Sexy, Free and Single Super Junior NC

0
1. Author : 69
2. Judul : Sexy, Free and Single
3. Kategori: NC 21Yadong, Yuri, Oneshoot
4. Cast:
-Sungmin
-Siwon
-Kyuhyun
-Eunhyuk
– Jung Hye Jin (You)
-Choi Eun Hye (OC)
-Hyuna “ 4minute”
Pertama kalinya bikin FF. target sih pengen bikin FFNC25. Entahlah ini bisa disebut NC25 atau engga? Bahasanya juga engga banget><Menurut kalian aja deh ya. No konflik! Yang gasuka NOBASH!
Cuma ada Jung Hye Jin POV~

Hanya dengan berbalut bra (tanpa tali, hanya pengait di punggung) dan g-string berwarna hitam senada dengan bra aku, berdiri di depan cermin. Memperhatikan tubuhku yang cukup sexy, ralat: sangat sexy. Aku bahkan sangat yakin mata lelaki yang melihatku pasti akan terangsang, jika perempuan pasti iri tubuh mereka kalah sexy denganku. Setelah berkutat di depan cermin aku membuka pintu lemari, mencari pakaian yang cocok untuk aku pakai malam ini, aku akan menghadiri pesta ulang tahun temanku di pantai. Kalau dipikir-pikir untuk apa umur segitu dirayakan ulang tahunnya, tapi disini ada yang menarik.
Setelah memilah-milih, akhirnya aku menemukan pakaian yang cocok. Rok jeans mini dipasangkan dengan pakaian tipis yang hanya bertali di pundak berwarna hitam. Tapi sepertinya pakaian ini tidak menarik. Aku mengedarkan mataku ke seluruh sudut kamar, tanpa sengaja mataku melihat gunting. Sebuah akal melintas di pikiranku, aku ambil gunting itu. Aku merobek bagian belakang baju ini, aku potong dengan datar memanjang, aku beri jarak kebawah dan aku potong kembali dan seterusnya sampai bawah (bisa dibayangin ga sih? Bingung gue jelasinnya—“). Selesai! Bagian punggung terbuka walaupun tidak semuanya karna masih ada sisa bahan yang menjadi spasi pemotongan(?) tadi. Aku coba, ternyata ini memperlihatkan pengait bra-ku, nope-lah. Aku puas dengan hasilnya. Setelahnya aku memakai make up tipis. sebenarnya aku ini cantik, hanya saja aku ingin tampil beda malam ini. Polesan terakhir, aku mewarnai bibirku dengan lipstick berwarna merah darah, hasilnya tidak buruk, malah menambah kesan sexy. Selesai juga, saatnya aku pergi party.
Oiyah, kalian mau tau siapa aku? Akan aku jelaskan sedikit.
Sebenarnya, dulu aku bukan orang yang seperti ini, seperti ini? Kalian juga akan tau nanti. Aku dulu cukup pandai di kampus hingga sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padaku hingga mengubah duniaku. Aku anak tunggal di keluargaku, orangtua ku sendiri sibuk bekerja di Jepang dan aku di Korea membuatku kekurangan kasih sayang, mereka menunjukkan kasih sayang hanya dengan memberikan apa yang aku mau, sehingga memudahkanku terperosot di dunia bebas.
Kisah percintaanku?
Sangat buruk. Aku baru sekali memiliki kekasih, setelahnya ‘dia’ memutuskan hubungan denganku setelah mendapatkan apa ‘dia’ incar selama ini dariku. Oh ayolah, jangan bertanya apa yang ‘dia’ ambil dariku, pasti kalian tau sesuatu yang berharga bagi wanita. Awalnya aku marah, sangat marah. Tapi yasudahlah, buat apa disesali, semua sudah terlanjur terjadi, sekalipun aku menyesal tidak akan bisa mengembalikan apa yang dia ambil dariku. Setelah aku bangkit dari keterpurukan, aku merubah diriku menjadi seperti ini dengan bantuan seseorang. Yang awalnya di kampus aku jarang mendapatkan perhatian dari orang lain, sekarang telah berubah. Bahkan ‘dia’ kembali mengejarku. ‘Dia’ bilang aku sangat cantik, lalu kemana saja dia selama menjadi kekasihku baru menyadari aku ini cantik? Tapi aku tidak mudah saja bermain dengan ‘dia’, kalau yang lain aku mau saja, asalkan orang itu sesuai kriteriaku. Semenjak berubah menjadi seperti ini aku kadang bermain dengan lelaki, tidak asal pilih tentunya. Aku hanya memilih mereka yang menurutku bersih dan tampan juga sebetulnya. Sejauh ini aku tidak lagi memiliki kekasih, bukan karna aku trauma tapi aku masih ingin bersenang-senang.
**
Aku sampai di Pantai diadakannya party ulang tahun Siwon. Cukup ramai, buktinya aku kesulitan menemukan tempat parkir untuk mobilku padahal yang datang hanya yang dia undang, mungkin dia mengundang satu kampus untuk datang, ah molla. Setelah menemukan tempat parkir mobilku, aku berjalan keluar ke arah Pantai. Selama berjalan aku mendapatkan sapaan dan siulan dari orang-tepatnya lelaki-di tempat parkir. Aku tersenyum tipis, ternyata pemampilaku tidak sia-sia. Aku sudah menginjakkan kakiku dipasir Pantai. Mengedarkan pandangan keseluruh penjuru pantai, suara ombak tidak terdengar karna teredam suara music yang di mainkan DJ.
“Hye Jin-ya” seseorang memanggilku, terdengar samar-samar sebenarnya karna suara music yang dominan. Benar saja, setelah seseorang memanggilku ada yang menyentuh pundakku. Aku menoleh ternyata ‘dia’. Eunhyuk, mantan kekasihku dulu
Aku tidak menghiraukan, malah kembali mengedarkan pemandangan, mencari sang pemilik pesta. Ah~ itu dia. Aku menghampirinya, sepertinya dia melihatku buktinya dia tersenyum padaku membuat ketampanannya melebihi dosis.
“Hye Jin-ya”
“Saengil chukkae Siwon-ah, mian aku telat datang” kataku sambil memberikan cipika-cipiki
“Gwencaha, lagipula belum dimulai, mungkin sebentar lagi.Kau membawa kado apa untukku Hye Jin?”
“Tidak ada” jawabku tanpa dosa
“Baiklah, tapi aku akan meminta yang lain darimu sebagai hadiah” ucapnya sembari mendekat kearahku, mencium pipiku dan meremas pantatku. Aku yang mengerti apa yang dimaksud hanya bisa mengangguk.
“Yakh! Kalian tidak menyadari aku ada di sini” rajuk seseorang. Eunhyuk, ah aku tidak sadar dia mengikutiku.
“Yasudah, aku tinggal dulu ya Eunhyuk-ah, Hye Jin-ya. Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan. Tapi Hye Jin, jangan lupa kado untukku” ucap Siwon sambil mengedipkan sebalah matanya lalu pergi meninggalkanku dan Eunhyuk
“Ayo kira cari minuman” ajak Eunhyuk mengandeng tanganku. Sejenak aku berfikir, lebih baik aku ikut dengannya bersenang-senang karna tujuanku datang ke sini memang untuk bersenang- senang bukan?
Eunhyuk membawaku ke gubuk yang menyediakan banyak minuman. Di sini banyak gubuk, tempat duduk beserta mejanya sebetulnya. Suasana seperti di bar menurutku.
“Ini minumlah” ucap Eunhyuk sembari memberikan segelas minuman, aku memandangi gelas yang diberikan Eunhyuk dan bergantian memandangnya curiga
“Ayolah~ minuman ini tidak akan membuatmu mabuk seperti dulu” ucapnya yang mengerti bahwa aku curiga padanya. Sejenak aku berpikir, tidak mungkin dia berbuat seperti dulu lagi mengingat dia sekarang mengerjarku jadi aku terima saja gelas yang diberikannya meminumnya dalam sekali teguk.
Setelah meneguk minuman yang Eunhyuk berikan aku merasakan seseorang dari belakang melepaskan pengait braku. Aku menengok kebelakang, mendapatkan ciuman kilat di bibir, ternyata itu Sungmin. Aku hanya tersenyum. Perlu kalian tau, dia yang membantuku merubahku seperi ini. Aku bahkan pernah ‘bermain’ dengannya. Aku juga menyukainya, sekedar menyukai. Menyukai bukan berarti aku mempunya perasaan. Sungmin ternyata tidak sendiri, dia bersama Kyuhyun yang membawa gadis.
“benarkan seperti tadi Sungmin-ah” rajukku pada Sungmin.
“Ah~ aku lupa” ujarnya lalu mengaitkan braku kembali. Dia juga mengambil kesempatan mencium punggungku. Aku hanya terkikik geli
“Sudahlah. Nanti keterusan” ujarku dan Sungmin menurut. Sejenak aku mengalihkan pandanganku pada gadis yang bersama Kyuhyun, dia memasang tampang cengonya, sepertinya dia tidak terbiasa melihat yang seperti ini.
“Siapa namamu?”
“Eun Hye. Choi Eun Hye imnida”
**
Tak lama kemudian, lewat perempuan dengan pakaian cukup sexy dengan sepatu boot hitam yang tinggi selutut. Dada membusung ke depan berjalan dengan PDnya. Memang sih cantik, dapat menaikkan birahi lelaki, buktinya mata Eunhyuk yang tak pernah melepaskannya dari pandangan perempuan itu.
“Dia stripper untuk membuat malam ini lebih asyik, namanya Hyuna” ucap Sungmin dan aku hanya ber-oh ria saja.
**
“Nikmatilah pesta ini, lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Chrees” ucap Siwon dari atas panggung kecil mengangkat gelas yang berisi minuman, serentak orang-orang yang hadir mengangkat gelasnya termasuk aku dan dengan orang disekitarku. Terdengar suara gelas yang beradu dilanjut tepuk tangan.
Lampu dimatikan, sedikit agak remang-remang dan kami semua minum. Sungmin menyodorkan botol minumannya kepadaku, tanpa rasa curiga aku meminummnya “Habiskan yaa..” ucap Sungmin, minumannya sangat terasa sekali alkholnya.
Tak lama tubuhku terasa ringan, tanganku terasa dingin, perasaan melayang dan horny mulai terasa. Akupun berdiri, berpelukan dengan seseorang yang dekat denganku, aku tidak peduli siapa yang aku peluk dan bergoyang dengan irama dentuman music yang ada. Terasa ada seseorang yang menggesekkan tangannya di dadaku membuat nippleku berdiri tegak. Aku menarik tangan itu dan ternyata dia Sungmin. Mengetahui dia melakukannya aku membiarkan dia berbuat semaunya. Bahkan dia sudah mengelus vaginaku dari luar. Tiba-tiba Sungmin melepaskan tangannya dariku untuk mengambil minuman di meja. Sendiri masih tetap menari, aku merasa semua mata laki-laki melihat kearahku, aku yang merasa senang diperhatikan seperti itu bergoyang lebih erotis sambil sesekali memeluk orang di sekitarku di dekatku.
Tanpa sadar Hyuna sang stripper yang menari merangkulku,karena aku asyik saja kita berdua bergoyang erotis saling berdempetan. Tangan Hyuna membelai payudaraku yang sudah tegak akibat minuman dan sentuhan Sungmin tadi. Aku melihat Sungmin sedang asyik bersama Eun Hye yang meraba-raba pantatnya, kepala Sungmin ada disekitar dada Eun Hye yang montok, Eun Hye cukup merespon memegang kepala Sungmin dan diarahkan kepalanya Sungmin ditenggelamkan di dadanya. Aku tidak peduli lagi apa yang terjadi pada mereka, karna aku sendiri seperti sedang melayang.
Sibuk memperhatikan Sungmin dan Eun Hye, aku tidak menyadari Siwon mendekat dan bergabung denganku dan Hyuna. Tangan kanan Siwon berada dalam rok mini Hyuna sedangkan tangan kirinya memeluk punggungku dan menyambung meremas payudara kiriku sambil mulutnya mencium pundakku yang terbuka, aku sangat menikmati apa yang Siwon lakukan sambil terus menari.
Siwon meninggalkanku dan Hyuna. Tanpa sadar aku memberikan aba-aba pada Hyuna untuk membuka pakaian. Hyuna membuka tengtop yang dipakai, terlihatlah payudaranya yang membusung kedepan, ternyata dia tidak memakai bra. Hyuna mulai menari lebih erotis lagi menggunakan tubuhku seakan aku ini laki-laki. Hyuna memelukku, sambil sebelah tangan yang tidak memelukku digunakan untuk meraba tubuhku dari leher, payudara, dan pantat berulang kali dia lakukan membuatku semakin horny saja.
Hyuna memintaku membuka kancing rok mini yang dia pakai. Dengan kondisi horny dan melayang aku turuti saja. Terdengar suara siulan disekitaku ketika rok mini yang dipakai Hyuna lepas dan sekarang Hyuna hanya menggunakan g-string berwarna hitam tembus pandang memberlihatkan bulu-bulu halus di sekita miss V-nya terlihat. Dengan erotis Hyuna mejilat, meremas dan memilin payudaraku dari luar bajuku. Tangan Hyuna yang menganggur lainnya meraba pantatku sambil menaikkan rok mini-ku sampi terlihat jelas g-string. Sekali-kali Hyuna mengelus miss V-ku dengan jarinya yang lembut tanpa mengurangi godaan di dadaku, hal itu membuatku basah. Aku merasa seperti berada di surga. Setelah Hyuna melepaskan rangsangan yang dia berikan, aku mengamati keadaan sekitar. Yang lain juga sedang sibuk sama seperti Sungmin yang masih berada di tempat yang sama ketika aku lihat tadi masih bersama Eun Hye. Dia sedang meraba-raba vagina Eun Hye sambil mulutnya sibuk mengulum dada Eun Hye yang hanya terbuka satu, seperti Sungmin juga sedang horny.
Kembali aku menikmati rabaan Hyuna, ternyata Hyuna sudah naked, kembali ku dengar siulan. Hyuna melepas bajuku, aku biarkan saja apa yang ingin dia lakukan. Berhasil membuka bajuku, dia berusaha melepaskan rok mini yang aku pakai. Berhasil! Sekarang aku hanya menggunakan bra dan g-string terus menari. Tanpa sadar, seseorang melepaskan pengait braku dari belakang membuat bra ku jatuh ke tanah karna memang bra itu tidak ada pengait di pundaknya. Aku tidak peduli siapa yang melakukannya dan terus menari seerotis mungkin bersama Hyuna. Melihat dadaku yang bergoyang Hyuna menghisap, memilin, dijilat dan meremas payudaraku dengan lembut. Dengan kenikmatan yang aku rasakan, aku tidak peduli lagi dengan ulah Hyuna yang melepaskan g-stringku dan membuatku full naked.
Gerakan Hyuna semakin bertambah erotis, hot dan brutal melekuk-lekuk dan memgerakkan pinggangnya seolah sedang menggoda, dan bertambah ganas Hyuna mempermainkan dadaku, aku memejamkan mataku menokmati hisapan Hyuna, mungkin menghasilkan(?) kissmark. Masih mempermainkan dadaku Hyuna mulai membelai, mengelus, mengoda vaginaku sambil jari keluar masuk tidak terlalu dalam mengingat aku banyak bergerak. Hyuna tau betapa basahnya vaginaku yang sudah keluar cairan. Aku membuka mataku saat kurasa Hyuna sudah tidak menyentuhku lagi, ternyata dia bersama Eunhyuk, pasti Eunhyuk yang menariknya. Ku lihat Eunhyuk menjulurkan lidahnya dan disambut mulut Hyuna dengan beringas di depan mataku. Tidak hanya itu, tangan Eunhyuk juga membelai dada dan vagina Hyuna. Aku hanya termenung melihat mereka, merasa seperti tidak dianggap oleh mereka, aku kembali mengedarkan pandanganku. Di sana, di tempat yang sama, Sungmin masih bersama Eun Hye. Sungmin sudah tidak memakai bajunya, hanya celana panjang dan mengeluarkan juniornya yang sedang dioral Eun Hye. Eun Hye sendiri masih ada baju yang melekat hanya saja sudah berantakan seperti bajunya yang hanya dibuka tanpa dilepas sampai payudaranya mencuat keluar, celananya masih menyangkut di kakinya. Mungkin terlalu bernafsu sehingga tidak punya banyak waktu untuk melepaskannya.
Tiba-tiba aku terkejut dengan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh vaginaku. Aku berbalik, dan melihat kepala Hyuna berada di selangkanganku dari belakang menjilat vaginaku sedangkan Eunhyuk merangkul pundakku dan meremas dadaku. Mereka menuntunku ke meja tanpa melepaskan sentuhan di tubuhku, sesampainya di meja terdekat yang tidak ada botol maupun gelas, Eunhyuk menidurkanku. Tanpa babibu mereka melanjutkan kegiatan yang sedikit tertunda. Eunhyuk meminta tukar posisi dengan Hyuna, Hyuna menurut saja. Sekarang vaginaku yang sudah basah di jilati Eunhyuk, mengemut klitorisku dan terkadang menariknya. Aku sangat menikmatinya. Merasa tidak ada yang biasa aku lampiaskan karna Eunhyuk sedang menggodaku, aku menarik kepala Hyuna yang tadinya sedang menikmati dadaku, aku mencium bibirnya brutal, Hyuna juga membalas tak kalah brutal.
“hmm…ohh..Hyuk-ahhhhh lebih dalam” desahanku lolos. Mendengar desahanku mereka tambah beringas saja.
Disaat kenikmatan yang sedang aku rasakan, aku merasa ada 2 orang menghampiri tempat ‘bermain’ kami. Ternyata Siwon dan Kyuhyun. Kyuhyun melihatku sambil membelai dadaku, mendapatkan sentuhan lain membuatku tambah terangsang.
“aahh..shhh..ohhh” aku mendesah keenakan melepaskan sebentar dada Hyuna yang sedang aku kulum. Posisi Eunhyuk diganti Siwon, Siwon malah lebih beringas menjilat vaginaku, bahkan sampai mengigit.
Siwon menarik Hyuna, membuatku meloloskan desahan, tidak lama mulutku kembali dijejali sesuatu. Ternyata junior Eunhyuk, aku oral juniornya tanpa peduli siapa dia dulunya. Kyuhyun sendiri sudah mengeluarkan junior dari celananya untuk dibelai di dadaku membuat nippleku semakin tegang.
aku tidak merasakan Siwon di vaginaku, aku liat sebentar. Ternyata Siwon sedang berciuman dengan Hyuna pas di depan miss V-ku karna posisi merek duduk di kursi. Sedikit kesal karna kenikmatanku berkurang aku tarik saja kepala menggunakan kakiku. Mereka tau apa yang aku mau, langsung saja mereka menjilati vaginaku serakah.
“hmm..ahshhhh” diperlakukan seperti itu malah membuatku hampir sampai. Sejenak aku lupakan junior Eunhyuk menikmati sisa-sisa orgasme tapi sepertinya dia tidak mau dianggurkan, buktinya dia kembali menjejaliku juniornya, bergerak maju mundur. Kedutan mulai terasa, tak lama cairannya keluar di mulutku, aku telan habis sebisa mungkin tapi nyatanya ada yang keluar dan membasahi sekitar mulutku. Eunhyuk melepaskan juniornya berganti dengan junior yang lain sedikit menampar(?)ku, ah ternyata Kyuhyun
“Adikku juga mau” ucapnya tersenyum lembut membuatku tidak bisa menolak. Aku genggam juniornya, memijat ringan, terasa batangnya yang sudah sekeras kayu. Aku masukkan juniornya ke mulutku, mula-mula aku kulum ujungnya, menjilat batang sampai ke telurnya membuat juniornya basah akibat air liurku.
“shhhh..terus..masukkan” erangan keluar dari mulut Kyuhyun, tidak mau membuatnya kecewa aku memasukkannya ke dalam mulutku. Tidak semua bisa masuk ke dalam mulutkku jadi aku hanya bisa menjilat bagian yang tidak masuk ke mulutkku. Melihat telurnya yang seakan menggodaku, aku mengulumnya, mengemut di dalam mulutku. Erangan gila Kyuhyun semakin terdengar, kedutan mulai terasa.
“shhh….aku sampai” erangnya mencabut junior dalam mulut, menyemprotkan spermanya di dadaku. Ah dadaku terasa hangat.
Kyuhyun menyingkir, tapi sepertinya kenikmatan masih bisa aku rasakan di dadaku seperti ada seseorang yang sedang membersihkan cariran Kyuhyun. Aku mengangkat sedikit kepalaku, ternyata Hyuna. Aku menarik kepala Hyuna, mencium ganas, bertukar air liur dengannya, rasa sperma. Ah aku sangat suka..
Aku merasa seperti ada yang memasuki vagina. Ternyata Siwon sedang berusaha memasuki diriku. Terasa sedikit ngilu-ngilu nikmat saat juniornya memasuki diriku. Ah masuk juga juniornya, langsung saja dia menggerakkan pinggulnya maju mundur. Sangat terasa sekali juniornya, menggelitik dinding vaginaku
“sshh..ahh.. Siwon, faster ahh” erangku. Siwon yang mendengarnya langsung mempercepat gerakannya, semakin brutal, liar semakin tidak beraturan tapi permainan seperti inilah yang menurutku sangat terasa nikmatnya.
“aahhmm.. aku hampir sampai” erangku, tidak lama aku mengalami klimaks. Siwon masih saja menggenjot juniornya, sepertinya dia tidak memberikan aku kesempatan untuk menikmati klimaks. Junior Siwon sudah mulai berkedut, pertanda dia akan mencapai klimaksnya.
“aarghh.. sebentar lagi”
“bua..nghh di..da.ah.lam”
Vaginaku terasa banjir, Siwon sudah sampai. Tapi dia belum mengeluarkan juniornya, malah semakin menghentakkan semakin dalam. Sepertinya dia ingin cairannya tidak ada yang keluar. Tapi tetap saja karna banyaknya cairan yang di hasilkan Siwon, saat juniornya terlepas ada cairan yang keluar.
“terima kasih untuk hadiahnya Hye Jin-ah, aku sangat menikmatinya” ucap Siwon mesra di telingaku, lalu mengecup kilat bibirku. Aku yang merasa masih lemas tidak menanggapinya. Sepeninggalan Siwon, rangsangan masih bisa aku rasangan di vaginaku. Aku meliat siapa, ternyata Hyuna yang sedang membersihkan cairan Siwon yang mengalir di vaginaku.
**
Tenagaku sedikit pulih, rasa haus mulai terasa di tenggerokanku. Sedikit mengedarkan pandangan, melihat botol minuman aku ambil saja tanpa peduli itu milik siapa.
Dari tempat aku berdiri, aku melihat Hyuna sedang menari di panggung yang tidak terlalu tinggi, masih seperti tadi, naked. Melihatnya yang sepertinya happy aku berjalan kearah panggung. Menari bersama, saling menggesekkan tubuh, menyentuh seperti pasangan lesbi. Jari Hyuna di masukkan ke lubang anusku, menggodaku dan sesekali lidahnya menggoda dadaku masih sambil menari erotis sekali. Tidak lama Eun Hye bergabung dengan kami. Sangat terlihat kami bertiga seperti pasangan lesbi yang hot dan heboh di kelilingin teman-temanku (Siwon dkk).
Sempat terjadi saling dorong-dorongan membuat aku terjatuh. Merasa tidak sanggup berdiri, aku rebahan saja. Tapi sepertinya aku tidak bisa beristirahat, ada vagina di depan mataku. Sang empunya berjongkok di depan wajahku. Dengan mata yang setengah terpejam, aku lihat siapa? Ternyata Eun Hye, sepertinya dia ingin bermain denganku. Aku menjilati vagina perempuan untuk pertama kalinya. Terasa asin, gurih sedikit amis tapi tetap saja aku sangat menikmatinya dan melahap vaginanya dengan penuh nafsu. Dengan posisiku seperti ini, kesempatan tidak di lewatkan Hyuna, dia merebahkan memposisikan wajahnya di depan vaginaku. Menjilatinya membuatku semakin brutal mempermainkan vagina Eunhye. Tidak terdengar desahan yang lolos dari mulut Eun Hye, aku mengalihkan pandanganku padanya, terlihat dia sedang mengulum junior Siwon. Finally! Kita semua diatas panggung dalam keadaan full naked. Keahlian Hyuna minjilat dan mengoda vaginaku membuat aku mendesah.
“aaahhh…hhh…sshhmmm” desahanku yang lolos membuat Hyuna semakin brutal saja menggodaku dan memegang pantatku, diarahkannya semakin menyentuh mulutnya. Eun Hye semakin menduduki wajahku, lidahku semakin liar menggoda vagina Eun Hye membuat tubuhnya bergetar, kedutan mulai terasa dan mulutku banjir cairan.
“aaarrghhh..shhhh..oooo…ohhh shitshh” aku hampir merasakan pelepasan, dengan tidak sabar aku menggoyangkan pantatku.
“arghh ohhh yeahh shh” keluarlah carianku ke mulut mungil Hyuna bersamaan dengan Eun Hye yang di bawa Siwon.
Masih tetap tergeletak, aku merasa sangat happy, horny dan nikmat. Aku memandangi teman-temanku yang berbalik memandangku sambil berbisik. Kemudian Eunhyuk dan Kyuhyun menghampiri aku yang sedang terlentang. Kyuhyun dengan juniornya di sebelah kiri, Eunhyuk menyusul di samping kanan wajahku dengan junior yang sudah tegang, kini di samping kanan dan kiriku berdiri junior yang sangat menantang. Mengerti apa mau mereka, aku meraih junior mereka. Aku kocok. Aku tarik junior mereka semakin mendekat mulutku. Aku kulum secara bergantian.
Aku jilat telur Kyuhyun dan aku sedot masuk ke mulutku berulang kali membuat Kyuhyun mendesah keenakan. Batang Kyuhyun aku jilati, tidak semua masuk mulutku. Junior Eunhyuk aku perlakukan sama membuat Eunhyuk mengerang keenakan. Eunhyuk pindah di depanku tanpa melepaskan juniornya yang sedang aku oral. Kyuhyun sendiri pindah di selangkanganku, memainkan, menghisap vaginaku sambil jarinya keluar masuk.
“aaasshhhhh hhh..oohhh..hmmm” jilatan Kyuhyun membuatku merem melek dalam kenikmatan yang aku salurkan ke junior Eunhyuk yang masih aku kulum dengan ganas. Aku merasa ujung junior Kyuhyun berada di depan lubang vaginaku. Awalnya Kyuhyun menggelitiki vaginaku dengan juniornya. Sepertinya dia ingin menggodaku.
“Kyu ahshhmm.. masukkan” perintahku. Dengan pelan kepala juniornya masuk memasuki liangku, terasa sekali ujung junior Kyuhyun yang besar, bisa dikatakan seukuran dengan Siwon. Bless… masuk sudah seluruh junior Kyuhyun, terasa sedikit sakit dan penuh vaginaku diisi junior Kyuhyun.
aku berhenti mengoral junior Eunhyuk dan merasakan kenikmatan junior Kyuhyun yang keluar masuk vaginaku dengan lembut dan pelan. Kenikmatan yang luar biasa aku rasakan di liang vaginaku. Dengan penuh nafsu aku melingkarkan kakiku di pinggang Kyuhyun dan aku atur tempo keluar masuknya junior Kyuhyun lebih cepat.
“aahhh..oohhh..usshhhmm..uughhh” desahanku lolos dan keliaranku keluar tanpa ku sadari
“hae-ahhh shhh..fashhh terhh pleasehh esshhh”
Eunhyuk menyingkir dan dibaliknya tubuhku menjadi women on top, Kyuhyun berada di bawah dan aku di atas. Seseorang berusaha memasukkan juniornya lewat lubang anusku. Aku sudah bisa menebak siapa. Pasti Eunhyuk. Perlahan tapi pasti Eunhyuk memasukiku, terasa sedikit sakit tapi rasa nikmat lebih dominan di vaginaku akibat ulah Kyuhyun. Ku lihat bibir Kyuhyun, sepertinya dari tadi aku belum bermain dengan bibirnya, langsung saja aku cium bibir Kyuhyun ganas, Kyuhyun menyambut tidak kalah ganas juga. Sibuk berkonsentrasi dengan Kyuhyun, junior Eunhyuk sudah masuk seutuhnya. Menggenjot ganas membuat junior Kyuhyun bertambah temponya. Seluruh lubangku sudah diisi benda asing membuat kenikmatan yang belum pernah aku rasakan melanda tubuhku.
“aaaa..ohhh..eenggg..shhhh” benda asing di dalam vagina dan anusku membuat desahan dan erangan keluar.
“ahh Kyu-ashhh, fuck me..lebih dalam ohhh” Kyuhyun menuruti permintaanku, menambah tempo gerakannya, sedikit membuat vaginaku panas. Tidak lama, kedutan di vaginaku mulai terasa.
“aarrgghhh..ohhhshhhhh..uhhh..ehmmm” aku bergetar, tubuhku sampai harus dipengangi Kyuhyun yang masih sibuk menyodok dengan keras dan memasukkan semua juniornya ke dalam vaginaku, dan dia tau aku baru saja mengalami orgasme, berhenti sejenak agar aku bisa menikmati orgasmeku.
Begitu junior Kyuhyun dicabut, keluarlah cariranku yang begitu deras menetesi kepala junior Kyuhyun yang masih berdiri tegak. Berbeda dengan Eunhyuk yang masih keluar masuk tidak memberiku kesempatan mengalami pelepasan. Junior Kyuhyun kembali masuk, malah makin bertambah temponya beradu dengan Eunhyuk. Sepertinya Kyuhyun ingin cepat-cepat mencapai klimaks. Tangan usil Eunhyuk memainkan payudaraku, dipilin nippleku, diremas-remas. Kenikmatan dalam tubuhku yang tidak ada habisnya membuatku tidak tahan lama. Tubuhku mulai menegang, kenikmatan mulai melanda, vaginaku terasa tersetrum, tulang-tulang tubuhku seperti akan rontok, dadaku terasa geli akibat pilinan Eunhyuk, bergetarlah tubuhku.
“oosshhh..aakhhhmmm” nafasku semakin tidak beraturan. Kurasakan Eunhyuk memasukkan dalam-dalam juniornya
“asshhh..aku..keluarhhhmm” aku mencapai klimaks untuk terakhir kalinya. Tidak lama Kyuhyun menyusul, menyemprotkan cairan di di dalam. Eunhyuk masih berusaha mencapai, terasa juniornya semakin besar saja.
“aahh..ohhsshmm” Eunhyum mencabut juniornya, meleleh ke bawah sampai lubang anusku. Terasa hangat.
Eunhyuk berbaring di sebelah Kyuhyun, aku sendiri masih berada di atas Kyuhyun. Memulihkan tenaga.
Dari arah pandanganku, terlihat Sungmin sedang berbaring di sebelah Hyuna, juniornya sangat tegak menantang. Perasaan rindu menghampiriku. Aku bangkit, mencoba menjangkaunya.
Aku menjatuhkan tubuhku di atas tubuh Sungmin, dia memejamkan matanya. Aku perhatikan wajahnya yang seperti bayi, lalu beralih ke bibirnya, ah bibirnya memanggilku untuk menciumnya. Sudah lama aku tidak menciumnya, langsung saja aku kecup lembut. Sepertinya Sungmin tersadar, dia merespon kecupanku dengan lembut juga. Lembut sekali rasanya. Aku beralih ke lehernya, aku jilati. Terasa asin, mungkin itu keringatnya. Semakin ke bawah, aku kecup, kulum, pilin dengan tanganku kedua nipple Sungmin. Puas dengan nipplenya, aku semakin ke bawah. Mengecup, menjilat, membasahi abs Sungmin dengan air liurku, sudah lama aku tidak melakukannya. Semakin ke bawah lagi, kini juniornya ada di depan mataku, aku coba sentuh tapi tangan lain menghalangiku.
“kau pasti lelah, kita bisa bermain lain kali” ucap Sungmin, ah dia baik sekali. Tapi aku ingin bermain dengannya.
“tapi…aku merindukanmu. Hm.. bagaimana aku kocok saja. Sampai keluar, setelah itu sudah” ucapku. Terdengar seperti maniak sex, tapi apa peduliku?
“baiklah” Sungmin menyingkirkan tangannya, memberi jalan untukku. Aku coba pegang, aku kocok, aku kulum bagian kepalanya. Terasa aneh, belum apa-apa kedutan sudah mulai terasa dan tidak lama cairan Sungmin keluar dan aku meminumnya. Entah karena pengaruh minuman atau aku memang menikmati, rasa sperma di mulutku begitu enak ketika aku telan. Sedikit kecewa karna aku belum puas bermain dengannya.
“Aku belum sampai saat bermain dengan Hyuna karna dia kelelahan, jadi ya….aku cepat sampai” ucap Sungmin yang sepertinya sadar ada kebingungan di raut wajahku. Itulah yang aku suka dari Sungmin, tidak pemaksa.
Lemaslah kami ber-2. Siwon datang memberikan pakaian yang aku pakai tadi dan membantu aku berdiri dan memakaikan bajuku. Tanganya sedikit nakal tapi aku biarkan saja. Tanpa terasa sudah jam 4 pagi. Aku melihat kesekitar, tidak jauh berbeda dengan aku yang tadi ‘bermain’
“Terima kasih membuat pestaku bertambah meriah, kau sangat sexy dan hot. Tidak salah aku memintamu sebagai hadiahku” sambil mencium bibirku mesra dan lidahnya bergelut dengan lidahku. Di masukkan jarinya ke vaginaku untuk terakhir kalinya dan memasukkan ke dalam mulutnya merasakan cairanku sambil tersenyum puas
.END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: