ?”
“Dia sangat cantik. Mau bertaruh denganku ?”
“Bertaruh apa ?”
“Jika aku bisa mendapatkannya dalam waktu satu minggu, kau harus mencuci jacketku ini dan meneraktirku makan. Jika tidak aku akan membelikanmu sekantung coklat dan menuruti semua permintaanmu. Setuju ??”
“Bagaimana bisa kau bertaruh soal yeoja denganku ?” Tanyaku datar.
“Haha jangan terlalu serius begitu bagaimana?”
hmm setelah ku berbikir sejenak, tidak mungkin yeoja secantik dia akan menerima Jonghyun apa lagi sepertinya yeoja itu adalah salah satu senior kita dan jika Jonghyun berhasil makan yeoja itu tidak akan betah jika harus bersamanya lebih dari sebulan. Jika nanti Jonghyun kalah aku bisa meminta apapun yang aku mau dan aku akan meminta ia menjadi namjachiguku hm
“Aku setuju, aku bisa meminta apapun kan jika kau tidak berhasil mendapatkannya? eh tapi kau harus mendapatkannya dalam waktu satu minggu dan bersamanya selama satu bulan”
“Hm Ne, lihat hasil kerja ku satu minggu lagi ya” ucapnya mencubit pipiku dan mengacak rambutku pelan
================================================================
-Jonghyun POV-
Tak ku sangka semudah itu mendapatkan Qri yang notabenya adalah salah satu dari sunbaeku yang cukup terkenal disekolah. Ku kira dia akan jual mahal ternyata dengan sedikit merayu dan mengajaknya menonton aku bisa diterimanya, dan hari ini hari terakhir tepat sebulan dari hari aku diterima olehnya.
Aku mengajaknya pergi kesebuah bar, aku berencana memutuskan hubunganku disini. Karena jika dia depresi aku dengan mudah bilang jika dia sedang mabuk dan lari darinya.
Tapi penampilan dia hari ini sangat menarik mengunakan mini dress dari kulit berwarna hitam cukup ketat hingga membentuk tubuhnya dengan retsleting dari ujung ke ujung dibagian belakangnya, akh ini membuatku sedikit frustasi melihat bentuk tubuhnya yang sangat menggoda dan apa mungkin aku bisa menyia nyiakan kesempatan ini.
“Qri, mau bertaruh denganku?”
“Bertaruh apa?”
“Kita banyak banyakan minum, siapa yang kalah harus membayar seluruh tagihannya” aku yakin Qri tidak sepandai aku untuk meminum minuman beralkohol.
“Aku terima tantanganmu Jonghyun”
Qri menenggak gelas pertamanya dengan mudah begitu pula yang kedua, ketiga dan keempat namun tidak ada kata sadar lagi untuk gelas yang kelima. Gotcha dia mabuk. Aku langsung mengambil beberapa lembar uang untuk membayar tagihan dan membawa Qri kedalam mobil. Melajukan mobilku sampai ku kira ini tempat yang cukup aman. Aku membuka retsletingnya dengan cepat
“Akh Jonghyun dingin”
“Tidak akan dingin sebentar lagi sabar lah sebentar” aku langsung menciumnya kasar, sangat kasar, meremas keras kedua gundukan yang tidak tertutupi sehelai benangpun itu. Aku sudah sangat tidak sabar untuk melakukan lebih.
Aku memilin kedua nips nya. Qri hanya bisa mendesah tertahan dan menahan tengkukku agar melakukan lebih. Aku turun menciumi leher jenjangnya mengecup dan membuat beberapa tanda keunguan disana. Kurasa ini akan menjadi malam perpisahan yang sangat menyenangkan.
“Akhhh” pekikku karena kaget dan nikmat dengan perlakuan Qri yang meremas milikiku cukup kuat
“Kurasa kau sudah tidak sabar lagi, begitu juga aku Jonghyun” ucap Qri membuatku semakin bersemangat
Tok tok tok~
aku refleks melihat kearah kaca jendela dibelakangku. Betapa kagetnya aku begitu aku mengetahui itu Jiyeon. Apa yang sedang dia lakukan ditengah malam seperti ini. Aku menutupi tubuh Qri menggunakan jaket ku dan segera aku membuka pintu dan keluar.
“Ji Jiyeon apa yang kau lakukan malam malam seperti ini, dijalanan sepi seperti ini?”
“Harusnya aku yang menanyakan itu padamu Jonghyun, ku kira kau adalah anak yang baik tapi ternyata aku salah” ketus Jiyeon
“Aapa maksudmu Ji?”
“Kau kira aku tidak melihat apa yang kau lakukan didalam dengan senior murahan itu? Aku benci pada mu, aku salah menyukai orang, aku benci” Jiyeon berbicara sambil memukul mukul ku tak karuan, mengeluarkan air matanya dan berlari meninggalkanku yang masih shok mendengar pengakuannya tadi.
“Dia menyukaiku ? ck yeoja cengeng itu berani menyukaiku ? aaahh tahu begitu, aku lebih baik menjadikannya ‘makananku’ daripada sunbae ini. Tapi, bukankah dia tidak boleh berhubungan intim karena penyakitnya itu ? Aaah aku lupa soal itu. Dasar aneh” pikirku.
“Ck sudahlah, nikmati saja makananmu sekarang Kim Jonghyun. Jangan pikirkan yeoja cengeng itu”
Akupun kembali masuk kedalam mobilku dan melihat Qri noona yang menatapku bingung.
“Maaf ada gangguan sedikit”
“Tidak apa. Otte ? mau dilanjutkan ?” tanyanya menawarkan diri.
Tanpa berfikir panjang, aku langsung mendekatinya lalu mencium dan melumat bibirnya kasar. Tanganku tidak tinggal diam dan langsung masuk kedalam mini dressnya, meraba pahanya yang mulus putih lalu mengusap perlahan miss V nya yang masih tertutup oleh celana dalamnya.
“hhhh” desahnya melepas ciuman kami. Dia menjepit tanganku.
“wae ?” tanyaku sambil mengecup bibirnya.
“Jangan terlalu lama menggodaku Jonghyun” dia memegang tanganku dan menuntunnya untuk memasukkannya ke miss V nya.
“Sabarlah. Kita nikmati permainan ini noona” seringai ku.
Aku melepaskan mini dressnya lalu aku menurunkan badanku sampai wajahku menghadap ke miss V nya. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke miss V nya, menghirup aroma miss V nya.
“Sepertinya sangat manis” aku menciumi, lalu menggigit-gigit pelan miss V nya.
“Aaaahh… hhhh” lenguhnya sambil meremas pelan rambutku.
Miss V nya sudah cukup basah. Aku menghisap miss V nya yang masih tertutup celana dalam.
“oooohh…enghhhh”
Desahannya membuatku semakin ingin ‘memakannya’. Langsung aku buka celana dalamya dan terlihatlah miss V nya yang agak kemerahan. Aku langsung menjilati, menghisap miss V nya.
“ouhhh… yeaaahh” dia mengangkat tubuhnya, menekan kepalaku agar menghisap miss V nya lebih dalam.
“hmmpp” aku menghisap, miss V nya lalu mengulum clitorisnya kencang.
“aaaakhh… uuuuhh” desahnya ketika dia mengeluarkan cairannya.
Tidak kusangka dia akan cepat orgasme seperi ini
“Cukup Jonghyun, jangan menggoda lagi. Aku sudah tidak tahan, masukkan sekarang” pintanya”.
Tapi bukannya merutinya aku malah semakin ingin mempermainkannya. aku bangun dari posisiku lalu melepas semua pakaian yang aku pakai.
“Jangan pura-pura tersipu seperti itu noona, kau pasti sudah pernah mekihat yang lebih dariku kan ?” Tanyaku sinis.
Dia tdak menjawab pertanyaanku dan hanya memandangku dengan sedikit kesal.
“Duduklah” aku menepuk-nepuk pahaku, menyuruhnya untuk duduk dipangkuanku.
Tanpa membuang-buang waktu, dia langsung menuruti perintahku dan langsung memposisikan miss V nya ke milikku.
“Hey hey sabarlah sedikit noona” aku menjauhkan sedikit tubuhnya.
Aku menggesek-gesekkan milikku ke miss V nya yang masih basah.
“Aaaaashh” desahannya kembali keluar.
Untung saja tempat ini benar-benar sepi sehingga aku bisa melakukan apapun tanpa harus takut orang lain datang. Dan Jiyeon, dia tidak mungkin datang lagi kan !? haha
Aku terus menggesek-gesekkan milikku, tanpa sadar sesekali milikku masuk kedalam miss V nya tapi aku langsung mengeluarkannya lagi dan itu membuat Qri noona kesal.
Qri noona semakin liar. Dia menciumi lalu menghisap nipple ku, tangannya memegang lalu meremas milikku.
“aahhh” desahku.
Aku rasa cukup untuk main-mainnya, aku sudah tidak tahan. Lagipula miss V nya sudah sangat basah.
“masukkan” ucapku menyuruh Qri noona untuk memasukkan miss V nya ke milikku.
“aaaarghh” aku menengadahkan kepalaku ketika Qri noona mendorong miss V nya dalam ke milikku.
Aku menatap Qri noona, dia menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang ia rasakan. Aku memanfaatkannya untuk memciumi tubuhnya. Membuat kissmark disekitar payudaranya.
“aaaasshh”
Aku menekan pinggulnya agar milikku bisa masuk sepenuhnya kedalam miss V nya.
“Uuuuugh”
Qri noona kembali mengeluarkan cairannya, sehingga membuat milikku benar-benar terasa hangat didalamnya.
“Noona, aku bahkan belum menggerakkannya” protesku.
“Kau terlalu lambat sayang”
Qri noona menggerakkan pinggulnya perlahan.
“Ahh…. good girl” pujiku.
Aku memegangi pinggulnya, menekannya lebih dalam.
“Aaaahh…Jonghyun…emphhh” dia menegadahkan kepalanya. Gerakan pinggulnya semakin cepat membuat milikku terasa seperti terhisap kedalam miss V nya.
Sial. Dia benar-benar membuatku gila.
Akupun ikut menggerakkan pinggulku berlawanan arah sambil menghisap nipple nya.
“Aaaakhh aku mau keluar..” dia semakin cepat menggerakkan pinggulnya. Gerakannya semakin tidak terkendali, membuat mobilku ikut bergerak karena permainan kami.
“Tahan sedikit noona… arghhh” aku menghentakkan pinggulku kencang, membuat milikku menyentuh bagian paling dalam miss V nya.
“Jong….hyun…ppali aaaaahh” dia memelukku erat, menghisap kulit bahuku.
Aku raba miss V nya, menekan clitorisnya menggunakan jempol tanganku dan terus menggerakkan pinggulku.
“Kau…..”
“Aaaaaahh…emmmhh”
Desah kami berdua begitu mencapai klimaks.
Miss V nya masih mengeluarkan cairannya, membuat milikku terjepit disana.
“Keluarkan terus noona” aku memejamkan mataku, menikmati hangat cairannya.
“Oughhhh” desahku frustasi ketika tiba-tiba Qri noona mengeluarkan milikku dari miss V nya dan langsung menghisap milikku.
“Noona….aaaashh”
================================================================
-Jiyeon POV-
“Hey pabo. Kenapa wajahmu suram sekali hah ??” Tanya seseorang.
“Bukan urusanmu” jawabku ketus ketika mengetahui siapa orang yang bertanya itu.
“Ck. Kau masih dendam padaku hah !?” Tanyanya lagi.
“Ani”
“Lalu kenapa ?”
“Aku bilang bukan urusanmu Lee Chang Sun” bentakku..
“Yak. Park Jiyeon, apa-apaan kau ini ? Kenapa kau berteriak pada sunbae kita yang paling tampan ?” Kesal salah satu yeoja yang sepertinya sedari tadi mengikutinya
“Bisakah kau berhenti mengikutiku ? Aku bukan kuda yang mempunyai ekor. Pergilah pabo” usir Lee Joon pada yeoja itu.
“Oppa. Aku kan membelamu, kenapa malah mengusirku ?” Gerutunya.
“Bukan urusanmu. Pergilah menjauh dariku~ !!”
“Aish menyebalkan. Awas kau berani menyentuh oppa kesayanganku” ancamnya padaku.
“Tidak akan. Memandangnya saja aku tidak ingin” ucapku lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
================================================================
“Kenapa kau terus mengikutiku hah ? Pergilah. Aku tidak ingin melihatmu lagi Kim Jonghyun”
“Jiyeon-ah, Kau harus menjelaskan semuanya”
“Apa yang harus aku jelaskan? Tidak ada yang harus aku jelaskan, lagi pula aku tidak punya urusan sama sekali dengan mu. Aku sudah menganggapmu tidak pernah ada, jadi pergi lah pergi yang jauh jangan pernah ikuti aku lagi.” Ucapku sedikit terisak mencoba melepaskan cengkraman di pergelanganku
“Jangan berani berani k menghindar dari ku,Ah kau memang keras kepala dan sangat ahli berakting HAHAHA”
“Apa maksudmu ?”
“Kau lihat ini hah ?” Jonghyun menunjukkan sebuah surat padaku.
“Kau… dikeluarkan dari sekolah ? Bagaimana bisa ??” Tanyaku kaget saat membaca surat yang ia tunjukkan padaku.
“Ck jangan pura-pura park Jiyeon”
“Pura-pura ? Apa maksudmu hah !??”
“Kau. Pasti kau yang bilang pada kepala sekolah kalau aku yang menghamili Qri noona kan ??”
“Mwo ? Qri eonni hamil ?”
“AKU BILANG JANGAN PURA-PURA PARK JIYEON” bentak Jonghyun.
“A..aku benar-benar tidak tau apa-apa Jonghyun. Bukan aku yang bilang”
“Aku. Aku yang mengatakannya” ucap seseorang tiba-tiba muncul dibelakang Jonghyun.
“Qri noona…” ucap Jonghyun terkejut.
“Aku yang mengatakannya pada kepala sekolah”
Tapi itu tidak mungkin. Kau tidak mungkin hamil hanya karena aku. Aku bukanlah satu-satunya namja yang melakukan itu padamu bukan ?”
“Kau gila ? Aku memang bukan yeoja baik-baik. Tapi aku tidak pernah menyerahkan diriku pada orang lain sampai sejauh itu. Kau… kau adalah orang pertama melakukan itu padaku” jelas Qri eonni frustasi
“Kau bohong. Mana mungkin yeoja sepertimu tidak pernah melakukan itu” ucap Jonghyun tidak percaya.
“Aku bukanlah yeoja yang sangat murahan Kim Jonghyun” satu tamparan keras mendarat dipipi mulus Jonghyun.
“Kalian. Pergilah. Aku tidak butuh melihat pertengkaran kalian. Sudahlah jangan ganggu aku lagi, kau harus bertanggug jawab atas apa yang sudah kau lakukan Kim Jonghyun” ucapku tersenyum ketus menunjuk pintu keluar
Jonghyun dan Qri menatapku tajam. Tanpa mengatakan apapun, Jonghyun melangkah mendekati Qri lalu menggandengnya kasar menariknya keluar kelas.
Tanpa terasa, airmataku menetes satu persatu dan semakin cepat. Dadaku terasa sesak menatap punggung Jonghyun yang semakin jauh pergi.
================================================================
-Lee Joon POV-
“Hari yang cerah, mari kita cari cemilan Lee Changsun” ucapku pada diri sendiri sambil melangkah ke kantin.
“Kau. Pasti kau yang bilang pada kepala sekolah kalau aku yang menghamili Qri noona kan ??”
Hamil ? Qri hamil ??
Kalimat itu membuat aku menghentikan langkahku. Lalu mengintip kekelas yang setau ku itu kelas Park Jiyeon yeoja yang akhir akhir ini menyibukan pikiranku.
“Mwo ? Qri eonni hamil ?” Tanya Jiyeon melebarkan matanya, tampak kaget dengan pernyataan Jonghyun.
“AKU BILANG JANGAN PURA-PURA PARK JIYEON” bentak Jonghyun.
“A..aku benar-benar tidak tau apa-apa jonghyun. Bukan aku yang bilang”
Aku yang sedang mengintip dikagetkan dengan Qri yang tiba-tiba muncul disampingku.
“Menyimaknya juga ?” tanyanya padaku.
“Hehe aku hanya sedikit ingin tau apa yang terjadi karena kegaduhan ini sungguh mengangguku. Aku akan pergi” ucapku. Aku melangkah ingin pergi walaupun sedikit salah tingkah.
“Dengarkan saja, dan lindungi dia nanti” ucap Qri.
“Apa maksudmu ?”
“Dia rapuh. Setelah semuanya selesai, kau harus ada disampingnya nanti. Jadi tetaplah disini” Qri melangkah masuk kedalam kelas.
“Aku. Aku yang mengatakannya” ucap Qri.
“Qri noona…” Jonghyun terlihat terkejut atas kehadiran Qri.
“Aku yang mengatakannya pada kepala sekolah”
“Tapi itu tidak mungkin. Kau tidak mungkin hamil hanya karena aku. Aku bukanlah satu-satunya namja yang melakukan itu padamu bukan ?”
Aku semakin penasaran mendengar semuanya. Aku menatap Jiyeon, dimatanya. Ya matanya perlahan mengeluarkan airmata, tangannya mengepal berusaha menahan airmatanya yang akan menetes.
Akhirnya Jonghyun melangkah mendekati Qri lalu mengajaknya keluar dari kelas itu.
Begitu diluar kelas, aku sedikit menghindar dari pintu agar tidak terlihat oleh Jonghyun, namun Qri menatapku dan menggelengkan kepalanya. Seperti memberi isyarat padaku untuk masuk kedalam dan membatu Jiyeon.
Ku lihat Jiyeon tak bergeming tubuhnya lemas lalu terduduk bersender ketembok.
“Apa aku harus masuk kedalam” aku menatapnya dari luar kelas, Jiyeon terisak.
“hmm… kau tidak apa-apa ?” tanyaku ragu yang akhirnya memutuskan untuk melangkah masuk kedalam kelasnya.
Dia tidak menjawab. Dia memeluk lututnya, menangis terisak didalamnya.
“Jiyeon-ah….”
“Mau apa kau ?” akhirnya dia mau bicara padaku, tapi tidak menatapku.
“Aku…aku hanya kebetulan lewat mendengar isakan dan melihatmu seperti ini”
“Pergilah kalau begitu”
“Tapi apa kau benar tidak apa apa?”
“Aku baik baik saja, aku hanya pusing makanya aku seperti ini, sudah pergi sana”
“Baiklah jika itu maumu, Jaga dirimu baik baik jika ada sesuatu yang bisa ku bantu kau bisa menemukan ku dikantin” ucapku mengusap punggungnya dan meninggalkannya
================================================================
-Lee Joon POV-
“Banana milk ?” tawarku pada yeoja yang sedari tadi terdiam di taman sekolah.
“Kenapa kau selalu muncul tiba tiba dihadapanku ?” tanyanya sinis.
“Aish kau ini. bisakah kau bersikap sedikit manis terhadapku ? lihatlah, diluar sana banyak sekali yeoja yang minta aku perhatikan. kenapa kau malah menolakku ? aku sudah meminta maaf berulang kali padamu bukan?” kesalku.
“Aku tidak butuh perhatianmu”
“Kalau begitu aku akan terus memperhatikanmu sampai kau membutuhkan perhatianku”
“Itu tidak akan terjadi”
“Kita lihat saja nanti”
Aku langsung pergi meninggalkannya.
===
“Kau masih tidak membutuhkan perhatianku ? Atau bantuan dariku ? Sebentar lagi akan turun hujan”
Aku melihat jiyeon yang sepertinya sedang menunggu jemputan.
“Lalu kenapa kalau sebentar lagi turun hujan ?” Tanyanya datar.
“Hmm kau menggu jemputan ?”
“Ani”
“Lalu apa yang kau tunggu ? Kenapa kau masih ada disekolah ?”
“Buka urusanmu”
“Biar aku antar kau pulang. Sudah mulai gerimis jiyeon”
“Aku bisa pulang sendiri”
“Ayolah…”
“Aku tidak ingin pulang. Bisa bawa aku tempat lain ?” Tanyanya dengan wajah serius.
“Tapi sudah mau hujan”
“Yasudah kalau kau tidak mau”
“Ya ya ya baiklah aku akan mengantarmu ketempat yang kau mau”
“Bagus”
Dia lalu membuka pintu mobilku dan masuk.
“Cepatlah. Jangan membuang waktumu dengan terus memandangku seperti itu”
“Jangan terlalu baik padaku Chang Sun” ucap Jiyeon.
“Panggil aku Lee Joon/Oppa. Sudah berapa kali aku mengatakan itu padamu hah !?”
“Terserahlah Lee Joon aku tidak sudi memanggilmu oppa”
“Yak.. Kenapa aku tidak boleh terlalu baik padamu ?”
“Karena aku tidak akan pernah bisa membalasnya. Dengan uang maupun tubuhku sekalipun”
“Yak. Kau pikir aku melakukan ini semua hanya karena aku menginginkan tubuhmu hah ? Aku tidak sepicik itu park Jiyeon” kesalku.
“Mian. Tapi kalaupun begitu, kau tidak akan bisa mendaptkannya”
Aish anak ini kenapa sebenarnya ? Kenapa dia semakin aneh.
================================================================
Semakin hari semakin ku memikirkan Jiyeon dan semakin sering juga kami menghabisakan waktu bersama. Hari ini aku akan mengatakan semua padanya. Aku tidak peduli jika nanti dia menolakku, ucapku dalam hati walau sedikit aku meragukan diriku sendiri
Aku memberanikan diri untuk menatap Jiyeon.
“Park Jiyeon. Mau kah kau menjadi milikku ?” aku mengulurkan
sebuah kertas padanya.
“Lee joon oppa, apa kau sakit ?”
Dia terlihat bingung atas pernyataanku.
“Tidak. Aku serius Jiyeon~”
“Hmmm kau menyatakan cinta padaku dengan ini ? hanya sebuah
foto gunung es ? pelit sekali kau ini” ejek Jiyeon sambil melambai-lambaikan kertas yang dia pegang.
“Suatu saat nanti aku akan mengajakmu kesana”
“Kau mau membunuhku hah? Aku bisa mati kedinginan disana. Pabo” satu jitakan mulus mendarat di kepalaku.
“Yak. Aku akan menghangatkanmu nanti. Sudah jawab saja, kau mau
tidak menjadi yeojachiguku, hanya
milikku Jiyeon-ah”
“Tidak” Jiyeon memalingkan kepalanya.
“Kenapa ? Apa aku kurang tampan ? Atau kurang tinggi ?”
“Kau memang kurang tinggi tuan Lee Chang Sun”
“Baiklah. Jadi bagaimana mau atau tidak ?”
“Sudah kubilang tidak” Aku menunduk lemas lalu membalikkan tubuhku.
“Sudah kuduga” sesalku dalam hati.
“Terima kasih” ucapku lirih.
“Tidak akan menolakmu maksudku”
Aku membalikkan tubuhnya, menatap Jiyeon kesal.
“Yak kau…”
Aku langsung mendekatinya lalu memeluknya erat.
“Bisakah kalian tidak bermesraan didepan umum ?” Tanya seseorag
memandangku dan Jiyeon yang sedang berpelukan dengan tatapan sinis.
-TBC-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: