Nae Namja Nae Oppa Nae Namja

0
FF NC Suju Super Junior
Super Junior

1. Author : Kim0momo

2. Judul : Nae Namja Nae Oppa Nae Namja

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:

– Kim Kibum

– Kim Hyemi

– Cho Kyuhyun

Annyeoong ^^ this is my first FF readers. Salam kenal, saya momo

Judulnya aneh yaa? Baca dulu aja kali yaaa, mungkin nanti jadi paham ^^

Saya udah sering banget baca FF NC, tapi untuk typing story, haaa— cukup dalam pikiran saya. So, karena mau tau dimana kekurangan saya membuat cerita, saya mohon kritik dan saran yang membangun yaaaa readers.. ini adalah FF NC pertama yang selesai. Sebelum-sebelumnya, baru setengah jalan saya hapus kerena gak nyambung gitu.. hahaha.. *payah*

Ps : disini POV utama adalah Hyemi POV. Tapi ada juga author POV. Cuma saya gak tulis POV POV siapanya, oke?? mianhe ribet, hehehe. Maaf juga untuk typo ^^

Happy reading!

————-

PART I

“Bukankah aku sudah bilang padamu, kita ini kakak beradik! Dan aku tak pernah mencintaimu sebagai namja, Kibummie!!”

“Bisakah kau berkata lembut padaku, ha?” Kibum menatap mataku, kali ini ia melemah.

“Arraseo, Kibum oppa. Walau kita ini saudara tiri, bukan berarti kita bisa saling mencintai satu sama lain seperti layaknya yeoja dan namja. Kau tahu, aku sudah memiliki namjachingu dan aku sangat mencintainya bahkan dia adalah sahabatmu juga kan, oppa? Apa kau tidak merasa menghianati sahabatmu sendiri, hmm?”

“ah— mungkin kau benar. How fool I am, mencintai adik sendiri. Mianhaeyo Hyemi-ya!” ia beranjak dari bangku taman, pergi meninggalkanku begitu saja.

Aku dan Kibum, adalah saudara tiri. Ayahya, duda beranakan ia menikahi ibuku, janda 1 anak yaitu aku saat usiaku 5 tahun. Sedangkan Kibum saat itu berusia 8 tahun. Eomma Kibum meninggal saat usia Kibum 4 tahun, sedangkan appaku? Nampaknya pergi meninggalkan eommaku begitu saja. Aku tak mengenal siapa appaku. Dan sekarang usiaku 19 tahun, sedangkan Kibum oppa 22 tahun. 14 tahun hidup bersama namja itu, tentu aku senang. Dia namja yang baik, tampan, sopan, dan penyayang. Namun satu hal yang membuatku kesal, ia belum bisa menerima eommaku sebagai eommanya. Ia bersikap dingin pada eomma. Kibum, memang namja yang dingin, pendiam. Tapi percayalah, jika sudah berbicara padanya, senyumnya dan tatap matanya mampu mencairkan es dikutub *berlebihan*.

Sudah dua bulan ini ia selalu bilang bahwa ia mencintaiku sebagai yeoja. Aku hanya merasa tak nyaman dengan pernyataannya. Karena setahun ini aku sudah memiliki namja, Cho Kyuhyun, sahabat Kibum sejak di senior high school. Tentu aku tak menyangka namja yang dinginnya melebihi Kibum dengan bodohnya menyatakan cinta padaku saat dipinta untuk memberi speech saat memenangkan olimpiade matematika disekolah.

Flashback

“Saya megucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu saya dalam mempersiapkan olimpiade ini. Medali ini saya persembahkan untuk Kim Heechul saenim, yang sudah memberi support penuh untuk event ini. Dan, saya akan memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya. Khamsahamnida.” Kyuhyun membungkukan badannya lalu berjalan menuruni podium yang diiringi tepuk tangan murid dan guru di Seoul Senior High School.

Seketika Kyuhyun kembali lagi ke podium, “hmm,, maaf ada satu hal yang tertinggal,” matanya mencari –cari sesosok yeoja, lalu ia tatap yeoja itu “Kebahagiaan saya hari ini akan bertambah jika, kau Kim Hyemi mau menerima pernyataan cintaku. Kim Hyemi, mau kah kau menjadi yeojachinguku? Menjadi penyemangatku saat angka-angka dan rumus-rumus sudah memenuhi otakku?”

Semua orang menatap yeoja yang dimaksud Kyuhyun. Kyuhyun menghampiri bangku Hyemi, menggenggam tangan Hyemi menarik pelan agar Hyemi berdiri dari duduknya. Hyemi melihat sekaliling, semua yang hadir di aula menunggu jawaban Hyemi.

“Kim Hyemi, maukah kau menjadi yeojachinguku? Menjadi penyemangatku saat angka-angka dan rumus-rumus sudah memenuhi otakku?” kyuhyun menatap penuh harap mata Hyemi dan tersenyum dengan senyuman, errrr— mautnya *hiperbola sekali*.

Hyemi ragu, ia tak menyangka sahabat kakaknya itu menyatakan cintanya di hadapan ratusan pasang mata. Susah payah ia menelan ludahnya, “a..aku..?” matanya melayangkan pertanyaan kepada mata Kyu. Kyu mengangguk yakin seraya tersenyum. “b..baa..iklah Kyuhyun-ssi. Aku menerimamu.” Hyemi tersenyum manis.

Seluruh hadirin bertepuk tangan. Lalu Kyuhyun berlari kecil sambil tersenyum senang ke podium, membungkukan badannya, “Khamsahamnida”.

Flashback end.

***

Aku sebentar lagi lulus dari Seoul SHS, mungkin aku akan mengikuti jejak Kyuhyun oppa dan Kibum kuliah di Inha University.

Krrriiingg!! Krrriiingg!!

“yeoboseo oppa?”

“ne, Hyemi ya kau dimana? Kata teman kau, kau sudah pulang?”

“aku di taman biasa oppa, waeyo?”

“arra, aku kesana!”

PIP!

Motor Kyuhyun oppa sudah bertengger di depanku, ia melepas helmnya dan mengacak-acak sedikit rambutnya, errr— itu sungguh tampan. Aku senyum-senyum sambil melihatnya yang menghampiriku.

“sendirian saja, eoh?”

“ani, tadi Kibum menjemputku. Terus ia menemaniku makan eskrim disini,” aku mengalungkan tanganku kelengan kanannya. Menyandarkan kepalaku di bahunya.

“nan bogosipheoyo, chagi.” Ia mengecup puncak kepalaku. Aku hanya tersenyum, ia pun tersenyum. “ke rumahku yuk?”

“mwo? ah— aku malu oppa.”

“Kenapa mesti malu? Kajja!” ia beranjak dari duduknya, manarikku, merangkulku. Lalu kami meaju ke rumah keluarga Cho.

Aku berkutat dengan PR biologiku. haaaa— aku lebih suka mengerjakan fisika daripada teori-teori ini.

TOK! TOK!

“Hyemi-ya, bolehkah aku masuk?”

“Come in, oppa!”

Dirumah ini hanya Kibum yang dengan sopan mengetuk pintu sebelum masuk. Eomma? Langsung saja masuk kamarku. Appa? Beliau sibuk. Hahaha.

“Biologi kah?”

Kibum menebak tepat. Aku hanya mengangguk lesu. Sungguh aku menyerah dengan pelajaran ini!

“sini, aku bantu! Oppa-mu ini kan calon dokter!” ia terkekeh, aku hanya tersenyum. Dengan semangat ia menghampiriku, mengambil kursi di meja riasku, duduk disampingku. Jarak kami dekat sekali. DEG!

Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak cepat?

“bagaimana oppa? Aku agak bingung dengan teori yang ini,” ujarku sambil menunjukan teks pada buku itu.

“Ahh— aku bingung menjelaskannya. Ini teralu intim, eotte Hyemi-ya?” aku tahu ia bingung menjelaskan tentang reproduksi pada buku biologiku. Aku membayangkan bagaimana rasanya berhubungan. haaaaaa—.

“Hyemi-ya!”

“ah? Apa?” aku tiba-tiba salah tingkah.

“Kau melamun? Apa yang kau lamunkan?” ia menggeletakkan buku biologiku, kedua tangannya mencubit pipiku. Kedua telapak tangannya menungkup kedua pipiku. Ia menatapku dalam. Aku dibuat jantungan oleh tatapanya. DEG! DEG! Tangannya mengelus pipiku lembut, dan…

CHU!!

ia mencium bibirku sekilas, lalu kabur ke kamarnya sambil tertawa.

“OPPA!!!!”

Nampaknya pipiku bersemu. Aku menyentuh bibirku. Kyuhyun oppa, bahkan tak pernah mengecup bibirku.. Ohh Tuhaaann…

“Hyemi-ya, kau marah padaku, ha?” Kibum menghampiri Hyemi yang sedang berdiam dibalkon sambil memangdang ke langit malam. Lalu Kibum memeluk erat Hyemi dari belakang, menenggelamkan kepalanya di bahu kanan Hyemi, mencium bahunya.

“Oppa-ya… Nanti kalau eomma dan appa melihat bagaimana?” Hyemi kembali terpaku melihat bintang-bintang.

“Kau lupa? Eomma dan appa kan sedang di Busan, chagi” kepala Hyemi menggeliat pelan saat Kibum berbisik di telinganya. “hmmm? Kau menyukainya?” Kibum mengecup telinga Hyemi lembut.

“Aiish, geli oppa..”

Kibum membalikan tubuh Hyemi, meneyenderkan pinggang Hyemi pada balkon. Mata Kibum menatap Hyemi lama, lalu tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Hyemi, mengecup lembut bibir mungil Hyemi. Lalu menciumnya lembut.

“Nan jeongmal saranghae, Hyemi-ya…”

“Oppa—“ Hyemi menatap ragu.

“ssshhhhtt….”

Kibum mengunci bibir Hyemi dengan bibirnya. Mencium bibir mungil itu lembut, lalu melumatnya perlahan. Hyemi pun membalas setiap sentuhan bibir Kibum. Ia melumat bibir Kibum, membuka mulutnya hingga lidah mereka saling bertemu. Hyemi mengulum lembut bibir Kibum, membuat Kibum tersenyum disela ciuman mereka. Lalu Kibum melepas ciumannya. Hyemi tampak bingung.

“Di dalam saja ya?” tanya Kibum lembut sambil mengelus pipi Hyemi lembut.

Hyemi mengangguk dan tersenyum. Kibum mengangkat tubuh Hyemi, menggendongnya, mambawa ke kamarnya yang berada dekat dari balkon. Tangan Hyemi mengalung pada leher Kibum, ia mengecup sekilas bibir Kibum lalu menenggelamkan wajahnya pada dada Bidang Kibum. Menghirup aroma maskulin dari tubuh Kibum.

Kibum menidurkan Hyemi diranjangnya dan perlahan ia menindih adik tirinya itu. Ia kembali melumat bibir mungil Hyemi, menghisap bibir bawah adiknya dengan lembut.

“ssssshhhhh…aaaah…” Hyemi mendesah disela-sela ciumanya.

Tangan Kibum mulai meraba dada Hyemi, memijitnya lambut, membuat Hyemi mendesah nikmat.

“aaaaahhhh….ooohh..oopphh,,pphaa…”

Kibum menurunkan ciumanya ke leher sebelah kiri Hyemi, mencium lembut, menghisapnya, memberi kissmark disana.

“sssshhhh…opph..pphaa..gghee..lii..”

“I know you’ll enjoy it, chagi” Kibum mencium leher sebelah kanan Hyemi, membuat Hyemi semakin mendesah nikmat.

Sesaat kemudian, Kibum berhenti dengan aktifitasnya membuat Hyemi sedikit kecewa.

“waeyo oppa?”

“do you want more?” ujar Kibum tersenyum dengan killer smilenya sambil melepaskan perlahan gaun tidur Hyemi.

Hyemi bangun dari posisi rebahnya, kedua tangannya mengelus dada Kibum yang tertutup kemeja tidur. Perlahan ia buka kancing kemeja Kibum, menyentuh dada bidang Kibum, menyentuh absnya, dan melepaskan kemejanya. Lalu mengalungkan tangannya ke leher Kibum dan melumat bibir Kibum lembut dan menarik Kibum untuk menidurinya kembali.

Kibum melepaskan gaun tidur Hyemi seutuhnya sambil melumat lembut bibir mungil Hyemi. Sedangkan tanganya meremas lembut kedua payudara Hyemi.

“aaahhhh……moo..ree..oppa..”

Kibum meremas payudara Hyemi lebih dalam. Tangan Hyemi meremas pelan rambut Kibum. Lalu Kibum mencium dada Hyemi sambil tangannya menyusup punggung Hyemi, mengelus pelan sambil mencari pengait branya, melepaskannya. Kibum melempar asal bra berwarna biru milik Hyemi, lalu ia langsung menghisap nipple payudara sebelah kiri Hyemi. Dan yang sebelah kanan masih asyik diremas-remas oleh Kibum.

“sssshhhh…aaahhhh…oooohhh…oopphh…pphaa…” tangan Hyemi menekan kepala Kibum agar menghisap lebih dalam.

Jemari Kibum memainkan nipple kanan Hyemi, sambil menekan-nekan nipple yang sudah menegang itu.

“aassshhhh…appooo” jerit Hyemi saat Kibum mencubit nipplenya.

Kibum menatap Hyemi, tersenyum, “mianhae”. Jarinya menyibak poni pada kening Hyemi yang berkeringat. Lalu ia kembali menhisap payudara kanan Hyemi.

“oooohhhh…oopphh…pphhaaa…ssshhhh..aahhhh” tangan Hyemi menekan kembali kepala Kibum agar menghisap payudaranya lebih dalam.

Tangan kibum mengelus-elus pelan paha bagian selangkangan Hyemi, membuat Hyemi semakin menggelinjang. Lumatan-lumatan pada dada Hyemi dilanjutkan oleh ciuman yang semakin menurun kebawah perut Hyemi.

“sssshhhh…opph..pphaa..gghee..lii..”

“Chagi, teruslah mendesah untukku— I love that voice..“ Hyemi kembali mendesah.

Tanpa disadari Hyemi, Kibum telah melepaskan CDnya. Ia membuka paha Hyemi lebar dan meneggelamkan wajahnya didepan missV Hyemi. Ia menghirup aroma missV dan menghembuskannya pelan.

“oppa…aaahhh..apphh..aaa..yaa..aang kkkhaau..laa khhukkhaann…?” desahnya saat Kibum mulai menciumi vagina Hyemi yang sudah memerah.

Kibum melumat vagina Hyemi. Lidahnya menjilati dan menghisap klitoris Hyemi hingga Hyemi mendesah hebat.

“AAAHHHHHHSSSHHHH….”

Lidah Kibum menjelajahi vagina Hyemi lebih dalam.

“ooohhh…opphhaa..ooohh..you make me fly..ooohhh..” Hyemi menekan kepala Kibum agar lebih dalam menghisapnya.

“aaaooohhhh…” desah hyemi disertai cairan orgasmenya.

Kibum mendekati wajahnya ke wajah Hyemi, mencium bibir Hyemi lembut.

“ini belum permainan inti, chagi—“ Kibum megelus dahi Hyemi yang berkeringat.

Tiba-tiba Hyemi mendorong Kibum kesamping lalu ia duduk di perut Kibum.

“it’s my turn, honey—“ bisik Hyemi di telinga Kibum.

“Sure, I’m yo—“ belum sempat Kibum berkata, bibir Hyemi sudah mengunci lembut bibir Kibum. Ia melumat bibir Kibum dan tengannya perlahan menurunkan celana pendek Kibum.

Hyemi berhenti, ia melepas celana pendek Kibum. Dan sekarang Kibum hanya mengenakan CD dengan sesuatu yang besar menonjol disana.

“aahh—sudah bangun yaa?” Hyemi mengelus pelan junior Kibum.

“aaaaooohhhh…jangan berlama-lama, cepat manjakan dia, chagi.. aaahhhh..ooohhh” tangan Kibum meremas seprai tak kuasa menahan kenikmatan yang sulit dideskripsikan.

“oooohhh..hyemi-yaaa…aahhh” Kibum kembali mendesah sambil memejamkan kedua matanya.

Hyemi melepaskan CD Kibum. Juniornya langsung berdiri tegak, membuat Hyemi sedikit kaget. Astaga besar sekali miliknya, tangan Hyemi memijat lembut Junior Kibum, lalu ia mengecupnya lembut. Memasukan Juniornya perlahan kemulutnya. Dikulumnya junior Kibum, lalu dimaju-mundurkan didalam mulutnya.

“aaaaahhhh…oooohhhh…faastt..ttheeerrr..oohhh” rancau Kibum.

“Ohh..this is..reall..llyyhh..ohhh..fast..fashhttter..”

Hyemi terus mengulum junior Kibum. Merasakan otot-otot juniornya menegang didalam mulutnya.

“Thaat..ss..iittthh…ooohhhh”

Hyemi mempercepat gerakannya. Ia merasakan junior Kibum berdenyut, lalu Kibum menarik juniornya agar tidak menumpahkan spermanya di dalam mulut Hyemi.

Bluuurrr..

“haaaaaa…..hhhh” desah Kibum lega.

“waeyo, oppa?” tanya Hyemi bingung.

“aniya. Tidak baik saja jika dikeluarkan bukan pada tempatnya.” Kibum tersenyum.

“ah—arraseo” Hyemi mengannguk.

Kibum kembali menindih tubuh Hyemi. Menciumbibir Hyemi, lalu menjalarkan ciumannya ke leher jenjang Hyemi. Hyemi kembali mendesah, saat tangan kiri Kibum meremas kembali payudara kanannya. Payudara kiri Hyemi sedang dikulum Kibum, merangsang Hyemi agar orgasme kembali. Belum juga, Kibum turunkan ciumanya ke perut Hyemi, hingga Hyemi menggelinjang. Didalam perutnya serasa ada ratusan kupu-kupu yang terbang, menggelitik.

Hyemi kembali mengeluarkan cairan. Kibum mengocok juniornya sebentar, lalu mendekatkan ujung juniornya ke vagina Hyemi.

“Awww..appo…”

“Tahan sedikit Mi-ya—“ Hyemi mengangguk.

Ia memejamkan matanya saat ujung junior Kibum mulai memasuki lubangnya,

“aaarrrkkkhhh…oppa…appoo…”

Jleb!

Dalam satu hentakan, junior Kibum masuk seutuhnya kedalam vagina Hyemi, darah segar mengalir memberi corak merak pada seprei ranjang Kibum. Ia mendiamkan juniornya agar vagina Hyemi beradaptasi dengan juniornya. Kibum mengecup kening Hyemi. Menatap mata Hyemi penuh cinta.

“Saranghae, Hyemi-ya..”

“nado oppa,” tangan Hyemi perlahan meneglus rambut Kibum yang basah oleh peluhnya.

Tubuh Hyemi menggeliat kecil menandakan Kibum boleh menggerakan juniornya. Hyemi pun mendesah pelan saat Kibum mulai memaju-mundurkan juniornya pelan.

“aahhh…ooohhh….oppa—h..”

“ooohhh….fastteerrr oppaaa…”

“aaaahhhhhssshhh…aahhh..ooohhh..aaahhh…”

Desah Hyemi membuat Kibum lebih bersemangat memaju-mundurkan miliknya. Kibum mempercepat gerakannya. Pinggul Hyemi ikut bergerak berlawanan dengan arah gerakan Kibum.

“Ahhhh— chagi, ini..seemm…pit.. sekali…” desah Kibum. Juniornya kini menyentuh titik kepuasan milik Hyemi.

“Ahhh…ooohhhh…oohhh..disiittuuhh…”

“yees…aaahhhh…oooohh..”

“Paliii…oopphhaa…pphhaall..i…oohhh..oohh”

“sedi..kiit..lagii…”

“ahhhh…opppaaa..fassttt…faststterr..oohhhh..sshh”

Kibum semakin mempercepat gerakannya. Juniornya berkedut-kedut, membuat vagina Hyemi terasa sesak. Hyemi pun merasakan junior Kibum membesar dan berkedut-kedut didalam vaginanya..

“aaahhhhh—oopaahh..” Hyemi orgasmelebih dulu.

“se…diikiithh..laagiii…chaagiii…” Kibum menghentakkan juniornya lebih dalam, tangannya yang daritadi meremas-remas payudara Hyemi, kini meremas sedikit lebih kasar, memacu agar cepat orgasme.

Blurrrr… Sperma Kibum membanjiri Rahim Hyemi.

“haaaaahhh—“ Kibum ambruk diatas tubuh Hyemi. Ia menatap Hyemi, “Gomawo,” Kibum mencium lembut bibir Hyemi. Hyemi pun membalas ciuman Kibum.

Keduanya mengatur nafas masing-masing.

“Tidurlah chagi, kau pasti sangat lelah..hh..” ujar Kibum.

“Ne..hhh..”

Tangan Hyemi memeluk pinggang Kibum, lalu Kibum merapatkan tubuhnya pada tubuh Hyemi. Kibum beranjak sebentar mengambil selimut, lalu menutupi tubuh polos mereka, menyibak poni Hyemi yang basah oleh peluhnya.

“jaljayo, oppa” Hyemi mengecup bibir Kibum. Kibum tersenyum bahagia.

“Ne, chagi,” ia mengeratkan pelukannya.

*author iri sumpaah*

***

Tok….Tok!!!

“oppa! Ireona!! Palliwa!!!” aku mengetuk pintu kamar Kibum berkali-kali namun tak ada jawaban. Sudah jam berapa ini??? Omo, aku bisa telat sekolah.. kuputuskan masuk ke kamarnya.

“OMO!!!! YA! IREONA!!!” aku menyeka selimutnya. Ia masih tertidur pulas.

Kibum kaget mendengar teriakan Hyemi, ia langsung beranjak duduk.

“Kau? Kau? Kapan bangun?” ia tampak linglung.

“sejak tadi subuh oppa! Palliwa mandi, aku sudah siapkan sarapan! Palli, nanti aku telat sampai ke sekolah!”

Aku tinggalkan ia yang masih dalam keasaan bingung. Kenapa ia? Pagi ini aneh sekali…

*Kibum POV*

“ahhh— mimpi. Lagi-lagi hanya mimpi,” kupastikan dengan melihat bed coverku, “aaahh— pantas. Banjir spermaku disini, bukan di rahimnya!”

“OPPA!!! PALLIWA!!” Hyemi berteriak dari ruang makan.

“Sabarrr!!!!”

Sabar ya Kibum, suatu hari nanti ini semua nyata… aku bergegas ke kamar mandi.

***

-TBC-

Haaaaa— bagaimana readers? Mian yaa kalau kurang hot banyak kata-kata yang kurang pas dan banyak typo. Saya belum pernah ngerasain bercinta.. jadi begini deeh.. hohoho… untuk part 2nya ditunggu yaa.. saya usahakan cepat selesai, doakan semoga nggak banyak tugas dari kampus.. ^^

Kritik dan sarannya sangat amat saya tunggu…

KHAMSAHAMNIDA^^ *bungkukin badan depan podium kaya kyu*

Fc Populer:

  • nanggung thor….aku sih ga terlalu suka ma yadong tapi…cerita'y daebak!!!lanjutin!!!!!!

%d blogger menyukai ini: