Because A Tea part b

0
Because A Tea part b


1. Author : No Name

2. Judul : Because A Tea

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

– Choi Minho

– Tiffany Hwang

____________________

MINHO POV

Kali ini fanny tak menutup matanya lagi, kurasa minuman yang tadi kita minum bukan teh biasa melaikan obat perangsang dan itu membuat fanny berkeringat dan merasa risih sedari tadi.Aku kembali menindih tubuh fanny dan mengecup bibirnya lembut.

“baby, apa kau benar-benar siap” tanyaku memastikan kulihat wajahnya sedikit ketakutan dan aku tak ingin melanjutkannya jika ia masih takut.

“i want try minho” jawab fanny.

“ok, aku akan melakukannya dengan lembut” seruku.

Aku tersenyum manis dan ia mengelus mrs. V fanny dengan jari-jariku, akupun perlahan memasukan satu jariku ke dalam mrs. V nya.

“minho~aa” fanny terlihat kesakitan.

“fanny apa sangat sakit?” aku merasa khawatir padanya.

“Haaaah…. Haaaaah lanjutkan lah” fanny mengatur nafasnya dan akupun mencium bibirnya untuk menghilangkan sedikit rasa sakitnya saat aku merasa fanny telah terbiasa akupun memasukan satu jariku lagi, fanny menjambak pelan rambutku dan aku pun memasukan satu jariku lagi dan fannypun menekan kepalaku, aku rasa dia benar-benar kesakitan.

Aku melepaskan ciumanku dan menatapnya sendu.

“fanny~aa mianhae” aku mengecup bibirnya singkat.

“lanjutkan minho” fanny mengalungkan tangannya dileherku dan aku kembali mencium bibirnya lembut, dan mengocok ke-3 jariku yang bersarang disana.

“aaah~ aaaah~” desah fanny disela-sela ciuman kami, tak berapa lama aku merasa mrs. V nya berkedut dan mengeluarkan sesuatu yang hangat, aku menarik jariku dan menjilat cairannya yang menempel di jariku.

***

TIFFANY POV

Aku sudah hilang kendali karena minho melakukannya denga sangat lembut, kini wajahnya tepat berada di depan mrs. V ku ia menekuk kakiku dan lidahnya menyapu mrs. V ku.

“aaaah~ minhoya geliiii” desahku.Karna aku merasa sangat geli aku merapatkan kedua pahaku dan itu membuat minho memperdalam jilatannya, ia mengemut mrs. V ku dan aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari tubuhku.

“minho akuuuuuuuuuuuu aaaaaaaah~” aku mengeluh saat merasakan sesuatu yang hangat keluar dari tubuhku.

Minho menjilat semua cairan yang aku keluarkan dan ia kembali mengecup bibirku, dan aku merasakan ada sesuatu yang menusuk-nusuk perutku, ciuman minho beralih ke payudaraku dan ia mengulum payudaraku dengan lahap layaknya seorang bayi yang kahausan.

“baby?” minho bertanya kepadaku seolah-olah berkata apa kau yakin?.

“yes, i’m ready” jawabku mantap.

Minho mengarahkan juniornya yang sudah menegang sedari tadi ke mrs. V ku.

“aaaaaaa….” sakit rasanya sakit sekali aku mencakar punggung minho karena aku tidak kuat merasakan kesakitan ini.

“baby mianhae, mau ku hentikan?” tanya minho padaku.

“ini sudah terlanjur, lanjutkanlah” jawabku lemas.

***

MINHO POV

“aaaaaaaa….” fanny mencakar punggung ku, kurasa dia sangat kesakitan.

“baby mianhae, mau ku hentikan?” tanyaku pada fanny, aku tahu dia sangat kesakitan.

“ini sudah terlanjur, lanjutkanlah” jawab fanny.

Aku mencium bibirnya mengajak lidahnya bermain untuk mengalihka rasa sakitnya, aku pun berusaha memasukan juniorku ke dalam mrs. V nya, ini sangat susah karna miliknya sangat sempit, saat aku berusaha memasukannya lebih dalam lagi aku merasa ada sesuatu yang menghalangi juniorku aku memundurkannya dan menghentakannya sekaligus dan itu membuat fanny menjambak rambutku, aku mersakan sesuatu yang asin dibibirku.

Fanny menangis air matanya masuk kedalam mulut kami, dan aku merasa telah merobek sesuatu, junorku sudah masuk sepenuhnya ke dalam mrs. V nya aku pun melepaskan ciuman kami.

“hikss.. Hikss…” fanny menangis.

“apa sangat sakit?” aku mendiamkan juniorku disana agar fanny merasa terbiasa, kukecup air matanya dan ku kecup pula keningnya.

“minho lakukanlah” titah fanny padaku.

“kau yakin?” tanyaku.

Fanny mengangguk pelan, ku maju mundurkan juniorku pelan dan terdengar decitan-decitan akibat perbuatan kami ini.

“aaaah~ hmmmmm~ oooooh~” desah ku dan fanny bersamaan.

“punyamu sempit sssshh~ aaaah~”racauku.

“punyamu aaaaah~ aaaaah~ terlaluuuuuuh~ besaaaaaar~” lenguh fanny.

Fanny ikut menggerak-gerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan ku.

” aaaaaaahhhhh… Fanny aaaaah” lenguhku.

“minho~aa fasteeeer” fanny meracau tak karuan.

Aku hanya tersenyum dan mempercepat gerakanku.

“aaaah~ ahhh~ ~aaaaah” desah fanny.

Tanganku tak tinggal diam aku meremas kedua payudara fanny dan mejilati leher jenjang fanny.

Tak berapa lama aku merasa mrs. V fanny berkedut dan juniorku serasa di jepit di dalamnya.

“minho akuuuu akuuuu aaaaaaaahhhhh~” desah fanny panjang dia sudah organisme dan cairannya keluar menghangatkan juniorku.

“aaaaaah~ ssssshhhh~ sabar baby aku sssssh~ belum sampai” racauku tak karuan.

Aku menggendong tubuh fanny memojokannya ke tembok, kulilitkan kedua kakinya di pinggangku, dan kuhentak-hentakkan juniorku dengan ritme yang cepat.

“palli minho~aa aku ssssh~ akuuuh~” fanny organisme untuk kesekian kalinya.

“sabaaaaar aaaaaah ~” aku melihatnya yang sangat kelelahan jadi ku dudukan dia dimeja dan aku terus menggenjot juniorku dengan ritme yang tidak beraturan.

***

TIFFANY POV

Minho mendudukanku di meja yang ada di dekat kami, dia terus menggenjot juniornya di dalam rahimku.

“aaaaaah~ ooooohhh~ nnggggghh~” aku melumat bibir minho, aku sidah lemas tapi dia belum organisme juga, aku menekan kepalanya mencengkram rambutnya, mencakar punggungnya, ini nikmaaaat.

“hhhhmmmppp~ nnngggsshh~” desah ku dan dia disela-sela ciuman kami.

Tak lama aku merasakan juniornya membesar dan minho melepaskan ciumannya.

“akuuuu sampaaaaaai aaaaaaaaah~” lenguhnya.Sperma keluar memenuhi rahimku dan itu sangat hangat.

“kau lelah?” minho mengusah pucuk kepalaku dan mengelap keringat yang ada di dahiku.

“hah.. Hah.. Apapun untukmu” aku tersenyum padanya memeluk tubuh kekarnya.

Minho mengeluarkan juniornya dari mrs. V ku dan itu membuat kami mendesah pelan.

“aaaaah~””ayo kita tidur kau pasti sangat lelah” minho menggendong tubuhku ala bridal dan masuk ke dalan kamar, ia membaringkan tubuhku diranjang, lalu ia mengambil selimut dan menutupi tubuh kami yang polos tanpa sehelai benang pun.

“fanny gumapta” minho memluk tubuhku erat.

“ne, cheoman minho” aku membalas pelukannya dan kami pun terlelap dalam gelapnya malam.

-THE END-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: