Just Want You (Please Stay Here)

0
Just Want You (Please Stay Here) GD TOP

1. Author : jingyodust
2. Judul : Just want you (please stay here)
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:

– Choi Seunghyun (TOP)
– Min a
– KwonJiyong
– others cast
Annyeongg .. author bikin sequelnya dari “please stay here“ nih :D . katanya dr ff pertamaku yang itu,ceritanya kecepetan.. jadi author kali ini mau bikin ceritanya ga buru2.. smoga kali ini readers suka ya.. happy reading


—————————————————————————————-

Seunghyun POV
2 tahun sudah aku dan Min a bersama. Setelah 11 taun kami berpisah tanpa kabar berita sama sekali.
aku sudah kuliah sekarang. Tentu saja bersama sahabat-sahabatku. Jiyong,Daesung,Seungri,Yongbae.
aku kuliah di Universitas Chung An.
Dan yang membuatku tambah senang, Min a masuk kampusku. Tentu Yong Jin dan Park Hye mengekor. Semenjak aku dan Min a akur, kami semua jadi dekat.

Aku sedang di gedung theater. Mengambil nilai. Aku masuk jurusan theater,Jiyong dan yang lainnya masuk dijurusan yang sama. Musik. Aku tidak begitu ingin dengan musik. Jiwa ku di theater.
“Seunghyun-a“. panggil dosenku. Ternyata giliran ku mengambil nilai. “kau ku pasangkan dengan Lee Han“. Aku gugup. Lee Han itu termasuk sunbae ku. Dia cantik,rambutnya sebahu dan matanya indah. “aku harus akting apa?“. Tanyaku pada dosen. Dosenku terlihat sedang mencari-cari sesuatu di data yang ia bawa.
“hm kau harus merayu Han, meyakinkan Han kalau kau sebenarnya tidak selingkuh darinya“. Jelas dosenku.
ahh .. seperti itu saja? mudah sekali bagiku. “siap? silahkan“. Ujar dosenku.
aku tersenyum dengan Lee Han.
“sudah berapa kali aku menjelaskan padamu? aku tidak selingkuh dengan perempuan itu chagi…“. seru ku sambil memegang kedua pipinya.
Hebat,baru beberapa detik saja air matanya bisa cepat keluar. “ani.. aku tidak percaya padamu Hyun-a.. sudah berapa kali kau berbohong dan sudah berapa kali kau menjelaskan padaku. Aku salut padamu“. Air matanya semakin deras.
“jebal chagiya .. mianhae.. beri aku kesempatan sekali lagi“. Rayu ku menatap matanya. Dan memeluknya.
Min a POV
Akhirnya aku bisa kuliah juga ya. Setelah lulus, aku libur selama 2 bulan. Bayangkan saja,aku menjadi manusia tidak berguna selama liburan. Dan pipiku juga menjadi chubby. Kerjaku hanya makan,tidur,nonton,dan jalan-jalan. Entah bersama pippo oppa, Yong Jin,Park Hye ataupun dengan teman-teman pippo yang lain.
oh aku ingat kemarin pippo bilang, dia mau ambil nilai theaternya di gedung theater kampus jam 9 pagi. Aku lihat jam tanganku, omo ini sudah jam 9. Aku harus cepat-cepat kesana. Aku ingin lihat pippo oppa berakting. Selama 14 tahun aku mengenalnya. Dia sosok namja yang baik. Tidak pernah melihat sisi yang lainnya yang buruk.
Ketika sudah sampai di depan pintu. Aku melihat Jiyong oppa. Sepertinya dia juga mau melihat pippo berakting. “Jiyong oppa!“. panggilanku sukses membuatnya nengok. “loh Min a ? kau tidak masuk kelas pertamamu?“ Tanyanya heran. “anii.. kelasku dimulai jam 10“. kataku. “oppa mau lihat pippo juga?“. lanjutku. “ne ,kau juga? kajja kita masuk sama-sama“. ajaknya
Ketika aku dan Jiyong masuk,terlihat banyak sekali anak-anak theater sedang duduk dan bekumpul membicarakan sesuatu aku juga tidak tau apa yang dibicarakan. Ketika melihat diatas panggung siapa yang sedang beraksi.
Itu pippo!. aku dan Jiyong duduk bagian kursi yang masih kosong. Karena ini juga ramai oleh teman-teman pemain theater yang lainnya.
“beri aku kesempatan sekali lagi chagiya…“. Kata pippo pada gadis didepannya itu. Sepertinya yeoja itu benar-benar menangis. ah ,mereka cocok sekali.
aku jadi tidak ada apa-apanya jika disandingkan dengan pippo..
aku kaget ketika pippo memeluk gadis itu dengan erat. Waeyo… kenapa terlihat seperti sungguhan. Hatiku panas. Wajahku merah menahan cemburu. Melihat Bibirku cemberut,dan wajahku memerah Jiyong melirikku dan bilang. “kau cemburu?“ sambil cengengesan. “yaa! Siapa yang cemburu? aniyo..“. Jawabku berbohong
“jangan bohong padaku.. aku paling tidak bisa dibohongi.. “. Ujarnya santai sambil melihat aksi pippoku itu lagi yang masih memeluk yeoja itu.

Seunghyun POV
“cut! bagus,kali ini feel kalian nyata sekali. oke kalian sudah selesai”. “next, Ji ah”.
Dosen memuji aksi ku dengan Lee Han. ketika aku mau berjalan turun panggung,Lee Han memanggilku. “Seunghyun!”. aku menoleh dan melihatnya bingung. “wae?”. Tanyaku. “kau sudah bekerja keras! gomawo”. aku masih heran. “terima kasih untuk apa?”. dia menepuk jidatnya. “ahh , ya karena kau sudah membantu juga untuk nilaiku”. aku tertawa “hahaha nee nee.. kau juga sudah bekerja keras aktingmu keren.. sepertinya aku harus banyak belajar darimu”. Ujarku. “ah kau bisa saja”. Katanya sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
Saat sedang melihat kursi penonton,aku melihat Minyi dengan Jiyong. Minyi datang? senyumku semakin lebar.
“ah Lee Han,aku harus pergi.. aku ada urusan..”. Pamitku. “ne,sekali lagi gomawo ya”. Aku hanya melambaikan tangan tanda “tidak masalah”.
***
Aku buru-buru mengambil tasku dan menghampiri tempat Minyiku dan Jiyong duduk. waeee,kenapa wajahnya cemberut seperti itu..
“heey waeyo?”. Tanyaku ketika sudah sampai di kursi Minyi dan Jiyong.
Jiyong menoleh dan Minyi melihatku dengan tatapan marah.
“hey yeoja tengik,kacang mahal ya harganya?”. Tanyaku lagi masih dengan nada menggoda.
Jiyong menghela napas. “dia cemburu kau berpelukan mesra pada yeoja itu..”.
Aku terbelalak,dan langsung “hahahahaha! yeoja tengik, kau cemburu??”. Aku benar-benar terbahak-bahak. Tidak tahan dengan tingkah lakunya itu. Aku mencubit pipinya yang chubby. “heeey Minyiku… kau tau? tadi cuma akting.. dan itu mampu membuatku mendapat nilai bagus”. Jelasku. Dia masih manyun. “ya sudah kalau masih mau ngambek.. aku tidak jadi menikahimu nanti..”. Jawabku santai sambil mengajak Jiyong keluar. Dia menarik tanganku. “andwaeeee!!! kau mengancamku??”. Serunya dengan manja. Bibirnya masih manyun. Aku gemas.. andai ini sepi sudah aku makan bibirnya yang imut itu.
“aku tidak mengancammu.. tapi itu salah satu syarat untuk jadi istriku. ‘tidak cemburuan’ “. Tukasku. Tangannya masih memegang pergelangan tanganku.
Dia masih berfikir. Bibirnya mendadak mundur. Tidak manyun lagi. “eo .. aku tidak akan cemburuan lagi..”. Jawabnya. “gitu dong chagiya…”. kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya yang panjang.
“ehem… aku seperti nyamuk malaria disini yang siap menggigit mangsa yang sedang bermanis-manisan”. Sela Jiyong ketika aku dan Minyi sedang bermanja-manja.
“makanya oppa, cari yeoja sana..”. Ledek Minyi. Jiyong melengos.
Aku lihat jam tanganku digitalku. pukul 09.44.

“yeoja tengik,kau masuk kelas pertama jam berapa?”. Tanyaku. Aku tau ini adalah hari pertama dia kuliah. Jadi aku melihatnya dia masih terlihat gugup.
“jam 10 pipoo..”. Jawabnya pendek.
“jadi sampai kapan aku berdiri,kau dan Jiyong duduk. Ditambah pose kau dan aku seperti patung. Sampai kapan kau mau memegangi tanganku?”. Semprotku.
Akhirnya Minyiku dan Jiyong berdiri mengikutiku.
Aku mengantar Minyi sampai ke kelasnya. Dia memngambil jurusan design. Jadilah aku harus mengantarnya ke gedung kampus fakultas design. Karena dia merengek juga ingin ditemani. Padahal aku juga akan ada kelas lagi setelah ini.
“sampai sini saja ya,kau masuk sana.. sudah mau dimulai kelasnya”. Kataku menyuruhnya masuk kelas.
“kau tidak mau mengantarku lagi sampai dalam seperti dulu kau menggendongku dan mengantarku sampai menduduki aku dikursiku?”. Dia meledekku.
“andwae.. dulu itu karna kau sakit,sekarang? kau sehat begini.. jika mau digendong lagi,nanti saja…..”. Godaku
Dia manyun dan pergi begitu saja. “yaa! yeoja tengik,kau tidak pamit padaku..! hey hey!”. Seruku. Tapi dia malah semakin jalan terus dan sempat menolehku dan memeleti aku. aiiishh yeoja tengik.. Tapi aku sangat amat menyayanginya. Aku tersenyum sendiri dan pergi ke kelasku pada tepat jam 10.15 nanti.
Min a POV
Aku jalan menuju kelasku. Aku sengaja tidak mau pamit pada pippo jelek itu!. Dia menyebalkan hari ini. Aku menoleh sebentar dan memeletinya. Matanya terlihat terbelalak dan aku meninggalkannya begitu saja. Biar saja,habis minta diantar sampai kedalam kelas saja tidak mau.
Dikelas sudah ramai. Yong Jin juga sejurusan denganku. Tapi Park Hye tidak mengambil jurusan designer. Dia mengambil jurusan bisnis. Katanya ia ingin menjadi wanita karir yang sukses. Supaya kalau menikah dengan Daesung dia tidak menjadi ibu rumah tangga yang hanya berkutat didapur dengan daster gombrong.

Aku duduk disebelah Yong Jin. Bibirku masih sedikit manyun. Yong Jin heran. Dia menatapku sambil membenarkan kacamatanya. “gawenchana?”. aku menggeleng. “wae?”. Tanya dia lagi. “sedang sebal dengan Pipo jelek!”. seruku.
Dia mengerutkan dahinya tanda bingung dan ingin tau ceritaku.
“dia tadi mengancamku tidak mau menikahiku kalau aku cemburuan.. terus tadi masa dia tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas.. huh”. Curhatku.
Yong Jin diam sejenak. Dan tertawa. “Min ah… kau ini lucu sekali.. kau pasti cemburu karena Seunghyun oppa sedang beradu akting ditheater dengan seorang yeoja cantik..”. Tebak Yong Jin. “ne…”. “tapi dia juga menyebalkan tidak mau mengantarku sampai ke dalam kelas….”. Lanjutku
Yong Jin menghela napas. “sampai kapan kau ingin begitu? memangnya ini sekolah SMA seperti dulu? ini kampus Min ah.. masa ke kelas mesti diantar…”. Tukas Yong Jin.
Aku mendengus. Aku belum cerita ya? aku ini dengan pippo belum resmi pacaran. kenapa? katanya,jika aku ingin menikah dengannya aku harus benar-benar bisa memenuhi syarat untuk jadi istrinya. yang pertama, harus pintar masak. Yang kedua,harus bisa memuaskannya di ranjang. Yang ketiga,tidak boleh cemburuan. Nah syarat yang ketiga itulah yang sangat berat. Aku merasa aku tidak mampu menjalankannya. Dia itu namja paling tampan sekampus ini. Ketika di Hamji juga,dia namja tertampan disekolah. Dia pernah bilang dulu. “kalau kau terus cemburuan,aku tidak yakin kau bisa kuat menikah denganku”. Aku berpikir, sepertinya memang aku harus berusaha menghilangkan rasa cemburuanku itu.
Jiyong POV
Aku melangkahi kaki ku dengan berat. Hari ini aku ada kelas teori. Malas sekali rasanya. Aku ini sudah pro dalam bermusik. Apakah harus lagi aku belajar do re mi fa sol la si do?? dan belajar nada balok. aishh.. Ini menyebalkan dan membosankan.
sehabis dari gedung theater tadi,aku sendirian. Daesung,Yongbae,dan Seungri entah kemana. Daesung paling lagi berduaan dengan Park Hye. Yongbae dan Seungri? paling lagi yonae (kencan) berdua.
Sejak kejadian beberapa tahun lalu,aku kehilangan semangatku. sungguh,tertawa lepaspun aku belum pernah lagi.
Terakhir,4 tahun lalu ketika aku kelas 1 SMA. Karena yeojaku yang selalu ceria itu. Aku duduk di kursi koridor.
Dan memutar kembali masa-masanya bersama Park Sung. Yeojachingunku 4 tahun lalu. Tapi aku merasa,aku dan dia tidak pernah ada kata putus. Dia meninggalkanku begitu saja. Tanpa pamit sama sekali.
Tak sadar mataku sudah sangat redup mengingatnya.
“Jiyong-a!”. Seseorang memanggilku. ah itu Yongbae bersama Seungri. Benarkan kataku,dia berduaan. so sweet sekali kelihatannya. “kau tidak masuk kelas?”. Tanya Seungri. Aku menggeleng. “aku malas, aku ini calon musisi hebat.. kenapa harus belajar ‘do re mi fa sol la si do’ lagi? dan menghafal nada-nada balok lagi. Sedangkan aku saja sudah menciptakan beberapa banyak lagu”. Jelasnya.
“tetap saja kau masih payah,buktinya tidak bisa menciptakan lagu buatku!”. Protes Seungri.
“nanti ya kalau aku sudah jadi artis terkenal.. dan itu juga kalau aku ingat”. Jawabku santai dan sedikit meledek.
Seungri hanya mendengus. “yaaa! kau menyebalkan sekali aishh”.

Seunghyun POV
hari ini benar-benar melelahkan sekali. Akhirnya jam kuliahku selesai. Aku menuju parkiran dan memegang skenarioku untuk acara theater ketika acara ulang tahun kampus ini.
saat sudah sampai diparkiran motorku, ada yeoja cantik sekali menyender di motorku.
ah itu Minyi. Dia melihatku, dan melipat tangannya. “antar aku pulang ya pipooooo…”. Rengeknya manja.
Aku sudah biasa sebenarnya dengan manjanya itu. “bukannya kau sedang ngambek padaku?”. Tanyaku santai.
“aniyooo.. sekarang sudah tidak..”. Dia menarik-narik jaketku dengan pelan.
“ne, aku antar…”. “kajja”. Ajakku untuk menyuruhnya naik ke motorku.DEG’ jantungku berdegup kencang ketika dada Minyi menyentuh punggungku. motorku agak nungging belakangnya,jadi saat dia memelukku dadanya benar-benar menempel dipunggungku. Tanpa diperintah juniorku menegang. Semenjak 2 tahun lalu kami melakukannya dirumah ku,aku tidak melakukannya lagi. Dia masih takut sakit saat pertama melakukannya. Jadinya ya sudah aku mengikuti keinginannya.
***
Sampai didepan rumahnya,aku melepaskan helmku. Ini rumah yang sejak dari dulu aku datangi. Hampir tiap hari.
“pippo.. antar aku sampai dalam yaaaa…”. Rengeknya lagi. aku membuang napas. “kau ini ya,dari dulu hobinya meminta diantar sampai tempat tujuanmu. Aku juga sudah dengar dari eommamu. Saat kau mau berangkat ke Hamji kau merengek minta diantar sampai depan kelas.. memalukan sekali kalau eommamu benar-benar melakukannya”. Ujarku panjang lebar
Minyi manyun lagi. Ampun deh sama anak ini.”uljima.. jangan ngambek.. ne ne aku antar sampai dalam.. kalau perlu sampai kamarmu”. aku mengalah. Dia tersenyum senang sekali. Dan dia menarik pergelangan tanganku.
Aku melihat sekeliling rumah. Sepi sekali. Kosong. “kemana eomma appamu?”. Tanyaku penasaran.

“sedang keluar kota… ada bisnis baru katanya”. Jawabnya sambil membereskan barang-barang kuliahnya.
“aku mandi dulu ya pipo..”. Katanya sambil mengambil handuk dikamarrnya.
Aku mengangguk pelan. Dan mataku tertuju pada salah satu figura di ruangan ini. Ruangan yang pernah aku bermain boneka barbie bersama dengannya. Aku dipaksa menemaninya bermain barbie. katanya waktu itu “aku sering menemanimu bermain mobil-mobilan,robot-robotan,dan sekarang kau harus menemaniku bermain barbie”. Aiish aku kalo mengingatku rasanya memalukan sekali. Kalau saja Jiyong dan yang lainnya tau,matilah aku. Bisa-bisa Seungri meledekku dengan kata-kata ‘mukamu dan suaramu seram,tapi hatimu boneka barbie yang manis berambut pirang dan langsing’. isshh aku memikirkannya saja sudah jijik. Oke kembali ke figura itu,foto ku dengan Minyi. Ketika aku datang pada perlombaan menggambarnya dan dia memenangi juara 1. Minyi memegang piala dan aku merangkulnya sambil tersenyum. Indah sekali.
Ketika sedang mengulang masa-masa dulu,Minyi keluar dengan rambut basah dan kaus tipis celana pendek sekali.
Dia duduk disebelahku. Wangi apel tubuhnya menyerbak dihidungku. Aku melihat tubuhnya,terlihat bra hitamnya dibalik kausnya itu. Aku menelan ludah.
“wae oppa?”. dia mnyadarkan lamunanku. “gwaenchana”. Jawabku pendek pura-pura tidak terjadi apa-apa.
“pipo kau haus?”. Tanyanya. “ne.. aku haus dari tadi.. bukannya sediakan aku minum dulu malah kau tinggal aku mandi.. kejam sekali”. “hehehe.. ne aku ambil minum dulu”. Katanya sambil berlenggok menuju dapur. Aku memperhatikan lekuk tubuhnya. Indah sekali.
2 menit kemudian dia sudah membawa 2 gelas teh hangat. “ini tehnya pipo..”. Dia memberikan segelas teh hangat padaku sambil duduk. Dan aku tidak sengaja menyenggol gelasnya. Ya sudah,tumpahlah teh itu ke kaus tipisnya.
“aaah oppa panass!!!”. Serunya sambil mengipasi kausnya. “gawenchana?? mian.. mian..”. Aku panik dan mengambil tissue yang ada di meja. Saat mengelapi bagian dadanya,aku deg-degan setengah mati. Aku mulai menggodanya. Aku sengaja tekan usapanku dengan tissu di balik kausnya. Aku melihat matanya terpejam. Aku semakin mengusapnya dengan pasti. Tidak di balik kausnya lagi,tapi di dalam kausnya. “mmhh pipoo.. apa yang kau lakukaan..”. desahnya. Aku tau dia sedang terangsang. Aku usap lagi bagian dalam cup branya dengan tissue. Menyentuh nipplenya. “mmeh..ahh..”. Dia makin mendesah. Aku sudah tidak tahan. Aku buang tissue itu disembarang tempat. Aku cium bibirnya yang terbuka itu. Dia sempat kaget tapi dia membalas ciumanku. Ku lumat bibirnya yang kecil itu. Lidahku ku masukkan ke rongga mulutnya. Minyi membalas lilitan lidahku, “angghhmmh”. Desah dia disela sela kissing kami ketika aku mengelus dadanya dengan tanganku.
Min a POV
“anggh..”. desah ku pelan. Sudah 2 taun lalu kami tidak melakukan ini lagi. Terakhir ya 2 tahun yang lalu itu.
Mataku terpejam menikmati apa yang dilakukan pipo padaku. Dia masih mengulum lidahku. Kami bertukar saliva. “ahhhh..”. Aku mendesah hebat ketika tangannya mulai meremas dan memainkan nippleku. Pipo benar-benar lembut melakukannya. Justru itu aku semakin terangsang karena kelembutannya itu. Pipo mulai menelusuri leherku dengan lidahnya. “aahhh…hheh..”. Mataku tetap terpejam menikmati perlakuan pipoku. Tidak lupa dia meninggalkan kissmark di leherku. Setelah puas menjilati leherku,lidahnya turun ke payudaraku. Pipo membuka cup bra ku keatas dan terpampang lah gunung kembar indahku tepat didepan wajahnya. “uuuhhmnm…”. Dia menjilati nippleku dan meraup payudara kiriku seperti ingin dimakan semuanya. Tangan kanannya meremas,memilin nippleku. Aku semakin terangsang. “ngghhh opppaahh..”.

Tangan kanannya turun ke celanaku. Dibukanya resleting celanaku. Celanaku pendek,jadi mudah sekali diturunkan. Dalam 5 detik celanaku sudah tanggal. Tangannya masuk kedalam celana dalamku. Mengusap permukaan vaginaku. Sesekali jarinya memainkan klitorisku. “hhhhh terrruussh…hhoopah”. Kataku tidak karuan.
Celana dalamku sudah dilepaskan. kini aku full naked. Tidak mau kalah,aku buka kancing kemejanya satu persatu. Dia masih memainkan payudaraku. Dan kembali lagi meraup bibirku. ”mmhh”. Desahan tertahan kami.
dia melepaskan ciumannya. Terdengar suara jeplakan lidah. Dia melepaskan kemejanya. Dan menciumku lagi. kini pahaku dilebarkan. aku mengangkanginya. Juniornya menggesek-gesekannya divaginaku. “oppaahh..ahh…celanannya buka jebal..”. Kataku disela-sela ciuman kami.
Pipo membuka celananya. Terlihat juniornya sudah tegang seperti menara eifell. “omohhh ahh besar sekali oppah..”. Aku memainkan juniornya dengan pelan. Dia masih berada di atasku. Aku kocok pelan juniornya. “ahhhhnggh terus chagi…nghha hah..”. pipo mengerang. Aku jadi semakin semangat memainkannya. Aku bangun dan gantian,pipo berada dibawah. “mhhhemmh..”. aku mengulum juniornya seperti mengulum lolipop. “aaahh fassshhteeerchagiah…”. “mmeehmmhehm..aah..”. Aku senang melakukan ini. Dia masih mendesah-desah nikmat.
“aku tidak kuat lagi chagi.. aku mau mengeluarkannya di lubangmu..”. Aku buru-buru mengarahkan juniornya ke lubang vaginaku. JLEB’ masuk sudah dengan lancar. “aaahhh”. Aku mengerang. Dengan posisi woman on top. Aku mencoba mengocoknya. “ah..ahha..ahhh..ahh… Seunghyuhhnnhh..teeeruushh..”. “fffaastterhh Minyihhhah.. aaahhnghh shhhhiitthhh nikmmmathh chagiihhebatthh..”. Dia dan aku meracau tidak jelas. Tangannya mengenggam payudaraku dan meremasnya. Aku semakin terangsang. “aaahh hhhah aku mau pipis oppaahh” Kataku sudah mencapai puncaknya. “neeeh..aku juggahh chaggiihh.. aaaaahhh ahhhh”. Kami berdua keluar. Aku rubuh di dadanya. “ahhh hah..”. Aku masih terengah-engah. “kau hebat chagi.. lebih hebat dari pertama kita melakukannya”. “siapa dulu dong..” aku tersenyum. Kami belum melepaskan kontak kami. Aku tertidur didadanya.
Seunghyun POV
Lihat,bidadari kecilku sedang tertidur di sampingku. Ketika dia tertidur aku lepaskan kontak kami pelan-pelan. Dia sempat menggeliat sebentar. Kami melakukannya disofa. Jadi merasa tidak nyaman untuk tidur di sofa sempit ini.
Aku menggendongnya dan merebahkannya di kasurnya. Aku ikut tidur disampingnya. Aku tidak bisa tidur. Masih tidak menyangka,gadis umur 5 tahun yang dulu masih dikuncir kuda.. sekarang sudah dewasa begini. Aku belai pipinya yang chubby itu. Bibirnya terlihat manyun. Ini sudah jam 9 malam. Aku ingin pulang,tapi masa aku tinggal Minyi begitu saja?. ya sudah,ku tunggu dia sampai bangun.
setengah jam kemudian,dia terbangun. “oppa,kau jangan pergi.. temani aku sampai besok pagi..”. Rengeknya.
Aku membelai rambutnya, “nanti kalau eomma appamu tau gimana?”. “eomma appa masih seminggu lagi pulangnya..”. Ucapnya manja sambil manyun. Tidak tahan melihat bibirnya itu,aku langsung menjilat,menyedot,dan menggitnya pelan.

“nggmh.. oppah..mau lagigiih..”. Racau dia saat aku meremas payudaranya yang terbuka. Aku pilin nipplenya,aku remas gundukan itu. Lidah kami masih saling melilit.
“mmmuuhhahh..”. Aku turun menjilat dan menggigit lehernya yang jenjang itu. “slllrrrpphhhmm”. suaraku terdengar oleh kupingku sendiri.

Minyi memejamkan matanya menikmati apa yang aku lakukan. “aahh oppah..”. dia mengerjang saat kedua jariku ku masukan ke vaginanya. Ku ciumi perutnya yang rata. Dan makin lama makin turun ke selangkangannya. Aku jilati pahanya. Jariku masih menyodok dilubang vaginanya.
Dia masih mendesah desah nikmat. “anggahhh oppaah aku sudah tidak tahannhhoppahh..”. Racaunya.

“masukkan oppahhh…”. Badannya menggeliat. Sudah terlihat dia terangsang hebat oleh permainanku.

aku siapkan kuda-kuda. Membuka lebar pahanya. Dan aku gesek-gesekan juniorku di permukaan lubang vaginannya. “oppaaahhhh masukkaaaannhh ahh”. JLEB “aaawwhh.. hah..”. Dia tersentak. “sakit chagiyaah?”. Tanyaku khawatir. “anni… ayo oppahhmulai”. Aku mulai menggenjot. Ku dorong pinggulku dengan kuat. “aahh ahhh ahhhah terrruusshh ffaastterrhh oppaaa ppipoohh..”. “aahh chagiyahh..nikmmathhnyahah..”. Aku mengerang.

Payudaranya bergetar. Aku yang semakin terangsang melihatnya langsung meraup payudaranya itu. Ku jilati,gigit,dan menarik-nariknya pelan. Dia masih keenakan.

Keringatku menetes diwajahnya. “ppippoohhn..aku mau keluaaarhhh ahh..”. “nado chagiyahh..keluarkan sama-sama yah.. ahhhenghhng”.

breeshhh

tersemprotlah cairan sperma ku dinding rahimnya. “ahh..hahh..”. Dia masih terengah-engah. Matanya terpejam. “gomawo chagi…”. Bisikku ditelinganya sambil menggigitnya. “mmhh oppahh .. ahh sudah jangan mulai lagi.. aku lelahh.. sebaiknya kita tidur oppah.. besok kitah bisa kesiangan”. Jelasnya dengan napas terengah-engah. “ne chagi..”. Kataku sambil menariknya ke pelukanku.
Min a POV

Mataku mengerjap. Ternyata matahari sudah nempel diluar sana. Aku melihat sisi kananku. Pippo. Namja jelek tapi sayangnya aku cinta dia,sedang tertidur pulas. Wajahnya cute sekali kalau sedang tidur lelap gini. Aku memandanginya dengan senyum. Dan kudekatkan wajahku dengan wajahnya. Ku mainkan hidungnya.

Tiba-tiba. “mmhhhh” Dia mengerang dan menariku ke pelukannya. Matanya masih terpejam. “oppaaaa banguunn…”. Aku berusaha melepaskan tubuhku dari pelukannya.

Setelah susah payah menarik tubuhku sendiri,aku melirik jam winnie the poohku. “MWO???? JAM 9??”.

aku kaget dan membangunkan Pipo. “OPPAAA BANGUUUNNN OOPPAAA”. Dia masih tertidur. Aku jambak rambutnya. Dia masih nyenyak tertidur.
GEDEBUK’
oops. Aku menutup mulutuku dengan tanganku. Aku tidak sengaja mendorongnya. “AAAWWHHHH APA YANG KAU LAKUKAN YEOJA TENGIKKK”. serunya. Dia bangun dari lantai dan memegangi pinggangnya. “sakit ya oppa….?”. Tanyaku merasa tidak bersalah. “yaa!”. Baru saja dia mau mengomeliku. JEDUK’. dia terjatuh lagi. mwo? ohh dia mau mengerjaiku. Aku merangkak ke arahnya dan melihat kebawah kasur. Aku tersenyum. “oppa,jangan bercanda.. nanti gara-gara kau begitu,kau bisa masuk angin”. Ujarku sambil turun kasur untuk mandi.

Aku biarkan saja dulu. Paling tar dia bangun sendiri.

***

15 menit aku mandi. Aku keluar. Dan… oppa masih tergeletak dilantai?. Aku panik. Aku goyang-goyangkan tubuhnya. “ooppppa bangunnn!! oppa mianhaeee.. aku cuma bercanda tadi..”. Mataku mulai basah.

“oppa bangun jeball…”. Aku menampari kedua pipinya.

Diam. Tidak bergerak.

“oppaa aku janji aku akan pintar masak.. aku janji aku akan selalu memuaskanmu diranjang… aku janji aku tidak akan cemburuan lagi.. bangun oppaa..”. Isakku.

“geurae?”. Tiba-tiba suara berat itu terdengar. Aku berhenti menangis. Dia terlihat senyum-senyum dan cengengesan.

“OPPA !!! KAU MENGERJAI KU??!! JAHAAAAT SEKALIII”. teriakku sambil menjambak-jambak rambutnya yang hitam itu. “aw aw aw ampun chagiiii ampuun”. “habis ,kau menjambak-jambakku,memukul-mukulku,bahkan mendorongku sampai pinggangku sakit.. kau harus tanggung jawab yeoja tengik”. jelasnya.

“yaa! siapa suruh kau tidak bangun-bangun. Kita ini kesiangan! cepatlah mandi.”. Suruhku. “neeee yeoja tengik”.
AUTHOR POV
Seunghyun dan Min a datang jam 10 lewat 5 menit. Kali ini Min a benar-benar terlambat.

Min a pergi duluan ke kelas karena kelasnya memang sudah dimulai jam 10 tadi.

Dan Seunghyun masih terlihat santai. Karena hari ini dia hanya ada 1 kelas. Itu juga jam 11. Masih ada satu jam lagi pikirnya.

“kau dimana?”. Tanya Seunghyun di telepon. Dia menelpon Jiyong. “aku di kantin sama anak-anak”. Jawab Jiyong pendek. Seunghyun langsung mematikan ponselnya dan langsung menuju kantin.

Saat ia jalan menelusuri koridor kampus. “Seunghyun! tunggu”. Ada seseorang yang memanggil. Dia Lee Han. Seunghyun terlihat heran. “wae?”. Tanyanya .

“mmm anii.. aku mau mengajakmu makan bersama”. Ajaknya sambil tersenyum. Seunghyun masih kaku. Bingung. Dia sebenarnya ma ikut berkumpul dengan anak-anak.

“eh.. gimana ya.. sebenarnya aku mau ke kantin mau menyusul anak-anak.. aku tidak keberatan kalau kau mau ikut.. “. “itu juga kalau kau mau”.

Lee Han terlihat berpikir dan “ne! tentu saja aku mau”.
Seunghyun POV
Pagi ini badanku sakit-sakit sekali akibat semalam. Di tambah aku didorong dari kasur oleh yeoja tengik itu. Leherku terasa pegal. Pinggang apalagi. Ampun deh…

Aku sudah menelpon Jiyong. Dia dikantin bersama yang lain. Aku berangsur menyusulnya. Dan saat sedang berjalan dikoridor Lee Han memanggilku. Ia ingin makan bersamaku. Ya sudah,aku ajak saja dia untuk ikut berkumpul bersama kami.

Dan disinilah,disampingku Lee Han.

“hey Hyun-a! kau membawa yeoja cantik.. dan kau tidak mengenalinya pada kami”. Seru Seungri.

Jiyong,Daesung,dan Yongbae masih sibuk dengan makanan mereka.

Aku dengan gugup memperkenalkannya pada yang lain.

“Lee Han.. kenalkan…”. Belum sempat aku menyebutkan namanya Seungri sudah menyambar. “ahh aku Seungri! Namja tertampan se Korea”.Aku mendengus. “kau tidak melihatku? Kau merasa mukamu tampan bagaimana denganku?. Aku sudah tampan begini masa harus dibilang “tampan sekali”. “kasihan namja-namja yang lain yang belum dapat predikat tampan..”. Aku setengah menyindir Jiyong,Yongbae,dan Daesung.

“yaa! kau sombong sekali”. Jawab Seungri dengan kesal.

“aku Jiyong”

“aku Yongbae”

“aku Daesung”

Mereka memperkenalkan diri satu-satu pada Lee Han. Lee Han tersenyum. “bangapta”.

“kemana Min a ?”. Tanya Jiyong. Jiyong sangat perhatian dengan Min a . Kalau sedang bertengkar denganku,Min a selalu mengadu padanya. Dan Jiyong akan berceramah panjang lebar padaku.

“dia sedang ada kelas.. tadi saja terlambat”. Jelasku
“nugu… Min a?”. Tanya Lee Han.

“Min a itu yeojachingunya Seunghyun dari 14 tahun yang lalu”. Lagi-lagi Seungri emberrrr bocor. aku

Tersenyum kaku. “oh nee aku baru ingat,mereka belum resmi pacaran. Tapi mereka masih dalam masa trainee..” Lanjut Seungri.

“yaa ! kau ini cerewet sekali”. Timpalku sambil melemparnya tissue.

Wajah Lee Han jadi suram. “wae Han-a?”. Tanya ku khawatir.

“aniyo.. aku pergi dulu ya.. ada urusan dengan dosen”. Pamitnya.

“oh.. nee”. Jawabku masih terheran-heran. “dia cemburu”. Tiba-tiba Jiyong sudah berkomentar seperti itu.

“dia suka padamu”. Lanjutnya datar. Masih berkutat dengan makanannya.

“m…mwwo??”. “tidak mungkin.. kau ini jangan sok tau Jiyong-a!”.

Jiyong hanya mengangkat bahunya tanda “terserah”.
***

Setelah tadi berkumpul bersama ,aku ke kelas jam 11. Terang saja aku sedang belajar bagaimana emosi yang seharusnya ketika sedang berperan menjadi orang lain.

Aku masih memikirkan apa yang diucapkan Jiyong tadi. Lee Han suka padaku? Dia memang cantik,jago akting,dan baik. Namja mana yang tidak mau dengannya. Tapi sayangnya aku tidak tertarik. Aku sudah jatuh hati pada bidadari kecil yang sudah ku kenal dari dia umur 5 tahun.
Sekarang,aku sedang menunggu bidadari itu didepan kelasnya. Sepertinya masih lama. Aku ingin jalan-jalan dulu.

Ada pemandangan aneh.

‘yaa! aku sudah memutuskanmu! untuk apa kau datang padaku lagi ha? bajingan’.

Aku heran. Ku sipitkan mataku untuk memperjelas siapa itu.

Lee Han??. Aku lari mengampirinya yang terlihat sedang bertengkar itu.

“hey hey,ada apa ini?”. “kau tidak usah ikut campur”. Jawab namja itu dengan emosi yang meledak-ledak.

“Lee Han siapa dia? gwaenchana?”. Tanyaku pada Lee Han yang astaga. ujung bibirnya berdarah. Ternyata namja ini sudah memukulnya. “ya! TIDAK USAH MENGANGGU YEOJACHINGUKU! PERGI SANA!”. Bentakku pada namja itu. Namja itu masih terlihat marah. Dan akhirnya pergi juga setelah membuang ludahnya didepanku.

“gwaenchana? bibirmu terluka..”. Ujarku sambil memegang ujung bibirnya.

Lee Han masih terlihat shok. “kau… mengaku aku sebagai yeojachingumu?”.

“nee ,waeyo?ada yang salah? aku hanya ingin membantumu”. “sebenarnya ada apa kau dengan namja kurang ajar seperti dia?”. Tanyaku menatap matanya.

“dia mantanku… aku memutuskan dia ketika aku datang kerumahnya dan dia sedang pesta sex dengan teman-temannya”.

Mata ku terbelalak dan dia menangis. Reflek aku memeluknya untuk menenangkannya. “uljima.. yang penting itu sudah berlalu”.
Min a POV
aaaah akhirnya, selama 2 jam aku berkutat dengan kertas,pensil,dan penggaris kelasku selesai juga. Aku menuju keluar kelas. Yong Jin ada urusan katanya,dia tidak bisa menemaniku. Ya sudah.

Tapi… pipoku kok tidak ada. Dia janji mau menungguku didepan kelas. aaahhh pippoo pembohongg.

Aku manyun. celingak celinguk mencari namja jelek itu.
Mataku terpaku pada 2 orang diseberang sana.

“TIDAK USAH MENGGANGGU YEOJACHINGUKU!”.

itu.. itu Pippo.. dia bersama yeoja cantik yang waktu dipeluk di gedung theater kemarin itu.

mwo? pippo bilang dia yeojachingunya??. Dan lihat,sekarang pippo memegang bibirnya.

LIHAT,mereka berpelukan. Seperti ada yang menyambar petir dikepalaku. Aku pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan dua orang itu.
Pantas saja,pipo tidak menjadikanku yeojachingunya secara resmi. Jadi dia masih ingin mencari yeoja yang lebih baik dariku. Yeoja yang mana yang paling pintar masak. Yeoja mana yang bisa memuaskannya diranjang. Yeoja mana yang tidak cemburuan.

Aku menangis. Hatiku sakit. Kalau sudah begini,hanya yeoja tidak punya hati yang tidak cemburu melihat namja yang dicintainya berpelukan bersama yeoja lain.
Aku menelpon Jiyong oppa. Semoga saja kelasnya sudah selesai. “yeobseo Min a?”. Dia menjawab panggilanku.

“oppa odi?”. Tanyaku.

“aku di rumah.. wae?”. “oh .. ne aku kesana ya oppa”. Kataku tanpa mendengar persetujuan Jiyong
Jiyong POV
Aku sedang bersantai dirumah. Seperti biasa,rumah ini sepi. Hanya ada tukang kebun,dan bibi Kang.

aku jadi seperti anak mereka. Tadi setelah kelas selesai,aku ingin pulang. Padahal waktu masih pukul 01.00 siang.

Yongbae tadi mengajakku berkumpul di caffetalia. Cafe tempat kami biasa berkumpul bersama. Tapi aku menolaknya. Aku ingin bersantai dirumahku yang seperti kuburan ini.

Dan tiba-tiba Min a menelpon. Dan mengejutkan,dia ingin datang kesini.

tiiiinng..tooongg…

aku membukakan pintu rumahku. Terkejut,wajah Min a hancur sekali.

Matanya bengkak,hidungnya merah,bibirnya manyun.

“waeeyooo?”. Tanyaku panik sambil memegang kedua pipinya.

“hiikkhikk.. pippo… punya yeojachinggguuuu haaaaahikhiks”. Dia menangis. Aku memeluknya dan membawanya masuk. Nangisnya amat sangat menyakitkan. Bagaimana bisa Seunghyun punya yeojachingu sedangkan yeoja yang dicintainya sedang menangis seperti ini. Aku mendengarkan cerita Min a siang itu tanpa memotongnya sedikitpun.

Dia masih menangis. Sedih sekali aku melihatnya seperti ini. Setelah selesai bercerita aku buka suara.

“kau masih beruntung… kau belum memastikan apakah Seunghyun benar-benar pacaran dengan Lee Han..”.

“mwoo?? beruntung apanya? aku sudah yakin dia pacaran dengan yeoja ituuuu!”. Serunya sambil mengeluarkan ingusnya.

“setidaknya kau tidak ditinggal pergi jauh”. Jawabku sedih. Aku jadi teringat Park Sung.

Dia terdiam dan menatapku seolah ingin tau lebih banyak lagi dariku. aku menghela napas. “aku ditinggal pergi jauh oleh yeoja ku saat kami masih berstatus pacaran”. “dia meninggal ketika dia ikut misi terjun payung oleh teman-temannya. Dia hobi dengan ketinggian. Seperti bertualang. Aku sudah melarangnya.. tapi..”. “Tapi saat itu kami berdebat hebat.. dan dia nekat tetap ingin mengikuti misi itu..”. “dan akhirnya,ketika dia mau terjun….”. Aku tidak sanggup melakukan ini. Dadaku sesak sekali. “saat itu.. parasutnya tidak terbuka.. dan dia jatuh dari ketinggian aku tidak tau berapa ketinggiannya..”. Min a masih menatapku iba. “yang jelas ketika aku melihat jasadnya..sudah tidak berbentuk sama sekali.. hanya gelang pemberianku yang masih terlihat”. ahhh.. dadaku rasanya. Ingin sekali ku pukul.

SYUT’

Min a memelukku. Aku sempat kaget. Tapi aku merasa aman. Hatiku perlahan mulai tenang. “sabar oppa.. mungkin inilah yang dinamakan pendewasaan diri”. Katanya sambil mengelus punggungku dan membelai rambutku yang pirang.

Aku memendamkan wajahku dipundaknya.Perlahan napasku ku arahkan ke tengkuknya. Dia menggeliat.

Ku gigit pelan kupingnya. “mmh..”. Dia merespon. Aku semakin ingin. Ku lepaskan pelukannya. Tatapan matanya sayu dan bengkak. Ku lumat bibirnya yang merona merah sehabis nangis tadi. Dia belum membalas ciumanku. gigit,jilat,sedot ku arahkan ke bibirnya. Dia mulai membuka mulutnya dan membalas jilatanku. “engghh..ahhh”. Dia mengerang.
Seunghyun POV
Aku sekarang sedang di gedung theater yang sepi bersama Lee Han. Aku menemaninya sebentar. Dia terlihat masih terpuruk. Aku mengusap pundaknya. “jangan nangis lagi… sudahlah”. Ujarku tenang.

Dia menatapku sebentar. Dan menarik kepalaku. Diciumnya bibirku. Dia terpejam. Aku membalas ciumannya. Dia masih memegang belakang kepalaku. Kali ini aku pegang kedua pipinya. Memainkan lidah kami. suara sedotan sedotan terdengar digedung itu. Ciumanku ku arahkan ke lehernya. Dia hari ini memakai dress bertali satu. Dan memakai gardigan. “mmhah..”. Dia terlihat eksotis. Ku remas payudaranya yang kencang. “aaahhh..”.

Ku buka bajunya. tidak tanggung-tanggung ia sudah full naked sekarang. Kami melakukannya di kursi penonton. dengan keadaan duduk. Aku mengangkat kedua pahanya. kujilati vagina itu. Bau khas tercium dihidungku.

“aaah..aahh..Seunghhyunnhh aaahh ffaastterh..”.

Payudaranya terjepit dengan pahanya sendiri. Aku mainkan lidahku di vaginanya. sedikit sedikit ku jilati klitorisnya yang seperti biji kecambah yang sudah mau mekar. “aaaahh..oohhh..”. Dia mendesah nikmat.

“Seunghyun-a.. bukahhcelana muuh.. akusudah tidak kuathh..”. Dia menyuruhku membuka celanaku. Aku menurut.

Juniorku sudah menegang. Ku lebarkan pahanya. Akal sehatku sudah tidak berfungsi. kini napsu yang menguasaiku. aku menyodorkan juniorku di depan lubang vaginanya. “aaaahhhh..masukhhan..teruuusshh”. Juniorku sudah sukses masuk di lubang vaginanya. Ku genjot dengan pinggulku. Dia terpejam “ah ahh..ahh..teruushh teruushh Seunghyunnhh..”. “aaaaahhhenhgg nikmaatthhhnyaahh..”. aku ikut mengerang. Dia mencekram pinggir bangku dan aku memegang pahanya supaya makin terbuka. “AAHH.. aku mauuh keluarhh”. Kataku. ahhh..ahhh.auuuhh…”.
Jiyong POV

“mmmmhh..”. Min a menikmati setiap jilatanku. “aahh..”. Aku sudah semakin konak. Ku buka cup branya ke atas. ku jilati gundukan indah itu. “sllrrppslruupphmm”. Suara sedotanku.

“aaahh…ahhoppaah..”. aku remas payudara sebelah kanannya. Sudah terasa juniorku sudah ingin keluar dari celanaku. Sudah benar-benar merasa sesak,aku buka celanaku. “aaahh oppah..”. Dia mendesah melihat juniorku.

kini ku pelorotkan celana dalamnya. Baju bagian atasnya masih setengah naked. ku tidak mau membukanya semua. Justru itu yang membuat aku semakin bernapsu. Aku jilati dinding vaginanya. Tidak satupun aku miss menjilatinya. “aaahheehh..”. Dia mendesah kuat.

Aku masukan jariku kedalam vaginanya. Sudah basah sekali. “aaahhhh oohhh oppaah teruus..”. Dia mengerang

Tidak lama kemudian keluarlah cairan cintanya. Ku jilati jariku yang terkena sisa-sisa cairanya.

Ketika aku siap memasukkan juniorku yang sudah sangat tegang. Dia menutup pahanya dan bangun. “oppa.. apa yang kita lakukan? aku ini calon istri Pipo.. sahabatmu.. aku merasa kita mengkhianatinya..”. Dengan muka datar dia merapikan bajunya dan pergi dari rumahku.

Aku terduduk termenung. Apa yang sudah kulakukan pada calon istri sahabatku. Aku terduduk dengan juniorku yang masih menegang.
Seunghyun POV
Aku terduduk disamping Lee Han. Aku benar-benar menyesal. Apa yang sudah kulakukan???. Oh Tuhan… aku melakukannya pada yeoja lain selain Minyi. arrrgh. Aku merapikan bajuku. Dan beranjak pergi. Aku sampai lupa ini sudah lewat dari jam kuliahnya Minyi. “kau mau kemana?”. Tanya Lee Han menahan tanganku. “apa kau mau pergi begitu saja setelah kau melakukannya padaku?”. Aku gugup. Aku pusing. “jangan mendekatiku lagi.. maupun menemuiku lagi”. “kita hanya sebatas partner di atas panggung”. Ujarku dan pergi meninggalkan dia.

Ketika menuju keluar dan membuka pintu aku mendengar dia menangis. Aku tidak perduli. Lebih sakit ketika Minyi tau apa yang telah terjadi.

***

aku menuju kelas Minyi. Kosong.

Tidak ada orang sama sekali. Aku telepon Seungri,Daesung,Yongbae ,tapi tidak ada yang tau. Aku menelpon Jiyong. “dia tadi kerumahku..dan dia sudah pergi”.

Jiyong menjawab dengan datar.

oke,kurasa aku harus kerumahnya. Aku nyalakan motorku. Ku kenakan helmku. Dan aku menancap gigi motoru dengan cepat. Suara motorku bergema diseluruh kampus.

Mianhae…mian bidadari kecilku…

Didalam perjalanan aku hanya menahan marah pada diriku sendiri. Bagaimana aku bisa kehilangan akal sehatku seperti ini.

***
aku masuk ke dalam rumahnya. Aku pencet belnya. Ternyata eommanya sudah pulang. Aku bertanya,katanya Minyi belum pulang dari tadi. Aku semakin kalut. Kemana dia sebenarnya.

Aku tunggu didepan rumahnya dengan bersandar dimotorku sendiri.

1 jam. 2 jam. 3 jam. 4 jam. dan cukup,ini sudah jam 7 malam. Dan dia belum pulang sama sekali.

Sejak kapan dia jadi nakal begini.

Pintu rumah Minyi terbuka. Eommanya terlihat buru-buru dan panik. Dia kaget ketika masih melihatku didepan rumahnya.

“Seunghyun-a?? kau masih menunggu disini??”. Tanyanya.

“ne..”. Jawabku pendek

“Seunghyun! Min a tertabrak mobil saat dia mau menyebrang dari halte bus”. Wajah eomma begitu panik. Raut wajahnya sudah benar-benar panik.

Aku juga terkejut. Jantungku terasa mau copot. Air mataku sudah ada dipelupuk mata.

“sebaiknya kau pergi bersamaku”. Ajak eomma Minyi. Dia membawa mobil.

Ku parkirkan motorku di dalam halaman rumah Minyi.

Didalam perjalanan aku kalut. Takut terjadi apa-apa.

Aku kirim pesan ke 4 namja. Tentu saja temanku. Supaya datang melihat ke rumah sakit.
Min a POV
apa yang aku lakukan bersama Jiyong oppa?? Aku nyaris melakukannya bersama sahabat namja yang benar-benar aku cintai. Walaupun pipo sudah mempunyai yeoja lain selain diriku. Aku pulang sendiri.

Aku menunggu bus di halte. Tapi,bus yang kutunggu tidak kunjung datang. Merasa sudah malam aku berpikir naik taksi saja.

Tapi,dari arah aku menuju halte taksi tidak ada yang lewat.

Pikiranku benar-benar kacau. Aku harus gimana jujur pada pipoku.

Aku menyebrang. Berniat naik taksi dari sebrang sana. Aku sama sekali tidak memperhatikan jalan. dan tiba-tiba seperti ada benda berat membuat tubuhku terpental entah sampai mana. Mataku gelap,dan aku sudah merasa napasku terputus-putus.
AUTHOR POV

Sampai dirumah sakit,eomma dan Seunghyun menuju kamar yang sudah diberitahukan sebelumnya. Seunghyun dan eomma berlari cepat-cepat menuju kamar gadis kesayangannya.

Sudah sampai dikamar Min a ,eomma Min a langsung menghambur ke tempat Min a terbaring lemah.

selang oksigen dipasangkan dihidungnya. Jarum infusnya tertanam di tangannya.Ya Tuhan.. rasanya aku ingin sekali berlutut meminta maaf apa yang telah kulakukan. Pikir Seunghyun dalam hati

eomma menangis. Dia memegangi pipi putri kecilnya itu. Seunghyun tidak sanggup melihatnya.

Dan ia keluar dari kamar itu.

Di bangku depan ,Seunghyun melipat kedua tangannya dan menunduk. Air matanya menetes.

Kalau saja aku tidak menemani Lee Han. Mungkin aku sudah mengantar Min a pulang. Pikirnya

“Hyun-a!”. Ada suara khas memanggilnya. Dia Daesung. Ternyata mereka semua janjian pergi bersama. Daesung,Yongbae,Seungri,Jiyong,Yong Jin,dan Park Hye. “bagaimana keadaannya?”. Tanya Yongbae.

Seunghyun menggeleng. “molla..”. “Bagaimana kau bisa tidak tau? kau tidak tanya pada dokternya??”. Tanya Seungri bertubi-tubi. “Jika kau mau tau lihatlah langsung kekamarnya”. Ujar Seunghyun.

Dan semuanya sudah berhambur mengekor Seungri. Kecuali Jiyong.

“dia datang kerumahku dengan kacau balau..wajahnya berantakan..”. aku menoleh menatap Jiyong. “dia menangis dipelukanku.. katanya kau punya yeojachingu”. lanjut Jiyong.

Seunhgyun kaget. Jadi sebenarnya dia menungguku menjemputnya,tapi dia melihat ku saat sedang mengaku kalau aku ini namja Lee Han pada mantannya itu. Pikir Seunghyun dalam hati.

“apa yang kau lakukan? aku yakin kau tidak punya yeoja lain selain Minyimu itu.. tapi kau sudah menyakitinya”. Ujar Jiyong sambil menyender ke bangku yang ia duduki.

“aku hanya membantu Lee Han dari mantannya yang saiko tadi”. Jelasku.

“arra.. tapi Minyimu itu sudah salah paham”. “dan aku mau mengakui sesuatu…karena ini tak pantas disembunyikan”.

Seunghyun meneggakkan badannya. “aku sudah menyentuh Min a.. aku menciumnya.. aku nyaris melakukannya..”. Ujar Jiyong. Seunghyun terlihat wajahnya memerah menahan amarah. “jebal.. katakan kalau itu bohong”. Tukas Seunghyun dengan suaranya yang berat dan matanya yang tajam. “aku tidak bohong”.

BUUK’

Seunghyun sudah melayangkan tinjunya ke wajah Jiyong. BUK. Ia melanjutkan memukul pipi kanan Jiyong. Di sela-sela itu Jiyong masih sempat bicara. “asal kau tahu,dia menghentikannya.. dia masih memikirkanmu..”. “dia tidak ingin merusak cintanya dan merusak persahabatan kita”. Seunghyun berhenti menonjok. Dia melepaskan cengkraman baju Jiyong. Dan membuang napas sekencang-kencangnya.

Seunghyun POV
eomma Minyi memintaku menemani Minyi. Ia mau pulang dulu untuk mengambil kebutuhan untuk Minyi. Dan yang lainnya juga sudah pamit pulang. Karena sudah larut malam.

Minyiku masih belum sadar. Wajahnya yang putih,menjadi semakin putih. Putih pucat. Pucat pasi.

Aku benar-benar ingin menangis dengan keadaannya seperti ini. Dia tidak melakukannya dengan Jiyong walaupun sangat nyaris. Dia tidak mau mengkhianatiku. Tapi aku? aku sudah mengkhianatinya.

Aku menangis di tangannya. Ku cium tangannya.

“mianhae…”. Bisikku.

Jarinya bergerak. Kepalanya bergerak. Aku terlonjak senang. “Minyii… bangun sayang bangun..”. Panggilku.

dia membuka matanya pelan. “ah..oppah..”. Ujarnya lemah. Lemah sekali.

“nee chagi.. oppa disini sayang..”. Jawabku sambil membelas dahinya.

“mianhae oppah.. aku sudah mengkhianati kau..” tukasnya. Air matanya turun

Aku menggeleng dan mencium tangannya. “harusnya aku yang minta maaf… maaf sudah membuatmu sakit..maaf sudah membuatmu menangis..”.

“oppa.. maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi calon istri yang baik untukmu..”. Ucapnya lemah.

“ani ani kau sudah menjadi calon istriku yang baik.. baik sekali chagi..”. Aku mengecup keningnya.

Dia tersenyum. “aku berjanji… secepatnya aku akan menikahimu..”. Ujarku lantang

“tapi..kita kan masih kuliah pippo..”. Jawabnya sambil manyun. ampunn dehh ,lagi sakit parah gini aja masih sempet-sempetnya manyun.

“banyak orang yang sudah menikah tapi tetap kuliah chagi.. nanti kita setelah menikah,kita lanjutkan lagi kuliah kita.. oke?”. Kataku

Dia mengangguk dan tersenyum. Tuhan.. izinkan aku menikahinya supaya dia menjadi milikku yang tetap. Supaya aku bisa menjaganya. Membuatnya tersenyum ceria.
END-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: