The Party Part 1

0
Annyeong readers :D
author balik dgan ff baru :D kalo yang gak srek dgan judulnya mohon jgan di baca oke?
dan ini ff HOROR ! seklai lagi, ini ff HOROR, bagi yang tidak suka HOROR, maka jangan di baca, oke?
dan ini NC, oke? mungkin ini NC – 14, tapi terserah, ini ff sedikit yadong, maka jangan dibaca jika tidak suka ff yadong? right?
HAPPY READING :)

Cast :
-Yoona
-Max Changmin
-Cheondung (THUNDER)
-Sulli
-Jessica
-Jaejoong
-Junsu
-Yunho
-Yuri
-Sooyoung
-Tiffany
-Taeyeon
-Seohyun
-Kyuhyun
-Yesung

******

“Otthe? Aku sudah memesan sebuah kapal yang cukup besar untuk kita tinggali selama 1 minggu.” Seru Jaejoong.
“Hmm, kurasa para namja tidak akan keberatan. Tapi bagaimana dengan para yeoja?” Yunho menanggapi Jaejoong.
“Wae? Oppa meragukan kami? Kami pasti ikut.” Seru Jessica membela para yeoja.
Yoona, Yuri, Sooyoung, Tiffany, Taeyeon, Seohyun mengangguk setuju dengan perkataan Jessica. Lain hal dengan Sulli. Yunho, Yesung dan Junsu melihat kearah Sulli yang tidak menanggapi ucapan Jessica.
“Wae?” Sulli yang tersadar bahwa dirinya sedang menjadi perhatian.
“Bagaimana dengan kau?” Tanya Changmin tanpa basa-basi.
Sulli mengerti apa yang dimaksudkan mereka. “Tentu saja aku ikut.” Tanpa ragu Sulli memastikan jawabannya.
********
“Changmin  dan Yoona mana? Ini sudah hamper jam 3 sore, kita harus berangkat.” Ujar Jaejoong.
“Itu.” Kyuhyun menunjuk 2 orang yang sedang berlari dengan menarik koper. Changmin menggandeng tangan Yoona sedangkan Kyuhyun menjadi jengkel.
“Ah mian kami telat.” Kata Changmin yang masih menggandeng tangan Yoona dengan nafas terengah-engah.
Taeyeon tersenyum. “Aishh kalian ini, sudah telat masih saja bermesra-mesraan.”
“Oppa, ayo berangkat.” Sulli sudah tidak sabar.
Semua sudah masuk ke dalam kapal dan kapal siap berangkat.
“Oppa kamarnya?” Tanya Sooyoung mengingatkan Jaejoong yang belum membagi kamar.
“Apa sesuai dengan pasangan saja?” Jaejoong yang berfikiran mesum dan menggoda teman yang tidak memiliki pasangan serta masih dibawah umur.
“OPPA ! BYUNTAE !” Omel Sulli yang umurnya masih di bawah rata-rata.
“Hyung, tidak mungkin.” Thunder yangakrab dipanggil Cheondung ini tidak mungkin satu kamar dengan kekasih yang umurnya masih dibawah rata-rata.
“Hahaha, ne arra.” Jaejoong tertawa.
“Kalau aku sih hyung bersedia. Bahkan sangat bersedia dengan idemu itu. Kekeke.” Changmin terkekeh lalu melirik Yoona. Yoona mencubit lengan Changmin. “Oppa !”
“Hanya bercanda Yoong.” Changmin menghalus lembut kepala Yoona dengan mesra. Kyuhyun tampak jengkel.
“Sudahlah hyung. Lebih baik semua tidur sendiri saja, bukankah ada 14 kamar katamu?” usul Kyuhyun.
“Kau sungguh mengertiku Kyu.” Yesung yang tidak memiliki pasangan berharap tidur sendiri semuanya.
“Ne,” Kata Yunho.
Satu per satu memasuki kamar masing-masing dengan membawa koper yang cukup besar.
“Wah besar sekali kamarnya.” Seru Tiffany saat membuka pintu kamar. Tiffany satu kamar dengan Taeyeon karena hanya tersedia 14 kamar seperti yang dikatakan Jaejoong.
“Ne. Fany-ah, aku mendengar dari sebuah mitos, jika bermalaman di kapal itu tidak boleh berbicara sembarangan.(jangan dianggap beneran ya, author ngarang sendiri)” Taeyeon member tahu Tiffany.
“Chinja?” Tiffany terkejut karena tidak pernah mendengar mitos seperti itu.
Taeyeon yang sedang menata lemari bajunya mengingat sesuatu lagi. “Oh iya, Fany-ah jadi pestanya akan dilakukan nanti malam? Aku sudah tidak sabar.”
Tiffany mengangguk. “Hmm, na do.”
==================================
Pukul 7 malam.
Semua sedang bersiap untuk pesta. Pesta ulang tahun Jaejoong yang diadakan di kapal saat malam hari di hari yang cukup mengesankan.
Sooyoung, Yesung dan Jessica keluar dari kamar mereka masing-masing.
“Sica, Soo, neomu yeppo.” Puji Yesung.
“Gomawo Oppa.” Kata Sooyoung dan Jessica.
“Acaranya kapan dimulai sih? Ada makanan banyak kan?” Tanya Sooyoung gak penting.
“Soo, kalau nanya yang penting dong. Nanti akan mulai sebentar lagi. Makanan? Dasar Shikshin !” Keluh Jessica.
“Hyung, lihat Sulli gak?” Tanya Cheondung yang dari tadi muter-muter nyariin Sulli.
“Anni.” Yesung menggelengkan kepalanya.
“Sudah kau telepon?” Tanya Jessica.
“Oh iya, aku lupa noona, kekkee” Cheondung tertawa karena lupa.
“Aish, pabo.” Sooyoung mengejek Cheondung.
Sulli pun keluar dari kamarnya lalu berjalan memasuki ruangan pesta.
“Sulli-ah.” Sooyoung terdiam dan melihat kearah Sulli.
“Neomu yeppo.” Cheondung memuji Sulli.
“Gomawo Oppa.” Sulli tersenyum lalu berdiri di samping Cheondung.
“Kalian membuatku iri.” Kata Sooyoung, Jessica, dan Yesung.
Satu per satu dari yang lain yang belum tiba di ruangan pesta itu pun tiba. Semua berpakaian dengan rapi dan terlihat mewah serta cocok dengan mereka.
Suasana pesta terlihat ramai. Pukul 11 pun pesta itu selesai. Semua sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Diantara itu, mereka semua terlihat lelah dan juga sudah mabuk akibat minum beberapa gelas wings.
Yoona dan Changmin terlihat sedang berciuman di tengah-tengah angin yang berhembus kencang kearah mereka.
Ciuman itu semakin lama semakin memanas, Changmin yang memegang pinggang Yoona dan Yoona memegang lengan Changmin.
“Oppa, kau minum terlalu banyak.” Yoona yang tiba-tiba melepaskan ciuman itu karena merasa ciuman itu semakin lama semakin menjadi.
Changmin tidak mendengarkan ucapan Yoona, lalu Changmin mulai memberikan satu ciuman hangat ke bibir Yoona.
“Oppa.” Sulli terkejut melihat ciuman mesra antara Yoona dan Changmin.
Cheondung menarik tangan Sulli, lalu membawa Sulli ke depan dadanya dan menundukkan kepala Sulli untuk tidak melihat kearah Yoona dan Changmin.
“Begini saja.” Ucap Cheondung yang sudah tahu kalau Sulli risih dengan adegan itu.
“Hmm.” Sulli mengangguk.
“AHH !” Terdengar suara teriakan Yuri.
Yoona dan Changmin melepaskan ciuman itu. Lalu Sulli dan Cheondung berlari menghampiri Yuri.
“Wae?” Tanya Junsu.
“Boneka ku jatuh ke laut.” Terang Yuri yang membuat semua menghembuskan nafasnya.
“Hanya boneka kan? Bukannya bisa dibeli lagi?” Yunho menenangkan Yuri.
“Anni, boneka itu..” Kata-kata Yuri terhentikan ketika melihat lampu kapal mati dalam sekejap.
“Oppa, kok mati lampunya?” Tanya Tiffany yang berdiri disamping Jaejoong.
Jaejoong mengangkat bahunya. “Molla, padahal sebelum berangkat kesini sudah aku cek semuanya. Dan semuanya beres, tidak ada apa-apa.” Jaejoong menjelaskan ke teman-temannya.
“Mungkin ada kesalahan sedikit. Apa sebaiknya kita perbaiki saja dulu?” Tanya Yesung.
“Tapi Oppa, itu kan gelap sekali.” Sooyoung menahan Yesung.
“Nde Hyung. Kita tidak membawa senter.” Kata Changmin.
“Hmm, HP ku ada senternya. Jadi bagaimana? Jika kita para namja pergi semua, bagaimana dengan para yeoja?” Junsu bertanya-tanya.
“Hmm, lebih baik kita pergi semua.” Kata Jaejoong.
“Oke.” Seru Junsu.
Semua pergi bersama. Jaejoong yang berjalan di paling depan bersama Junsu menelusuri jalan dengan cermat dan tepat.
“Ah akhirnya ketemu.” Seru Jaejoong yang menemukan saklar lampunya.
“Akhirnya nyala.” Seru Taeyeon yang dari tadi ketakutan.
“Sudah, semuanya kembali ke kamar masing-masing saja.” Ujar Yunho.
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
“Oppa, chakkaman.” Panggil Sulli yang sudah sampai pada depan kamarnya.
“Hmm?” Cheondung memandang Sulli dengan tatapan lembut.
CHUUU ~~
Sulli mencium bibir Cheondung. Walaupun hanya sebentar.
Lalu Sulli tersenyum.
“Good Night.” Cheondung kembali mencium kening Sulli.
==================================
“Bagaimana ini? Bukankah jika ada boneka orang-orangan jatuh ke dalam laut akan.. aishh ! lupakan Kwon Yuri ! lupakan ! Itu hanya sebuah Mitos ! okey? Tapi apa benar itu hanya sebuah mitos?” Yuri memukul dirinya sendiri dengan bantal.
DROPPPPP !!
Lampu kapal tiba-tiba menjadi kedap kedip.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: