Just You

0


1. Author :  Haejin

2. Judul : Just You

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

-Cho Kyuhyun

-Lee Yoona

-Lee Donghae

-Lee Haejin/Cho Haejin

 ———————————————————————————————-

Haejin pov,

“Huuuh~ eonnie aku benar² tegang”
 Aku menggenggam tangan Yonna eonnie yang sedang menemaniku di ruang rias.

“Kau ini,tenang saja.Semua akan berjalan dengan lancar seperti pernikahan ku dengan Oppa mu waktu itu”

Yonna eonnie menenangkanku.

Ya..ini adalah hari pernikahan ku dengan namjachinguku Cho Kyuhyun,setelah berpacaran selama 2 tahun kami memutuskan untuk menikah menyusul Donghae oppa dan Yonna eonnie yang sudah menikah terlebih dulu.

“Lihat² tanganku bergetar”
 Aku memperlihatkan tanganku yang bergetar padanya.

“Ish kau ini..Jangan seperti anak kecil begitu.”

Kakak iparku itu malah menjitak kepalaku..

“Yaa..eonnie..”

“Hei..ada apa ini”

Donghae oppa masuk ke ruang rias juga.

Yonna eonnie langsung mengadu pada suaminya itu..

“Lihatlah Hae-ya dongsaengmu itu berlebihan sekali..”

Yonna eonnie berkata manja pada Donghae oppa.

“Omo,eonnie kau ini..Waktu itu saat kau menikah dengan Oppa kau ju..hmmpp”

Yonna eonnie membekap mulutku karena takut rahasianya terbongkar.

“Eonnie…”

“Ah aku rasa pikiran Haejin mulai kacau,Hae-ya ayo kita pergi kan sudah ada eomma disini.”

“Baiklah kami keluar dulu eomma, Haejin-ah..”

Setelah oppa dan eonnie keluar tinggal aku dan eomma di ruangan ini..

“Eommaa…”

Aku memeluk eomma erat dan hampir menangis.

“Sstt..ingat tidak ada acara tangis hari ini”

“Aku..eomma aku pasti akan merindukanmu..”

“Eomma juga pasti merindukanmu chagi.Kau harus menjadi istri dan eomma yang baik buat anak²mu nanti..”

Kata eomma sambil mencium keningku.

“Hmm..aku mau menjadi eomma yang baik seperti eomma.”

“Kau bisa menjadi lebih baik dariku Haejin-ah..”

“Waktunya sudah tiba ayo Haejin-ah”

Donghae oppa datang dan memberitahukan bahwa upacara pernikahan akan segera dimulai.

“Eomma tunngu di sana ya sayang,rilex saja oke”

“Ayo saeng-ah”

Donghae oppa memberikan tangannya agar dapat ku gandeng..

“Huuh baiklah..ayo oppa”

Aku mengalungkan tanganku erat.

“Jangan tegang oke..Kau lihat nanti wajah Kyuhyun seperti apa.”

“Memang kenapa dengannya oppa?”

“Ah kau lihat saja nanti sendiri.Ayo nanti mereka terlalu lama menunggu”

…………………………………………………………..
 Kyuhyun pov,

~Pengantin Wanita dipersilahkan masuk~

Pintu gereja terbuka lalu masuklah Donghae hyung dan Haejin,tapi aku tidak melihat dengan jelas wajah mempelaiku karena ia menggunakan tudung..
 Ah dari tadi aku tidak bisa tenang,kenapa aku jadi tegang begini.Bisa malu kalau Haejin melihatku yang gemetaran dari tadi..

“Aku serahkan dongsaengku padamu Kyu”

Donghae hyung memberikan alih tangan Haejin padaku,aku menatap matanya ia juga menatapku.Ia benar² terlihat cantik walau wajahnya masih tertutup.

“Hei tanganmu dingin sekali Jin-ah”

Aku mengejeknya karena saat ku genggam tangannya terasa dingin.

“Ugh oppa tanganmu juga tidak berhenti bergetar dari tadi”

Ya,dia membalasku rupanya

“Baiklah kita mulai pemberkatan pernikahannya sekarang”

Pendeta ini mengagetkanku saja,membuatku bertambah tegang.

“Cho Kyuhyun-sii apakah kau bersedia menerima Lee Haejin sebagai pendaming hidupmu disaat senang maupun susah dan akan terus bersama sampai ajal memisahkan?”

“Ya.aku bersedia.”

Aku menjawab dengan mantap..

” Lee Haejin-sii apakah kau bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai pendaming hidupmu disaat senang maupun susah dan akan terus bersama sampai ajal memisahkan?”

Haejin menatapku,aku tersenyum kepadanya..

“Aku bersedia.”

Ahh 2 kata itu membuat semua bebanku hilang dia tersenyum manis kepadaku..

“Baiklah kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri,mampelai pria dipersilahkan mencium mempelai wanita”

Aku mendekatkan diri pada Haejin. sebelah tanganku menahan punggungnya dan tangan satunya lagi memegang pipinya,aku mengecup bibir tipisnya pelan dan dengan penuh rasa cinta sambil menutup mata..

_________________________________________

Setelah acara pernikahan selesai..

Kyuhyun pov,

“Baiklah kami pergi dulu..”

“Jaga dia ya Kyu..”

kata eomonim padaku

“Eomma..”

Haejin menghampiri eommanya lalu memeluknya

“Sst jangan seperti anak kecil lagi,kau sekarang sudah menjadi istri.harus patuh pada suamimu.jadilah istri yang baik.Pergilah”

Haejin terlihat hampir menangis tapi buru² dia mendongakkan kepala agar air matanya tidak keluar.

“Ne eomma”

Haejin yang sudah bisa mengontrol emosinya memeluk erat eommanya

“Kau harus menjaga istrimu dengan baik Kyu”

Appa berkata sambil menepuk bahuku.

“Hmm itu pasti.”

Kataku mantap

“Kyunnie-ah kau harus bahagiakan istrimu..tidak terasa kau sudah berkeluarga sekarang..Baik² ya kalian berdua..”

“Iya eomma..”

“Kyuhyun Haejin cepatlah mempunyai momongan,Siapa duluan yang akan memliki anak kami atau kalian.hahahha”

Donghae oppa menggoda kami.

“Eh..”

Haejin bingung dengan perkataan
 oppanya.

“Hae-ya kau ini..”

Yonna mencubit perut Donghae..

“Baiklah kita lihat saja nanti”

Kataku balik menantangnya.

“Eh..”

Lagi² Haejin memasang bingung..

“Baiklah ini sudah terlali larut,kami pergi dulu.ayo Jin-ah”

“Hmm..sampai jumpa semua..”

Kata Haejin sambil masuk ke dalam mobil..

“JIN-AH HATI² DENGAN KYUHYUN”

Aku bisa mendengar Donghae hyung berteriak saat mobil kami mulai melaju..

Karena rumah baru ku dan Haejin letaknya di pinggir kota jadi  membutuhkan waktu agak lama untuk sampai disana..Aku lihat Haejin tertidur di sampingku.Ia terlihat sangat lelah..Tapi pasti akan lebih melelahkan nanti,ku harap dia akan kuat,kkkk..

“Jin-ah,sudah sampai.Ayo bangun.”

“Engh..hmm,aku tertidur ya..”

Katanya sampil mengucek matanya..

“Ayo turun”

Aku membukakan pintu untuknya lelu membimbing tangannya..

“Hmm rumah ini terlihat lebih indah saat malam hari ya oppa”

“Yaa..tentu saja,kan aku yang memilihkannya..”

“nee..arraeso.”

“Kau mandi duluan saja Jin-ah”

“Baiklah..”

“Haa,aku akan mulai menjalankan rencanaku..kkkk,bersiaplah untuk mersakan kepuasan hari ini Jin-ah”

Haejin pov,

“Ah chagi buka pintunya aku ingin buang air kecil..cepat”

Kyuhyun oppa menggedor² pintu kamar mandi..

Aku mematikan shower lalu menjawab sedikit berteriak.

“Aku kan sedang mandi oppa,kau ke
 toilet di luar saja”

Dia ini aneh² saja..

“Yaa Jin-ah aku sudah tidak kuat,cepat buka aku tidak akan lama²”

Ah kasihan juga dia,aku memakai handuk kimonoku dengan buru²,kurasa di rambutku masih ada shamponya..Ada² saja dasar..

~Kriett~

Aku membuka pintu kamar mandi dan Kyuhyun oppa langsung masuk,saat aku hendak keluar Kyuhyun oppa malah menahan tanganku.

“Eh kenapa oppa?”

Kataku bingung..

“Kau didalam saja..”

Kata Kyuhyun oppa lembut,aku paling tidak tahan kalau dia sudah bicara dengan nada lembut seperti ini..

“A..ada apa?”

Kataku terbata,ia lalu semakin mendekat padaku hingga aku tersudut di sudut westafel..

“K..kau i..ini kenapa o..o..oppa”

Tanganku berada di dada bidangnya menahan agar ia tidak semakin merepat padaku..

“Wae?aku hanya malakukan yang harus dilakukan,lagipula aku ingin mengalahkan hyungmu itu..”

Katanya sambil menunjukan smirknya..

“Mak..embhh.”

Aku tidak bisa melanjutkan perkataanku,Kyuhyun mencium bibirku lembut,aku membalas ciumannya.tapi aku merasa lama² ciumannya semakin dalam..

Kyuhyun pov,

Sekarang Haejin duduk di atas wastafel,Kami masih berciuman dia memeluk leherku dan tanganku bertumpu pada wastafel..
 Haejin memang paling hebat saat berciuman..

“Engh..ck..ck..embh..Oppa..cu..Khup”

Kurasa Haejin sudah kehabisan nafas..

“Hhh..hhh oppa..”

Ia mendesah saat aku membelai lehernya,leher memang bagian yang paling sensitife di tubuhnya jika disentuh..

“Ahahaha..”

Aku menghentikan sentuhanku saat melihat ia menikmati sentuhan yang aku berikan..

“Waee…”

Haejin menatapku lalu memanyunkan bibirnya..

~chuu..~

Langsung saja ku kecup kilat bibirnya..

“Yaa..oppa kau ini..”

Dia mendorongku pelan.

“Rambutmu masih banyak shamponya Jin-ah.Mau aku bersihkan?”

“Boleh saja…”

Aku menggendongnya,membawanya ke arah bathup..Lalu aku membuka tali kimononya.Terpampang jelas buah dada Haejin yang sangat ranum..Aku menatap payudara Haejin intensif..

“Oppa jangan lihat seperti itu!Katanya mau membilas rambutku”

Kata Haejin sambil menyilangkan tangan di dadanya..

“Ahaha baiklah,tapi tidak perlu ditutupi seperti itu”

Dia menurunkan tangannya..
 Aku membuka kaus dan celana yang aku kenakan dan hanya mengenakan underware lalu ikut masuk ke dalam bathup..

“Kenapa oppa ikut buka baju juga”

“Aku juga mau sekalian mandi Jin-ah,badanku rasanya lengket sekali..”

Pertama² aku membilas rambut Haejin..Dilanjutkan dengan menusap punggung putihnya,karena aku saat ini berada dibelakangnya aku jadi mudah menjangkau payudaranya,aku mengecup lehernya dari belakang dan tanganku aktif meremas payudara kenyalnya..

“Engh..hh.hhh… Oppah..engh..sshh”

“Engh..Jin-ah,kita lakukan sekarang ya..aku sudah tidak sabar..”

“Eh disini?”

Tanyanya bingung..

Aku menganggukkan kepalaku sambil menyeringai

“Belum pernah mencoba kan..”

Kataku sambil mendekat padanya.

“Tap..hmbb..”

Langsung kusambar bibirnya…Ia membalas ciumanku air di bathup sampai banyak yang keluar akibat ciuman kami..Posisi kami saat ini kami duduk berhadapan,Haejin sudah naked tapi aku masih menggunakan underware..Haejin duduk didepanku badan kami saling berhimpitan,kaki Haejin berada dipinggulku,ia memeluk leherku saat aku mulai menjelajahi leher jenjangnya..

“Nghh,,sshh..oppaahh..ahh”

Haejin mendesah tak karuan saat aku menghisap lehernya,ciumanku kini mulai turun ke gunung kembar milik Haejin..Aku meniup bagian puting Haejin lalu dia malah menjambak rambutku..

“Jangan mempermainkanku..!”

“Ahahahaha,aku suka sekali mempermainkanmu..”

Aku melanjutkan aksiku..aku mengecup puting Haejin bergantian,Lalu aku menghisap puting Haejin keras..

“Ahh..”

Haejin memeluk kepalaku yang berada pada payudaranya seakan tidak mau aku menghentikan aksiku..

“Oppa dingin,aku sudah mengigil..”

Haejin memeluk tubuhku,memang sudah cukup lama kami berendam disini..

“Baiklah kita lanjutkan dikamar saja..”

Terlebih dahulu aku membuka apa yang masih melekat padaku,lalu langsungku gendong Haejin ke kamar..

Aku merebahkan Haejin di ranjang lalu kutindih badan kecilnya,dia sangat kedinginan dia memelukku erat..

“Apa ini masih bisa dilanjutkan Jin-ah”

Aku melihat Haejin yang mengigil kedinginan..Haejin mengangguk

“Lanjutkan saja oppa..”

“Kau yak..mmb”

Tanpa aku duga Haejin menciumku terlebih dahulu,tentu saja dengan senang hati aku membalas ciumannya,lalu ciumanku semakin lama semakin turun,pertama aku mencium lehernya..lalu

“Oppa cukup,langsung saja ke intinya..Sudah cukup pemanasannya.Nanti aku keburu tidak kuat..”

Haejin berbicara dan nafasnya mulai tidak teratur..

“Hmm baiklah Jin-ah kalau itu maumu..”

Aku menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istriku lalu menciumnya..

Perlahan aku mengarahkan juniorku ke lubang vagina Haejin,Aku mulai memasukkannya secara perlahan.Ku lihat Haejin menutup matanya rapat².

“Jin-ah buka matamu jagi,lihat mataku..”

Perlahan Haejin membuka matanya,aku masih berusaha memasukkan juniorku pada lubang sempit Haejin..

“Aaauu..appoy oppa.”

Haejin menggit bibir bawahnya..
 Aku melumat bibir Haejin untuk menurangi rasa sakitnya..

~jleb~

“Engh ah..”

Aku mendesah pelan saat juniorku sudah tertanam sempurna pada lubang Haejin.

Aku mulai menggenjot juniorku perlahan,Saat Haejin sudah bisa mengikuti tempo aku mempercepat gerakkanku..

“Ahh..uh..ah..oppaa..enghh..”

Haejin tidak dapat menahan desahannya,aku semakin bersemangat.

“Ah Jin-ah..”

“Oppa aku mau keluar..”

Haejin sudah hampir mancapai klimaksnya yang pertama.

“Aah..hhh.hh.”

Aku merasakan cairan hangat Haejin keluar dari miss V nya membasahi juniorku..Aku semakin mempercepat gerakanku agar segera mencapai klimaks juga..

“Engh..ahh..hh..Oppa aku mau keluar lagih..”

Haejin memeluk punggungku erat..

“Kita keluarkan bersama Chagi..”
 Juniorku terasa sudah berkedut dan..

~crott~

“Aahhh..”
 Desah kami bersamaan.

Aku menyemprotkan berjuta² sperma ke dalam rahim Haejin dan cairan Haejin keluar membasahi juniorku..

Haejin sudah terlihat sangat kelelahan..Dia langsung memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya..

“Tidurlah Jin-ah,gomawo untuk malam ini.saranghae.”
 Kataku lalu mengecup kening Haejin..

“Ne,cheonmaneyo oppa..Na do saranghae.”

Haejin memelukku lalu mulai tertidur.tanpa melepaskan juniorku padanya aku menaikan selimut untuk menutupi tubuh kami,balas memeluknya lalu menyusulnya ke alam mimpi..

 -THE END-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: